suplai air bersih - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/suplai-air-bersih/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 04 Jul 2016 09:42:13 +0000 id hourly 1 Palyja Akan Hentikan Pasokan Air Selama Tiga Hari Pasca Lebaran https://www.greeners.co/berita/palyja-hentikan-pasokan-air-tiga-hari-pasca-lebaran/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=palyja-hentikan-pasokan-air-tiga-hari-pasca-lebaran https://www.greeners.co/berita/palyja-hentikan-pasokan-air-tiga-hari-pasca-lebaran/#respond Mon, 04 Jul 2016 09:39:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=14164 Suplai air bersih di beberapa rumah pelanggan Palyja pasca hari raya Idul Fitri akan terhenti sementara karena pekerjaan teknis di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 Pejompongan, Jakarta Pusat.]]>

Jakarta (Greeners) – Suplai air bersih di beberapa rumah pelanggan Palyja pasca hari raya Idul Fitri, yaitu sejak Jumat (08/07) hingga Minggu (10/07), akan terhenti sementara karena akan dilakukan pekerjaan teknis di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 Pejompongan, Jakarta Pusat.

Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head Palyja, Meyritha Maryanie melalui keterangan tertulisnya menyatakan, akibat pekerjaan teknis tersebut, beberapa wilayah pelayanan Palyja akan mengalami penurunan suplai air. Seperti di Bendungan Hilir, Kartini, Karang Anyar, Maphar, Taman Sari, Pluit, Tangki, Mangga Besar, Mangga Dua Selatan, Kebon Kelapa, Pasar Baru, Petamburan, Tomang, dan Cideng.

Lalu di Kebon Melati, Petojo Utara, Duri Pulo, Kali Anyar, Duri Selatan, Duri Utara, Tanah Sereal, Krukut, Keagungan, Glodok, Krendang, Jembatan Besi, Angke, Tambora, dan Senayan, Selong, Petogogan, Rawa Barat, Melawai, Gunung, Kramat Pela, Manggarai, Manggarai Selatan, Bukit Duri, Menteng Dalam, Tebat Barat, Tebet Timur, Kebon Baru, Pancoran, dan Cikoko.

BACA JUGA: Masalah Air Bersih, BPPT Rekomendasikan Teknologi Biofiltrasi dan Ultrafiltrasi

“Pekerjaan teknis di IPA Pejompongan ini akan menghentikan produksi air minum untuk sementara waktu yang berdampak pada beberapa wilayah pelayanan Palyja sejak dimulai pekerjaan tersebut hari Jumat (08/70) pukul 01.00 WIB hingga Minggu (10/07),” katanya, Jakarta, Senin (04/07).

Sedangkan untuk suplai air yang terhenti akan terjadi di wilayah Ancol, Pinangsia, Tambora, Roa Malaka, Pekojan, Penjaringan, Pejagalan, Pluit, Perniagaan, Jembatan Lima, Pademangan Barat, Petojo Selatan, Kebon Sirih, Gambir, Cikini, Menteng, Kota Bambu Utara, Kota Bambu Selatan dan Kampung Bali.

“Pasokan air minum Palyja akan kembali normal secara bertahap mulai Senin, 11 Juli 2016, pukul 10.00 WIB. Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh pelanggan agar mengisi bak-bak penampungan dan menghemat penggunaan air, guna mengantisipasi gangguan suplai air,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/palyja-hentikan-pasokan-air-tiga-hari-pasca-lebaran/feed/ 0
Mesin ATM untuk Memperoleh Air Bersih https://www.greeners.co/ide-inovasi/mesin-atm-untuk-memperoleh-air-bersih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mesin-atm-untuk-memperoleh-air-bersih https://www.greeners.co/ide-inovasi/mesin-atm-untuk-memperoleh-air-bersih/#respond Fri, 19 Jun 2015 03:58:08 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=9842 Pakistan mengalami masalah ketersediaan air, namun tidak lama lagi masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa memindai sebuah kartu dan mendapatkan air minum yang bersih langsung dari mesin tersebut. Selain itu, […]]]>

Pakistan mengalami masalah ketersediaan air, namun tidak lama lagi masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa memindai sebuah kartu dan mendapatkan air minum yang bersih langsung dari mesin tersebut. Selain itu, mesinnya bertenaga energi matahari sehingga membuatnya mudah dipasang dimanapun air bersih diperlukan.

Ukuran mesin ini hanya 0,18 meter persegi dan berfungsi seperti layaknya “ATM”. Proyek ini, menurut Reuters, merupakan sebuah kolaborasi antara Punjab Saaf Pani (Clean Water) Company dan Innovations for Poverty Alleviation Lab (IPAL), sebuah pusat riset di Lahore, Pakistan. Kedua lembaga ini berencana untuk memasang ATM air ini di tiap fasilitas penyaringan air yang dibangun di pelosok provinsi Punjab.

Mesin ini akan menolong pemerintah Pakistan untuk memotong jumlah air yang terbuang dan memonitor lebih dekat distribusi air minum di daerahnya. Mesin ini juga akan mencatat dengan detail berapa banyak air yang didistribusikannya dan akan membantu pemerintah untuk memantau penggunaan air.

Proyek ini akan dimulai di tiga distrik di Punjab, termasuk Bahawalpur, Rajanpur dan Faisalabad. Ketiganya merupakan wilayah dengan permasalahan kontaminasi air yang serius. Setelah pengguna memindai kartunya, sebuah pesan audio akan memberikan arahan kepada penggunanya. Tombol hijau akan memulai aliran air sementara tombol merah akan menghentikannya. Sebuah pengukur akan menghitung air yang keluar dan sebuah sensor mendeteksi berapa banyak air yang tersisa.

Setiap keluarga yang diberikan kartu ATM air ini akan mendapatkan hak atas air paling banyak 30 liter, hampir setara dengan 8 galon. Air bersih dari ATM ini berasal dari fasilitas penyaring air dan bisa diakses dengan kartu beridentitas unik.

Jawad Abbasi, Manajer Program di IPAL mengatakan, “Kami berencana untuk memasang mesin ini di 20 tempat penyaringan air sebagai tahap awal yang ditujukan untuk 17.500 keluarga.” Dia juga menambahkan bahwa lembaganya sedang mencari dana bantuan sebesar 23.500 dollar dari Departemen Pengembangan Internasional Inggris untuk memproduksi purwarupa ini secara masal dan memasangkannya di Punjab.

Penulis: NW/G15
Sumber: inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/mesin-atm-untuk-memperoleh-air-bersih/feed/ 0
Kampanye Penyelamatan Mata Air, Warga Bulukerto Gelar Festival Mata Air https://www.greeners.co/berita/kampanye-penyelamatan-mata-air-warga-bulukerto-gelar-festival-mata-air/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kampanye-penyelamatan-mata-air-warga-bulukerto-gelar-festival-mata-air https://www.greeners.co/berita/kampanye-penyelamatan-mata-air-warga-bulukerto-gelar-festival-mata-air/#respond Sun, 09 Nov 2014 05:29:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=6362 Batu (Greeners) – Warga Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, menggelar Festival Mata Air pada tanggal 7 hingga 8 November 2014. Kegiatan ini merupakan inisiatif warga terhadap kondisi […]]]>

Batu (Greeners) – Warga Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, menggelar Festival Mata Air pada tanggal 7 hingga 8 November 2014. Kegiatan ini merupakan inisiatif warga terhadap kondisi mata air di wilayahnya yang terus berkurang. Yang tersisa pun mengalami penyusutan debit air sehingga mengancam pertanian dan kebutuhan akan air bersih.

Ari Prayitno, Panitia Festival Mata Air 2014 mengatakan, festival ini terdiri dari berbagai kegiatan. Di antaranya, selamatan di Sumber Gemulo yang mata airnya digunakan warga di Bulukerto dan desa lainnya untuk berbagai kebutuhan sehari-hari dan pertanian. Selain itu, ada juga Sarasehan Pelestarian Lingkungan yang mengangkat tema “Mari Kita Jaga Kelestarian Sumber Mata Air dari Ancaman Krisis”.

Menurut Ari, krisis mata air sudah sedemikian rumit. Sudah saling kait-mengait antara satu sebab dengan penyebab lainnya. Meski sudah ada yang berhasil melakukan penyelamatan mata air, namun sangat tidak sebanding dengan penurunan debit dan berkurangnya mata air.

Kegiatan semacam ini, menurutnya, adalah salah satu bentuk kampanye kepada masyarakat luas untuk saling mengingatkan, menjaga dan melestarikan mata air yang tersisa. “Salah satunya dengan mewujudkan dalam bentuk aksi-aksi budaya berupa Ruwat Mata Air atau bentuk-bentuk acara yang mendorong masyarakat memosisikan mata air dalam dimensi sakralitas,” katanya, Jumat (7/11/2014) malam usai acara sarasehan.

Dengan memosisikan mata air dalam dimensi sakralitas, kata Ari, keberadaan mata air bukan hanya perlu dirawat secara fisik, namun juga perlu di“ruwat” sebagai bentuk perawatan nonfisik.

“Kearifan budaya mengajarkan, bahwa alam semesta ini, termasuk mata air harus dihormati, tidak boleh diperlakukan semena-mena, karena alam semesta telah banyak memberikan jasa kepada umat manusia,” tutur Aris lebih lanjut.

Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur, Ony Mahardika yang juga hadir dalam acara ini, mengapresiasi kegiatan warga semacam ini. “Kepedulian penyelamatan lingkungan seperti ini harus terus dikembangkan,” katanya.

Ony meminta pemerintah tegas terhadap keselamatan ekologis wilayah dan tidak membiarkan ketidaktaatan terhadap tata ruang, pengalihfungsian wilayah-wilayah serapan, serta penghancuran sumber mata air dan kerusakan keseluruhan ekosistem terus berlarut-larut.

Menurutnya, keberadaan mata air di Jawa timur semakin tahun terus berkurang. Ia menyontohkan, data Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur menyebutkan, tahun 2010, Jawa Timur mempunyai mata air sebanyak 4.389 yang tersebar di 30 kabupaten. Sedangkan data Perum Jasatirta I, menyebutkan jumlah mata air di wilayah DAS Brantas sebanyak 1.597 buah yang tersebar 10 kabupaten.

“Di Kabupaten/Kota Malang terdapat 358 sumber mata air dan di kota Batu sebanyak 109 sumber mata air,” ujarnya.

Namun saat ini, lanjut Ony, sumber mata air yang berada di Batu telah mengalami kekeringan di 52 mata air dan 30 % berada di Kecamatan Bumiaji. Sumber mata air yang mengalami kekeringan tersebut 20 titik berada di lahan milik Perhutani dan 32 sumber mata air di lahan rakyat.

Dari data di atas, ujar Ony, di Kota Batu saat ini hanya tersisa 6 mata air yang tergolong baik dengan debit air yang cukup besar, lima diantaranya berada di Kecamatan Bumiaji dan satu di Kecamatan Batu. Salah satunya, yaitu Sumber Umbul Gemulo yang berada di Dusun Cangar, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, yang memiliki debit 179 liter/detik.

Sumber Umbul Gemulo menjadi tumpuan hidup tidak hanya bagi enam ribu warga Desa Bulukerto, tapi juga bagi ribuan warga di enam desa lainnya dan PDAM Kota Batu yang menyuplai kebutuhan air bersih bagi warga Kota Batu. Enam desa tersebut diantaranya, adalah Desa Sidomulyo, Bumiaji, Pandanrejo, Sisir, Mojorejo, dan Pendem.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/kampanye-penyelamatan-mata-air-warga-bulukerto-gelar-festival-mata-air/feed/ 0