penelitian - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/penelitian/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 26 May 2026 10:05:07 +0000 id hourly 1 Peneliti BRIN Temukan Spesies Baru Terong Berduri asal Kalimantan https://www.greeners.co/berita/peneliti-brin-temukan-spesies-baru-terong-berduri-asal-kalimantan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peneliti-brin-temukan-spesies-baru-terong-berduri-asal-kalimantan https://www.greeners.co/berita/peneliti-brin-temukan-spesies-baru-terong-berduri-asal-kalimantan/#respond Tue, 26 May 2026 10:05:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=48527 Jakarta (Greeners) – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru terong berduri dari genus Solanum asal Kalimantan. Peneliti memberi nama spesies baru tersebut Solanum kalimantanense T.Djarwaningsih, E.L.Agustiani […]]]>

Jakarta (Greeners) – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan spesies baru terong berduri dari genus Solanum asal Kalimantan. Peneliti memberi nama spesies baru tersebut Solanum kalimantanense T.Djarwaningsih, E.L.Agustiani & M.R.Hariri.

Spesies baru ini termasuk kelompok terong berduri (Leptostemonum clade) dan memiliki kemiripan dengan Solanum lasiocarpum. Solanum kalimantanense memiliki sejumlah karakter morfologi khas yang membedakannya. Di antaranya ukuran daun yang hampir sama panjang dan lebarnya, lekukan daun yang sangat dangkal, permukaan buah matang berbulu halus dan jarang, serta ukuran buah yang lebih besar dibandingkan Solanum lasiocarpum. Selain itu, analisis DNA menggunakan penanda ITS menunjukkan adanya perbedaan genetik yang cukup signifikan dibandingkan spesies kerabat terdekatnya.

Spesies tersebut peneliti temukan melalui kegiatan eksplorasi lapangan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan pada periode 2022–2024. Para peneliti meliputi Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, yakni Esthi L. Agustiani, Tutie Djarwaningsih, dan Muhammad Rifqi Hariri, serta Peneliti Pusat Riset Ekologi BRIN, Siti Susiarti. Menurut Rifqi, penemuan ini memperkaya data keanekaragaman tumbuhan Indonesia, khususnya dari Pulau Kalimantan. 

“Temuan ini menunjukkan Indonesia masih memiliki potensi biodiversitas yang sangat besar. Belum seluruhnya terdokumentasi secara ilmiah, termasuk dari kelompok tumbuhan yang masyarakat kenal dan manfaatkan,” ujar Rifqi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5).

Terong Berduri sebagai Bahan Pangan

Sementara itu, Tutie mengatakan bahwa masyarakat lokal mengenal tanaman ini dengan sebutan terong asam atau terong dayak. Tanaman tersebut sudah sejak lama masyarakat manfaatkan sebagai bahan pangan

“Buahnya juga ada banyak di pasar terapung Banjarmasin dan umumnya masyarakat mengolahnya sebagai sayuran,” kata Tutie.

Selain itu, masyarakat di Kecamatan Kenohan, Kalimantan Timur, memanfaatkan daun dan kuncup buah tanaman ini sebagai obat tradisional yang terkenal dengan istilah “wikat” untuk pengobatan kanker. 

Secara ekologis, Solanum kalimantanense tumbuh di berbagai tipe tanah. Mulai dari tanah lempung berpasir hingga tanah hitam asam, dengan rentang ketinggian 9–1700 meter di atas permukaan laut. Spesies ini juga tersebar di beberapa wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. 

Namun, berdasarkan kajian awal, spesies ini diduga memiliki populasi terbatas sehingga berpotensi masuk kategori rentan (Vulnerable) menurut kriteria IUCN. Hasil penelitian ini telah terpublikasi dalam jurnal internasional Taprobanica Volume 15 Nomor 1 tahun 2026. 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/berita/peneliti-brin-temukan-spesies-baru-terong-berduri-asal-kalimantan/feed/ 0
Kisruh Peneliti Asing, Momentum Bangun Kedaulatan Riset https://www.greeners.co/berita/kisruh-peneliti-asing-momentum-bangun-kedaulatan-riset/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kisruh-peneliti-asing-momentum-bangun-kedaulatan-riset https://www.greeners.co/berita/kisruh-peneliti-asing-momentum-bangun-kedaulatan-riset/#respond Mon, 05 Dec 2022 06:01:14 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=38183 Jakarta (Greeners) – Hasil penelitian berbasis ilmu pengetahuan harus mendukung kedaulatan Indonesia. Penertiban peneliti asing, yang mengancam kedaulatan Indonesia bisa dilakukan. Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia Mahawan Karuniasa menyampaikan pernyataan itu […]]]>

Jakarta (Greeners) – Hasil penelitian berbasis ilmu pengetahuan harus mendukung kedaulatan Indonesia. Penertiban peneliti asing, yang mengancam kedaulatan Indonesia bisa dilakukan.

Pengamat Lingkungan Universitas Indonesia Mahawan Karuniasa menyampaikan pernyataan itu menyusul penertiban peneliti asing Erik Meijaard dan sejumlah rekannya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sebelumnya, tulisan Erik Meijaard di sebuah surat kabar berbahasa Inggris di Jakarta terkait populasi orangutan dinilai mendiskreditkan pemerintah. Erik mempertanyakan klaim KLHK terhadap kenaikan populasi tiga spesies orangutan Indonesia, Pongo abelii, Pongo pygmaeus, serta Pongo tapanuliensis yang terus bertambah.

Padahal, mengacu penelitiannya, populasi satwa tersebut telah berkurang. Spesies orangutan Kalimantan turun dari 27.000 ekor pada tahun 2016 dan menjadi 23.000 ekor saat ini.

Mahawan menyatakan, meski di satu sisi dalam menjalankan negara butuh ilmu pengetahuan tetapi harus ada prinsip kehati-hatian. Pasalnya, ilmu pengetahuan juga bisa disusupi kepentingan ekonomi dan politik.

“Sehingga tak sepenuhnya ilmu pengetahuan itu di negara tertentu dapat peneliti negara lain gunakan. Jadi di situlah mencari titik tengah bagaimana ilmu pengetahuan dapat bermanfaat untuk suatu negara,” katanya kepada Greeners, Senin (5/12).

Ia menyebut, penertiban pemerintah kepada peneliti asing Erik Meijaard merupakan bentuk dari kedaulatan ilmu pengetahuan di Indonesia. “Saya kira konteksnya bagaimana agar bentuk penertiban ini membangun kedaulatan ilmu pengetahuan, termasuk memperkuat posisi Indonesia dalam sisi politik dan ekonomi,” ungkapnya.

Orangutan Kalimantan di TN Tanjung Puting tahun 2022. Foto: KLHK

Kasus Peneliti Asing Jadi Momentum Penting

Mahawan menambahkan, momentum ini sebaiknya pemerintah gunakan untuk menguatkan peneliti-peneliti Indonesia dalam membangun kedaulatan ilmu pengetahuan saat ini. Misalnya mulai dari konteks peraturan kebijakan seperti undang-undang, hingga tatanan praktis seperti organisasi, universitas dan fakultas yang juga punya kode etik penelitian.

“Justru ini momentum Indonesia untuk membangun sistem pengetahuan nasional. Hal ini dapat mendorong posisi Indonesia bisa setara dengan negara lain seperti China, India, Iran, Korea Selatan, Jepang hingga setara dengan negara di Eropa Barat dan Amerika Utara,” tuturnya.

Negara-negara tersebut merupakan negara yang ilmu pengetahuannya berkembang pesat. Sejak perang dunia kedua, Eropa Barat dan Amerika Utara menguasai ilmu pengetahuan.

Orangutan Kalimantan di TN Bukit Baka Raya, Kalimantan Barat tahun 2022. Foto: KLHK

KLHK Terbitkan Surat Edaran

Sebelumnya, KLHK menertibkan peneliti asing Erik Meijaard dan rekan penelitian lain. Hal ini menyusul penerbitan surat nomor S.1447/MENLHK-KSDAE/KKHSG/KSA.2/9/2022 tanggal 14 September 2022.

Surat tersebut KLHK tujukan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK. Tujuannya menegakkan peraturan perundang-undangan bidang perizinan penelitian dan pengembangan khususnya pada objek satwa liar Indonesia.

Pertimbangannya, ada indikasi peneliti asing Erik Meijaard, dan rekannya tidak memenuhi beberapa ketentuan yang pemerintah atur.

Mulai dari UU No 11 Tahun 2019 Tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, PP No 46 Tahun 2006 Tentang Perizinan Melakukan Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Bagi Perguruan Tinggi Asing, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Asing, Badan Usaha Asing dan Orang Asing.

“Para peneliti asing yang dimaksud tidak memenuhi ketentuan dalam menjalin kemitraan dalam negeri. Mekanisme kerja sama dengan mitra peneliti lokal tidak transparan serta tidak melaporkan berbagai hasil penelitiannya,” kata Kepala Biro Humas KLHK Nunu Anugrah dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, hal-hal tersebut memberikan gambaran kegiatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan Pemerintah Republik Indonesia.

Nunu menegaskan, penertiban tersebut tidak bermaksud untuk menghalang-halangi kegiatan penelitian. Selain itu juga tidak untuk mencederai independensi riset, dan bukan kebijakan anti-sains seperti banyak pihak tuduhkan.

“Melainkan sebagai bentuk penertiban kegiatan-kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengoptimalkan kemanfaatan hasil-hasil penelitian untuk pengkayaan khasanah ilmu pengetahuan. Juga dalam mendukung upaya konservasi jangka panjang tentang tumbuhan dan satwa liar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/kisruh-peneliti-asing-momentum-bangun-kedaulatan-riset/feed/ 0
Buka Data Valid Populasi Orangutan di Indonesia https://www.greeners.co/berita/buka-data-valid-populasi-orangutan-di-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=buka-data-valid-populasi-orangutan-di-indonesia https://www.greeners.co/berita/buka-data-valid-populasi-orangutan-di-indonesia/#respond Sun, 02 Oct 2022 05:00:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=37515 Jakarta (Greeners) – Perbedaan dalam dunia penelitian hal yang lumrah. Namun silang pendapat ini harus disanggah dengan data valid. Jangan sampai kerja ilmiah terpasung oleh pencekalan. Termasuk dalam silang pendapat […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perbedaan dalam dunia penelitian hal yang lumrah. Namun silang pendapat ini harus disanggah dengan data valid. Jangan sampai kerja ilmiah terpasung oleh pencekalan. Termasuk dalam silang pendapat populasi orangutan di Indonesia baru-baru ini.

Belum lama ini santer informasi adanya pencekalan peneliti asing Erik Meijaard dan sejumlah rekannya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tulisannya di sebuah surat kabar berbahasa Inggris di Jakarta terkait populasi orangutan dinilai mendiskreditkan pemerintah.

Surat edaran pencekalan tersebut tertuang dalam surat Nomor S.1447/MENLHK-KSDAE/KHSS/KSA.2/9/2022 yang ditembuskan kepada seluruh Balai Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Dalam opininya di surat kabar tersebut, Erik mempertanyakan klaim KLHK terhadap kenaikan populasi tiga spesies orangutan Indonesia. Spesies itu antara lain Pongo abelii, Pongo pygmaeus, serta Pongo tapanuliensis yang terus bertambah.

Padahal, mengacu penelitiannya, populasi satwa tersebut telah berkurang. Spesies orangutan Kalimantan turun dari 27.000 ekor pada tahun 2016 dan menjadi 23.000 ekor saat ini.

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

Mama Laila (14 tahun) dan Lili (4 tahun), dua individu orangutan ini berada di kandang sesaat sebelum di lepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kalimantan Barat. Foto: Yayasan Kehati

Orangutan Indonesia Miliki Daya Survival Tinggi

Menanggapi hal tersebut ahli primata dari Universitas Indonesia Jatna Supriatna menilai perbedaan data merupakan hal wajar mengingat metodologinya juga berbeda. Transparansi metodologi pengambilan data wajib peneliti lakukan agar tidak asal klaim kebenaran masing-masing.

“Kalau metodenya tidak sama pasti hasilnya tidak bisa apple to apple,” katanya kepada Greeners, Sabtu (1/10).

Jatna menyebut, dalam kasus penelitian Erik turunnya tingkat populasi orangutan berbanding lurus dengan maraknya kerusakan habitat di hutan. Dalam hal ini, ia tak menampik adanya kerusakan hutan di Indonesia. Akan tetapi, orangutan memiliki daya survival yang tinggi sehingga bisa jadi tak memengaruhi jumlah populasinya.

“Seharusnya disebut bahwa habitatnya rusak, bukan turunnya populasi. Karena mereka bisa beradaptasi di hutan yang rusak, bahkan mereka bisa hidup di tambang,” ucap Jatna.

Lebih jauh, pencekalan merupakan hal biasa yang bisa terjadi. Tak hanya di Indonesia tapi di negara manapun jika mendiskreditkan pemerintah setempat. Ia mengkhawatirkan Erik memiliki tujuan-tujuan politis sehingga menyerang pemerintah Indonesia.

Ia mendorong Erik jika ingin berdebat seharusnya melalui forum resmi bersama dengan para peneliti lain yang lebih relevan. “Jangan debat di koran, tapi di forum konferensi internasional atau international paper. Itu lebih tepat,” tandasnya.

pusat penelitian orangutan

Foto: KLHK

Sampaikan Data Penelitian ke Wali Data

Sekretaris Eksekutif Forum Orangutan Indonesia (FORINA) Ronna Saab menyatakan, dukungannya terhadap semangat optimisme pemerintah dalam kegiatan konservasi orangutan. Termasuk dalam penelitian, pengelolaan data dan publikasi.

“Penelitian yang orang asing lakukan terkait orangutan memang harus mendapatkan izin dari KLHK dan instansi terkait,” imbuhnya.

Selain itu, ia mengungkap bahwa data terkait orangutan melalui kerja sama dan penelitian wajib diserahkan kepada KLHK. Seperti melalui melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) maupun Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies Genetik (KKHSG) sebagai wali data.

Berdasarkan hasil PHVA 2016, saat ini perkiraannya terdapat 71.820 individu orangutan yang tersisa di Pulau Sumatra dan Borneo (Kalimatan, Sabah dan Serawak). Habitatnya seluas 18,16 juta hektare. Populasi tersebut tersebar ke dalam 52 meta populasi dan hanya 38 % di antaranya akan lestari (viable) dalam 100-500 tahun ke depan.

Saat ini para penggiat konservasi dan peneliti Indonesia sedang mempersiapkan Population and Habitat Viability Analysis (PHVA) 2024. Tujuannya untuk mendapatkan data dan informasi terkini status orangutan di Indonesia. 

Terkait masalah yang sedang terjadi, FORINA menyebut tidak punya kapasitas merespon surat edaran KLHK tersebut. FORINA menilai hal itu ranah dan kewenangan KLHK.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak KLHK belum merespon ataupun memberikan tanggapan.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/buka-data-valid-populasi-orangutan-di-indonesia/feed/ 0
Terancam Hilang, Bangun Ekosistem Penelitian Keanekaragaman Hayati https://www.greeners.co/aksi/terancam-hilang-bangun-ekosistem-penelitian-keanekaragaman-hayati/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=terancam-hilang-bangun-ekosistem-penelitian-keanekaragaman-hayati https://www.greeners.co/aksi/terancam-hilang-bangun-ekosistem-penelitian-keanekaragaman-hayati/#respond Thu, 01 Sep 2022 04:56:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=37209 Jakarta (Greeners) – Hilangnya keanekaragaman hayati berdampak negatif pada ekosistem bumi karena mengancam kesejahteraan, kemakmuran dan keamanan manusia. Kondisi ini semakin memburuk dari waktu ke waktu akibat pemanfaatan sumber daya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Hilangnya keanekaragaman hayati berdampak negatif pada ekosistem bumi karena mengancam kesejahteraan, kemakmuran dan keamanan manusia. Kondisi ini semakin memburuk dari waktu ke waktu akibat pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan dan bersifat irreversible.

Hilangnya keanekaragaman hayati ini menjadi salah satu masalah serius global dan fokus dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Melalui agenda Presidensi G20, harapannya mampu membangun ekosistem penelitian dan inovasi untuk merespon permasalahan ini.

Dalam keterangannya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko mengatakan, semakin memburuknya kondisi keanekaragaman hayati saat ini, menuntut semua pihak bertanggung jawab.

“Penduduk bumi perlu bertanggung jawab untuk mengambil sikap dalam memastikan penggunaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan. Serta mencari solusi untuk menekan hilangnya keanekaragaman hayati,” kata Handoko baru-baru ini.

Sebagai negara berlahan gambut tropis terbesar di dunia, Indonesia telah melakukan konservasi dan restorasi dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Indonesia, sambungnya menjadi contoh bagi dunia untuk memulihkan 3,6 juta hektare ekosistem lahan gambut pada tahun 2020. Pemulihan tersebut melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta dan masyarakat.

Namun, ia menyebut riset dan inovasi dalam ilmu bioteknologi yang lebih maju masih perlu. “Kondisi ini juga dirasakan oleh negara anggota G20 lainnya. Sehingga perlu inisiatif dalam pengembangan kapasitas dan kolaborasi penelitian untuk berbagi pengetahuan serta transfer teknologi antar negara,” ungkapnya.

Handoko berharap, melalui gelaran G20, riset dan inovasi dapat memberikan kontribusi ilmiah. Caranya melalui inisiatif penelitian, penyusunan skema, kolaborasi dan inovasi untuk memperkaya kebijakan global lingkungan.

Kolaborasi Riset Keanekaragaman Hayati

Untuk mendukung hal itu digelar forum Research and Innovation Initiative Gathering (RIIG). Forum ini mengusung skema sharing infrastruktur, fasilitas, dan pendanaan untuk mengoptimalkan upaya dalam menjaga keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya untuk ekonomi hijau dan biru.

Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi, Agus Haryono sekaligus menjabat sebagai Chair pada perhelatan RIIG mengatakan, saat ini terdapat beberapa kelompok atau institusi riset di bidang biodiversitas.

Kelompok tersebut memiliki beragam misi dan skema kolaborasi, seperti Group of Senior Officials on Global Research Infrastructure (GSO on GRI), Global Research Collaboration for Infectious Diseases Preparedness (GLOPID-R). Ada pula European Research Infrastructure (ERI), Global Biodiversity Information Facility (GBIF), dan ASEAN Center For Biodiversity (ACB).

“Namun institusi riset tersebut tidak secara khusus berfokus pada sharing infrastruktur, fasilitas, dan pendanaan untuk konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan,” ujar Agus.

Oleh karena itu, ungkap Agus, RIIG mengusulkan Global Biodiversity Research and Innovation Platform (GBRIP). Menurutnya ini akan menjadi sebuah platform kolaborasi yang memberikan peluang kepada negara maju dan negara berkembang untuk melaksanakan tanggung jawab dalam konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, serta pemanfaatan sumber daya alam yang adil dan merata.

RIIG juga merupakan peluang bagi Indonesia melalui BRIN, untuk menunjukan kapasitas kepemimpinan dalam menginisiasi program riset, inovasi, dan kelestarian lingkungan di tingkat internasional. Dikatakan Agus, infrastruktur, fasilitas, dan pendanaan merupakan faktor penting dalam keberhasilan riset dan inovasi.

“Namun, ketersediaan infrastruktur dan fasilitas penelitian bervariasi di tiap negara. Sehingga perlu upaya agar celah kebutuhan riset dapat terkikis dan equal untuk seluruh negara dalam menghadapi tantangan global,” tutur Agus.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/terancam-hilang-bangun-ekosistem-penelitian-keanekaragaman-hayati/feed/ 0
Wisata Malam Glow Perkuat Variasi Edukasi di Kebun Raya Bogor https://www.greeners.co/berita/wisata-malam-glow-perkuat-variasi-edukasi-di-kebun-raya-bogor/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wisata-malam-glow-perkuat-variasi-edukasi-di-kebun-raya-bogor https://www.greeners.co/berita/wisata-malam-glow-perkuat-variasi-edukasi-di-kebun-raya-bogor/#respond Sat, 02 Oct 2021 04:51:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=33949 Bogor (Greeners) – Program wisata malam Glow di Kebun Raya Bogor (KRB) akan menjadi bagian dari zona penelitian. Kehadiran Glow juga untuk memperkuat variasi fungsi edukasi kebun raya yang tidak […]]]>

Bogor (Greeners) – Program wisata malam Glow di Kebun Raya Bogor (KRB) akan menjadi bagian dari zona penelitian. Kehadiran Glow juga untuk memperkuat variasi fungsi edukasi kebun raya yang tidak sekadar menjadi tempat berfoto tanpa pengunjung mengetahui kekayaan flora dan fauna di KRB.

Saat ini wisata malam Glow masuk tahap finalisasi, dalam waktu dekat akan terbuka untuk umum. Operator pengelola memastikan Glow menjadi konsep inovasi komunikasi KRB dalam mengembalikan fungsi edukasi bagi para pengunjung.

Direktur Sales dan Marketing PT Mitra Natura Raya (MNR) Michael Bayu A. Sumarijanto mengatakan, pihaknya sempat melakukan survei terhadap pengunjung di empat kebun raya, yakni Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Eka Karya Bali pada tahun 2020 lalu.

PT MNR selaku operator pengelola KRB menyebut, hasil survei mendapati bahwa 90% pengunjung mengaku hanya menjadikan kebun raya sebagai tempat berfoto dan berolahraga. Sementara itu hanya sedikit sekali yang mengambil manfaat edukasi dari kunjungannya ke kebun raya.

“Padahal misi utama dari kebun raya ini adalah untuk mengedukasi. Nah ini yang ingin kita support, bagaimana kita menginformasikan apa yang sudah ditemukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan kerja kerasnya. Itu kita display, untuk memotivasi dan menginspirasi. Jadi ini adalah mimpi dari Glow itu sendiri. Glow ini hanya kemasan saja, intinya adalah itu, edukasi dan menginformasikan hasil kerja keras BRIN,” kata Michael Bayu dalam media trip di KRB, Kamis (30/9) malam.

Bayu optimistis dan dalam waktu dekat wisata malam Glow akan segera dibuka untuk umum. Saat ini, pihaknya masih dalam tahap finalisasi di beberapa hal.

“Kalau soal harga, saya rasa itu sangat terjangkau. Karena kalau di luar negeri itu kita sudah bicara di atas US$ 40, dengan barang yang sama, nilai investasi yang sama. Kami di sini, intinya lebih mengutamakan kepentingan edukasinya dalam batas-batas yang sewajarnya,” ucap Bayu.

Konferensi pers Glow

Pihak PT MNR, BRIN dan KRB memberi penjelasan seputar Glow kepada media. Foto: Greeners

KRB Tetap Jalankan Lima Fungsi Utama

Plt Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi Hendrian menegaskan, KRB tetap menjalankan lima fungsi utamanya yakni konservasi, penelitian, edukasi, wisata dan jasa lingkungan. Fungsi ini pun akan beriringan pelaksanaannya. Ia menegaskan, tidak ada upaya menghilangkan salah satu fungsi dari KRB.
Ia memastikan setiap fungsi tidak saling mengalahkan. Kelimanya harus berjalan secara seimbang, proporsional dan berjalan beriringan.

“Jadi tidak benar kalau misalnya, fungsi wisata akan mengalahkan konservasi, atau wisata akan meniadakan riset dan seterusnya. Kelimanya akan kita pegang teguh dan bersama-sama untuk optimalisasi,” kata Hendrian di lokasi yang sama.

Ia menegaskan, BRIN akan berupaya keras agar lima fungsi kebun raya berjalan optimal dan lebih baik.

“Yang ingin saya sampaikan semuanya, tentu BRIN akan berusaha keras untuk pemanfaatan lima fungsi itu agar lebih optimal, semakin baik dari kemarin. Itu sebabnya tadi disebutkan optimalisasi infrastruktur di beberapa fasilitas riset dan seterusnya. Itu tidak lain agar pemanfaatannya bisa dirasakan lebih baik oleh periset,” tuturnya.

Pengunjung saksikan Glow

Awak media menyaksikan Glow secara lebih dekat. Foto: Greeners

Wisata Malam Glow Berpotensi Jadi Zona Penelitian

Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Sukma Surya Kusumah mengungkapkan, untuk awalnya Glow akan beroperasi hanya untuk kepentingan penelitian sebelum untuk umum. Hal ini untuk mengetahui dampak Glow bagi tanaman sekitarnya.

Menurutnya, Glow Kebun Raya Bogor akan menjadi zona penelitian terkait dampaknya terhadap tumbuhan. Sebab KRB pun berada di tengah kota Bogor. Sebagai informasi, banyak negara juga sudah memiliki konsep wisata malam seperti Glow.

“Tentu saja ada perbedaan ya (ketika Glow beroperasi). Yang tadinya di sini, biasanya gelap, redup atau tidak ada lampu sekarang menjadi terang. Kami di sini sedang melakukan meriset faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perbedaan tadi, tetapi mungkin dari polusi di sekitar juga akan memengaruhi ya,” papar Sukma.

Hasil kajian ilmiah itu tambahnya, akan KRB buat dalam jurnal internasional yang terindeks secara global.

“Kami tidak hanya meriset Glow ya. Tapi full riset kami lakukan baik itu dampak dari lampu yang ada di taman kota, maupun yang ada di Kebun Raya Bogor dan kami akan melakukan perbandingan ya,” katanya.

Glow Hadir di Enam Zona Taman 

Dalam kesempatan itu, awak media juga mengelilingi Glow. Media mengunjungi enam zona yakni zona Taman Pandan, Taman Meksiko, Taman Aquatik, Taman Astrid dan Ecodome. Di setiap zona, berisi tanaman-tanaman khusus sesuai dengan nama dari zona tersebut.

Di setiap zona, nampak layar dengan video bentuk tumbuhan-tumbuhan, ada pula narasi berupa suara yang menjelaskan tentang sejarah, jenis hingga tanaman yang ada di dalam video. Permainan lampu di setiap zona membawa pengunjung seakan merasa berada di dalam dunia fiksi tumbuh-tumbuhan.

Media menelusuri Glow sejauh 1,2 kilometer. Selama berkeliling, petugas menemani pengunjung dengan terus memberikan informasi tumbuhan yang ada di setiap zona.

Bayu mengungkapkan, lebih dari 100 personel keamanan bersiaga di Glow yang terdiri dari 30 pengamanan organik dan sisanya TNI, Polri. Pengelola juga memasang 25 kamera CCTV di seluruh area Glow.

“Selain itu kita juga siapkan tim medis, baik pengobatan termasuk tim medis spiritual,” imbuhnya.

Penulis : Sol

]]>
https://www.greeners.co/berita/wisata-malam-glow-perkuat-variasi-edukasi-di-kebun-raya-bogor/feed/ 0
Suhu Bumi Meningkat, Dampak Terparah Terjadi di Kota-kota Asia https://www.greeners.co/berita/suhu-bumi-meningkat-dampak-terparah-terjadi-di-kota-kota-asia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=suhu-bumi-meningkat-dampak-terparah-terjadi-di-kota-kota-asia https://www.greeners.co/berita/suhu-bumi-meningkat-dampak-terparah-terjadi-di-kota-kota-asia/#respond Sat, 22 May 2021 01:27:45 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=32812 (Greeners.co) – Peningkatan suhu Bumi membawa dampak paling parah bagi kota-kota di Asia. Hasil studi tersebut dikemukakan oleh Verisk Maplecroft, sebuah lembaga analis bisnis global, pada Rabu, 12 Mei 2021. […]]]>

(Greeners.co) – Peningkatan suhu Bumi membawa dampak paling parah bagi kota-kota di Asia. Hasil studi tersebut dikemukakan oleh Verisk Maplecroft, sebuah lembaga analis bisnis global, pada Rabu, 12 Mei 2021. Maplecroft menyebut, krisis iklim dan kerusakan lingkungan lebih rentan terjadi di kota Jakarta, Delhi, Chennai, dan Wuhan daripada daerah lain di dunia.

Analisis ini secara khusus melihat risiko akibat adanya bisnis-bisnis yang beroperasi dan berinvestasi di berbagai pusat kota. Risiko ancaman tersebut meliputi faktor polusi udara, krisis air, suhu panas ekstrem, dan krisis iklim. Sebanyak 99 dari 100 kota yang paling rentan berada di Asia. Jakarta menempati peringkat pertama dan kota-kota di India mengikuti setelahnya.

Kepala Riset Lingkungan dan Perubahan Verisk Maplecroft, Will Nichols, menuturkan bahwa Jakarta merupakan kota yang paling berisiko dari 414 kota di dunia. Dengan populasi lebih dari 10,5 juta penduduk, ibu kota juga rentan tenggelam. Penyebabnya sama dengan kota-kota pesisir di dunia, yakni kenaikan permukaan laut. Tak hanya itu, kota metropolitan ini memiliki masalah pasokan air dan polusi udara.

“Mayoritas kota mengalami kerugian produktivitas yang besar, biaya pemulihan yang tinggi, dan adanya korban akibat suhu yang meningkat.”

Polusi udara dan air juga merupakan masalah akut terutama di kota-kota di India. Dalam indeks risikonya, riset Maplecroft menempatkan Delhi, Chennai, Agra, dan Kanpur di peringkat 10 besar kota di dunia  yang paling berisiko mengalami bencana lingkungan dan perubahan iklim.

Sejumlah kota di Cina, Manila, Bangkok, dan Kota Karachi di Pakistan memiliki nilai buruk. Kota-kota lain yang berada di luar Asia pun tidak lepas dari dampak meningkatnya krisis lingkungan maupun krisis iklim ini.

“Penduduk London mungkin membayangkan hari-hari yang hangat di taman dan kafe Italia, tetapi nyatanya mayoritas kota mengalami kerugian produktivitas yang besar, biaya pemulihan yang tinggi, dan adanya korban akibat suhu yang meningkat” tulis riset Verisk Maplecroft dikutip dari climatenewsnetwork.net.

Environmental Risk

Grafik indeks risiko lingkungan. Kota-kota di Asia disebut paling terancam oleh risiko lingkungan. Sumber: Verisk Maplecroft Global Risk Analytics Dataset 2021

Memperkirakan Risiko 

Sektor bisnis diharapkan menyadari situasi dan memperkirakan risiko dari pemilihan lokasi maupun aktivitas investasi di berbagai pusat kota. “Seberapa baik organisasi global mengelola peningkatan krisis iklim dan lingkungan, merupakan salah satu faktor terpenting dalam menentukan ketahanan jangka panjang mereka,” tulis riset tersebut. 

Para pelaku sektor bisnis juga perlu mempertimbangkan isu-isu hukum. “Seiring semakin cepatnya pengembangan regulasi tentang karbon, kewajiban hukum terkait iklim juga menjadi lebih mainstream.”

Umumnya, kota-kota di Kanada dan Selandia Baru memiliki nilai lebih baik berdasarkan indeks Verisk Maplecroft. Sejumlah kota di Eropa juga mendapatkan penilaian serupa.

Kota Istanbul di Turki dan Jeddah di Arab Saudi tak mendapat skor yang baik. Sementara Kairo, Ibu Kota Mesir yang berpenghuni hampir 10 juta manusia mendapat nilai yang baik. Khususnya berkat kualitas udara yang bersih dan akses pasokan air yang lebih baik.

Climate Change Risk

Grafik indeks kota-kota di dunia dan risiko krisis iklimnya. Krisis iklim merupakan ancaman yang signifikan bagi kota-kota besar di Asia dan Afrika. Sumber: Verisk Maplecroft Global Risk Analytics Dataset 2021

Daya Tarik Wilayah Utara

Di Afrika, Lagos, sebuah kota metropolitan padat di Nigeria dan Kota Kinshasa di Republik Demokratik Kongo, mendapat nilai rendah. Di Amerika Selatan, Kota Gurun Lima, Ibu Kota Peru, sedang menghadapi kekurangan air yang parah dan masalah lingkungan lain.

Terdapat banyak bukti bahwa ikan dan makhluk hidup lain sedang bergerak ke utara karena meningkatnya suhu laut dan daratan. Tumbuhan pun sedang menyesuaikan diri terhadap pemanasan global.

Penelitian Verisk Maplecroft juga menilai bahwa Eropa dan Kanada merupakan tempat berlindung yang aman dari risiko lingkungan. Meskipun begitu, perusahaan atau pihak-pihak yang berkepentingan tak bisa begitu saja pindah ke sana. “Mereka perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti pasar tenaga kerja, keamanan, situasi hak asasi manusia, dan dukungan pemerintah setempat,” ucap Nichols.

Helsinki, Ibu Kota Finlandia, mendapat angka bagus dalam indeks tersebut. Vancouver dan Ottawa di Kanada serta Krasnoyarsk di Siberia pun mendapat skor yang cukup baik.

Kabar baik juga datang bagi mereka yang berencana menuju Glasgow untuk menghadiri Konferensi Iklim COP-26 tahun ini. Berdasarkan penelitian serupa, Kota Skotlandia yang terkenal dingin dan memiliki tingkat kelembapan rendah merupakan salah satu wilayah di antara kota-kota lain di dunia yang paling sedikit terpapar bahaya krisis iklim.

Diterjemahkan oleh : Barli Kifli

Sumber :

Climate News Network

Environmental Risk Outlook 2001, Verisk Maplecroft

]]>
https://www.greeners.co/berita/suhu-bumi-meningkat-dampak-terparah-terjadi-di-kota-kota-asia/feed/ 0
Food Waste: 20 Cara Simpel Mengurangi Limbah Makanan https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengurangi-limbah-makanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengurangi-limbah-makanan https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengurangi-limbah-makanan/#respond Fri, 01 Jan 2021 10:00:39 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_food&p=6506 Sebanyak dua milyar ton bahan makanan terbuang sia-sia setiap tahun. Namun, kita dapat membantu meminimalkan sampah makanan dengan cara berikut.]]>

Limbah makanan adalah masalah besar yang sering kali tidak kita sadari. Nyatanya, hampir sepertiga produksi makanan di dunia terbuang sia-sia karena berbagai alasan. Food and Agriculture Organization mencatat sampah makanan setara 1,3 miliar ton setiap tahun.

Negara industri seperti Amerika Serikat lebih banyak membuang makanan daripada negara berkembang. Pada tahun 2010, rata-rata orang Amerika menghasilkan sekitar 219 pon (99 kg) limbah makanan, menurut US Environmental Protection Agency (EPA).

Anda mungkin tidak mengira limbah makanan memengaruhi Anda. Tetapi coba pikirkan lagi. Membuang makanan tidak hanya membuang-buang uang. 

Makanan yang terbuang akan menuju ke tempat pembuangan sampah, di mana ia membusuk dan menghasilkan gas metana, yang merupakan gas rumah kaca. Dengan kata lain, membuang makanan Anda berkontribusi pada perubahan iklim.

Membuang limbah makanan berarti Anda juga membuang sejumlah besar air. Menurut World Resources Institute, 24% dari semua air untuk pertanian hilang melalui limbah makanan setiap tahun. Itu berarti 45 triliun galon (sekitar 170 triliun liter).

Anda dapat membantu mengurangi praktik berbahaya ini dengan mengikuti kiat-kiat mudah untuk mengurangi jumlah sampah makanan Anda.

20 Cara Mudah Mengurangi Limbah Makanan

1. Belanja Cerdas

Kebanyakan orang cenderung membeli lebih banyak makanan daripada yang mereka butuhkan. Membeli dalam jumlah besar memang membuat Anda merasa aman karena memiliki persediaan.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa metode belanja ini menyebabkan lebih banyak limbah makanan.

Untuk menghindari pembelian yang terlalu banyak, jadwalkan pergi ke toko bahan makanan setiap beberapa hari. Cara ini lebih baik daripada berbelanja sekaligus, misalnya seminggu sekali.

Pastikan juga menggunakan semua bahan makanan yang Anda beli saat terakhir berbelanja. Ini untuk mencegah Anda malah menumpuk persediaan sehingga nantinya Anda buang.

Selain itu, cobalah membuat daftar barang yang perlu Anda beli dan tetap berpegang pada daftar belanjaannya. Ini akan membantu Anda mengurangi pembelian impulsif dan juga mengurangi limbah makanan.

2. Simpan Makanan dengan Benar

Penyimpanan yang tidak tepat menyebabkan sejumlah besar limbah makanan. Menurut Natural Resource Defense Council, sekitar dua pertiga limbah rumah tangga di Inggris penyebabnya adalah pembusukan makanan.

Banyak orang tidak tahu bagaimana cara menyimpan buah dan sayuran, yang dapat menyebabkan kematangan prematur hingga akhirnya produk busuk. Misalnya, kentang, tomat, bawang putih, mentimun, dan bawang bombay tidak boleh disimpan di lemari es. Barang-barang ini harus disimpan pada suhu kamar.

Memisahkan makanan yang menghasilkan lebih banyak gas etilen dari yang tidak adalah cara lain yang bagus untuk mengurangi pembusukan makanan. 

Etilen mendorong pematangan dalam makanan dan dapat menyebabkan pembusukan. Makanan yang menghasilkan gas etilen saat pematangan yaitu, pisang, alpukat, tomat, blewah, persik, pir, daun bawang.

Jauhkan bahan ini dari produk yang sensitif terhadap etilen seperti kentang, apel, sayuran berdaun hijau, beri, dan paprika untuk menghindari pembusukan dini.

3. Belajar Melestarikan

Meskipun Anda mungkin berpikir fermentasi dan pengawetan adalah metode baru, teknik pengawetan makanan seperti ini sudah banyak orang pakai selama ribuan tahun. Misalnya pengawetan dengan menggunakan air garam atau cuka, mungkin telah digunakan sejak 2400 SM.

Pengeringan, pengalengan, fermentasi, pembekuan, dan pengawetan adalah cara yang dapat Anda gunakan untuk membuat makanan bertahan lebih lama, sehingga mengurangi limbah. Metode ini tidak hanya mengecilkan jejak karbon, tetapi juga menghemat uang. Terlebih lagi, sebagian besar teknik pengawetan tidak rumit.

4. Jangan Jadi Perfeksionis

Tahukah Anda, mengobrak-abrik sekotak apel sampai Anda menemukan apel yang paling cantik berkontribusi pada limbah makanan?

Meski identik dengan rasa dan gizinya, buah dan sayuran yang terlihat ‘jelek’ sering kali tak lolos seleksi. Orang-orang melewatkannya untuk produk yang lebih enak dipandang.

Permintaan konsumen akan buah-buahan dan sayuran tanpa cacat telah menyebabkan rantai grosir utama hanya membeli produk yang sempurna dari petani.

Hal ini menyebabkan banyak makanan terbuang percuma. Ini adalah masalah besar, sampai grosir besar Amerika Serikat seperti Walmart dan Whole Foods menawarkan buah dan sayuran ‘jelek’ dengan harga diskon dalam upaya mengurangi limbah.

Memilih produk yang tidak sempurna di toko bahan makanan bukan suatu masalah. Lebih baik lagi jika Anda membeli langsung dari petani.

limbah makanan

Lihatlah bahan pangan yang masih begitu bagus ini harus berakhir di tempat sampah. Foto: Shutterstock.

5. Tidak Memenuhi Kulkas Anda

Lemari pendingin yang terlalu berisi bisa berdampak buruk dan menghasilkan limbah makanan. Hindari pembusukan makanan dengan mengatur kulkas Anda sehingga Anda dapat melihat makanan dengan jelas dan tahu kapan Anda membelinya.

Cara yang baik untuk mengisi kulkas Anda adalah dengan menggunakan metode First In First Out (FIFO), yang berarti masuk pertama, keluar pertama. Misalnya, saat Anda membeli sekotak beri baru, letakkan paket yang lebih baru di belakang yang lama. Ini membantu Anda memastikan bahwa makanan lama yang Anda konsumsi. Sehingga nantinya tidak terbuang percuma.

6. Simpan sisa makanan

Meskipun banyak orang menyimpan makanan sisa, ia sering kali terlupakan di lemari pendingin, kemudian akhirnya Anda buang jika sudah membusuk. Menyimpan sisa makanan dalam wadah kaca bening, bukan dalam wadah buram, membantu Anda untuk tidak melupakan makanan.

Jika Anda sering memasak dan selalu memiliki sisa makanan, tentukan satu hari untuk menggunakan apa pun yang menumpuk di kulkas. Ini cara yang bagus untuk menghindari membuang makanan. Terlebih lagi, menghemat waktu dan uang Anda.

7. Makan Kulitnya

Orang sering membuang kulit buah, sayur dan ayam saat menyiapkan makanan. Padahal, ada banyak nutrisi yang terletak di lapisan luar produk dan kulit unggas. Misalnya, kulit apel mengandung banyak serat, vitamin, mineral dan antioksidan.

Para peneliti telah mengidentifikasi sekelompok senyawa yang ada dalam kulit apel yang disebut triterpenoid. Mereka bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh dan mungkin memiliki kemampuan melawan kanker.

Kulit ayam juga kaya akan nutrisi, termasuk vitamin A, vitamin B, protein, dan lemak sehat. Terlebih lagi, kulit ayam merupakan sumber antioksidan selenium yang luar biasa, yang membantu memerangi peradangan dalam tubuh.

Lapisan luar kentang, wortel, mentimun, mangga, kiwi dan terong juga bisa Anda makan dan bergizi.

8. Makan Kuning Telur

Menghindari kuning telur sebagian besar berasal dari ketakutan bahwa mereka meningkatkan kadar kolesterol. Faktanya, kebanyakan orang, bahkan mereka yang memiliki kolesterol tinggi, dapat menikmati telur utuh tanpa risiko. Terlebih lagi, kuning telur yang lengkap dengan nutrisi seperti protein, vitamin A, zat besi, selenium, dan vitamin B.

Jika Anda tidak menyukai rasa atau tekstur kuning telur, Anda dapat menambahkannya ke hidangan lain untuk menutupi rasanya. Anda bahkan dapat menggunakan kuning telur sebagai masker rambut yang sangat melembapkan.

9. Jadilah Penyimpan Biji

Dari 1,3 miliar pon labu yang diproduksi di Amerika Serikat setiap tahun, sebagian besar akhirnya terbuang.

Selain menggunakan daging labu yang lezat untuk resep dan kue Anda, cara terbaik untuk memangkas limbah adalah dengan menyimpan bijinya. Rasanya gurih dan kaya nutrisi. Bijinya tinggi magnesium, mineral yang penting untuk kesehatan jantung dan darah. Selain itu juga membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah.

Cara mengonsumsinya, cukup cuci dan keringkan bijinya, lalu aduk dengan sedikit minyak zaitun dan garam, kemudian panggang di oven. Biji pohon ek dan butternut squash dapat Anda buat dengan cara yang sama.

10. Campur Semua

Mencampur smoothie bisa menjadi cara yang sehat untuk mengurangi limbah makanan. Batang sayuran hijau seperti kale dan chard mengandung serat dan nutrisi, menjadikannya tambahan yang bagus untuk smoothie

Bagian atas bit, stroberi, wortel, kulit buah dan sayuran, herba layu, pisang yang terlalu matang, serta batang brokoli juga bisa menjadi bahan tambahan yang bagus.

11. Membuat Kaldu Sendiri

Membuat kaldu sendiri adalah cara mudah untuk memanfaatkan makanan berlebih. Tumis sisa sayuran seperti pucuk, batang, kulit dan sisa-sisa lainnya dengan sedikit minyak zaitun atau mentega, lalu tambahkan air dan biarkan mendidih menjadi kaldu sayuran aromatik.

Sayuran bukan satu-satunya potongan yang bisa Anda ubah menjadi kaldu yang enak. Daripada membiarkan tulang daging sisa makan malam Anda terbuang percuma, rebuslah dengan sayuran, bumbu dan air untuk membuat kaldu buatan sendiri.

12. Minum Air Dengan Kreasi

Banyak orang tidak minum cukup air hanya karena mereka tidak menyukai rasanya. Anda bisa membuat air menjadi lebih enak dan mengurangi dampak limbah makanan pada saat yang bersamaan.

Salah satu cara termudah untuk meningkatkan asupan air adalah dengan menambahkan kulit dari buah jeruk, apel, atau mentimun, sehingga memberikan rasa segar pada segelas air Anda.

Setelah menghabiskan air Anda, masukkan sisa buah atau herba ke dalam smoothie untuk meningkatkan nutrisi tanpa limbah.

13. Jaga Porsi Anda

Makan berlebihan merupakan masalah bagi banyak orang. Memastikan ukuran porsi Anda dalam kisaran yang sehat tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga mengurangi limbah makanan. Sadari seberapa lapar Anda. Ini dapat melatih Anda untuk mengontrol porsi makanan.

14. Bersahabat Dengan Freezer

Membekukan makanan adalah salah satu cara termudah untuk mengawetkannya, dan jenis makanan yang bisa Anda bekukan tidak terbatas.

Misalnya, sayuran hijau yang terlalu lembut untuk Anda gunakan dalam salad. Bisa Anda masukkan ke dalam kantong atau wadah yang aman untuk freezer. Sehingga di kemudian hari bisa Anda gunakan dalam smoothie dan resep lainnya.

15. Pahami Tanggal Kedaluwarsa

Tanggal produksi dan kedaluwarsa adalah salah dua dari banyak istilah membingungkan yang perusahaan gunakan pada label makanan untuk memberi tahu konsumen kapan suatu produk kemungkinan besar akan rusak. Faktanya, sebagian besar makanan yang baru saja melewati masa kadaluwarsanya masih aman Anda konsumsi.

Sell by digunakan untuk menginformasikan pengecer kapan produk harus dijual atau dikeluarkan dari rak. Best by adalah waktu yang disarankan untuk konsumen menggunakan produk mereka.

Tidak satu pun dari istilah ini menyatakan bahwa produk yang terjual tidak aman untuk dimakan setelah tanggal yang ditentukan.

Meskipun banyak label yang ambigu, label used by adalah yang terbaik untuk Anda ikuti. Istilah ini berarti bahwa makanan tersebut mungkin tidak dalam kualitas terbaiknya setelah tanggal yang tercantum.

16. Kompos

Membuat kompos sisa makanan adalah cara yang bermanfaat untuk mengubah sisa makanan menjadi kebaikan untuk tanaman. Meskipun tidak semua orang memiliki ruang untuk sistem pengomposan luar ruangan, ada berbagai macam sistem pengomposan mudah dan dapat diakses oleh semua orang, bahkan mereka yang memiliki ruang terbatas.

limbah makanan

Membuat kompos sisa makanan adalah cara yang bermanfaat untuk mengubah sisa makanan menjadi kebaikan untuk tanaman. Foto: Shutterstock.

17. Membawa Bekal

Meskipun pergi makan siang dengan rekan kerja atau makan di restoran favorit mungkin menyenangkan, itu juga mahal dan dapat berkontribusi pada pemborosan makanan. Cara untuk menghemat uang sekaligus mengurangi jejak karbon Anda adalah dengan membawa bekal ke kantor.

Jika Anda kekurangan waktu di pagi hari, coba bekukan sisa makanan Anda dalam wadah. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan makan siang yang lezat dan siap saji dan tidak terlambat untuk berangkat setiap pagi.

18. Jangan Membuang Ampas

Jika Anda tidak bisa melewati hari-hari Anda tanpa secangkir kopi, kemungkinan besar Anda menghasilkan banyak ampas kopi. Ampas ini bisa menjadi pupuk yang sangat baik untuk tanaman. Kaya akan nitrogen, fosfor, dan kalium, ampas kopi merupakan nutrisi yang baik untuk tanah dan pertumbuhan tanaman. Ia juga merupakan obat nyamuk alami yang luar biasa.

Penelitian menunjukkan bahwa menaburkan ampas kopi di daerah berumput mencegah nyamuk betina bertelur, mengurangi populasi serangga ini.

19. Bereksperimen di Dapur

Memasak makanan sendiri membuat Anda bisa menyesuaikan resep sesuai keinginan. Menyertakan bahan makanan yang biasanya tidak digunakan adalah cara terbaik untuk menggunakan sisa makanan.

Batang dan tangkai menjadi tambahan yang lezat untuk tumis dan hidangan panggang, sedangkan bawang putih dan ujung bawang bombay dapat memberi rasa pada kaldu dan saus.

Membuat pesto segar dengan batang brokoli, tomat lunak, bayam layu atau ketumbar adalah cara inventif untuk menambahkan sentuhan lezat pada hidangan Anda.

Baca juga: 20 Makanan Sumber Kalium dan Manfaatnya Bagi Tubuh

20. Manjakan Diri Anda

Jika Anda ingin menghemat uang sekaligus menghindari bahan kimia yang berpotensi berbahaya pada beberapa produk perawatan kulit, cobalah menyiapkan scrub atau masker di rumah.

Alpukat mengandung lemak sehat, antioksidan, dan vitamin E, yang menjadikannya tambahan yang sempurna untuk masker wajah alami. Campurkan alpukat yang terlalu matang dengan sedikit madu untuk kombinasi yang dapat Anda gunakan pada wajah atau rambut.

Mencampurkan ampas kopi dengan sedikit gula dan minyak zaitun menghasilkan lulur yang menyegarkan. Anda juga bisa mengoleskan kantong teh bekas yang Anda dinginkan atau irisan mentimun ke mata Anda untuk mengurangi bengkak.

Dengan sedikit usaha, Anda dapat mengurangi limbah makanan Anda secara signifikan. Keuntungan lainnya, Anda juga menghemat uang dan waktu serta menjadi pahlawan untuk lingkungan.

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

Health Line

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengurangi-limbah-makanan/feed/ 0
Peneliti dari UCLA Menemukan Cara Memanen Energi Terbarukan dari Salju https://www.greeners.co/ide-inovasi/peneliti-dari-ucla-menemukan-cara-memanen-energi-terbarukan-dari-salju/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peneliti-dari-ucla-menemukan-cara-memanen-energi-terbarukan-dari-salju https://www.greeners.co/ide-inovasi/peneliti-dari-ucla-menemukan-cara-memanen-energi-terbarukan-dari-salju/#respond Wed, 15 May 2019 08:24:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=23335 Para peneliti dari University of California (UCLA) berhasil merancang perangkat baru yang dapat menghasilkan listrik dari salju. Perangkat tersebut merupakan nanogenerator triboelektrik berbasis salju, atau singkatnya disebut Snow-TENG.]]>

Sebagai alternatif energi terbarukan, penggunaan panel surya seringkali menjadi sulit setiap kali salju turun. Dengan musim dingin yang diperkirakan akan meningkat parah karena perubahan iklim, penggunaan pembangkit listrik di musim dingin yang bersalju kemungkinan akan menjadi masalah besar di masa depan. Untuk mengantisipasi krisis energi listrik tersebut para ilmuwan tak hentinya terus menciptakan inovasi dalam mencari alternatif energi terbarukan.

Dilansir dari Inhabitat, para peneliti dari University of California (UCLA) berhasil merancang perangkat baru yang dapat menghasilkan listrik dari salju. Perangkat tersebut merupakan nanogenerator triboelektrik berbasis salju, atau singkatnya disebut Snow-TENG.

Perangkat ini bekerja menghasilkan daya melalui listrik statis. Menurut Richard Kaner, selaku ilmuwan utama pada proyek Snow-TENG, listrik statis terjadi ketika bahan yang melepaskan elektron bersentuhan dengan bahan yang menangkapnya.

Salju secara alami membawa muatan positif dan memberikan elektron secara bebas, menjadikannya bahan yang sempurna untuk menghasilkan daya. Menurut UCLA, Snow-TENG terbuat dari silikon yang memiliki muatan negatif dan secara aktif menangkap elektron positif. Setelah materi mendapatkan elektron positif, perangkat mengumpulkan muatan itu dan mengubahnya menjadi listrik.

Snow-TENG bisa dibuat menggunakan teknik pencetakan 3D. Silikon dan penambahan sebuah elektroda non-logam membuat generator triboelektrik menjadi fleksibel, lentur dan tahan lama. Perangkat Snow-TENG dapat menghasilkan kerapatan daya output instan setinggi 0,2 mW / m2, tegangan rangkaian terbuka hingga 8V, dan kerapatan arus 40μA / m2.

Kaner mencatat bahwa perangkat ini lebih dari sekadar menghasilkan energi terbarukan. Snow-TENG dapat digunakan sebagai pemanen energi dan sensor multifungsi berdasarkan prinsip salju-triboelektrifikasi. Tidak seperti platform sensor konvensional, desain Snow-TENG bekerja tanpa perlu baterai atau sistem pemrosesan gambar.

Selain menghasilkan listrik, Snow-TENG juga dapat berfungsi sebagai stasiun cuaca mini untuk memantau cuaca secara real-time untuk memberikan informasi yang akurat tentang laju salju, menghitung rata-rata jumlah salju yang jatuh, kedalaman akumulasi salju, arah angin dan kecepatan di lingkungan dingin atau bersalju.

Snow-TENG dilengkapi dengan sensor biomekanik yang dapat digunakan untuk mendeteksi gerakan tubuh manusia dan melacak aktivitas olahraga di musim dingin atau bersalju. Karena Snow-TENG dibuat dengan mempertimbangkan fleksibilitas, perangkat ini dapat memonitor hal-hal seperti melompat, berjalan atau berlari dan dapat dengan mudah diaplikasikan di bagian bawah sepatu. Dengan pengembangan lebih lanjut, Snow-TENG mungkin dapat dijadikan sebagai alat pemantau aktivitas atletik lainnya.

Saat ini, Snow-TENG terhitung sebagai perangkat penghasil energi terbarukan dengan biaya paling murah di pasaran, berukuran kecil, tipis dan fleksibel. Dengan adanya Snow-TENG, Kaner dan timnya berharap dapat mengintegrasikan perangkat Snow-TENG ke panel surya dan memberi pilihan kepada pemilik rumah untuk memproduksi energi berlimpah sepanjang tahun, tidak hanya di musim dingin saja. Namun sayangnya, untuk saat ini perangkat buatan Kaner dan timnya ini belum tersedia untuk umum.

Penulis: DS/G43

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/peneliti-dari-ucla-menemukan-cara-memanen-energi-terbarukan-dari-salju/feed/ 0
Tikus Putih, Teman Peneliti Bereksperimen https://www.greeners.co/flora-fauna/tikus-putih-teman-peneliti-bereksperimen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tikus-putih-teman-peneliti-bereksperimen https://www.greeners.co/flora-fauna/tikus-putih-teman-peneliti-bereksperimen/#respond Thu, 28 Mar 2019 06:10:13 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=22928 Tikus putih merupakan hewan percobaan yang sering digunakan pada penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan. Hal ini dikarenakan hewan pengerat ini mencerminkan karakter fungsional dari sistem tubuh mamalia.]]>

Siapa yang suka dengan film bergenre fiksi ilmiah? Pasti tidak asing melihat tikus putih sebagai hewan eksperimen di laboratorium. Kira-kira kenapa ya mereka menjadi hewan percobaan?

Tikus putih (Rattus norvegicus) atau dikenal juga dengan nama Norway Rat, berasal dari wilayah Cina. Populasinya menyebar hingga ke Eropa bagian barat. Pada wilayah Asia Tenggara, tikus ini berkembang biak di Filipina, Indonesia, Laos, Malaysia, dan Singapura.

Tikus digolongkan ke dalam Ordo Rodentia (hewan pengerat), Famili Muridae dari kelompok mamalia (hewan menyusui). Tikus memiliki beberapa galur (garis keturunan) yang merupakan hasil pembiakkan sesama jenis atau 15 persilangan.

Terdapat beberapa galur tikus putih yang memiliki kekhususan untuk digunakan sebagai hewan percobaan antara lain Wistar, Sprague-Dawley, Osborne-Mendel, Long-Evans, Holtzman, Slonaker, Albany. Namun diantara galur yang disebutkan tersebut, Wistar dan Sprague-Dawley merupakan galur tikus yang paling populer digunakan untuk eksperimen.

Galur Wistar dan Sprague-Dawley merupakan outbred stocks yang merujuk pada hewan yang secara genetik tidak identik atau tidak seragam. Beberapa keuntungan dari penggunaan outbred stocks antara lain rentang hidup yang panjang, resistensi terhadap penyakit yang tinggi, ukuran yang besar, pertumbuhan dan fertilitas yang cepat (Suckow et al. 2006).

Secara morfologi ciri-ciri tikus putih diantaranya seperti albino, kepala kecil, dan ekor yang lebih panjang dibandingkan badannya, pertumbuhannya cepat, temperamennya baik, kemampuan laktasi tinggi, dan cukup tahan terhadap perlakuan. Biasanya pada umur empat minggu tikus putih mencapai berat 35-40 gram, dan berat dewasa rata-rata 200-250 gram (Akbar, 2010).

tikus putih

Photo: wikimedia commons

Pakan yang diberikan pada tikus umumnya tersusun dari komposisi alami dan mudah diperoleh dari sumber daya komersial. Namun demikian, pakan yang diberikan pada tikus sebaiknya mengandung nutrien dalam komposisi yang tepat. Protein pakan yang diberikan pada tikus harus mengandung asam amino essensial yaitu Arginin, Histidin, Isoleusin, Leusin, Methionin, Fenilalanin, Treonin, Tryptofan, dan Valine.

Selain nutrisi, hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan tikus putih sebagai hewan percobaan adalah perkandangan yang baik. Kandang yang digunakan untuk pemeliharaan tikus biasanya berupa kotak yang terbuat dari metal atau plastik. Tutup untuk kandang berupa kawat dengan ukuran lubang 1,6 cm2.

Alas kandang terbuat dari guntingan kertas, serutan kayu, serbuk gergaji atau tongkol jagung yang harus bersih, tidak beracun, tidak menyebabkan alergi dan kering. Temperatur ideal kandang yaitu 18-27 derajat Celcius atau rata-rata 22 derajat Celcus dan kelembapan realtif 40-70%.

Tikus putih merupakan hewan percobaan yang sering digunakan pada penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan. Hal ini dikarenakan hewan pengerat ini memiliki kelebihan sebagai model yang mencerminkan karakter fungsional dari sistem tubuh mamalia.

Tikus putih ini memiliki banyak keunggulan seperti perkembangbiakan yang cepat, ukuran yang lebih besar dari mencit, dan mudah dipelihara dalam jumlah yang banyak. Selain itu tikus tergolong hewan yang tidak dapat muntah. Hal tersebut dikarenakan struktur anatomi tikus yang tidak lazim. Organ esofagusnya bermuara ke dalam lambung dan tidak mempunyai kantong empedu.

Disamping itu, tikus putih populer sebagai salah satu hewan eksperimental dalam studi fungsi reproduksi karena siklus reproduksinya yang lebih singkat. Ini pula yang membedakan tikus dengan hewan percobaan lain. Kelebihan lainnya sebagai hewan laboratorium adalah sangat mudah ditangani, dapat ditinggal sendirian dalam kandang, dan berukuran cukup besar sehingga memudahkan pengamatan (Smith dan Mangkoewidjojo, 1988).

Untuk menggunakan hewan ini sebagai hewan percobaan biasanya peneliti sudah memiliki kriteria sendiri. Adapun kriteria dalam menentukan tikus putih sebagai hewan percobaan, diantaranya dilihat dari kontrol pakan (nutrisi), kontrol kesehatan, kontrol perkawinan, jenis, umur, bobot badan, jenis kelamin, dan silsilah genetik.

tikus putih

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tikus-putih-teman-peneliti-bereksperimen/feed/ 0
BPOM dan Kemenristekdikti Tandatangani Nota Kesepahaman Percepatan Penelitian Obat https://www.greeners.co/berita/bpom-dan-kemenristekdikti-tandatangani-nota-kesepahaman-percepatan-penelitian-obat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bpom-dan-kemenristekdikti-tandatangani-nota-kesepahaman-percepatan-penelitian-obat https://www.greeners.co/berita/bpom-dan-kemenristekdikti-tandatangani-nota-kesepahaman-percepatan-penelitian-obat/#respond Mon, 19 Nov 2018 05:58:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=21768 BPOM dan Kemenristekdikti menandatangani nota kesepahaman percepatan penelitian dan pengembangan obat dan makanan di Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) percepatan penelitian dan pengembangan obat dan makanan di Indonesia. Nota kesepahaman ini memiliki nilai strategis mengingat Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang potensial untuk pengembangan produk farmasi, seperti produk bioteknologi, obat tradisional, dan produk natural lainnya.

“Melalui nota kesepahaman ini, kami bersinergi untuk melakukan pengawalan penelitian dan pengembangan obat dan makanan di Indonesia, serta membangun sinergi kebijakan nasional dan regulasi dalam pengembangan obat dan makanan sehingga hasil penelitian dapat dihilirisasi atau dikomersialisasi,” ungkap Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, Senin (19/11/2018).

Penandatanganan nota kesepahaman ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Inpres ini mengamanatkan kepada instansi pemerintah terkait untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing serta saling berkoordinasi dan berkolaborasi guna menciptakan industri farmasi dalam negeri yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

“Nota kesepahaman ini juga sesuai tugas BPOM di Inpres Nomor 6 Tahun 2016 dengan melakukan pendampingan dan fasilitasi baik pada saat pre-market (pengembangan) dan pada saat siap di produksi di industri. Jadi ini merupakan langkah pertama yang sangat baik,” kata Penny.

BACA JUGA: BPOM Sita Kosmetik dan Obat Tradisional Ilegal Senilai Rp134,13 Miliar Selama 2018 

Melalui nota kesepahaman tersebut, BPOM RI dan Kemenristekdikti melakukan kerjasama strategis dalam mengawal pengembangan produk obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan dan pangan Indonesia.

Penny mengatakan bahwa sinergi ini juga merupakan dasar bagi pengembangan kerja sama lebih lanjut antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Hasil penelitian dapat difasilitasi oleh pemerintah, untuk selanjutnya dikembangkan dan digunakan pelaku usaha agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebagai contoh, penelitian bahan baku obat yang kemudian dapat kita hilirisasi dan replikasi sangat dibutuhkan untuk membangun kemandirian pasokan bahan baku obat dalam negeri,” ujarnya.

BACA JUGA: BPOM Rilis Daftar Kosmetik dan Obat Tradisonal Ilegal 

Direktur Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Muhammad Dimyati mengatakan bahwa Inpres Nomor 6 Tahun 2016 juga menjadi salah satu rujukan untuk melakukan percepatan penyediaan sumber daya peneliti termasuk mengadakan fasilitas sarana dan prasarana penelitian.

“Selain itu, ada Perpres Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional Tahun 2017-2045 sebagai landasan berikutnya yang perlu kita acu dalam melakukan tugas yang tercantum di Inpres 6 tahun 2016. Dalam aturan tersebut kami ditugaskan oleh Presiden untuk melakukan fokus penelitian, dalam hal ini tentunya berkaitan dengan obat dan makanan” ujar Dimyati.

Menurut Industry Facts and Figures 2017 yang dipublikasikan Kementerian Perindustrian, pada tahun 2016 industri makanan dan minuman mengalami pertumbuhan paling besar pada kelompok industri non migas yaitu 8,46% sedangkan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 5,48%. Namun di tengah pertumbuhan industri ini, industri farmasi di Indonesia menghadapi tantangan dimana 90-95% bahan baku masih bergantung pada impor.

“Untuk itu, Kemenristekdikti dengan 250 ribu dosen dan 13 ribu peneliti terus melakukan perbaikan lingkungan riset untuk ke depannya dalam mendorong kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh Indonesia. Salah satunya adalah sektor farmasi obat dan tanaman,” jelas Dimyati.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/bpom-dan-kemenristekdikti-tandatangani-nota-kesepahaman-percepatan-penelitian-obat/feed/ 0
15.000 Ilmuwan Beri Peringatan mengenai Bencana yang Mengancam Bumi https://www.greeners.co/berita/15-000-ilmuwan-beri-peringatan-mengenai-bencana-mengancam-bumi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=15-000-ilmuwan-beri-peringatan-mengenai-bencana-mengancam-bumi https://www.greeners.co/berita/15-000-ilmuwan-beri-peringatan-mengenai-bencana-mengancam-bumi/#respond Fri, 17 Nov 2017 09:06:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=19373 Baru-baru ini telah muncul sebuah surat peringatan yang berasal dari 15.000 ilmuwan dari seluruh penjuru dunia. Mereka memperingatkan bahwa saat ini kondisi planet Bumi sudah kian memburuk.]]>

Inggris (Independent) – Baru-baru ini telah muncul sebuah surat peringatan yang berasal dari 15.000 ilmuwan dari seluruh penjuru dunia. Surat yang ditujukan pada seluruh umat manusia tersebut berisikan pesan peringatan bahwa saat ini kondisi planet Bumi sudah kian memburuk.

Sebelumnya, sebuah surat dengan isi pesan yang sama pernah ditulis oleh 1.700 ilmuwan yang berasal dari Union of Concerned Scientists pada 25 tahun yang lalu. Namun bila dibandingkan dengan kondisi saat ini, kondisi Bumi pada tahun 1992 masih jauh lebih baik. Satu-satunya perubahan baik yang terjadi pada Bumi sejak 25 tahun terakhir hanyalah adanya pengurangan luas lubang pada lapisan ozon. Sisanya, seluruh ancaman bagi muka Bumi menjadi semakin memburuk.

Dalam surat yang bertajuk Warning to Humanity tersebut, para ilmuwan mencetuskan bahwa saat ini manusia sedang menghadapi ancaman kepunahan. Adanya ancaman kepunahan tersebut disebabkan oleh terus menyusutnya sumber daya alam yang ada di muka Bumi ini. Sayangnya, para ilmuwan, awak media, dan masyarakat masih belum bisa berbuat banyak untuk melawan hal tersebut.

Jika Bumi dibiarkan rusak begitu saja, bencana berupa hilangnya berbagai keanekaragaman hayati tidak akan bisa dihindari lagi. Selain itu, berbagai bencana lain seperti pemanasan global, deforestasi, kepunahan spesies secara massal, hingga kurangnya akses terhadap air bersih juga akan terjadi dan tentunya dapat menyebabkan kesengsaraan yang tidak berujung bagi manusia.

Dalam surat tersebut, terdapat pula sebuah pesan yang menunjukkan bahwa sebenarnya harapan untuk menyelamatkan Bumi masih ada. Namun, harapan tersebut diwujudkan oleh sedikit orang. Padahal bila bencana sudah terjadi, waktu dan nasib sudah tidak bisa diputarbalikkan kembali.

Melalui surat tersebut, para ilmuwan berkata, “Bila bencana sudah terjadi, kita tidak bisa memutar balik waktu dan kita sudah kehabisan waktu untuk menyelamatkan diri. Setiap saat, kapan pun dan di mana pun kita berada, kita harus selalu ingat bahwa Bumi adalah satu-satunya rumah bagi kita.”

Seorang ilmuwan dan pakar ekologi dari Universitas Negeri Oregon (OSU) Amerika Serikat, Profesor William Ripple, menyatakan bahwa manusia kini sedang diperingati untuk kedua kalinya. Saat ini, manusia sedang membahayakan dirinya sendiri karena terus menerus mengeruk hasil bumi secara tidak bertanggung jawab. Selain itu, populasi manusia juga semakin meningkat dan hal tersebut tidak berimbang dengan kondisi geografis yang ada. Hal itulah yang menjadi pendorong utama di balik banyaknya ancaman ekologis dan ancaman sosial.

“Dengan gagal membatasi pertumbuhan penduduk, menilai pertumbuhan ekonomi, mengurangi gas ‘rumah kaca’, melindungi habitat, memulihkan ekosistem, mengurangi polusi, menghentikan penurunan satwa dan memaksa spesies invasif, manusia belum melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi biosfer kita yang makin terancam,” ungkap William.

Para ilmuwan mencatat, sejak 25 tahun terakhir Bumi telah mengalami banyak perubahan. Jumlah debit air bersih berkurang sebanyak 26 persen, 300 juta hektar hutan telah menghilang, populasi manusia meningkat hingga 35 persen, suhu Bumi meningkat, populasi fauna menurun hingga 29 persen, dan masih banyak lagi.

Adanya peringatan tersebut diharapkan dapat membuka kesadaran seluruh penduduk dunia terhadap kondisi Bumi saat ini. Melalui surat peringatan ini juga, diharapkan perdebatan tentang perubahan iklim dapat segera dihentikan. Perubahan iklim merupakan hal yang nyata, dan itu telah dibuktikan dengan begitu banyaknya bencana alam yang sudah terjadi akhir-akhir ini.

Sumber: independent.co.uk

]]>
https://www.greeners.co/berita/15-000-ilmuwan-beri-peringatan-mengenai-bencana-mengancam-bumi/feed/ 0
LIPI Kembangkan Super Mikroba sebagai Penghasil Bioetanol https://www.greeners.co/berita/lipi-kembangkan-super-mikroba-penghasil-bioetanol/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lipi-kembangkan-super-mikroba-penghasil-bioetanol https://www.greeners.co/berita/lipi-kembangkan-super-mikroba-penghasil-bioetanol/#respond Mon, 02 Oct 2017 08:27:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=18848 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini tengah mengembangkan benih Super Mikroba yang dapat menghasilkan berbagai macam produk turunan salah satunya biorefineri.]]>

Jakarta (Greeners) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengembangkan benih Super Mikroba yang dapat menghasilkan berbagai macam produk turunan salah satunya biorefineri sebagai energi alternatif penghasil bioetanol dan biokatalis.

Super Mikroba yang dikembangkan oleh LIPI bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau JICA ini sudah berjalan selama empat tahun. Pengembangan benih Super Mikroba ini dilakukan dengan proses rekayasa genetika yang memanfaatkan potensi mikroba lokal Indonesia.

Mengutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Dr Yopi Sunarya selaku manajer proyek Biorefineri ini mengatakan bahwa dalam menghasilkan Super Mikroba, peneliti LIPI telah menyeleksi 2.000 isolat mikroba lokal yang tersimpan di Bank Mikroba LIPI.

BACA JUGA: Indonesia Masih Minim Perlindungan dan Penelitian Sumber Daya Genetik

Seleksi dilakukan guna mencari mikroba yang unggul, mampu memproduksi enzim yang dapat menghancurkan struktur pada serat biomassa yang menjadi bahan baku utama biorefineri, seperti ampas sawit, batang sawit perasan, atau ampas tebu, kakao, dan tembakau.

“Untuk bisa menghasilkan bioetanol atau biokatalis dengan enzim atau ragi hasil rekayasa mikroba ini sangat berat. Saat ini baru bisa menghasilkan 40 gram per liter, makanya ini terus kita kembangkan,” jelasnya, Jakarta, Senin (02/10).

Target dari kerja sama ini sendiri adalah menghasilkan Super Mikroba yang mampu memproduksi enzim yang dapat menghasilkan bioetanol atau biokatalis yang bisa mencapai 50 gram per liter. Produk ini ditargetkan akan mulai diluncurkan pada bulan ketiga tahun depan yakni Maret 2018.

BACA JUGA: LIPI Bersiap Bangun Fasilitas Pembibitan Modern

Terkait Biorefineri, ia menjelaskan bahwa Biorefineri sama seperti “oilrefineri” yang berasal dari fosil yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar atau sumber energi. Biorefineri sebagai energi alternatif yang memanfaatkan biomassa yang ada pada tumbuhan yang dihasilkan industri pertanian, kehutanan, perkebunan dan lainnya.

LIPI menargetkan di tahun 2018, pilot plan dengan super mikroba bisa memproduksi etanol 50 gram per liter. Untuk saat ini baru berkisar 30 gram hingga 40 gram per liter bioetanol yang dihasilkan. Namun jika tidak kompetitif, ditargetkan ke biokatalis yang bisa menghasilkan enzim yang digunakan ke berbagai kebutuhan. Biokatalis ini digunakan oleh industri tekstil, pulp dan industri pangan.

“Target kita untuk enzim non pangan. Salah satunya enzim dari mikroba ini juga bisa dipakai untuk mengurai limbah,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/lipi-kembangkan-super-mikroba-penghasil-bioetanol/feed/ 0
KLHK Teliti 350 Spesies Baru di Pulau Pejantan https://www.greeners.co/berita/klhk-teliti-350-spesies-baru-pulau-pejantan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-teliti-350-spesies-baru-pulau-pejantan https://www.greeners.co/berita/klhk-teliti-350-spesies-baru-pulau-pejantan/#respond Sun, 12 Mar 2017 04:51:39 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16186 Berdasarkan hasil temuan Tim ICZ (Institute of Critical Zoologist), Pulau Pejantan yang terletak di Desa Mantebung, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, diduga memiliki 350 spesies baru yang belum teridentifikasi.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meneliti ekosistem esensial baru bernama Pulau Pejantan. Kawasan yang belum banyak terjamah oleh manusia ini, diteliti sebagai tindak lanjut arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait penemuan sebuah pulau oleh lembaga penelitian asal Jepang yaitu Institute of Critical Zoologist (ICZ) pada tahun 2005-2009.

Kepala Badan Penelitian dan Inovasi, Dr. Henri Bastaman, mengatakan, berdasarkan hasil temuan Tim ICZ, Pulau Pejantan diduga memiliki 350 spesies baru yang belum teridentifikasi. Atas dasar ini, KLHK menurunkan tim ekspedisi untuk meneliti lebih lanjut temuan tersebut. Pulau yang diketahui memiliki luas 927,34 hektare ini terletak di Desa Mantebung, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini dihuni oleh 12 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 40 orang suku Melayu yang berprofesi sebagai nelayan.

“Fasilitas umum di pulau ini masih sangat terbatas, sehingga memerlukan sentuhan pembangunan yang intensif,” ujar Henri seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Sabtu (11/03).

BACA JUGA: Koridor RIMBA Dibutuhkan untuk Penyelamatan Ekosistem Pulau Sumatera

Ketua Tim Ekspedisi Dr. Hendra Gunawan menuturkan bahwa salah satu keunikan kawasan ini adalah ditemukannya ekosistem vegetasi di atas batu granit yang cukup luas dan memiliki mata air yang mengalir. Di sana, katanya, terdapat enam jenis ekosistem khas di Pulau Pejantan, yaitu ekosistem mangrove, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, vegetasi yang tumbuh di batu granit, ekosistem goa batu granit, dan ekosistem terumbu karang.

“Pada masing-masing ekosistem juga ditemukan flora dan fauna endemik yang belum dapat teridentifikasi seluruhnya dan diduga merupakan spesies baru, seperti biawak, tupai tiga warna, burung kuau kerdil, kalong, kantong semar, anggrek, dan masih banyak lagi. Hal menarik lainnya adalah pulau ini juga merupakan habitat bertelurnya dari satwa langka penyu sisik dan penyu pipih, sehingga kawasan ini bernilai penting untuk dilakukan konservasi,” kata Hendra.

BACA JUGA: Keanekaragaman Hayati Indonesia Masih Rentan Pembajakan

Direktur Bina Pengelolaan Eksosistem Esensial, Ir. Antung Deddy R., MP,menyatakan, peluang Pulau Pejantan sangat besar untuk ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Pulau Pejantan, lanjutnya, dapat diusulkan untuk menjadi kawasan Suaka Margasatwa (SM) atau Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Untuk itu diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah dan verifikasi data ilmiah dalam bentuk time series.

“Selain itu, beberapa potensi wisata alam juga dapat dikembangkan di Pulau Pejantan antara lain wisata selam (diving), pemandangan pantai pasir putih, wisata goa dan panjat dinding (rock climbing), wisata susur hutan (jungle tracking), dan pelepasan tukik untuk konservasi satwa penyu,” kata Antung.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/klhk-teliti-350-spesies-baru-pulau-pejantan/feed/ 0
Kementerian Pertahanan dan Yayasan Kehati Bangun Laboratorium Khusus Bambu https://www.greeners.co/berita/kementerian-pertahanan-dan-yayasan-kehati-bangun-laboratorium-khusus-bambu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kementerian-pertahanan-dan-yayasan-kehati-bangun-laboratorium-khusus-bambu https://www.greeners.co/berita/kementerian-pertahanan-dan-yayasan-kehati-bangun-laboratorium-khusus-bambu/#respond Fri, 10 Feb 2017 07:58:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=15881 Kementerian Pertahanan dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) berencana membangun laboratorium hayati yang akan dikhususkan untuk tanaman bambu.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) berencana membangun laboratorium hayati di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Kabupaten Bogor. Laboratorium tersebut akan dikhususkan untuk tanaman bambu yang jenisnya mencapai lebih dari 150 jenis di Indonesia.

Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional (Baintranas), Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Mayor Jenderal TNI Heros Paduppai mengatakan, bentuk kerjasama yang akan dilakukan adalah dalam bentuk penanaman bambu dan pemanfaatannya secara sosial dan ekonomi oleh masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk melakukan konservasi keanekaragaman hayati yang mendukung komitmen nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

“Penanaman bambu di kawasan IPSC ini tidak hanya memberikan manfaat untuk ilmu pengetahuan dari sisi laboratorium hayati yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, tetapi juga memberi manfaat ekologi,” katanya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Jumat (10/02).

BACA JUGA: LIPI: Penggunaan Bambu Lebih Tepat Atasi Banjir Dibanding Betonisasi

Bambu memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida setidaknya 8 kali lebih besar dari hutan tropis. Jika kemampuan hutan tropis menyerap karbon sebesar kurang lebih 7 ton per hektar per tahun, maka bambu mampu menyerap sekitar 62 ton per hektar per tahun.

Mengutip dari keterangan yang sama, Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI, M.S Sembiring pun mengatakan, penanaman bambu dapat membantu pengurangan emisi yang signifikan. Selain itu, kawasan Sentul merupakan daerah tangkapan dan resapan air yang jika dikelola dengan baik akan menambah cadangan air dan mengurangi risiko banjir.

“Kerjasama ini tidak hanya sekadar menanam tetapi juga merupakan upaya penghijauan dan memberikan manfaat secara sosial dan ekonomi,” ujar Sembiring.

BACA JUGA: LIPI Kembangkan Kawasan Biovillage

Bambu sendiri sudah dikenal sebagai tanaman yang mampu memberikan dampak ekologi yang besar, seperti penyerap air dan pencegah erosi. Selain itu tanaman ini juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

Dari sisi sosial, bambu sudah sangat lekat dengan budaya Indonesia. Banyak perkakas yang menjadi bagian dari budaya berbahan dasar bambu. Kemudian dari sisi ekonomi, bambu menjadi salah satu bahan baku furnitur yang memiliki kualitas tinggi, ditambah lagi dengan rebungnya yang juga memiliki nilai jual.

“Dari manfaatnya yang sangat banyak ini, konservasi bambu di kawasan IPSC diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat,” kata Sembiring.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/kementerian-pertahanan-dan-yayasan-kehati-bangun-laboratorium-khusus-bambu/feed/ 0
Baterai ‘Berlian’ dari Sampah Nuklir https://www.greeners.co/ide-inovasi/baterai-berlian-sampah-nuklir/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=baterai-berlian-sampah-nuklir https://www.greeners.co/ide-inovasi/baterai-berlian-sampah-nuklir/#respond Fri, 23 Dec 2016 05:34:47 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=15491 Para peneliti dari Universitas Bristol baru saja menemukan cara untuk mengubah sampah nuklir menjadi baterai berbentuk berlian yang tahan lama.]]>

Para peneliti dari Universitas Bristol baru saja menemukan cara untuk mengubah sampah nuklir menjadi baterai berbentuk berlian yang tahan lama. Sebuah tim yang terdiri dari ahli-ahli fisika dan kimia di universitas tersebut menemukan teknologi baru yang dapat mengubah ribuan ton sampah nuklir yang sulit untuk ditangani menjadi berlian melalui proses di laboratorium. Berlian ini mampu menghasilkan listrik dalam jumlah kecil, tapi seperti berlian pada umumnya, baterai ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Teknologi yang dikembangkan di Universitas Bristol ini menggunakan berlian buatan yang terbuat dari sampah nuklir ditambah dengan sejumlah kecil energi radioaktif, untuk menciptakan baterai berarus rendah namun mempunyai kekuatan yang bisa bertahan sampai akhir peradaban manusia. Tim peneliti tersebut mengungkapkan hasil penelitian mereka di sebuah kelas di Cabot Institute.

Dibandingkan dengan baterai konvensional yang membutuhkan kabel dan koil untuk bisa berfungsi, baterai berbentuk berlian ini hanya perlu disimpan di dekat sumber radioaktif sehingga baterai tersebut bisa mulai memproduksi arus listrik. Sedikitnya bagian yang harus dipindahkan atau digerakkan membuat baterai ini bertahan jauh lebih lama dibandingkan baterai lainnya.

sampah nuklir

Ilustrasi: University of Bristol/inhabitat.com

Sebagai tambahan, baterai berlian ini bisa membantu menghilangkan sampah nuklir dengan cara yang aman dan permanen, sambil menghasilkan energi yang bisa digunakan. Energi yang dihasilkannya juga tidak menimbulkan efek gas rumah kaca atau membutuhkan tambahan bahan bakar.

Tidak ada bagian yang harus digerakkan, tidak ada emisi yang dihasilkan dan tidak memerlukan perawatan, kata Tom Scott, Professor di bidang bahan, Universitas Bristol. Dengan membungkus bahan radioaktif di dalam berlian, kami berhasil mengubah masalah jangka panjang mengenai sampah nuklir menjadi sebuah baterai berbahan dasar nuklir dan menghasilkan energi bersih yang mampu bertahan lama.

Purwarupa dari baterai ini mengandalkan bahan nikel-63 sebagai sumber radiasinya, namun tim penelitinya sedang menguji pilihan lain untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan kinerjanya. Pengujian berikutnya adalah dengan menambahkan karbon-14, sebuah versi karbon radioaktif namun bisa dengan mudah diambil dari bongkahan grafit. Inggris saat ini memiliki simpanan sekitar 95.000 metrik ton bongkahan grafit. Jadi kalau penelitiannya berhasil, akan sangat menolong mengurangi biaya dan risiko penanganan sampah nuklir.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/baterai-berlian-sampah-nuklir/feed/ 0
Mengonsumsi Serangga Bisa Membantu Masyarakat Miskin dan Iklim https://www.greeners.co/berita/mengonsumsi-serangga-membantu-masyarakat-miskin-dan-iklim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengonsumsi-serangga-membantu-masyarakat-miskin-dan-iklim https://www.greeners.co/berita/mengonsumsi-serangga-membantu-masyarakat-miskin-dan-iklim/#respond Mon, 31 Oct 2016 11:18:10 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=15081 Para ahli gizi menunjukkan bahwa jangkrik memiliki tingkat protein dua kali lipat ketimbang daging. Kini mereka menyatakan bahwa mengonsumsi serangga juga bisa menurunkan dampak dari perubahan iklim.]]>

LONDON, 13 Oktober 2016 − Tidak semua orang akan senang memakan serangga namun jangkrik yang sudah menjadi konsumsi pangan di beberapa negara, khususnya di negara-negara Asia Pasifik, justru sumber pangan yang kaya akan zat besi sama seperti bayam dan sayuran hijau lainnya.

Kini para ilmuwan menyatakan bahwa memakan serangga seperti jangkrik juga bisa menurunkan dampak dari perubahan iklim.

Para ahli gizi menunjukkan bahwa jangkrik memiliki tingkat protein dua kali lipat ketimbang daging. Dan upaya mengurangi konsumsi daging dapat dilihat sebagai salah satu bagian penting dalam melawan perubahan iklim.

Pasalnya, peternakan menyerap banyak hasil pangan dan air, juga memproduksi gas metan, gas rumah kaca yang lebih berbahaya daripada karbon dioksida.

Bisnis Besar

Peternakan jangkrik telah menjadi bisnis menguntungkan di beberapa daerah. Namun, masalah yang timbul adalah mereka menggunakan kaki ayam sebagai pangan jangkrik. Untuk masyarakat miskin, metode tersebut menjadi sangat mahal dan melampaui kemampuan petani biasa.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Anna Jansson, profesor untuk ilmu hewan di Swedish University of Agricultural Sciences, telah mengindentifikasi beberapa tanaman dan produk samping dari pertanian yang bisa dijadikan pangan jangkrik.

“Karena ada keuntungan bagi iklim dan lingkungan bila memakan serangga, kami percaya bahwa kebiasaan ini akan diterima, bahkan di negara-negara barat,” jelas Profesor Jansson.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa ada kemungkinan pangan lain untuk jangkrik yang tidak berkompetisi dengan produksi pangan lainnya,” imbuhnya.

Penelitian tersebut, yang sudah dipublikasikan di Journal of Insects as Food and Feed, mengungkapkan dampak dari pakan bagi jangkrik Kamboja (Teleogryllus testaceus) yang ditangkarkan.

Kamboja merupakan salah satu negara miskin di dunia yang mengalami masalah gizi buruk. Diperkirakan 40 persen anak di bawah usia lima tahun mengalami kekurangan gizi.

Penelitian Swedia tersebut dilakukan dalam rentang waktu 70 hari. Peneliti berhasil menemukan bagian atas tanaman, seperti singkong dan gulma (Cleome rutisdosperma) menggemukkan jangkrik sama seperti kaki ayam.

Gratis dari Alam

Kedua komoditas tersebut merupakan bahan gratis yang didapatkan dari alam, terutama di Kamboja sehingga menawarkan kesempatan bagi masyarakat miskin untuk bisa beternak jangkrik dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Para peneliti berharap jangkrik dan serangga lainnya bisa menjadi penganan di negara barat dan menggantikan konsumsi daging yang merugikan iklim.

Meski demikian, para peneliti menuliskan beberapa resep yang mungkin susah diterima sesuai selera barat, seperti jangkrik goreng dengan tortilla jagung (deep-fried corn tortillas with garlic-fried house crickets), jangkrik bakar dengan jamur mentega (roasted house crickets with buttered chanterelles), adas sowa, acar bawang dan biji mustar (dill, pickled onion rings dan mustard seeds).

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyarankan bahwa memakan serangga dapat mengatasi masalah pangan di dunia dengan populasi yang semakin berkembang. − Climate News Network

]]>
https://www.greeners.co/berita/mengonsumsi-serangga-membantu-masyarakat-miskin-dan-iklim/feed/ 0
Banjir Bandang Bisa Dicegah dan Dihindari https://www.greeners.co/berita/banjir-bandang-dicegah-dan-dihindari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=banjir-bandang-dicegah-dan-dihindari https://www.greeners.co/berita/banjir-bandang-dicegah-dan-dihindari/#respond Sat, 24 Sep 2016 13:16:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=14795 Peneliti banjir dari Universitas Gajah Mada, Profesor Agus Maryono menyatakan banjir bandang bisa terulang ketika kondisi di hulu tetap tidak dibenahi.]]>

Malang (Greeners) – Sebagian wilayah Indonesia pernah terjadi banjir bandang yang mengakibatkan korban nyawa, harta, dan kerugian lainnya. Kasus terakhir terjadi di Garut yang mengakibatkan puluhan orang meninggal. Banjir bandang sebenarnya bisa dicegah dan dihindari jika semua pihak terutama instansi terkait mau mengantisipasinya.

Peneliti banjir dari Universitas Gajah Mada, Profesor Agus Maryono, dalam kesempatan di Kongres Sungai Indonesia II di Waduk Selorejo, Ngantang, Malang, Jawa Timur, mengungkapkan, ada dua jenis banjir, yakni banjir biasa dan banjir bandang. Banjir biasa, kata Agus, air datang dan naik ke permukaan sungai secara perlahan lalu meluber dan menggenang, setelah itu surutnya juga perlahan.

“Banjir bandang datangnya cepat, Tapi bekas yang ditimbulkannya dahsyat, rumah hanyut, batu dan kayu berserakan, bahkan ada korban nyawa. Banjir bandang di Bahorok dulu ratusan jiwa meninggal dalam tempo setengah jam,” kata Agus di hadapan para peserta kongres, Jumat (23/09).

BACA JUGA: Peta Rawan Banjir dan Longsor Baru Mencakup 100 Kabupaten

Sudah puluhan kali peristiwa banjir bandang terjadi di Indonesia. Dari penelitian Agus dan rekan-rekannya terkait banjir bandang di Bahorok tahun 2003 lalu, Agus mengungkapkan ternyata banyak sekali tumpukan kayu hasil longsoran dan pelapukan di hulu. “Tumpukan ini membendung di berbagai titik sehingga menghambat (arus sungai) dan menjadi bendungan-bendungan alami baik kecil maupun besar,” kata Agus.

Tumpukan kayu tersebut, kata Agus, semakin lama pasti akan ambrol ketika hujan deras dan tidak kuat menahan arus sungai. Jika kondisi di hulu sungai seperti itu, maka tinggal menunggu waktu banjir bandang akan terjadi.

Untuk itu, Agus berharap instansi terkait baik PU maupun instansi lainnya sering melakukan kegiatan susur sungai dan memeriksa serta menyingkirkan tumpukan kayu lapuk di hulu agar aliran air lancar. “Kayu-kayu itu digergaji dan disingkirkan dari sungai,” katanya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, selain karena disebabkan kondisi daerah aliran sungai (DAS) kritis, banjir bandang juga bisa terjadi karena ada pertemuan dua anak sungai yang arus sungainya bertemu di satu titik tapi tidak mampu menampung banyaknya air. “Kalau model seperti ini perlu dipasang alat peringatan dini, sehingga ketika airnya naik penduduk di sekitarnya bisa menghindar,” katanya.

Agus menyarankan pemerintah dan instansi di bawahnya agar secara berkala meneliti dan menyusuri sungai yang pernah mengalami banjir bandang. Karena, menurutnya, banjir bandang bisa terulang ketika kondisi di hulu tetap tidak dibenahi. “Harus didata dan diatasi sungai mana saja yang pernah banjir bandang terutama yang sudah lama agar bisa dicegah,” ujarnya.

BACA JUGA: Banjir Bandang di Garut Akibat Rusaknya DAS Cimanuk

Di jumpai di acara yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan adanya kerusakan vegetasi di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk yang menyebabkan banjir bandang di Garut, Jawa Barat.

Ia mengaku bersama sejumlah pejabat turun meninjau lapangan. Menurutnya, harus ada usaha memperbaiki lingkungan di kawasan DAS Cimanuk. “Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan berulang bencana alam tersebut,” ujarnya.

Kondisi DAS, kata Basuki, sudah kritis dan sejak 1992 terus bertambah. Menurut dia, butuh peran semua pihak untuk memperbaiki DAS kritis.

Sebelumnya, Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho merilis, dari total 450 DAS, sekitar 118 DAS dalam kondisi kritis. Ia menilai, pemerintah lebih mengedepankan pengelolaan DAS dengan pembangunan fisik yang padat karya dan mahal. “Setelah dibangun, tidak ada perawatan. Pengelolaan DAS tidak hanya masalah fisik tapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan,” kata Sutopo.

Penulis: HI/G17

]]>
https://www.greeners.co/berita/banjir-bandang-dicegah-dan-dihindari/feed/ 0
“Kotak Hitam” Penjernih Air https://www.greeners.co/ide-inovasi/kotak-hitam-penjernih-air/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kotak-hitam-penjernih-air https://www.greeners.co/ide-inovasi/kotak-hitam-penjernih-air/#respond Wed, 14 Sep 2016 11:14:10 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=14723 Proses penjernihan air sangat rumit, mahal dan memakan waktu yang lama. Namun para ahli di Universitas Stanford dan SLAC National Accelerator Laboratory menciptakan sebuah "kotak hitam" yang dapat menjernihkan air dalam waktu 20 menit saja.]]>

Di dunia ini terdapat 663 juta orang yang tidak mendapatkan akses untuk air bersih. Sayangnya, proses penjernihan air itu sangat rumit, mahal dan memakan waktu yang lama. Contohnya, proses disinfektan untuk air dengan menggunakan cahaya ultraviolet membutuhkan waktu 48 jam, tergantung dari jumlah air yang diproses.

Namun, sebuah alat baru yang diciptakan oleh para ahli di Universitas Stanford dan SLAC National Accelerator Laboratory  berhasil mengatasi masalah ini, sebuah kotak kecil yang bisa memanen cahaya matahari untuk membunuh bakteri dalam air dalam waktu 20 menit saja.

kotak hitam

Ini adalah struktur nano dari “kotak hitam”, hanya seukuran setengah dari sebuah perangko. Alat ini menggunakan matahari untuk menjernihkan air. Gambar: C. Liu et al, Nature Nanotechnology

Kotak ini terlihat seperti kaca hitam biasa, namun sebenarnya bahan tutupnya berasal dari bahan Molybdenum Disulfida dengan struktur nano. Lapisan-lapisan tipis yang disusun seperti jalur-jalur tersebut saat ditempatkan di dalam air dan terkena sinar matahari akan bereaksi menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) dan bahan kimia lain yang bersifat antibakteri. Tidak lama kemudian, bahan kimia tersebut larut dan menghasilkan air yang jernih.

kotak hitam

Sebuah gambar mikro elektron menunjukan pola dari dinding struktur nano di atas permukaan “kotak hitam”. Gambar: C. Liu et al, Nature Nanotechnology

Alasan utama mengapa benda ini bisa bekerja dengan baik adalah karena molibdenum disulfida adalah sebuah bahan yang bersifat fotokatalis, menghasilkan elektron yang menyebabkan reaksi kimia terjadi di dalam air.

Walaupun ini sebuah perkembangan yang menjanjikan, benda ini hanya bisa membunuh bakteri saja, bukan menyaring air. Jadi di beberapa tempat dengan polusi dari industri, penyaringan air tetap harus dilakukan. Teknologi ini masih membutuhkan banyak penelitian lanjutan karena masih belum jelas bakteri jenis apa yang bisa dihilangkan dengan proses ini. Meski demikian, benda ini merupakan langkah besar menuju proses penyulingan air.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/kotak-hitam-penjernih-air/feed/ 0
Indonesia Kembali Dukung Ekspedisi Internasional Samudera Hindia ke-2 https://www.greeners.co/berita/indonesia-kembali-dukung-ekspedisi-internasional-samudera-hindia-ke-2/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-kembali-dukung-ekspedisi-internasional-samudera-hindia-ke-2 https://www.greeners.co/berita/indonesia-kembali-dukung-ekspedisi-internasional-samudera-hindia-ke-2/#respond Fri, 26 Jun 2015 09:30:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10008 Jakarta (Greeners) – Menyadari betapa pentingnya Samudera Hindia bagi Indonesia maupun dunia, maka Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Ekspedisi Internasional Samudera Hindia ke-2 atau […]]]>

Jakarta (Greeners) – Menyadari betapa pentingnya Samudera Hindia bagi Indonesia maupun dunia, maka Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Ekspedisi Internasional Samudera Hindia ke-2 atau International Indian Ocean Expedition (IIOE-2).

“Riset ini akan mulai dilakukan pada Jumat, tanggal 26 Juni 2015. Penelitian dilakukan dengan Kapal Riset Fridjoft Nansen Norwegia yang dioperasikan oleh Badan Pangan Dunia (FAO),” ungkap Menko Maritim Indriyono Soesilo dalam keterangan resminya yang diterima Greeners, Jumat (26/06).

Kapal riset tersebut akan berlayar dari Tanjung Priok melewati Selat Sunda hingga Christmast Island. Perjalanan akan dilakukan selama tiga minggu atau tepatnya 21 hari, dimana perjalanan dimulai pada tanggal 26 Juni 2015 hingga 16 Juli 2015.

Penelitian ini melibatkan 16 orang peneliti dari 12 negara, mulai dari Norwegia, Indonesia, Madagaskar, Spanyol, Belanda, Kenya, Afrika Selatan, Prancis, India, Tanzania, dan Seychelles. Selain terlibat survei awal, Indonesia juga akan melibatkan kapal latih Madidihang-3 dan Kapal Riset Baruna Jaya.

Lebih lanjut, Indroyono menyatakan bahwa ada tiga peneliti dari Indonesia yang akan ikut serta dalam kapal dan bergabung dengan para peneliti internasional lainnya. Mereka adalah Indah Lutfiyati dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Nasirin dan Andria dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ketiga peneliti tersebut dikategorikan sebagai para peneliti muda.

Sebagai informasi, ekspedisi internasional ini akan mempelajari ekosistem laut di Samudera Hindia bagian selatan. Selain itu, tim survei juga akan mengkaji bagaimana Indian Ocean Gyre (sistem besar perputaran arus samudera) dapat memengaruhi ekosistem dan perikanan dunia.

Riset ini merupakan tahapan persiapan dari International Indian Ocean Expedition kedua (IIOE-2) yang akan diluncurkan pada Desember 2015 dan akan berlangsung selama tiga tahun. Sebelumnya, pada tahun 1965 silam, Indonesia juga turut berpartisipasi dengan mengerahkan kapal RI Jalanidhi, salah satu dari 46 kapal riset yang terlibat kala itu.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-kembali-dukung-ekspedisi-internasional-samudera-hindia-ke-2/feed/ 0
Indonesia Akan Miliki Data Jumlah Ikan Nasional Terbaru https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/#respond Fri, 29 May 2015 04:31:41 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9325 Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pada akhir tahun 2015 mendatang, Indonesia akan memiliki data jumlah stok ikan nasional terbaru. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pada akhir tahun 2015 mendatang, Indonesia akan memiliki data jumlah stok ikan nasional terbaru. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP, Achmad Poernomo kepada Greeners memastikan bahwa nantinya data jumlah stok ikan nasional tersebut diprediksi akan lebih banyak dibandingkan pada tahun 2014 lalu yang berjumlah 7,3 ton.

Hal tersebut dikarenakan teknis pengkajian yang dilakukan pada tahun ini akan berbeda dengan tahun lalu yang mana pada tahun 2014, teknis kajiannya per tahun paling banyak dilakukan di 2 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) saja. Namun, kata Achmad, untuk tahun ini teknis kajian akan dilakukan di 11 WPP seluruh Indonesia secara serentak.

Agar penelitian bisa dilaksanakan dengan baik, lanjutnya lagi, KPP menerjunkan lima kapal riset untuk melakukan penelitian kajian stok ikan 2015 di 11 WPP tersebut. Kelima kapal yang digunakan itu adalah Kapal Riset Bawal Putih 3, Kapal Latih dan Riset Madidihang 2, Kapal Riset Baruna Jaya 7, Kapal Riset Baruna Jaya 8, dan Marine Vessel SEAFDEC.

“Dengan kapal-kapal tersebut, tim peneliti dan anak buah kapal (ABK) akan melakukan ekspedisi ke seluruh wilayah perairan Nusantara selama 260 hari layar dan dilakukan dalam dua musim. Yaitu, musim ikan dan musim tidak ada ikan,” jelasnya, Kamis (28/05).

Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Achmad Poernomo memakaikan topi kepada para peneliti dan awak kapal yang akan melakukan pelayaran survei kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Achmad Poernomo memakaikan topi kepada para peneliti dan awak kapal yang akan melakukan pelayaran survei kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Selain itu, Achmad juga menyatakan kalau nantinya tim akan meneliti di setiap titik-titik yang dilewati kapal, termasuk di sekitar laut Cina Selatan yang akan dilewati tim peneliti di Selat Malaka.

Dalam proses tersebut, semua ikan yang ada di permukaan laut akan terdeteksi oleh alat sonar yang terpasang di kapal. Setelah itu akan langsung dicocokkan dengan data ikan yang ada di nelayan dari hasil tangkapan mereka.

“Nah, dari situ kita akan bandingkan dengan hasil penelitian di laut. Jadi akan komprehensif dan bisa dipertanggung jawabkan,” tuturnya lagi.
Terkait anggaran yang akan digunakan, Achmad mengatakan bahwa KKP sendiri telah menganggarkan dana sebesar 44,4 miliar rupiah pada 2015 untuk melakukan pengkajian stok sumber daya ikan di berbagai kawasan penangkapan ikan di Tanah Air guna menjadi basis data pengambilan kebijakan ke depan.

Lebih jauh, ia juga memaparkan, dengan dukungan dana tersebut juga KKP telah meluncurkan Program Kajian Stok Ikan Nasional 2015 yang telah diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 21 Mei lalu. Program itu, ujar dia, akan meningkatkan akurasi potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan secara revolusioner di Indonesia.

“Untuk anggaran kajian stok sumber daya ikan ini telah digelontorkan sebanyak Rp 44,4 miliar yang dimana itu berarti meningkat lebih dari 1.000 persen dibanding 2003 lalu,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/feed/ 0