Tabir Surya - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tabir-surya/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 19 Jan 2023 03:08:00 +0000 id hourly 1 Antarctic Pearlwort, Tahan Ultraviolet dan Iklim Ekstrem https://www.greeners.co/flora-fauna/antarctic-pearlwort-tahan-ultraviolet-dan-iklim-ekstrem/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=antarctic-pearlwort-tahan-ultraviolet-dan-iklim-ekstrem https://www.greeners.co/flora-fauna/antarctic-pearlwort-tahan-ultraviolet-dan-iklim-ekstrem/#respond Thu, 19 Jan 2023 03:08:00 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=38670 Sekilas Antarctic Pearlwort terlihat seperti bantal yang tumbuh sekitar 5 sentimeter. Berbeda dengan hairgrass yang sejenis dengan rumput, tumbuhan ini memiliki bunga kecil berwarna kuning. Antarctic Pearlwort juga mampu bertahan […]]]>

Sekilas Antarctic Pearlwort terlihat seperti bantal yang tumbuh sekitar 5 sentimeter. Berbeda dengan hairgrass yang sejenis dengan rumput, tumbuhan ini memiliki bunga kecil berwarna kuning. Antarctic Pearlwort juga mampu bertahan di bawah radiasi ultraviolet tinggi sehingga bisa bertahan dalam iklim ekstrem.

Famili Caryophyllaceae ini merupakan salah satu dari dua tumbuhan vaskular berbunga di Antartika. Pemilik nama ilmiah Colobanthus quitensis ini biasanya tumbuh di sepanjang Semenanjung Antartika, Kepulauan Shetland Selatan, dan Kepulauan Orkney Selatan.

Morfologi dan Ciri-Ciri 

Antarctic Pearlwort merupakan tanaman kecil yang tumbuh setinggi sekitar 5 sentimeter. Bunganya yang kuning kecil merupakan ciri khas yang membedakan dengan rumput biasa. Tumbuhan ini kerap ditemukan di wilayah pesisir dan tumbuh di sekitar bebatuan.

Selain itu, tanaman ini melakukan penyerbukan sendiri. Artinya mereka tak bergantung pada tanaman lain untuk membantu bereproduksi.

Karena tidak ada lalat, lebah, atau burung yang membantu proses penyerbukan maka Antarctic Pearlwort mengandalkan angin dalam proses penyerbukan. Angin dapat membawa serbuk sari dari satu bunga kecil ke bunga berikutnya di tanaman yang sama. Ini merupakan proses adaptasi yang kemungkinan besar berevolusi sebagai respon perubahan iklim.

Habitat dan Distribusi Penyebaran 

Pearlwort Antartika dapat kita temukan di daerah pesisir dan tumbuh di sekitar bebatuan. Tumbuhan ini sangat menyesuaikan dengan musim tanam yang sangat singkat dan mampu melakukan fotosintesis dalam kondisi bersalju dengan suhu udara di bawah 0 derajat Celcius.

Meskipun mampu bereproduksi dengan cepat dan dalam kondisi iklim yang ekstrem, mereka tidak bisa bersaing dengan tanaman non-asli lainnya. Antarctic Pearlwort mampu bertahan di bawah radiasi ultraviolet tinggi.

Tumbuhan ini merupakan salah satu dari dua tumbuhan vaskular berbunga di Antartika dan ada di sepanjang Semenanjung Antartika, Kepulauan Shetland Selatan, dan Kepulauan Orkney Selatan.

Manfaat Antarctic Pearlwort

Karena tumbuhan ini mampu menahan radiasi ultraviolet tinggi maka berpotensi sebagai produk tabir surya. Ini sesuai dengan penelitian dari Universitas Santiago, Chile yang menemukan molekul dari bunga Colobanthus quitensis yang berpotensi digunakan dalam produk tabir surya untuk melindungi kulit manusia dan taman yang rentan terpapar radiasi.

Taksonomi Antarctic Pearlwort (Colobanthus quitensis)

Penulis: Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/antarctic-pearlwort-tahan-ultraviolet-dan-iklim-ekstrem/feed/ 0
Cuaca Panas Terik, Ingat Kulitmu Perlu Dijaga Lho! https://www.greeners.co/gaya-hidup/cuaca-panas-terik-ingat-kulitmu-perlu-dijaga-lho/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cuaca-panas-terik-ingat-kulitmu-perlu-dijaga-lho https://www.greeners.co/gaya-hidup/cuaca-panas-terik-ingat-kulitmu-perlu-dijaga-lho/#respond Mon, 16 May 2022 04:17:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36177 Jakarta (Greeners) – Cuaca panas terik terkadang kerap membuat kita tak nyaman untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Bahkan bisa saja kondisi tersebut menghambat produktivitas seseorang. Selain itu, cuaca panas kerap kali […]]]>

Jakarta (Greeners) – Cuaca panas terik terkadang kerap membuat kita tak nyaman untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Bahkan bisa saja kondisi tersebut menghambat produktivitas seseorang.

Selain itu, cuaca panas kerap kali menyebabkan dehidrasi, sakit kepala hingga iritasi pada kulit. Tak hanya itu, ancaman yang lebih larah lainnya yakni menyebabkan kelainan dan kanker kulit.

Oleh karena itu, selama musim kemarau seperti ini kita sangat perlu untuk menjaga kesehatan, kelembapan serta memastikan kulit terdehidrasi.

Menurut dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Abraham Arimuko, berikut ini beberapa tips menjaga kulit dari paparan sinar matahari.

1. Perbanyak Minum Air Putih

Salah satu imbas dari cuaca panas terik yakni tubuh akan semakin kehilangan cairan. Bila dibiarkan terus menerus maka tubuh akan mengalami dehidrasi.

Dokter Abraham Arimuko menyebut pentingnya minum air putih secara teratur minimal sekitar delapan gelas per hari. Selain dipicu oleh kurangnya cairan tubuh, penyebab dehidrasi yaitu penguapan melalui kulit.

“Oleh karenanya kulit harus dijaga agar jangan sampai terjadi penguapan melalui kulit,” katanya kepada Greeners, Minggu (15/5).

Ia juga menekankan perlu pula memperbanyak air putih dan menghindari minuman berkafein. Menurutnya minuman berkafein justru dapat memicu hilangnya cairan dalam tubuh.

2. Memakai Krim Pelembap

Cuaca panas terik kerap menyebabkan kulit menjadi kering dan kusam. Dokter Abraham menyarankan agar memakai pelembap sebelum beraktivitas, terutama di luar lapangan.

Pelembap juga dapat menjaga kulit agar tak mengalami dehidrasi. “Pelembap dapat mencegah penguapan pemicu dehidrasi,” ujarnya.

Saat Panas Terik, Jaga Kesehatan Kulit dengan Makanan Bergizi Seimbang

Selain menjaga kesehatan kulit dari luar, dokter kulit juga menyarankan untuk menjaga kesehatan kulit dari dalam dengan makanan bergizi seimbang. Di samping itu, seiring kondisi panas terik, wajib lindungi kulit dengan tabir surya (sunscreen).

3. Memakai Sunscreen

Sunscreen bukanlah hal baru di dalam masyarakat kita. Ini bertujuan untuk melindungi kulit agar tak rusak di tengah paparan sinar matahari.

Ia mendorong di tengah cuaca panas terik saat ini, gunakanlah lotion atau tabir surya yang mengandung SPF yang tinggi. Ia merekomendasikan pemakaian SPF yang travel size agar bisa digunakan dalam sehari-hari.

Selain itu, penggunaan sunscreen juga harus disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya untuk kegiatan olahraga di bawah paparan sinar matahari maupun di dalam ruangan. Khusus kegiatan di luar ruangan harus memiliki SPF yang tinggi dengan intensitas pemakaian yang sering.

“Misalnya dengan memastikan pengulangan menggunakan sunscreen selama setengah jam sekali,” imbuhnya.

4. Memperbanyak Makanan Sehat dan Bergizi Tinggi

Selain memastikan kesehatan kulit dari luar, perlu juga menjaga kesehatan kulit dari dalam. Misalnya, dengan menjaga pola makan empat sehat lima sempurna. Makanan haruslah mengandung di antaranya karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Ia juga menekankan pentingnya mengonsumsi buah dengan kandungan air yang tinggi mulai dari jeruk, melon hingga semangka. Buah-buahan dapat mencegah dehidrasi pada tubuh.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/cuaca-panas-terik-ingat-kulitmu-perlu-dijaga-lho/feed/ 0
Lindungi Kulitmu dengan Rutin Menggunakan Sunscreen https://www.greeners.co/gaya-hidup/lindungi-kulitmu-dengan-rutin-menggunakan-sunscreen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lindungi-kulitmu-dengan-rutin-menggunakan-sunscreen https://www.greeners.co/gaya-hidup/lindungi-kulitmu-dengan-rutin-menggunakan-sunscreen/#respond Thu, 21 Oct 2021 05:32:26 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33542 Tak sedikit dari kita masih mengabaikan pentingnya penggunaan sunscreen atau tabir surya. Padahal, Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi. Meskipun sinar matahari memberikan banyak manfaat […]]]>

Tak sedikit dari kita masih mengabaikan pentingnya penggunaan sunscreen atau tabir surya. Padahal, Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi. Meskipun sinar matahari memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, namun jika terpapar terlalu lama, sinar matahari dapat mengancam kesehatan kulit.

“Kulit yang terlalu lama terpapar sinar matahari tanpa perlindungan sunscreen lebih rentan untuk terkena kanker kulit seperti melanoma yang mematikan. Selain itu, paparan sinar matahari berlebih juga dapat meningkatkan risiko penuaan dini dan penyakit kulit lainnya,” ujar dokter kulit dari Dr. Justine Kluk Consultant Dermatologist London, Dr. Justine Kluk, dalam Euronews.

Menurut Dr. Justine, menggunakan sunscreen merupakan cara terpenting bagi kita untuk terhindar dari bahaya sinar ultraviolet yang dihasilkan matahari. Tabir surya merupakan “tameng” yang dapat melindungi kulit kita dari jahatnya pengaruh buruk sinar ultraviolet UVA dan UVB. UVB merupakan sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kulit terbakar dan kanker kulit, sedangkan UVA merupakan sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan penuaan dini.

“Upayakan untuk selalu menggunakan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih. Jika kurang dari itu, kulitmu mungkin tidak akan mendapatkan perlindungan yang maksimal. Selain itu, usahakan untuk menggunakan topi, kacamata hitam, dan pakaian panjang jika harus berkegiatan di luar ruangan pada tengah hari,” jelas Dr. Justine.

Cara Tepat Menggunakan Sunscreen

Menggunakan sunscreen atau tabir surya tidak bisa kita lakukan secara sembarangan. Menurut Dr. Justine, gunakan sunscreen sebanyak setengah sendok teh atau sepanjang dua ruas jari untuk wajah. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk melindungi wajah, leher, dan telinga dari ganasnya sengatan matahari. Sedangkan untuk badan, gunakan sunscreen dengan jumlah seukuran bola golf.

“Pastikan untuk mengoleskan tabir surya secara merata ke seluruh area muka atau badan. Kami sering mendapati pasien yang mengalami kanker kulit di area telinga, garis rambut, dan kelopak mata karena area tersebut jarang terlindungi oleh tabir surya. Untuk area mata, gunakanlah sunscreen khusus yang memiliki formula untuk kulit sensitif,” papar Dr. Justine.

Selain itu, Dr. Justine juga mengingatkan kita untuk selalu mengaplikasikan ulang tabir surya paling tidak setiap dua jam sekali. Untuk mengetahui seberapa lama tabir surya dapat melindungi kulit, kita dapat mengalikan jumlah SPF dengan 10 menit. Contohnya, sunscreen dengan SPF 30 dapat melindungi kita dari paparan sinar UVA dan UVB selama 300 menit.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Euronews

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/lindungi-kulitmu-dengan-rutin-menggunakan-sunscreen/feed/ 0
Kandungan Tabir Surya yang Aman Bagi Tubuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/kandungan-tabir-surya-yang-aman-bagi-tubuh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kandungan-tabir-surya-yang-aman-bagi-tubuh https://www.greeners.co/gaya-hidup/kandungan-tabir-surya-yang-aman-bagi-tubuh/#respond Wed, 19 Feb 2020 03:15:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=26179 Tabir surya menjadi item yang wajib digunakan saat keluar rumah atau beraktivitas di luar ruang. Karena dapat melindungi kulit dari efek buruk matahari.]]>

Tabir surya atau sunscreen menjadi item yang wajib digunakan saat keluar rumah atau beraktivitas di luar ruang. Sunscreen dipercaya dapat melindungi kulit dari efek buruk sengatan matahari hingga penuaan maupun kanker kulit.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengimbau para produsen untuk membuat sunscreen yang mengandung bahan aktif grase atau diakui sebagai bahan yang aman dan efektif.

Sebuah pengujian terhadap tabir surya menunjukkan terdapat enam bahan aktif yang umum diserap ke dalam tubuh. Selama berhari-hari atau bahkan Mingguan, bahan tersebut bertahan dan dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan tubuh.

Baca juga: 5 Makanan Ini Dapat Melindungi Kulit dari Sengatan Matahari

Enam bahan kimia aktif dalam tabir surya terdiri dari avobenzone, oxybenzone, octocrylene, homosalate, octisalate, dan octinoxate. Bahan-bahan itu merupakan filter sinar ultraviolet yang melindungi dari sinar matahari berbahaya.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa beberapa bahan kimia aktif dapat mengganggu hormon. Pada beberapa kasus menyebabkan masalah kesuburan, kondisi buruk pada bayi yang lahir, hingga kemungkinan kanker.

Dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa konsentrasi oksibenzon dalam darah lebih dari 180 kali dalam satu kali pemakaian sunscreen. Hasilnya melonjak hingga lebih dari 500 kali  setelah empat hari digunakan secara teratur. Tiga minggu kemudian, tes darah terus menunjukkan tingkat oksibenzon yang lebih tinggi, meskipun pada awal penelitian nilainya jauh lebih rendah.

Sunscreen

Foto: Shutterstock.com

Efek kimia oksibenzon dapat memengaruhi perkembangan payudara, berat badan bayi lahir, dan fungsi sperma.

Nneka Leiba, Vice President of Healthy Living Science di Environmental Working Group memperingatkan konsumen bahwa bahan-bahan kimia yang terkandung dalam tabir surya mungkin tidak aman bagi kesehatan.

Untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari tabir surya dapat dilakukan dengan menghindari matahari secara langsung, menggunakan pakaian yang memiliki Ultraviolet Protection Factor (UPF), dan menghindari radiasi ultraviolet sekitar pukul 11:00 hingga 16:00.

Baca juga: Memahami Dehidrasi pada Kulit

Alok Vij Dermatologist, Cleveland Clinic, Cleveland mengatakan bahwa sunscreen hanyalah satu bagian dari perlindungan sinar matahari. Untuk mencegah paparan berbahaya, masyarakat dapat membatasi pancaran sinar matahari terutama jika memiliki riwayat kesehatan melanoma.

Peneliti dari Universitas California Kanade Shinkan menyarankan untuk lebih teliti dalam mencari tabir surya. Kandungan berbasis mineral termasuk ke dalam kategori aman karena mengandung bahan seng oksida atau titanium dioksida. FDA juga mengatakan kedua bahan tersebut aman.

“Banyak formulasi yang hanya mengandung seng. Mereka kehilangan bagian dari spektrum UV. Sunscreen bermineral jika diformulasikan dan diterapkan dengan benar sangat efektif,” katanya.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kandungan-tabir-surya-yang-aman-bagi-tubuh/feed/ 0