pembangkit listrik tenaga biomassa - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pembangkit-listrik-tenaga-biomassa/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 25 Sep 2018 14:42:30 +0000 id hourly 1 Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Pertama di Kalimantan Barat Diresmikan https://www.greeners.co/berita/pembangkit-listrik-tenaga-biomassa-pertama-di-kalimantan-barat-diresmikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pembangkit-listrik-tenaga-biomassa-pertama-di-kalimantan-barat-diresmikan https://www.greeners.co/berita/pembangkit-listrik-tenaga-biomassa-pertama-di-kalimantan-barat-diresmikan/#respond Tue, 25 Sep 2018 05:30:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=21399 Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Siantan berkapasitas 15 megawatt (MW) di Kalimantan Barat.]]>

Jakarta (Greeners) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Siantan berkapasitas 15 megawatt (MW) di Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin (24/9/2018) pagi. Peresmian ini disaksikan oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Bupati Mempawah Gusti Ramlana dan merupakan PLTBm pertama di Kalbar.

Dalam siaran pers yang diterima Greeners, PLTBm Siantan dioperasikan menggunakan bahan bakar dari sumber terbarukan seperti cangkang kelapa sawit, sekam padi, tongkol jagung, ampas tebu, serbuk kayu dan limbah pertanian lainnya.

“Kami berharap peresmian PLTBm Siantan 15 MW yang menggunakan bahan baku ramah lingkungan ini dapat mendukung Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam memperbaiki bauran energi atau energy mix dan ketergantungan terhadap fossil fuel,” kata Bambang.

BACA JUGA: Pembangunan ITF Sunter Dimulai Desember 2018 

Listrik yang dihasilkan PLTBm Siantan nantinya akan disalurkan melalui jaringan 20 kilovolt (kV) milik PLN sepanjang 5,6 kilometer sirkuit (kms) dari titik interkoneksi Gardu Induk (GI) Siantan ke sistem Khatulistiwa. Saat ini, sistem Khatulistiwa melayani pelanggan PLN di Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Pemangkat, Sambas dan Bengkayang dengan daya mampu rata-rata 341 MW dan beban puncak rata-rata mencapai 294 MW.

PLTBm Siantan akan dikelola oleh perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP) yaitu PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL) yang saat ini telah diakuisisi oleh PT Energi Infranusantara (EI). PT RPSL memiliki kontrak dengan PLN untuk kapasitas listrik sebesar 10 MW atau sebesar 70 juta kilo watt hour (kWh) per tahun dan sudah berjalan sejak penetapan Commercial Operating Date (COD) pada 23 April 2018.

“Di Kalimantan, potensi sumber energi terbarukan terutama biomassa sangat besar, berbanding lurus dengan luasnya lahan perkebunan sawit. Oleh karenanya, pemanfaatan cangkang sawit dapat digunakan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik yang ramah lingkungan dengan harga yang murah dan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PT RPSL Alverno Soenardji.

Proyek Prioritas

Pada tahun 2025-2050, pemerintah menargetkan 23 hingga 31persen bauran energi dari energi baru terbarukan, serta menurunkan 29 hingga 41 persen total emisi nasional pada 2030. Terkait hal ini, pembangunan PLTBm Siantan menjadi salah satu pembangkit listrik terbarukan yang menjadi prioritas dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjawab permasalahan lingkungan khususnya terkait dengan upaya penurunan emisi.

“Proyek PLTBm Siantan ini diharapkan menjadi contoh konsep energi terbarukan berkelanjutan dan dapat segera direplikasi ke daerah lain hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Indonesia. Keseimbangan suplai energi dalam beberapa tahun mendatang menempatkan energi terbarukan sebagai energi utama dengan target 23 persen pada 2025 dan meningkat hingga 31 persen pada 2050,” kata Bambang.

BACA JUGA: IIIF 2018, Indonesia Ajak India Berinvestasi Dibidang Pembangkit Listrik 

Saat ini Kementerian PPN/Bappenas juga tengah memfasilitasi proyek energi terbarukan lainnya dari biomassa. Proyek-proyek tersebut terletak di Nias (18 MW) dan Mentawai (5 MW), dan Sintang (10 MW).

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pembangkit-listrik-tenaga-biomassa-pertama-di-kalimantan-barat-diresmikan/feed/ 0
Dahlan Iskan Resmikan PLT Biomassa Tongkang Jagung Pertama di Indonesia https://www.greeners.co/berita/dahlan-iskan-resmikan-plt-biomassa-tongkang-jagung-pertama-di-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dahlan-iskan-resmikan-plt-biomassa-tongkang-jagung-pertama-di-indonesia https://www.greeners.co/berita/dahlan-iskan-resmikan-plt-biomassa-tongkang-jagung-pertama-di-indonesia/#respond Wed, 23 Jul 2014 07:00:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5290 Gorontalo (Greeners) – PT PLN (Persero) secara resmi telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) pertama di Indonesia yang memanfaatkan tongkang jagung sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan generator dan […]]]>

Gorontalo (Greeners) – PT PLN (Persero) secara resmi telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTB) pertama di Indonesia yang memanfaatkan tongkang jagung sebagai sumber energi utama untuk menggerakkan generator dan menghasilkan listrik.

Peresmian PLTB Tongkang Jagung berkapasitas 500 kilo Watt (kW) yang berlokasi di kecamatan Pulubala, kabupaten Gorontalo, provinsi Gorontalo dilakukan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan pada Senin (21/07) lalu. Acara ini juga dihadiri Direktur (Operasi Indonesia Timur) PLN Vickner Sinaga dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim serta General Manager PLN Suluttenggo, Santoso Januwarsono.

Menurut Santoso Januwarsono, ide awal untuk pembangunan PLTB di Gorontalo ini adalah atas tantangan yang diberikan oleh Vickner Sinaga sekitar 2 tahun lalu kepada PLN Gorontalo untuk memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menghasilkan listrik dengan melihat potensi lokal yang banyak tersedia di Gorontalo.

“PLTB Pulubala ini menjadi salah satu upaya nyata PLN untuk menggunakan kearifan lokal berupa pemanfaatan potensi tongkol jagung yang banyak tersedia di propinsi Gorontalo untuk menjadi salah satu sumber energi listrik,” ujarnya.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo dan mewakili penduduk Gorontalo mengucapkan terimakasih kepada PLN atas kehadiran pembangkit baru di daerahnya, terutama karena ikut memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki daerahnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, bahwa PLTB Pulubala merupakan awal dari hadirnya pembangkit-pembangkit biomassa di Indonesia.

“PLTB Pulubala ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan listrik masyarakat kita. Tapi, tidak masalah, karena nantinya akan dibangun lebih banyak lagi pembangkit listrik biomassa yang kapasitasnya bervariasi, mulai dari 500 kW bahkan hingga diatas 1 MW. Tidak itu saja, bahan bakarnya pun bisa dari apa saja, tidak terbatas tongkang jagung, tapi dari cangkang sawit, pelepah kayu, dan sebagainya,” ujar Dahlan Iskan.

Secara khusus Dahlan Iskan menyampaikan apresiasinya kepada tujuh anggota tim dari PLN Area Gorontalo yang berhasil membangun PLTB yang memanfaatkan tongkol jagung ini. “Saya bangga, ternyata putra-putra terbaik di PLN sudah mampu membuat mesin pembangkit listrik tenaga biomassa,” katanya.

Saat ini sekitar 7,76% tingkat pertumbuhan ekonomi di Gorontalo, dimana 11,36% pertumbuhan kebutuhan listrik setiap tahunnya. Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik di Gorontalo jika menggunakan BBM adalah Rp 2.900/kWh, sedangkan jika menggunakan PLTB tongkol jagung ini, BPP dapat ditekan menjadi Rp 1.058/kWh. Listrik di Gorontalo juga telah terhubung dalam sistem interkoneksi 150 kV Sulutgo (Sulawesi Utara-Gorontalo).

(G08)

Sumber: pln.co.id

]]>
https://www.greeners.co/berita/dahlan-iskan-resmikan-plt-biomassa-tongkang-jagung-pertama-di-indonesia/feed/ 0