ragam hayati - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/ragam-hayati/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 17 Jan 2025 07:50:21 +0000 id hourly 1 Kenidai, Tanaman yang Terkenal dalam Pengobatan Tradisional https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/#respond Fri, 17 Jan 2025 07:50:21 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45710 Kenidai, kernam, atau kernong memiliki nama ilmiah Bridelia tomentosa. Tanaman ini berasal dari family Phyllanthaceae. Selain itu, tanaman ini juga beranggotakan sekitar 59 genus dan lebih dari 1.700 spesies tanaman. […]]]>

Kenidai, kernam, atau kernong memiliki nama ilmiah Bridelia tomentosa. Tanaman ini berasal dari family Phyllanthaceae. Selain itu, tanaman ini juga beranggotakan sekitar 59 genus dan lebih dari 1.700 spesies tanaman.

Kenidai memiliki beberapa nama ilmiah sinonim. Di antaranya Amanoa tomentosa, Bridelia glabrifolia, Bridelia rhamnoides, Phyllanthus loureiroi, dan masih banyak lagi. Kew Royal Botanic Gardens melansir bahwa deskripsi spesies ini pertama kali pada tahun 1826.

Status konservasi B. tomentosa menurut IUCN Red List adalah tidak dikhawatirkan (least concern) dengan tren populasi yang stabil.

Morfologi Tanaman Bridelia tomentosa (Kenidai)

Tanaman kenidai berupa semak tegak atau pohon kecil dengan tinggi sekitar 2 hingga 5 meter. Memiliki percabangan yang ramping dan memanjang, terlihat menjorok ke arah dalam. Cabang-cabang yang sudah tua terkadang berduri.

Bagian daunnya kecil dengan permukaan halus, berbentuk bulat telur berukuran 2-7 mm dengan tangkai daun berukuran 3-5,5 mm. Di samping itu, bagian bunga kenidai muncul di ketiak batang, berwarna kuning kehijauan, dan termasuk tanaman berumah dua (bunga jantan dan betina berbeda pohon). Bagian buahnya berbiji, berwarna cokelat hingga kemerahan dan muncul hampir sepanjang tahun.

Taksonomi Kenidai. Foto: Greeners

Taksonomi Kenidai. Foto: Greeners

Tumbuh di Habitat Hutan

Tanaman ini umumnya tumbuh pada habitat hutan (primer dan sekunder), di area tanah berpasir, batu kapur, atau tanah liat hingga ketinggoan 1000 mdpl. Kisaran asli tanaman ini adalah Asia Tropis dan Subtropis hingga Australia bagian utara.

Kenidai bisa kita temukan di berbagai negara. Di antaranya Australia, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos. Kemudian, tanaman ini juga ada di Malaysia, Myanmar, Nepal, Papua Nugini, Filipina, Singapura, Taiwan, Provinsi Cina, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Dapat Dikonsumsi Langsung atau sebagai Obat Tradisional

Buah kenidai dapat dikonsumsi langsung. Selain itu, kulit kayunya bisa jadi pewarna alami, anyaman keranjang, hingga gagang perkakas. Bagian daunnya juga dapat mengobati kolik. Tanaman ini cukup terkenal dalam pengobatan desa dan cerita rakyat.

Salah satu penelitian dalam South African Journal of Botany menemukan bahwa kandungan asam fenolik dan flavanoid dalam buah kenidai dapat menetralisasi kerusakan hati yang dimediasi oleh radikal bebas beracun.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kenidai-tanaman-yang-terkenal-dalam-pengobatan-tradisional/feed/ 0
Spondias dulcis, Buah Kedondong dengan Banyak Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/#respond Mon, 11 Nov 2024 06:42:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45197 Bagi kamu para pencinta rujak pasti sudah sering mengonsumsi buah kedondong, kan? Rasanya yang asam-manis sungguh sangat menyegarkan. Mari kita ulas sekilas tentang buah kedondong! Buah ini memiliki nama ilmiah […]]]>

Bagi kamu para pencinta rujak pasti sudah sering mengonsumsi buah kedondong, kan? Rasanya yang asam-manis sungguh sangat menyegarkan. Mari kita ulas sekilas tentang buah kedondong! Buah ini memiliki nama ilmiah Spondias dulcis, berasal dari famili Anacardiaceae dan telah dibudidayakan secara luas di berbagai negara tropis.

Buah ini memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Cytheraea dulcis (Parkinson) Wight & Arn., Evia dulcis (Parkinson) Comm. ex Blume, Spondias acida Blume, dan lainnya. Tanaman ini berkerabat dengan buah mede (Anacardium occidentale), mangga (Mangifera indica), kedongdong duri (Spondias mombin), dan masih banyak lagi.

Kew Royal Botanic Gardens melansir bahwa S. dulcis pertama kali terpublikasikan pada tahun 1773 dalam Journal of a Voyage to The South Seas:39. Kedondong merupakan tanaman asli dari Kepulauan Bismarck, Maluku, Papua Nugini, Kepulauan Santa Cruz, dan Kepulauan Solomon.

Taksonomi kedondong (Spondias dulcis). Foto: Greeners

Taksonomi kedondong (Spondias dulcis). Foto: Greeners

Kedondong Dapat Berbuah setelah 4 Tahun

Pohon kedondong umumnya tumbuh tinggi berkisar antara 9-15 meter. Jika kamu menanamnya di dalam pot, pohon ini dapat tumbuh setinggi 2 m. Daunnya berwarna hijau dengan permukaan yang mengkilap. Bagian bunganya berukuran kecil dan berwarna putih.

Buah kedondong yang sudah masak berwarna kuning keemasan dan berwarna hijau saat masih muda. Di dalamnya terdapat biji yang pipih dengan inti berserat. Dalam kurun waktu 4 tahun, tanaman yang ditanam dari biji dapat mulai berbuah.

Beragam Manfaat Kedondong

Kedondong mengandung antioksidan tinggi, antiinflamasi, dan antimikroba. Buahnya dapat kita makan langsung ataupun kita olah terlebih dahulu menjadi jus, acar, salad, jeli, kue, hingga campuran sambal. Daunnya yang masih muda dapat menjadi lalapan mentah atau bisa pula kita kukus.

Selain itu, daun mudanya juga dapat menjadi pengganti jeruk nipis atau asam jawa untuk menambah rasa asam pada masakan dan dapat mengempukkan daging. Limbah kulit kedondong juga dapat kita manfaatkan sebagai pelapis buah yang dapat dimakan.

Biodiversitas Journal of Biological Diversity melansir bahwa masyarakat di Rengat, Sumatra telah mengolah kedondong menjadi dodol oleh-oleh khas Reangat. Selain untuk konsumsi, tanaman kedondong juga dapat kita manfaatkan untuk mengobati luka bakar.

 

Penulis: Anisa Putri  S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/spondias-dulcis-buah-kedondong-dengan-banyak-manfaat/feed/ 0
Mengenal Calvatia booniana, Jamur Raksasa yang Dapat Dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/#respond Mon, 04 Mar 2024 07:07:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43220 Mari berkenalan dengan Calvatia booniana atau yang memiliki nama lain western giant puffball. Jamur raksasa ini berasal dari famili Agaricaceae yang beranggotakan sekitar 160 speseies jamur puffball dan earthstars. Jamur […]]]>

Mari berkenalan dengan Calvatia booniana atau yang memiliki nama lain western giant puffball. Jamur raksasa ini berasal dari famili Agaricaceae yang beranggotakan sekitar 160 speseies jamur puffball dan earthstars. Jamur yang dapat dimakan ini dinamai oleh seorang ahli mikologi Alexander Smith. Penamaan jamur ini ia tujukan untuk menghormati William Judson Boone, presiden pertama College of Idaho.

Urbanmushrooms melansir bahwa jamur ini dapat dimasak. Caranya, potong-potong tipis dan campur dengan telur kocok, atau tumis dengan minyak zaitun atau mentega.

BACA JUGA: Abortiporus biennis, Pori-Porinya Mengeluarkan Cairan Kemerahan

Calvatia pachyderma kerap kali disalahartikan sebagai C. booniana. Sebetulnya, terdapat perbedaan yang cukup mencolok, yaitu bagian peridium C. pachyderma keras, gundul, tebal, serta terdapat retakan besar pada apikal gasterocarpnya.

Berbentuk seperti Gumpalan Besar yang Simetris

Tubuh buahnya berukuran cukup besar, yakni 10-25 cm dengan lebar 20-50 cm. Bentuknya bulat gepeng hingga seperti bantal atau gumpalan besar yang simetris. Awalnya, jamur ini berwarna keputihan, kemudian seiring waktu berubah menjadi putih keabu-abuan hingga cokelat keabu-abuan.

Permukaan tudung umumnya botak dan kering, permukaan jamur ini terpecah dan menunjukkan bagian dalamnya yang berwarna putih. Daging jamur yang berwarna putih tersebut akan berubah menjadi kuning kehijauan hingga akhirnya berubah menjadi debu spora berwarna cokelat zaitun.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

Sporanya berukuran 3-5 µm, berbentuk bulat atau subglobose, bertekstur halus, dan terkadang memiliki tangkai pendek berukuran 1 µm. Selain itu, jamur raksasa ini memiliki pori-pori yang sangat banyak dan berukuran sangat kecil.

Taksonomi Calvatia booniana. Foto: Greeners

Taksonomi Calvatia booniana. Foto: Greeners

Jamur Calvatia booniana Muncul pada Pertengahan Musim Dingin

Calvatia booniana tumbuh soliter, berkelompok, atau tersebar di padang rumput dekat pantai, daerah pegunungan, tepi jalan, semak belukar, hingga dekat aliran sungai. Jamur ini dapat kita jumpai pada pertengahan musim dingin hingga musim semi.

Umumnya, jamur ini terdistribusi di seluruh pegunungan bagian barat, tapi lebih banyak di Pegunungan Rocky, Amerika Utara. Selain itu, jamur ini juga bisa kita temukan di Colorado, Idaho, New Mexico, Oregon, Utah, Eropa, hingga Asia.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/mengenal-calvatia-booniana-jamur-raksasa-yang-dapat-dimakan/feed/ 0
Abortiporus biennis, Pori-Porinya Mengeluarkan Cairan Kemerahan https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/#respond Tue, 20 Feb 2024 03:00:01 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43078 Jamur Abortiporus biennis memiliki banyak nama, di antaranya Blushing Rosette, Aborted Polypore, Różnoporek Dwuwarstwowy, Roséd Gwridog, atau Rőt Likacsosgomba. Jamur pembusuk kayu ini berasal dari famili Meruliaceae. Ahli mikologi Prancis […]]]>

Jamur Abortiporus biennis memiliki banyak nama, di antaranya Blushing Rosette, Aborted Polypore, Różnoporek Dwuwarstwowy, Roséd Gwridog, atau Rőt Likacsosgomba. Jamur pembusuk kayu ini berasal dari famili Meruliaceae.

Ahli mikologi Prancis bernama Jean Baptiste Francois P.B pertama kali mendeskripsikan jamur ini pada tahun 1789 dengan nama Boletus biennis. Kemudian, di tahun 1944, ahli mikologi Jerman-Amerika Rolf Singer mempublikasikan nama ilmiah terbaru, yaitu Abortiporus biennis.

BACA JUGA: Devil’s Bolete, Jamur Berbatang Merah Beracun dari Eropa

The MushroomExpert melansir bahwa terdapat 55 nama ilmiah sinonim bagi spesies ini. Beberapa di antaranya seperti Sistotrema bienne (Bull.) Pers, Boletus biennis Bull, Polyporus biennis (Bull.) Fr., Daedalea biennis (Bull.) Fr., Hydnum bienne (Bull.) Lam. & DC., dan lainnya.

Nama genus Abortiporus berasal dari bahasa latin Abortus-yang berati perkembangan yang terhenti, dan -porus berarti pori-pori. Sementara, nama spesies biennis berarti dua tahunan. Genus ini hanya terdiri dari tiga spesies.

Taksonomi Abortiporus biennis. Foto: Greeners

Taksonomi Abortiporus biennis. Foto: Greeners

Terdapat Berbagai Bentuk yang Berbeda

Blushing Rosette memiliki berbagai bentuk berbeda yang dapat kita temui. Jamur ini dapat berbentuk seperti polipori yang teratur dengan tudung berwarna cokelat, serta berbentuk seperti bunga mawar yang sangat menarik. Bahkan, dapat juga berbentuk tak beraturan, berupa gumpalan-gumpalan yang saling menyatu atau setengah lingkaran.

Jamur ini berukuran lebar sekitar 10 cm hingga 15 cm dengan ketebalan 1 cm. Warnanya merah muda pucat hingga cokelat kemerahan, terkadang dilengkapi dengan bintik-bintik samar. Permukaannya tertutupi pori-pori berbentuk buff tersebar 1 hingga 3 pori per mm. Pori-pori tersebut mengeluarkan cairan berwarna kemerahan dan memar cokelat kemerahan apabila disentuh.

BACA JUGA: Tricholomopsis rutilans, Jamur Cantik yang Terasa Pahit

Spora jamur ini berbentuk elipsodial lebar hingga bulat telur, berdinding tipis, bertekstur halus, berukuran 4,5-6,5 x 4-5µm dengan warna cetakan spora kuning krem.

Abortiporus biennis Muncul di Atas Kayu yang Sudah Mati

Jamur ini kerap muncul di rumput atau di atas bagian akar pohon yang sudah mati. Terkadang juga tumbuh di sekitar tunggul pohon. Jamur busuk kayu ini dapat kita temukan di seluruh Inggris dan Irlandia hingga daratan Eropa dan Amerika Utara.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/abortiporus-biennis-pori-porinya-mengeluarkan-cairan-kemerahan/feed/ 0
Sanca Bodo, Ular Besar Tak Berbisa dari Asia Tenggara https://www.greeners.co/flora-fauna/sanca-bodo-ular-besar-tak-berbisa-dari-asia-tenggara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sanca-bodo-ular-besar-tak-berbisa-dari-asia-tenggara https://www.greeners.co/flora-fauna/sanca-bodo-ular-besar-tak-berbisa-dari-asia-tenggara/#respond Mon, 19 Feb 2024 05:28:13 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43066 Ular piton atau sanca merupakan sekelompok ular besar yang tak berbisa, salah satunya sanca bodo (Python bivittatus). Ular yang berasal dari famili Pythonidae ini memiliki nama lain piton burma. Spesies […]]]>

Ular piton atau sanca merupakan sekelompok ular besar yang tak berbisa, salah satunya sanca bodo (Python bivittatus). Ular yang berasal dari famili Pythonidae ini memiliki nama lain piton burma. Spesies ini memiliki nama ilmiah sinonim, di antaranya Python molurus bivittatus, Python bivittatus hainannus, dan Python bivittatus progschai.

BACA JUGA: Kucing Emas Asia, Bertubuh Kekar dan Pandai Memanjat Pohon

Reptil besar ini berasal dari rawa-rawa berumput dan hutan di Asia Tenggara. Di Amerika Serikat, ular ini awalnya diimpor untuk perdagangan satwa peliharaan. Seiring berjalannya waktu, ular yang melarikan diri atau sengaja dilepaskan membentuk populasinya sendiri di alam liar hingga kini. Melansir publikasi The Institute of Food and Agricultural Sciences, populasi sanca bodo pertama kali terlaporkan pada tahun 2000 di US.

Di Indonesia, ular sanca bodo dapat kita temukan di Pulau Jawa, Sulawesi Selatan, Bali, dan Sumbawa. Selain di Asia Tenggara, ular ini juga tersebar hingga Asia Selatan.

Taksonomi sanca bodo (Python bivittatus). Foto: Greeners

Taksonomi sanca bodo (Python bivittatus). Foto: Greeners

Betina Sanca Bodo Berukuran Lebih Besar dan Lebih Berat

Sanca bodo termasuk salah satu ular terbesar di dunia. Memiliki corak bercak-bercak berwarna cokelat yang dibatasi warna hitam. Umumnya, ular ini berukuran 5 meter, tapi ada juga yang berukuran 7 meter, bahkan lebih. Selain itu, terdapat dimorfisme seksual antar jantan dan betinanya. Biasanya, para betina berukuran sedikit lebih panjang, tapi cenderung lebih besar dan lebih berat dari jantan.

BACA JUGA: Acerodon jubatus, Kelelawar Raksasa Mahkota Emas dari Filipina

Ular ini memiliki pertumbuhan yang cepat. Dalam sekali sesi bertelur, betinanya dapat menghasilkan hingga 100 butir telur. Mereka akan mengerami telurnya selama 2 minggu hingga 3 bulan lamanya.

Ketika masih muda, ular ini sering berada di atas pohon. Namun, ketika sudah dewasa dan bertubuh besar, mereka akan lebih sering menghabiskan waktunya di atas tanah. Di samping itu, ular ini juga merupakan perenang yang baik. Mereka dapat menahan napas selama 30 menit di dalam air.

Memiliki Penglihatan Buruk dan Tak Berbisa

Sanca bodo merupakan golongan karnivora yang biasa memangsa mamalia kecil dan burung. Ular ini memiliki penglihatan yang buruk. Oleh sebab itu, mereka berburu menggunakan sensor panas di sepanjang rahangnya dan reseptor kimiawi di lidahnya. Karena tak memiliki bisa, mereka akan membunuh mangsanya dengan cara melilitnya hingga lemas dan tulang-tulangnya hancur.

 

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/sanca-bodo-ular-besar-tak-berbisa-dari-asia-tenggara/feed/ 0
Carettochelys insculpta, Satwa Dilindungi yang Berperilaku Agresif https://www.greeners.co/flora-fauna/carettochelys-insculpta-satwa-dilindungi-yang-berperilaku-agresif/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=carettochelys-insculpta-satwa-dilindungi-yang-berperilaku-agresif https://www.greeners.co/flora-fauna/carettochelys-insculpta-satwa-dilindungi-yang-berperilaku-agresif/#respond Mon, 12 Feb 2024 06:00:44 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=43032 Labi-labi moncong babi atau carettochelys insculpta merupakan reptil yang berasal dari famili Carettochelyidae. Di Indonesia, satwa ini termasuk dalam kategori satwa terlindungi berdasarkan Permen LHK No.106 tahun 2018. Selain itu, […]]]>

Labi-labi moncong babi atau carettochelys insculpta merupakan reptil yang berasal dari famili Carettochelyidae. Di Indonesia, satwa ini termasuk dalam kategori satwa terlindungi berdasarkan Permen LHK No.106 tahun 2018. Selain itu, status konservasinya menurut IUCN adalah terancam bahaya (endangered).

C. insculpta yang berada dalam penangkaran dapat hidup hingga 38 tahun. Namun, belum ada informasi mengenai lama hidup mereka di habitat aslinya.

Betina Berukuran Lebih Besar dari Jantan

Labi-labi moncong babi dewasa dapat berukuran panjang mencapai setengah meter. Bobot rata-ratanya mencapai 22,5 kg dan panjang tempurung rata-rata 46 cm. Umumnya, betina berukuran tubuh lebih besar daripada jantan. Namun, para jantan biasanya memiliki ekor yang tebal dan lebih panjang.

BACA JUGA: Kucing Emas Asia, Bertubuh Kekar dan Pandai Memanjat Pohon

Penyebutan moncong babi karena bentuk hidung mereka yang mirip dengan babi. Bagian bawah tempurungnya berwarna krem, sedangkan bagian atasnya (karapas) berwarna cokelat hingga abu-abu gelap. Ukuran tubuh individunya tergantung pada habitat mereka, seperti individu yang berada di dekat pantai berukuran tubuh lebih besar daripada yang berada di dekat sungai.

Taksonomi Carettochelys insculpta. Foto: Greeners

Taksonomi Carettochelys insculpta. Foto: Greeners

Mendiami habitat air tawar dan muara

Satwa ini mendiami habitat perairan tawar dan muara, biasa ada di sungai, danau, air payau, atau dasar kolam. Uniknya, para jantan umumnya menyukai mikrohabitat berupa batang kayu, sedangkan para betina menyukai mikrohabitat berupa batu berpasir. Labi-labi moncong babi dapat kita temukan di bagian utara Australia, dataran rendah bagian selatan Papua Nugini, dan Indonesia (Papua).

Carettochelys insculpta adalah Satwa Omnivora

Betina C. insculpta akan mencapai kematangan seksual pada usia 18 tahun atau lebih, dan jantan pada usia 16 tahun. Saat akhir musim kemarau, mereka akan mulai bertelur di tepi sungai yang berpasir. Mereka adalah golongan omnivora atau pemakan segala, mulai dari tumbuhan seperti bunga, buah, daun hingga hewan-hewan kecil seperti krustasea, moluska, dan serangga.

BACA JUGA: Acerodon jubatus, Kelelawar Raksasa Mahkota Emas dari Filipina

Satwa ini dianggap sangat agresif jika bertemu kura-kura spesies lain. Di Australia, mereka berkumpul dalam kelompok besar di sungai-sungai saat musim kemarau (ketika air sangat surut). Selama musim hujan, mereka berada di air yang dalam dan keruh.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/carettochelys-insculpta-satwa-dilindungi-yang-berperilaku-agresif/feed/ 0
Kucing Emas Asia, Bertubuh Kekar dan Pandai Memanjat Pohon https://www.greeners.co/flora-fauna/kucing-emas-asia-bertubuh-kekar-dan-pandai-memanjat-pohon/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kucing-emas-asia-bertubuh-kekar-dan-pandai-memanjat-pohon https://www.greeners.co/flora-fauna/kucing-emas-asia-bertubuh-kekar-dan-pandai-memanjat-pohon/#respond Sun, 04 Feb 2024 03:00:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=42951 Terdapat dua spesies kucing emas dalam famili Felidae, yakni kucing emas asia (Catopuma temminckii) dan kucing emas afrika (Profelis aurata). Nama lain kucing emas asia adalah kucing Temminck. Satwa ini […]]]>

Terdapat dua spesies kucing emas dalam famili Felidae, yakni kucing emas asia (Catopuma temminckii) dan kucing emas afrika (Profelis aurata). Nama lain kucing emas asia adalah kucing Temminck. Satwa ini termasuk dalan famili Felidae dan berkerabat dengan kucing batu (Pardofelis marmorata), kucing pallas (Felis manul), harimau (Panthera tigris), puma (Puma concolor), dan lainnya.

Ahli zoologi Belanda, Coenraad Jacob Temminck pertama kali mendiskripsikan satwa ini pada tahun 1827. Oleh karena itu, penggunaan nama spesies temminckii untuk menghormati jasanya.

BACA JUGA: Acerodon jubatus, Kelelawar Raksasa Mahkota Emas dari Filipina

Terdapat dua subspesies kucing emas asia, yaitu Catopuma temminckii temminckii (Sumatra dan Semenanjung Malaya), berukuran lebih kecil dan berwarna kemerahan. Kemudian, ada Catopuma temminckii moormensis (Nepal, Burma utara, Cina, Tibet, dan Asia Tenggara) yang berukuran lebih besar, memiliki warna dan pola yang beragam.

Memiliki Tubuh Kekar dan Kaki Panjang

Kucing emas asia berukuran tubuh sedang, panjang tubuhnya berkisar antara 116 hingga 161 cm. Panjang ekornya setengah hingga sepertiga dari panjang tubuhnya. Umumnya memiliki bobot tubuh sekitar 12 kg hingga 15 kg. Rambutnya berwarna cokelat tua kemerahan dan berwarna lebih pucat di bagian bawahnya. Namun, warna rambutnya juga memiliki berbagai variasi, seperti cokelat, keabu-abuan, cokelat emas, merah, hingga kehitaman. Mereka juga memiliki pola garis-garis hitam dan putih yang membentang secara vertikal dari bagian atas kepala hingga ke bawah lehernya.

Meskipun satwa ini sering berada di atas tanah, mereka juga mampu memanjat pohon dengan baik. Sebab, mereka memiliki tubuh berotot dan kaki yang panjang. Umumnya, kucing emas asia jantan berukuran tubuh lebih besar dari betina.

Taksonomi kucing emas asia. Foto: Greeners

Taksonomi kucing emas asia. Foto: Greeners

Kucing Emas Asia Mendiami Habitat Hutan

Kucing ini dapat kita temukan di hutan cemara tropis dan subtropis, hutan gugur campuran, hingga hutan hujan pada ketinggian 1.100 hingga 3.738 mdpl. Mereka seringkali ada di habitat hutan berbatu, terkadang juga di area yang terbuka seperti padang rumput.

Bersifat Krepuskular dan Oportunis

Satwa ini aktif pada siang hari dan bersifat krepuskular. Seperti kucing lainnya, mereka juga cenderung menyendiri kecuali saat kawin. Satwa ini juga oportunis, mereka sering memangsa tupai, ular kecil, tikus, burung, kelinci, hingga hewan ternak (sapi, kambing, domba).

BACA JUGA: Kucing Pallas, Satwa Berambut Panjang dari Asia Selatan

International Union for Conservation of Nature and Natural Resources melansir bahwa status konservasi Catopuma temminckii adalah hampir terancam (near threatened) dengan tren populasi yang terus menurun. Di samping itu, di Indonesia satwa ini termasuk yang dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kucing-emas-asia-bertubuh-kekar-dan-pandai-memanjat-pohon/feed/ 0