program tiga bulan bersih sampah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/program-tiga-bulan-bersih-sampah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 12 Mar 2018 14:07:58 +0000 id hourly 1 ‘Tiga Bulan Bersih Sampah’ Sudah Libatkan 2 Juta Orang https://www.greeners.co/berita/tiga-bulan-bersih-sampah-sudah-libatkan-2-juta-orang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tiga-bulan-bersih-sampah-sudah-libatkan-2-juta-orang https://www.greeners.co/berita/tiga-bulan-bersih-sampah-sudah-libatkan-2-juta-orang/#respond Mon, 12 Mar 2018 05:54:43 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20185 Hingga saat ini, program "Tiga Bulan Bersih Sampah" (TBBS) yang diinisiasi oleh KLHK telah dilakukan kurang lebih 1.500 kali di 20 Provinsi dengan melibatkan lebih dari 2 juta orang.]]>

Palembang (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengagendakan “Tiga Bulan Bersih Sampah” (TBBS) yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan pengelolaan sampah nasional yang baik dan berkelanjutan.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Greeners, hingga Minggu (04/03/2018), kurang lebih 1.500 kegiatan TBBS di 20 Provinsi telah dilakukan dengan melibatkan lebih dari 2 juta orang. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 1.173,98 ton sampah terolah, yang terdiri atas sampah organik 631,3 ton, dan sampah anorganik 542,6 ton. Sementara yang menjadi residu dan dikirim ke TPA hanya 586,4 ton.

“Hal ini mengindikasikan bahwa inisiatif pengelolaan sampah yang merupakan kolaborasi masyarakat dan pemerintah daerah sudah terlaksana dengan baik dan perlu diapresiasi. Selain itu juga akan ada kegiatan pembinaan pengelolaan sampah kepada Pramuka,” kata Rossa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), saat melakukan aksi bersih sampah bersama Pemerintah Kota Palembang di Car Free Day (CFD), di Kambang Iwak, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Minggu, (11/03/2018).

BACA JUGA: KLHK Ajak Pemerintah Daerah Sukseskan Tiga Bulan Bersih Sampah

Pelaksanaan TBBS sendiri dilakukan sejak 21 Januari 2018 hingga 21 April 2018. Meski demikian, Vivien menyatakan bahwa gerakan bersih sampah secara masif ini tidak akan berhenti setelah tanggal 21 April.

“Agenda TBBS ini justru harus kita jadikan pemicu dan pemacu kesadaran untuk selalu menerapkan pola hidup mengurangi, menangani dan mengolah sampah,” katanya menambahkan.

Menurut Vivien, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat Palembang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, sekaligus persiapan dan sosialisasi kampanye less waste more games saat pelaksanaan Asian Games mendatang.

Terkait pelaksanaan Asian Games, Pjs Walikota Palembang, H. Akhmad Najib, mengungkapkan, Kota Palembang sedang berbenah untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018, dan mendukung pencapaian Indonesia bersih sampah 2020.

“Sebagai kota tepian sungai, Palembang akan terus melakukan gerakan gotong royong dengan komunitas untuk membersihkan sungai, drainase dan lingkungan sekitar, serta aksi nyata pengelolaan sampah, dan membangun kesadaran untuk memelihara dan mencapai kualitas lingkungan yang baik”, lanjut Akhmad Najib.

BACA JUGA: HPSN 2018, KLHK Agendakan ‘Tiga Bulan Bersih Sampah’

Dalam kegiatan aksi bersih sampah ini, dilaksanakan juga edukasi pengelolaan sampah kepada 100 anggota Pramuka Saka Wanabakti oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Pengembangan Generasi Muda. Kegiatan ini diharapankan dapat mendorong Pramuka menjadi agen perubahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

Kegiatan serupa dengan konsep “less waste event” (penyelenggaraan acara minim sampah) telah digelar di Semarang, dan masih akan berlangsung di sejumlah kota, antara lain Makassar, Ambon, Yogyakarta, Jayapura dan Banjarmasin hingga 15 April mendatang.

KLHK juga mengajak seluruh masyarakat mengunggah aktifitas aksi bersih dan pilah sampah yang dilakukan baik secara individu atau berkelompok, di media sosial dengan hashtag #BersihBisaKok dan #PilahSampah.

Penulis: (*)

]]>
https://www.greeners.co/berita/tiga-bulan-bersih-sampah-sudah-libatkan-2-juta-orang/feed/ 0
International Zero Waste Cities Conference Digelar di Bandung https://www.greeners.co/berita/international-zero-waste-cities-conference-digelar-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=international-zero-waste-cities-conference-digelar-bandung https://www.greeners.co/berita/international-zero-waste-cities-conference-digelar-bandung/#respond Tue, 06 Mar 2018 05:49:56 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20156 Untuk pertama kalinya International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) diselenggarakan pada tanggal 5-7 Maret 2018 di Bandung, Jawa Barat.]]>

Bandung (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018 dan menyikapi program “Tiga Bulan Bebas Sampah” dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kota Cimahi, dan Pemerintah Kabupaten Bandung menyelenggarakan International Zero Waste Cities Conference (IZWCC) pada tanggal 5-7 Maret 2018 di Bandung, Jawa Barat.

Ketua Panitia Pengarah IZWCC 2018, Ria Ismaria, mengatakan, penyelenggaraan IZWCC 2018 merupakan upaya untuk memperkenalkan dan mendorong diterapkannya konsep zero waste cities untuk pengelolaan sampah sekaligus membangun perekonomian kota.

“Konferensi ini memiliki tujuan bisa mengikat pegiat lingkungan seperti pemerintah, non government organization (NGO), dan masyarakat untuk berkolaborasi bersama-sama menuju zero waste cities,” ujar Ria saat ditemui pada acara International Zero Waste Cities Conference, Bandung, Senin (05/03).

BACA JUGA: Penerapan Circular Economy dalam Pengelolaan Sampah Belum Maksimal

Dengan mengangkat tema “Circular City adalah Kota Masa Depan”, konferensi ini mengajak para pemimpin dan perangkat daerah untuk mencari solusi terhadap masalah persampahan sekaligus menciptakan kota yang berkelanjutan (sustainable city).

“Konsep yang betul-betul komprehensif. Selama ini kita sudah menjalankan upaya daur ulang dan membuat kompos tapi tidak berkelanjutan. Seharusnya kita mengaitkan pengelolaan sampah dengan aktivitas ekonomi supaya sustainable,” lanjutnya.

Pejabat sementara (Pjs) Walikota Bandung Muhamad Solihin menyatakan bahwa konsep zero waste cities bisa dilaksanakan pemerintah dengan dukungan masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat bertindak bijak dalam pengelolaan sampah untuk membangun kota.

“Tugas pemerintah adalah membangkitkan semangat, harus sabar mengingatkan masyarakat, memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengajak masyarakat untuk membangun kota ini dengan berbagai upaya, dan mengajak masyarakat berpikir bersama,” kata Solihin.

BACA JUGA: Zero Waste Youth Festival Dorong Generasi Muda Mencari Solusi Sampah Plastik

IZWCC 2018 dihadiri oleh perwakilan kota-kota dari dalam dan luar negeri yang sudah ataupun yang sedang mengembangkan konsep zero waste cities. Konferensi ini juga menghadirkan para ahli dan praktisi dari kota-kota model zero waste di India, Filipina, Amerika Serikat, Eropa dan Indonesia. Mereka menunjukkan bagaimana mengurangi limbah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui cara yang telah teruji, terbukti, dan relatif mudah direplikasi.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/international-zero-waste-cities-conference-digelar-bandung/feed/ 0
KLHK Ajak Pemerintah Daerah Sukseskan Tiga Bulan Bersih Sampah https://www.greeners.co/berita/klhk-ajak-pemerintah-daerah-sukseskan-tiga-bulan-bersih-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=klhk-ajak-pemerintah-daerah-sukseskan-tiga-bulan-bersih-sampah https://www.greeners.co/berita/klhk-ajak-pemerintah-daerah-sukseskan-tiga-bulan-bersih-sampah/#respond Thu, 22 Feb 2018 07:18:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=20084 Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, KLHK mengadakan pertemuan dengan beberapa perwakilan pemerintah daerah untuk membahas program kerja dari para kepala daerah terkait program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS).]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan pertemuan dengan beberapa perwakilan pemerintah daerah dari Jakarta, Palembang, Semarang, Balikpapan, Surakarta, dan Musi Banyuasin di KLHK. Pertemuan ini untuk membahas program kerja dari para kepala daerah terkait program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) yang telah dicanangkan KLHK melalui surat edaran Menteri LHK Nomor: SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018.

Mengenai pertemuan ini, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Rosa Vivien Ratnawati menyatakan bahwa untuk mewujudkan Indonesia bersih tidak hanya kerja dari pemerintah pusat saja, namun juga perlu dukungan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus bekerjasama dengan pemerintah daerah guna dilaksanakannya pengelolaan sampah dengan baik. Surat Edaran nomor 1 tahun 2018 tentang HPSN mengimbau dan menilai bagaimana kerja dari para kepala daerah, gubernur, bupati, dan walikota di seluruh pemerintah daerah di Indonesia dengan program Tiga Bulan Bersih Sampah,” kata Vivien, Jakarta, Rabu (21/02/2018).

BACA JUGA: HPSN 2018, KLHK Agendakan ‘Tiga Bulan Bersih Sampah’

Terkait pengelolaan sampah, Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan pemerintahannya mempunyai program unggulan untuk menyukseskan program TBBS dan sekaligus mempertahankan gelar sebagai Kota Terbersih sejak 1996. Program yang dimaksud adalah adanya kurikulum muatan lokal tentang lingkungan hidup di sekolah-sekolah Balikpapan dan sosialisasi pentingnya memilah sampah di rumah tangga.

“Kami membangun sekolah yang berdekatan dengan lingkungan jadi mereka betul-betul mencintai lingkungan dan tahu secara nyata. Kami juga terus mensosialisasikan pemilahan sampah dari sumber untuk pengurangan sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir, seperti contohnya di wilayah Gunung Bahagia, Balikpapan,” ujar Rizal.

Kota Balikpapan sendiri memiliki APBD sebesar Rp 1,2 triliun dengan anggaran untuk lingkungan sebesar Rp 60 miliar per tahun. “Kami membangun Kota Bersih ini kurang lebih 30 tahun. Tidak bisa menjadi kota terbersih hanya dalam waktu satu atau dua tahun,” ungkap Suryanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan.

BACA JUGA: HPSN 2018, Menteri Siti Nurbaya Ajak Komunitas Turut Peduli Sampah

Berbeda dengan Kota Balikpapan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin Andi Wijaya Busro menyatakan bahwa daerahnya akan meluncurkan program Kampung Kelola Sampah pada 9 Maret 2018 mendatang. Konsep dari Kampung Kelola Sampah ini adalah pemilahan sampah yang dilakukan di rumah tangga kemudian sampah dikumpulkan, diangkut dan diolah di tingkat Rukun Tetangga (RT).

“Kami akan menerapkan di dua kampung dan kampung kelola sampah ini akan kami jadikan model untuk pengelolaan sampah di kampung-kampung lainnya. Pertama (akan diterapkan) di kota Sekayu, ibukota Musi Banyuasin, dan kalau berhasil akan kami sebarkan di seluruh Musi Banyuasin,” kata Andi.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/klhk-ajak-pemerintah-daerah-sukseskan-tiga-bulan-bersih-sampah/feed/ 0
Bergerak untuk Indonesia Bebas Sampah 2020 Galang Aspirasi Publik https://www.greeners.co/aksi/bergerak-indonesia-bebas-sampah-2020-galang-aspirasi-publik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bergerak-indonesia-bebas-sampah-2020-galang-aspirasi-publik https://www.greeners.co/aksi/bergerak-indonesia-bebas-sampah-2020-galang-aspirasi-publik/#respond Thu, 15 Feb 2018 14:20:11 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=20040 Sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah pada tahun 2020, gerakan Bergerak untuk Indonesia Bebas Sampah (BIBS) 2020 kembali menyelenggarakan rangkaian gerakan nasional bertajuk Peduli Sampah Nasional (#PESAN2018)]]>

Jakarta (Greeners) – Sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah pada tahun 2020, gerakan Bergerak untuk Indonesia Bebas Sampah (BIBS) 2020 kembali menyelenggarakan rangkaian gerakan nasional bertajuk Peduli Sampah Nasional (#PESAN2018). Kegiatan yang dilangsungkan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) ini akan dilaksanakan pada 17-25 Februari 2018.

Penanggung jawab BIBS 2020 Syir Asih Amanati mengatakan, BIBS mempunyai target ambisius di antaranya bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menandatangani aspirasi dari publik, mendorong terbentuknya circular economy di Indonesia, dan membuat publik bisa menilai kondisi persampahan di wilayah masing-masing melaui indeks persampahan di platform bebasampah.id.

“Gerakan ini bukan sementara tapi untuk jangka panjang. Tahun 2018 ini kami melanjutkan aspirasi publik sampai dipanggil oleh Bapak Presiden Joko Widodo, mudah-mudahan sebelum beliau lengser sudah ada tindakan yang bisa dilakukan oleh pemerintah Indonesia,” kata Syir pada acara Media and Community Gathering Peduli Sampah Nasional, Jakarta, Rabu (14/02).

Penggalangan aspirasi publik tersebut dilakukan melalui portal Change.org dalam laman change.org/AspirasiBebasSampah. Laman ini dibuat dalam dua bahasa yang bertujuan agar dunia internasional bisa mengetahui perubahan yang dilakukan oleh Indonesia.

“Bebas Sampah 2020 juga mendapatkan dukungan internasional dari berbagai negara dengan lebih dari 150 leaders dari 150 negara yang bertemu di Estonia. 150 leaders ini akan ikut serta dalam mendukung gerakan yang akan kami lakukan, karena isu persampahan ini terkait satu sama lain antar negara di planet bumi ini,” ucap Syir.

Tujuan gerakan BIBS 2020 juga ingin membentuk circular economy atau ekonomi melingkar yang berarti masyarakat tahu barang-barang yang digunakan berlangsung dan berujung ke mana setelah digunakan.

“Saat ini kita masih menganut sistem linear ekonomi yang mana setelah kita membuat sesuatu (barang) itu dibuang dan menumpuk di TPA karena uang kita habis hanya untuk ditumpuk di TPA jadi sampah. Maka dari itu kita harus ubah itu menjadi circular economy,” ujarnya.

Syir menambahkan, dari tahun 2015 gerakan BIBS 2020 sudah mendapatkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bahkan di tahun 2016 platform bebassampah.id bisa digunakan secara nasional.

“Kami mendukung usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk (program) ‘Tiga Bulan Bersih Sampah’. Di sisi lain kami ingin melengkapi usaha mereka (KLHK) dengan berkelanjutan tapi dengan versi kami. Kami saling menguatkan bukan menjatuhkan karena isu persampahan ini dihadapi oleh semua orang, jadi yang bergerak harus semua masyarakat Indonesia,” tegas Syir.

Selain dukungan dari KLHK, gerakan BIBS 2020 ini mendapat dukungan 1.024 komunitas dari 154 Kota di seluruh Indonesia. Seperti komunitas TurunTangan Jakarta yang mendukung gerakan BIBS 2020 ini dengan turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi dan memberikan pembelajaran tentang memilah sampah dan akibat membuang sampah sembarangan.

“Kami mensosialisasikan kepada lingkungan sekitar, misalnya warga RT dikumpulkan untuk bahas sama-sama apa masalahnya, jadi lebih turun tangan langsung untuk mengedukasi dan memberitahukan,” ujar Arif, anggota komunitas TurunTangan Jakarta.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang anggota komunitas Sahabat Blogger, Erika Wulandari. Ia mendukung gerakan BIBS 2020 tidak hanya di lingkungan sekitar tapi juga perlu diviralkan di media sosial. Caranya adalah dengan mengunggah tentang hal-hal yang mendukung aktivitas tidak membuang sampah sembarang, misalnya video pendek, di media sosial.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/bergerak-indonesia-bebas-sampah-2020-galang-aspirasi-publik/feed/ 0
HPSN 2018, KLHK Agendakan ‘Tiga Bulan Bersih Sampah’ https://www.greeners.co/berita/hpsn-2018-klhk-agendakan-tiga-bulan-bersih-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hpsn-2018-klhk-agendakan-tiga-bulan-bersih-sampah https://www.greeners.co/berita/hpsn-2018-klhk-agendakan-tiga-bulan-bersih-sampah/#respond Sat, 20 Jan 2018 05:06:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=19856 Untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan luncurkan agenda “Tiga Bulan Bersih Sampah” yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 yang bertema “Sayangi Bumi, Bersihkan Dari Sampah”, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus berupaya mewujudkan pengelolaan sampah nasional yang baik dan berkelanjutan. Untuk tahun ini, HPSN akan diaktualisasikan dalam kerja bersama dalam agenda “Tiga Bulan Bersih Sampah” yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

“Pada 2018 ini, kami fokuskan pada internalisasi dan pelaksanaan tiga bulan bersih sampah. Design-nya adalah mengajak bersosialisasi masyarakat, anak sekolah, kantor dan semua elemen yang nanti larinya ke green leadership,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam Media Briefing HPSN 2018 di Jakarta, Jumat (19/01/2018).

BACA JUGA: Akhirnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jemput Limbah Elektronik Milik Warga

Untuk menyukseskan kegiatan Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) ini telah dikeluarkan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018. Kegiatan TBBS akan meliputi sosialisasi kebijakan dan program pengelolaan sampah. Gerakan kebersihan akan dilakukan pada kantor-kantor pemerintahan, pelabuhan, bandara, pasar tradisonal, dan kawasan pemukiman; pelaksanaan Car Free Day tanpa sampah; serta pelaksanaan kegiatan kampanye Pilkada tanpa sampah (less waste event).

Dalam HPSN ini, Siti juga menyatakan bahwa KLHK akan memperbaiki sistem penilaian terhadap penghargaan Adipura 2018. “Di Hari Bersih Sampah ini, kami juga melakukan peningkatan dan koreksi-koreksi dalam kaitan dengan penilaian Adipura yang lebih melibatkan publik. Kami berharap dengan pola tiga bulan bersih sampah, publik nanti akan ikut menilai,” katanya.

BACA JUGA: Sampah Laut Menghambat Nawacita

Agenda TBBS sendiri akan berlangsung mulai tanggal 21 Januari hingga 21 April 2018. Agenda ini menjadi jalan pemenuhan tujuan pembangunan pengelolaan sampah sebagaimana target yang telah ditetapkan dalam Perpres No. 97 tahun 2017 tentang Kebijakan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah, yaitu pada tahun 2025 terdapat pengurangan timbulan sampah 30 persen atau 20,9 juta ton serta penanganan sampah mencapai 70 persen atau 49,9 juta ton.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati menambahkan bahwa pemerintah berharap semua elemen masyarakat termasuk generasi muda turut menyukseskan HPSN dengan strategi kampanye digital yang bisa menerobos ke segala elemen.

“Untuk acara ini sebagai hastag kita menggunakan #BersihBisaKok artinya adalah untuk membangkitkan optimisme masyarakat Indonesia bahwa kita bisa bersih jika kita semua memiliki kesadaran dan kepedulian serta mau bekerjasama mengelola sampah,” kata Vivien.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hpsn-2018-klhk-agendakan-tiga-bulan-bersih-sampah/feed/ 0