Pradono Handojo - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pradono-handojo/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 16 Mar 2015 07:28:58 +0000 id hourly 1 Kesadaran Masyarakat Tentang Kesehatan Ginjal Masih Kurang https://www.greeners.co/aksi/kesadaran-masyarakat-tentang-kesehatan-ginjal-masih-kurang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kesadaran-masyarakat-tentang-kesehatan-ginjal-masih-kurang https://www.greeners.co/aksi/kesadaran-masyarakat-tentang-kesehatan-ginjal-masih-kurang/#respond Fri, 13 Mar 2015 05:11:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8132 Jakarta (Greeners) – Penyakit gagal ginjal termasuk salah satu penyakit yang progresif dan menimbulkan dampak sosial ekonomi yang besar baik bagi penderitanya maupun bagi masyarakat dan negara. Untuk di Indonesia […]]]>

Jakarta (Greeners) – Penyakit gagal ginjal termasuk salah satu penyakit yang progresif dan menimbulkan dampak sosial ekonomi yang besar baik bagi penderitanya maupun bagi masyarakat dan negara. Untuk di Indonesia sendiri, prevalensi (jumlah kejadian) penyakit ginjal kronik terus meningkat setiap tahunnya.

Hasil studi epidemiologi Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 12,5 persen dari masyarakat diketahui mengalami penyakit ginjal kronik. Bahkan, berdasarkan data sampai dengan tahun 2012 ada sekitar 100.000 pasien yang menderita Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA).

Ketua Pernefri, dr. Dharmeizer mengatakan kalau Pernefri di bawah naungan International Society of Nephrology (ISN) selalu berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan ginjal dengan mengedukasi mengenai pengenalan faktor resiko dan upaya pencegahannya.

“Dampak penyakit ini sangat besar pengaruhnya bagi sosial ekonomi penderita maupun negara karena biaya mahal yang dikeluarkan,” terangnya pada peringatan hari ginjal sedunia yang mengangkat tema “Ginjal Sehat Untuk Semua” di Jakarta, Kamis (12/03).

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar menjelaskan bahwa sebenarnya ada delapan langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal.

Delapan langkah tersebut, lanjutnya, seperti menjaga badan agar tetap bugar dan aktif dengan berolah raga, menjaga kadar gula darah, menjaga tekanan darah agar tetap stabil, mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan agar tetap ideal, mengonsumsi air yang cukup dan tidak merokok.

“Yang paling penting dan sebenarnya berbahaya itu ya jangan mengonsumsi obat anti nyeri dalam jangka panjang dan selalu memeriksakan fungsi ginjalnya secara berkala,” tambahnya.

Selain itu, kata Parlindungan, peran air dalam tubuh juga sangat berpengaruh. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya dalam menjaga kesehatan ginjal, maka masyarakat juga diimbau untuk minum air putih yang cukup.

Menurut Parlindungan, pada orang yang sehat dan aktif meminum setidaknya dua liter air putih sehari, maka jumlah urin yang dikeluarkan akan bertambah sehingga akan mengencerkan zat-zat pembentuk batu yang juga akan mengakibatkan batu pada salurah kemih.

Sebagai informasi, dalam memperingati hati ginjal sedunia 2015, Health Marketing Director Danone Aqua, dr. Pradono Handojo menyatakan bahwa sebagai produsen air minum dalam kemasan terkemuka di Indonesia, Danone Aqua senantiasa akan ambil bagian dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga hidrasi tubuh bagi kesehatan termasuk dengan ginjal.

“Ini kali keenam Danone Aqua mendukung peringatan Hari Ginjal Sedunia dan diharapkan masyarakat akan sadar dan teredukasi tentang pentingnya minum air putih bagi kesehatan tubuh,” tandasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kesadaran-masyarakat-tentang-kesehatan-ginjal-masih-kurang/feed/ 0
Danone AQUA Tingkatkan Kesadaran Minum Air Putih https://www.greeners.co/aksi/danone-aqua-tingkatkan-kesadaran-minum-air-putih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=danone-aqua-tingkatkan-kesadaran-minum-air-putih Sat, 24 May 2014 03:59:30 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_event&p=4696 Jakarta (Greeners) – Pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, Danone AQUA, menguatkan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. Salah satunya dengan menggelar diskusi kesehatan bertajuk Memahami serta Mencegah Dehidrasi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, Danone AQUA, menguatkan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. Salah satunya dengan menggelar diskusi kesehatan bertajuk Memahami serta Mencegah Dehidrasi Ringan pada Jumat (23/5) kemarin, di The Only One Club (The O1 Club), FX Lifestyle X’nter, Jakarta.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh tiga orang pembicara, dr. Saptawati Bardosono, Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dr. Pradono Handojo, MHA, Health Marketing Director Danone AQUA, serta aktor sekaligus model Mischa Chandrawinata itu antara lain disosialisasikan dampak dehidrasi ringan bagi kesehatan seseorang. Gangguan-gangguan kecil seperti mudah lelah, mudah cemas, mood turun, daya konsentrasi dan kewaspaadan visual berkurang, hingga sakit kepala adalah dampak yang akan dialami seseorang ketika kehilangan 1 – 5% cairan dalam tubuh atau dehidrasi ringan.

“Sebagai komponen utama dalam tubuh seseorang, air yang cukup dibutuhkan agar organ-organ dalam tubuh kita dapat berfungsi dengan baik. Air putih adalah sumber air paling baik dan menyehatkan,” ujar dr. Saptawati.

Setiap saat tubuh mengalami kehilangan cairan secara alami melalui bernafas, berkeringat, buang air kecil dan besar. Rasa haus dapat dijadikan penanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Jika rasa haus itu dibiarkan hingga tidak terasa lagi, malah akan berdampak buruk.

“Hilangnya dahaga justru merupakan indikasi bahwa tingkat dehidrasi yang dialami seseorang sudah lebih tinggi. Jadi, saat merasa haus sebaiknya segera minum secukupnya. Karena kalau dibiarkan terus-menerus dapat berpotensi menyebabkan penyakit serius seperti konstipasi (susah buang air besar), infeksi saluran kemih, dan infeksi batu ginjal,” jelasnya.

Agar tubuh terhidrasi dengan baik, ia menyarankan minum air yang tidak diberi zat tambahan apapun atau air putih biasa minimal dua liter per hari. Dan, kondisi air yang layak konsumsi harus memenuhi kriteria tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak mengandung zat-zat berbahaya.

Dalam acara tersebut dibahas pula hasil penelitian Danone AQUA bersama tiga universitas ternama, yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin dan Universitas Airlangga. Dari penelitian The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) tahun 2010 tersebut terungkap, bahwa 46,1% subyek yang diteliti mengalami dehidrasi ringan. Berdasarkan pemeriksaan berat jenis urin terhadap 1.200 sampel di Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makassar dan Malino tampak bahwa kondisi dehidrasi ringan didominasi remaja (49,5%). Penyebab terjadinya dehidrasi ringan tersebut antara lain kurangnya pengetahuan dan kesulitan akses secara fisik dan ekonomi dalam memperoleh air minum.

“Menurut penelitian yang kami lakukan pada 2010, satu dari 2 orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Kita dapat memonitor apakah sudah terdehidrasi dengan cukup di antaranya melalui pemeriksaan grafik warna urin sendiri (PURI). Bila warnanya makin bening berarti terhidrasi dengan baik. Dan sebaliknya, jika semakin pekat artinya mengalami kekurangan cairan. Tapi, harus dicermati juga apakah sebelumnya kita mengonsumsi minuman atau makanan yang berpengaruh pada warna urin,” ucap dr. Pradono Handojo.

 

Dyah Wisnuwardani

]]>