ridwan kamil - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/ridwan-kamil/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Jan 2021 18:56:05 +0000 id hourly 1 Ridwan Kamil Tetapkan Jawa Barat Siaga Satu Virus Corona https://www.greeners.co/berita/ridwan-kamil-tetapkan-jawa-barat-siaga-satu-virus-corona/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ridwan-kamil-tetapkan-jawa-barat-siaga-satu-virus-corona https://www.greeners.co/berita/ridwan-kamil-tetapkan-jawa-barat-siaga-satu-virus-corona/#respond Wed, 04 Mar 2020 01:13:03 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=26344 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan seluruh wilayah Jawa Barat menjadi Siaga Satu. Ia mengatakan 27 Rumah Sakit di Jawa Barat sudah bersiap.]]>

Jakarta (Greeners) – Covid-19 atau Corona Virus Disease dinyatakan memasuki wilayah Indonesia. Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat positif terjangkit virus corona. Hal ini pun membuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan seluruh wilayah Jawa Barat menjadi Siaga Satu. Ia mengatakan 27 Rumah Sakit di Jawa Barat sudah bersiap.

“Saya bersama Walikota Depok akan melihat kejadian sebenarnya seperti apa. Karena kejadian (yang) berhubungan dengan orang Jepang tersebut terjadi di Jakarta, tapi korban ini KTP-nya Depok. Kita akan cek, yang pasti Jawa Barat secara umum sudah siap menghadapi Corona Virus sejak 2 Minggu lalu,” ujar Ridwan Kamil dalam acara penanggulangan banjir, di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, di Jakarta, Senin, (02/03/2020).

Baca juga: Virus Corona Berasal dari Hewan dan Berbeda dengan SARS

Ridwan mengatakan saat ini belum ada keputusan eksekutif karena masih dilakukan pengumpulan data. Sementara, korban yang awalnya ditangani Rumah Sakit Mitra Depok telah diproses oleh Kementerian Kesehatan.

“Sekarang ini yang terpenting mengimbau warga proaktif jika menemui gejala-gejala seperti Corona Virus untuk segera mengecek dan melaporkan. Jaga kesehatan tubuh karena menurut Menteri Kesehatan corona ini menyerang imun tubuh,” ucap Ridwan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuturkan saat ini pemerintah sedang fokus memperbanyak rumah sakit rujukan di daerah-daerah.

“Penanganan virus corona ini tidak hanya saja ditangani oleh pemerintah saja, tapi melibatkan pihak-pihak terkait. Terutama masyarakat luas supaya menggalakan Gerakan Masyarat Sehat (Germas) dengan melibatkan layanan terpadu seperti puskesmas, RT, dan RW,” ujar Muhadjir.

Secara terpisah, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan dua orang yang positif terjangkit disebut tertular oleh warga negara Jepang. Ia diketahui tinggal di Malaysia dan sedang melakukan perjalanan ke Indonesia. Terawan menuturkan, saat kembali ke Malaysia, warga Jepang tersebut diperiksa setelah beberapa hari sakit dan akhirnya dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Tips Mencegah Virus Corona

“Pemerintah Malaysia, Kementerian Kesehatannya juga menghubungi kita. Dan kita juga terus melakukan tracking siapa saja yang kontak, close kontak dengan pasien ini. Begitu kita dapatkan close kontak, kita tindak lanjuti. Sistem di sini juga berjalan sesuai dengan yang diharapkan Bapak Presiden,” kata dia.

Untuk mencegah semakin luasnya Corona Virus, pemerintah menjaga 135 pintu masuk negara Indonesia, seperti darat, laut, maupun udara. Selain itu, telah disiapkan lebih dari 100 rumah sakit dalam negeri. Terdapat ruang isolasi yang dilengkapi dengan peralatan memadai sesuai standar internasional.

Sebagai informasi, pemerintah telah menyiapkan hotline terkait virus corona dengan menghubungi nomor telepon 021-5210411 atau 081212123119. Untuk wilayah Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI juga menyiapkan kanal pelaporan melalui Jakarta Tanggap Corona di 112 atau 119 atau 081388376955.

Penulis: Dewi Purningsih

Editor: Devi Anggar Oktaviani

]]>
https://www.greeners.co/berita/ridwan-kamil-tetapkan-jawa-barat-siaga-satu-virus-corona/feed/ 0
Styrofoam, Bukan untuk Kemasan Makanan! https://www.greeners.co/gaya-hidup/styrofoam-bukan-kemasan-makanan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=styrofoam-bukan-kemasan-makanan https://www.greeners.co/gaya-hidup/styrofoam-bukan-kemasan-makanan/#respond Wed, 12 Apr 2017 13:30:13 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=16689 Pada Minggu (9/4) lalu, melalui instagram, Walikota Bandung Ridwan Kamil berterimakasih kepada salah satu perusahaan consumer goods yang mengubah kemasan styrofoam pada produknya. Sebenarnya, apa bahaya styrofoam bagi kesehatan?]]>

(Greeners) – Walikota Bandung Ridwan Kamil memang sudah mendeklarasikan larangan penggunaan styrofoam sebagai bahan kemasan makanan di Bandung sejak Oktober 2016. Namun pada Minggu (9/4/2017), pria yang akrab disapa Kang Emil ini kembali mengunggah foto berikut secuil berita lama di akun instagram (@ridwankamil) terkait pelarangan penggunaan styrofoam. Dalam postingan tersebut, Kang Emil mengucapkan terimakasih kepada salah satu perusahaan consumer goods besar yang telah mengganti kemasan produknya dengan material berbasis kertas.

Styrofoam atau polistirena (PS) merupakan bahan kemasan yang sangat populer di kalangan penyedia produk makanan. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bahan kemasan polistirena dipilih karena dapat menjaga makanan agar nyaman dipegang, tidak mudah bocor dan menjaga makanan agar tetap panas. Karena kelebihannya tersebut, kemasan polistirena sering digunakan untuk membungkus pangan siap saji, segar, maupun yang memerlukan proses lebih lanjut.

Namun sebenarnya pembuatan styrofoam tidak diperuntukkan di dalam industri pangan. Awalnya, styrofoam merupakan nama dagang yang telah dipatenkan oleh perusahaan Dow Chemical, Amerika Serikat. Perusahaan yang memproduksi plastik, kimia dan produk pertanian ini membuat styrofoam sebagai alat penyekat atau insulator untuk konstruksi bangunan.

styrofoam

Sumber: Instagram Ridwan Kamil (@ridwankamil)

Dalam InfoPOM (Vol. 9, No. 5, September 2008), dijelaskan bahwa polistirena merupakan plastik yang tidak reaktif (inert) sehingga relatif tidak berbahaya bagi tubuh. JECFA-FAO/WHO menyatakan bahwa monomer stirena (zat penyusun styrofoam) tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residunya tidak melebihi 5.000 parts per million (ppm). Meski demikian, perlu diwaspadai akan adanya perpindahan zat kimia ini ke dalam makanan.

Menurut Adrienne dkk. (2009), paparan monomer stirena juga dapat menimbulkan dampak kesehatan yang akut seperti iritasi pada kulit, mata, infeksi pernapasan saluran atas, gangguan pencernaan, hingga gangguan siklus menstruasi pada wanita.

Studi yang dilakukan di New Jersey juga menunjukkan sebanyak 9 dari 12 sampel ASI yang diteliti mengandung monomer stirena bersama dengan bahan kimia berbahaya lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa stirena tidak sengaja dikonsumsi dapat bertahan dalam jaringan tubuh manusia.

Selain itu, berdasarkan penelitian dari Universitas Illinois, monomer stirena dalam styrofoam dapat berpindah ke makanan atau minuman yang bersuhu panas. Zat ini akan lebih banyak terlepas dari styrofoam jika makanan panas yang dikemas dengan bahan ini mengandung vitamin A. Pangan tersebut misalnya pizza dengan keju, atau sereal dan oatmeal instan yang membutuhkan air panas untuk menghidangkannya.

Penulis: Ayu Ratna Mutia

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/styrofoam-bukan-kemasan-makanan/feed/ 0
Kemasan Berbahan Styrofoam Dilarang Penggunaannya di Kota Bandung https://www.greeners.co/berita/kemasan-berbahan-styrofoam-dilarang-penggunaannya-kota-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kemasan-berbahan-styrofoam-dilarang-penggunaannya-kota-bandung https://www.greeners.co/berita/kemasan-berbahan-styrofoam-dilarang-penggunaannya-kota-bandung/#respond Fri, 14 Oct 2016 05:20:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=14958 Dunia maya digemparkan dengan pernyataan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, tentang pelarangan penggunaan kemasan makanan berbahan styrofoam di Kota Bandung.]]>

Bandung (Greeners) – Dunia maya digemparkan dengan pernyataan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, tentang pelarangan penggunaan kemasan makanan berbahan styrofoam per 1 November 2016 di Kota Bandung. Pernyataan ini sejalan dengan surat edaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan no SE.12/PSLB3/PS/PLB.0/8/2016 tentang Langkah-Langkah Pengurangan Sampah Sisa Makanan dan Wadah/Kemasan Makanan dan Minuman yang diterbitkan pada 3 Agustus 2016 lalu.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung mendukung segala upaya baik dalam pengurangan potensi pencemaran pada lingkungan. “Kami sedang menyiapkan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan terkait pelarangan styrofoam ini,” tambah Hikmat.

Ketika diminta keterangan lebih detail, Hikmat menerangkan bahwa mekanismenya masih dipersiapkan dan rencana akan dipublikasikan pada hari Selasa, 18 Oktober 2016 di acara Bandung Menjawab yang akan dilangsungkan di Balai Kota Bandung.

BACA JUGA: Pembuangan Limbah B3 Akan Dipantau dengan Sistem GPS

Diwawancarai di tempat yang berbeda, Program Director Cleanaction Network, Hendro Talenta, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung untuk melarang penggunaan kemasan makanan berbahan styrofoam ini. Namun Hendro sedikit menyayangkan pelarangan ini baru muncul meskipun kampanye pelarangan penggunaan styrofoam sudah dilakukan sejak tahun 2014.

“Penting sosialisasi yang baik dan sepakat bahwa styrofoam ini tidak baik untuk lingkungan,” ujar Hendro. Beberapa alasan kuat menghentikan penggunaan kemasan makanan dan minuman berbahan styrofoam, menurut Hendro, adalah karena waktu penguraian oleh alam yang sangat panjang serta nilai ekonomi dari limbahnya kecil sehingga sulit untuk didaur ulang.

Styrofoam dibuat dari campuran 90-95% polistirena dan 5-10% gas dengan menggunakan blowing agent seperti CFC (freon) yang merusak lapisan ozon. EPA dan WHO bahkan mengkategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia.

BACA JUGA: Pasar Tradisional, Hotel dan Mall Akan Dikenakan Aturan Pengelolaan Sampah

Hendro melihat bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan larangan ini adalah polemik payung hukum kebijakan dan opini masyarakat yang sudah lebih dahulu antipati terhadap berjalannya larangan ini. “Perlu sosialisasi yang terus menerus ke masyarakat sehingga bisa memiliki persepsi yang sama,” tambahnya.

Walaupun begitu, dia tetap optimis bahwa larangan ini dapat berjalan dengan baik di Kota Bandung, dengan catatan bahwa mekanisme larangan diatur sedemikian rupa menjadi bertahap di beberapa wilayah kecil yang bisa menjadi percontohan setelah itu baru diatur mekanisme untuk mencakup wilayah yang lebih luas.

Penulis: Gede Surya Marteda

]]>
https://www.greeners.co/berita/kemasan-berbahan-styrofoam-dilarang-penggunaannya-kota-bandung/feed/ 0
Kojo Bandung, Andalan Bandung Wujudkan Kota “Hijau” https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kojo-bandung-andalan-bandung-wujudkan-kota-hijau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kojo-bandung-andalan-bandung-wujudkan-kota-hijau https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kojo-bandung-andalan-bandung-wujudkan-kota-hijau/#comments Sat, 23 May 2015 05:58:11 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=9200 Bandung (Greeners) – Kota Bandung dahulu dikenal sebagai kota yang sejuk dan asri dengan banyaknya pepohonan di tengah kota. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Kota Bandung berubah. Laju pembangunan kota […]]]>

Bandung (Greeners) – Kota Bandung dahulu dikenal sebagai kota yang sejuk dan asri dengan banyaknya pepohonan di tengah kota. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Kota Bandung berubah. Laju pembangunan kota dan pertumbuhan penduduk membuat kota yang pernah dijuluki Kota Kembang ini membuat jalanan kerap macet dan penanganan sampah menjadi salah satu isu utamanya.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Direktorat Tata Ruang telah meluncurkan program pembangunan kota hijau (P2KH). Di Bandung, P2KH dikelola secara swadaya oleh kumpulan komunitas lingkungan yang ada di kota ini dengan nama Komunitas Hejo Bandung atau lebih dikenal dengan nama Kojo Bandung.

Aksi penghijauan Kojo Bandung. Foto: dok. Kojo Bandung

Aksi penghijauan Kojo Bandung. Foto: dok. Kojo Bandung

Menurut penuturan Encep R Marsadi selaku koordinator Kojo Bandung, Kojo Bandung telah terbentuk pada tahun 2012 dengan 83 komunitas lingkungan di Bandung. “Kojo dalam bahasa Sunda artinya andalan, sehingga kami berharap Kojo Bandung menjadi andalan untuk mencapai Bandung kota yang hijau,” kata Encep saat berbincang dengan Greeners beberapa waktu silam.

Untuk informasi, beberapa komunitas yang tergabung dalam Kojo Bandung diantaranya, Bike to Campus Bandung, PECI Cikapundung, Walagri, Komunitas Jaga Seke, dan komunitas yang bergerak di bidang lingkungan lainnya.

Kojo Bandung bersama Walikota Bandung, Ridwan Kamil (paling kanan). Foto: dok. Kojo Bandung

Kojo Bandung bersama Walikota Bandung, Ridwan Kamil (paling kanan). Foto: dok. Kojo Bandung

Dalam menjalankan setiap aksinya, Kojo Bandung mendapat dukungan dari Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Bandung. Dalam hal ini, Diskamtam bertindak sebagai mitra kerja P2KH yang didasari pada kesamaan tujuan kerja P2KH dan Diskamtam.

“P2KH mempunyai kaitan yang erat dengan Diskamtam,yaitu untuk mengelola dan meningkatkan ruang terbuka hijau di kota Bandung,” ujar Riela Fiqrina selaku Kasi Penataan Ruang Terbuka Hijau Diskamtam Kota Bandung.

Adapun program yang telah dilakukan oleh kumpulan komunitas ini diantaranya Green-green Gowes yang merupakan perpaduan gerakan kampanye bersepeda dan penanaman pohon. Selain itu, program ini juga pernah mengadakan pembuatan lubang biopori secara masal di titik tertentu, pembuatan taman vertikal di kawasan padat penduduk di kota Bandung dan mengadakan acara festival hijau.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/kojo-bandung-andalan-bandung-wujudkan-kota-hijau/feed/ 1
Berpose di Atas Bangku, Berujung Ngepel Trotoar Braga https://www.greeners.co/berita/berpose-di-atas-bangku-berujung-ngepel-trotoar-braga/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=berpose-di-atas-bangku-berujung-ngepel-trotoar-braga https://www.greeners.co/berita/berpose-di-atas-bangku-berujung-ngepel-trotoar-braga/#respond Sat, 02 May 2015 06:10:25 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8797 Bandung (Greeners) – Menyambut peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-60 yang di helat tanggal 24 April lalu, Kota Bandung bersolek diri dengan melakukan berbagai perbaikan fasilitas umum demi memanjakan delegasi yang hadir […]]]>

Bandung (Greeners) – Menyambut peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-60 yang di helat tanggal 24 April lalu, Kota Bandung bersolek diri dengan melakukan berbagai perbaikan fasilitas umum demi memanjakan delegasi yang hadir dan juga warga Bandung. Walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang juga berlatar belakang arsitek, menyulap kawasan Jl. Asia Afrika, Cikapundung dan Braga menjadi kawasan yang memesona nan romantis.

Namun sayang, masih saja ada aksi nakal warga yang membuat beberapa fasilitas yang baru dibenahi tersebut menjadi rusak, mulai dari bangku taman yang patah hingga monumen Bola Dunia Asia-Afrika yang diresmikan Presiden Joko Widodo pun ikut rusak.

Fadillah Simeray, sosok pria yang diketahui sebagai musisi rock ini mendadak terkenal ketika dia mengunggah foto di akun instagramnya @fadil.simeray. Pasalnya, ia berpose di atas sebuah bangku taman di Jalan Braga beberapa hari sebelum puncak peringatan KAA yang ke-60. Tak pelak, fotonya menjadi perbincangan hangat warga kota Bandung hingga Sang Walikota, Ridwan Kamil.

“Sesudah KAA banyak berita tentang kursi-kursi yang rusak sama fasilitas yang rusak. Mungkin istilahnya ini kena imbasnya dan memang posisinya saya salah berdiri di atas bangku,” ujar Fadil seusai bertemu Ridwan Kamil di Pendopo Bandung, Jumat (1/05).

Ini surat permintaan maaf Fadillah Simeray yang ditujukan kepada seluruh warga Bandung. Foto: instagram fadil.simeray

Ini surat permintaan maaf Fadillah Simeray yang ditujukan kepada seluruh warga Bandung. Foto: instagram fadil.simeray

Menyadari kesalahannya, Fadil pun menerima hukuman yang diberikan Walikota Bandung, mulai dari push up sebanyak 60 Kali, membuat postingan tentang kecintaanya terhadap Kota Bandung selama 30 hari, hingga mengepel trotoar di Jalan Braga.

Aksi “ngepel” Jalan Braga ini ternyata mengundang warga sekitar untuk turut membantu. “Kebetulan ternyata banyak yang minat, jadi kita jadikan aksi solidaritas di Bandung. Kayaknya sih ramai, soalnya dikasih bonus foto sama pak Wali,” ujar Ridwan Kamil.

Dari kejadian ini, Ridwan Kamil berharap kecintaan dan tanggung jawab warga Bandung terhadap fasilitas umum yang ada di Kota Bandung semakin tinggi, sehingga kota tersebut menjadi lebih rapih, nyaman dan tetap indah.

Selain Fadil, ada juga Kusnadi, seorang fotografer yang kedapatan menginjak bangku taman saat acara Asian-African Carnaval berlangsung beberapa waktu lalu. Sama halnya dengan Fadil, Kusnadi pun mengakui kesalahannya dan menerima sanksi yang diberikan.

Penuli: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/berita/berpose-di-atas-bangku-berujung-ngepel-trotoar-braga/feed/ 0
Relawan Pakistan, Jaga Kebersihan KAA di Bandung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/relawan-pakistan-jaga-kebersihan-kaa-di-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=relawan-pakistan-jaga-kebersihan-kaa-di-bandung https://www.greeners.co/sosok-komunitas/relawan-pakistan-jaga-kebersihan-kaa-di-bandung/#respond Sat, 25 Apr 2015 11:07:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_sosok_komunitas&p=8716 Bandung (Greeners) – Mendengar kata Pakistan, tentu yang ada di benak kita adalah salah satu negara di Asia Selatan sana. Namun, dalam gelaran peringatan Konferensi Asia-Afrika yang ke-60 di Bandung, […]]]>

Bandung (Greeners) – Mendengar kata Pakistan, tentu yang ada di benak kita adalah salah satu negara di Asia Selatan sana. Namun, dalam gelaran peringatan Konferensi Asia-Afrika yang ke-60 di Bandung, Pakistan merupakan tim relawan yang bertugas mengatasi masalah kebersihan selama acara berlangsung.

Pakistan merupakan kependekan dari pasukan kebersihan dan kesehatan. Dalam menjalankan tugasnya, regu Pakistan identik dengan kaos berwarna hijau dan sarung tangan plastik untuk memungut sampah.

Ari Rizki, Sang Prabu atau koordinator tim Pakistan menyebutkan, bahwa timnya akan senantiasa menjaga kebersihan area acara. Semangat Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang diinisiasi Walikota Bandung, Ridwan Kamil, pun diteruskan oleh tim ini.

“Selama acara kita akan terus mengadakan GPS, selain itu kita juga akan membuat bank sampah, dimana jika ada yang membawa 10 sampah yang masih bisa didaur ulang akan kami tukar dengan 1 buku yang sudah kami siapkan,” ujar Ari saat ditemui Greeners di sela-sela acara Solidarity Day di taman Film Bandung, Selasa (22/04) lalu.

Mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dilakukan pula oleh Pakistan. Tak sedikit warga yang ketahuan membuang sampah sembarangan ditegur langsung oleh anggota Tim Pakistan.

Menurut Ari, semua relawan Pakistan bekerja dengan baik karena mereka melakukannya demi Kota Bandung dan KAA ke-60, acara yang hanya digelar sepuluh tahun sekali ini.
“Kita senang dan bahagia. Selain itu, antusias masyarakat terutama anak-anak kecil sangat tinggi untuk menukarkan sampahnya dengan buku yang ada,” ujarnya.

Sebagai informasi, demi menjaga kebersihan selama acara, tim Pakistan atau pasukan kebersihan dan kesehatan membuat satu Bank Sampah di semua acara pendukung peringatan KAA ke-60. Bank Sampah ini memberikan penghargaan kepada siapa saja yang berhasil mengumpulkan minimal 10 item sampah yang bisa di daur ulang dengan sebuah buku.

Dalam setiap agenda dari kegiatan peringatan KAA, Bank sampah ini menyiapkan beberapa media informasi berupa spanduk dan selebaran. Selain itu, para relawan juga mengedukasi langsung para warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan menukarkan sampah daur ulangnya dengan buku.

“Harapannya, melalui Bank Sampah di event ini, semakin banyak orang yang lebih mencintai lingkungan dengan memilah sampah yang masih bisa didaur ulang agar jumlah sampah yang terbuang ke TPA berkurang,” pungkas Ari.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/sosok-komunitas/relawan-pakistan-jaga-kebersihan-kaa-di-bandung/feed/ 0
Napak Tilas 60 Tahun KAA Hanya Diikuti 22 Kepala Negara https://www.greeners.co/berita/napak-tilas-60-tahun-kaa-hanya-diikuti-22-kepala-negara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=napak-tilas-60-tahun-kaa-hanya-diikuti-22-kepala-negara https://www.greeners.co/berita/napak-tilas-60-tahun-kaa-hanya-diikuti-22-kepala-negara/#respond Fri, 24 Apr 2015 04:48:33 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8695 Bandung (Greeners) – Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa hanya 22 kepala negara atau perwakilan dari negara Asia dan Afrika yang mengikuti kegiatan napak tilas di Bandung untuk memperingati 60 tahun […]]]>

Bandung (Greeners) – Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa hanya 22 kepala negara atau perwakilan dari negara Asia dan Afrika yang mengikuti kegiatan napak tilas di Bandung untuk memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan bahwa Direktur Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika Kemenlu telah melaporkan bahwa sembilan dari 31 negara atau perwakilannya tidak dapat hadir pada puncak perayaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 di Kota Bandung.

“Jadinya ada 22 karena sembilan kepala negara memutuskan untuk pulang ke negara masing-masing kemarin,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Greeners, Bandung, Jumat (24/04).

Kenny menyebutkan, para kepala negara atau pemerintahan Asia-Afrika yang mengikuti kegiatan di Bandung tersebut, antara lain Raja Swaziland Mswati III, Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Presiden Zimbabwe Robert Gabriel Mugabe, dan Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea Utara Kim Yong Nam, Perdana Menteri (PM) Nepal Sushil Koirala, PM Kamboja Hun Sen, PM Rwanda Anastase Murekezi, PM Malaysia Najib Razak, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Sedangkan kepala negara yang tidak dapat menghadiri Peringatan 60 tahun KAA dan tidak bisa mengikuti kegiatan napak tilas (historical walk), antara lain Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Raja Jordania Abdullah II, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Wakil Presiden Seychelles Danny Faure, Perdana Menteri Palestina Rami Al Hamdallah, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah dan delegasi dari negara Vanuatu.

Iring-iringan rombongan kepala negara delegasi KAA ke-60 dan perwakilannya saat melakukan napak tilas di sepanjang jalan Asia Afrika, Bandung. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Iring-iringan rombongan kepala negara delegasi KAA ke-60 dan perwakilannya saat melakukan napak tilas di sepanjang jalan Asia Afrika, Bandung. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sebagai informasi, acara puncak Konferensi Asia Afrika Ke-60 diisi dengan napak tilas atau historical walk. Dalam acara ini, para kepala negara atau perwakilan dan delegasi negara-negara Asia-Afrika akan berjalan kaki dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka melalui Jalan Asia Afrika, Bandung. Selanjutnya, para pemimpin Asia-Afrika itu akan berfoto di depan Gedung Merdeka.

Selain itu akan diadakan juga acara minute of silence (mengheningkan cipta), pembacaan Dasasila Bandung oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil, dan pemberian sambutan oleh Presiden Joko Widodo yang diikuti dengan sambutan dari satu perwakilan Asia, satu perwakilan Afrika, dan perwakilan negara peninjau.

Kemudian, akan ada penandatanganan simbolis “Bandung Message” oleh tuan rumah KAA Ke-60 Indonesia, negara perwakilan Afrika, dan negara perwakilan Asia. Selain itu, akan ada peresmian Monumen Asia-Afrika.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/napak-tilas-60-tahun-kaa-hanya-diikuti-22-kepala-negara/feed/ 0
Walikota Bandung Tegaskan Tidak Ada Pengaburan Sejarah https://www.greeners.co/berita/walikota-bandung-tegaskan-tidak-ada-pengaburan-sejarah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=walikota-bandung-tegaskan-tidak-ada-pengaburan-sejarah https://www.greeners.co/berita/walikota-bandung-tegaskan-tidak-ada-pengaburan-sejarah/#respond Wed, 22 Apr 2015 08:57:21 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8672 Bandung (Greeners) – Jika pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 silam membawa pesan perlawanan terhadap kolonialisme, maka pada Karnaval Asia Afrika yang berlangsung di Kota Bandung lebih menekankan pada […]]]>

Bandung (Greeners) – Jika pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 silam membawa pesan perlawanan terhadap kolonialisme, maka pada Karnaval Asia Afrika yang berlangsung di Kota Bandung lebih menekankan pada tema solidaritas.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang ditemui di sela-sela acara Solidarity Day di Taman Film, di bawah jembatan Pasupati, mengatakan, ada pesan tersendiri mengapa Karnaval Asia Afrika 2015 ini diadakan dan jauh lebih meriah dibandingkan pelaksanaan KAA pada tahun 2005 lalu.

Pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan, Bandung pada tahun 1955 menjadi kota yang sangat berpengaruh karena disambangi oleh berbagai kepala negara selama sepuluh tahun sekali.

“Tema KAA Ke-60 kali ini itu solidaritas baru di mana semua negara di Asia-Afrika sudah tidak lagi memerangi kolonialisme. Di sini kita bukan ingin bernostalgia tapi lebih pada menumbuhkan semangat baru, yaitu solidaritas antar negara KAA,” jelasnya kepada Greeners di Taman Pasupati, Bandung, Selasa (21/04) kemarin.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa ada makna yang dalam terhadap dua tokoh utama Konferensi Asia Afrika, yaitu Presiden RI pertama, Soekarno dan mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela yang menjadi penggambaran solidaritas pada Karnaval Asia Afrika Ke-60.

Salah satu banner Konferensi Asia Afrika ke-60 yang memperlihatkan ilustrasi wajah Soekarno dan Nelson Mandela. Foto: greeners.co

Salah satu banner Konferensi Asia Afrika ke-60 yang memperlihatkan ilustrasi wajah Soekarno dan Nelson Mandela. Foto: greeners.co

Menurutnya, kedua tokoh ini sudah sangat dikenal dan diakui oleh siapapun di dunia. Soekarno, lanjutnya, telah menyatukan negara-negara Asia-Afrika melalui KAA pada tahun 1955. Sedangkan Nelson Mandela, terpilih sebagai tokoh baru karena seluruh negara di Afrika mengakui kalau Nelson Mandela menjadi figur yang menyatukan negara mereka.

“Untuk Asia, semua sudah sepakat Soekarno-lah tokohnya. Nah, untuk Afrika, saya sudah tanya ke duta besar-duta besar di negara-negara Afrika dan mereka sepakat Nelson Mandela-lah yang menyatukan mereka,” tuturnya.

Ketika disinggung tentang adanya upaya pengaburan sejarah yang dilakukan oleh penyelenggara KAA ke-60 termasuk Ridwan Kamil di dalamnya, Ridwan Kamil kembali menegaskan bahwa KAA tahun ini bukan peringatan yang ditujukan hanya untuk bernostalgia belaka. Ada yang baru yang harus menjadi pesan solidaritas yang dibawa.

“Ini semangat baru. Nilai-nilai baru. Mereka yang mengatakan bahwa ini pengaburan sejarah berarti tidak bisa membaca nilai-nilai dan semangat baru di negara-negara Asia-Afrika. Lagipula ini aspirasi dari semua negara peserta KAA,” katanya tegas.

Sebagai informasi, sebelumnya ada tudingan bahwa panitia pusat peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika disinyalir cenderung mengaburkan sejarah dari semangat Dasasila Bandung karena memasang foto, poster dan baliho Nelson Mandela. Kemudian, tema yang diangkat dalam peringatan 60 KAA adalah “Selatan-Selatan”.

Tudingan tersebut didasarkan pada tidak adanya keterlibatan Nelson Mandela karena tidak pernah menjadi peserta KAA pada tahun 1955 di Kota Bandung. Bahkan, Ketua Umum Aliansi Nasionalis Indonesia (Anindo), Edwin Henawan Soekowati, mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri RI tengah menyiapkan dokumen politik yang dinamakan Bandung Mission (Misi Bandung) sebagai pengganti Dasasila Bandung yang bahan-bahannya telah disiapkan oleh Universitas Gajah Mada (UGM) melalui “Seminar Bandung Conference and Beyond 2015”.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/walikota-bandung-tegaskan-tidak-ada-pengaburan-sejarah/feed/ 0
Perdana, Asia Africa Smart City Summit Digelar di Bandung https://www.greeners.co/berita/perdana-asia-africa-smart-city-summit-digelar-di-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perdana-asia-africa-smart-city-summit-digelar-di-bandung https://www.greeners.co/berita/perdana-asia-africa-smart-city-summit-digelar-di-bandung/#respond Wed, 22 Apr 2015 07:29:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8669 Bandung (Greeners) – Asia Africa Smart City Summit (AASCS) yang merupakan rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Kota Bandung, hari ini resmi dimulai. Pertemuan tingkat pemerintah kota cerdas […]]]>

Bandung (Greeners) – Asia Africa Smart City Summit (AASCS) yang merupakan rangkaian acara Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Kota Bandung, hari ini resmi dimulai. Pertemuan tingkat pemerintah kota cerdas di negara-negara Asia-Afrika yang pertama kali dilaksanakan ini akan dihadiri oleh perwakilan pemerintah tingkat kota, akademisi dan beberapa pelaku industri.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kepada Greeners menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin peringatan KAA ke-60 ini hanya sebatas perayaan saja. KAA kali ini juga harus menjadi momentum bagi Kota Bandung untuk mengembalikan relevansinya dalam peta geopolitik dunia.

“Pertemuan ini akan mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi terkait lingkungan, permukiman, energi, dan transportasi di tiap Kota. Kita (Bandung) yang berjuluk Ibu Kota Asia-Afrika ini bahkan telah memulai proses transformasi menuju kota cerdas dengan adanya Bandung Command Center,” jelasnya usai menghadiri Solidarity Day di Taman Pasupati, Bandung, Selasa (21/04) Kemarin.

Pria yang akrab disapa Emil ini juga mengatakan kalau gagasan dan konsep kota cerdas yang dilakukan Kota Bandung juga dapat diterapkan oleh pemerintah pusat di tingkat nasional dan bahkan menjadi inspirasi bagi kota-kota lainnya di Indonesia.

Sebagai informasi, AASCS 2015 akan dihadiri 449 orang peserta. Di antaranya, 34 wali kota Asia-Afrika serta Perdana Menteri Mesir, Ibrahim Mahlab.

Ada pun wali kota dari luar negeri yang memastikan hadir antara lain, Jacqueline Moustache-Belle (Wali Kota Victoria, Seychelles), Majed JA Abdulfattah (Wali Kota Rawaldi, Palestina), dan George Nyewda (Wali Kota Lusaka, Zambia).

AASCS 2015 juga akan membuka beberapa klaster diskusi yang membahas model kota cerdas, bencana dan lingkungan, pemerintahan cerdas, energi cerdas, model bisnis kota cerdas, transportasi cerdas, generasi muda dan entrepreneur (C-gen), warga dan penduduk cerdas, pembayaran cerdas dan kesehatan cerdas.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/perdana-asia-africa-smart-city-summit-digelar-di-bandung/feed/ 0
Perhelatan KAA, Disbudpar Bandung Targetkan 5.000 Wisatawan https://www.greeners.co/berita/perhelatan-kaa-disbudpar-bandung-targetkan-5-000-wisatawan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perhelatan-kaa-disbudpar-bandung-targetkan-5-000-wisatawan https://www.greeners.co/berita/perhelatan-kaa-disbudpar-bandung-targetkan-5-000-wisatawan/#respond Tue, 21 Apr 2015 10:00:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8648 Bandung (Greeners) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung berharap agar pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 yang juga digelar di Kota Bandung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menjadi salah satu […]]]>

Bandung (Greeners) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung berharap agar pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Ke-60 yang juga digelar di Kota Bandung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menjadi salah satu cara untuk menjadikan Bandung sebagai kota pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Herlan J.S saat dihubungi oleh Greeners bahkan telah memprediksikan, kota dengan julukan Kota Kembang ini akan dikunjungi oleh sekitar 5.000 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selama KAA berlangsung.

“Prediksi jumlah itu belum termasuk dengan kedatangan 500 rombongan delegasi, ya,” katanya, Bandung, Selasa, (21/04).

Senada dengan Herlan, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari pun mengaku optimis perhelatan KAA akan meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Bahkan Pak Menteri Dalam Negeri sangat optimis sekali kalau Bandung bisa dapat lebih dari 5.000 pengunjung. Yah, targetnya 100.000 domestik dan 2.500 mancanegara lah karena memang acara sampingan yang kita sediakan banyak sekali,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Herlan mengatakan bahwa Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sudah mempersiapkan lima acara besar untuk menarik wisatawan agar datang menyambut peringatan 60 tahun KAA di Bandung, Jawa Barat. Acara tingkat internasional di luar seremonial peringatan KAA tersebut rencananya akan digelar setiap hari, mulai dari tanggal 21 hingga 25 April 2015.

Pertunjukan yang dimaksud antara lain pertunjukan angklung dengan musik bertajuk “Harmony for the World” dihadapan para delegasi KAA dan pertunjukan ini akan mengerahkan 20 ribu orang dari berbagai profesi di Kota Bandung. Selain itu, ada juga Solidarity Day: Tribute to Soekarno & Mandela, Culture Break, Festival of Nations, Photo Exhibition of 1955 Asian African Conference, dan Asian African Parade.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/perhelatan-kaa-disbudpar-bandung-targetkan-5-000-wisatawan/feed/ 0
Presiden Inspeksi Langsung Persiapan Konferensi Asia Afrika di Bandung https://www.greeners.co/berita/presiden-inspeksi-langsung-persiapan-konferensi-asia-afrika-di-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=presiden-inspeksi-langsung-persiapan-konferensi-asia-afrika-di-bandung https://www.greeners.co/berita/presiden-inspeksi-langsung-persiapan-konferensi-asia-afrika-di-bandung/#respond Fri, 17 Apr 2015 05:21:07 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8589 Bandung (Greeners) – Persiapan Kota Bandung sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yang ke 60 hampir rampung seluruhnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat mengadakan […]]]>

Bandung (Greeners) – Persiapan Kota Bandung sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yang ke 60 hampir rampung seluruhnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat mengadakan inspeksi mendadak ke Kota Bandung, Jawa Barat kemarin siang.

Kepada wartawan, Presiden mengatakan bahwa dirinya telah mengecek beberapa tempat, termasuk Hotel Savoy Homan, hotel yang akan digunakan oleh delegasi KAA untuk menginap. “Tadi turun di Bandara Husein, kita cek semuanya, kemudian masuk hotel dan ke tempat acara. Saya lihat tadi kanan-kiri kota (Bandung) secara umum 95 persen sudah siap,” ujar Presiden di halaman Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (16/04).

Mengenai materi yang akan dibahas pada pertemuan KAA nanti, Presiden menyatakan akan fokus pada berbagai isu yang berkembang di kawasan Asia-Afrika demi terwujudnya keseimbangan global.

“Saya kira persoalan-persoalan kawasan, persoalan-persoalan di Asia-Afrika, akhir-akhir ini memang memerlukan perhatian khusus karena kita menginginkan keseimbangan global dan keadilan global yang perlu kita suarakan dalam pertemuan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa 79 negara telah mengonfirmasi akan hadir dalam konferensi yang diadakan setiap 10 tahun tersebut, yang mana 28 negara diantaranya akan diwakili langsung oleh kepala negara atau kepala pemerintahan.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi ditemani oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Puan Maharani, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan. Ikut pula mendampingi rombongan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Usai memeriksa Gedung Merdeka, Presiden beserta rombongan melakukan sholat dzuhur bersama di Mesjid Raya dan melanjutkan inspeksi ke Gedung Pakuan, tempat dimana para delegasi KAA akan makan siang bersama.

Personil Penyapu Jalan Ditambah

Di tengah Kota Bandung yang sedang bersolek menghadapi KAA ke-60, Enur Hayati, salah satu penyapu jalan di sepanjang Jalan Asia Afrika dan kawasan Alun-alun Kota Bandung, mengaku senang karena kali ini ia bekerja untuk acara besar. ” Sejak pembangunan KAA ya ngerasa senang soalnya saya nyapu jalan buat acara gede (besar, Red.),” ujarnya.

Perempuan yang sudah enam bulan menjadi penyapu jalan tersebut juga mengatakan bahwa ia akan mendapat bantuan personil penyapu jalan untuk membersihkan jalan Asia-Afrika dan kawasan Alun-alun Bandung. “Di sini awalnya cuma berlima, tapi sudah dapat kabar katanya mau ditambah. Jadi, orang yang di lokasi lain mau dipindah ke sini buat bantu bersih-bersih,” katanya.

Penulis: RA/G11

]]>
https://www.greeners.co/berita/presiden-inspeksi-langsung-persiapan-konferensi-asia-afrika-di-bandung/feed/ 0
Tiga Hal Penting Dalam Membangun Kota A la Ridwan Kamil https://www.greeners.co/berita/tiga-hal-penting-dalam-membangun-kota-ala-ridwan-kamil/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tiga-hal-penting-dalam-membangun-kota-ala-ridwan-kamil https://www.greeners.co/berita/tiga-hal-penting-dalam-membangun-kota-ala-ridwan-kamil/#respond Sat, 28 Mar 2015 14:32:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8327 Jakarta (Greeners) – Walikota Bandung, Ridwan Kamil berbagi pandangannya dalam menilai kelebihan sebuah kota agar menarik wisatawan baik lokal maupun asing. Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat […]]]>

Jakarta (Greeners) – Walikota Bandung, Ridwan Kamil berbagi pandangannya dalam menilai kelebihan sebuah kota agar menarik wisatawan baik lokal maupun asing. Menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah jika ingin kotanya terbangun dengan baik.

Pertama, sebuah kota harus memiliki tempat yang unik. Maksudnya, ujar pria yang akrab disapa Emil ini, saat ini wisatawan sudah keranjingan dengan fotografi. Mereka tidak hanya menyimpan foto tersebut, namun juga mempublikasikannya di sosial media sehingga tersebar luas dan bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk datang.

“Misalnya tempat-tempat menarik seperti taman kota atau tempat unik yang khas kota tersebut,” jelasnya saat menjadi pembicara pada ajang Creativepreneur Corner di Jakarta, Sabtu (28/03).

Selanjutnya, terang Emil, wisatawan juga suka datang pada sebuah pagelaran acara atau event-event menarik di sebuah kota. Melalui event, masyarakat bisa mempromosikan sebuah kota bahkan hingga ke mancanegara.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, bersama dengan pelajar melakukan Gerakan Pungut Sampah.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, bersama dengan pelajar pada Event/Aksi Gerakan Pungut Sampah.

Terakhir, tambahnya, orisinalitas. Emil mengakui, kemanapun wisatawan pergi pada akhirnya para wisatawan tersebut pasti mencari orisinalitas di sebuah kota yang mereka kunjungi. Ia memberi contoh, seperti wisata alam, budaya atau memanfaatkan kearifan lokal sebagai orisinalitas yang dicari oleh wisatawan.

“Lihat Jember, sekarang punya festival berkelas dunia. Semua dibutuhkan orisinalitas itu tadi,” jelasnya.

Selain tiga hal tadi, tambah Emil, penggunaan sosial media juga sangat dibutuhkan sebagai strategi marketing. Kenapa? Tambahnya, karena dunia digital mampu menembus batas dunia dan digunakan oleh jutaan manusia.

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/tiga-hal-penting-dalam-membangun-kota-ala-ridwan-kamil/feed/ 0
Mieke Amalia Gunakan Kembali Kantong Plastik Belanja https://www.greeners.co/gaya-hidup/mieke-amalia-gunakan-kembali-kantong-plastik-belanja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mieke-amalia-gunakan-kembali-kantong-plastik-belanja https://www.greeners.co/gaya-hidup/mieke-amalia-gunakan-kembali-kantong-plastik-belanja/#respond Tue, 17 Mar 2015 09:00:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=8222 Aktris Mieke Amalia mengaku belum terbiasa untuk membawa kantong belanja sendiri saat berbelanja, namun ia membiasakan diri untuk menggunakan ulang kantong plastik belanja.]]>

Jakarta (Greeners) – Masalah sampah yang ditimbulkan oleh kantong plastik hingga saat ini masih belum terselesaikan. Pemerintah belum menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, pusat perbelanjaan masih menyediakan kantong plastik secara gratis kepada pembelinya, pembeli juga belum terbiasa untuk membawa kantong belanjanya sendiri.

Begitu juga halnya dengan Mieke Amalia. Ia mengaku masih mengandalkan kantong plastik yang diberikan pekerja swalayan tempat ia berbelanja. “Saya enggak membawa kantong plastik dari rumah tapi saya mengambil kantong plastik dari supermarket karena saya enggak beli bag (kantong kain) dari supermarket itu,” katanya.

Meski begitu, aktris yang juga istri dari aktor komedi Tora Sudiro ini menyatakan bahwa ia tidak membuang begitu saja kantong plastik yang ia dapat dari pusat perbelanjaan. Kantong plastik itu ia gunakan kembali sebagai kantong sampah di rumahnya atau ia simpan untuk keperluan lainnya.

“Kantong plastik yang tidak langsung dipakai saya lipat dan taruh di laci. Dari yang kecil sampai yang besar, semuanya saya kumpulin. Saya yakin kantong plastik itu suatu saat akan berguna lagi untuk membawa atau menyimpan sesuatu,” jelasnya.

Selain mengumpulkan kantong plastik bekas belanja, Mieke juga mengajak keluarga kecilnya untuk turut disiplin dalam menangani sampah. Ia mengajarkan anak-anaknya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya membiasakan anak-anak saya dari sekarang kalau ada sampah dan sedang ada di dalam mobil, sampahnya disimpan dulu, dibuangnya nanti setelah sampai di rumah. Jadi mereka enggak boleh buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Mieke lantas bercerita bahwa ia kagum dengan sosok Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Ia menyaksikan sendiri pria yang akrab disapa warga Bandung sebagai Kang Emil itu tanpa canggung berjalan kaki memeriksa tong sampah usai menyantap bubur di pinggir jalan. Dalam hal pengelolaan sampah, Ridwan Kamil belum lama memberlakukan peraturan agar setiap warganya menyediakan tempat sampah di dalam mobil.

“Sebenarnya di Jakarta juga harus seperti itu dan lebih disiplin untuk tidak membuang sampah sembarangan. Di jalan agar disediakan tong sampah lebih banyak agar orang juga tidak terlalu effort untuk membuang sampah terlalu jauh,” pungkasnya.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mieke-amalia-gunakan-kembali-kantong-plastik-belanja/feed/ 0
Sejumlah Organisasi Tolak Proyek PLTSa Gedebage Bandung https://www.greeners.co/berita/sejumlah-organisasi-tolak-proyek-pltsa-gedebage-bandung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sejumlah-organisasi-tolak-proyek-pltsa-gedebage-bandung https://www.greeners.co/berita/sejumlah-organisasi-tolak-proyek-pltsa-gedebage-bandung/#respond Tue, 02 Sep 2014 09:57:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5653 Jakarta (Greeners) – Rencana Pemerintah Kota Bandung untuk melanjutkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis insinerator (mesin pembakar) di samping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BLA) Gedebage, Bandung, kembali […]]]>

Jakarta (Greeners) – Rencana Pemerintah Kota Bandung untuk melanjutkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis insinerator (mesin pembakar) di samping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BLA) Gedebage, Bandung, kembali mendapat penolakan dari sejumlah organisasi.

Penolakan datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Yayasan Pengembangan Biosains dan Bio Teknologi (YPBB), Komunitas Griya Cempaka Arum, Indonesia Toxics-Free Network, Aktivis Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Generation Indonesia, Lembaga Bantuan Hukum-Bandung, dan para peneliti lingkungan hidup tersebut, disampaikan dalam Pemaparan Rekomendasi kepada Wali Kota Bandung terkait rencana proyek PLTSa & Kontroversi Teknologi Incinerator di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Jalan Viaduct, Kota Bandung, Minggu (31/8/2014).

Direktur YPBB, David Sutasurya menyatakan, masih banyak cara lain untuk menghasilkan listrik selain menggunakan insinerator. Menurutnya, proyek PLTSa hanya merupakan trik penjualan global insinerator yang sudah tidak laku lagi di negara maju, dan bukan merupakan teknologi yang berwawasan lingkungan.

“Pak Ridwan Kamil perlu menerapkan asas kecermatan dan kehati-hatian dini terhadap proyek PLTSa ini. Jangan sampai nantinya malah akan menimbulkan multi krisis di Kota Bandung karena PLTSa ini masih bermasalah dalam konteks hukum, finansial, sosial, teknis dan lingkungan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Senin (01/09).

Senada dengan David, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Dadan Ramdan menegaskan bahwa dengan segala sisi negatifnya, Walhi Jawa Barat secara tegas menolak pembangunan PLTSa tersebut.

“Walhi Jabar secara tegas meminta Wali Kota Bandung membatalkan pembangunan PLTSa tersebut,” tambahnya.

Penolakan yang disampaikan melalui empat poin rekomendasi dari gabungan masyarakat sipil yang di tujukan kepada Pemerintah Kota Bandung terkait PLTSa tersebut meliputi:

1. Melakukan kajian ulang secara menyeluruh dan mendalam terhadap seluruh aspek rencana pembangunan PLTSa oleh tim ahli yang independen dan beranggotakan orang-orang dengan track record yang terbukti di bidangnya masing-masing.

2. Memastikan sudah ada arahan nasional yang legal mengenai iniserator, dan bahwa arahan arahan itu telah ditetapkan pada desain teknis detail proyek, termasuk konsekuensi biaya investasi dan operation and maintenance PLTSa.

3. Memastikan kebijakan dan strategis pengelolaan sampah kota dan masterplan persampahan Kota Bandung diselesaikan dengan kualitas tinggi dan mengacu pada kebijakan strategi nasional, sebelum proyek besar dan berisiko tinggi seperti PLTSa dijalankan.

4.Bersamaan dengan semua langkah di atas, menyiapkan langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk mengantisipasi tuntutan dari pemenang tender, salah satunya dengan menjajaki kemungkinan upaya mediasi oleh fasilitator dari Pusat Mediasi Nasional.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/sejumlah-organisasi-tolak-proyek-pltsa-gedebage-bandung/feed/ 0
Plastik Sering Hilang Dicuri, Bandung Ganti Tempat Sampah https://www.greeners.co/berita/sering-hilang-dan-dicuri-tempat-sampah-plastik-diganti-fiber/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sering-hilang-dan-dicuri-tempat-sampah-plastik-diganti-fiber https://www.greeners.co/berita/sering-hilang-dan-dicuri-tempat-sampah-plastik-diganti-fiber/#respond Wed, 30 Jul 2014 05:32:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5327 Bandung (Greeners) – Permasalahan sampah masih menjadi sorotan utama pemerintah kota Bandung. Beberapa program kebersihan bahkan sudah diluncurkan sejak awal tahun 2014 ini demi mengupayakan pengurangan sampah, termasuk memperbanyak jumlah […]]]>

Bandung (Greeners) – Permasalahan sampah masih menjadi sorotan utama pemerintah kota Bandung. Beberapa program kebersihan bahkan sudah diluncurkan sejak awal tahun 2014 ini demi mengupayakan pengurangan sampah, termasuk memperbanyak jumlah tempat sampah di beberapa titik jalan.

Pada peluncuran Gerakan Pungut Sampah bulan Juni lalu, Walikota Bandung Ridwan Kamil, sempat menyinggung kondisi tempat sampah yang ada. Tempat pembuangan sampah sementara yang ditempatkan di pinggir jalan tersebut banyak yang telah rusak, sehingga upaya untuk membersihkan kota dari sampah yang berserakan menjadi kurang efektif.

“Kita coba tes dengan program (tempat sampah) plastik, tapi banyak kerusakan-kerusakan. Jadi, kita akan back to basic saja menggunakan tempat sampah dari fiber,” ungkap pria yang kerap disapa Emil ini memaparkan alasan penggantian tempat sampah.

Kondisi salah satu tempat pembuangan sampah sementara yang ada di kota Bandung. Kantong sampah plastik yang kerap hilang karena dicuri dan besi penyangga yang rusak membuat sampah terserak di pinggir jalan. Foto: greeners.co/Rifki A. Fahmi

Ia menargetkan penggantian tempat sampah tersebut selesai dalam waktu dua bulan ke depan.

“Warnanya tetap hijau dan putih, cuma bedanya dari fiber dan permanen. Dengan begitu, diharapkan lebih sedikit kerusakannya,” imbuhnya.

Penggunaan tempat sampah fiber disambut baik oleh warga Bandung. Rika, salah seorang warga Bandung menilai, bahwa penggantian tempat sampah tersebut sedikit terlambat, karena sejak awal dirinya kurang setuju dengan penggunaan tempat sampah dari plastik.

“Dari awal saya sudah enggak setuju dengan tempat sampah plastik itu, soalnya banyak plastiknya yang dicuri. Terkadang petugasnya telat masang dan besi penyangganya cepat rusak, jadi sampahnya tetap saja menumpuk,” ungkap Rika.

(Rifki A. Fahmi)

]]>
https://www.greeners.co/berita/sering-hilang-dan-dicuri-tempat-sampah-plastik-diganti-fiber/feed/ 0
Meski Ditolak Warga, Pemkot Bandung Lanjutkan Pembangunan PLTSa https://www.greeners.co/berita/meski-ditolak-warga-pemkot-bandung-lanjutkan-pembangunan-pltsa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=meski-ditolak-warga-pemkot-bandung-lanjutkan-pembangunan-pltsa https://www.greeners.co/berita/meski-ditolak-warga-pemkot-bandung-lanjutkan-pembangunan-pltsa/#respond Fri, 11 Jul 2014 09:05:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5138 Bandung (Greeners) – Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Kota Bandung kembali dilanjutkan. Sontak hal ini menuai kritikan dari beberapa elemen masyarakat dan penggiat lingkungan yang sejak awal menolak […]]]>

Bandung (Greeners) – Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Kota Bandung kembali dilanjutkan. Sontak hal ini menuai kritikan dari beberapa elemen masyarakat dan penggiat lingkungan yang sejak awal menolak pembangunan PLTSa tersebut.

Terkait hal itu, Walikota Bandung, Ridwan Kamil menyatakan bahwa dirinya hanya melanjutkan Perda yang telah disetujui dan dikeluarkan oleh DPRD Kota Bandung. Ia juga mengingatkan bahwa Perda mengenai pembangunan PLTSa telah diterbitkan sebelum dirinya diangkat menjadi walikota.

“Inikan Perdanya sudah diketuk. Jadi, kalau ada yang sifatnya tidak setuju bisa menyuarakan ke DPRD karena yang memutuskan,” ungkap pria yang akrab disapa Emil ini saat ditemui di Universitas Maranatha Bandung (10/07) kemarin.

Hasil survey yang dilakukan tim dari Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung juga dijadikan landasan Emil untuk melanjutkan pembangunan PLTSa.

“Dari UNPAD melakukan survey ke masyarakat dan tidak ada masalah. Jadi, tidak selalu apa yang terekam secara individu-individu mewakili apa adanya, makanya dibikin secara ilmiah melalui survey,” ungkap Emil.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat tengah mengadakan petisi untuk menolak pembangunan PLTSa tersebut. Dalam petisi yang diunggah dalam situs change.org, Walhi Jabar menyatakan, bahwa “PLTSa yang akan dibangun di Kota Bandung tidak lebih dari sebuah bentuk pengelolaan sampah tersentralisasi dengan menggunakan Mesin Pembakar Sampah (incinerator) yang dipadukan dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).”

Diperkirakan proyek ini akan menghabiskan dana sebesar Rp 562 milyar dengan beban jasa pengolahan (tipping fee) sekitar Rp 88,2 milyar per tahun selama 20 tahun. Pembangunan infrastruktur PLTSa tersebut akan dijalankan oleh PT Bandung Indah Raya Lestari (BRIL) sebagai pemenang dalam dua kali proses tender, yaitu tahun 2008 dan pada Juli 2012.

Walhi Jabar juga menyatakan bahwa PLTSa bukanlah teknologi yang ramah lingkungan karena beresiko menyebabkan krisis ekologi. Selain itu, PLTSa dengan menggunakan incinerator dapat meningkatkan beban polusi udara kota Bandung. Dari mesin pembakar sampah tersebut akan dihasilkan zat racun berupa dioxin yang membahayakan sistem syaraf dan menyebabkan kanker pada manusia.

Pembangunan PLTSa ini sudah mendapat perlawanan dari warga sekitar lokasi PLTSa sejak tahun 2006 hingga saat ini. Selain itu, langkah pemerintah kota Bandung untuk membangun PLTSa juga dinilai melanggar Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

(Rifki A. Fahmi)

]]>
https://www.greeners.co/berita/meski-ditolak-warga-pemkot-bandung-lanjutkan-pembangunan-pltsa/feed/ 0
Dinding Artistik Dengan Bata Botol Bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/dinding-artistik-dari-bata-botol-bekas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dinding-artistik-dari-bata-botol-bekas https://www.greeners.co/ide-inovasi/dinding-artistik-dari-bata-botol-bekas/#respond Wed, 09 Jul 2014 00:30:49 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=5092 Upcycling, sebuah istilah yang muncul di abad 21, dicetuskan oleh seorang penulis buku Cradle to Cradle, William McDonough dan Michael Braungart. Ide dasar upcycling, yakni mengubah sampah menjadi produk yang […]]]>

Upcycling, sebuah istilah yang muncul di abad 21, dicetuskan oleh seorang penulis buku Cradle to Cradle, William McDonough dan Michael Braungart. Ide dasar upcycling, yakni mengubah sampah menjadi produk yang bermanfaat, dengan cerdas diwujudkan pada tahun 1963 dalam produk Heineken WOBO (World Bottle). Ide ini dicetuskan oleh Alfred Heineken dan arsitek Belanda John Habraken, dengan desain ramah lingkungan.

Mr. Heineken terinspirasi dari kunjungannya ke Karibia dimana ia melihat ada 2 masalah, yaitu pantai-pantai yang dikotori oleh botol bekas dan ketiadaan material bangunan yang murah dan berkualitas. Lalu WOBO menjadi visinya untuk menyelesaikan kedua masalah tersebut, yakni tantangan pengolahan sampah dan pemukiman yang ia lihat di pulau tersebut.

Foto: inhabitat.com

Foto: inhabitat.com

Desain final WOBO terdiri dari dua ukuran, versi 350 dan 500 mm, yang nantinya diletakan dalam posisi horizontal, dipasang dengan cara yang sama seperti konstruksi batu bata dan semen. Pada produksi tahun 1963 yang menghasilkan 100.000 botol, sebagian diantaranya digunakan untuk membangun gudang kecil di rumah Mr. Heineken di Noordwijk, Belanda.

Salah satu tantangan dalam proses pembangunan tersebut adalah, “bagaimana caranya agar bagian sudut dan bagian terbuka bangunan bisa dibuat tanpa memotong botol-botol tersebut,” kata Mr. Habraken.

Dibalik kesuksesan proyek WOBO pertama, perusahaan Heineken tidak mendukung WOBO dan ide tersebut seakan mati suri. Daya tarik dari WOBO sempat hidup kembali pada tahun 1975 ketika Martin Pawley mempublikasi Garbage Housing yang mana terdapat halaman ‘WOBO: Sebuah Pesan Dalam Botol.’

Heineken sekali lagi mendekati Habraken dan timnya, Rinus van den Berg, seorang desainer, dan mendesain sebuah bangunan yang menggunakan drum minyak sebagai kolom, atap bis Volkswagen untuk atapnya dan botol WOBO untuk dindingnya, namun struktur bangunan itu hingga sekarang tidak pernah terwujud.

Sisi luar dinding ‘bata botol bekas’ di Green Building Rasuna Epicentrum, Jakarta. Foto: skyscrapercity.com

Saat ini, gudang kecil di rumah Heineken dan sebuah dinding terbuat dari WOBO di Museum Heineken di Amsterdam adalah satu-satunya bangunan yang menggunakan ‘bata botol bekas bir‘. Di Indonesia, ide desain ini sudah diterapkan. Misalnya, bangunan Rumah Botol di Bandung dan Green Building Rasuna Epicentrum di Jakarta karya Ridwan Kamil. Semua bangunan ini menggunakan ‘bata botol bekas’.

Mengenai botol WOBO lainnya, masih belum jelas ada berapa yang tersisa dan dimana lokasinya, namun idenya, bahkan setelah beberapa dekade berlalu, tetap menjadi inovasi cerdas.

(G33)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/dinding-artistik-dari-bata-botol-bekas/feed/ 0
Gerakan Pungut Sampah Untuk Bandung Juara https://www.greeners.co/berita/gerakan-pungut-sampah-untuk-bandung-juara/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gerakan-pungut-sampah-untuk-bandung-juara https://www.greeners.co/berita/gerakan-pungut-sampah-untuk-bandung-juara/#respond Mon, 23 Jun 2014 14:55:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=4972 Bandung (Greeners) – Langkah Walikota Bandung, Ridwan Kamil, untuk menjadikan Bandung sebagai Kota Juara terus berlanjut. Kali ini, walikota yang penuh inovasi tersebut meluncurkan Gerakan Pungut Sampah. Bertempat di Lapangan […]]]>

Bandung (Greeners) – Langkah Walikota Bandung, Ridwan Kamil, untuk menjadikan Bandung sebagai Kota Juara terus berlanjut. Kali ini, walikota yang penuh inovasi tersebut meluncurkan Gerakan Pungut Sampah.

Bertempat di Lapangan Tegalega, Bandung, pemerintah kota (pemkot) Bandung secara resmi meluncurkan Gerakan Pungut Sampah pada acara puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kota Bandung, dengan menggerakan berbagai komunitas dan sekolah yang berada di kota Bandung pada Senin (23/06).

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Emil tersebut berharap, peringatan Hari Lingkungan Hidup mampu menggugah kesadaran warga Bandung untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup menuju kota Bandung juara yang bermartabat.

Gerakan pungut sampah diawali dengan pemukulan gendang oleh Emil. Nampak istrinya, Atalia Praratya Kamil, turut hadir beserta jajaran pemerintah kota Bandung lainnya.

Sembari membawa kantong sampah, Emil mengitari lapangan Tegalega untuk memungut sampah yang berserakan.

Dihadapan wartawan Emil menyatakan bahwa gerakan ini merupakan gerakan perubahan kultur warga Bandung agar tidak cuek terhadap kondisi lingkungan disekitarnya.

“Kuncinya, mulai dari pemimpinnya sampai warganya harus melakukan yang sama,” Tambah Emil.

Hari Senin, Rabu dan Jumat ditetapkan untuk menjalankan Gerakan Pungut Sampah selama 10 menit pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas sehari-hari. Khusus untuk pelajar, disediakan kantong sampah plastik yang mudah terurai untuk wadah penampung sampah. Kantong sampah tersebut disediakan di setiap sekolah.

“Setahun sekali kita ada hadiah, mulai dari makan malam bersama walikota hingga umroh,” jawab Emil saat ditanya reward yang diberikan bagi pengumpul sampah terbanyak dalam waktu satu tahun.

Dalam launching Gerakan Pungut Sampah ini sendiri, terkumpul sampah seberat 928,75 kilogram hanya dalam kurun waktu 30 menit. Sampah tersebut merupakan sampah yang berserakan di Lapangan Tegalega.

(Rifki A Fahmi)

]]>
https://www.greeners.co/berita/gerakan-pungut-sampah-untuk-bandung-juara/feed/ 0
Sungai Dipadati Sampah, Pemkot Bandung Galakan Bebersih Sungai https://www.greeners.co/berita/sungai-dipadati-sampah-pemkot-bandung-galakan-bebersih-sungai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sungai-dipadati-sampah-pemkot-bandung-galakan-bebersih-sungai https://www.greeners.co/berita/sungai-dipadati-sampah-pemkot-bandung-galakan-bebersih-sungai/#respond Sat, 21 Jun 2014 01:00:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=4962 Bandung (Greeners) – Menumpuknya sampah di pinggiran sungai yang berdampak pada menurunnya kualitas air sungai hingga banjir masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota Bandung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah […]]]>

Bandung (Greeners) – Menumpuknya sampah di pinggiran sungai yang berdampak pada menurunnya kualitas air sungai hingga banjir masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota Bandung. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah kota atau pemkot Bandung meluncurkan gerakan Bebersih Sungai.

Aksi yang bertujuan untuk mengembalikan keindahan dan kenyamanan sungai yang berada di kota Bandung ini diresmikan oleh Atalia Praratya Kamil, istri Walikota Bandung Ridwan Kamil, di Gedung Serba Guna Universitas Widyatama, Bandung, pada Kamis (18/06).

Di hadapan wartawan, perempuan yang akrab disapa Ata ini menyatakan harapannya agar Bebersih Sungai dapat menjadi inspirasi dan penyemangat bagi wilayah lain yang terlintasi sungai di sekitar Bandung untuk membersihkan aliran sungai tersebut. Dengan begitu, daerah aliran sungai menjadi lebih indah dan nyaman.

“Mudah-mudahan ini (Bebersih Sungai) menjadikan sungai-sungai di kota Bandung menjadi lebih nyaman,” ujarnya. Ia juga menyatakan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut.

Gerakan Bebersih Sungai diawali dengan membersihkan sungai Cidurian yang mengalir tepat di depan Universitas Widyatama yang berada di kecamatan Cibeunying Kidul, kelurahan Sukapada. Secara keseluruhan, sungai Cidurian memiliki luas sekitar 815 kilometer persegi dan panjang 81,5 kilometer. Namun, lokasi pelaksanaan baru difokuskan pada jarak 500 meter ke hulu dan 500 meter ke hilir dari lokasi pelaksanaan.

Gerakan yang dikoordinir oleh Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung tersebut mendapat dukungan dari masyarakat sekitar, pelajar, komunitas, TNI dan instansi terkait. Mereka terlihat bergotong royong membersihkan sungai yang penuh dengan limbah rumah tangga tersebut. Warga juga menyebar bibit ikan untuk menjaga kestabilan ekosistem sungai Cidurian.

Salah satu mahasiswi dari Universitas Widyatama, Nai Inten Aryuni yang ikut membersihkan sungai mengaku senang dengan aksi tersebut. “Semoga dengan kegiatan ini sungai-sungai di Bandung menjadi lebih enak dilihat, enggak penuh dengan sampah,” ujar Nai berharap.

(Rifky A Fahmi)

]]>
https://www.greeners.co/berita/sungai-dipadati-sampah-pemkot-bandung-galakan-bebersih-sungai/feed/ 0