prototipe - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/prototipe/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 02 May 2015 12:19:39 +0000 id hourly 1 ISAW Galang Dana Kembangkan Aplikasi Penilaian Kebun Binatang https://www.greeners.co/berita/isaw-galang-dana-kembangkan-aplikasi-penilaian-kebun-binatang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=isaw-galang-dana-kembangkan-aplikasi-penilaian-kebun-binatang https://www.greeners.co/berita/isaw-galang-dana-kembangkan-aplikasi-penilaian-kebun-binatang/#respond Sat, 02 May 2015 12:12:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8802 Malang (Greeners) – Indonesian Society for Animal Welfare (ISAW) mulai tanggal 1 Mei 2015 menggalang dana melalui situs indiegogo.com untuk pengembangan aplikasi penilaian kebun binatang yang bernama Zoo Recapp atau […]]]>

Malang (Greeners) – Indonesian Society for Animal Welfare (ISAW) mulai tanggal 1 Mei 2015 menggalang dana melalui situs indiegogo.com untuk pengembangan aplikasi penilaian kebun binatang yang bernama Zoo Recapp atau Zoo Reporting for Citizens Application. Aplikasi interaktif ini untuk membangun platform pelaporan kolektif warga (crowdsourcing) mengenai kondisi satwa di kebun binatang.

Direktur Eksekutif ISAW, Kinanti Kusumawardani menyampaikan dalam rilisnya jika Zoo Recapp merupakan aplikasi interaktif untuk melakukan penilaian kebun binatang secara mudah dan sistematis melalui perangkat telepon genggam.

Pengembangan aplikasi ini, kata Kinanti dilatarbelakangi masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap animal welfare atau kesejahteraan satwa serta kondisi kebun binatang di Indonesia yang memprihatinkan. Selain untuk menilai kondisi kebun binatang, kata Kinanti, aplikasi ini juga bisa menjadi media edukasi interaktif mengenai standar-standar kesejahteraan satwa yang mengacu pada metode penilaian Zoo Exhibit Quick Audit Process (ZEQAP).

Menurutnya, kondisi kebun binatang di Indonesia sangat jauh dari standar kesejahteraan satwa. Ia menyontohkan, kasus satwa yang mati di kebun binatang yang tak lazim seperti kasus singa mati, jerapah mati dengan sampah di perutnya, dan harimau sakit karena mengonsumsi daging berformalin menunjukkan kondisi satwa di kebun binatang sangat buruk.

Selain itu, perilaku abnormal satwa-satwa di kebun binatang juga terjadi seperti menggigit kawat kandang, berjalan mondar-mandir tanpa tujuan mengindikasikan tingkat kesejahteraan satwa buruk. Dengan adanya aplikasi ini, katanya, diharapkan masyarakat bisa berperan aktif mengamati, menilai, dan melaporkan kondisi satwa di kebun binatang yang dikunjunginya. “Kami ajak masyarakat lebih peka dan berperan aktif memantaunya,” kata Kinanti.

ISAW saat ini sudah berhasil mengembangkan prototipe aplikasi Zoo Recapp untuk smartphone dengan sistem operasi Android. Uji coba juga sudah dilakukan pada 22 April lalu, saat peringatan Hari Bumi oleh 25 siswa Bandung Independent School dan komunitas anak jalanan Bandung Street Children Program. Penggalangan dana selama dua bulan kedepan akan digunakan untuk menyempurnakan aplikasi Zoo Recapp pada sistem Windows dan iOS.

Organisasi Protection of Forest & Fauna (Profauna) juga mendukung penggalangan dana serta pengembangan aplikasi ini. Menurut pendiri Profauna, Rosek Nursahid, dengan adanya aplikasi ini, masyarakat bisa lebih mudah berperan aktif dalam memantau dan menilai kebun binatang serta lebih mudah belajar nilai-nilai kesejahteraan satwa.

“Kami sangat mendukung pengembangan aplikasi ini agar masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian satwa,” pungkasnya.

Penulis: HI/G17

]]>
https://www.greeners.co/berita/isaw-galang-dana-kembangkan-aplikasi-penilaian-kebun-binatang/feed/ 0
Menikmati Hutan Dengan Sepeda Gantung Tenaga Manusia https://www.greeners.co/ide-inovasi/menikmati-hutan-dengan-sepeda-gantung-tenaga-manusia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menikmati-hutan-dengan-sepeda-gantung-tenaga-manusia https://www.greeners.co/ide-inovasi/menikmati-hutan-dengan-sepeda-gantung-tenaga-manusia/#respond Mon, 16 Mar 2015 04:55:39 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8172 Negara tropis sesungguhnya memiliki potensi wisata yang besar. Berjalan kaki menyusuri hutan bukan satu-satunya cara menikmati wisata alam. Bagaimana jika menikmati pemandangan hutan dari ketinggian? Naik kereta gantung misalnya. Mashpi […]]]>

Negara tropis sesungguhnya memiliki potensi wisata yang besar. Berjalan kaki menyusuri hutan bukan satu-satunya cara menikmati wisata alam. Bagaimana jika menikmati pemandangan hutan dari ketinggian? Naik kereta gantung misalnya.

Mashpi Lodge Reverse di Quito, Ekuador adalah contoh terbaik wisata alam dari ketinggian. Wisatawan dapat menjelajahi wilayah hutan Andean Cloudforest dengan menaiki Sky Bike, sepeda dengan dua kursi bertenaga manusia dan dipasang melintasi Cloudforest.

Foto: www.mashpilodge.com

Foto: www.mashpilodge.com

Sky Bike adalah sepeda yang menggantung di seutas kabel yang berada di atas ketinggian 60 meter, membentang di antara dua titik di dalam hutan. Sky Bike memberikan pengunjung sensasi yang berbeda saat berada di atas kanopi hutan untuk menjelajah dengan santai.

Sky Bike bergerak jika penumpangnya mengayuh sadelnya. Tidak hanya melintas pepohonan, Sky Bike juga dirancang memintas jurang dan lembah. Oleh karena itu kecepatan sepeda gantung ini berjalan sesuai tenaga kayuhan pengendaranya.

Jika hewan pada umumnya ketakutan dan bersembunyi jika ada manusia mendekat. Lain halnya jika pengunjung menggunakan Sky Bike. Satwa liar tidak terlalu takut dan lebih tenang saat manusia muncul di tempat yang tak terduga.

Di atas ketinggian 60 meter, Sky Bike melintasi kanopi hutan Andean Cloudforest. Foto: www.mashpilodge.com

Di atas ketinggian 60 meter, Sky Bike melintasi kanopi hutan Andean Cloudforest. Foto: www.mashpilodge.com

Masphi Lodge telah menyediakan Sky Bike sejak tahun 2012. Sepeda yang dioperasikan sekarang merupakan hasil dari lima macam prototipe yang telah dibuat sebelumnya yang terinspirasi dari sebuah artikel di Popular Mechanics. Mashpi Lodge Reserve adalah tempat yang menakjubkan, terdapat lebih dari 400 jenis burung dari sekitar 450 jenis yang ada di wilayah tersebut. Penginapan ini berkomitmen untuk melindungi lingkungan dan populasi manusia dengan cara yang “bijaksana, berkelanjutan dan efektif.”

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menikmati-hutan-dengan-sepeda-gantung-tenaga-manusia/feed/ 0
Mobil Irit Nasional Mampu Berkontribusi Untuk Indonesia https://www.greeners.co/berita/mobil-irit-nasional-mampu-berkontribusi-untuk-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mobil-irit-nasional-mampu-berkontribusi-untuk-indonesia https://www.greeners.co/berita/mobil-irit-nasional-mampu-berkontribusi-untuk-indonesia/#comments Wed, 28 Nov 2012 03:00:15 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3220 Surabaya (Greenersmagz) – Setelah melangsungkan race selama dua hari, Indonesia Energy Marathon Competition (IEMC) akhirnya melahirkan para juara berdasarkan perhitungan konsumsi bahan bakar masing-masing mobil di kamar hitung. Bahkan, beberapa […]]]>

Surabaya (Greenersmagz) – Setelah melangsungkan race selama dua hari, Indonesia Energy Marathon Competition (IEMC) akhirnya melahirkan para juara berdasarkan perhitungan konsumsi bahan bakar masing-masing mobil di kamar hitung.

Bahkan, beberapa diantara kategori tersebut justru melahirkan beberapa nama baru yang sebelumnya tidak diperkirakan untuk menjadi jawara di kancah mobil irit nasional ini.

Dua nama dalam lima kategori mobil berdasarkan bahan bakarnya yang menjadi juara dalam kompetisi ini adalah kelas urban dan prototype dengan kategori mesin diesel, gasoline, dan listrik.

Sementara itu, dari kategori mesin diesel untuk kelas prototype dan urban berhasil dimenangkan oleh tim dari ITS, yakni ITS Team 4 dan ITS Team 2, dengan nilai 343,8692 dan 147,834 kilometer per liter. Pada kategori prototype diesel, posisi kedua ditempati oleh Tim Semar Proto Diesel dengan torehan 130,6817 kilometer per liter. Sedangkan untuk kategori urban diesel, ITS Team 4 menjadi juara satu-satunya karena Tim Albert PNJ dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) gagal menuntaskan race.

Hasil unik terjadi pada kategori prototype gasoline. ITS Team 1 dari ITS harus berbagi gelar juara dengan Tim Nakoela Hore dari Universitas Indonesia (UI) karena keduanya memperoleh nilai sama yakni 338,1967 kilometer per liter. Setelah tim juri dan panitia berunding, akhirnya diputuskan bahwa kedua tim menjadi juara pertama dalam kategori tersebut.

“Pada lomba ini, setiap tim diberi kesempatan untuk melakukan race sebanyak lima kali. Itu pun setelah dinyatakan lolos scrutineering atau uji inspeksi teknis yang meliputi bobot kendaraan, jenis bahan bakar, ukuran kendaraan, dan lain-lain. Tapi kalau tim tersebut sudah merasa puas dengan capaian pada race tertentu, ya diperbolehkan untuk tidak melakukan sampai lima kali race,” papar ketua pelaksana, Didit Ardiyanto, Selasa (27/11).

Sementara, untuk kategori prototype listrik, Tim Arjuna Hore dari UI masih mendominasi perolehan nilai dan menjadi juara pertama yakni 165,2474 kilometer per kilowatt jam. Mereka juga sempat mengikuti even Shell Eco Marathon (2012) di Sepang, Malaysia. Sementara itu, pada posisi kedua, pendatang baru dari ITS Tim SAE_ZEV Otomasi ITS Team berhasil menuntaskan lap setelah beberapa kali mengalami gangguan dengan nilai 141,4592 kilometer per kilowatt jam.

Cha-PENS Team dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) harus rela menempati posisi kedua pada kategori urban listrik. Setelah sempat memimpin hingga menjelang akhir sesi race dengan nilai 42,25259 kilometer per kilowatt jam, Tim Nusa Kencana dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memberi kejutan. Tepat pada percobaan terakhirnya, Nusa Kencana unggul dari Cha-PENS dengan perolehan 45,9823 kilometer per kilowatt jam.

Pada kategori urban gasoline, Tim Horas dari Universitas Sumatera Utara justru keluar sebagai pemenang dengan torehan 139,367 kilometer per liter. ITS Team 3 yang dijagokan akan menjadi juara pada kategori ini justru gagal menyelesaikan race karena masalah pada bagian drivetrain (sistem penggerak). Alhasil, pada posisi kedua ditempati oleh Tim Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada dengan nilai 83,2401 kilometer per liter.

“Acara ini dapat menyumbang sedikit kontribusi bagi kemandirian teknologi bangsa hingga mewarisi anak cucu kita. Kami berharap ini bukan sekedar lomba tetapi menjadi inspirasi bagi bangsa untuk menciptakannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Rektor ITS, Triyogi Yuwono DEA. (G25)

]]>
https://www.greeners.co/berita/mobil-irit-nasional-mampu-berkontribusi-untuk-indonesia/feed/ 1