penyanyi - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/penyanyi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 22 Jan 2021 05:15:59 +0000 id hourly 1 Iwan Fals: Kita Harus Merawat Pohon. Itu Harga Mati! https://www.greeners.co/gaya-hidup/iwan-fals-kita-harus-merawat-pohon-harga-mati/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=iwan-fals-kita-harus-merawat-pohon-harga-mati https://www.greeners.co/gaya-hidup/iwan-fals-kita-harus-merawat-pohon-harga-mati/#respond Sat, 18 Mar 2017 02:30:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=16287 Penyanyi legendaris Indonesia Iwan Fals tidak hanya sekadar berlagu. Ia dan komunitas penggemarnya, Komunitas OI dan Komunitas Tiga Rambu, juga melakukan aksi nyata untuk lingkungan.]]>

Jakarta (Greeners) – Jika dulu lirik lagu-lagunya didominasi isu-isu sosial dan politik, kini Iwan Fals kerap mengangkat tema-tema lingkungan dalam musiknya. “Musik saya itu. Saya memang pemusik tapi saya tertarik dengan persoalan-persoalan alam,” kata Iwan Fals kepada Greeners saat ditemui dalam acara peluncuran fitur baru Google di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini. Dalam acara itu pun Iwan Fals membawakan lagunya yang bertajuk Pohon Untuk Kehidupan.

Penyanyi legendaris Indonesia ini tidak hanya sekadar berlagu. Ia dan komunitas penggemarnya, Komunitas OI dan Komunitas Tiga Rambu, juga melakukan aksi nyata untuk lingkungan. “Masing-masing (komunitas) ini ada kegiatan sendiri-sendiri tapi juga ada kegiatan lingkungan, seperti donor darah, peduli sampah, tanam pohon. Itu (kegiatan) rutin,” ujarnya.

Lebih lanjut Iwan Fals mengatakan bahwa Indonesia yang berada di lintasan khatulistiwa dikaruniai tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah. Kondisi ini pula yang membuat pohon mudah tumbuh di Indonesia dan persediaan air menjadi berlimpah. Namun, tidak berarti semua potensi ini bebas disia-siakan.

“Di Afrika ada 17 juta orang kelaparan, orang krisis air, sementara kita berlimpah-limpah. Kenapa kita sia-siakan? Mumpung belum kekeringan semua, ayo kita sama-sama merawat alam. Jangan sembarangan menggunakan tanah untuk pembangunan yang enggak ada hubungannya dengan alam,” kata pemilik nama lengkap Virgiawan Listanto ini.

Pelantun lagu Bento ini mengingatkan bahwa bongkahan es di Kutub Utara dan Selatan sudah banyak yang mencair sehingga daerah-daerah pesisir terancam tenggelam. Indonesia juga turut menanggung dampak buruk dari negara-negara yang mengedepankan industri namun meminggirkan pelestarian lingkungan.

“Betul, mungkin yang bikin kacau negara-negara industri, kita yang kena getahnya. Jadi, jangan mengeluh. Kodrat kita adalah pepohonan, ya sudah kita rawat itu. Enggak perlu bikin pesawat, tanam pohon yang benar saja,” katanya.

Manfaat merawat pohon pun tidak hanya akan dirasakan oleh Indonesia tapi juga dunia. Pasalnya, luas hutan dunia semakin hari semakin berkurang sementara populasi penduduk dunia terus meningkat.

“Dunia berharap sama kita. Dunia melihat kita sebagai paru-paru. Nah, kalau kita kehilangan paru-paru , kiamat ini! Mau mendapat intensif apa enggak, kita harus merawat pohon. Itu sudah harga mati, tidak ada pilihan lain kalau mau menyelamatkan bumi,” ujar Iwan Fals.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/iwan-fals-kita-harus-merawat-pohon-harga-mati/feed/ 0
Tasya: Have Fun Bukan Dengan Gadget Saja https://www.greeners.co/gaya-hidup/tasya-have-fun-bukan-dengan-gadget-saja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tasya-have-fun-bukan-dengan-gadget-saja https://www.greeners.co/gaya-hidup/tasya-have-fun-bukan-dengan-gadget-saja/#respond Sat, 19 Sep 2015 07:45:35 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=11156 Jakarta (Greneers) – Di tahun 2000an, penyanyi Tasya pernah menyanyikan lagu “Anak Gembala”, sebuah lagu anak-anak bernada riang. Lirik ini secara tidak langsung mengajak anak-anak untuk aktif dan mengenal alam […]]]>

Jakarta (Greneers) – Di tahun 2000an, penyanyi Tasya pernah menyanyikan lagu “Anak Gembala”, sebuah lagu anak-anak bernada riang. Lirik ini secara tidak langsung mengajak anak-anak untuk aktif dan mengenal alam di sekitarnya. Kini Tasya sudah beranjak dewasa, namun kepeduliannya terhadap alam rupanya belum luntur.

Perempuan bernama lengkap Shafa Tasya Kamila ini sudah sejak tahun 2005 ditunjuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup menjadi Duta Lingkungan Hidup. Saat ditemui Greeners usai bernyanyi di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, ia mengaku prihatin dengan kebiasaan anak-anak di era sekarang yang lebih peduli dengan gawai ketimbang beraktifitas di alam bebas.

“Itu tanggung jawab orang tua bagaimana caranya bisa bikin mereka (anak-anak) have fun bukan dengan gadget saja,” ujarnya, Rabu (16/09) lalu.

Menurut Tasya, banyak cara yang dapat dilakukan orang tua agar anak-anak mereka peduli akan alam dan lingkungan. Tempat-tempat seperti kebun binatang, pantai atau mungkin taman nasional dapat menjadi lokasi wisata yang dapat merangsang kepedulian anak-anak terhadap alam, ketimbang bermain gawai di rumah.

“Itu aktivitas seru yang bisa membuat mereka kenal sama alam dan mengerti konsep tentang alam,” jelas gadis kelahiran 22 November 1992 ini.

Kesadaran dan perilaku yang peduli lingkungan, ungkap Tasya, sangat penting diajarkan kepada anak-anak karena mereka yang nantinya hidup berdampingan dengan alam. Oleh karenanya, sudah sewajarnya jika anak-anak diajarkan untuk menjaga alam dan lingkungan. “Pastinya kita akan mewariskan lingkungan ke generasi selanjutnya,” imbuhnya.

Tasya yang mengaku sering mendengar cerita Sang Ibu tentang kondisi lingkungan beberapa dekade lalu, menyatakan, perubahan lingkungan yang terjadi dalam rentang waktu tersebut sangat signifikan. Ia menuturkan bahwa jumlah kendaraan yang belum sebanyak seakarang membuat ibunya dapat bersepeda di jalanan tanpa takut tertabrak kendaraan bermotor. Selain itu, Sang Ibu juga masih dapat merasakan nikmatnya bermain di sungai karena airnya masih sangat jernih.

“Kalau anak sekarang bisa sakit kulit kalau mandi di sungai,” ujarnya dengan nada bercanda.

Ketika ditanya mengenai kebakaran hutan yang sedang ramai beberapa waktu belakangan, Tasya mengaku sangat gemas dengan para pelakunya. Ia menilai tindakan pembakaran hutan sangat jauh dari moral dan merugikan banyak pihak.

Tasya pun menilai bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan sama sekali, terlebih para pelaku hanya mengejar keuntungan belaka. “Kayak pembunuhan massal, karena dari mulai mahluk hidup yang tinggal di hutan sampai manusia kena semua,” katanya.

Gadis yang baru saja mendirikan sebuah LSM lingkungan hidup ini pun berharap bahwa semua masyarakat Indonesia dapat menjaga kelestarian lingkungan Indonesia. Karena menurutnya, kelestarian lingkungan akan terjamin jika dilakukan secara bersama-sama. “Kalau dilakukan secara kolektif akan membawa dampak positif untuk kita,” pungkasnya.

Penulis: TW

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tasya-have-fun-bukan-dengan-gadget-saja/feed/ 0
7 Lagu Keren Bertema Lingkungan Hidup https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-lagu-keren-bertema-lingkungan-hidup/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=7-lagu-keren-bertema-lingkungan-hidup https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-lagu-keren-bertema-lingkungan-hidup/#respond Sat, 20 Jun 2015 11:06:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9866 Musik menjadi sarana komunikasi untuk menyampaikan rasa cinta dan kepedulian antar sesama manusia dan dunia.]]>

Music gives a soul to the universe, wings to the mind, flight to the imagination and life to everything.” – Plato.

Banyak yang bilang, manusia tidak bisa hidup tanpa musik. Musik menjadi satu sarana komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan rasa cinta dan kepedulian antar sesama manusia dan dunia.

Kepedulian terhadap lingkungan pun menjadi inspirasi dalam penciptaan sebuah lagu. Bukan hanya musisi dalam negeri, tapi secara global, musisi-musisi internasional juga sudah menciptakan lagu-lagu lingkungan yang dipadukan dengan melodi indah agar dapat merasuki semua pendengarnya untuk tidak hanya sekedar mendengar namun bertindak.

Nah, apa saja sih pilihan lagu bertemakan lingkungan yang masuk dalam plasylist Greeners? Yuk, disimak:

Gambar: Ist.

Gambar: Ist.

1. Jamaica Café – “Hijaukan Bumiku”
“Mari teman-teman hijaukan bumi kita demi masa depan, anak cucu kita/ Mari teman-teman hijaukan bumi kita demi masa depan, bumi aman hidup pun nyaman..”

Lagu bertemakan lingkungan ini masuk dalam album “Twenty One” yang diciptakan oleh Jamaica Café. Ajakan untuk menyintai bumi jelas tertuang dalam liriknya yang sederhana namun dibawakan dalam akapela yang penuh semangat.

Gambar: Ist.

Gambar: Ist.

2. Naif – “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia”
“Manusia berkembang menurut perkembangan jaman yang ada/ Tengoklah kiri dan kanan sudah banyak gedung yang tinggi menjulang/ Pohon-pohon yang dulu hijau kini telah berubah menjadi batu/ Kurasa manusia kini tak pernah peduli lagi dengan alamnya..”

Lagu ini masuk dalam album ketiga Naif yang berjudul “Titik Cerah” yang rilis tahun 2002. Dengan mengusung genre Pop, lagu ini terasa asyik untuk didengar dengan kata-kata yang menggambarkan realita keadaan bumi kita.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/7-lagu-keren-bertema-lingkungan-hidup/feed/ 0
Segara, Biarkan Alam Ini Lestari Sampai ke Anak Cucu https://www.greeners.co/gaya-hidup/segara-biarkan-alam-ini-lestari-sampai-ke-anak-cucu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=segara-biarkan-alam-ini-lestari-sampai-ke-anak-cucu https://www.greeners.co/gaya-hidup/segara-biarkan-alam-ini-lestari-sampai-ke-anak-cucu/#respond Wed, 13 May 2015 05:36:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=9002 Jakarta (Greeners) – Pemandangan alam yang indah tidak habis menginspirasi siapa saja, termasuk juga Segara Banyu Bening. Pelantun lagu “Melepas Senja” ini mengajak penggemarnya untuk mengirimkan foto matahari di pagi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pemandangan alam yang indah tidak habis menginspirasi siapa saja, termasuk juga Segara Banyu Bening. Pelantun lagu “Melepas Senja” ini mengajak penggemarnya untuk mengirimkan foto matahari di pagi hari dari daerahnya masing-masing. Foto-foto tersebut dikirimkan melalui media sosial untuk pengerjaan video lirik lagu terbaru Segara bertajuk “Menyambut Fajar”.

“Aku melibatkan mereka karena aku tahu Indonesia indah banget. Enggak mungkin hanya mengandalkan foto-foto yang aku ambil saja karena terbatas, paling Jakarta dan paling jauh di Bandung. Nah, tapi yang (dari penggermar) ini ada yang dari Atambua, Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi. Itu luar biasa dan teman-teman pada antusias,” ujarnya kepada Greeners saat di temui di sebuah acara di Jakarta (04/05) lalu.

Konsep mengumpulkan foto-foto fajar dalam video lirik lagu “Menyambut Fajar”, menurut Segara, dilakukan karena sejak kecil keluarganya hidup menyatu dengan alam. Luas bangunan rumahnya yang lebih kecil dari luas taman, membuat ia bersama tiga kakaknya sering bermain di alam terbuka dan melihat keindahan alam yang begitu nyata saat bermain di halaman rumahnya.

Segara mengatakan dirinya memiliki imajinasi yang unik bukan hanya karena pengalaman pribadi, melainkan juga karena didikan untuk mencintai lingkungan dari keluarganya. Ia pun mengaku terpesona saat menyaksikan sendiri keindahan fajar. Kala itu, ia merasa bersyukur dengan keindahan yang Tuhan ciptakan untuk dapat dinikmati oleh manusia.

“Menurut aku, komposisi warna yang tercipta dari pantulan sinar matahari fajar luar biasa bagusnya. Nah, dari situ aku jadi cinta sama fajar dan aku lebih mencintai karya Tuhan mulai dari matahari, langit, awannya, hingga ke bintang-bintang,” ujarnya.

Anak ke empat dari penyanyi lawas Ebiet G. Ade ini berharap agar keindahan fajar yang ia rasakan dapat dirasakan hingga puluhan tahun mendatang.

“Kita sudah dikasih anugerah yang luar biasa yaitu alam,ya jangan dirusak karena menurut aku itu bentuknya bukan dikasih tapi titipan. Jadi kita harus ingat, walaupun kita mati 50 sampai 60 tahun lagi, tapi nanti pada saatnya anak kita yang akan tinggal disini. Jangan sampai kita tidak menyisakan apa-apa untuk anak kita. Biarkan alam ini lestari sampai ke anak cucu,” katanya.

Penulis: Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/segara-biarkan-alam-ini-lestari-sampai-ke-anak-cucu/feed/ 0