sinopsis buku - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sinopsis-buku/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 18 Jul 2015 08:54:40 +0000 id hourly 1 34 Prinsip Etis Jurnalisme Lingkungan, Panduan “Wajib” Jurnalis Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/34-prinsip-etis-jurnalisme-lingkungan-panduan-wajib-jurnalis-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=34-prinsip-etis-jurnalisme-lingkungan-panduan-wajib-jurnalis-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/34-prinsip-etis-jurnalisme-lingkungan-panduan-wajib-jurnalis-lingkungan/#comments Sat, 18 Jul 2015 08:38:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10385 Judul Buku: 34 Prinsip Etis Jurnalisme Lingkungan Penulis: Agus Sudibyo Jumlah Halaman: 219 halaman Terbit: 2014 Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) bekerjasama dengan AQUA Grup Jakarta (Greeners) – Mempelajari masalah […]]]>

Judul Buku: 34 Prinsip Etis Jurnalisme Lingkungan
Penulis: Agus Sudibyo
Jumlah Halaman: 219 halaman
Terbit: 2014
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) bekerjasama dengan AQUA Grup

Jakarta (Greeners) – Mempelajari masalah lingkungan hidup, pastinya tidak akan pernah terlepas dari kehidupan politik nasional, ekonomi, sosial, dan bahkan hubungan internasional. Oleh karena itu, dibutuhkan peran dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat, maupun para profesional swasta untuk melakukan perbaikan kerusakan yang terjadi pada lingkungan.

Tidak ketinggalan, peran media pun dibutuhkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar timbul pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pemahaman masyarakat sendiri sangat tergantung pada kemampuan media dalam memotret dan memberitakan kompleksitas permasalahan lingkungan, agar informasi yang disampaikan tidak sekadar menjadi bagian dari perdebatan politik namun juga memiliki keberpihakan terhadap lingkungan.

Sayangnya, meskipun dampak perubahan iklim sudah semakin terasa, namun “pola” jurnalisme lingkungan masih belum banyak diterapkan oleh awak media, khususnya para wartawan. Padahal, jurnalisme lingkungan bisa diaplikasikan sebagai usaha untuk menyampaikan seruan kepada semua pihak untuk berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan hidup.

Saat berbicara tentang etika dan prinsip, jurnalisme lingkungan selalu terlihat seperti pisau bermata dua. Melalui buku 34 Prinsip Etis Jurnalisme Lingkungan, para awak media dapat melihat dan mempelajari apa saja prinsip-prinsip dalam menyampaikan informasi lingkungan.

Andi Erna Anastasjia Walinono atau yang lebih dikenal dengan nama Erna Witoelar, dalam pengantarnya di buku 34 Prinsip Etis Jurnalisme Lingkungan mengatakan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini berlangsung sangat cepat dan bahkan lebih cepat daripada pemulihannya. Oleh karena itu, kehadiran jurnalisme lingkungan diharapkan dapat mengawal permasalahan lingkungan yang terjadi.

“Jurnalisme lingkungan adalah jurnalisme yang memotret persoalan lingkungan mulai dari hulu hingga hilir. Jurnalisme ini bukanlah jurnalisme populer yang menulis isu lingkungan hanya ketika sedang menjadi perhatian jutaan umat semata,” jelas Erna seperti dikutip dari buku tersebut.

Buku panduan jurnalisme lingkungan yang dipelopori oleh Aqua Group dan bekerja sama dengan Kompas Gramedia Group ini disusun oleh mantan Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Agus Sudibyo. Agus mengangkat buah pikiran tokoh yang dikenal peduli terhadap lingkungan, di antaranya Mantan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Era Presiden Abdurahman Wahid Erna Witoelar, praktisi media sosial Enda Nasution, dan Oscar Matuloh, fotografer senior LKBN ANTARA.

Buku ini ditujukan untuk para wartawan, kalangan akademisi, mahasiswa serta para blogger. Buku ini akan memandu pewarta untuk mengetahui kode etik dan rambu-rambu dalam konteks jurnalistik yang harus diperhatikan agar permasalahan lingkungan yang diangkat dapat dipahami pula oleh korporasi.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/34-prinsip-etis-jurnalisme-lingkungan-panduan-wajib-jurnalis-lingkungan/feed/ 1
Melihat Warna Warni Indonesia Dalam 100 Hari Keliling Indonesia https://www.greeners.co/gaya-hidup/melihat-warna-warni-indonesia-dalam-100-hari-keliling-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=melihat-warna-warni-indonesia-dalam-100-hari-keliling-indonesia https://www.greeners.co/gaya-hidup/melihat-warna-warni-indonesia-dalam-100-hari-keliling-indonesia/#respond Wed, 08 Apr 2015 01:39:38 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=8462 Judul Buku: 100 Hari Keliling Indonesia Penulis: Tim 100 Hari Keliling Indonesia Jumlah Halaman: 232 halaman Terbit: Maret 2015 Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer (BIP) Berpatroli mitigas gajah di Lampung, […]]]>

Judul Buku: 100 Hari Keliling Indonesia
Penulis: Tim 100 Hari Keliling Indonesia
Jumlah Halaman: 232 halaman
Terbit: Maret 2015
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer (BIP)

Berpatroli mitigas gajah di Lampung, menembus hutan yang telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit yang masif di Kalimantan Barat, mengunjungi kapal Rainbow Warrior milik Green Peace yang sedang berlabuh di Raja Ampat, hingga bertandang ke salah satu desa termiskin di Bali namun kini warganya menjadi pengolah kacang mete dan rosela. Semuanya itu merupakan bagian dari pengalaman tim 100 Hari Keliling Indonesia (HKI) saat mengelilingi bumi nusantara.

Kisah perjalanan tim 100 HKI tersebut dituangkan dalam buku “100 Hari Keliling Indonesia”. Sebelumnya, 100 HKI merupakan salah satu program acara yang ditayangkan di stasiun televisi swasta Kompas TV dengan judul yang sama. Kini, semua suka duka yang mereka alami selama berkeliling Indonesia, kisah-kisah di balik layar yang tidak diperlihatkan di televisi, tersaji di buku ini.

Buku ini akan mengajak pembacanya untuk melihat warna-warni Indonesia; tidak hanya mengangkat keindahan alamnya saja, tetapi juga masalah-masalah sosial dan budaya yang dialami tiap-tiap daerah.

Fraya Wowiling, produser acara 100 HKI, mengaku tidak cukup hanya 100 hari untuk mengelilingi Indonesia. Ia bersama timnya yang selama melakukan ekspedisi tidak menggunakan pesawat komersial, terpaksa molor dari jadwal yang telah ditentukan. Mereka seharusnya tiba kembali di Jakarta pada hari ke-100, namun justru masih berada di Alor, Nusa Tenggara Timur karena terkendala sarana dan prasarana yang tidak memadai dan menemui banyak “kejutan” yang tidak terprediksi.

Senada dengan Fraya, Ramon Y Tungka, pemandu acara yang juga tim penulis 100 HKI, menyatakan tidak ada waktu yang cukup untuk bisa mengenali dan memahami Indonesia karena Indonesia memiliki keunikan di tiap daerahnya. Menurutnya, masih banyak tempat di nusantara yang memiliki potensi namun belum tergali dan belum ditangani dengan baik.

“Keluar dari rumah. Quit from your comfort zone! Ketika kita datang ke suatu tempat, gunakan kepekaan hati dan kepekaan mata, setelah itu lakukan apa yang harus kamu lakukan, sebarkan ke yang lain, dan konsisten. Kesannya gampang tapi melakukannya berat,” ujar Ramon Y Tungka, saat ditemui Greeners usai peluncuran buku 100 HKI di Central Park, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Buku yang dikemas dengan bahasa yang ringan ini menyajikan secara khusus pengalaman setiap kru tim 100 HKI dalam halaman “Unforgettable Moment”. Selain itu, buku ini juga menyertakan biaya pengeluaran di setiap daerah yang dikunjungi dan satu keping DVD Behind The Scene pembuatan 100 HKI.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/melihat-warna-warni-indonesia-dalam-100-hari-keliling-indonesia/feed/ 0
Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba https://www.greeners.co/gaya-hidup/sokola-rimba-pengalaman-belajar-bersama-orang-rimba/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sokola-rimba-pengalaman-belajar-bersama-orang-rimba https://www.greeners.co/gaya-hidup/sokola-rimba-pengalaman-belajar-bersama-orang-rimba/#respond Fri, 04 Jul 2014 00:00:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_review&p=4722 Judul Buku : Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba Penulis : Butet Manurung, Dodi Yuniar (Editor) Jumlah Halaman : 250 halaman, cetakan pertama 2007 Penerbit : Insist Press Buku […]]]>

Judul Buku : Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
Penulis : Butet Manurung, Dodi Yuniar (Editor)
Jumlah Halaman : 250 halaman, cetakan pertama 2007
Penerbit : Insist Press

Buku ini merupakan catatan dari seorang petualang dan pengabdi lingkungan yang disajikan secara ‘apa adanya’, nyata, hidup, penuh dengan pengalaman langsung tangan pertama. Lewat proses pengalaman langsung ini, Butet tidak saja berhasil mendidik Orang Rimba, tapi juga belajar dari dan diajari oleh orang Rimba tentang cara pandang, budaya, perilaku, dan kehidupan Orang Rimba dengan segala kekayaannya. Sungguh pengalaman luar biasa, yang tidak akan didapat kalau Butet tetap berada diluar komunitas Orang Rimba.

”Saya sangat menghargai dengan tulus kegigihan dan kerja gila si Butet yang telah menjadi “Orang Rimba” tanpa harus kehilangan identitasnya sebagai orang Batak, yang melalui itu berhasil mendampingi Orang Rimba menjadi terdidik tanpa kehilangan identitasnya sebagai Orang Rimba.”(Sony Keraf, anggota DPR-RI dan pemerhati lingkungan)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/sokola-rimba-pengalaman-belajar-bersama-orang-rimba/feed/ 0