perempuan indonesia - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/perempuan-indonesia/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 10 Mar 2022 03:45:36 +0000 id hourly 1 Peneliti Perempuan Membangun Peradaban dengan Ilmu Pengetahuan https://www.greeners.co/aksi/peneliti-perempuan-membangun-peradaban-dengan-ilmu-pengetahuan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peneliti-perempuan-membangun-peradaban-dengan-ilmu-pengetahuan https://www.greeners.co/aksi/peneliti-perempuan-membangun-peradaban-dengan-ilmu-pengetahuan/#respond Thu, 10 Mar 2022 03:45:36 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=35532 Jakarta (Greeners) – Hari perempuan internasional menjadi peringatan untuk menyoroti hak-hak perempuan. Dalam perkembangan dunia saat ini peneliti perempuan juga punya kontribusi besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan gender. Plt […]]]>

Jakarta (Greeners) – Hari perempuan internasional menjadi peringatan untuk menyoroti hak-hak perempuan. Dalam perkembangan dunia saat ini peneliti perempuan juga punya kontribusi besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan gender.

Plt Sekretaris Utama, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, Hari Perempuan Internasional bertujuan untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya dan politik perempuan. International Women’s Day yang diperingati setiap 8 Maret.

“Hari Perempuan Internasional kini telah menjadi monumen dalam merayakan seberapa jauh perempuan mempunyai peranan besar dalam masyarakat. Bahkan peran yang lebih esensial untuk kemajuan global, salah satunya dalam bidang sains dan teknologi,” kata Nur baru-baru ini.

Menurutnya, Ilmu pengetahuan dan gender saat ini penting dalam membangun peradaban. Ilmu pengetahuan menjadi fondasi inovasi kemajuan suatu bangsa. Sementara perempuan menyokong ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas, keduanya saling berikatan.

Partisipasi Perempuan Dalam Ilmu Pengetahuan Masih Minim

UNESCO merilis data bahwa partisipasi perempuan dalam bidang ilmu pengetahuan masih minim. Kurang dari total 30 % periset di seluruh dunia. “Oleh karena itu, melalui peringatan hari perempuan maupun kesempatan riset lainnya, PBB menaruh harapan sekaligus pesan bagi dunia bahwa perempuan perlu meningkatkan perannya dalam kemajuan sains dan inovasi,” lanjutnya

Peneliti Bidang Teknologi Lingkungan Dr. rer.nat. Ir. Neni Sintawardani menyebut, para peneliti perempuan di Indonesia berjumlah sangat terbatas. Keadaan semakin memburuk bila para peneliti perempuan Indonesia terperangkap dalam sikap yang kurang mau terbuka.

“Kita harus memperbaiki konsep kita mengenai dunia penelitian. Kita harus bisa sharing ide, knowledge tanpa ketakutan idenya akan diambil oleh orang lain,” katanya dalam webinar Talk to Science (TTS) International Women’s Day, baru-baru ini.

Lebih jauh ia menyebut, budaya peneliti tersebut sudah seharusnya berubah. Sikap keterbukaan sudah seharusnya terbangun secara kolektif sehingga sesama peneliti perempuan tak saling menjatuhkan. Terlebih, sambung dia pada bidang engineering yang ia geluti.

Peneliti Perempuan Harus Ikut Memperbaiki Iklim Riset

Neni khawatir, sikap tertutup dari peneliti perempuan di Indonesia justru menghadirkan persaingan yang tak sehat sehingga tak memperbaiki iklim riset di Indonesia. Keterbatasan sumber daya, infrastruktur menjadi masalah keseharian periset di Indonesia. Hanya dengan sikap saling berbagi dan terbukalah semua masalah bisa terasa ringan.

Ia menggarisbawahi upaya peningkatan produktivitas perempuan sebagai peneliti tak lantas menjadikannya harus bersaing dengan laki-laki. Akan tetapi, hal yang paling penting yakni memastikan kontribusi apa yang bisa peneliti lakukan sebagai perempuan untuk lingkungan sekitar.

“Apa yang bisa kita buat untuk meringankan, untuk lingkungan dan bangsa kita. Itu yang kita kembangkan bersama,” imbuhnya.

Dr. rer.nat. Ir. Neni Sintawardani pernah memenangkan penghargaan The Underwriters Laboratories-ASEAN-U.S. Science Prize for Women 2021. Penghargaan ini ia peroleh karena penelitiannya dalam peningkatan sistem sanitasi masyarakat untuk mendukung ketersediaan air bersih, menggunakan biogas dari air limbah olahan.

Dalam kesempatan itu, hadir pula peneliti bidang teknologi proses elektrokimia, Prof. Dr. Eng Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng. Ia merupakan alumnus S1-S3 dari Waseda University di Jepang. Eniya pernah berhasil meraih penghargaan UNESCO-L’oreal dan menerima Habibie Award termuda sepanjang sejarah.

Penghargaan Habibie Award ini ia dapat karena keberhasilannya menemukan katalis baru untuk sel bahan bakar. Eniya pun mendorong peran peneliti perempuan dan perempuan pada umumnya untuk menciptakan bangsa yang berjaya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/peneliti-perempuan-membangun-peradaban-dengan-ilmu-pengetahuan/feed/ 0
21 Srikandi Siap Bersepeda 700 Km Bawa Pesan Lingkungan https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/#respond Sun, 10 May 2015 11:30:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8940 Jakarta (Greeners) – Srikandi Inspirasi Bagi Negeri kembali mengadakan kegiatan touring bersepeda untuk ke lima kalinya dan tahun ini akan melalui rute Bima (NTB) hingga Denpasar, Bali. Seperti sebelumnya, touring […]]]>

Jakarta (Greeners) – Srikandi Inspirasi Bagi Negeri kembali mengadakan kegiatan touring bersepeda untuk ke lima kalinya dan tahun ini akan melalui rute Bima (NTB) hingga Denpasar, Bali. Seperti sebelumnya, touring bersepeda tahunan yang digagas oleh komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia ini kembali membawa 21 pesepeda perempuan tangguh yang terpilih melalui proses seleksi yang cukup ketat.

Ketua Pelaksana Srikandi, Tense Manalu kepada Greeners mengungkapkan, kegiatan yang delapan puluh persen dilaksanakan oleh para perempuan ini akan mulai start pada tanggal lima Juni 2015, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Oleh karena itu, beberapa pesan yang akan disampaikan dalam kampanye kali ini juga akan banyak membawa pesan-pesan lingkungan.

“Misalnya nanti itu, bersama Yayasan BALIFOKUS, kita akan ada bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis di Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat karena banyak dari warga sana yang terpapar limbah merkuri akibat pertambangan emas masyarakat,” jelasnya di Jakarta, Minggu (10/05).

Selain itu, lanjutnya lagi, Srikandi tahun ini juga tetap akan menggalakkan ketertarikan masyarakat agar menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus meneladani jasa kepahlawanan perempuan Indonesia.

Kegiatan touring bersepeda yang dilakukan oleh para perempuan tangguh ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPAA). Heru Kasidi, Deputi Pengarusutamaan Gender (PUG) Bidang Sospolkum KPPA, saat dihubungi melalui telepon mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh para perempuan ini menunjukkan kalau perempuan juga bisa melakukan sesuatu yang berat seperti laki-laki.

“Ini kampanye yang menarik ya. Selain memang karena kami sudah mendukung selama empat tahun belakangan, ini juga satu bentuk kegiatan yang seperti memperlihatkan pada kita semua kalau perempuan juga bisa,” tukasnya.

Sebagai informasi, touring bersepeda Srikandi kali ini memiliki jarak tempuh sekitar 700 Kilometer dari Bima, NTB hingga Denpasar, Bali. Setelah melalui proses seleksi yang diadakan di 15 Kota di Indonesia dan 108 peserta terdaftar, panitia seleksi pun akhirnya menetapkan, 21 Srikandi terpilih dengan latar profesi mulai dari Ibu Rumah Tangga, Karyawan, dan Profesional muda dengan rata-rata usia dari 20 hingga 50 tahun.

Salah satu peserta terpilih dari Jawa Barat Nisa Fadilatul Rohmah yang akrab dipanggil Caca mengaku sangat senang dan bersyukur bisa terpilih dan lulus dalam seleksi Srikandi tahun ini. Caca berhasil menyisihkan 11 pendaftar lain dari Jawa Barat yang mendaftar tahun ini. “Alhamdulillah seneng, sekarang tinggal persiapan kondisi fisik agar fit sampai hari pelaksanaan nanti” terangnya ketika dihubungi Greeners via telepon.

Ke 21 Srikandi terpilih tersebut berasal dari Aceh satu orang, Batam satu orang, Bangka Belitung satu orang, Lampung satu orang, Jawa Barat dua orang, Jawa Tengah satu orang, Jabodetabek tiga orang, Nusa Tenggara Barat lima orang, Bali dua orang, Sulawesi Barat satu orang dan Sulawesi Selatan satu orang.

Berikut adalah daftar nama nama perempuan tangguh yang terpilih menjadi peserta Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015 :

Sumber : Panitia Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015

Sumber : Panitia Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/feed/ 0