Sirkus - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sirkus/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 17 Oct 2016 10:44:38 +0000 id hourly 1 Atraksi Lumba-Lumba, Masyarakat Diminta Lebih Peduli https://www.greeners.co/berita/atraksi-lumba-lumba-masyarakat-diminta-lebih-peduli/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=atraksi-lumba-lumba-masyarakat-diminta-lebih-peduli https://www.greeners.co/berita/atraksi-lumba-lumba-masyarakat-diminta-lebih-peduli/#respond Sat, 18 Jul 2015 07:44:44 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10369 Jakarta (Greeners) – Baru-baru ini masyarakat pengguna internet (netizen) dihebohkan dengan petisi berisi tuntutan untuk menghentikan pertunjukan atau atraksi lumba-lumba. Petisi ini diajukan oleh seorang wisatawan asal Australia yang juga […]]]>

Jakarta (Greeners) – Baru-baru ini masyarakat pengguna internet (netizen) dihebohkan dengan petisi berisi tuntutan untuk menghentikan pertunjukan atau atraksi lumba-lumba. Petisi ini diajukan oleh seorang wisatawan asal Australia yang juga peselancar bernama Craig Brokensha. Brokensha mempetisi objek wisata sekaligus resort di Gianyar, Bali, bernama Wake Bali Dolphin.

Petisi yang diunggah melalui situs Change.org ini dilakukan untuk menyelamatkan empat ekor lumba-lumba yang diduga dieksploitasi dan mendapat perlakuan yang tidak layak dari pengelola Wake Bali Dolphin. Pihak pengelola resort menempatkan keempat ekor lumba-lumba tersebut di dalam kolam berukuran 10 x 20 meter dengan kadar kaporit yang tinggi.

Sebelumnya, petisi penyelamatan lumba-lumba juga pernah dilakukan oleh gitaris band Netral, Christopher Bollemeyer. Pria berjanggut lebat itu juga berkampanye untuk melindungi lumba-lumba. Ia berjuang secara formal dan informal dengan mengajak sesama musisi dan rekan-rekannya untuk tidak menonton sirkus lumba-lumba.

Menanggapi ramainya petisi untuk melindungi lumba-lumba ini, Direktur Eksekutif Indonesian Society for Animal Welfare (ISAW), Kinanti Kusumawardani turut menyayangkan semakin maraknya atraksi dan eksploitasi mamalia berdarah panas ini. Menurutnya, lumba-lumba adalah satwa liar yang tidak seharusnya terpenjara dalam kolam kecil atau lagoon buatan sekalipun.

“Di laut bebas lumba-lumba itu dapat menjelajah lebih dari 64 kilometer setiap harinya. Hal ini tentu tidak dapat difasilitasi oleh lingkungan buatan manapun,” tutur Kinanti kepada Greeners, Jakarta, Rabu (15/07).

Selain tidak baik untuk kesehatan lumba-lumba, lanjut Kinanti, atraksi dan eksploitasi yang dilakukan pada lumba-lumba juga berbahaya bagi pengunjung khususnya anak-anak. Ia mengingatkan kembali bahwa lumba-lumba adalah satwa liar dan tidak ada yang dapat menjamin kejinakannya setiap saat.

“Sudah banyak kasus dimana manusia digigit atau lecet karena interaksi langsung dengan lumba-lumba, bahkan ada yang bisa sampai menyebabkan patah tulang,” tambahnya.

Menanggapi ijin yang telah dimiliki oleh beberapa tempat atraksi lumba-lumba, ia kembali menyayangkan hal tersebut. Menurut Kinanti, meskipun keberadaan tempat atraksi tersebut legal, maka apabila masyarakat mencintai lumba-lumba hal paling sederhana yang dapat dilakukan adalah tidak membeli tiket untuk masuk ke area tersebut.

“Saran kami, jika memang mau melakukan ecotourism lumba-lumba, hal ini bisa dengan dolphin watching langsung di laut tanpa mengganggu ekosistem maupun lumba-lumbanya,” terang Kinanti lagi.

Dihubungi terpisah, Direktur Jendral (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Tachrir Fathoni pun tidak membantah bahwa secara aturan memang dibolehkan sebuah lembaga untuk mendapatkan ijin seperti yang dimiliki oleh Wake Bali Dolphins. Tapi, katanya lagi, semua itu tetap harus berada pada koridor UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

“Memang undang-undang itu tidak membahas standar teknik untuk kesejahteraan hewan. Tapi tetap kalau ternyata ada penyimpangan terkait animal walfare, itu akan kita tindak,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/atraksi-lumba-lumba-masyarakat-diminta-lebih-peduli/feed/ 0
Choky Netral Akan Melanjutkan Petisi Tolak Sirkus Lumba-Lumba https://www.greeners.co/gaya-hidup/choky-netral-akan-melanjutkan-petisi-tolak-sirkus-lumba-lumba/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=choky-netral-akan-melanjutkan-petisi-tolak-sirkus-lumba-lumba https://www.greeners.co/gaya-hidup/choky-netral-akan-melanjutkan-petisi-tolak-sirkus-lumba-lumba/#respond Fri, 16 Jan 2015 05:05:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_green_carpet&p=7095 Jakarta (Greeners) – Pernah menonton atraksi lumba-lumba? Melihatnya melompati lingkaran yang bahkan terkadang lingkaran tersebut disertakan dengan kobaran api agar terlihat menantang. Atau mungkin, berfoto bersama mamalia laut yang menggemaskan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Pernah menonton atraksi lumba-lumba? Melihatnya melompati lingkaran yang bahkan terkadang lingkaran tersebut disertakan dengan kobaran api agar terlihat menantang. Atau mungkin, berfoto bersama mamalia laut yang menggemaskan ini.

Menyaksikan atraksi hewan laut yang memiliki kecerdasan tinggi ini memang cukup memberikan hiburan tersendiri meskipun harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. Namun berdasarkan banyak penelitian, kecerdasan hewan laut ini sangat berbeda jika berada di dalam kolam penangkaran, khususnya untuk dilatih menjadi hewan sirkus, dibandingkan dengan lumba-lumba yang hidup bebas bersama kelompoknya di laut lepas.

Pasalnya, banyak ditemukan perlakuan buruk yang diterima oleh lumba-lumba atraksi tersebut yang mempengaruhi kecerdasan mereka. Apabila mereka sudah mengalami stres yang cukup tinggi, maka hewan mamalia ini mampu menyerang manusia termasuk pelatihnya sendiri.

Christopher Bollemeyer, atau akrab disapa Choky Netral, adalah satu dari beberapa public figure yang peduli dan ikut mengkampanyekan penolakan terhadap sirkus atau atraksi lumba-lumba.

Melalui petisi yang telah dibuat pada tahun 2012 lalu di situs www.change.org/stopsirkuslumba, pemetik gitar dari band Netral ini bersama banyak orang yang mendukung petisi tersebut telah berhasil menekan dan membuat perusahaan-perusahaan besar, seperti Garuda Indonesia, Carrefour, Hero, Giant, Lottemart dan Ace Hardware menghentikan dukungannya terhadap pelaksanaan sirkus lumba-lumba.

“Sirkus lumba-lumba sama sekali tak mendidik, malah melecehkan nilai konservasi. Itu cuma pembenaran eksploitasi satwa liar untuk kepentingan bisnis dan perdagangan illegal satwa. Sirkus mencetak generasi yang tak peka kelestarian satwa liar di habitat alaminya,” tegas Choky saat ditemui di sebuah acara di Jakarta beberapa waktu lalu.

Bahkan, kepada Greeners, Choky menyebutkan bahwa pelaksanaan bisnis sirkus lumba-lumba keliling sudah dilarang di seluruh dunia. Ia mengatakan, bahwa hanya Indonesia saja satu-satunya negara yang masih membiarkan kekejaman ini berlangsung.

Pria berjanggut lebat ini juga mengaku sangat miris jika membayangkan apa yang telah dialami oleh lumba-lumba sirkus hanya untuk kepentingan bisnis dan hiburan. Perut yang sengaja dibuat lapar, diangkut dengan truk yang sangat sempit, gelap dan pengap. Bahkan klorin yang digunakan di dalam kolamnya pun, lanjut Choky, sering membuat mata mereka buta.

“Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan, sering membuat kerusakan pada sistem sonar mereka. Jadi enggak heran kalau kita sering lihat berita banyak ditemukan lumba-lumba sirkus yang mati. Yang lebih parah, semua itu ditutupin sama dalih pendidikan dan pelestarian,” tambahnya.

Untuk kedepannya, Choky mengaku akan melakukan pembaharuan terkait petisi yang telah dibuat. Hal ini akan dilakukan untuk kembali menekan perusahaan-perusahaan yang masih saja mendukung atau bahkan mensponsori industri yang mengerikan ini. Selain itu, ia juga ingin ada pembelajaran dan pengetahuan yang didapatkan oleh masyarakat bahwa atraksi lumba-lumba adalah tindakan yang sangat kejam terhadap hewan.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/choky-netral-akan-melanjutkan-petisi-tolak-sirkus-lumba-lumba/feed/ 0
Menangkap Sampah Menyalurkan Solusi Lewat Kampung 3R https://www.greeners.co/berita/menangkap-sampah-menyalurkan-solusi-lewat-kampung-3r/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menangkap-sampah-menyalurkan-solusi-lewat-kampung-3r https://www.greeners.co/berita/menangkap-sampah-menyalurkan-solusi-lewat-kampung-3r/#respond Sun, 17 Jun 2012 03:00:11 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2871 Jakarta (Greeners) – Tong! Tang! Teng! Tung! Tang! Teng! bam! bam! Suara dentuman perkusi dari tong bekas menggema ke seluruh gedung pameran Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) 2012. Dengan asik Ismail […]]]>

Jakarta (Greeners) – Tong! Tang! Teng! Tung! Tang! Teng! bam! bam! Suara dentuman perkusi dari tong bekas menggema ke seluruh gedung pameran Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) 2012.

Dengan asik Ismail memukul alat perkusi daur ulang milik kelompok musik Sirkus Perkusi dalam “Workshop Bunyi” yang digelar Kampung 3R. Ismail adalah salah satu dari lima puluh murid SDN 15 Karet Tengsin Jakarta Pusat yang diundang untuk hadir mengikuti edukasi mengenai sampah di area Kampung 3R PLI 2012.

Workshop Bunyi bertujuan untuk memberikan ruang bermain yang sehat bagi anak-anak SD sekaligus ajang edukasi mengenai pemilahan sampah. “Kepolosan energi anak adalah Modal Akal utama yang akan menumbuhkan Rasa melalui proses yang menyenangkan” jelas Edi Bonetski selaku kordinator dari Sirkus Perkusi. “Sehingga mereka dengan secara mudah menyerap informasi yang kami coba sampaikan” tambahnya.

Sejak tanggal 14 – 17 Juni , Kampung 3R digelar dalam rangkaian PLI 2012 untuk melakukan monitoring pemilahan sampah serta memberikan edukasi kepada pengunjung PLI 2012 dalam hal pemilahan sampah di sumbernya. Kerjasama antara Greeners Magazine (greenersmagz.com) , Kementerian Lingkungan Hidup dan PT Indonesia Power ini telah dilakukan untuk yang kedua kalinya dalam rangkaian Pekan Lingkungan Indonesia.

Chief Editor Greenersmagz.com Syaiful Rochman mengatakan bahwa Kampung 3R adalah salah satu aksi nyata dari Greeners Magazine sebagai media lingkungan hidup. “Dalam penanganan masalah lingkungan hidup, utamanya adalah perubahan prilaku dengan aksi nyata. Ini adalah salah satu bukti kami sebagai media yang juga aktif turun ke lapangan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat” jelasnya

Dalam pelaksanaan kali ini, Kampung 3R dibantu oleh 15 orang relawan dari Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI DEPPERIN) yang secara aktif memandu pengunjung untuk memilah sampah di area PLI 2012. Risky Anggun Kurnia mengatakan bahwa dirinya yang baru pertama kali menjadi relawan Kampung 3R sangat terkejut ketika melihat respon pengujung waktu diajak memilah sampah. “Ada yang sangat antusias mendukung program ini tapi ada juga yang hanya memandang sebelah mata dan berlalu begitu saja” ujarnya sambil tersenyum.

Dalam waktu 4 hari selama pelaksanaan PLI 2012 total sampah terpilah yang berhasil ‘ditangkap’ oleh tim Kampung 3R adalah 81,3 kg sampah Organik , 60,5 kg sampah plastik (campuran), 4,9 kg styrofoam, 0,6 kg sampah logam, 69,3 kg sampah kertas serta 1,4 kg sampah kaca. Seluruh sampah terpilah diatas telah disalurkan kepada Bank Sampah di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup RI. (G08)

]]>
https://www.greeners.co/berita/menangkap-sampah-menyalurkan-solusi-lewat-kampung-3r/feed/ 0