produk kosmetik - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/produk-kosmetik/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 17 Jul 2023 10:27:11 +0000 id hourly 1 BPOM Terbitkan Aturan Produk Kosmetik Isi Ulang https://www.greeners.co/berita/bpom-terbitkan-aturan-produk-kosmetik-isi-ulang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bpom-terbitkan-aturan-produk-kosmetik-isi-ulang https://www.greeners.co/berita/bpom-terbitkan-aturan-produk-kosmetik-isi-ulang/#respond Mon, 17 Jul 2023 10:27:11 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=40838 Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan peraturan terkait sistem isi ulang untuk produk kosmetik. Regulasi ini sejalan dengan upaya pengurangan penggunaan plastik di hulu. Aturan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan peraturan terkait sistem isi ulang untuk produk kosmetik. Regulasi ini sejalan dengan upaya pengurangan penggunaan plastik di hulu.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2023 Tentang Pengawasan Pembuatan dan Peredaran Kosmetik. Dalam hal ini, BPOM memiliki tugas pengawasan, pembuatan, dan peredaran kosmetik terhadap fasilitas kosmetik.

Fasilitas kosmetik isi ulang menjadi salah satu fasilitas yang BPOM awasi. Kosmetik isi ulang adalah kosmetik yang dikemas kembali ke dalam wadah sesuai dengan permintaan konsumen di fasilitas isi ulang kosmetik.

Sarana ini digunakan pelaku usaha di bidang kosmetik yang bekerja sama dengan pemilik nomor notifikasi untuk melakukan kegiatan penjualan kosmetik isi ulang. Kategori kosmetik isi ulang yang tertuang dalam aturan itu meliputi sabun mandi (cair), sabun cuci tangan (cair), sampo, dan kondisioner.

Deputy Director Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Rahyang Nusantara menilai, sistem isi ulang ini bisa menekan laju sampah plastik sekali pakai dari kemasan yang konsumen gunakan.

“Otomatis kita tidak memproduksi dan membuang kemasan plastik sekali pakai dari produk tersebut. Ini juga mengingatkan kembali bahwa kita sebagai masyarakat dan konsumen, hanya membutuhkan produk kosmetik tersebut, bukan kemasannya,” kata Rahyang kepada Greeners di Jakarta, Senin (17/7).

Mengutip laporan Making Reuse a Reality penggunaan kembali (salah satunya isi ulang) dapat memberikan pengurangan emisi CO2 sebesar 32 %. Selain berdampak pada pengurangan sampah kemasan plastik, sistem ini juga dapat mengurangi emisi karbon penyebab krisis iklim.

Beberapa Startup Terapkan Isi Ulang

Saat ini, beberapa produsen kosmetik sudah melakukan fasilitas isi ulang terlebih dahulu. Bahkan, pihak-pihak yang konsisten untuk terus mempopulerkan sistem guna ulang ini juga mendorong adanya peraturan BPOM.

“Beberapa bisnis rintisan (startup) seperti Alner, Qyos, Allas, Kecipir, Hepicircle juga memberikan jasa kemasan guna ulang ke konsumennya. Mereka adalah beberapa pelaku usaha yang telah menerapkan sistem guna ulang dalam proses jual beli produk kosmetiknya,” tambah Rahyang.

Toko lokal curah di Indonesia juga sudah menerapkan hal yang sama. Misalnya Toko Organis di Bandung, Saruga di Jakarta, dan Toko Serba Curah di Denpasar.

Menurutnya, pelaku usaha sudah bisa dikatakan siap untuk menjual produk kosmetik dengan sistem isi ulang. Kebutuhan dan permintaan dari konsumen pun sudah meningkat.

Saat membeli produk, GIDKP sebut konsumen hanya butuh isinya bukan kemasannya. Foto: Freepik

Cerminan untuk Produsen

Rahyang menyebut, terbitnya aturan ini membuka peluang dan mendorong produsen untuk segera melakukan bisnis guna ulang. Hal ini mampu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

GIDKP sebagai penggerak pembatasan plastik juga terus berupaya mewujudkan ekosistem guna ulang di Indonesia melalui upaya advokasi, khususnya dengan mengoptimalkan PermenLHK No P 75 Tahun 2019 Tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Namun lanjutnya, masih ada tantangan pola isi ulang ini. Produsen dan masyarakat perlu beradaptasi. Salah satunya mengubah perilaku perusahaan untuk bisa beralih ke sistem guna ulang. Kemudian membangun kesadartahuan masyarakat mendukung dan meningkatkan permintaan akan sistem guna ulang.

“Pada dasarnya aspek-aspek di sistem guna ulang ini sudah tersedia di lapangan. Perlu ada sinkronisasi dan komitmen penuh agar ekosistem ini semakin solid dan bisa dijalankan,” tegas Rahyang.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/bpom-terbitkan-aturan-produk-kosmetik-isi-ulang/feed/ 0
#PakaiSampaiHabis Lahir dari Keresahan Sampah Kosmetik Tanpa Pilah https://www.greeners.co/aksi/pakaisampaihabis-lahir-dari-keresahan-sampah-kosmetik-tanpa-pilah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pakaisampaihabis-lahir-dari-keresahan-sampah-kosmetik-tanpa-pilah https://www.greeners.co/aksi/pakaisampaihabis-lahir-dari-keresahan-sampah-kosmetik-tanpa-pilah/#respond Thu, 09 Jun 2022 05:13:19 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=36397 Jakarta (Greeners) – Pengunaan kosmetik berlebihan berpotensi meningkatkan sampah kemasan produk kecantikan tersebut. Parahnya lagi lebih dari setengah pengguna produk kecantikan itu masih membuang empties atau bekas kemasan ke tempat […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pengunaan kosmetik berlebihan berpotensi meningkatkan sampah kemasan produk kecantikan tersebut. Parahnya lagi lebih dari setengah pengguna produk kecantikan itu masih membuang empties atau bekas kemasan ke tempat sampah tanpa lebih dulu mereka pilah. Kondisi ini melahirkan gerakan #PakaiSampaiHabis.

Melansir studi Kantar 2021, pertumbuhan segmen kecantikan dan perawatan pribadi di masa new normal VS Covid outbreak sebesar 3 %. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia juga menyatakan, ada 797 industri kosmetik besar dan industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia tahun 2020. Angka ini naik dari 760 tahun 2019.

Kebiasaan konsumsi berlebihan seperti mudah membeli dan berganti produk kecantikan hanya karena tren atau diskon ini menimbulkan penumpukan barang di rumah dan potensi masalah lingkungan.

Berdasarkan survei mandiri Lyfe With Less tahun 2022 ada 53 % responden mengaku selalu membuang empties ke tempat sampah, tanpa konsumen pilah. Sampah ini bercampur dengan sampah rumah tangga. Permasalahannya, sampah tersebut diangkut menuju tempat pembuangan akhir dan menunggu terurai hingga puluhan tahun.

Produk Kecantikan Fast Beauty yang Sama Meresahkan dengan Fast Fashion

Berbicara tentang masalah lingkungan, sering terdengar masalah fast fashion. Tapi belum banyak yang sadar bahwa industri kecantikan berpotensi menjadi fast beauty, yang sama meresahkannya dengan fast fashion.

Melihat hal ini, Lyfe With Less menginisiasi kampanye #PakaiSampaiHabis. Mengajak masyarakat Indonesia untuk bertangggungjawab dengan konsumsi produk kecantikannya. Tahun 2021 #PakaiSampaiHabis berhasil mengumpulkan 10.954 empties dari 1277 empties hero.

Tahun 2022 ini, Lyfe With Less kembali menyelenggarakan kampanye #PakaiSampaiHabis dengan menggandeng Zero Waste Indonesia sebagai edukator dan katalisator pelaku daur ulang di Indonesia.

Program ini bersinergi dengan 15 brand produk kecantikan. Selain itu juga 47 pelaku daur ulang di seluruh Indonesia dan 2 partner logistik. #PakaiSampaiHabis mengajak masyarakat Indonesia mengumpulkan empties. Lalu mengirimkannya untuk memasuki proses daur ulang.

Rangkaian kegiatan kampanye #PakaiSampaiHabis juga meliputi Empties Hero Talks, yaitu rangkaian talk seputar sustainable beauty. Empties Hero Talk diselenggarakan online selama kampanye #PakaiSampaiHabis berlangsung.

Founder Lyfe With Less, Cynthia S Lestari menyatakan, sustainable beauty tak bisa dicapai oleh salah satu pihak saja. “Konsumen, brand, pelaku daur ulang, komunitas bahkan pemerintah harus bekerja sama untuk mencapai sustainable beauty. Baik secara produk maupun attitude. #PakaiSampaiHabis adalah langkah kecil dan nyata untuk semua pihak bisa mewujudkannya,” paparnya.

#PakaiSampaiHabis Ciptakan Kesadaran untuk Mengkonsumsi Lebih Bijak

Founder Zero Waste Indonesia Maurilla Sophianti Imron menambahkan #PakaiSampaiHabis adalah wadah untuk berefleksi dan menciptakan kesadaran untuk mengkonsumsi secara lebih bijak.

“Perlu adanya kesadaran diri dan sinergi semua pihak di masyarakat untuk memelankan dampak buruk lingkungan dan perubahan iklim yang semakin mendesak,” imbuhnya.

Corporate Relation Officer Bank Sampah Bersinar Michaella Karina, menyatakan empties yang mereka terima dari kampanye #PakaiSampaiHabis terolah dan terdaur ulang menjadi bahan baku di industri daur ulang.

Tidak hanya itu, tahun ini #PakaiSampaiHabis siap teradaptasi di Singapore dan Malaysia melalui kolaborasi Lyfe With Less bersama Changemakr Asia. Menggunakan tagar #EmptiesHero #UseItUp, diharapkan ekspansi ini bisa meningkatkan kesadaran akan sustainable beauty. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara tetangga.

Lyfe With Less dan Zero Waste Indonesia mengapresiasi 15 brand partners yang telah mendukung #PakaiSampaiHabis. Mereka antara lain Wardah, Sensatia Botanicals, Oriflame, Garnier, Aquila Herb, NIVEA, OASEA, MOP Beauty, REI Skin, HALE dan Shiseido Professional. Selain itu Organic Supply Co, Y.O.U Beauty, KAO dan Yagi Natural.

Apresiasi juga mereka berikan kepada belasan pelaku daur ulang yang bekerja sama salah satunya Bank Sampah Bersinar dan Waste4Change.

Kampanye #PakaiSampaiHabis berjalan sejak 1 Juni hingga 31 Agustus 2022. Informasi lengkapnya bisa masyarakat akses melalui https://lyfewithless.com/pakaisampaihabis/. Yuk turut andil dalam mencapai sustainable beauty dimulai dari aksi nyata, #PakaiSampaiHabis!

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pakaisampaihabis-lahir-dari-keresahan-sampah-kosmetik-tanpa-pilah/feed/ 0
Kemenyan Menghasilkan Getah Beraroma Harum https://www.greeners.co/flora-fauna/kemenyan-menghasilkan-getah-beraroma-harum/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kemenyan-menghasilkan-getah-beraroma-harum https://www.greeners.co/flora-fauna/kemenyan-menghasilkan-getah-beraroma-harum/#respond Sun, 16 Feb 2020 06:50:27 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=26153 Kemenyan (Styrax sp.) termasuk pohon berukuran besar dari famili Styracaceae. Styrax berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti berbau harum.]]>

Mendengar kata kemenyan pikiran spontan terhubung dengan cerita mistis. Padahal kemenyan merupakan sejenis pohon yang tumbuh di lereng bukit. Kemenyan (Styrax sp.) termasuk tanaman berukuran besar dari famili Styracaceae. Styrax berasal dari bahasa Yunani kuno storax atau nama untuk getah yang berbau harum.

Kemenyan merupakan pohon yang terdapat di Asia Tenggara dan India Timur (Claus, 1971). Di negara lain, kemenyan cukup banyak ditemukan di Thailand, Malaysia, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam. Di Indonesia, jenis ini terdapat di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan Barat.

Baca juga: Sedap Malam, Aromanya Harumkan Udara Malam

Daerah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan ialah dua daerah penghasil kemenyan di Indonesia. Di Sumatera Utara, kemenyan sampai saat ini masih dibudidayakan secara luas di Tapanuli Utara, Selatan, Tengah dan Kabupaten Dairi. Sedangkan di Sumatera Selatan seluruhnya tumbuhan dengan alami (Jayusman et al. 1999).

Kemenyan dapat hidup di tanah berpasir pada ketinggian 1.000 sampai 5.000 meter di atas permukaan laut. Ia juga dapat tumbuh pada tanah tinggi yang berpasir maupun lempung rendah di hutan alam. Namun, secara umum kemenyan menginginkan tanah yang memiliki kesuburan baik (Panggaribuan 2004).

Kemenyan

Foto: shutterstock.com

Ciri dari pohon kemenyan, yaitu berbatang lurus dengan kulit berwarna coklat kemerahan dan sedikit percabangan. Pohon kemenyan berdaun tunggal, tersusun spiral, daun berbentuk oval (bulat memanjang dan ujungnya meruncing). Pada buah, bentuknya bulat dan lonjong dengan biji berwarna coklat di dalamnya (Sasmuko 2003). Pohon kemenyan yang dapat disadap getahnya berkisar pada umur 7 hingga 8 tahun (Dede, 1998).

Bibit kemenyan berasal dari pohon yang bijinya jatuh ke tanah dan tumbuh secara alami. Cara menanam tumbuhan ini adalah dengan membuat lubang tanam dan menutupnya dengan tanah galian. Selanjutnya ditandai dengan ajir atau penyangga batang pohon (Sinaga, 2009).

Baca juga: Tanaman Pandan, Aroma Daunnya Menggugah Selera

Pohon kemenyan menghasilkan getah yang dikenal sebagai benzoin. Kata benzoin berasal dari bahasa Arab, yaitu ben yang berarti harum. Sementara, zoa bermakna getah jadi. Benzoin adalah getah yang berbau harum (Clause 1961, diacu dalam Widiyastuti et al. 1995). Getah kemenyan terdiri dari dua jenis yaitu Sumatra Benzoin dan Siam Benzoin. Sumatra Benzoin diperoleh dari Styrax Benzoin Dryand dan Siam Benzoin diperoleh dari Styrax tokinensis (Stahl, 1985).

Getah kemenyan memiliki banyak manfaat dalam pemanfaatan lokal maupun sebagai komoditi ekspor. Kemenyan berguna untuk upacara ritual, campuran rokok, bahan pengawet, ekspektoran, antiseptik, industri kosmetik, dan parfum.

Taksonomi Kemenyan

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kemenyan-menghasilkan-getah-beraroma-harum/feed/ 0
Yeay! Ada Glitter Biodegradable https://www.greeners.co/gaya-hidup/yeay-ada-glitter-biodegradable/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=yeay-ada-glitter-biodegradable https://www.greeners.co/gaya-hidup/yeay-ada-glitter-biodegradable/#respond Mon, 22 Oct 2018 07:27:18 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=21429 Glitter kerap digunakan untuk menciptakan riasan dengan kesan mewah maupun playful. Sayangnya bahan yang memantulkan cahaya ini menjadi salah satu penyumbang limbah plastik yang luput dari pengamatan.]]>

Glitter kerap digunakan untuk menciptakan riasan dengan kesan mewah maupun playful. Namun penggunaan glitter tidak hanya dalam kosmetik saja, material ini juga digunakan pada dekorasi furnitur, mainan, pakaian, dan aksesori. Sayangnya bahan yang memantulkan cahaya ini menjadi salah satu penyumbang limbah plastik yang luput dari pengamatan.

Dr. Sherri Mason, dosen Kimia di State University of New York, Fredonia (SUNY Fredonia), seperti dilansir pada majalah Allure, menyebut glitter sebagai “pil racun kecil”. Glitter juga dianggap sebagai bagian dari limbah mikroplastik.

bioglitz

BioGlitz terbuat dari bahan yang dapat terurai (biodegradable). Foto: bioglitz.co

Seorang pengusaha muda bernama Saba Gray menciptakan sebuah merek glitter bernama “BioGlitz”. BioGlitz terbuat dari bahan yang dapat terurai (biodegradable). Saba menciptakan produk inovatif ini pada tahun 2015 bersama rekan kerjanya Rebecca Richards. Berkat inovasi ini mereka dikenal sebagai pencetus glitter ramah lingkungan.

“Masalah terbesar kami terhadap industri glitter saat ini adalah banyaknya limbah yang mereka hasilkan. Umumnya mereka memproduksi glitter dari bahan plastik yang berasal dari minyak bumi, dicampur dengan aluminium, lalu dipotong menjadi partikel mikro sehingga mustahil untuk didaur ulang dan berdampak besar pada lingkungan. Sebagai penggemar glitter dan juga bagian dari penghuni bumi, kita harus melakukan perubahan untuk bumi yang lebih baik,” tutur Rebecca seperti dikutip pada laman papermag.com.

bioglitz

Foto: bioglitz.co

Keunggulan glitter BioGlitz yaitu seratus persen mudah terurai dan dapat dibuat kompos. Produk ini terbuat dari selulosa tanaman eukaliptus. Saba memanfaatkan selulosa pohon eukaliptus yang dibentuk menjadi gulungan plastik dan dilapisi satu persen material aluminium ditambah pigmen kosmetik. Tanaman eukaliptus yang digunakan untuk produk ini bersertifikasi FSC (Forest Stewardship Council), dimana tanaman ini dikelola secara ramah dan berkelanjutan.

Tekstur produk ini ringan dan tidak membuat kulit iritasi. Saba menyatakan bahwa produknya animal testing free, yang berarti tidak ada hewan yang dijadikan subyek percobaan dalam produknya.

BioGlitz hadir dalam warna-warni yang cantik. Materialnya bebas dari bahan kimiawi beracun sehingga aman digunakan anak-anak. Saba mengklaim bahwa terciptanya BioGlitz merupakan langkah menuju masa depan untuk terbebas dari material plastik dan bahan bakar fosil.

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/yeay-ada-glitter-biodegradable/feed/ 0
6 Cara ‘Hijau’ Memilih Produk Kecantikan https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-cara-hijau-memilih-produk-kecantikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=6-cara-hijau-memilih-produk-kecantikan https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-cara-hijau-memilih-produk-kecantikan/#respond Thu, 30 Nov 2017 07:38:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=19447 Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan atau eco-friendly dapat dimulai dari mana saja, bahkan di saat kita akan memilih produk kecantikan sekalipun.]]>

Menerapkan gaya hidup ramah lingkungan atau eco-friendly dapat dimulai dari mana saja, bahkan di saat kita akan memilih produk kecantikan sekalipun. Selain lebih eco-friendly, memilih produk kecantikan secara cerdas dan tepat juga dapat menggiring kita untuk hidup lebih sehat dan hemat.

Ada berbagai cara ‘hijau’ yang dapat kita coba ketika akan memilih produk kecantikan, dan salah satunya adalah dengan cara membeli produk yang bersifat cruelty-free alias tidak diujicobakan pada hewan. Selain itu, masih ada beberapa cara ramah lingkungan lainnya yang dapat kita coba ketika akan membeli produk kecantikan, dan berikut adalah enam di antaranya:

produk kecantikan

Ilustrasi: Ist.

1. Pilih produk dengan kemasan yang lebih simpel

Saat memilih produk kecantikan, pilih produk dengan kemasan yang lebih simpel. Hindari pembelian produk kecantikan dengan kemasan ganda seperti sampo botolan yang dikemas kembali di dalam kotak karton atau plastik. Produk dengan kemasan ganda akan menghasilkan sampah yang lebih banyak. Selain itu, pilih produk dengan kemasan yang bisa didaur ulang.

2. Pilih produk yang bisa diisi ulang

Alih-alih membeli produk kosmetik yang bersifat sekali pakai, pilih produk dengan kemasan yang bisa diisi ulang. Misalnya bedak dengan kemasan isi ulang atau sabun cair dalam kemasan botol yang bisa diisi ulang ketika habis. Selain dapat menghemat uang, membeli produk yang bisa diisi ulang juga dapat mengurangi timbulan sampah.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-cara-hijau-memilih-produk-kecantikan/feed/ 0
BPOM Temukan Kosmetik Ilegal dengan Merek Ternama https://www.greeners.co/berita/bpom-temukan-kosmetik-ilegal-dengan-merek-ternama/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bpom-temukan-kosmetik-ilegal-dengan-merek-ternama https://www.greeners.co/berita/bpom-temukan-kosmetik-ilegal-dengan-merek-ternama/#respond Mon, 09 Nov 2015 10:40:22 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11836 Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengumumkan hasil Operasi Terpadu Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal 2015. Operasi ini telah dilaksanakan di tujuh kota, yakni Jakarta, Bandung, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengumumkan hasil Operasi Terpadu Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal 2015. Operasi ini telah dilaksanakan di tujuh kota, yakni Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Serang dalam kurun waktu 19 hingga 30 Oktober 2015.

Dalam operasi tersebut, petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan POM bersama Balai Besar/Balai POM (BB/BPOM) berhasil menemukan 977 jenis atau 595.218 kemasan kosmetika tanpa izin edar (TIE/ilegal) dan mengandung bahan berbahaya, senilai Rp 20 miliar. Kosmetika tersebut beberapa diantaranya berupa krim pemutih, sabun, losion, maskara, pensil alis, dan cairan pembersih muka.

Kepala BPOM, Roy Sparringa mengungkapkan, dalam temuan tersebut juga ditemukan beberapa produk kecantikan dengan merek terkemuka yang dipalsukan. Seperti diantaranya RDL Baby Face Solution, Clariderm Astringent, SJ Night Cream, Papaya Whitening Soap, UV Whitening Soap (oranye), Ling Zhi Night Cream, Maxi Peel 3, Citra Day and Night Cream, DR Original Cream, Ponds White Beauty Complete Beauty Care, pensil alis merek Revlon, sabun Citra, dan lipgloss Maybelline.

“Produk palsu yang beredar ini berasal dari lokal dan luar negeri, yaitu Tiongkok, Malaysia, Thailand, Filipina dan India. Pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 196, 197 dan pasal 198,” tegasnya, Jakarta, Senin (09/11).

Lebih lanjut Roy menyatakan, untuk temuan bahan berbahaya lain yang berhasil ditemukan adalah hidrokinon, asam retinoat, resorsinol, bahan pewarna merah k3, diethylene glycol, dan timbal. Roy menerangkan bahwa kandungan dari bahan-bahan tersebut sangat berbahaya bagi kulit seperti contoh efek dari bahan merkuri, misalnya, dapat menyebabkan kanker, diare, dan muntah. Lalu Hidrokinon, dapat menyebabkan hiperpigmentasi, terutama pada daerah yang terpapar matahari langsung.

Ada pula asam retinoat yang dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan untuk ibu hamil dapat menyebabkan kecacatan janin. Sedangkan pewarna jingga k1, merah k3, dan merah k10 dapat memicu kanker, dan kerusakan hati.

Sejak Januari hingga September tahun ini, kata Roy, BPOM telah melakukan penyidikan terhadap 125 perkara di bidang obat dan makanan. Dari 125 perkara tersebut, kosmetik merupakan perkara yang paling banyak diungkap, yakni sebanyak 36 perkara, terdiri dari 34 perkara kosmetik ilegal dan 2 perkara kosmetik mengandung bahan berbahaya.

“Kali ini pemberantasan kami perluas hingga ke level hulu yaitu distributor, importir, dan produsen. Barang-barang berbahaya yang disasar yakni kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, asam retinoat, pewarna merah K3 dan K10. Sebagai tindaklanjut dari temuan ini, kami akan menindaknya melalui pro-justitia. Artinya, pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/bpom-temukan-kosmetik-ilegal-dengan-merek-ternama/feed/ 0
Banten Masih Jadi Provinsi dengan Temuan Produk Ilegal Terbanyak https://www.greeners.co/berita/banten-masih-jadi-provinsi-dengan-temuan-produk-ilegal-terbanyak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=banten-masih-jadi-provinsi-dengan-temuan-produk-ilegal-terbanyak https://www.greeners.co/berita/banten-masih-jadi-provinsi-dengan-temuan-produk-ilegal-terbanyak/#respond Thu, 29 Oct 2015 04:36:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11696 Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan peran dari pemerintah daerah (Pemda) dalam memerangi kejahatan farmasi adalah peran yang sangat penting karena melalui Peraturan Daerah (Perda) yang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan peran dari pemerintah daerah (Pemda) dalam memerangi kejahatan farmasi adalah peran yang sangat penting karena melalui Peraturan Daerah (Perda) yang dimiliki oleh Pemda, maka Pemda sesungguhnya dapat menutup toko atau mencabut izin distributor obat yang melanggar peraturan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Roy Sparringa melalui keterangan resmi yang diterima oleh Greeners. Dalam keterangan tersebut, Roy juga menyatakan bahwa Provinsi Banten masih tetap menjadi lokasi dengan jumlah temuan peredaran produk obat dan kosmetik ilegal terbanyak, yaitu sebanyak 190 item dengan nilai keekonomian lebih dari 9,34 miliar rupiah.

“Provinsi Banten masih menjadi lokasi dengan jumlah temuan produk ilegal terbanyak sesuai dengan kesimpulan dari operasi Storm VI,” kata Roy, Jakarta, Rabu (28/10).

BPOM juga menyatakan telah memusnahkan secara simbolis hasil penyitaan obat dan makanan ilegal selama tahun 2014 sampai 2015. Total barang yang dimusnahkan sebanyak 218 item dengan nilai Rp20 miliar. Rinciannya, 39 item senilai Rp14 miliar ditemukan di daerah Balaraja pada Agustus 2014 dan 179 item senilai Rp6 miliar ditemukan di daerah Serpong.

Selain Banten, DKI Jakarta berada pada posisi kedua dengan jumlah temuan sebanyak 120 item dengan total kerugian Rp3,1 miliar. Lalu diikuti oleh Jawa Tengah dengan temuan sebanyak 181 item dengan nilai Rp1,65 miliar, Provinsi Riau sebanyak 65 item dengan nilai Rp1,08 miliar dan Kepulauan Riau dengan temuan 17 item senilai Rp1 miliar.

Modus operandi tindak pidana yang ditemukan pada Operasi Storm VI sendiri, lanjut Roy, antara lain pelaku melakukan aktivitas di malam hari, berpindah lokasi secara cepat, menyimpan produk ilegal di tempat yang tidak diduga serta menghindari rutinitas jadwal pelaksanaan aktivitas.

Sebagai informasi, Operasi Storm merupakan sandi operasi atas kerjasama Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal dengan NCB-Interpol Indonesia yang dilakukan di wilayah Asia Tenggara dan Tiongkok.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/banten-masih-jadi-provinsi-dengan-temuan-produk-ilegal-terbanyak/feed/ 0