rehabilitasi hutan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/rehabilitasi-hutan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 06 Jun 2024 02:06:47 +0000 id hourly 1 Jokowi Resmikan Persemaian Mentawir untuk Rehabilitasi IKN https://www.greeners.co/aksi/jokowi-resmikan-persemaian-mentawir-untuk-rehabilitasi-ikn/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jokowi-resmikan-persemaian-mentawir-untuk-rehabilitasi-ikn https://www.greeners.co/aksi/jokowi-resmikan-persemaian-mentawir-untuk-rehabilitasi-ikn/#respond Thu, 06 Jun 2024 03:04:32 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43957 Jakarta (Greeners) – Presiden Joko Widodo meresmikan Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantar Timur. Peresmian itu dalam rangka penghijauan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta wilayah Kaltim dan sekitarnya. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Presiden Joko Widodo meresmikan Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantar Timur. Peresmian itu dalam rangka penghijauan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta wilayah Kaltim dan sekitarnya.

“Dalam rangka rehabilitasi hutan itu bisa kita kerjakan kalau kita memiliki persemaian besar,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya di Kalimantan Timur, Selasa (4/6/2024).

Jokowi mengungkapkan, tempat pembibitan yang memiliki kapasitas hingga 15 juta bibit tanaman per tahun ini selesai dalam kurun waktu 1,5 tahun. Dengan kapasitas yang besar, Persemaian Mentawir berperan penting untuk merehabilitasi hutan dan mereklamasi bekas tambang.

“Pohon-pohon endemik, tanaman-tanaman endemik yang ada di Kalimantan, semuanya ada di Persemaian Mentawir. Seperti meranti, kapur, tengkawang, ulin, bangkirai, dan juga ada bibit jambu-jambuan. Bibit tersebut ditanam di beberapa titik untuk makanan satwa, makanan burung. Sehingga, muncul kembali satwa-satwa yang dulunya sudah berkurang atau enggak ada menjadi ada,” tambah Jokowi.

BACA JUGA: KLHK Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk Hadapi Bencana

Selain itu, Jokowi juga menyebut bahwa pembangunan pusat plasma nutfah di dalam tempat pembibitan tersebut menandai langkah maju dalam konservasi keanekaragaman hayati. Biobank dan seed bank yang pemerintah bangun di persemaian tersebut akan menyimpan bibit-bibit tanaman penting. Misalnya, Shorea dan Dryobalanops yang makin sulit ditemukan di alam liar.

“Sperma satwa-satwa yang mulai sangat berkurang juga sudah ada. Nantinya bisa dipakai untuk bayi tabung hewan-hewan yang sudah tidak ada,” jelas Jokowi.

Jokowi menegaskan, peresmian ini telah menjadi bagian dari komitmen global dalam menghadapi perubahan iklim. Selain itu, persemaian-persemaian lainnya di berbagai wilayah di Indonesia, juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Presiden Joko Widodo meresmikan Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantar Timur. Foto: KLHK

Presiden Joko Widodo meresmikan Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantar Timur. Foto: KLHK

Bagian Hari Lingkungan Hidup

Dalam laporannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan peresmian Pusat Persemaian Skala Besar Mentawir merupakan bagian dari acara Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 5 Juni. Peringatan tahun ini mengambil tema: Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience.

“Tema ini secara substansial sangat relevan dengan kehadiran pusat persemaian sebagai titik awal kegiatan rehabilitasi dengan penanaman yaitu bibit,” ujarnya.

Siti menambahkan, Persemaian Mentawir ini menjadi salah satu pendukung kunci bagi upaya mewujudkan IKN sebagai smart forest city. 

BACA JUGA: Pendanaan Masih Jadi Kendala Rehabilitasi Mangrove di Indonesia

Pusat Persemaian Mentawir mencakup total area 120 hektare. Seluas 30 hektare pemerintah gunakan sebagai pusat produksi bibit. Kemudian, sisanya 90 hektare untuk Pusat Plasma Nutfah Nasional yang sedang dalam pekerjaan konstruksi.

Sampai saat ini, bibit yang telah diproduksi sekitar 8 juta bibit dan telah didistribusikan sekitar 4,9 juta bibit. Jenis produk bibit yaitu terdiri dari tanaman kayu-kayuan endemik, tanaman  hasil hutan bukan kayu (HHBK), tanaman estetika, dan tanaman pakan satwa.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/jokowi-resmikan-persemaian-mentawir-untuk-rehabilitasi-ikn/feed/ 0
Hari Konservasi Nasional Bisa Menjadi Momentum Membangun Kesadaran Kolektif https://www.greeners.co/berita/hari-konservasi-nasional-menjadi-momentum-membangun-kesadaran-kolektif/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hari-konservasi-nasional-menjadi-momentum-membangun-kesadaran-kolektif https://www.greeners.co/berita/hari-konservasi-nasional-menjadi-momentum-membangun-kesadaran-kolektif/#respond Fri, 04 Aug 2017 09:59:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=18003 Peringatan Hari Konservasi Nasional diharapkan menjadi momen penting dalam membangun kesadaran kolektif (collective awareness) berbagai pihak.]]>

Jakarta (Greeners) – Peringatan Hari Konservasi Nasional diharapkan menjadi momen penting dalam membangun kesadaran kolektif (collective awareness) berbagai pihak. Hal ini dikarenakan upaya konservasi alam tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, swasta maupun Lembaga Swadaya Masyarakat saja.

BACA JUGA: Menteri LHK Resmikan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera

Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno mengatakan bahwa kerja kolektif menyelamatkan alam tersisa, merehabilitasi hutan yang rusak agar mendapatkan manfaat bagi kepentingan global seperti tropical medicine yang diambil dari taman nasional maupun kawasan hutan merupakan inti utama yang ingin disampaikan dalam Hari Konservasi Nasional nanti.

Tropical medicine itu 70 persen diambil dari hutan alam. Nanti 2050 bisa ada kelangkaan pangan karena populasi manusia dunia melonjak tinggi, jadi segala macam yang berhubungan dengan peran hutan pasti sangat dibutuhkan,” ujar Wiratno kepada Greeners, Jakarta, Jumat (04/08).

hari konservasi nasional

Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jadi, lanjutnya, peran hutan itu bukan hanya hidrologis, mencegah banjir, mencegah longsor atau menjaga kesuburan tanah semata. Karena hampir 80 persen peran peran mikroba dan polinasi yang terjadi di lahan pertanian itu akibat serangga yang ada di dalam hutan.

“Jadi fungsi hutan bukan hanya soal tata air, tapi mikrobanya, jasad reniknya itu juga penting. Peranan hutan dijaga sebaik-baiknya. Bekerja dengan peneliti, masyarakat dan semua stake holder agar bisa dimanfaatkan dengan baik. Itu yang ingin saya dorong di Hari Konservasi Nasional nanti. Jadi collective awareness itu penting,” tambahnya.

BACA JUGA: Revisi UU Konservasi Belum Mengakomodir Masyarakat Adat

Sebagai informasi, pada tahun ini puncak peringatan Hari Konservasi Nasional akan diselenggarakan di Taman Nasional Baluran di Kabupaten Situbondo, pada 10 Agustus 2017. Pada pelaksanaannya nanti, akan ada pameran konservasi alam, Jambore Nasional, Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/hari-konservasi-nasional-menjadi-momentum-membangun-kesadaran-kolektif/feed/ 0
Menanam Pohon Akan Jadi Syarat Terima Surat Nikah https://www.greeners.co/berita/menanam-pohon-akan-jadi-syarat-terima-surat-nikah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menanam-pohon-akan-jadi-syarat-terima-surat-nikah https://www.greeners.co/berita/menanam-pohon-akan-jadi-syarat-terima-surat-nikah/#respond Sat, 28 Nov 2015 12:48:30 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12063 Banjarmasin (Greeners) – Ada yang unik dari rencana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam program menggalakan gerakan menanam pohon. KLHK menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset, Teknologi […]]]>

Banjarmasin (Greeners) – Ada yang unik dari rencana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam program menggalakan gerakan menanam pohon. KLHK menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mewajibkan setiap anak sekolah, mulai SD sampai Perguruan Tinggi, untuk menanam lima batang pohon per orang.

Selain itu, KLHK juga mewajibkan setiap calon pengantin yang akan menikah untuk menanam lima batang pohon per orang sebelum menikah, sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan rehabilitasi hutan dan lahan seluas 5,5 juta hektare. Setelah melakukan penanaman, pasangan pengantin tersebut baru diperbolehkan mendapatkan surat nikah dari Kantor Urusan Agama.

Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hilman Nugroho, mengatakan bahwa teknis kewajiban menanam pohon untuk calon pasangan pengantin tersebut adalah dengan menunjukkan bukti foto bahwa pasangan tersebut sudah menanam lima pohon per orang, kemudian barulah Kantor Urusan Agama (KUA) mengeluarkan surat nikah.

“Kementerian LHK telah menargetkan rehabilitasi hutan dan lahan 5,5 juta hektare, namun kemampuan APBN hanya 200.000 hektare per tahun. Oleh karena itu, kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama,” katanya pada puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Taman Hutan Raya Sultan Adam Banjarbaru, Kamis (26/11)

Pemerintah menyediakan bibit pohon yang ditanam oleh masyarakat yang terdiri dari 70 persen jenis tumbuhan kayu-kayuan dan 30 persen jenis buah-buahan. Dalam penanaman pohon, masyarakat juga diminta memerhatikan tanaman jenis lokal, misalnya di Kalimantan dengan pohon tengkawang, Jawa dengan sengon, dan Jakarta bisa untuk tanaman buah.

“Untuk itu KLHK telah meminta pada seluruh Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai untuk menyediakan bibitnya secara gratis. KLHK pun menentukan lokasi penanaman yang diprioritaskan di lahan kritis,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selama lima tahun terakhir, masyarakat Indonesia telah menanam 7,3 miliar pohon, namun masih ada lahan kritis seluas 24,3 juta hektare dari keseluruhan lahan 190 juta hektare.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/menanam-pohon-akan-jadi-syarat-terima-surat-nikah/feed/ 0
Presiden Minta Program Penanaman Pohon Harus Rasional dan Terukur https://www.greeners.co/berita/presiden-minta-program-penanaman-pohon-harus-rasional-dan-terukur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=presiden-minta-program-penanaman-pohon-harus-rasional-dan-terukur https://www.greeners.co/berita/presiden-minta-program-penanaman-pohon-harus-rasional-dan-terukur/#respond Fri, 27 Nov 2015 09:54:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12054 Banjarmasin (Greeners) – Program menanam pohon yang banyak dilakukan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta dengan jumlah yang bervariatif antara ratusan, ribuan, hingga jutaan pohon sudah seharusnya diimbangi dengan manajemen […]]]>

Banjarmasin (Greeners) – Program menanam pohon yang banyak dilakukan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta dengan jumlah yang bervariatif antara ratusan, ribuan, hingga jutaan pohon sudah seharusnya diimbangi dengan manajemen pengelolaan dan perawatan yang baik dan terukur.

Setidaknya begitulah yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan acara puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Bulan Menanam Pohon, dan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2015 di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam, Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Kamis kemarin.

Menurut Jokowi, upaya menanam pohon adalah hal yang harus diapresiasi dan menjadi kewajiban setiap masyarakat untuk tetap menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tutupan hutan terawat. Namun, program penanaman pohon tersebut tentunya juga harus dilakukan secara terukur, logis, dipelihara, dan dirawat dengan baik, sehingga menanam pohon ini tidak hanya sekadar menjadi peringatan seremonial belaka.

“Tidak perlu menanam yang banyak hingga puluhan juta pohon. (Yang penting) Itu bagaimana mengukurnya, bagaimana merawatnya. Nanti giliran saya minta laporannya pasti bakalan kelabakan,” tukasnya, Banjarmasin, Kamis (26/11).

Kegiatan penanaman pohon di Tahura Sultan Adam ini, disebut Presiden, untuk memberikan contoh penanaman yang baik. Lokasi ini dipilih karena merupakan areal bekas terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tingkat kebakaran yang cukup luas, sehingga membutuhkan upaya pemulihan dan rehabilitasi secepatnya.

“Tahura Sultan Adam merupakan tahura yang terluas di Indonesia. Luasnya mencapai 116.000 hektare dan yang terbakar mencapai 105 hektare. Untuk itu harus direhabilitasi, diawali dengan penanaman pohon 10.000 pohon. Tidak usah pakai angka juta, miliar. Sepuluh ribu, dua ribu (pohon) saja cukup tapi ditanam betul dipelihara dan tumbuh itu sudah sangat bagus,” katanya.

Presiden Joko Widodo hadir dalam acara puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Bulan Menanam Pohon, dan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2015 di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (26/11). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Presiden Joko Widodo hadir dalam acara puncak peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Bulan Menanam Pohon, dan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2015 di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (26/11). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Di tempat yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyatakan, tujuan dilakukannya kegiatan penanaman ini adalah untuk merehabilitasi hutan dan lahan yang telah terbakar. Rehabilitasi hutan ini bertujuan meningkatkan penyerapan karbon, menciptakan iklim yang lebih baik bagi kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia, serta mengembalikan habitat puspa dan satwa Indonesia.

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk membantu mengurangi tingkat emisi global dari kondisi business as usual sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan komitmen untuk menyelamatkan puspa dan satwa nasional.

“RPJMN tahun 2015-2019 Kementerian LHK menargetkan rehabilitasi hutan dan lahan seluas 5,5 juta ha, namun demikian kemampuan APBN untuk melakukan rehabilitasi hanya 200.000 ha/tahun, untuk itu Kementerian LHK terus melakukan upaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta,” pungkasnya.

Sebagai informasi, tema Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tahun 2015 ini adalah “Ayo Kerja, Tanam dan Pelihara Pohon untuk Hidup yang Lebih Baik” dan tema HCPSN tahun 2015 “Ayo Selamatkan Puspa dan Satwa sebagai Penyangga Kehidupan, Mulai dari Lingkungan Kita”.

Jumlah pohon yang ditanam sebanyak 10.000 batang pohon yang diawali dengan penanaman pada tanggal 20 November 2015 sebanyak 8.000 batang oleh mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat dan instansi Kehutanan daerah.

Beberapa jenis tanaman yang ditanam antara lain tengkawang, mahoni, kasturi, ulin, angsana, trembesi, jabon, durian, gaharu, dan meranti. Jumlah bibit yang ditanam saat ini berjumlah 2.000 batang dan bibit tanaman yang dibagikan kepada masyarakat berjumlah 5.000 batang serta penyerahan secara simbolis bantuan bibit sebanyak 100.000 batang kepada pondok pesantren Bahrul Ulum, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Selain itu Presiden juga menyaksikan penandatanganan kesepahaman antara Menteri LHK dengan 9 pemuka dan tokoh organisasi lintas agama, untuk komitmen penyelamatan bumi dan lingkungan hidup.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/presiden-minta-program-penanaman-pohon-harus-rasional-dan-terukur/feed/ 0