perempuan tangguh - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/perempuan-tangguh/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 10 May 2015 11:30:28 +0000 id hourly 1 21 Srikandi Siap Bersepeda 700 Km Bawa Pesan Lingkungan https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/#respond Sun, 10 May 2015 11:30:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8940 Jakarta (Greeners) – Srikandi Inspirasi Bagi Negeri kembali mengadakan kegiatan touring bersepeda untuk ke lima kalinya dan tahun ini akan melalui rute Bima (NTB) hingga Denpasar, Bali. Seperti sebelumnya, touring […]]]>

Jakarta (Greeners) – Srikandi Inspirasi Bagi Negeri kembali mengadakan kegiatan touring bersepeda untuk ke lima kalinya dan tahun ini akan melalui rute Bima (NTB) hingga Denpasar, Bali. Seperti sebelumnya, touring bersepeda tahunan yang digagas oleh komunitas Bike to Work (B2W) Indonesia ini kembali membawa 21 pesepeda perempuan tangguh yang terpilih melalui proses seleksi yang cukup ketat.

Ketua Pelaksana Srikandi, Tense Manalu kepada Greeners mengungkapkan, kegiatan yang delapan puluh persen dilaksanakan oleh para perempuan ini akan mulai start pada tanggal lima Juni 2015, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. Oleh karena itu, beberapa pesan yang akan disampaikan dalam kampanye kali ini juga akan banyak membawa pesan-pesan lingkungan.

“Misalnya nanti itu, bersama Yayasan BALIFOKUS, kita akan ada bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis di Kecamatan Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat karena banyak dari warga sana yang terpapar limbah merkuri akibat pertambangan emas masyarakat,” jelasnya di Jakarta, Minggu (10/05).

Selain itu, lanjutnya lagi, Srikandi tahun ini juga tetap akan menggalakkan ketertarikan masyarakat agar menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus meneladani jasa kepahlawanan perempuan Indonesia.

Kegiatan touring bersepeda yang dilakukan oleh para perempuan tangguh ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPAA). Heru Kasidi, Deputi Pengarusutamaan Gender (PUG) Bidang Sospolkum KPPA, saat dihubungi melalui telepon mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh para perempuan ini menunjukkan kalau perempuan juga bisa melakukan sesuatu yang berat seperti laki-laki.

“Ini kampanye yang menarik ya. Selain memang karena kami sudah mendukung selama empat tahun belakangan, ini juga satu bentuk kegiatan yang seperti memperlihatkan pada kita semua kalau perempuan juga bisa,” tukasnya.

Sebagai informasi, touring bersepeda Srikandi kali ini memiliki jarak tempuh sekitar 700 Kilometer dari Bima, NTB hingga Denpasar, Bali. Setelah melalui proses seleksi yang diadakan di 15 Kota di Indonesia dan 108 peserta terdaftar, panitia seleksi pun akhirnya menetapkan, 21 Srikandi terpilih dengan latar profesi mulai dari Ibu Rumah Tangga, Karyawan, dan Profesional muda dengan rata-rata usia dari 20 hingga 50 tahun.

Salah satu peserta terpilih dari Jawa Barat Nisa Fadilatul Rohmah yang akrab dipanggil Caca mengaku sangat senang dan bersyukur bisa terpilih dan lulus dalam seleksi Srikandi tahun ini. Caca berhasil menyisihkan 11 pendaftar lain dari Jawa Barat yang mendaftar tahun ini. “Alhamdulillah seneng, sekarang tinggal persiapan kondisi fisik agar fit sampai hari pelaksanaan nanti” terangnya ketika dihubungi Greeners via telepon.

Ke 21 Srikandi terpilih tersebut berasal dari Aceh satu orang, Batam satu orang, Bangka Belitung satu orang, Lampung satu orang, Jawa Barat dua orang, Jawa Tengah satu orang, Jabodetabek tiga orang, Nusa Tenggara Barat lima orang, Bali dua orang, Sulawesi Barat satu orang dan Sulawesi Selatan satu orang.

Berikut adalah daftar nama nama perempuan tangguh yang terpilih menjadi peserta Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015 :

Sumber : Panitia Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015

Sumber : Panitia Srikandi Inspirasi Bagi Negeri 2015

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/21-srikandi-siap-bersepeda-700-km-bawa-pesan-lingkungan/feed/ 0
Perempuan-perempuan Tangguh Ditengah Konflik Lingkungan https://www.greeners.co/berita/perempuan-perempuan-tangguh-ditengah-konflik-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perempuan-perempuan-tangguh-ditengah-konflik-lingkungan https://www.greeners.co/berita/perempuan-perempuan-tangguh-ditengah-konflik-lingkungan/#respond Sat, 23 Aug 2014 11:51:34 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5526 Jakarta (Greeners) – Emansipasi wanita ternyata memang bukan hanya monopoli masyarakat di kota-kota besar saja. Di daerah-daerah adat atau bahkan yang terpencil sekalipun, para wanita mampu memperlihatkan keberanian dan kegigihannya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Emansipasi wanita ternyata memang bukan hanya monopoli masyarakat di kota-kota besar saja. Di daerah-daerah adat atau bahkan yang terpencil sekalipun, para wanita mampu memperlihatkan keberanian dan kegigihannya dalam membela hak-hak asasi maupun tanah kelahiran mereka.

Seperti yang diutarakan oleh Suryati Simanjuntak, Sekretaris Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) saat berbincang dengan Greeners di acara peluncuran film pendek Silent Heroes yang digagas oleh Greenpeace di Kineforum, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (22/08).

(Kiri-kanan) Suryati Simanjuntak dan Maria bersama-sama memperjuangkan hak masyarakat dan tanah adat. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

(Kiri-kanan) Suryati Simanjuntak dan Maria bersama-sama memperjuangkan hak masyarakat dan tanah adat di Sumatera Utara. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Suryati bercerita, bahwa dalam beberapa advokasi tentang sengketa lahan adat di Sumatera Utara yang pernah dia lakukan, hampir sebagian besar para kaum Ibu yang berani melawan dan bertahan menghadapi perusahaan-perusahaan besar yang ingin merampas tanah adat mereka.

“Iya, itu anehnya. Semuanya perempuan yang berani melawan, para laki-lakinya itu mudah sekali dirayu dengan tuak (minuman keras khas Sumatera) dan uang,” terang Suryati.

Bahkan, lanjut Suryati, jika sedang ingin mengadakan rapat adat untuk membahas permasalahan yang terjadi seperti penangkapan warga oleh polisi atau apapun itu, Suryati mengaku bahwa rapat tidak akan pernah mulai jika kaum Ibu masih belum ada yang datang.

“Mereka bilang harus menunggu perempuannya baru rapat akan mulai karena nanti yang aksi kan perempuan-perempuannya,” tambah Suryati sembari tertawa.

Senada dengan Suryati, Maria dari Kelompok Pecinta Alam Tunas Hijau juga bercerita hal yang sama. Saat ini dirinya sedang mengadvokasi masyarakat adat di pulau Bangka yang terancam akan rusak kekayaan alam lautnya serta hilangya mata pencaharian sebagai nelayan akibat aktivitas penambangan yang dilakukan oleh PT Mikgro Metal Perdana (MMP).

“Disana, perempuan-perempuan sampai demo bertelanjang agar aspirasi mereka mau didengar, sedangkan laki-lakinya hanya segelintir yang berani melawan,” tutupnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/perempuan-perempuan-tangguh-ditengah-konflik-lingkungan/feed/ 0