pekan lingkungan hidup dan kehutanan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pekan-lingkungan-hidup-dan-kehutanan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Jan 2021 18:57:32 +0000 id hourly 1 PLHK 2019, Pemerintah Ajak Masyarakat Kurangi Polusi Udara https://www.greeners.co/berita/plhk-2019-pemerintah-ajak-masyarakat-kurangi-polusi-udara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=plhk-2019-pemerintah-ajak-masyarakat-kurangi-polusi-udara https://www.greeners.co/berita/plhk-2019-pemerintah-ajak-masyarakat-kurangi-polusi-udara/#respond Fri, 12 Jul 2019 01:00:20 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=23764 Jakarta (Greeners) – Hari Lingkungan Hidup sedunia (HLH) pada tahun 2019 mengusung tema “Beat Air Pollution”. Sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam permasalahan lingkungan hidup, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Hari Lingkungan Hidup sedunia (HLH) pada tahun 2019 mengusung tema “Beat Air Pollution”. Sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam permasalahan lingkungan hidup, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turut merayakan HLH dengan tema “Biru Langitku, Hijau Bumiku”.

Dalam rangka mensosialisasikan semangat diatas, KLHK menggelar Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PLHK) 2019. Acara ini berlangsung selama 3 hari mulai 11 Juli hingga 13 Juli 2019 di Jakarta Convention Centre, Senayan Jakarta.

Dibuka oleh Wakil Presiden RI, Jusuff Kalla (JK) menyampaikan bahwa pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang sangat cepat menimbulkan konsekuensi terjadinya peningkatan permintaan barang dan jasa, serta peningkatan transportasi yang berbanding lurus dengan tingginya penggunaan bahan bakar fosil.

Sehingga, pembakaran yang kurang baik pada sektor transportasi menyumbang 70% pencemaran di perkotaan, disusul dengan sumbangan dari sektor industri.

“Hal ini berdampak pada penurunan kualitas udara sehingga polusi udara telah muncul sebagai salah satu risiko kesehatan terkemuka di dunia,” ujar JK pada sambutannya dalam meresmikan PLHK pada Kamis (11/07/2019).

Menurut JK, diperlukan pola hidup yang menyatu dengan alam. Hal tersebut dapat ditandai dengan seminimal mungkin melakukan aktivitas yang menghasilkan unsur yang dapat mencemari alam, misalnya dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, mengurangi penggunaan plastik, sabun, detergen, atau bahan kimia lainnya, termasuk mengelola sampah dengan bijak.

Foto : Humas KLHK

Turut memberikan sambutan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan, dalam pengendalian pencemaran udara ini pemerintah telah melakukan upaya peralihan penggunaan bahan bakar bersih secara bertahap, pengalihan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke jenis angkutan umum massal, kebijakan pengetatan baku mutu emisi, dan pengembangan serta penambahan ruang terbuka hijau.

Law enforcement serta dorongan perubahan teknologi mulai diterapkan pada sumber-sumber pencemar industri. Penyesuaian peraturan juga terus dilakukan berkaitan dengan standar emisi serta standar bahan bakar Euro-4,” ujar Siti.

Siti mengatakan, Pemerintah dan Pemerintah Daerah (Pemda) terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi massal berbahan ramah lingkungan, mengembangkan hari bebas kendaraan bermotor (car free day), menyediakan fasilitas parkir, serta merevitalisasi jalur pejalan kaki. Selain itu, Pemerintah Daerah juga membangun dan mengembangkan Taman Kota, Hutan Kota dan Kebun Raya.

“Bagi industri, dilakukan pengawasan pemenuhan baku mutu emisi, pelaporan emisi secara kontinyu yang terintegrasi dengan sistem pelaporan di KLHK,” jelasnya.

Siti menyampaikan persoalan pencemaran lingkungan hidup yang tidak kalah pentingnya adalah permasalahan sampah di Indonesia yang semakin nyata dan kompleks, khususnya di daerah-daerah.

Meninggalnya 2 orang akibat tertimbun longsoran sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di salah satu kabupaten di Provinsi Banten, serta kematian ikan Paus di perairan Wakatobi dengan 5,9 kg sampah plastik ditemukan dalam tubuhnya menjadi berita yang menyedihkan.

Sebagai informasi, Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019 dibuka setiap hari pukul 10.00 s/d 18.00 WIB dan akan berlangsung hingga Sabtu 13 Juli 2019.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/plhk-2019-pemerintah-ajak-masyarakat-kurangi-polusi-udara/feed/ 0
Perlu Kerjasama Banyak Pihak Hadapi Kejahatan Terhadap TSL https://www.greeners.co/berita/perlu-kerjasama-banyak-pihak-hadapi-kejahatan-terhadap-tsl/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perlu-kerjasama-banyak-pihak-hadapi-kejahatan-terhadap-tsl https://www.greeners.co/berita/perlu-kerjasama-banyak-pihak-hadapi-kejahatan-terhadap-tsl/#respond Fri, 10 Jun 2016 07:48:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13931 Menteri LHK Siti Nurbaya menyatakan kecenderungan kasus kejahatan perdagangan dan peredaran TSL ilegal yang terus meningkat, dibutuhkan kerjasama banyak pihak agar jaringan perdagangan ilegal TSL antar negara terputus.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan terus berupaya melakukan pencegahan atas kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) atau wildlife crime di Indonesia.

Menteri LHK Siti Nurbaya, dalam sambutannya pada pembukaan acara Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-20 di Jakarta, mengatakan bahwa setiap minggu dirinya selalu mendapat laporan terkait kejahatan TSL. Karena kecenderungan kasus kejahatan perdagangan dan peredaran TSL ilegal yang terus meningkat, maka dibutuhkan kerjasama antara negara sumber, negara tujuan dan negara transit sehingga jaringan perdagangan TSL ilegal antar negara terputus.

“Tema ‘Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan’ ini dipilih agar dapat mendorong masyarakat lebih peduli untuk melawan dan mencegah semua bentuk kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar serta kerusakan yang ditimbulkan olehnya,” ujar Siti, Jakarta, Kamis (09/06).

BACA JUGA: ProFauna Desak Pelaku Perdagangan Satwa Liar Dihukum Berat

Di samping penegakan hukum, KLHK juga mencatat beberapa kabar baik terhadap upaya konservasi satwa di Indonesia. Dalam kurun waktu lima bulan pada periode 2015-2016, tercatat ada 25 ekor satwa yang lahir di 7 lembaga konservasi.

Dari Taman Safari Indonesia, ada 9 ekor satwa yang lahir yaitu anoa (satu ekor), gajah sumatera (1), macan tutul jawa (1), harimau sumatera (3), babi rusa (1), dan jerapah (2). Di Taman Nasional Ujung Kulon telah lahir 7 ekor badak Jawa, sementara di Taman Margasatwa Kinantan Bukittinggi telah lahir 2 ekor harimau sumatera dan 2 ekor macan dahan.

Lalu di Taman Impian Jaya Ancol lahir 1 ekor lumba-lumba, di Kebun Binatang Gembiraloka lahir 1 ekor beruang madu, di sanctuary badak Sumatera Taman Nasional Way Kambas lahir 1 ekor badak sumatera, dan di Taman Nasional Sidomuncul lahir 1 ekor harimau Siberia.

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) dalam kesempatan serupa juga menekankan bahwa permasalahan lingkungan hidup adalah satu dari tiga isu besar yang dibahas dunia selain hak asasi manusia dan demokrasi.

Ia menyatakan bahwa lingkungan hidup berkaitan erat dengan hutan. Menurutnya, meskipun hutan di Indonesia sudah jauh berkurang, namun masih ada cukup banyak hutan yang tersisa dan harus dijaga.

BACA JUGA: Sanksi Kejahatan Perdagangan Satwa Dilindungi Belum Timbulkan Efek Jera

Terkait perdagangan TSL, JK mengakui bahwa banyak masyarakat yang masih kurang paham kenapa gajah, orang utan, singa atau hewan liar dilindungi lainnya harus dijaga. Padahal, keberadaan satwa adalah indikator terjaganya kehidupan yang sehat dan baik.

“Kita terkadang kurang memahami kenapa orang utan atau gajah harus dijaga. Orang utan, gajah, singa atau lainnya adalah indikator kehidupan yang baik. Apabila hewan ini masih baik, itu artinya hutan masih baik. Kalau hutan masih baik, air masih baik. Kalau air masih baik berarti ada kehidupan. Kalau gajah sudah habis pasti hutan habis. Termasuk kupu-kupu juga bisa melihat kualitas udara,” ujarnya.

Sebagai informasi, selain isu tumbuhan dan satwa liar, Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ke-20 Tahun 2016 juga membahas isu pencemaran air, pencemaran udara, persampahan maupun limbah B3 serta kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan pertambangan.

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-20 diisi dengan pameran, seminar, talkshow, games booth, eco driving rally dan uji emisi, lomba insinyur cilik, green music festival, lomba menggambar, serta lomba mewarnai. Acara ini menggunakan konsep rendah sampah dengan slogannya yang telah diadopsi oleh dunia pada forum UNEA-2 di Nairobi, Kenya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/perlu-kerjasama-banyak-pihak-hadapi-kejahatan-terhadap-tsl/feed/ 0