premium - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/premium/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 25 Jul 2015 09:11:03 +0000 id hourly 1 Pertalite Resmi Diluncurkan https://www.greeners.co/berita/pertalite-resmi-diluncurkan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pertalite-resmi-diluncurkan https://www.greeners.co/berita/pertalite-resmi-diluncurkan/#respond Sat, 25 Jul 2015 08:58:11 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10466 Jakarta (Greeners) – PT Pertamina (Persero) akhirnya meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru dengan Research Octane Number (RON) 90 bernama Pertalite. Melalui pesan singkatnya kepada Greeners, Vice President Coorporate […]]]>

Jakarta (Greeners) – PT Pertamina (Persero) akhirnya meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru dengan Research Octane Number (RON) 90 bernama Pertalite. Melalui pesan singkatnya kepada Greeners, Vice President Coorporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan bahwa Pertalite akan mulai melakukan uji pasar secara serentak di Jakarta, Bandung, dan Surabaya pada hari Jumat (24/07).

“Untuk harganya kita mematok Rp 8.700 per liter, lebih mahal Rp 1.000 dari harga Premium RON 88 dan lebih murah Rp 900 dari harga Pertamax RON 92,” jelasnya, Jakarta, Jumat (24/07).

Selain itu, Wianda mengatakan, Pertamina akan memasok Pertalite ke 103 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di tiga kota besar tersebut yang telah ditunjuk oleh Pertamina dengan alokasi per SPBU sebanyak 8 ton. Hal tersebut, lanjut Wianda, telah melalui pertimbangan penjatahan konsumsi untuk kendaraan roda dua sebanyak 3 liter per motor dan kendaraan roda empat sekitar 10 liter hingga 20 liter per mobil.

Vice President Coorporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Vice President Coorporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Di Jakarta, Pertalite sudah ada di 68 SPBU. Sementara untuk di Bandung disediakan di dua SPBU dan di Surabaya sebanyak 33 SPBU. “Pertalite juga ada di 13 SPBU di sepanjang jalan tol di Jawa Barat,” tambahnya.

Lebih jauh, Wianda menjelaskan bahwa peluncuran Pertalite sendiri tidak akan berpengaruh signifikan terhadap impor BBM. Hal ini dikarenakan dalam beberapa minggu ke depan volume distribusi Pertalite masih sangat terbatas. Jadi, distribusi bahan bakar RON 90 ini tidak akan mengganggu pasokan jenis BBM pendahulunya, yaitu Premium dan Pertamax.

Terkait harga yang dipatok oleh Pertamina, Wianda menjamin bahwa harga Pertalite nantinya akan mengikuti Harga Indeks Pasar (HIP). Hal ini terjadi lantaran BBM jenis baru ini bukanlah BBM bersubsidi.

“Penetapan harga Pertalite akan serupa dengan Bahan Bakar Minyak Khusus (BBK) lainnya seperti Pertamax, Pertamax Plus, dan lainnya. Artinya, bila ada perubahan harga dari HIP maka akan ada perubahan terhadap harga Pertalite dan BBK tersebut,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pertalite-resmi-diluncurkan/feed/ 0
DPR RI Dukung Penuh Peluncuran Pertalite https://www.greeners.co/berita/dpr-ri-dukung-penuh-peluncuran-pertalite/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dpr-ri-dukung-penuh-peluncuran-pertalite https://www.greeners.co/berita/dpr-ri-dukung-penuh-peluncuran-pertalite/#respond Wed, 06 May 2015 07:34:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8878 Jakarta (Greeners) – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengaku akan mendukung penuh rencana PT Pertamina (Persero) yang akan meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru bernama Pertalite. Bahan bakar baru […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengaku akan mendukung penuh rencana PT Pertamina (Persero) yang akan meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru bernama Pertalite. Bahan bakar baru ini rencananya akan diluncurkan pada bulan Mei 2015.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi, mengatakan, peluncuran pertalite yang belum memiliki kejelasan waktu bukan karena terganjal oleh restu dari DPR RI sebab pihaknya justru sangat mendukung produk tersebut.

Menurut rencana, jelas Kurtubi, Pertamina menargetkan akan meluncurkan Pertalite pada Mei 2015. Namun, sampai saat ini peluncuran produk baru itu masih terganjal izin dari Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Nantinya, jika restu pemerintah sudah keluar, maka DPR RI akan mendorong Pertamina untuk meluncurkan Pertalite.

“Kita tunggu izin dari pemerintah dulu ya. Kalau sudah ada (izin), kita dorong Pertamina untuk meluncurkan produk baru tersebut,” tegasnya, Jakarta, Rabu (06/05).

Selain itu, ia juga menerangkan kalau Pertalite saat ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai pilihan BBM dengan kualitas yang lebih baik dari Premium dan harga yang lebih murah dari Pertamax. Apalagi, lanjutnya, saat ini banyak kendaraan baru yang membutuhkan BBM dengan kadar oktan yang sesuai dengan Pertalite, yaitu 90.

Dihubungi ditempat lain, Vice Presiden Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro menyatakan bahwa Pertamina akan tetap meluncurkan produk BBM baru Pertalite pada bulan Mei ini. Namun sebelum meluncurkannya, perusahaan akan membicarakannya terlebih dahulu dengan DPR RI.

Dia menyebutkan, untuk meluncurkan Pertalite, ada sejumlah tahapan yang harus dilalui. Seperti pengujian BBM baru ini terhadap mesin, termasuk uji performance. Tahapan uji ini dilakukan di Gaikindo serta asosiasi produsen sepeda motor.
Setelah uji tersebut tuntas, Pertamina masih harus mendapatkan izin dari Ditjen Migas Kementerian ESDM. “Nah, sekarang kita sedang urus izin di Ditjen Migas itu,” katanya.

Setelah perizinan selesai, tambahnya lagi, Pertamina masih harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar calon konsumen tahu produk seperti apa yang akan mereka pakai ini nantinya. Ia juga mengakui kalau peluncuran BBM Pertalite ini akan mengacu kepada pengalaman Pertamina saat pertama kali memasarkan Pertamax.

“Dulu itu saat Pertamax diluncurkan juga butuh waktu sekitar empat bulan untuk sosialisasi dan akhirnya bisa disimpulkan kalau Pertamax bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Sekarang Pertalite juga begitu, masih ada kajian yang harus kita lakukan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/dpr-ri-dukung-penuh-peluncuran-pertalite/feed/ 0
Pertamina Klaim Pertalite Ramah Lingkungan, LSM Menilai Sebaliknya https://www.greeners.co/berita/pertamina-klaim-pertalite-ramah-lingkungan-lsm-menilai-sebaliknya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pertamina-klaim-pertalite-ramah-lingkungan-lsm-menilai-sebaliknya https://www.greeners.co/berita/pertamina-klaim-pertalite-ramah-lingkungan-lsm-menilai-sebaliknya/#respond Tue, 05 May 2015 07:36:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8859 Jakarta (Greeners) – PT Pertamina Persero mengaku sudah siap untuk meluncurkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru dengan nama Pertalite pada awal bulan Mei 2015 ini. Vice Presiden Corporate […]]]>

Jakarta (Greeners) – PT Pertamina Persero mengaku sudah siap untuk meluncurkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru dengan nama Pertalite pada awal bulan Mei 2015 ini. Vice Presiden Corporate Communication dari Pertamina, Wianda Pusponegoro menyebutkan bahwa produk baru ini memiliki kualitas kadar oktan antara 90 sampai 91, yang artinya lebih tinggi dari Premium yang beroktan 88 dan lebih rendah dari Pertamax yang beroktan 92.

Wianda mengaku kalau keunggulan produk BBM baru tersebut antara lain lebih bersih ketimbang Premium. Ini karena BBM tersebut memilik Research Octant Number (RON) di atas 88 yang terkandung dalam Premium.

“Lalu juga keunggulan lainnya itu Pertalite dibanderol dengan harga yang lebih murah ketimbang Pertamax dengan kadar RON 92,” jelasnya, Jakarta, Senin (04/05).

Namun di lain pihak, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin menilai BBM jenis baru tersebut masih belum masuk hitungan yang ramah lingkungan.

Menurut Ahmad, dalam UU No. 32 Tahun 2009 tertuang aturan tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang menetapkan kalau Vehicle Emission Standard itu ada pada Euro 2 atau RON 91.

Bahkan, kepada Greeners, pria yang akrab dipanggil Puput tersebut mengungkapkan bahwa RON 90 yang dibawa Pertalite tidak ada di pasar dunia. Oleh karena itu, ia pun menganggap bahwa rencana Pertamina dalam memproduksi Pertalite hanya alasan untuk mencari keuntungan semata tanpa melihat kualitas mesin kendaraan.

“Di pasar minyak, RON 90 itu tidak ada, kenapa masih bilangnya Pertalite itu RON 90?” tukasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pertamina-klaim-pertalite-ramah-lingkungan-lsm-menilai-sebaliknya/feed/ 0
BBM Bersubsidi Dibatasi, Masyarakat Diminta Membiasakan Diri https://www.greeners.co/berita/bbm-bersubsidi-dibatasi-masyarakat-diminta-membiasakan-diri/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bbm-bersubsidi-dibatasi-masyarakat-diminta-membiasakan-diri https://www.greeners.co/berita/bbm-bersubsidi-dibatasi-masyarakat-diminta-membiasakan-diri/#respond Mon, 25 Aug 2014 07:14:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5544 Jakarta (Greeners) – Fenomena antrian panjang dan begitu cepat habisnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setiap sore hari pada beberapa minggu […]]]>

Jakarta (Greeners) – Fenomena antrian panjang dan begitu cepat habisnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setiap sore hari pada beberapa minggu belakangan ternyata bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir mengakui bahwa fenomena habisnya BBM bersubsidi pada sore hari merupakan bentuk konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi yang disesuaikan dengan jumlah kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014.

“Saat ini stok BBM yang ada di Pertamina sudah berada pada level di atas 18 hari kebutuhan kuota nasional, karena itu pembatasan penyaluran BBM bersubsidi kami lakukan,” jelas Ali, Jakarta, Senin (25/08).

Ali meminta kepada masyarakat pengguna kendaraan pribadi untuk bisa mengerti dan mulai sadar untuk membiasakan diri menggunakan BBM non subsidi.

“Kami minta pada pengguna kendaraan pribadi untuk mulai membiasakan diri dengan keadaan ini,” katanya.

Sesuai dengan amanat Undang Undang No.12 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), PT Pertamina (Persero) mulai bersiap untuk mengatur kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dikurangi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter untuk memastikan agar kuota Solar dan Premium bisa mencukupi hingga akhir tahun 2014.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/bbm-bersubsidi-dibatasi-masyarakat-diminta-membiasakan-diri/feed/ 0
Pertamina Mulai Atur Penyaluran Kuota BBM Bersubsidi https://www.greeners.co/berita/pertamina-mulai-atur-penyaluran-kuota-bbm-bersubsidi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pertamina-mulai-atur-penyaluran-kuota-bbm-bersubsidi https://www.greeners.co/berita/pertamina-mulai-atur-penyaluran-kuota-bbm-bersubsidi/#respond Mon, 25 Aug 2014 06:41:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5542 Jakarta (Greeners) – PT Pertamina (Persero) akan segera mengatur kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk memastikan agar kuota Solar dan Premium tetap mencukupi hingga akhir tahun 2014 mendatang. Vice […]]]>

Jakarta (Greeners) – PT Pertamina (Persero) akan segera mengatur kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk memastikan agar kuota Solar dan Premium tetap mencukupi hingga akhir tahun 2014 mendatang.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir menjelaskan bahwa pengaturan kuota BBM bersubsidi tersebut sesuai dengan amanat Undang Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan Belanja (APBN) 2014 dan berdasarkan APBN-Perubahan (APBN-P) 2014 yang mengatakan bahwa kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter.

“Jadi, sesuai dengan amanat UU tersebut, maka Pertamina sudah harus mulai melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014,” ujar Ali melalui keterangan tertulis yang diterima Greeners, Jakarta, Senin (25/08).

Ali juga mengatakan bahwa dalam APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui dari kuota yang telah ditetapkan. Maka untuk mencukupi kuota BBM tersebut, Pertamina mempunyai dua cara alternatif yang akan dilakukan.

Pertama, dengan menyalurkan BBM bersubsidi secara normal, namun konsekuensinya kuota BBM bersubsidi akan habis sebelum akhir tahun, yaitu pertengahan November untuk Solar, dan pertengahan Desember untuk Premium, lalu selanjutnya masyarakat harus membeli BBM non subsidi hingga akhir tahun.

“Cara alternatif yang kedua, adalah dengan mengatur volume penyaluran setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun,” tambahnya.

Untuk permulaan di lapangan, lanjut Ali, sebenarnya Pertamina sudah mulai melakukan pengaturan BBM bersubsidi secara prorata sesuai alokasi volume BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya terhitung sejak tanggal 18 Agustus 2014 lalu.

“Sebenarnya sudah kami coba sejak tanggal 18 lalu dan untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, kami juga sudah menyediakan BBM non subsidi untuk bisa dikonsumsi seperti Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Solar non subsidi,” pungkasnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/pertamina-mulai-atur-penyaluran-kuota-bbm-bersubsidi/feed/ 0