Power - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/power/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 25 Feb 2019 18:20:13 +0000 id hourly 1 NGO Against World Bank’s Credit Plan for Indonesia 16 Coal Powers https://www.greeners.co/english/ngo-world-banks-credit-plan-indonesia-16-coal-powers/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ngo-world-banks-credit-plan-indonesia-16-coal-powers https://www.greeners.co/english/ngo-world-banks-credit-plan-indonesia-16-coal-powers/#respond Fri, 27 Sep 2013 02:05:57 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_international&p=3969 Jakarta (Greeners) –World Bank’s plan to give out money for 16 coal power development project in Indonesia gained resistance from NGO, as they pointing out how the plant will end […]]]>

Jakarta (Greeners) –World Bank’s plan to give out money for 16 coal power development project in Indonesia gained resistance from NGO, as they pointing out how the plant will end up destroying coastal areas, contributing more on climate change and lowering down farm and fishing potential for locals.

“World Bank should keep the commitment they made before, which is to stop funding coal plants, and for so they should pull out the credit plan to boost up coal power in Indonesia,” said Arif Fiyanto of Greenpeace Asia Tenggara.

World Bank published so called “Energy Sector Direction Paper” in July 2013, which shown their commitment to give credits for coal project only for countries whom have no other alternative energy than coal.

Thus, World Bank is still backing up credits for coal power plant development in Indonesia, as part of the country development fund. Oil Change Internasional report shows World Bank has been pouring out money to build giant 16 gigawatt coal power plants in Indonesia even though the country has other alternative energy potentials.

The report said World Bank agreed to give USD 33.9 million as credit fund to build the first coal plant of the project in Batang, Central Java. It will have 2000 megawatt capacity in grid.

“World Bank has not only act as financial advisor for the project, but also secured the money needed for the project. World Bank is actively securing the idea to make coal plant in Batang as the biggest coal plant in South Asia,” said Heike Mainhardt dari Oil Change International.

The giant coal plant project gained bad reactions from the locals, including law suit and mass protest, that ended up with anarchy conflict between locals against project security and Indonesia military.

“There is still time for World Bank to start doing what is right. They should press Indonesia Government to cancel the project,” said Arif of Greenpeace.

The money scheduled to be cash out at 6 October 2013, to finalize and start the plant development.* (G04)

]]>
https://www.greeners.co/english/ngo-world-banks-credit-plan-indonesia-16-coal-powers/feed/ 0
Seekor Elang Jawa Kembali Mengangkasa di Lereng Selatan Gunung Slamet https://www.greeners.co/berita/seekor-elang-jawa-kembali-mengangkasa-di-lereng-selatan-gunung-slamet/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=seekor-elang-jawa-kembali-mengangkasa-di-lereng-selatan-gunung-slamet https://www.greeners.co/berita/seekor-elang-jawa-kembali-mengangkasa-di-lereng-selatan-gunung-slamet/#respond Thu, 15 Nov 2012 04:47:54 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3179 Purwokerto (Greenermagz) – Seekor Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi) yang merupakan spesies satwa langka, terancam punah dan dilindungi ini, dilepasliarkan kembali ke alam di Desa Melung, di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng […]]]>

Purwokerto (Greenermagz) – Seekor Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi) yang merupakan spesies satwa langka, terancam punah dan dilindungi ini, dilepasliarkan kembali ke alam di Desa Melung, di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Banyumas atau di kawasan Gunung Slamet bagian selatan.

Pelepasliaran Elang Jawa yang dilakukan oleh Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein, merupakan kegiatan yang dilakukan bersama Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah dengan Biodiversity Society, Suaka Elang, Raptor Indonesia (Rain) , PT Indonesia Power dan masyarakat Desa Melung.

Elang Jawa atau yang identik dengan burung Garuda itu merupakan hasil sitaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat yang sempat dititipkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Gadog, Bogor. Gunawan dari Suaka Elang mengatakan Elang Jawa itu kemudian direhabilitasi di Suaka Elang sebelum dilepasliarkan di Desa Melung pada Rabu (14/11) kemarin.

Sedangkan Zaini Rahman, Ketua Raptor Indonesia menjelaskan Desa Melung dipilih untuk pelepasliaran “Dokjali” karena memiliki kelayakan ekologis sebagai habitat Elang Jawa karena memiliki potensi habitat untuk Elang Jawa, dengan indikator ditemukannya satwa mangsa yang melimpah di kawasan tersebut.

“Kawasan Gunung Slamet merupakan benteng habitat terbagus untuk Elang Jawa di kawasan Jawa bagian tengah,” kata Zaini.
Sementara Hariyawan Agung Wahyudi, Pendiri komunitas Biodiversity Society menjelaskan berdasarkan hasil pengamatan mereka, Desa Melung merupakan jalur perlintasan migrasi burung pemangsa (raptor) dari Asia Timur menuju Indonesia melalui Sumatera, Jawa sampai ke Nusa Tenggara.

Elang Jawa yang diadopsi oleh PT Indonesia Power dan diberi nama “Dokjali” oleh Wakil Bupati Banyumas yang melepasliarkannya itu. Dokjali sendiri merupakan istilah yang digunakan masyarakat Banyumas untuk menyebut Elang Jawa. Dokjali ini mengalami masa adaptasi selama beberapa hari di Desa Melung. Dokjali tersebut ditempatkan di kandang habituasi dengan dinding jaring yang bakal diturunkan ketika pelepasliaran.

Sesaat sebelum dilepasliarkan kembali ke alam liarnya, Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pihaknya sangat mendukung upaya pelestarian Elang Jawa. “Dengan melestarikan Elang Jawa, sama artinya dengan melestarikan Burung Garuda yang berarti melestarikan lambing negara,” katanya.

Sedangkan Timur Sumardiyanto, Koordinator Biodiversity Society mengatakan harapan pelepasliaran “Dokjali” adalah sebagai pernyataan politis dan edukasi konservasi yang kuat untuk nasib satwa dan mempromosikan nilai-nilai konservasi lokal. meningkatkan konservasi jangka panjang spesies atau populasi lokal Elang Jawa di kawasan tersebut, dan mengembalikan peran dan fungsi ekologi dan biologi satwa yang dilepasliarkan. (G02)

]]>
https://www.greeners.co/berita/seekor-elang-jawa-kembali-mengangkasa-di-lereng-selatan-gunung-slamet/feed/ 0