pusat daur ulang sampah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/pusat-daur-ulang-sampah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 17 Apr 2019 13:41:18 +0000 id hourly 1 Fasilitas Pengelolaan Sampah di 6 Kabupaten/Kota DAS Citarum Diresmikan https://www.greeners.co/berita/fasilitas-pengelolaan-sampah-di-6-kabupaten-kota-das-citarum-diresmikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=fasilitas-pengelolaan-sampah-di-6-kabupaten-kota-das-citarum-diresmikan https://www.greeners.co/berita/fasilitas-pengelolaan-sampah-di-6-kabupaten-kota-das-citarum-diresmikan/#respond Wed, 17 Apr 2019 01:24:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=23110 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akhirnya meresmikan fasilitas pengelolaan sampah terpadu di enam kabupaten/kota di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum untuk mendukung program Citarum Bersih.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akhirnya meresmikan fasilitas pengelolaan sampah terpadu di enam kabupaten/kota di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum untuk mendukung program Citarum Bersih. Pengadaan fasilitas ini menghabiskan dana sebesar 12 miliar rupiah.

“Setidaknya ada 5 Direktorat Jenderal di KLHK yang bertugas dalam percepatan pelaksanaan dan keberlanjutan kebijakan pengendalian DAS Citarum. Salah satu wujud percepatan ini adalah penyerahan fasilitas pengelolaan sampah di 6 Kabupaten/Kota DAS Citarum yang kita resmikan hari ini,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (15/04/2019).

BACA JUGA: Pembersihan Sungai Citarum Kini Fokus pada Warna Air 

Sarana dan prasarana pengelolaan sampah terpadu tersebut terdiri atas Pusat Daur Ulang (PDU) di Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kota Cimahi dengan kapasitas 10 ton per hari; fasilitas pengomposan dengan kapasitas 10-30 ton per hari; Bank Sampah Induk (BSI) dengan kapasitas 1 ton per hari di 6 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi. KLHK juga menyerahkan 60 tempat sampah terpilah dan 35 unit motor pengangkut sampah roda tiga di 6 kabupaten/kota tersebut.

“Semua dukungan sarana yang diberikan oleh pemerintah kepada 6 kabupaten/kota di DAS Citarum diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah dan menjadi stimulan bagi pemerintah daerah. Kita perlu mendorong pengelolaan sampah yang mengedepankan paradigma dan konsep pengurangan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Reycle). Dengan demikian, partisipasi masyarakat dan kapasitas pengelolaan sampah daerah yang berada di DAS Citarum meningkat sehingga dapat menurunkan beban di pemrosesan akhir (TPA),” kata Siti.

BACA JUGA: KLHK Tandatangani Kerjasama Program Citarum Bersih dengan 6 Daerah 

Untuk mengadakan fasilitas pengelolaan sampah terpadu di DAS Citarum ini KLHK mengalokasikan dana sebesar Rp12 miliar. Dihubungi secara terpisah, Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Novrizal Tahar mengatakan bahwa dana tersebut sudah terserap semuanya.

“Jadi bantuan dana senilai Rp12 miliar itu direncanakan pada tahun 2018 dan sudah diimplementasikan pada peresmian pengelolaan sampah terpadu di 6 kabupaten/kota ini. Diharapkan dengan pengelolaan sampah yang sudah dibuat ini masyarakat bisa menggunakannya dengan baik dan tidak lagi membuang sampah ke DAS Citarum serta menjadikan sampahnya bernilai dengan PDU yang sudah dibuat,” ujar Novrizal kepada Greeners melalui telepon, Selasa, (16/04/2019).

Sebagai informasi, KLHK yang diwakili oleh Dirjen PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati telah menandatangani MOU dan perjanjian kerjasama program pengelolaan sampah terpadu dengan 6 kabupaten/kota pada tanggal 3 Agustus 2018 di Hotel Le Meridien Jakarta. MOU dan perjanjian kerjasama ini dilakukan untuk mendukung program Citarum Bersih dan sebagai implementasi atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/fasilitas-pengelolaan-sampah-di-6-kabupaten-kota-das-citarum-diresmikan/feed/ 0
Labuan Bajo Kini Memiliki Pusat Daur Ulang Sampah https://www.greeners.co/berita/labuan-bajo-kini-memiliki-pusat-daur-ulang-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=labuan-bajo-kini-memiliki-pusat-daur-ulang-sampah https://www.greeners.co/berita/labuan-bajo-kini-memiliki-pusat-daur-ulang-sampah/#respond Fri, 21 Dec 2018 12:49:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=22116 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Ditjen PSLB3 meresmikan Pusat Daur Ulang Sampah Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3) meresmikan Pusat Daur Ulang Sampah Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Dengan adanya pusat daur ulang ini diharapkan sampah yang dibuang ke Tempat Pemroses Akhir (TPA) berkurang.

Direktur Pengelolaan Sampah Direktorat PSLB3, Novrizal Tahar mengatakan bahwa sebagai wilayah yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas, KLHK memberikan perhatian terhadap permasalahan sampah di Labuan Bajo. Oleh sebab itu, pusat daur ulang sampah ini dibangun.

“Labuan Bajo ini diketahui sebagai wilayah pariwisata yang diminati oleh para wisatawan jadi pengelolaan sampahnya harus bagus. Mudah-mudahan pusat daur ulang sampah ini bisa menjadi solusi penting yang signifikan untuk pengelolaan sampah yang ada di Labuan Bajo,” ujar Novrizal saat dihubungi oleh Greeners, Jumat (21/12/2018).

BACA JUGA: KLHK Siapkan Permen Gerakan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah 

Pusat daur ulang ini diharapkan dapat mendaur ulang sampah hingga 5 ton setiap hari. Adapun menurut Novrizal, kawasan Labuan Bajo menghasilkan 12 hingga 13 ton sampah setiap harinya.

Lebih lanjut Novrizal menjelaskan bahwa persiapan untuk membangun pusat daur ulang sampah ini sudah dilakukan dalam setahun, dari hulu hingga hilir dengan program seperti edukasi, sosialisasi, dan membangun sistem kelembagaan. Hal ini bertujuan mengubah perilaku masyarakat setempat agar bisa menjaga kebersihan dengan baik.

Pusat Daur Ulang Sampah Labuan Bajo akan dikelola oleh Pemerintah Daerah (Pemda) bersama dengan komunitas dan masyarakat. Pengelolaannya akan dimonitor dan dievaluasi setiap tiga bulan sekali oleh KLHK dengan membentuk Pokja. Hal ini bertujuan agar bantuan yang diberikan digunakan dengan baik dan bekerja secara maksimal.

pusat daur ulang sampah

Direktur Pengelolaan Sampah Direktorat PSLB3, Novrizal Tahar dan Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong meresmikan Pusat Daur Ulang Sampah Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT, Jumat (21/12/2018). Foto: greeners.co/Syaiful Rochman

Dalam acara peresmian tersebut, KLHK juga memberikan bantuan kapal “Jaga Bahari” sebagai sarana dan prasarana pengelolaan sampah di sekitar pantai. Selain itu KLHK juga memberikan tempat sampah tematik sebagai upaya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai masalah sampah kepada masyarakat Labuan Bajo.

“Kami serahkan (pengelolaannya) ke Pemda. Sumber daya manusianya juga sudah kami berikan edukasi ke Kota Surabaya untuk kenal dengan policy (kebijakan, Red.) atau cara-cara yang dibuat oleh Kota Surabaya dalam hal lingkungan bisa diterapkan di Labuan Bajo,” kata Novrizal.

Novrizal juga mengharapkan dukungan komunitas lokal, seperti Trash Hero Indonesia dan Komunitas Perempuan Peduli Lingkungan, untuk bersama-sama mengelola sampah di kawasan Labuan Bajo.

BACA JUGA: KLHK Dorong Pemerintah Daerah Membuat Jakstrada Pengelolaan Sampah 

Senada dengan Novrizal, Wakil Bupati Manggarai Bara t, Maria Geong berharap jika bantuan yang diberikan tidak hanya sekadar seremonial melainkan betul-betul digunakan dengan baik dan menjadi pendukung data yang akurat dan valid.

“Pemda harus bertanggungjawab dengan baik untuk Pusat Daur Ulang Sampah dan bantuan sarana prasarana ini. Seperti adanya kapal ini, seharusnya pengumpulan sampah bisa lebih sistematis dan bisa didata setiap hari sampah yang diangkut supaya kita mengetahui kapan volume sampah meningkat dan menurun, kapan saja dan di mana saja,” ujar Maria.

Lebih dari itu, Maria berharap jika bantuan ini tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat saja, namun juga bisa digunakan sebagai data informasi terkait persampahan. Informasi ini dapat diperoleh dengan mempelajari pola dan fluktuasi masyarakat dalam membuang sampah. “Supaya saya sebagai pembuat keputusan bisa mengeluarkan keputusan yang benar dalam bentuk peraturan, fasilitas, dan sosialisasi,” pungkas Maria.

Sebagai informasi, di hari yang sama Direktorat PSLB3 melakukan Aksi Bersih Sampah yang dilaksanakan di Pelabuhan Pink Labuan Bajo, bersama komunitas Trash Hero, Perempuan Peduli Lingkungan, Sekolah Muhammadiyah Labuan Bajo.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/berita/labuan-bajo-kini-memiliki-pusat-daur-ulang-sampah/feed/ 0