Pemerintah Provinsi DKI Jakarta - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pemerintah-provinsi-dki-jakarta/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 02 Jun 2025 09:50:15 +0000 id hourly 1 Pemprov DKI Ajak Warga Kurangi Polusi Lewat Kampanye #GerakLebihBersih https://www.greeners.co/aksi/pemprov-dki-ajak-warga-kurangi-polusi-lewat-kampanye-geraklebihbersih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemprov-dki-ajak-warga-kurangi-polusi-lewat-kampanye-geraklebihbersih https://www.greeners.co/aksi/pemprov-dki-ajak-warga-kurangi-polusi-lewat-kampanye-geraklebihbersih/#respond Mon, 02 Jun 2025 09:50:15 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=46707 Jakarta (Greeners) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Clean Air Asia (CAA) dan Breathe Jakarta mengajak warga untuk berpartisipasi dalam kampanye #GerakLebihBersih. Kampanye ini bertujuan mengurangi emisi polutan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Clean Air Asia (CAA) dan Breathe Jakarta mengajak warga untuk berpartisipasi dalam kampanye #GerakLebihBersih. Kampanye ini bertujuan mengurangi emisi polutan udara melalui perubahan pola mobilitas yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Kegiatan #GerakLebihBersih merupakan bagian dari rangkaian acara menyambut peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) di Jakarta tahun 2025. Puncak peringatannya akan berlangsung pada Sabtu, 21 Juni.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, aktivasi tersebut selaras dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 tahun 2025 tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal Bagi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setiap hari Rabu.

“Karena tingginya emisi PM 2.5 yang berasal dari mobilitas sehari-hari yang masih belum bersih, kampanye #GerakLebihBersih ini menjadi langkah konkret dalam mendorong perilaku ramah lingkungan dan berkelanjutan. Caranya adalah dengan membiasakan menggunakan transportasi umum, berjalan kaki, maupun bersepeda bagi warga Jakarta atau warga komuter yang beraktivitas di Jakarta,” ujar Asep dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/6).

BACA JUGA: Kurangi Polusi Plastik di Laut dengan 3 Tips Berikut!

Asep menambahkan, kampanye ini berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 7-20 Juni 2025. Warga Jakarta yang ingin mengikuti tantangan ini, dapat mendaftar melalui website udarakitabersih.id menggunakan Gmail pribadi. Setelah itu, peserta mengisi formulir harian berisi data jenis kendaraan yang peserta gunakan, jenis bahan bakar, jarak tempuh, dan mengunggah bukti berupa foto atau screenshot jarak tempuh di maps.

“Peserta yang menggunakan sepeda atau berjalan kaki pun bisa ikut serta. Pastikan fitur save timeline di maps aktif sebagai bukti perjalanan. Sehingga, dapat dihitung estimasi PM 2.5 dari aktivitas mobilitas selama kampanye berlangsung,” tuturnya.

Pemprov DKI Bagi Empat Kategori Pemenang

Pemenang challenge ini, lanjut Asep akan dibagi menjadi empat kategori di antaranya berikut ini.

  1. Pejuang Emisi Rendah Teraktif untuk peserta dengan jejak emisi PM 2.5 paling rendah dan frekuensi terbanyak selama 14 hari.
  2. Pengguna Transportasi Umum Teraktif untuk peserta yang konsisten menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari.
  3. Paling Konsisten Nol-Emisi bagi peserta yang paling konsisten menerapkan gaya hidup zero emission selama periode challenge menghindari kendaraan bermotor sepenuhnya.
  4. ASN Pejuang Gerakan Hijau Teraktif untuk peserta kategori ASN yang paling konsisten submit. Penilaian ini dilakukan setelah adanya instruksi dari Gubernur dalam penggunaan angkutan umum massal tersebut.

Asep mengajak seluruh warga Jakarta, warga komuter dan pegawai Pemprov DKI Jakarta untuk berpartisipasi dalam kampanye tersebut. Sehingga, tantangan ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong kebiasaan menuju penggunaan transportasi rendah emisi.

“Sehingga, semakin banyak lagi warga yang berkontribusi mewujudkan kualitas udara yang lebih bersih dan sehat bagi Kota Jakarta,” tutup Asep.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pemprov-dki-ajak-warga-kurangi-polusi-lewat-kampanye-geraklebihbersih/feed/ 0
Ketidakseimbangan Ekosistem Picu Banjir di Kota Jakarta https://www.greeners.co/berita/ketidakseimbangan-ekosistem-picu-banjir-di-kota-jakarta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ketidakseimbangan-ekosistem-picu-banjir-di-kota-jakarta https://www.greeners.co/berita/ketidakseimbangan-ekosistem-picu-banjir-di-kota-jakarta/#respond Fri, 13 Feb 2015 07:27:37 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=7410 Jakarta (Greeners) – Fenomena banjir yang selalu melanda DKI Jakarta mendapat perhatian khusus dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Organisasi yang bergerak pada bidang pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati ini […]]]>

Jakarta (Greeners) – Fenomena banjir yang selalu melanda DKI Jakarta mendapat perhatian khusus dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Organisasi yang bergerak pada bidang pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati ini menganggap ketidakseimbangan ekosistem tengah mengancam keberlangsungan Kota Jakarta. Hal ini pula yang dapat mengakibatkan banjir.

Menurut Direktur Program Yayasan KEHATI, Teguh Triono, sebelumnya banjir besar yang kerap mengunjungi ibukota datang setiap lima tahun sekali. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banjir selalu datang setiap tahun. Hal ini, katanya, terjadi karena adanya ketidakseimbangan keanekaragaman hayati khususnya pada tingkat ekosistem di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya.

Ia menuturkan, ekosistem memiliki peran penting dalam menunjang keberadaan sebuah kota. Ekosistem juga memiliki jasa untuk menjamin tersedianya pangan, regulasi air dan oksigen, perlindungan terhadap bencana alam, serta fungsi rekreasi dan budaya.

“Perkembangan kota yang tidak tertata akan merusak komponen ekosistem yang pada akhirnya dapat berdampak negatif pada kota itu dan wilayah sekitarnya. Padahal, secara alami ekosistem berperan dalam proses regulasi air,” jelasnya pada keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Kamis (12/02).

Air hujan, lanjutnya, akan diserap oleh tumbuhan dan tanah di ruang terbuka hijau atau dialirkan ke tempat-tempat yang mampu menampung air seperti situ yang ada di kota. Namun kenyataannya, kota besar seperti Jakarta tidak memiliki ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup.

Officer Eksosistem Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Yayasan KEHATI, Basuki Rahmad dan Direktur Program Yayasan KEHATI, Teguh Triono. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Officer Eksosistem Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Yayasan KEHATI, Basuki Rahmad dan Direktur Program Yayasan KEHATI, Teguh Triono. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Undang Undang Nomor 26 tahun 2007 menyebutkan bahwa RTH harus 30 persen dari total luas daerah. Akan tetapi, saat ini luasan RTH di Jakarta hanya sekitar 10 persen saja. Keadaan ini membuat daya serap dan daya tampung air dari ekosistem di perkotaan seringkali tidak memadai.

Kondisi ini juga, terang Teguh, diperparah dengan aktifitas pembangunan tanpa perencanaan yang terpadu. RTH di sepanjang bantaran sungai, tempat pepohonan dan tanah terbuka dulunya ada dan berfungsi sebagai penyerap, penampung dan penahan laju air, sudah berubah menjadi bangunan. Perubahan ini, lanjutnya, mengganggu fungsi regulasi air dari ekosistem. Salah satu akibatnya adalah banjir yang kembali melanda Jakarta pada 9 Februari 2015 lalu. Setidaknya terdapat 53 titik banjir yang mengepung ibukota dan sebagian besar berada di pusat-pusat perekonomian.

Teguh juga memberi saran terkait rencana Presiden Joko Widodo untuk mendorong penyelesaian terowongan dari Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur dan waduk di Ciawi yang harus dibarengi dengan perbaikan ekosistem di Jakarta maupun di daerah-daerah penunjang di sekitarnya. Menurutnya, perbaikan daerah aliran sungai, menambah ruang terbuka hijau, dan koordinasi dengan pemerintah Kota Depok dan Bogor untuk memperbaiki kawasan hulu sungai juga harus menjadi prioritas dan mendapatkan pendanaan yang cukup.

“Presiden juga harus mampu membaut kebijakan terpadu dari hulu sampai hilir yang melibatkan pemerintah DKI Jakarrta dan kota-kota satelitnya, seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan,” tuturnya.

Sementara itu, Officer Eksosistem Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Yayasan KEHATI, Basuki Rahmad menambahkan, konservasi bambu di sepanjang Daerah Aliran Sungai Ciliwung juga bisa menjadi salah satu alternatif pencegahan banjir untuk jangka panjang. Menurut Basuki, jika pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan semua restoran dan penyedia makanan di kotanya dilarang menggunakan styrofoam, dan menggantinya dengan boks makanan dari bambu, maka penduduk di desa-desa sekitar Sungai Ciliwung akan bergairah menanam bambu.

“Kalau seperti itu kan masyarakat mendapat income tambahan dan daerah aliran sungai terlindungi,” pungkasnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/ketidakseimbangan-ekosistem-picu-banjir-di-kota-jakarta/feed/ 0
Polisi Bersepeda Akan Amankan Malam Tahun Baru 2015 https://www.greeners.co/berita/polisi-bersepeda-akan-amankan-malam-tahun-baru-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=polisi-bersepeda-akan-amankan-malam-tahun-baru-2015 https://www.greeners.co/berita/polisi-bersepeda-akan-amankan-malam-tahun-baru-2015/#respond Wed, 31 Dec 2014 10:00:17 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=6971 Jakarta (Greeners) – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan mengerahkan polisi bersepeda untuk mengamankan malam Tahun Baru 2015. Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan mengerahkan polisi bersepeda untuk mengamankan malam Tahun Baru 2015. Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rikwanto mengatakan ada enam lokasi yang akan dijaga oleh polisi bersepeda tersebut.

Rikwanto menerangkan keenam titik tersebut adalah Bunderan Hotel Indonesia, Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah, Pantai Ancol, Kawasan Kota Tua, dan beberapa pulau di Kepulauan Seribu.

“Patroli menggunakan sepeda juga membuat badan lebih sehat,” ujar Rikwanto, Jakarta, Rabu (31/12).

Ia melanjutkan bahwa Polisi bersepeda yang akan dikerahkan di setiap posnya tersebut juga akan berpatroli untuk menjaga gelaran Jakarta Night Festival yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu malam, 31 Desember 2014. Sebanyak 13 panggung hiburan disiapkan di sepanjang Jalan M.H. Thamrin dan panggung utama di lapangan Monas.

Nantinya, tambah Rikwanto, jalur Trans Jakarta atau busway di sepanjang jalan MH. Thamrin pun akan disterilkan dari kerumunan massa dan akan digunakan untuk polisi patroli yang menggunakan sepeda. Sedangkan untuk setiap posnya akan disiagakan personil berjumlah 156 orang dari tiga fungsi satuan yaitu Sabhara, Brimbob, dan Lalu lintas.

“Sedangkan untuk pengamanan malam tahun baru di Kepulauan Seribu pihak kepolisian akan menyiagakan kapal patroli di Pulau Tidung, Untung Jawa, Pari, dan Pramuka,” pungkasnya.

 

]]>
https://www.greeners.co/berita/polisi-bersepeda-akan-amankan-malam-tahun-baru-2015/feed/ 0