sumatera barat - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/sumatera-barat/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 26 Jul 2020 02:47:55 +0000 id hourly 1 Peternakan Sapi Berkelanjutan di Sumatera Barat https://www.greeners.co/ide-inovasi/peternakan-sapi-berkelanjutan-di-sumatera-barat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=peternakan-sapi-berkelanjutan-di-sumatera-barat https://www.greeners.co/ide-inovasi/peternakan-sapi-berkelanjutan-di-sumatera-barat/#respond Sun, 26 Jul 2020 02:00:14 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=27981 Tidak hanya sekadar untuk memperbaiki kualitas lingkungan, budidaya sapi berkelanjutan ini juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi para peternak.]]>

Peternakan biasanya terkenal dengan kebutuhan pakan yang tidak sedikit, kotoran ternak yang menumpuk, hingga kebutuhan lahan yang luas. Tidak menutup kemungkinan bahwa hal-hal tersebut kemudian bisa menimbulkan beberapa masalah yang dapat mencemari lingkungan.

Dalam Jurnal Hilirisasi Fakultas Peternakan Universitas Andalas (2019), dua kelompok tani yang ada di Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasrayam, Sumatera Barat, yaitu Kelompok Tani Cerdas dan Tani Brahman memulai kebiasaan ternak ramah lingkungan. Keduanya merupakan kelompok tani yang berpotensi besar dalam menyuplai sapi potong di Sumatera Barat. Berikut merupakan kebiasaan ternak berkelanjutan yang mulai diterapkan oleh dua kelompok tani tersebut:

1. Menjadikan Pelepah Daun Sawit sebagai Pakan Ternak

Langkah pertama dimulai dengan menjadikan pelepah daun sawit sebagai pakan hijau ternak alternatif.  Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pelepah daun sawit dicampur dengan dedak, lumpur sawit, tahu, dan garam. Namun, pakan alternatif ini masih terbatas karena rendahnya nilai biologis yang tercermin dari tingginya kandungan lignin dan rendahnya sifat kecernaan bahan organik.

2. Membuat Pupuk Kandang

Untuk membuat pakan ternak dari kotoran ternak, dibutuhkan penambahan Efective Microorganism (EM-4) yang membantu untuk mempercepat proses fermentasi bahan organik. Feses dikumpulkan dalam satu tempat dengan atap tertutup, lalu ditambahkan dengan EM-4 dan difermentasikan selama 7-14 hari. Selanjutnya bahan diayak dan dimasukkan ke dalam karung untuk disimpan maupun ditaburkan ke tanaman.

Pembuatan Biogas

Alur pembuatan biogas. Ilustrasi: shutterstock

3. Membuat Biogas dari Kotoran Sapi

Kotoran sapi potong dimasukkan terlebih dahulu ke lubang pengisi campuran dengan menambah air hingga didapat perbandingan 1:2 untuk bahan padat dan cair. Setelah tercampur, bahan tersebut kemudian disatukan ke dalam mesin pemotong (digester) untuk diproses selama 4-15 hari. Selanjutnya sisa limbah  yang berbentuk seperti lumpur dan memiliki kandungan nitrogen tinggi diambil untuk dijadikan bahan pembuat biogas.

4. Budidaya Rumput Unggul King Grass

Untuk memperbaiki struktur tanah yang kemungkinan rusak akibat penggunaan pupuk buatan dibutuhkan perbaikan tanah. Untuk itu, kedua kelompok tani tersebut memilih menggunakan Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) sebagai pupuk hayati yang dapat meningkatkan unsur hara di dalam tanah. Tidak hanya sekadar untuk memperbaiki kualitas lingkungan, budidaya ini juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi para peternak dengan cara menjual rumput unggul yang telah ditanam.

Penulis: Krisda Tiofani

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/peternakan-sapi-berkelanjutan-di-sumatera-barat/feed/ 0
Sumatera Barat Di Guncang Gempa 5 Skala Richter https://www.greeners.co/berita/sumatera-barat-di-guncang-gempa-5-skala-richter/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sumatera-barat-di-guncang-gempa-5-skala-richter https://www.greeners.co/berita/sumatera-barat-di-guncang-gempa-5-skala-richter/#respond Thu, 11 Sep 2014 07:29:29 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5780 Jakarta (Greeners) – Gempa berkekuatan 5 Skala Richter mengguncang wilayah Sumatera Barat, Kamis (11/09), pukul 00.46 WIB dini hari tadi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat […]]]>

Jakarta (Greeners) – Gempa berkekuatan 5 Skala Richter mengguncang wilayah Sumatera Barat, Kamis (11/09), pukul 00.46 WIB dini hari tadi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di koordinat 0.57 Lintang Selatan (LS) dan 100.53 Bujur Timur (BT), atau 14 kilometer barat daya dari Tanah Datar dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala pusat gempa bumi dan tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, mengatakan, bahwa wilayah yang paling terasa guncangannya adalah di Batu sangkar dan Padang Panjang. Sedangkan untuk wilayah Bukit Tinggi, guncangan juga juga cukup terasa namun hanya 3-4 mmi dan di Padang 2-3 mmi.

“Paling kuat itu di Batu Sangkar dan Padang Panjang karena lokasinya berdekatan dengan pusat gempa,” ujar Riyadi saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Kamis (11/09).

Sedangkan untuk korban jiwa maupun kerugian secara materil, Riyadi menyebutkan hingga saat ini belum ada konfirmasi terkait adanya korban jiwa. Namun, untuk materil terdapat kerusakan yang cukup parah di beberapa rumah warga dan juga beberapa korban luka-luka akibat tertimpa reruntuhan rumah yang roboh.

“Rumah-rumah yang roboh itu adalah rumah-rumah yang tidak layak huni sebenarnya,” ujar Riyadi.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/sumatera-barat-di-guncang-gempa-5-skala-richter/feed/ 0
ProFauna Kampanye Perlindungan Orangutan di Enam Propinsi https://www.greeners.co/berita/profauna-kampanye-perlindungan-orangutan-di-enam-propinsi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=profauna-kampanye-perlindungan-orangutan-di-enam-propinsi https://www.greeners.co/berita/profauna-kampanye-perlindungan-orangutan-di-enam-propinsi/#respond Mon, 08 Apr 2013 07:05:57 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3527 Malang (Greeners) – Organisasi perlindungan satwa liar ProFauna Indonesia menggelar kampanye pentingnya pelestarian orangutan bertema “Ride for Orangutan” di enam propinsi yang ada di Pulau Sumatera, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, […]]]>

Malang (Greeners) – Organisasi perlindungan satwa liar ProFauna Indonesia menggelar kampanye pentingnya pelestarian orangutan bertema “Ride for Orangutan” di enam propinsi yang ada di Pulau Sumatera, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.  Kampanye ini akan dilakukan empat orang aktivis ProFauna dengan menempuh jarak sekitar 7000 kilometer dengan menggunakan motor.

Kami luncurkan di Kota Malang, dan kampanye sesungguhnya dilakukan pada 20 April nanti berangkat dari Jakarta,” kata Ketua ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, saat peluncuran kampanye Ride for Orangutan dengan aksi turun jalan, Minggu (7/4/2013) di Jalan Veteran, Kota Malang.

Menurut Rosek, kampanye ini akan berakhir pada akhir Mei 2013 nanti. Selama kampanye, katanya, ProFauna akan mengunjungi sekolah dan kampus untuk memberikan edukasi tentang perlindungan orangutan dan habitatnya. Selain itu,sasaran kampanye juga para komunitas motor lokal di Sumatera. “kami juga akan berkunjung ke habitat orangutan di alam dan tempat rehabilitasi orangutan di Sumatera Utara dan Aceh,” kata Rosek menambahkan.

Juru bicara tim Ride for Orangutan, made Astuti, menambahkan, kampanye kali ini berbeda dengan kampanye lainnya. Sebab, ProFauna melibatkan partisipasi komunitas lokal, sehingga dalam perjalanan nanti banyak peserta di masing-masing kota yang akan bergabung untuk kampanye bersama. “Ini menadi penting bahwa pelestarian orangutan dan habitatnya harus melibatkan semua pihak,” kata Made.

Pada saat pemberangkatan tanggal 20 April di Jakarta nanti, kata Made, juga akan melibatkan musisi papan atas Slank yang sejak lama mendukung kampanye ProFauna. Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelsetarian orangutan. ProFauna juga berharap bisa mendorong pemerintah lebih serius memperhatikan pelsetarian orangutan, termasuk habitat orangutan yang kian tergusur.

Menurut Made, tingkat penurunan populasi orangutan selama 10 tahun terakhir cukup tajam. Pada tahun 1990-an saja populasi orangutan di Indonesia mencapai 200 ribuan ekor. Namun saat ini hanya tersisa 6 ribuan ekor saja di kawasan Rawa Singkil, Leuser Barat, dan Leuser Timur. “Selama sepuluh tahun tingkat penurunan populasi mencapai 80 persen,” ujar Made Astuti, yang juga menjadi salah satu pengendara motor kampanye ini.

Orangutan merupakan satu-satunya kera besar yang hidup di Asia. Kurang dari 20 ribu tahun lalu orangutan dapat diujumpai di sleuruh Asia Tenggara, dari Pulau Jawa di ujung selatan hingga ujung utara pegunungan Himalaya dan Cina bagian selatan. Kini, orangutan hanya ditemukan di Sumatera dan Kalimantan. Rusaknya habitat dan perdagangan orangutan menjadi factor utama menunrunnya populasi orangutan di alam. Meski sudah dilindungi oleh undang-undang, perdagangan orangutan masih terjadi. Rendahnya kesadaran masyarakat dan lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab masih maraknya perdagangan orangutan. (G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/profauna-kampanye-perlindungan-orangutan-di-enam-propinsi/feed/ 0