synchronize fest - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/synchronize-fest/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 14 Oct 2019 02:01:20 +0000 id hourly 1 Rangkaian Aksi Nyata Green Movement Synchronize Festival 2019 https://www.greeners.co/aksi/green-movement-synchronize-festival-2019/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=green-movement-synchronize-festival-2019 https://www.greeners.co/aksi/green-movement-synchronize-festival-2019/#respond Sun, 06 Oct 2019 05:02:54 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=24398 Green Movement Synchronize Festival didukung oleh aksi nyata semua pihak termasuk panitia, sponsor hingga penonton mewujudkan festival yang bertanggung jawab.]]>

Jakarta (Greeners) – Green Movement di Synchronize Festival 2019 bukan hanya sekadar kampanye semata. Inisiatif ini didukung oleh aksi nyata semua orang di dalamnya, termasuk para sponsor maupun penonton yang menerapkan empat pilar Green Movement, yakni internal change behavior, bring your own tumbler, bike to synchronize, dan penerapan waste management pada event.

Keempat pilar ini terasa pada setiap sudut penyelenggaraan Synchronize Festival. Seperti aturan membawa wadah minum (tumbler) bagi seluruh panitia dan pengisi acara, serta disediakan Water Station yang bisa digunakan oleh seluruh panitia dan pengunjung festival untuk isi ulang tumbler-nya.

“Jadi, kita melihat bahwa dampak dari sebuah festival yang kita jalankan dengan semua kesenangan kita ini berpotensi menghasilkan sesuatu yang kurang baik ke lingkungan, artinya pengelolaannya harus bisa dipertanggungjawabkan. Kami belajar dari semua orang yang sudah berpengalaman untuk membentuk empat pilar tersebut. Kita tau mengurangi walaupun belum bisa menghilangkan,” ujar David Karto selaku Festival Director Synchronize Festival kepada Greeners, Sabtu (05/10/2019).

Selain itu, pihak penyelenggara juga menyediakan sarana dan fasilitas yang memadai untuk menunjang partisipasi para pengunjung. Selain fasilitas Water Station, panitia juga mengajak pengunjung untuk menggunakan public transport dan menggelar Bike To Synchronize dengan titik mulai di Plaza Blok M pada pukul 16:00 WIB menuju Gambir Expo Kemayoran. Area parkir sepeda pun tersedia khusus bagi para pesepeda yang hendak hadir ke Synchronize Festival.

“Dengan estimasi 25 ribu pengunjung per hari, respon pengunjung untuk bring your own tumbler ini seru banget. Ada pandangan dan suasana yang berbeda dari festival dengan sepanjang mata memandang pasti ada yang membawa tumbler dengan koleksi tumbler mereka masing-masing. Jadi ketika pintu masuk minuman dari luar tidak diperbolehkan masuk kecuali bawa tumbler,” ujar David.

Rangkaian Aksi Nyata Green Movement Synchronized Festival 2019 Wastebin

Wadah sampah terpilah bagi pengunjung festival. Foto : Instagram Synchronize Festival

Waste Management yang diterapkan di Synchronize Festival mengadopsi pedoman Less Waste Event, selain menyediakan wadah sampah terpilah (Food Waste, Daur Ulang dan Residu) sampah Synchronize Festival dikelola dan disalurkan dengan benar sesuai dengan jenisnya dengan total sebanyak 1,6 ton sampah terhitung pada akhir pelaksanaan hari pertama (4 Oktober).  

Salah satu sudut yang juga menarik adalah Upcycling Project di selasar Gambir Expo yang mengolah bahan bekas promosi berupa umbul-umbul dan baliho bekas untuk dijadikan produk yang memiliki nilai. Serta aksi Green Power Electricity nampak terlihat di seluruh area Synchronize Festival 2019 dengan total 2,7 juta Volt Ampere (VA) sebagai sumber listrik yang ramah lingkungan dari PLN.

Melihat antusiasme para pengunjung, untuk ke depannya penyelenggara akan terus menerapkan Green Movement Synchronize Festival ini dan akan belajar banyak dalam penyelenggaraan di tahun pertama.

Pihak penyelenggara Synchronize Festival memiliki keyakinan bahwa aksi kecil dapat membawa dampak perubahan yang besar bila dilakukan bersama-sama. Sehingga perubahan yang dimulai di festival dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/green-movement-synchronize-festival-2019/feed/ 0
Synchronize Fest 2019 Siap “Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia” https://www.greeners.co/aksi/synchronize-fest-2019-siap-memanusiakan-alam-mengalamikan-manusia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=synchronize-fest-2019-siap-memanusiakan-alam-mengalamikan-manusia https://www.greeners.co/aksi/synchronize-fest-2019-siap-memanusiakan-alam-mengalamikan-manusia/#respond Thu, 25 Apr 2019 13:08:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=23190 Synchronize Festival 2019 mengusung tema “Memanusiakan alam, mengalamikan manusia”. Sesuai dengan tema tersebut, festival musik ini berinisiatif melakukan gerakan peduli sosial dan lingkungan atas dampak pelaksanaan festival.]]>

Jakarta (Greeners) – Ada yang berbeda dari Synchronize Festival 2019. Acara yang menggelar konser dari beragam genre musik ini mengusung tema “Memanusiakan alam, mengalamikan manusia”. Sesuai dengan tema tersebut, Synchronize Fest berinisiatif melakukan gerakan peduli sosial dan lingkungan atas dampak pelaksanaan festival.

David Karto selaku Festival Director Synchronize Festival mengatakan bahwa tema “Memanusiakan alam, mengalamikan manusia” menjadi ajakan bersama dalam menjaga keseimbangan sebagai bentuk respon dari tagline Synchronize Fest 2019 yakni “It’s Not Just A Festival It’s A Movement”. Ide untuk untuk memasukan isu lingkungan dalam festival musik ini sudah direncanakan sejak tahun kedua penyelenggaraan Synchronize Festival.

“Awalnya kami melihat banyak pertunjukan musik di luar maupun dalam negeri yang sudah menerapkan gerakan lingkungan. Makanya, di tahun ini dengan kemampuan yang kami punya mencoba memaksimalkannya di Synchronize Festival. Kami tidak mau isu lingkungan ini hanya bertahan setahun saja tapi sampai ke depannya,” ujar David saat konferensi pers di Ecology Kemang, Jakarta, Rabu (24/04/2019).

Untuk menerjemahkan tema ini, David berkolaborasi dengan Ruang Usaha Kreatif (RUX) yang diwakilkan oleh Ade Darmawan dan Saleh Husein sebagai Art Director, serta Greeners.co untuk mengaplikasikan Green Movement dalam Synchronize Fest.

Terkait Green Movement, ada empat aksi untuk lingkungan yang akan dijalankan selama penyelenggaraan Synchronize Fest. Keempat aksi tersebut, yakni Internal Change Behaviour, Waste Management, Bring Your Own Tumbler, Bike to Synchronize & Public Transportation.

Editor Senior Greeners.co, Renty Hutahaean mengatakan bahwa Demajors dan Dyandra Promosindo selaku pihak penyelenggara bersama Greeners.co sepakat Synchronize Festival bisa berkontribusi dalam mengurangi timbulan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan menerapkan Less Waste Event. Prosedur Less Waste Event sendiri telah diresmikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Pedoman Pengelolaan Sampah Pada Pelaksanaan Acara.

“Aksi nyata waste management atau less waste event ini, yakni dengan menyediakan wadah sampah terpilah pada area festival, mengolah sampah organik yang dihasilkan dari festival menjadi kompos, membuka Synchronize Recycle Station, di mana pengunjung bisa terlibat aktif dalam mengelola sampahnya selama festival berlangsung. Serta membuka ruang kerjasama komunitas yang bisa memanfaatkan barang bekas pakai dari seluruh lini promosi festival seperti umbul-umbul dan baliho menjadi produk dengan nilai tambah (upcycling project),” jelas Renty.

David menambahkan bahwa dalam Synchronize Fest 2019 pengunjung sangat disarankan untuk mengendarai sepeda atau menggunakan kendaraan umum ke area festival karena penyelenggara akan memberikan parkir gratis serta menyediakan lokasi parkir sepeda yang aman, layak dan nyaman bagi pesepeda.

“Harapan kami dari ide peduli lingkungan ini Synchronize Festival bisa membawa perubahan perilaku terhadap pengunjung atau penonton yang hadir dalam festival nanti. Senang jika mereka bisa menyontohkan dan membawa perilaku itu di luar festival,” tutup David.

Penulis: Dewi Purningsih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/synchronize-fest-2019-siap-memanusiakan-alam-mengalamikan-manusia/feed/ 0
Synchronize Festival 2017 Siap Hadirkan Festival Musik Ramah Disabilitas https://www.greeners.co/aksi/synchronize-festival-2017-siap-hadirkan-festival-musik-ramah-disabilitas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=synchronize-festival-2017-siap-hadirkan-festival-musik-ramah-disabilitas https://www.greeners.co/aksi/synchronize-festival-2017-siap-hadirkan-festival-musik-ramah-disabilitas/#respond Sat, 23 Sep 2017 10:28:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=18776 Synchronize Festival 2017 siap menghadirkan festival musik yang "family friendly" dan juga ramah disabilitas.]]>

Jakarta (Greeners) – Ingin mengulangi kesuksesan yang sama seperti tahun lalu, Synchronize Festival 2017 siap diselenggarakan kembali pada tanggal 6, 7, dan 8 Oktober 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Pada tahun 2016 kemarin, Synchronize Festival berhasil menampilkan ratusan musisi ternama Indonesia dan dihadiri oleh puluhan ribu penonton dari berbagai kalangan. Tahun ini, sebanyak kurang lebih 101 musisi lokal dari berbagai genre musik siap meramaikan Synchronize Festival 2017 dan siap merayakan keberagaman musik Indonesia.

“Synchronize Festival 2017 diharapkan dapat menjadi wadah ekspresi bagi berbagai musisi lokal di rumahnya sendiri dan juga sebagai langkah nyata proses perkembangan terkini kancah musik nasional,” tegas penggagas sekaligus Festival Director Synchronize Festival 2017, David Karto, saat ditemui di kawasan SCBD Jakarta, Rabu (20/09).

Selain menyajikan ratusan pertunjukan musik selama tiga hari tiga malam, Synchronize Festival 2017 juga akan menghadirkan berbagai fasilitas menarik lainnya. Fasilitas tersebut di antaranya adalah record market, movie area, food bazaar, creative bazaar, dan masih banyak lagi. Untuk lebih memanjakan pengunjung, tahun ini Synchronize Festival siap menghadirkan festival musik yang family friendly dan yang hebatnya lagi, ramah disabilitas.

“Beda seperti tahun lalu, tahun ini Synchronize Festival akan menyediakan fasilitas khusus untuk para penyandang disabilitias. Pastinya ada beberapa audience penyandang disabilitas yang ingin hadir menyaksikan acara ini, sehingga tentunya kita harus memfasilitasi mereka,” ujar Muhammad Riza, Director PT Dyandra Promosindo, pada kesempatan yang sama.

“Synchronize Festival juga akan menjadi acara musik yang family friendly. Semua orang dari semua generasi bisa hadir, mulai dari oma-oma sampai anak kecil juga bisa hadir. Semua orang, mulai dari penikmat dangdut hingga penikmat jazz, bisa sama-sama menikmati musik di sini,” tambah Riza.

Pihak Synchronize Festival 2017 juga sadar bahwa musik adalah sesuatu yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja, termasuk oleh para penyandang disabilitas. Beberapa fasilitas baru seperti jalur-jalur khusus akan dibangun guna memudahkan audience penyandang disabilitas untuk menuju panggung.

“Area di Gambir Expo kan ada yang naik turun, ada banyak undakan-undakan. Kita tahu bahwa hal itu akan menyulitkan bagi para penyandang disabilitas. Supaya mereka bisa melewati undakan-undakan tersebut, rencananya akan dibuat rel khusus. Lalu di setiap panggung besar, akan kita sediakan satu area khusus bagi para penyandang disabilitas yang akan kita barikade,” papar Riza. Ia juga menambahkan bahwa akan tersedia spot-spot khusus lainnya bagi penyandang disabilitas.

Tak hanya itu, Synchronize Festival 2017 pun akan diciptakan sebagai festival musik yang bersih. Tahun lalu, Synchronize Festival berhasil menyelenggarakan festival musik yang minim sampah. Selain didukung oleh fasilitas kebersihan yang memadai, hal tersebut tentunya didukung pula oleh kesadaran tinggi dari pengunjung.

“Synchronize Festival tahun kemarin adalah festival musik paling bersih yang pernah saya lihat dan saya buat. Bersih banget, mereka semua (para pengunjung Synchronize Festival 2016) memiliki kesadaran tinggi untuk buang sampah ke tempatnya. Petugas kebersihan juga jadi enggak ada kerjaan sepertinya, karena sampahnya ternyata enggak terlalu banyak. Saya salut banget, mudah-mudahan tahun ini pengunjungnya masih bersikap seperti itu,” kata Riza dengan nada harap.

Tahun ini, pihak Synchronize Festival 2017 akan menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai. Nantinya, sampah yang terkumpul akan disalurkan ke pihak Gambir Expo. Selain itu, di masa mendatang David berharap bahwa Synchronize Festival dapat menjadi festival musik yang lebih hijau.

“Kita akan menyiapkan tong sampah di mana-mana tentunya. Untuk masalah pembuangan sampah, kita akan menyerahkan ke pihak venue dulu. Tapi semoga saja kedepannya Synchronize Festival sudah bisa bicara tentang go green. Kita akan lakukan secara bertahap,” tutup David.

Sebagai informasi, Synchronize Festival merupakan festival musik multi-genre tahunan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo dan Demajors. Selama tiga hari tiga malam, Synchronize Festival akan menyajikan penampilan dari musisi-musisi lokal, mulai dari dekade 70-an, 80-an, 90-an, hingga 2000-an.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/synchronize-festival-2017-siap-hadirkan-festival-musik-ramah-disabilitas/feed/ 0
Synchronize Festival 2017 Akan Kembali Satukan Musik Indonesia https://www.greeners.co/aksi/synchronize-festival-2017-kembali-satukan-musik-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=synchronize-festival-2017-kembali-satukan-musik-indonesia https://www.greeners.co/aksi/synchronize-festival-2017-kembali-satukan-musik-indonesia/#respond Thu, 08 Jun 2017 06:41:02 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=17238 D'Majors dan Dyndra Promosindo akan kembali menggelar Synchronize Festival pada tanggal 6-8 Oktober 2017 mendatang. Festival musik dengan tagline "It's Not Just A Festival, It's A Movement" ini akan berlangsung di Gambir Expo, Jakarta.]]>

Jakarta (Greeners) – Setelah sukses menarik 23 ribu penonton datang ke Synchronize Festival tahun lalu, D’Majors dan Dyndra Promosindo akan kembali menggelar Synchronize Festival pada tanggal 6-8 Oktober 2017 mendatang. Festival musik dengan tagline “It’s Not Just A Festival, It’s A Movement” ini akan berlangsung di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

Technical festival director Synchronize Festival 2017, Muhammad Riza, menyatakan bahwa Synchronize Festival 2017 memiliki konsep lintas genre dan lintas generasi, sehingga siapa saja dapat menikmati acara tersebut.

“Kita punya konsep lintas genre, berarti aliran musik (yang akan ditampilkan di festival ini) berbeda-beda. Kita juga lintas generasi. Kita ingin festival ini bukan hanya untuk sekelompok usia tertentu, tapi kita ingin dari anak kecil hingga oma-oma bisa datang juga. Festival ini adalah festival untuk segala usia,” tutur Riza pada konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Rabu (07/06).

Masih sama seperti tahun kemarin, Synchronize Festival tahun ini memiliki misi untuk menyatukan keberagaman musik di Indonesia. Festival musik ini juga ingin menjadi melting pot bagi para musisi dan penikmat musik Indonesia. Seluruh musisi yang akan tampil merupakan musisi lokal.

“Di festival ini, kita ingin teman-teman musisi dari semua aliran musik bisa bersatu. Selain itu, musisi lain juga memiliki kesempatan untuk melakukan ‘ekspansi’. Misalnya, band Navicula tampil di depan penggemar Danilla. Hal ini bisa membuka pikiran penonton bahwa seberagam inilah musik Indonesia,” papar Kiki ‘Ucup’, program director Synchronize Festival 2017.

Melalui acara ini juga, festival director Synchronize Festival 2017 David Karto menyatakan ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa musik di Indonesia benar-benar berkembang pesat. “Perkembangan musik di sekitar kita benar-benar pesat. Kita pasti bisa mengamini itu. Kami ingin menunjukkan kepada publik luas lewat festival ini,” ujar David.

David juga menegaskan bahwa Synchronize Festival merupakan festival musik yang bersih dan family-friendly. Pada Synchronize Festival 2017 akan disediakan tempat sampah dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga para pengunjung tidak akan mengalami kesulitan untuk membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, pihak Synchronize Festival 2017 juga akan menyediakan fasilitas berupa playground yang dapat dinikmati oleh anak-anak dan keluarga.

“Acara kita sangat family-friendly. Selain itu, festival ini juga merupakan salah satu festival yang bersih. Kita menyediakan tong sampah dimana-mana, dan pengunjungnya juga disiplin. Mungkin kedepannya, Synchronize Festival sudah bisa bicara tentang how to make our earth green. Secara konsep kita sudah ada, dan kita akan lakukan secara bertahap,” papar Riza.

Pada Synchronize Festival 2017 para musisi yang akan tampil diantaranya Ebiet G. Ade, Barasuara, Tohpati Bertiga, Payung Teduh, Danilla, Naif, Koil, Tony Q Rastafara, Indische Party, Silampukau, Gugun Blues Shelter, dan Pee Wee Gaskins. Masih akan ada puluhan artis lainnya yang akan diberitahukan selanjutnya. Kurang lebih dari seratus musisi akan tampil dalam festival ini.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

]]>
https://www.greeners.co/aksi/synchronize-festival-2017-kembali-satukan-musik-indonesia/feed/ 0
Kebinekaan Bermusik Indonesia dalam Synchronize Fest 2016 https://www.greeners.co/aksi/kebinekaan-bermusik-indonesia-synchronize-fest-2016/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebinekaan-bermusik-indonesia-synchronize-fest-2016 https://www.greeners.co/aksi/kebinekaan-bermusik-indonesia-synchronize-fest-2016/#respond Mon, 31 Oct 2016 08:40:50 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=15077 Mewujudkan kebinekaan dalam diri anak muda bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pendekatan melalui musik. Semangat inilah yang membawa Demajors menggelar Synchronize Fest 2016.]]>

Jakarta (Greeners) – Mewujudkan kebinekaan dalam diri anak muda bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pendekatan melalui musik. Musik sebagai bahasa yang universal juga dianggap sebagai sarana penyampai pesan yang ampuh untuk menyatukan berbagai perbedaan.

Semangat persatuan melalui musik inilah yang membawa label rekaman independen Demajors menggelar Synchronize Fest 2016. Festival musik yang menghadirkan musisi lokal dari berbagai genre dan generasi ini berkolaborasi dengan salah satu event organizer terbesar di Indonesia, Dyandra Promosindo.

“Dalam festival ini, setiap satu genre musik akan dipadukan dengan genre musik lainnya. Bayangkan, musik death metal nan brutal akan bertemu hempasan dangdut legendaris. Horror punk berbagi slot dengan indie rock kekinian, jazz eksperimental bertemu gerombolan hip hop 90-an. Grindcore berjumpa dengan pop mainstream, hingga punk rock bersanding dengan aura folk. Itu kan keren,” ujar penggagas sekaligus Festival Director Synchronize Fest 2016, David Karto kepada Greeners, Jakarta, Minggu (30/10).

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Menurut David, festival musik ini diselenggarakan untuk menghadirkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dari musik dan musisi era 1970-2000-an, baik di bawah naungan label musik maupun indie.

Melalui festival ini, katanya, penikmat musik Indonesia akhirnya tiba pada masa dimana Bhinneka Tunggal Ika dalam musik menjadi kenyataan. “Ini bukan hanya sekadar musik. Syncronize Fest ini adalah sebuah movement, sebuah pergerakan melalui musik,” tutupnya bersemangat.

Sebagai Informasi, Synchronize Fest 2016 adalah hasil kolaborasi antara Dyandra Promosindo dengan label rekaman independen Demajors. Selain suguhan ratusan konser musik, juga menghasilkan sederet program seperti sajian movie arena, record market bagi para kolektor musik, hingga visual experience yang ditampilkan melalui pameran aneka karya desain merchandise para seniman andal dari kolektif seni ruang rupa. Festival musik ini berlangsung pada 28-30 Oktober 2016 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta.

Para penampil dalam festival, diantaranya Blackteeth, Deadsquad, Kelompok Penerbang Roket, Matajiwa, Endank Soekamti, Pee Wee Gaskins, Navicula, Tulus, Kunto Aji, Sore, Tony Q Rastafara, Mocca, Gugun Blues Shelter, The Groove, Glenn Fredly, Sheila on 7, Monita, dan Efek Rumah Kaca. Bahkan, raja dangdut Rhoma Irama juga akan hadir bersama Soneta Group dengan total penampil ada 104 musisi.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/kebinekaan-bermusik-indonesia-synchronize-fest-2016/feed/ 0