pembiayaan pltu - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pembiayaan-pltu/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 20 Apr 2026 10:47:39 +0000 id hourly 1 Ribuan Fans K-pop Kembali Tekan Hana Bank Hentikan Pendanaan Energi Fosil https://www.greeners.co/aksi/ribuan-fans-k-pop-kembali-tekan-hana-bank-hentikan-pendanaan-proyek-pltu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ribuan-fans-k-pop-kembali-tekan-hana-bank-hentikan-pendanaan-proyek-pltu https://www.greeners.co/aksi/ribuan-fans-k-pop-kembali-tekan-hana-bank-hentikan-pendanaan-proyek-pltu/#respond Mon, 20 Apr 2026 10:47:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48384 Jakarta (Greeners) – Ribuan penggemar K-pop menandatangani petisi mendesak Hana Bank menghentikan pembiayaan proyek PLTU batu bara. Petisi dibuat setelah Hana Bank merespons surat terbuka yang dikirim sebelumnya dengan pernyataan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ribuan penggemar K-pop menandatangani petisi mendesak Hana Bank menghentikan pembiayaan proyek PLTU batu bara. Petisi dibuat setelah Hana Bank merespons surat terbuka yang dikirim sebelumnya dengan pernyataan samar tanpa adanya tindak lanjut yang jelas.

Penandatanganan petisi merupakan lanjutan dari kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”. Petisi digaungkan melalui acara talkshow “No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop untuk Penghentian Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil”. Acara ini termasuk dalam rangkaian PE5TA WARGI K-POP di Jakarta, yakni perayaan lima tahun Kpop4Planet menggerakan aksi iklim global.

Hana Bank merupakan salah satu bank dari Korea Selatan. Mereka berkolaborasi dengan idol K-Pop seperti G-dragon Bigbang dan An Yujin IVE.

Pada 2022, Hana Bank telah mendanai proyek nikel oleh Grup Harita yang ditenagai PLTU batu bara baru sebesar US$ 84 juta. Padahal, pada 2021, Hana Financial Group menyatakan akan berhenti membiayai proyek terkait batu bara di dalam dan luar negeri.

Namun, Grup Harita sampai saat ini sedang membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga batu bara. Kapasitasnya mencapai 1,6 gigawatt (GW) di Pulau Obi. Rencananya, grup tersebut akan memperluasnya menjadi lebih dari 4 GW.

Juru kampanye Kpop4Planet di Indonesia, Nurul Sarifah mengatakan dampak akibat proyek nikel tersebut sudah terbukti jelas merusak dan merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar di Pulau Obi.

“Namun, jawaban Hana Bank yang kian naif menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh ingin mencari solusi dan menunjukkan aksi nyata,” kata Nurul.

Emisi Karbon Meningkat

Pada Februari lalu, Kpop4Planet bersama 12 basis penggemar K-pop di Indonesia mengirimkan surat terbuka langsung ke Hana Bank di Seoul. Melalui kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”, mereka meminta Hana Bank berhenti mendanai perusahaan yang bergantung pada PLTU batu bara.

Hana Bank menyatakan akan mengembangkan kebijakan untuk mendukung pengurangan karbon melalui penguatan manajemen risiko terkait batu bara. Namun, belum ada rencana jelas untuk keluar dari pendanaan sektor tersebut.

Senior Asia Energy Finance Campaigner Market Forces, Binbin Mariana juga menyoroti kerusakan Pulau Obi. Menurutnya, pendanaan bank di proyek nikel Harita di Pulau Obi turut berkontribusi pada peningkatan karbon emisi dan kerusakan lingkungan sekitar.

“Emisi karbon Harita hampir meningkat tiga kali lipat, dari 3,74 megaton emisi karbon pada 2022 menjadi 10,87 megaton pada 2024. Jumlah ini setara dengan hampir 1% total emisi Indonesia dan mengemudikan 2,5 juta mobil berbahan bakar fosil selama 1 tahun,” ungkap Binbin.

Sejak 9 April, petisi “Hana Bring K-pop Not Coal” telah mengumpulkan lebih dari 1.000 penggemar K-pop. Mereka mendesak Hana Bank untuk segera berhenti memberikan pendanaan ke perusahaan tersebut selama masih bergantung pada PLTU batu bara baru.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/ribuan-fans-k-pop-kembali-tekan-hana-bank-hentikan-pendanaan-proyek-pltu/feed/ 0