produk guna ulang - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/produk-guna-ulang/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 28 Jul 2023 06:25:31 +0000 id hourly 1 Isi dan Guna Ulang Solusi Tepat Kurangi Plastik https://www.greeners.co/berita/isi-dan-guna-ulang-solusi-tepat-kurangi-plastik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=isi-dan-guna-ulang-solusi-tepat-kurangi-plastik https://www.greeners.co/berita/isi-dan-guna-ulang-solusi-tepat-kurangi-plastik/#respond Fri, 28 Jul 2023 06:25:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=40973 Jakarta (Greeners) – Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menilai guna ulang (reuse) yang di dalamnya ada aktivitas isi ulang (refill) menjadi solusi tepat mengurangi plastik. Cara ini bisa menekan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menilai guna ulang (reuse) yang di dalamnya ada aktivitas isi ulang (refill) menjadi solusi tepat mengurangi plastik. Cara ini bisa menekan laju plastik di hulu.

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira menilai, reuse merupakan salah satu solusi yang paling tepat dalam memerangi pengurangan plastik di Indonesia ini.

“Guna ulang itu tidak hanya digunakan dua kali, tapi dipakai dicuci berulang kali. Sesimpel itu, beda dengan daur ulang yang sekali pakai dicacah didaur ulang. Jadi prosesnya itu ada proses kimia industrial,” kata Tiza dalam konferensi pers jelang Pawai Bebas Plastik 2023, Kamis (27/7).

Data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) serta Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, sampah plastik di Indonesia jumlahnya mencapai 64 juta ton per tahun. Pemerintah pun menargetkan penanganan sampah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025.

Sejalan dengan itu, lahir Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Aturan tersebut mewajibkan produsen melakukan reduce, reuse, recycle (3R) untuk membatasi lima jenis plastik hingga akhir tahun 2029.

Berdasarkan pendekatan ini, pemerintah tidak hanya mendorong produsen dalam meredesain kemasannya, tetapi juga memberikan alternatif lain yaitu konsep reuse.

Tiza menegaskan, dalam mengimplementasikan guna ulang perlu infrastruktur atau fasilitas pendukung yang kuat. Misalnya penyediaan kran air minum di fasilitas umum dan mesin isi ulang produk pangan olahan di supermarket.

Sebab, ketika masyarakat telah terfasilitasi tentu akan mudah dalam memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan sistem guna ulang.

Guna Ulang Perlu Fasilitas Kuat

Menurut Tiza, untuk mendorong inisiatif masyarakat membawa wadah sekali pakai perlu fasilitas yang memadai.

“Pendekatan ini bisa sangat efektif jika dilengkapi oleh infrastruktur pendukung yang kuat. Seperti transportasi, penjemput dan sistem guna ulangnya pun harus siap di mana-mana,” lanjut Tiza.

Sejumlah produsen khususnya dalam sektor manufaktur telah mencoba sistem guna ulang ini dalam bisnis mereka. Misalnya penyediaan isi ulang produk pangan olahan dalam bentuk mesin isi ulang yang kini telah beroperasi di beberapa supermarket.

Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menerbitkan aturan sistem isi ulang untuk produk kosmetik dan personal care.

Direktur Ekskutif GIDKP Tiza Mafira dalam konferensi pers Pawai Bebas Plastik 2023 di Jakarta, Kamis (27/7). Foto: Greenpeace

Benahi Tata Kelola dan Kebijakan

Pengkampanye Polusi dan Urban Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Abdul Ghofar mengatakan, masalah sampah plastik sangat erat kaitannya dengan tata kelola dari berbagai aspek.

“Masalah sampah plastik berkaitan dengan tata kelola aspek perencanaan, kebijakan, evaluasi yang kurang berjalan maksimal. Pemerintah baik level nasional dan daerah perlu melakukan perbaikan dari segi tata kelolanya,” ungkap Ghofar.

Oleh sebab itu, aturan bebas plastik perlu selaras antara masalah, solusi, dan tata kelola hingga aturan-aturan sehingga tidak menambah masalah baru. Sebab, saat ini sebagian besar aturan hanya fokus pada penanganan di hilir. Padahal lanjut Gofar, perlu perbaikan tata kelola pengurangan di hulu.

Tata kelola ini perlu berjalan ambius dan progresif untuk mengurangi sampah. Pengelolaan tersebut harus dengan perencanaan matang, implementasi terkontrol, pengendalian program, dan anggaran yang memadai.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/isi-dan-guna-ulang-solusi-tepat-kurangi-plastik/feed/ 0
4 Cara Bangun Kebiasaan Kecil Menuju Zero Waste https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-cara-bangun-kebiasaan-kecil-menuju-zero-waste/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=4-cara-bangun-kebiasaan-kecil-menuju-zero-waste https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-cara-bangun-kebiasaan-kecil-menuju-zero-waste/#respond Mon, 13 Mar 2023 04:11:16 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=39316 Masalah pengelolaan sampah masih menjadi prioritas saat ini. Sebagian besar masyarakat belum menyadari bahaya dari sampah yang menumpuk setiap harinya. Oleh karena itu, Sobat Greeners kini waktunya mengembangkan kebiasaan zero […]]]>

Masalah pengelolaan sampah masih menjadi prioritas saat ini. Sebagian besar masyarakat belum menyadari bahaya dari sampah yang menumpuk setiap harinya. Oleh karena itu, Sobat Greeners kini waktunya mengembangkan kebiasaan zero waste.

Zero waste atau nol sampah adalah cara hidup yang mengajak kita untuk menghasilkan sampah sesedikit mungkin dalam kehidupan kita sehari-hari. Kebiasaan ini mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan menggantinya dengan barang daur ulang.

Namun, terkadang sebagian besar masyarakat masih bingung untuk membiasakan hidup dengan menerapkan zero waste. Tenang Sobat Greeners, simak empat cara di bawah ini ya!

Menggunakan Barang Pakai Ulang

Tips pertama, Sobat Greeners bisa fokus pada satu area terlebih dahulu. Misalnya, pilihlah barang-barang yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika selama ini kamu masih menggunakan barang sekali pakai, mulai sekarang kamu bisa menggantinya satu per satu dengan barang guna ulang. Saat kamu mulai berubah sedikit demi sedikit, perubahan itu tentu saja akan bertambah dan berdampak baik, terutama dalam mengurangi sampah.

Bijaksana Saat Membeli Barang

Saat berbelanja, usahakan untuk memilih dengan bijak agar tidak menimbulkan sampah baru. Misalnya, kamu bisa membeli barang bekas, barang dengan wadah guna ulang, dan memilih produk yang ramah lingkungan.

Selain itu, sebelum membeli barang, kamu juga bisa menuliskan barang yang ingin kamu beli, dan memikirkan apakah barang tersebut benar-benar kamu butuhkan!

Membuat Kreasi dari Barang Bekas

Ada banyak barang yang sering kita gunakan sebagai solusi untuk mengurangi sampah seperti wadah plastik atau kaca pakai ulang. Nah, Sobat Greeners kamu bisa loh menggunakan barang-barang bekas untuk menggantikan barang sekali pakai.

Jika masih menggunakan tisu untuk membersihkan apapun, kamu bisa menggantinya dengan menggunakan pakaian bekas yang dipotong-potong. Secara tak sadar, hal ini dapat menciptakan kebiasaan zero waste dalam kehidupan sehari-hari kamu loh!

Bawa Alat Makan Pakai Ulang 

Tips yang terakhir, seringkali ketika membeli sesuatu menggunakan wadah plastik atau sedotan, hal tersebut dapat menghasilkan sampah. Mulailah menyadari ada hal-hal kecil saat makan atau minum tidak menghasilkan sampah, seperti tidak menggunakan wadah sekali pakai.

Nah, bawalah alat-alat makan daur ulang. Seperti, tempat makan pakai ulang, sedotan stainless dan lainnya. Dengan kamu melakukan kebiasaan ini, tentu kamu sudah membentuk kebiasaan zero waste. Selamat mencoba Sobat Greeners!

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Sumber : Thewellnessfeed

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-cara-bangun-kebiasaan-kecil-menuju-zero-waste/feed/ 0
Nadia Mulya, Lakukan Guna Ulang Hingga Dijuluki “Wanita Gembolan” https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadia-mulya-lakukan-guna-ulang-hingga-dijuluki-wanita-gembolan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nadia-mulya-lakukan-guna-ulang-hingga-dijuluki-wanita-gembolan https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadia-mulya-lakukan-guna-ulang-hingga-dijuluki-wanita-gembolan/#respond Thu, 02 Mar 2023 04:00:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=39146 Dekat dengan isu lingkungan, Presenter Nadia Mulya mengaku kebiasaan menggunakan produk-produk guna ulang telah mengakar di dalam keluarganya. Nadia menularkan kepeduliaannya untuk mengurangi produk plastik sekali pakai.  “Turun temurun dari […]]]>

Dekat dengan isu lingkungan, Presenter Nadia Mulya mengaku kebiasaan menggunakan produk-produk guna ulang telah mengakar di dalam keluarganya. Nadia menularkan kepeduliaannya untuk mengurangi produk plastik sekali pakai

“Turun temurun dari orang tua saya selalu mengajarkan dari konsep-konsep seperti jangan beli karena ingin tapi beli karena butuh,” katanya kepada Greeners usai acara di Jakarta baru-baru ini.

Gaya hidup guna ulang merupakan gaya hidup yang menekankan prinsip pakai-habiskan kembalikan. Misalnya, penggunaan tumbler hingga galon pakai ulang.

Perempuan berusia 43 tahun ini menyebut, kebiasaannya memakai produk guna ulang ia lakukan saat masih tinggal di luar negeri.

Ia bersama ibunya membawa tas geret untuk belanja. Mereka juga terbiasa menghabiskan apapun yang dibeli. “Jadi apapun yang kita konsumsi maka kita habiskan,” imbuhnya.

Bahkan teman-teman kuliahnya kala itu menyebutnya “wanita gembolan”. Sebab, ia selalu menenteng tas yang berisi berbagai produk guna ulang seperti tumbler, eat cutlery dan sedotan guna ulang.

Nadia Mulya Tularkan ke Buah Hati

Kebiasaan kecilnya yang sederhana inilah, kini ia tularkan juga pada anak-anaknya. “Meski aku juga sering dijuluki ribet tapi kalau sudah terbiasa maka ya mau bagaimana lagi kan,” tuturnya.

Bahkan, Nadia juga menerapkan gaya hidup guna ulang ke berbagai hal, termasuk laundry pakaian. Kerap kali laundry pakaian memanfaatkan plastik sebagai pembungkusnya. Nadia bahkan mencari laundry khusus yang tak menggunakan plastik pembungkus.

“Jadi laundry itu dalam hari-hari tertentu ke kompleks dan langsung ambil banyak pakaian tanpa plastik juga saat mengembalikan,” paparnya.

Dengan cara tersebut, Nadia Mulya sudah berkontribusi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai saat laundry pakaian.

Nadia juga bersyukur, saat ini di Jakarta sudah banyak vendor produk rumah tangga yang mendukung gaya hidup guna ulang.

Alhasil, masyarakat yang ingin memulai gaya hidup ini terbantu dengan keberadaan para vendor tersebut. “Sudah banyak vendor yang menjual produk sehari-hari keperluan rumah tangga, seperti minyak goreng, bumbu dapur, detergen, hingga sabun cuci piring dengan kemasan guna ulang,” paparnya.

Biasanya ia membeli produk tersebut baik melalui toko online maupun dijemput gratis setelah produk habis terpakai.

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nadia-mulya-lakukan-guna-ulang-hingga-dijuluki-wanita-gembolan/feed/ 0