tanaman peneduh - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tanaman-peneduh/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 18 May 2021 07:12:36 +0000 id hourly 1 Pohon Bungur, Tanaman Penghias yang Berkhasiat sebagai Obat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-bungur-tanaman-penghias-yang-berkhasiat-sebagai-obat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-bungur-tanaman-penghias-yang-berkhasiat-sebagai-obat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-bungur-tanaman-penghias-yang-berkhasiat-sebagai-obat/#respond Sun, 16 May 2021 00:43:33 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=32737 Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi bermacam jenis tanaman obat seperti Pohon Bungur (Lagerstroemia). Flora yang satu ini tumbuh liar di dekat tepian sungai, serta tersebar mulai dari kawasan Asia Tenggara […]]]>

Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi bermacam jenis tanaman obat seperti Pohon Bungur (Lagerstroemia). Flora yang satu ini tumbuh liar di dekat tepian sungai, serta tersebar mulai dari kawasan Asia Tenggara sampai Asia Selatan.

Popularitas Lagerstroemia di Indonesia sebenarnya cukup tinggi. Ia mampu menghasilkan bunga-bunga cantik, sehingga kerap publik manfaatkan sebagai tumbuhan penghias atau peneduh jalan.

Terdapat dua jenis bungur yang sering masyarakat gunakan sebagai tanaman hias pekarangan, yakni bungur besar atau Lagerstroemia speciosa dan bungur Jepang atau Lagerstroemia faurieri.

Seiring berjalannya waktu, ahli mulai menemukan bahwa pohon bungur dapat kita manfaatkan sebagai ramuan herbal. Ia berkhasiat bagi penderita hipertensi, diabetes, hingga penyakit eksim.

Habitat, Persebaran dan Ciri-Ciri Pohon Bungur

Secara morfologi, spesies Lagerstroemia mampu berkembang biak antara 10 – 30 m. Batang pohon tersebut bulat dengan percabangan yang muncul dari bagian sisi pangkal pokoknya.

Warna batang tersebut biasanya cokelat muda, memiliki daun yang tunggal serta bertangkai pendek. Helaian daun bungur berbentuk oval, elips atau memanjang dengan permukaan yang tidak tipis.

Panjang daun pohon bungur mencapai 9 – 28 cm dengan lebar 4 – 12 cm. Warna daun terlihat hijau tua dengan hiasan bunga berwarna ungu yang tersusun dalam sebuah malai.

Bagian malai ini dapat mencapai 10 – 50 cm, ia ahli temukan keluar dari ketiak daun atau berada di ujung ranting. Pohon ini juga memiliki buah berbentuk bola atau memanjang hingga 2 – 5 cm.

Buah muda biasanya berwana hijau pekat, namun berubah menjadi kecokelatan jika sudah masak. Ukuran biji buah cukup besar, pipih, serta memiliki sayap di bagian ujungnya.

Sebab mampu menghasilkan biji, pohon bungur dapat kita biakkan melalui langkah pencakokan. Ciri biji yang siap dibudidayakan ialah berwarna cokelat tua dengan ukuran sebesar kelereng

Habitat, Persebaran dan Manfaat Pohon Bungur

Berkat persebarannya yang luas, sebutan pohon bungur di berbagai daerah terbilang cukup banyak mulai dari Jarul di India, Banaba di Filipina, dan Queen Crape Myrtle bagi masyarakat internasional.

Pohon yang satu ini juga tertanam di semua tipe tanah, ia bisa kita jumpai di rimba jati bertanah gersang maupun area berlahan subuh seperti rimba heterogen berbatang tinggi.

Di Tanah Air, bungur dapat tumbuh hingga ketinggian 800 m di atas permukaan laut (mdpl). Sedang di negara-negara tetangga, pohon ini pakar temukan di daerah berketinggian kurang dari 300 mdpl.

Melansir laman resmi DLKH DI Yogyakarta, pemanfataan jalur di sejumlah negara terhitung cukup luas. Ia berguna sebagai teh herbal di Filipina, Taiwan dan Jepang, serta olahan pangan di Vietnam.

Bahkan dalam bukunya “The History of Java”, Sir Thomas Stamford Raffles menyebut tanaman ini sebagai salah satu bunga terindah yang ada di Pulau Jawa.

Guna dan Manfaat Bungur bagi Kesehatan

Daun pohon bungur ahli ketahui memiliki kandungan senyawa saponin, flavonoid, serta tannin. Bijinya memiliki kandungan senyawa plantisul, sedang kulit batang mengandung senyawa flavonoid.

Senyawa metabolit sekunder pada daun bungur di antaranya plantisul, saponin, flavonoida dan polifenol. Dalam berbagai riset, saponin pakar sebut mampu meningkatkan sistem imun manusia.

Ia dapat kita manfaatkan sebagai antioksidan alami yang ampuh mengurangi risiko penyakit kanker, perkembangan jamur, serta bahan antiseptik yang aman untuk tubuh.

Kandungan flavonoid yang terdapat pada batang dan daun pohon tersebut juga sangat bermanfaat. Ia melindungi susunan sel, meningkatkan efektivitas vit C, serta menghindari pengeroposan tulang.

Bukan cuma itu, menurut beberapa penelitian flavonoid pada pohon bungur juga berkhasiat sebagai zat anti inflamasi, antioksidan, antibiotik, serta pencegah kanker (zat antioksidan).

Taksonomi Pohon Bungur

Penulis : Yuhan Al Khairi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-bungur-tanaman-penghias-yang-berkhasiat-sebagai-obat/feed/ 0
Pohon Kemiri, Tanaman Rempah Endemik yang Berkhasiat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-kemiri/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-kemiri https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-kemiri/#respond Wed, 31 Mar 2021 03:00:50 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=21319 Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd) adalah salah satu pohon serbaguna yang sudah dibudidayakan secara luas di dunia. Hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari bahan pengobatan hingga bahan bangunan. ]]>

Pohon Kemiri atau muncang (Aleurites moluccana L. Willd) adalah salah satu tumbuhan serba guna yang berasal dari Indo-Malaysia. Debut tanaman ini secara global ke kawasan Kepulauan Pasifik, hingga akhirnya menyebar ke hampir seluruh negara.

Sama seperti Cengkih, muncang merupakan rempah-rempah bernilai tinggi yang penting bagi perdagangan internasional. Ia kerap awam manfaatkan sebagai bahan masakan sekaligus ramuan obat.

Menurut penelitian, zat kimia alami yang terkandung di dalam kemiri mampu mengobati berbagai macam penyakit mulai dari sakit kepala, demam, bisul, pembengkakan sampai obat tumor.

Meski begitu, kita perlu berhati-hati saat memanfaatkan tanaman yang satu ini. Pasalnya, beberapa bagian pada pohon kemiri ahli ketahui beracun, sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia.

Habitat Asli Pohon Kemiri

Merujuk publikasi CIFOR (Center for International Forestry Research), peta persebaran pohon kemiri di Tanah Air meliputi hampir seluruh wilayah kepulauan.

Mereka biasanya ditanam dalam lingkup perkebunan skala besar, serta menjadi komoditas utama oleh sebagian daerah seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, sampai Nusa Tenggara Timur.

Secara umum, mucang sejatinya tumbuh subur di hujan tropis dengan kondisi agak kering selama musim kemarau. Mereka berkembang secara baik di area lembap sampai ketinggian 1.200 mdpl.

Di kawasan dekat garis khatulistiwa, muncang bahkan dapat tumbuh hingga ketinggian 2.000 mdpl. Sedang pada daerah berkonfigurasi datar, ia dapat kita jumpai di ketinggian 0 – 800 m.

Jika tertarik untuk membudidayakan pohon kemiri, pastikan suhu lingkungan kebun berada di angka 18 – 28 C. Selanjutnya, curah hujan tahunan yang mereka butuhkan rerata 640 – 4.290 mm.

pohon kemiri

Peta persebaran flora ini di Tanah Air meliputi hampir seluruh wilayah kepulauan. Foto: Shutterstock.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Kemiri

Kemiri tergolong pohon berukuran sedang dengan tajuk yang lebar. Tanaman ini dapat berbiak sampai ketinggian 20 m (10 – 15 m pada tempat terbuka), dengan diameter mencapai 90 cm.

Umumnya, cabang pohon kemiri berbentuk berliku, tidak teratur, serta membentang lebar dan menggantung di bagian sampingnya. Untuk lebih jelasnya, simak penjabaran Greeners berikut ini.

1. Kulit dan Daun Kemiri

Kulit pohon Hambiri (sebutan kemiri bagi masyarakat Batak) berwarna abu-abu kecokelatan. Teksturnya agaknya halus, dengan garis-garis vertikal yang terdapat bagian permukaannya.

Selain itu, terdapat bagian daun yang terdiri dari 3 – 5 helai. Posisi daun sendiri berada mulai dari area pangkal, berselang-seling dengan pinggiran yang tampak bergelombang.

2. Bunga Pohon Kemiri

Bunga kemiri berwarna putih kehijauan, beraroma harum, serta tersusun dalam sejumlah gugusan sepanjang 10 – 15 cm. Terdapat banyak bunga jantan kecil mengelilingi bunga betina di sekitarnya.

Mahkota bunga tersebut berwarna putih, serta terdapat lima kelopak bunga yang berwarna putih kusam (krem). Bentuk bunga sendiri biasanya lonjong dengan panjang berkisar 1,3 cm.

3. Buah Pohon Kemiri

Buah kemiri berwarna hijau kecokelatan. Bentuknya oval sampai bulat, dengan panjang 5 – 6 cm dan lebar 5 – 7 cm. Buah kemiri biasanya berisi 2 – 3 biji, meski buah jantan hanya memiliki satu biji saja.

Perlu Anda ketahui, mengonsumsi biji kemiri sebenarnya dapat kita lakukan. Namun, biji tersebut harus kita panggang terlebih dahulu untuk membunuh kuman dan racun yang melekat di dalamnya.

pohon kemiri

Bijinya harus kita panggang terlebih dahulu untuk membunuh kuman dan racun yang melekat di dalamnya. Foto: Shutterstock.

Ragam Khasiat dan Manfaat Kemiri

Tahukah Anda bahwa seluruh bagian pada pohon kemiri sejatinya bisa bermanfaat untuk berbagai macam kebutuhan? Mulai dari daun, batang, buah sampai dengan bijinya ternyata memiliki khasiat.

Menurut penelitian, kemiri mengandung zat-zat alami seperti saponin, flavonoida dan polifenol. Pada bagian daging bijinya terkandung minyak, sedang di korteksnya terkandung zat tanin.

Di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kulit pohon kemiri bermanfaat sebagai obat diare. Sedang di Sumatra, biji tersebut warga percayai dapat mengatasi sembelit serta gangguan pencernaan lainnya.

Pemanfaatan Pohon Kemiri di Berbagai Negara:

  • Jepang: kemiri berguna sebagai obat tumor.
  • Malaysia: rebusan kemiri masyarakat negeri jiran manfaatkan sebagai obat untuk sakit kepala, demam, bisul, bengkak pada persendian, serta kencing nanah.
  • Hawaii: bunga dan getahnya warga Hawaii manfaatkan untuk obat sariawan pada anak-anak.
  • Indonesia dan Malaysia: kemiri kering lazim menjadi bagian dari bahan masakan.

Menariknya, tumbukan biji kemiri juga dapat digunakan sebagai pengganti sabun. Selain itu, kemiri juga terkenal dengan fungsinya sebagai perangsang pertumbuhan rambut atau sebagai bahan aditif perawatan rambut.

Dewasa ini, minyak kemiri dengan kualitas tinggi menjadi produk komersial utama industri kosmetik. Lebih jauh, minyak dari sisa biji yang sudah diekstraksi bahkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Taksonomi Pohon Kemiri

taksonomi pohon kemiri

Referensi

Laman Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat

Laman Cifor

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Barito

Penulis: Yuhan Al Khairi, Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-kemiri/feed/ 0
Pohon Johar, Peneduh yang Mampu Beradaptasi di Lahan Kritis https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-johar-peneduh-yang-mampu-beradaptasi-di-lahan-kritis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-johar-peneduh-yang-mampu-beradaptasi-di-lahan-kritis https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-johar-peneduh-yang-mampu-beradaptasi-di-lahan-kritis/#respond Fri, 25 Sep 2020 00:00:01 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=28889 Meskipun tak dapat memperbaiki kandungan nitrogen di dalam tanah, pohon johar dapat tumbuh pada lahan kritis atau tidak subur.]]>

Kita sering mendengar nama ‘Johar’ sebagai nama sebuah wilayah di Jakarta. Namun, tahukah kamu bahwa julukan itu juga mengacu pada suatu jenis pohon yang menghasilkan kayu keras?

Dalam buku Budidaya Johar (Cassia seamea) untuk Antisipasi Kondisi Kering (2014), johar termasuk ke dalam kelompok kayu keras. Kayunya bermanfaat untuk dijadikan arang karena memenuhi syarat komersial. Selain itu, motifnya yang indah sering digunakan untuk mebel dan panel dekoratif (Suharnantono, 2011).

Baca juga: Tanjung, Pohon Berdaun Rindang dan Berbunga Harum

Nama ilmiah johar adalah Cassia siamea Lamk yang merujuk pada tanah asalnya, yakni Siam atau Thailand. Flora ini merupakan jenis tumbuhan asli Asia Tenggara yang tersebar mulai dari Indonesia hingga Sri Lanka (Suharnantono, 2011).

Selain ke India Barat, tanaman ini juga telah diperkenalkan ke Amerika Tengah, Florida, Afrika Barat, Timur,  dan Selatan. Tahun 1910-1924 pernah dilakukan penanaman besar-besaran di Afrika (National Academy of Sciene, 1980 dalam Suharnantono, 2011).

Pohon Johar

Pohon Johar atau dikenal dengan nama Jati Wesi ini memiliki keunggulan karena kayunya yang keras. Foto: shutterstock

Meskipun tak dapat memperbaiki kandungan nitrogen di dalam tanah, johar dapat tumbuh pada lahan kritis atau tidak subur. Sistem perakarannya yang dangkal memudahkannya runtuh bila terdapat angin besar (Suharnantono, 2011).

Pohon tahunan yang tergolong cepat tumbuh ini memiliki tinggi sekitar 10-20 meter. Bila ditinjau secara morfologi, johar memiliki batang berbentuk bulat, berkayu, berdiri tegak, berkulit kasar, bercabang, dan berwarna putih kotor (Budidaya Johar (Cassia seamea) untuk Antisipasi Kondisi Kering, 2014).

Baca juga: Waru, Tumbuhan Peneduh yang Mengandung Zat Antiseptik

Daunnya majemuk dan berwarna hijau. Sementara pertulangan daunnya menyirip genap dengan anak daun berbentuk bulat panjang. Ujung dan pangkal daunnya membulat dengan panjang daun 3-7,5 cm dan lebar 1-2,5 cm, serta bertepi rata  (Badan POM RI, 2008).

Tanaman peneduh ini juga mempunyai bunga majemuk berwarna kuning yang terletak di ujung batang. Kelopak bunganya terbagi lima dengan hiasan warna hijau kekuningan. Benang sarinya berukuran kurang lebih 1 cm. Pada tangkai sari johar yang berona kuning terdapat kepala sari berwarna cokelat dan putik hijau kekuningan. Bunganya mempunyai daun pelindung berwarna kuning yang cepat rontok.

Khasiat Pohon Johar

Daun johar dapat dipakai untuk pupuk hijau dan makanan ternak seperti kambing dan domba. Pohon yang dikenal dengan nama Jati Wesi ini juga bermanfaat untuk mengendalikan erosi dan termasuk reklamasi pada bekas tambang. Selain berfungsi sebagai tempat bernaung dan berteduh, tanaman hias ini juga dimanfaatkan untuk tanaman inang bagi kayu cendana.

Dalam pengobatan tradisional, daunnya digunakan sebagai obat malaria, luka, gatal, kudis, kencing manis, dan demam. Karena mengandung flavonoid dan karotenoid yang cukup tinggi, daun johar juga dimanfaatkan sebagai tonik (Heyne,1987).

Taksonomi Johar

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-johar-peneduh-yang-mampu-beradaptasi-di-lahan-kritis/feed/ 0
Bunga Flamboyan, Warna Terangnya Memikat Mata https://www.greeners.co/flora-fauna/bunga-flamboyan-warna-terangnya-memikat-mata/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bunga-flamboyan-warna-terangnya-memikat-mata https://www.greeners.co/flora-fauna/bunga-flamboyan-warna-terangnya-memikat-mata/#respond Tue, 07 Aug 2018 12:31:05 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=21069 Meski bunga flamboyan (Delonix regia) saat ini digolongkan sebagai flora yang mudah ditemui di alam, namun flora ini mulai jarang terlihat.]]>

Flamboyan (Delonix regia) adalah salah satu flora khas Betawi yang semakin jarang dijumpai di lingkungan sekitar. Flamboyan sendiri digambarkan sebagai bunga yang mencolok dan memiliki warna yang terang. Dalam penamaan bahasa Inggris tanaman bunga cantik ini dinamakan Flame Tree/Gold Mohar.

Flamboyan merupakan tumbuhan semievergreen. Tanaman ini mampu hidup pada daerah dengan empat musim. Ia akan mekar secara musiman khususnya di musim panas dan gugur, namun akan tetap hijau pada musim semi dan dingin.

Bunga Flamboyan

Bunga tanaman flamboyan memiliki warna yang terang dan mencolok. Foto: pixabay

Bunga flamboyan memiliki sifat menyebar dan terdiri dari empat kelopak berwarna merah atau oranye merah. Bentuk kelopak bunga berdiamater antara 8-15 cm dan berwarna kuning dan putih. Polongnya yang sudah tua akan berwarna coklat gelap.

Pohon tanaman flamboyan ini memiliki tajuk melebar membentuk seperti kanopi pada payung. Batangnya bertekstur licin, simpodial, berwarna coklat kelabu dengan diameter batang sekitar 30 cm. Arah tumbuhnya tegak lurus, cabangnya tumbuh mendatar sampai mengarah ke bawah. Memiliki akar banir dengan tinggi sampai 30 cm.

Tangkai daun flamboyan berbentuk silinder dengan panjang kurang dari 2,5 cm dan permukaannya licin. Jenis daunnya majemuk menyirip genap dengan tepian daun rata, ujung dan pangkal daun tumpul, bagian permukaannya berbulu, dan sistem pertulangan daun menyirip.

Tanaman flamboyan memiliki buah berbentuk seperti pedang dengan biji berbentuk polong kecil. Panjang buah dapat mencapai 60 cm dengan lebar sekitar 5 cm. Buah berusia muda berwarna hijau cerah, namun setelah tua akan menjadi coklat kehitaman.

Bagian buahnya berbentuk seperti polong, saat masih muda buah berwarna hijau cerah. Foto: wikimedia commons

Pohon flamboyan sangat berguna sebagai peneduh atau pelindung dari sengatan sinar matahari. Selain itu, batang kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Daun dan biji flamboyan mengandung alkaloid yang cukup tinggi dan diperkirakan memiliki khasiat sebagai obat malaria.

Meski bunga flamboyan saat ini digolongkan sebagai flora yang mudah ditemui di alam, namun flora ini mulai jarang terlihat. Beberapa desainer Indonesia ternyata menangkap kekhawatiran ini dengan menjadikan flamboyan sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. Diantaranya perancang busana Lily Mariasari yang menghadirkan koleksi busana batik Betawi bercorak bunga flamboyan pada ajang Indonesia Fashion Week 2018. Dikutip pada laman beritasatu.com, Lily mengatakan, “flamboyan adalah salah satu floral khas Betawi yang kini sudah mulai langka. Padahal, manfaatnya untuk menyerap polusi dan melindungi dari terik matahari, bunganya pun sangat indah.”

Bunga Flamboyan

Penulis: Sarah R. Megumi

Editor: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/bunga-flamboyan-warna-terangnya-memikat-mata/feed/ 0
Mempertahankan Pohon Berusia 700 Tahun Ditengah Stasiun Kereta Api https://www.greeners.co/ide-inovasi/mempertahankan-pohon-berusia-700-tahun-ditengah-stasiun-kereta-api/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mempertahankan-pohon-berusia-700-tahun-ditengah-stasiun-kereta-api https://www.greeners.co/ide-inovasi/mempertahankan-pohon-berusia-700-tahun-ditengah-stasiun-kereta-api/#respond Wed, 22 Feb 2017 03:41:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=15977 Rasa hormat orang Jepang terhadap alamnya memang mengagumkan. Hal ini terlihat saat berkunjung ke stasiun kereta Kayashima yang dibangun dengan hati-hati mengelilingi sebuah pohon kamper berusia 700 tahun.]]>

Rasa hormat orang Jepang terhadap alamnya memang mengagumkan. Prinsip ini ada pada keseharian masyarakat di sana, termasuk di bidang desain. Kalau pun masih ada yang meragukan, kita bisa melihat bukti nyata tentang hal ini saat berkunjung ke stasiun kereta Kayashima di Neyagawa, sebuah kota kecil di timurlaut Osaka. Stasiun kereta ini dibangun dengan hati-hati mengelilingi sebuah pohon kamper yang sudah berdiri di tempat tersebut selama 700 tahun.

Stasiun Kayashima dibuka pada tahun 1910 dan dibangun di samping sebuah pohon besar, yang umur pastinya jauh melampaui catatan penduduk lokal. Saat populasi di sana berkembang, stasiun kereta api tersebut memerlukan penambahan ruang dan di tahun 1972 pengembangan stasiun tersebut dilakukan. Dalam rencana pengembangan tahun 1972 tersebut, ternyata pohon kamper itu harus ditebang.

stasiun kereta api

Foto: Studio Ohana

Walaupun catatan tentang perkembangan stasiun ini ada, ternyata ada beberapa cerita yang berkembang seputar keberadaan pohon tersebut hingga kini. Beberapa mengatakan bahwa rasa hormat orang Jepang terhadap alamlah yang menyelamatkan pohon itu namun ada juga yang menyatakan bahwa ini tidak lain karena hal-hal yang gaib.

Ternyata sudah sejak lama pohon tersebut dikaitkan dengan sebuah tempat peribadatan lokal, menghilangkan pohon ini akan mengakibatkan kemarahan penduduk setempat. Cerita tersebut berkembang menjadi bagaimana pohon tersebut marah dan akan mengutuk siapapun yang berani menebangnya.

stasiun kereta api

Foto: Studio Ohana

Apapun ceritanya, otoritas perkeretaapian disana berhasil dibujuk untuk mempertahankan pohon tersebut bahkan kemudian memasukkannya ke dalam pengembangan stasiun bertingkat yang diselesaikan tahun 1980. Terdapat lubang besar di bagian atap yang menjadikan pohon ini menyembul di atas atap stasiun. Tidak lupa mereka juga membuat tempat sembahyang kecil di sekeliling pohon tersebut.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/mempertahankan-pohon-berusia-700-tahun-ditengah-stasiun-kereta-api/feed/ 0
Bintaro, Dibalik Racunnya Tersimpan Potensi Biofuel https://www.greeners.co/flora-fauna/bintaro-dibalik-racunnya-tersimpan-potensi-biofuel/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bintaro-dibalik-racunnya-tersimpan-potensi-biofuel https://www.greeners.co/flora-fauna/bintaro-dibalik-racunnya-tersimpan-potensi-biofuel/#respond Wed, 05 Oct 2016 07:53:22 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=14891 Bintaro (Cerbera manghas) menyimpan racun cerberin pada seluruh bagiannya yang dapat mengakibatkan kematian pada manusia. Namun buah pohon ini ternyata berpotensi menjadi biofuel.]]>

Sebagian besar dari kita mungkin tak tahu, kawasan Bintaro dinamai dengan nama sebuah pohon, yaitu pohon bintaro. Ini dikarenakan dahulu kawasan yang terletak di perbatasan Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan tersebut banyak dijumpai pohon bintaro yang ditanam sebagai tanaman peneduh.

Bintaro (Cerbera manghas) sering juga disebut kayu gurita, babuto, buta badak atau mangga laut, sementara orang barat mengenal tanaman bintaro dengan nama sea mango. Tanaman ini tumbuh, berkembang dan tersebar luas di kawasan tropis, Asia, Australia, Madagaskar, dan kepulauan sebelah barat Samudra Pasifik, termasuk Indonesia. Nama genus Cerbera sendiri berasal dari kandungan racun yang terdapat pada seluruh bagian tanaman bintaro, yaitu Cerberin.

Cerberin merupakan racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam otot jantung manusia, sehingga mengganggu detak jantung dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan asap dari pembakaran kayunya pun dapat menyebabkan keracunan.

Habitat asli tanaman yang sering dimanfaatkan untuk penghijauan ini adalah di daerah pantai dan hutan bakau. Tinggi batangnya berkisar antara 4 meter sampai 6 meter, tetapi ada juga yang dapat mencapai 12 meter. Bentuk daunnya memanjang, simetris, dan berwarna hijau tua. Pada bagian bunganya terdapat mahkota berbentuk terompet yang pangkalnya berwarna merah muda. Bunga ini menimbulkan aroma yang wangi. Buah bintaro ketika masih muda warnanya hijau, berbentuk bulat telur, mengilap dan ketika matang, warnanya berubah menjadi merah cerah.

cerbera

Bintaro (Cerbera manghas). Foto: greeners.co/Ahmad Baihaqi (Indonesia Wildlife Photography)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah bintaro terdiri atas 8% biji dan 92% daging buah. Bijinya terbagi dalam cangkang 14% dan daging biji 86%. Terdapat kandungan minyak antara 35-50% dalam bijinya dan akan bertambah banyak dalam kondisi kering. Kadar minyaknya ternyata melebihi biji jarak. Jenis minyak yang dihasilkan diantaranya adalah asam linoleat (16,7%), asam oleat (54,3%), asam stearat (6,9%), dan asam palmitat (22,1%).

Sekarang pohon bintaro banyak ditanam untuk penghijauan karena mampu menyerap karbondioksida (CO2) dengan baik. Tetapi penanaman pohon bintaro sebagai peneduh kota perlu dipertimbangkan kembali, mengingat banyak masyarakat umum yang tidak mengetahui adanya bahaya racun yang terkandung pada getah bunga dan buahnya.

Buah bintaro bahkan dapat digunakan untuk mengusir tikus. Cukup meletakkan buah bintaro yang masih muda dan baru dipetik di sudut ruangan atau tempat yang biasa didatangi tikus. Selama buah bintaro belum layu, tikus tidak akan berani mendekat di sekitar area tersebut.

Namun dibalik racun yang terkandung di dalamnya, biji dari pohon bintaro dapat diekstrak menjadi minyak yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif (biofuel). Salah satu penelitian mengenai biofuel dari biji bintaro dilakukan oleh tim peneliti dari Insitut Pertanian Bogor yang dipimpin Profesor Budi Indra Setiawan pada tahun 2010 silam di Teluk Meranti, Pekanbaru.

cerbera

Penulis: Ahmad Baihaqi/Indonesia Wildlife Photography

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/bintaro-dibalik-racunnya-tersimpan-potensi-biofuel/feed/ 0
Pohon Kersen, Berbuah Mungil Banyak Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-kersen-berbuah-mungil-banyak-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-kersen-berbuah-mungil-banyak-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-kersen-berbuah-mungil-banyak-manfaat/#comments Sat, 05 Dec 2015 13:08:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=12133 Pohon kersen (Muntingia calabura) adalah salah satu pohon yang mudah kita jumpai di pinggir jalan. Fungsi pohon berbuah mungil ini cukup banyak, mulai dari peneduh hingga sumber makanan bagi satwa lain.]]>

Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah kawasan yang didominasi oleh tumbuhan yang memiliki fungsi untuk sarana konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, untuk keindahan kota itu sendiri serta untuk menunjang kelestarian air, udara dan tanah.

Menurut penelitian, RTH yang ideal di kota adalah 30% dari luas total area. Namun, di Jakarta total luas RTH hanya mencakup sekitar 10%. Hal ini membuat perlu diadakan perluasan area untuk RTH yang terdapat di Jakarta agar dapat menunjang kehidupan habitat satwa dan tumbuhan yang hidup disekitarnya.

Keberadaan pohon buah dan pohon-pohon besar juga menarik kehadiran satwa liar untuk mencari makan dan juga sebagai habitat satwa, seperti bajing kelapa, bunglon dan beberapa jenis burung. Salah satu pohon buah yang dapat menarik kehadiran satwa adalah pohon kersen.

Pohon kersen (Muntingia calabura) adalah salah satu pohon yang mudah kita jumpai di pinggir jalan. Pohon ini termasuk tanaman liar yang tumbuh dengan ketinggian 3 sampai 6 meter, bahkan ada yang mencapai 12 meter. Selain di Indonesia, tumbuhan ini juga tumbuh di berbagai negara seperti India, Meksiko, Kosta Rika, Inggris, Vietnam, Kamboja, Thailand, dan lain-lain.

Kersen merupakan salah satu jenis buah yang berukuran kecil. Saat muda, buah karsen memiliki warna hijau dan saat matang berwarna merah cerah serta memiliki rasa yang manis. Buah ini juga memiliki banyak nama diberbagai daerah di Indonesia, seperti di Jakarta, buah ini dinamai buah ceri dan di Madura dinamai baleci. Di daerah lain ada yang menamainya keres, keresen, karsem, seri, dan lain sebagainya.

Pohon yang berbuah mungil ini memiliki bentuk tajuk seperti payung sehingga memberikan efek peneduh. Batang pohonnya sangat kuat dan lentur. Daun kersen bertekstur halus dengan bentuk lonjong kecil dan bergerigi di bagian tepinya. Pertambahan ranting cenderung menyebar ke samping dan tidak meninggi, sehingga tanaman ini relatif sangat mudah untuk dijadikan media panjat-memanjat. Jika musim buah tiba, pohon ini mengeluarkan aroma khas.

Burung-burung pemakan buah seperti burung cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), sering mengunjungi pohon ini di waktu siang untuk memakan buah atau sari buahnya yang manis. Di waktu hari gelap, berganti aneka jenis kelelawar pemakan buah yang datang dengan tujuan yang sama. Biji kersen tidak tercerna oleh burung dan kelelawar, karena itu kedua kelompok satwa ini sekaligus berfungsi sebagai pemencar bijinya.

Selain itu, pohon kersen juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, antara lain buahnya dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat meningkatkan metabolisme dalam tubuh, untuk kesehatan mata dan kulit tubuh, dapat mencegah asam urat dan dapat mengurangi rasa nyeri akibat asam urat. Bunganya dapat menurunkan kadar kolesterol pada tubuh dan daunnya dapat mengobati radang serta sakit kepala.

Kersen

Penulis: Ahmad Baihaqi/Indonesia Wildlife Photography

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-kersen-berbuah-mungil-banyak-manfaat/feed/ 1