solar - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/solar/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 12 Oct 2015 06:03:08 +0000 id hourly 1 Harga Solar Turun, KNTI Harapkan Ada Langkah Operasional Tingkat kampung https://www.greeners.co/berita/harga-solar-turun-knti-harapkan-ada-langkah-operasional-tingkat-kampung/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=harga-solar-turun-knti-harapkan-ada-langkah-operasional-tingkat-kampung https://www.greeners.co/berita/harga-solar-turun-knti-harapkan-ada-langkah-operasional-tingkat-kampung/#respond Mon, 12 Oct 2015 05:59:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11451 Jakarta (Greeners) – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mengalami penurunan harga jual sejak Sabtu (10/10) lalu. Solar yang semula dijual dengan harga Rp6.900 per liter, kini turun Rp200 menjadi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mengalami penurunan harga jual sejak Sabtu (10/10) lalu. Solar yang semula dijual dengan harga Rp6.900 per liter, kini turun Rp200 menjadi Rp6.700 per liter. Penurunan harga solar ini merupakan salah satu bentuk implementasi paket kebijakan Jilid III pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Adanya penurunan harga solar ini disambuat baik oleh Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Ketua Umum KNTI Riza Damanik menyatakan bahwa solar masih menjadi BBM utama bagi kegiatan produksi perikanan tangkap maupun budidaya. Idealnya, penurunan harga solar ini akan menambah margin keuntungan usaha nelayan dan petambak karena secara kuantitas akan mengurangi ongkos produksi. Namun, hal ini tidak akan memberikan dampak maksimal jika pemerintah tidak melakukan langkah-langkah operasional di tingkat kampung.

“Langkah-langkah yang saya maksud itu adalah mengendalikan harga kebutuhan bahan pokok yang sudah terlanjur naik, menjaga tata niaga produk perikanan tetap menguntungkan nelayan dan petambak, memastikan kontinuitas pasokan BBM solar ke kampung-kampung nelayan dan memperkenalkan teknologi penangkapan ikan untuk mendukung efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan BBM,” jelasnya kepada Greeners, Jakarta, Senin (12/10).

Selain itu, menurut Riza, pemerintah juga harus mengimplementasikan secara konkrit program konversi atau pengalihan BBM ke gas untuk nelayan. Karena maju-mundurnya pemerintah dalam hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakpastian dalam berusaha dan berperluang kontraproduktif dengan upaya peningkatan produksi dan kesejahteraan nelayan.

Sebagai informasi, PT Pertamina memberlakukan penurunan harga solar sebesar Rp200 per liter sejak tanggal 10 Oktober 2015. Penurunan harga solar ini merupakan bagian dari paket kebijakan Jilid III pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Ketika dikonfirmasi, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menyatakan, agar dampak kebijakan ekonomi ini maksimal, maka harus dibantu dengan penurunan harga di sektor lain. Salah satunya adalah dengan penurunan ongkos angkutan barang.

“Setelah ada penurunan harga solar, paling tidak yang menyangkut biaya angkutan barang dan truk bisa berkurang,” katanya.

Diturunkannya harga solar ini sendiri, lanjut Wianda, didasari dengan penggunaan solar yang paling banyak dikonsumsi oleh kendaraan angkutan logistik. Hampir 60 persen dari 104 juta kendaraan untuk angkatan truk dan barang menggunakan solar sebagai bahan bakar.

“Sedangkan untuk premium penggunanya adalah 43 persen itu adalah mobil pribadi yang dimiliki masyarakat mampu, sehingga jika diturunkan harganya tidak memberikan pengaruh banyak,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/harga-solar-turun-knti-harapkan-ada-langkah-operasional-tingkat-kampung/feed/ 0
Lampu Berpanel Surya dalam Botol Kaca https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-berpanel-surya-dalam-botol-kaca/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lampu-berpanel-surya-dalam-botol-kaca https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-berpanel-surya-dalam-botol-kaca/#respond Thu, 23 Jul 2015 00:30:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10435 Di Afrika Selatan dipasarkan lampu unik yang ramah lingkungan. Consol Solar Jar adalah panel surya yang terpasang di atas sebuah stoples kaca. Pada siang hari panel surya akan menyerap energi matahari. […]]]>

Di Afrika Selatan dipasarkan lampu unik yang ramah lingkungan. Consol Solar Jar adalah panel surya yang terpasang di atas sebuah stoples kaca. Pada siang hari panel surya akan menyerap energi matahari. Sementara, pada waktu malam lampu LED di dalam stoples tersebut siap dinyalakan, tanpa terhubung ke listrik. Gabungan antara kaca dengan sinar yang berasal dari energi matahari mengeluarkan sinar yang berpendar indah.

Console Solar Jar. Foto: inhabitat.com

Console Solar Jar. Foto: inhabitat.com

Perusahaan yang memproduksi Consol Solar Jar sebelumnya hanya membuat stoples kaca saja. Namun baru-baru ini mereka menambah variasi produknya dengan menambahkan lampu LED. Tidak disangka, produknya diterima dengan baik. Produk unik ini telah memenangkan beberapa penghargaan.

Consol Solar Jar cocok untuk digunakan pada saat berkemah atau acara luar ruang lainnya. Tutup stoplesnya berfungsi sebagai tombol untuk menyalakan lampu yang energinya sudah disimpan selama siang hari. Untuk sekali pengisian, lampu LED di dalamnya bisa menyala hingga enam jam.

Console Solar Jar. Foto: inhabitat.com

Console Solar Jar. Foto: inhabitat.com

Console Solar Jar dihargai US $15 (hampir Rp. 200.000). Sayangnya produk ini baru dijual di wilayah Afrika Selatan saja.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/lampu-berpanel-surya-dalam-botol-kaca/feed/ 0
KNTI Anggap Pemerintah Minim Antisipasi Dampak Kenaikan BBM https://www.greeners.co/berita/knti-anggap-pemerintah-minim-antisipasi-dampak-kenaikan-bbm/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=knti-anggap-pemerintah-minim-antisipasi-dampak-kenaikan-bbm https://www.greeners.co/berita/knti-anggap-pemerintah-minim-antisipasi-dampak-kenaikan-bbm/#respond Wed, 19 Nov 2014 09:47:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=6507 Jakarta (Greeners) – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) membenarkan bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak buruk bagi nelayan dan petambak. Dengan tidak mengabaikan persoalan karut-marut pengelolaan energi nasional, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) membenarkan bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak buruk bagi nelayan dan petambak. Dengan tidak mengabaikan persoalan karut-marut pengelolaan energi nasional, KNTI menyayangkan ketidaksiapan pemerintah dalam mengantisipasi dampak kenaikan BBM secara langsung di kampung nelayan.

Ketua Dewan Pembina KNTI, Riza Damanik, meminta kepada pemerintah untuk membenahi distribusi BBM dan layanan informasi cuaca, lokasi penangkapan ikan dan harga ikan di kampung nelayan.

Pasalnya, menurut Riza, sama seperti sebelumnya, kenaikan BBM sebesar Rp 2.000 kali ini mendongkrak harga BBM di kampung nelayan sebesar Rp 2.500 hingga Rp 6.000 per liternya. Namun dengan kenaikan ini, harga udang di Lampung dan ikan di Kendal justru turun.

“Berdasarkan laporan yang diterima oleh KNTI, kenaikan harga beli BBM jenis Solar di kampung nelayan & petambak bervariasi sejak tanggal 18 November kemarin. Di Rawajitu, Lampung, Rp 8.500-Rp 9.000; di Tanjung Balai dan Langkat, Sumatera Utara, Rp 7.800-Rp 8.500; di Kendal dan Demak, Jawa Tengah, masing-masing Rp 7.800 dan Rp 8.000; di Gresik dan Surabaya, Jawa Timur, Rp 8.500; di Lombok Timur Rp 9.000; dan Lamalera, NTT Rp 12.500,” terang Riza, Jakarta, Rabu (19/11).

Berdasarkan laporan tersebut, Riza berpendapat kalau pemerintah perlu segera membenahi distribusi BBM ke kampung nelayan guna mencegah penggelembungan harga jual BBM. Selain itu, pemerintah juga harus segera menyiapkan instrumen layanan informasi lokasi penangkapan ikan, cuaca dan harga ikan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan BBM.

“Jika saat ini proporsi biaya produksi nelayan berkisar 50-70% untuk membeli BBM, ke depan harus ditekan 30-40% saja,” tegasnya.

Lalu, lanjutnya, untuk strategi jangka panjang, KNTI mengusulkan kepada pemerintah untuk memasukkan pengembangan energi terbarukan bagi nelayan ke dalam kebijakan energi nasional. Riza menjelaskan kalau ternyata buah mangrove (nipah) dan kelapa dapat dikembangkan menjadi energi terbarukan, sehingga ketergantungan terhadap energi fosil dapat dikurangi.

“Untuk tiga bulan ke depan, persoalan mendasarnya harus segera diselesaikan. Pemerintah tidak boleh mengulang kesalahan serupa. Apalagi kalah dengan mafia perikanan yang selama ini mencuri BBM bersubsidi,” pungkasnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/knti-anggap-pemerintah-minim-antisipasi-dampak-kenaikan-bbm/feed/ 0
Panel Surya Revolusioner Berwarna Putih https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-revolusioner-berwarna-putih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=panel-surya-revolusioner-berwarna-putih https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-revolusioner-berwarna-putih/#respond Thu, 13 Nov 2014 09:03:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_technology&p=6420 Saat ini perkembangan panel surya telah cukup merambah ke berbagai produk. Mulai dari alat pengisi baterai telepon genggam bertenaga surya, lampu tenaga surya, hingga alat transportasi. Panel surya yang digunakan […]]]>

Saat ini perkembangan panel surya telah cukup merambah ke berbagai produk. Mulai dari alat pengisi baterai telepon genggam bertenaga surya, lampu tenaga surya, hingga alat transportasi. Panel surya yang digunakan di seluruh dunia cenderung seragam dengan warna biru tua dan tidak bisa dimodifikasi baik warna maupun desain.

Akan tetapi, sebuah terobosan berhasil dilakukan oleh CSEM yang mengembangkan panel surya yang bisa dimodifikasi warna dan desainnya. CSEM adalah sebuah perusahaan riset asal Swiss untuk pengembangan teknologi, konsultan dan strategi inovasi, dengan fokus memberikan nilai lebih untuk dunia yang berkelanjutan.

Christophe Ballif bersama tim pengembang Panel Surya Warna Putih. Foto: csem.ch

Christophe Ballif bersama tim pengembang Panel Surya Warna Putih. Foto: csem.ch

Produk dengan nama White Solar Modules ini diklaim sebagai produk revolusioner di bidang panel photovoltaic (PV). Produk panel surya yang dinilai masih kurang aplikatif dan sulit penerapannya dari sisi estetika kini tidak berlaku lagi.

White Solar Modules yang diluncurkan pada Oktober 2014 ini bisa diaplikasikan dalam berbagai warna menarik dan bisa diterapkan pada berbagai platform yang bukan hanya bangunan, tapi juga kendaraan, laptop dan lainnya. CSEM mengembangkan teknologi berbasis crystalline silicon yang membuat panel surya bisa berwarna putih bahkan diaplikasikan berbagai jenis warna. Produk ini memiliki teknologi yang menyerap sinar infra merah dari matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik.

Produk ini juga berkontribusi positif terhadap temperatur sekitarnya karena panel surya berwarna putih memiliki kecenderungan bekerja dalam suhu yang lebih rendah (sekitar 30 derajat) dibanding panel surya yang berwarna gelap.

(G03)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-revolusioner-berwarna-putih/feed/ 0
Akhirnya Nelayan Mendapat Jatah Solar Bersubsidi https://www.greeners.co/berita/akhirnya-nelayan-mendapat-jatah-solar-bersubsidi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=akhirnya-nelayan-mendapat-jatah-solar-bersubsidi https://www.greeners.co/berita/akhirnya-nelayan-mendapat-jatah-solar-bersubsidi/#respond Tue, 09 Sep 2014 05:15:23 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5739 Jakarta (Greeners) – Angin segar mulai berhembus menghampiri para nelayan Indonesia. Pasalnya, setelah banyak para nelayan yang tidak lagi melaut karena kesulitan mencari pasokan solar bersubsidi, kini mereka akan mendapatkan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Angin segar mulai berhembus menghampiri para nelayan Indonesia. Pasalnya, setelah banyak para nelayan yang tidak lagi melaut karena kesulitan mencari pasokan solar bersubsidi, kini mereka akan mendapatkan jatah solar khusus nelayan yang akan disalurkan melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan, Kementerian kelautan dan Perikanan, Balok Budiyanto mengatakan, bahwa kesepakatan jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan adalah bentuk sinergi KKP dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BPH Migas) dan PT Pertamina.

Balok juga menyatakan, bahwa hingga akhir tahun ini (Agustus-Desember), KKP akan mendapatkan alokasi BBM bersubsidi atau JBT jenis minyak solar untuk nelayan sebanyak 702.540 kiloliter (KL), dengan rincian saluran dari PT Pertamina sebesar 670.000 KL, PT AKR sebesar 31.379 KL, dan PT SPN sebesar 1.160 KL.

“Nantinya, pengaturan dalam pendistribusian minyak solar bersubsidi akan dilakukan oleh pihak KKP bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan PT Pertamina,” ujar Balok, Jakarta, Senin (07/09).

Selain itu, lanjut Balok, untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pendistribusian Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) bersubsidi, KKP akan menyampaikan pembagian alokasi per wilayah Kabupaten/Kota yang memiliki Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN) per dua bulan, dilengkapi dengan rencana volume pendistribusian BBM bersubsidi/JBT di masing-masing wilayah tersebut.

Untuk pendistribusian JBT kepada nelayan di suatu wilayah, menurut Balok, juga harus melalui penyalur SPDN/SPBN yang ada di wilayah tersebut. Bila tidak ada penyalur tersebut, maka dapat diambil di SPBU yang ditunjuk oleh Bupati/Walikota dan/atau Terminal BBM milik PT Pertamina.

“Sebagai langkah lanjutan nanti, KKP bersama ESDM, Kemendagri, BPH Migas dan Pertamina juga akan menyiapkan rencana kebutuhan BBM bersubsidi atau JBT khusus untuk nelayan tahun 2015 per Kabupaten/Kota, dengan nomenklatur khusus BBM bersubsidi untuk nelayan,” kata Balok.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/akhirnya-nelayan-mendapat-jatah-solar-bersubsidi/feed/ 0
BBM Bersubsidi Dibatasi, Masyarakat Diminta Membiasakan Diri https://www.greeners.co/berita/bbm-bersubsidi-dibatasi-masyarakat-diminta-membiasakan-diri/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bbm-bersubsidi-dibatasi-masyarakat-diminta-membiasakan-diri https://www.greeners.co/berita/bbm-bersubsidi-dibatasi-masyarakat-diminta-membiasakan-diri/#respond Mon, 25 Aug 2014 07:14:00 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5544 Jakarta (Greeners) – Fenomena antrian panjang dan begitu cepat habisnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setiap sore hari pada beberapa minggu […]]]>

Jakarta (Greeners) – Fenomena antrian panjang dan begitu cepat habisnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setiap sore hari pada beberapa minggu belakangan ternyata bukan disebabkan oleh kelangkaan BBM.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir mengakui bahwa fenomena habisnya BBM bersubsidi pada sore hari merupakan bentuk konsekuensi logis dari pengaturan penyaluran BBM bersubsidi yang disesuaikan dengan jumlah kuota yang telah ditetapkan dalam UU APBN-P 2014.

“Saat ini stok BBM yang ada di Pertamina sudah berada pada level di atas 18 hari kebutuhan kuota nasional, karena itu pembatasan penyaluran BBM bersubsidi kami lakukan,” jelas Ali, Jakarta, Senin (25/08).

Ali meminta kepada masyarakat pengguna kendaraan pribadi untuk bisa mengerti dan mulai sadar untuk membiasakan diri menggunakan BBM non subsidi.

“Kami minta pada pengguna kendaraan pribadi untuk mulai membiasakan diri dengan keadaan ini,” katanya.

Sesuai dengan amanat Undang Undang No.12 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), PT Pertamina (Persero) mulai bersiap untuk mengatur kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dikurangi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter untuk memastikan agar kuota Solar dan Premium bisa mencukupi hingga akhir tahun 2014.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/bbm-bersubsidi-dibatasi-masyarakat-diminta-membiasakan-diri/feed/ 0
Pertamina Mulai Atur Penyaluran Kuota BBM Bersubsidi https://www.greeners.co/berita/pertamina-mulai-atur-penyaluran-kuota-bbm-bersubsidi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pertamina-mulai-atur-penyaluran-kuota-bbm-bersubsidi https://www.greeners.co/berita/pertamina-mulai-atur-penyaluran-kuota-bbm-bersubsidi/#respond Mon, 25 Aug 2014 06:41:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5542 Jakarta (Greeners) – PT Pertamina (Persero) akan segera mengatur kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk memastikan agar kuota Solar dan Premium tetap mencukupi hingga akhir tahun 2014 mendatang. Vice […]]]>

Jakarta (Greeners) – PT Pertamina (Persero) akan segera mengatur kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk memastikan agar kuota Solar dan Premium tetap mencukupi hingga akhir tahun 2014 mendatang.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir menjelaskan bahwa pengaturan kuota BBM bersubsidi tersebut sesuai dengan amanat Undang Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan Belanja (APBN) 2014 dan berdasarkan APBN-Perubahan (APBN-P) 2014 yang mengatakan bahwa kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter.

“Jadi, sesuai dengan amanat UU tersebut, maka Pertamina sudah harus mulai melakukan pengaturan kuota per harinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014,” ujar Ali melalui keterangan tertulis yang diterima Greeners, Jakarta, Senin (25/08).

Ali juga mengatakan bahwa dalam APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui dari kuota yang telah ditetapkan. Maka untuk mencukupi kuota BBM tersebut, Pertamina mempunyai dua cara alternatif yang akan dilakukan.

Pertama, dengan menyalurkan BBM bersubsidi secara normal, namun konsekuensinya kuota BBM bersubsidi akan habis sebelum akhir tahun, yaitu pertengahan November untuk Solar, dan pertengahan Desember untuk Premium, lalu selanjutnya masyarakat harus membeli BBM non subsidi hingga akhir tahun.

“Cara alternatif yang kedua, adalah dengan mengatur volume penyaluran setiap harinya sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun,” tambahnya.

Untuk permulaan di lapangan, lanjut Ali, sebenarnya Pertamina sudah mulai melakukan pengaturan BBM bersubsidi secara prorata sesuai alokasi volume BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya terhitung sejak tanggal 18 Agustus 2014 lalu.

“Sebenarnya sudah kami coba sejak tanggal 18 lalu dan untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, kami juga sudah menyediakan BBM non subsidi untuk bisa dikonsumsi seperti Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Solar non subsidi,” pungkasnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/pertamina-mulai-atur-penyaluran-kuota-bbm-bersubsidi/feed/ 0
Greeners 9th Anniversary: Journalism On Bike https://www.greeners.co/aksi/greeners-9th-anniversary-journalism-bike/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=greeners-9th-anniversary-journalism-bike https://www.greeners.co/aksi/greeners-9th-anniversary-journalism-bike/#respond Fri, 22 Aug 2014 04:43:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_campaign&p=5512 Meliput Berita Lingkungan Dengan Aksi Lingkungan!   Jakarta (Greeners.co) – Media lingkungan hidup dan gaya hidup ramah lingkungan Greeners akan menggelar sebuah aksi unik dalam rangka merayakan ulang tahun ke-9 […]]]>

Meliput Berita Lingkungan Dengan Aksi Lingkungan!

 

Jakarta (Greeners.co) – Media lingkungan hidup dan gaya hidup ramah lingkungan Greeners akan menggelar sebuah aksi unik dalam rangka merayakan ulang tahun ke-9 penerbitannya. Reportase melintasi 9 kota sejauh 1350 kilometer menggunakan sepeda dengan nama Journalism On Bike dipilih sebagai aksi puncak perayaan hari jadi Greeners yang jatuh pada bulan Juli 2014 lalu.

Greeners  yang sejak tahun 2005 meluncurkan edisi pertama dalam bentuk majalah kini tengah fokus dalam mengembangkan portal  media online melalui situs www.greeners.co. Edisi cetak Greeners hanya akan terbit dalam momen tertentu seperti Hari Bumi, Hari Lingkungan Hidup, dan HUT Kemerdekaan RI.

Aksi Journalism On Bike digelar atas dasar Greeners sebagai media lingkungan hidup yang memang dalam kesehariannya melakukan reportase berita lingkungan. Pemimpin Redaksi Greeners Syaiful Rochman menyampaikan bahwa aksi ini sangat mencerminkan identitas Greeners sebagai media lingkungan hidup. “Aksi ini sangat cocok dalam menggambarkan jati diri kami, sebuah media yang fokus terhadap lingkungan hidup serta gaya hidup ramah lingkungan dan kita semua tahu bahwa bersepeda adalah sebuah aktifitas ramah lingkungan yang sangat mudah dan murah.” jelasnya.

9 pesepeda muda telah terpilih untuk menjadi anggota tim Journalism On Bike. Peserta yang terpilih diambil dari komunitas sepeda yang telah menjadi binaan Greeners di kota Bandung sejak tahun 2013.

Koordinator Teknis Tim Journalism On Bike Goestarmono menekankan bahwa tim yang telah dibentuk sejak 6 bulan yang lalu ini telah melalui berbagai tahap pelatihan. “Selain tentunya kemampuan bersepeda, tim juga harus tanggap mencari bahan reportase sepanjang jalan” jelas pria yang akrab disapa Gustar ini.

Sepanjang jalan menuju Bali, tim akan melakukan kegiatan reportase dan kumpul bersama komunitas lokal di 9 kota yaitu Puncak, Bandung, Tasikmalaya, Yogyakarta, Ngawi, Jombang, Probolinggo, Baluran dan Denpasar. Seluruh hasil reportase harian akan dirilis di portal www.greeners.co dan pada akun media sosial Greeners seperti Twitter, Facebook dan Instagram.

Rencananya 9 pesepeda ini akan berangkat hari sabtu 23 Agustus dari kantor Greeners di Jakarta menempuh etape pertama menuju kawasan puncak dan akan tiba di Denpasar pada tanggal 4 September.

Kegiatan ini telah mendapatkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup melalui Deputi VI Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat serta beberapa sponsor seperti produk outdoor EIGER, Amaris Hotel, serta CKS ASIA. (greeners.co)

]]>
https://www.greeners.co/aksi/greeners-9th-anniversary-journalism-bike/feed/ 0
Dukung Kampanye Hemat Energi, ITS Gelar Lomba Mobil Irit https://www.greeners.co/berita/dukung-kampanye-hemat-energi-its-gelar-lomba-mobil-irit/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dukung-kampanye-hemat-energi-its-gelar-lomba-mobil-irit https://www.greeners.co/berita/dukung-kampanye-hemat-energi-its-gelar-lomba-mobil-irit/#respond Fri, 23 Nov 2012 03:00:43 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3212 Surabaya (Greenersmagz) – Termotivasi dalam mendukung program hemat energi nasional, ITS menggelar kompetisi mobil irit bertajuk Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2012 di Kenjeran Park Circuit pada 23-25 November. Kompetisi […]]]>

Surabaya (Greenersmagz) – Termotivasi dalam mendukung program hemat energi nasional, ITS menggelar kompetisi mobil irit bertajuk Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2012 di Kenjeran Park Circuit pada 23-25 November. Kompetisi skala nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Event perdana di Indonesia ini diikuti oleh 27 tim yang berasal dari 15 perguruan tinggi di Indonesia. Dalam lomba nanti, mobil yang tercatat paling sedikit penggunaan bahan bakarnya untuk jarak tempuh dan waktu yang ditetapkan, itulah yang akan keluar sebagai juara.

“Jadi lomba ini bukan sebuah balapan kecepatan, tapi lomba paling irit penggunaan bahan bakarnya,” ujar Indra Sidharta ST, ketua panitia IEMC dalam konferensi pers di Rektorat ITS, Kamis (22/11).

Menurut Indra, perhelatan IEMC ini berpedoman pada kompetisi international Shell Eco Marathon (SEM). Oleh sebab itu kompetisi IEMC tersebut mengacu pada efisiensi energi dan isu renewable energy yang ditujukan bagi mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dijelaskan, IEMC kali ini terbagi atas dua kategori umum, yaitu prototype dan urban combustion. Kategori prototype adalah kendaraan roda tiga dengan energi pendorong bahan bakar fosil. Sedangkan urban combustion adalah kendaraan roda empat berpendorong energi fosil yang tampilannya mirip mobil pada umumnya dan sesuai untuk on road.

Sementara, untuk setiap kategori umum terbagi lagi menjadi tiga kelas energi, yaitu bensin, solar, dan listrik. Sehingga, total terdapat enam kelas yang dilombakan. ITS yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah menerjunkan tim di semua kelas tersebut.

Indra Menyebutkan, sebelumnya, kompetisi SEM sendiri telah digelar di wilayah Asia, Eropa dan Amerika. ITS telah berpartisipasi dan menjadi juara berturut-turut selama dua tahun dalam perhelatan SEM Asia untuk kategori tertentu.

Sementara, Ketua Pelaksana, Didit Ardiyanto, menyebutkan, setiap tim diberi kesempatan untuk melakukan race sebanyak lima kali. Itu pun setelah dinyatakan lolos scrutineering atau uji inspeksi teknis yang meliputi bobot kendaraan, jenis bahan bakar, ukuran kendaraan, dan lain-lain. “Tapi kalau tim tersebut sudah merasa puas dengan capaian pada race tertentu, ya diperbolehkan untuk tidak melakukan sampai lima kali race,” papar Didit.

Dijelaskan, untuk satu kali race, tiap tim harus melalui lintasan sepanjang 12 kilometer. Untuk kategori prototype, maksimal waktu yang diberikan untuk satu kali lintasan adalah 26 menit. Sedangkan untuk kategori urban combustion, diberi waktu maksimal 30 menit dalam satu lintasan.

Sebelum dan sesudah race akan dilakukan pengukuran bahan bakar oleh panitia lomba. Sehingga bisa diketahui secara pasti berapa banyak penggunaan bahan bakar oleh kendaraan tersebut selama melakukan race. Untuk kendaraan yang berbahan bakar listrik diukur dengan menggunakan alat bernama joule meter, sedangkan untuk yang berbahan bakar gasoline (bensin) dan diesel (solar) dihitung berdasarkan rumus tertentu.

“Untuk penyelenggaraan kompetisi ini, dana 100 persen berasal dari Dikti. Tapi juga didukung oleh beberapa sponsor yang ada. Lomba ini nantinya hanya mengambil juara 1 dan 2 untuk setiap kelas. Untuk juara 1 memperebutkan hadiah berupa uang sebesar Rp 7,5 juta dan juara 2 sebesar Rp 5 juta,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS, Bambang Sampurno MT, menyatakan target ITS untuk bisa menjuarai semua kelas. “ITS sangat mendukung kegiatan ini, apalagi mendapat kehormatan sebagai penyelenggara pertama di Indonesia. Kami yakin bisa menjadi juara di tiap kelas,” tandasnya optimis. (G25)

]]>
https://www.greeners.co/berita/dukung-kampanye-hemat-energi-its-gelar-lomba-mobil-irit/feed/ 0