produk alami - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/produk-alami/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 07 Dec 2017 07:57:33 +0000 id hourly 1 Tas ‘Kertas’ Urban Kraft Ini Tidak Serapuh Kelihatannya https://www.greeners.co/gaya-hidup/tas-kertas-urban-kraft-tidak-serapuh-kelihatannya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tas-kertas-urban-kraft-tidak-serapuh-kelihatannya https://www.greeners.co/gaya-hidup/tas-kertas-urban-kraft-tidak-serapuh-kelihatannya/#respond Wed, 06 Dec 2017 13:55:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19484 Apabila dilihat sekilas, tas-tas yang dihadirkan oleh merek fesyen asal New York, Urban Kraft, terlihat seperti tas yang terbuat dari kertas. Namun, tas vegan ini tahan air dan kuat.]]>

Apabila dilihat sekilas, tas-tas yang dihadirkan oleh merek fesyen asal New York, Urban Kraft, terlihat seperti tas yang terbuat dari kertas. Meski terlihat seperti kertas cokelat yang dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi tas, rupanya tas tersebut tidak sepenuhnya terbuat dari kertas. Jangan salah, sebenarnya tas tersebut terbuat dari serat-serat tumbuhan, seperti serat bambu dan serat pohon gampi.

Urban Kraft mengklaim seluruh tas produksinya merupakan produk fesyen yang vegan. Label ini diciptakan dengan misi menghasilkan produk fesyen yang ramah lingkungan dan minim jejak karbon. Tidak hanya ramah lingkungan, merek ini juga menekankan tampilan tas yang unik, trendi, modern dan multifungsi.

urban kraft

Foto: consciouslivingtv.com

Kolekasi tas Urban Kraft hadir dalam berbagai model, di antaranya adalah tas jinjing, ransel, tote bag, tas travel, hingga dompet. Tas-tas ini didesain tech-friendly sehingga kita bisa menyimpan berbagai gawai elektronik yang kita miliki di dalam tas tersebut. Jangan khawatir, penampakan tas ini memang rapuh seperti kertas, namun tas unik ini tahan air dan anti sobek. Meskipun tas ini memiliki konstruksi yang ringan, tas ini diklaim dapat menopang beban hingga seberat 65 pon atau sekitar 29,5 kilogram!

Bila dilihat dari segi desain, Urban Kraft nampaknya tidak ingin menghadirkan desain yang rumit pada seluruh koleksi tas mereka. Semua jenis tas, mulai dari tas travel, ransel, hingga dompet, seluruhnya memiliki desain yang sama: berwarna cokelat terang dan polos. Hanya terdapat sedikit aksen berupa cap peringatan ala kardus dan kerutan-kerutan ‘khas’nya, sehingga kesan bahwa tas tersebut terbuat dari kertas terlihat jelas.

Tas dari Urban Kraft dibanderol dengan harga berkisar 44 hingga 118 dolar. Meski demikian, harga tersebut sepadan dengan upaya yang telah dilakukan oleh Urban Kraft untuk menciptakan produk fesyen yang ramah lingkungan.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/tas-kertas-urban-kraft-tidak-serapuh-kelihatannya/feed/ 0
Nadia Mulya, Selektif Memilih Produk Kecantikan https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadia-mulya-selektif-memilih-produk-kecantikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nadia-mulya-selektif-memilih-produk-kecantikan https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadia-mulya-selektif-memilih-produk-kecantikan/#respond Mon, 21 Aug 2017 11:18:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=18295 Aktris, model, penulis, dan presenter Nadia Mulya sudah akrab dengan riasan wajah sejak usia belasan. Saat membeli produk make up, dirinya cukup selektif. Ia mengaku menentang produk kosmetik yang diuji coba pada hewan.]]>

(Greeners) – Menggunakan riasan wajah atau make up nampaknya sudah menjadi hal yang lazim dilakukan oleh para selebriti. Tak terkecuali dengan Nadia Mulya (37), seorang aktris, model, penulis, dan presenter ini. Bagi Nadia, menggunakan riasan wajah bukanlah hal yang baru. Ia mengaku bahwa dirinya telah akrab dengan riasan wajah sejak usia belasan.

“Saya menggunakan make up sejak usia saya masih 17 tahun, saat saya memulai karir menjadi model. Jadi, menggunakan riasan yang tebal bukanlah hal baru bagi saya. Percaya enggak sejak saya berusia 21 tahun, usia dimana saya mulai serius dalam dunia model, saya selalu menggunakan produk kecantikan yang sama,” ujar Nadia kepada Greeners saat ditemui di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat membeli produk make up, Nadia mengaku bahwa dirinya cukup selektif. Saat memilih produk kosmetik, wanita yang kini sedang aktif menulis buku tersebut memiliki beberapa pertimbangan. Kepada Greeners, Nadia mengatakan bahwa dirinya begitu menentang produk kosmetik yang diuji coba pada hewan.

“Salah satu hal yang menjadi pertimbangan ketika saya memilih produk kosmetik sebenarnya ada dua hal. Hal yang pertama adalah tidak diuji coba kepada hewan, lalu hal yang kedua adalah sebisa mungkin ada produk isi ulangnya,” ujar wanita yang juga merupakan Puteri Pariwisata tahun 2004 ini.

“Dengan adanya produk kecantikan yang dapat di-refill, kita dapat lebih hemat dan mengurangi jumlah produksi sampah kan?” tutur Nadia menambahkan.

Tak hanya sampai di situ, Nadia juga mempertimbangkan sisi etika dari produk kosmetik yang akan ia beli. Ia harus memastikan bahwa produk kosmetik yang akan ia gunakan dibuat secara layak dan beretika.

“Saat membeli produk kosmetik, saya juga sangat mementingkan fair trade. Produk kosmetik yang saya beli harus dibuat oleh para pekerja yang diperlakukan dengan layak. Saya sangat mementingkan produk kecantikan yang diproduksi secara beretika dan ramah terhadap lingkungan alam ataupun sosial,” tukasnya.

Nadia berharap banyak konsumen menjadi pribadi yang kritis ketika akan membeli suatu produk. Dengan demikian, konsumen juga turut berpartisipasi bagi kelestarian lingkungan.

“Kita dapat menjadi pribadi yang ramah lingkungan dengan melakukan hal-hal kecil, termasuk cermat dalam memilih suatu produk, termasuk produk kecantikan. Kita juga bisa melakukan riset terlebih dahulu terhadap produk kecantikan yang akan kita beli, apakah produk tersebut dites pada hewan atau tidak, tidak ramah lingkungan, atau lain sebagainya. Intinya sih, kita harus menjadi pribadi yang kritis,” pungkasnya.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadia-mulya-selektif-memilih-produk-kecantikan/feed/ 0
Menyerap Karbon dengan Ampas Kopi https://www.greeners.co/ide-inovasi/menyerap-karbon-dengan-ampas-kopi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menyerap-karbon-dengan-ampas-kopi https://www.greeners.co/ide-inovasi/menyerap-karbon-dengan-ampas-kopi/#respond Mon, 28 Sep 2015 07:17:06 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=11254 Kopi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari banyak orang di dunia. Konsumsi kopi merupakan suatu hal yang menjadi perdebatan terkait keuntungan dan resikonya terhadap tubuh manusia. Belum lama […]]]>

Kopi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari banyak orang di dunia. Konsumsi kopi merupakan suatu hal yang menjadi perdebatan terkait keuntungan dan resikonya terhadap tubuh manusia.

Belum lama ini peneliti dari Korea Selatan telah menemukan satu kelebihan kopi yang berhubungan dengan kesehatan planet kita. Ampas kopi ternyata dapat didaur ulang menjadi material yang dapat menyerap karbon dan membantu menyingkirkan gas yang berbahaya di atmosfer. Membuat produk yang berguna dari ampas kopi adalah sebuah ide yang menarik. Dan memanfaatkannya untuk menyelamatkan bumi adalah sebuah ide yang brilian.

Ampas kopi. Foto: inhabitat.com

Ampas kopi. Foto: inhabitat.com

Seperti dilansir dari laman inhabitat.com, peneliti di Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST) di Korea Selatan adalah para jenius di belakang penemuan fungsi ampas kopi ini. Mereka melakukannya dengan mengolah ampas kopi dalam larutan potasium hidroksida dan memanaskan campuran tersebut pada suhu 65 derajat Celcius.

Material itu kemudian dikeringkan menggunakan wadah tertutup berisi Argon (Ar) untuk memanaskannya pada suhu yang sangat tinggi. Zat ampas kopi akan aktif untuk menyerap karbon. Seluruh proses dilakukan kurang dalam satu hari dengan biaya yang sangat murah. Usaha kecil untuk menyelamatkan lingkungan bumi kita, bukan?

Membersihkan emisi karbon dari atmosfir adalah tantangan utama untuk para peneliti saat ini. Ampas kopi yang merangkap sebagai penyerap karbon bisa jadi mengubah banyak hal. Ampas karbon ini dirancang spesifik untuk menghilangkan gas metan. Meskipun para peneliti kurang begitu mengerti bagaimana caranya ampas itu menyerap karbon, mereka memastikan faktanya bahwa hal itu benar terjadi. Menambahkan sodium hidroksida bahkan membuat campurannya bekerja semakin baik.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menyerap-karbon-dengan-ampas-kopi/feed/ 0
Seleksi Ketat Bahan Alami Wangsa Jelita https://www.greeners.co/aksi/seleksi-ketat-bahan-alami-wangsa-jelita/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=seleksi-ketat-bahan-alami-wangsa-jelita https://www.greeners.co/aksi/seleksi-ketat-bahan-alami-wangsa-jelita/#respond Tue, 21 Apr 2015 00:00:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=8661 Jakarta (Greeners) – Perkembangan produk perawatan kulit yang mengkategorikan diri sebagai produk alami tengah berkembang pesat. Namun, tidak semua produk tersebut murni alami, bahkan kandungan di dalamnya terkadang berpotensi mengganggu […]]]>

Jakarta (Greeners) – Perkembangan produk perawatan kulit yang mengkategorikan diri sebagai produk alami tengah berkembang pesat. Namun, tidak semua produk tersebut murni alami, bahkan kandungan di dalamnya terkadang berpotensi mengganggu kesehatan.

Salah satu pendiri sekaligus CEO Wangsa Jelita, Nadya Saib mengatakan bahwa produsen produk perawatan kecantikan dapat dengan mudah mengklaim produknya “natural” karena belum ada aturan baku terhadap konsep natural tersebut. “Yang namanya ‘natural’ itu tidak ada aturannya. Itu yang memotivasi saya dan teman-teman memulai bisnis ini,” ujar Nadya usai meluncurkan wajah dan program pengembangan baru dari Wangsa Jelita yang diadakan di Warung Kebunku, Jakarta, Selasa (21/04).

Meski demikian, Nadya pun mengatakan bahwa tidak ada produk perawatan kecantikan alami yang benar-benar bebas bahan kimia. Hanya saja, kadar bahan kimia yang digunakan harus dibatasi dan diseleksi untuk menjaga unsur kealamian produk dengan label tersebut.

“Istilah ‘natural’ tidak ada regulasinya dari segi farmasi. Tetap ada chemical yang digunakan, tapi tetap harus diseleksi,” kata almunus Institut Teknologi Bandung jurusan Farmasi ini.

Salah satu pendiri sekaligus CEO Wangsa Jelita, Nadya Saib (paling kanan). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Salah satu pendiri sekaligus CEO Wangsa Jelita, Nadya Saib (paling kanan). Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Untuk itulah ia menetapkan dua aturan khusus yang harus dipenuhi dalam proses produksi Wangsa Jelita. “Harus ada manfaatnya dengan tubuh dan tidak ada potensi membahayakan tubuh,” katanya tegas.

Nadya juga menyatakan bahwa Wangsa Jelita merupakan sebuah social enterprise, dimana mereka berkolaborasi dengan komunitas lokal seperti petani dan pengrajin lokal sebagai rekan usaha. Salah satunya adalah komunitas Sarongge.

Komunitas Sarongge terdiri atas para ibu yang tinggal di Desa Sarongge, dekat kaki Gunung Pangrango, Jawa Barat. Di bawah bimbingan Yayasan Green Initiative Foundation (GIF) serta supervisi Wangsa Jelita, belasan ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas ini mampu memberikan nilai tambah kepada hasil alam yang mereka miliki, yaitu sereh dan kopi, menjadi sabun alami yang berkualitas.

Nadya juga menjelaskan bahwa untuk memajukan komunitas Sarongge, mereka berusaha menggalang dana di laman kitabisa.com/Sarongge. Penggalangan dana publik ini untuk mendanai pembelian peralatan produksi (alat suling), marketing, hingga operasional bagi komunitas Sarongge.

“Kami di Wangsa Jelita percaya bahwa bisnis adalah alat yang powerful untuk menyelesaikan masalah yang ada di komunitas secara berkelanjutan,” pungkas Nadya.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/aksi/seleksi-ketat-bahan-alami-wangsa-jelita/feed/ 0
Mengolah Kebaikan Alam Untuk Menutrisi Kulit https://www.greeners.co/aksi/mengolah-kebaikan-alam-untuk-menutrisi-kulit/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengolah-kebaikan-alam-untuk-menutrisi-kulit https://www.greeners.co/aksi/mengolah-kebaikan-alam-untuk-menutrisi-kulit/#respond Sun, 08 Feb 2015 06:03:51 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_event&p=7310 Jakarta (Greeners) – Untuk membuat kulit tetap segar dan sehat perlu usaha lebih. Pasalnya, gaya hidup dan pengaruh buruk lingkungan dapat membuat kulit terlihat kusam dan elastisitas kulit menurun. Dokter […]]]>

Jakarta (Greeners) – Untuk membuat kulit tetap segar dan sehat perlu usaha lebih. Pasalnya, gaya hidup dan pengaruh buruk lingkungan dapat membuat kulit terlihat kusam dan elastisitas kulit menurun.

Dokter spesialis nutrisi dan kecantikan dari klinik Gracia Patricia, Dr. Med, dr. Maya Surjadjaja M.Gizi SpGK, mengatakan bahwa kulit merupakan bagian tubuh yang paling cepat terlihat secara kasat mata jika mengalami perubahan, khususnya terhadap penuaan kulit.

Ia menyatakan bahwa banyak wanita yang merasa penampilan kulit mereka mulai terlihat tua walau masih berusia muda. Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pengaruh lingkungan dan pengaruh mechanical atau gerakan tubuh. Gerakan tubuh yang dilakukan akan memengaruhi otot-otot kulit sehingga dapat menciptakan kerutan.

“Kulit itu termasuk salah satu sel yang cepat terbelah makanya dia harus cepat beregenerasi,” terang Dokter Maya pada peluncuran produk H2 Healthy and Happiness oleh Kalbe Farma dan Martha Tilaar bersama dengan beberapa komunitas di Bistronomi Jakarta, Sabtu (07/02).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Maya mengungkapkan beberapa hal yang bisa dilakukan agar kulit selalu tampak sehat seperti mengurangi stres dengan cara rutin berolahraga secara teratur. Selain itu, konsumsi makanan bernutrisi seperti buah dan sayur juga cukup bermanfaat untuk membantu memperbaiki kerusakan kulit.

Mengonsumsi suplemen juga bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan kondisi kulit. Terkait konsumsi suplemen tersebut, Maya juga menerangkan bahwa dalam panduan RDA (recomended dietary allowance) atau Angka Kecukupan Gizi diterangkan kalau angka kebutuhan gizi seperti energi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral pada tubuh setiap orang berbeda-beda tergantung pada umur, jenis kelamin, berat badan, dan kondisi fisiologis tubuh (misalnya hamil, dan menyusui).

“Suplemen bisa membantu karena seseorang pasti tidak bisa mencukupi seluruh kecupukan asupan gizi yang didapat dari makanan sehari-hari,” kata dokter yang memiliki gelar Diploma in Cosmetic Science dari Society of Cosmetic Scientists, Surrey, Inggris ini.

Lebih jauh ia bercerita, dahulu memang orang tidak membutuhkan suplemen karena belum terpapar polusi, matahari dan radikal bebas. Namun sekarang, makanan yang tidak segar sudah banyak beredar bahkan mengandung pestisida.

Lita Karmelita, Head Of Nutra Division Kalbe menuturkan, peluncuran produk nutrisi kulit ini tidak dilakukan secara sembarangan karena sebelumnya sudah melalui penelitian selama dua tahun sehingga segala kebaikan alam untuk kehidupan yang lebih baik mampu dibuktikan.

Sebagai informasi, di hadapan Ikatan Sekretaris Indonesia, komunitas emak-emak blogger, Female Daily dan komunitas Food Bloger, Kalbe meluncurkan produk H2 Health & Happiness Skin Series. Dengan memanfaatkan segala kebaikan alam, produk tersebut diklaim membantu menutrisi kulit sehingga menjadi lembab dan elastis dimana kondisi ini umumnya dijumpai pada usia mulai 25 tahun.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/mengolah-kebaikan-alam-untuk-menutrisi-kulit/feed/ 0