tanaman rempah - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tanaman-rempah/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 19 Dec 2024 05:57:34 +0000 id hourly 1 Vanili, Satu-Satunya Anggrek dengan Buah Bernilai Ekonomi Tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/#respond Thu, 19 Dec 2024 05:57:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=45493 Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman penghasil bubuk vanili yang sering kita gunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada kue. Tanaman ini berasal dari famili Orchidaceae dan tentu saja berkerabat dengan […]]]>

Vanili (Vanilla planifolia) merupakan tanaman penghasil bubuk vanili yang sering kita gunakan sebagai penambah aroma dan rasa pada kue. Tanaman ini berasal dari famili Orchidaceae dan tentu saja berkerabat dengan anggrek. Vanili pertama kali terpublikasikan pada tahun 1808. Tanaman tersebut memiliki banyak nama ilmiah sinonim. Di antaranya Notylia planifolia (Andrews) Conz., Myrobroma fragrans Salisb., Vanilla sativa Schiede, dan lainnya.

Jurnal Applied Research on Medicinal and Aromatic Plants melansir bahwa vanili merupakan varietas yang paling dihargai karena kualitas aroma dan rasanya terkenal di kancah internasional. Selain itu, vanili juga merupakan rempah-rempah populer ketiga setelah safron dan kapulaga di pasar internasional.

Dari sekitar 110 spesies vanili yang terdaftar di seluruh dunia, hanya tiga spesies yang dibudidayakan, yakni V. planifolia, V. pompona, dan V. tahitensis. Di antara ketiganya, V. planifolia mewakili 95% dari produksi komersial global.

Buah Vanili Berisikan hingga 100.000 biji

Tanaman tahunan yang tumbuh memanjat, berbiji satu, dan termasuk tumbuhan angiospermae. Batangnya berbentuk seperti tabung, berdiameter 1-2 cm, dan berwarna hijau terang. Bagian daunnya tersusun bergantian di sepanjang batang, berbentuk lonjong-lanset selebar 2 hingga 8 cm.

Daunnya berwarna hijau tua dengan akar adventif udara di bagian belakangnya. Selain itu, tanaman ini juga memiliki sekitar 15-20 perbungaan yang muncul pada ketiak (antara batang-daun). Bunganya berwarna hijau kekuningan dengan diameter sekitar 10 cm.

Buah V. planifolia berupa biji polong, berukuran panjang 10 hingga 35 cm dengan diameter berkisar antara 5 hingga 9 mm. Warna buahnya hijau cerah, di dalamnya terdapat sekitar 100.000 biji berdiameter 0,25 hingga 0,32 mm. Saat matang, buahnya akan mengeluarkan aroma yang manis dan kuat.

Taksonomi Vanilla planifolia. Foto: Greeners

Taksonomi Vanilla planifolia. Foto: Greeners

Menyebar di Berbagai Negara untuk Budidaya

Vanili tumbuh di daerah beriklim tropis basah dengan persebaran aslinya meliputi Meksiko Selatan hingga Brasil Utara. Kini, persebarannya telah semakin luas hingga ke negara-negara Asia karena banyak dibudidayakan. Tanaman ini juga tumbuh di dataran rendah dan daerah berkapur.

Manfaat Vanili sejak masa pra-Hispanik Meksiko

Vanili memiliki banyak manfaat dalam dunia kecantikan, makanan, hingga kesehatan. Kelompok masyarakat adat seperti Aztec, Maya, dan Totonac telah menggunakan V. planifolia sebagai obat, wewangian, penyedap rasa, dan penghormatan pada dewa sejak masa pra-Hispanik Meksiko. Tanaman V. planifolia mengandung mineral (kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, zink, mangan), vitamin, lipid, protein, dan karbohidrat.

Dalam dunia kesehatan, tumbuhan ini bisa menjadi aromaterapi untuk menghilangkan lelah, mengurangi mual dan muntah. Bahkan, dapat juga digunakan untuk mendiagnosa penyakit Alzheimer. Selain itu, tumbuhan ini juga berpotensi besar dalam menghambat sel kanker.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/vanili-satu-satunya-anggrek-dengan-buah-bernilai-ekonomi-tinggi/feed/ 0
Kapulaga Sebrang Rempah Kaya Manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/kapulaga-sebrang-rempah-kaya-manfaat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kapulaga-sebrang-rempah-kaya-manfaat https://www.greeners.co/flora-fauna/kapulaga-sebrang-rempah-kaya-manfaat/#respond Mon, 06 Mar 2023 03:03:39 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=39218 Kapulaga sebrang merupakan salah satu tanaman yang masyarakat gunakan sebagai bahan masakan dan obat herbal sejak jaman dahulu. Kerabat jahe-jahean dari famili Zingiberaceae ini biasa masyarakat gunakan sebagai penyedap masakan […]]]>

Kapulaga sebrang merupakan salah satu tanaman yang masyarakat gunakan sebagai bahan masakan dan obat herbal sejak jaman dahulu. Kerabat jahe-jahean dari famili Zingiberaceae ini biasa masyarakat gunakan sebagai penyedap masakan seperti sup buntut, opor, dan gulai.

Selain itu, kapulaga memiliki kandungan minyak atsiri pada sel parenkimnya. Kandungan minyak atsiri bervariasi antara 2 hingga 10 persen dengan kandungan utamanya berupa cineole dan alpha terpinyl acetate.

Morfologi dan Ciri-Ciri Umum

Kapulaga dapat tumbuh hingga 6 meter. Batangnya lunak karena tidak membentuk kayu dan tumbuh sepanjang tahun atau tanaman terna tahunan. Bunganya berdiameter sekitar 5 cm dengan kelopak kehijauan dan tepiannya berwarna putih berurat ungu.

Bunga tersebut tersusun dalam tandan yang keluar dari rimpangnya, terpisah dari batangnya dan terkadang sebagian terbenam dalam tanah.

Buahnya berukuran 0,8 hingga 1,5 cm berbentuk kapsul oval berwarna hijau. Berisikan 20-15 biji cokelat kemerahan hingga hitam kecokelatan yang terlindung dalam salut biji berwarna putih.

Ketika sudah matang, buah kapulaga sebrang akan pecah dan terbelah mengikuti ruang-ruangnya. Biji-biji tersebutlah yang masyarakat manfaatkan sebagai bahan penyedap masakan dan obat herbal.

Habitat dan Distribusi

Kapulaga sebrang tumbuh subur di ketinggian 200-1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini asli dari India, Burma dan Sri Lanka. Namun telah lama terdistribusi ke negara-negara Asia lainnya seperti Indonesia.

Kapulaga sebrang memiliki harga jual yang terbilang cukup mahal, dibandingkan kapulaga lokal. Di Indonesia juga ada jenis kapulaga jawa (Amomum compactum) yang memiliki harga jual lebih murah.

Manfaat Kapulaga sebrang

Biji kapulaga bisa langsung masyarakat gunakan atau dicampurkan ke dalam masakan dengan dihancurkan terlebih dahulu. Biji-biji ini banyak mengandung minyak esensial yang memberikan aroma dan rasa seperti campuran mint dan lemon. Selain itu, kapulaga juga biasa sebagai penyedap rasa pada kue, teh, dan kopi khas Skandinavia.

Penggunaan kapulaga juga akan terasa lebih nikmat jika kita campur dengan cengkeh, pala, dan kayu manis. Ini merupakan campuran rempah-rempah khas India yang disebut garam masala.

Selain untuk bumbu masakan, kapulaga juga bermanfaat sebagai bahan obat-obatan. Selain mengandung vitamin c, magnesium dan niacin, kapulaga juga mengandung antioksidan yang tinggi.

Mengutip dari berbagai sumber, kapulaga digunakan dalam pengobatan penyakit saluran kemih, menurunkan kadar gula darah, menjaga kesehatan mulut, mengatasi sindrom metabolik dan diabetes, menjaga kesehatan jantung dan hati, serta mencegah maag.

Kandungan minyak esensial dalam kapulaga ternyata mampu membunuh beberapa jenis bakteri dan jamur. Bahkan, sebuah penelitian telah membuktikan, minyak esensial kapulaga mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida sp. Jamur tersebut adalah penyebab infeksi pada kulit, mulut, dan organ intim manusia.

Taksonomi Kapulaga sebrang (Elettaria cardamomum)

Penulis : Anisa Putri

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/kapulaga-sebrang-rempah-kaya-manfaat/feed/ 0
Pohon Cengkeh, Flora Kaya Guna yang Diburu Berbagai Bangsa https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-cengkeh/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pohon-cengkeh https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-cengkeh/#respond Wed, 17 Mar 2021 03:00:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=19375 Pohon Cengkeh atau Cengkih (Syzygium aromaticum) adalah sejenis tanaman rempah yang berasal dari keluarga Myrtaceae. Tanaman ini merupakan komoditas asli Indonesia yang banyak juga akrab dengan masyarakat di wilayah Zanzibar, India, Sri Lanka hingga Madagaskar.]]>

Pohon Cengkeh atau Cengkih (Syzygium aromaticum) adalah sejenis tanaman rempah yang berasal dari keluarga Myrtaceae. Tanaman ini merupakan komoditas asli Indonesia yang banyak juga akrab dengan masyarakat di wilayah Zanzibar, India, Sri Lanka hingga Madagaskar.

Melansir berbagai sumber, pemanfaatan cengkeh telah berlangsung sejak abad ke-4. Mulanya flora ini berfungsi sebagai pewangi alami, lalu berkembang menjadi bahan masakan dan ramuan obat.

Di negeri Tiongkok, warga biasa memasukkan cengkeh ke dalam peti mati. Perwira yang ingin menghadap sang kaisar juga wajib mengunyah cengkih agar aroma tubuh dan nafasnya lebih segar.

Menariknya, di wilayah Persia pohon cengkeh justru terkenal sebagai lambang cinta. Baru pada tahun 1980-an lah, tanaman yang satu ini mulai pengrajin campurkan dengan tembakau menjadi rokok kretek.

Morfologi dan Ciri-Ciri Pohon Cengkeh

Secara morfologi, pohon cengkeh termasuk jenis tumbuhan perdu dengan karakteristik batang yang besar dan berkayu keras. Tingginya bisa mencapai 15-40 m dengan kanopi yang berbentuk silindris.

Pada beberapa varietas, bentuk kanopi tersebut bahkan tampak seperti piramid dan bulat telur. Sedang batang percabangannya tergolong banyak dengan bentuk bulat yang mengkilap.

Daun cengkeh memiliki bentuk lonjong sampai elips, panjangnya berkisar 7-13 cm dengan lebar antara 3-6 cm. Letak daun tersebut biasanya berhadap-hadapan, posisinya tepat di bagian ranting.

Sebab bersifat terminal, pembentukan bunga pada tumbuhan ini terjadi di bagian ujung kuncupnya. Proses itu ditandai dengan munculnya tunas-tunas ujung yang tumpul serta berwarna hijau.

Setelah fase pembungaan, terbentuklah buah cengkih sepanjang 2,5-3,5 cm. Diameternya mencapai 1-2 cm, dengan karakterisitk daging yang tebal serta berwarna hijau kemerahan.

Jika sudah masak, buah pohon cengkeh berubah warna menjadi merah tua keungu-unguan. Biji cengkih berbentuk agak memanjang, dengan lebar 0,8 cm dan panjang berkisar 1,5-2 cm.

Berdasarkan penelitian ahli, biji buah tersebut tidak melekat pada bagian dagingnya. Ia juga memiliki dua keping biji dikotil dengan tekstur yang cukup tebal.

Sejarah Penyebaran Pohon Cengkeh di Dunia

Sejak zaman Romawi, cengkeh terkenal sebagai rempah-rempah termahal bersama dengan pala dan merica. Tanaman ini bahkan menjadi alat tukar menukar bangsa Arab pada abad pertengahan.

Di akhir abad ke-15, orang Portugis mengambil jalur perdagangan cengkih di Laut India melalui perjanjian Tordesillas dengan bangsa Spanyol, serta perjanjian dengan Sultan Ternate.

Selanjutnya, orang Portugis membawa rempah-rempah tersebut dari kepulauan Maluku sampai ke dataran Eropa lalu menjualnya dengan harga fantastis, yakni setara 7 g emas per kilonya.

pohon cengkeh

Sejak zaman Romawi, cengkeh dikenal sebagai rempah-rempah termahal bersama dengan pala dan merica. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Kucing Domestik, Hewan Peliharaan Kesayangan Manusia

Dominasi Belanda atas perdagangan pohon cengkeh baru terjadi pada abad ke-17, diikuti dengan Perancis yang berhasil membudidayakan flora tersebut di Mauritius pada tahun 1770-an.

Asal muasal cengkih sendiri sebenarnya masih ahli perdebatkan. Melansir laman resmi Kabupaten Buleleng, flora ini disebut-sebut berasal dari Maluku Utara, Kepulauan Maluku, Filipina atau Irian.

Namun kita patut berbangga hati, sebab pohon cengkeh tertua di dunia ternyata berada di Indonesia. Jenis cengkih ini bernama Afo, ia berumur 416 tahun dengan tinggi mencapai 36,60 m.

Diamater pohon mencapai 198 m dengan keliling batang berkisar 4,26 m. Setiap tahunnya, cengkih yang tertanam di Kelurahan Tongole, Ternate Tengah ini mampu menghasilkan 400 kg bunga.

Manfaat Cengkeh untuk Kesehatan

Ada alasan kuat mengapa bangsa-bangsa terbesar di dunia rela mengarungi samudra untuk mencari keberadaan cengkih, salah satunya karena manfaat dari tumbuhan tersebut.

Seperti yang kita ketahui, manfaat cengkeh untuk kesehatan terhitung sangat banyak. Rempah ini berfungsi sebagai pengawet makanan dan obat herbal karena sifat antioksidan dan antimikrobanya.

Melansir berbagai sumber, pohon cengkeh juga sering masyarakat gunakan sebagai desinfektan, analgesik, serta anestetik pada gigi berlubang. Ia juga ampuh sebagai obat diare, sakit perut, hingga dispepsia.

Manfaat Cengkeh berdasarkan Anatominya

  • Daun Cengkeh; berkhasiat sebagai antibakteri berkat kandungan eugenolnya.
  • Bunga Cengkeh; berguna sebagai obat kolera dan menambah denyut jantung.
  • Minyak Cengkeh; sering digunakan untuk memperkuat lendir usus dan lambung, serta menambah jumlah sel darah putih, mengobati bisul, pengharum mulut dan obat sakit gigi.
  • Bunga Cengkeh; bermanfaat sebagai obat sakit tenggorakan berkat sifat antiseptiknya.

Saat ini Indonesia merupakan negara produsen dan konsumen cengkih terbesar di dunia, utamanya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan rokok kretek.

Di samping khasiat yang terkandung di dalamnya, aroma cengkih adalah salah satu daya tarik bagi bangsa asing. Berdasarkan data FAO (2012), produksi cengkih dalam negeri mencapai 79,25 ribu ton.

Sedangkan produksi pohon cengkeh dunia pada tahun yang sama berkisar 111,65 ribu ton. Dengan kata lain, negara kita memberikan kontribusi sebesar 70,99 % terhadap total produksi cengkih dunia.

Taksonomi Pohon Cengkeh

rempah

Referensi:

Laman Kabupaten Buleleng 

Ike Ridha Rusnani, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Yanningtyas Septyana Putri, dkk., Politeknik Kesehatan Jogja

Penulis: Yuhan Al Khairi, Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pohon-cengkeh/feed/ 0
Menilik Daun Kesum, Rempah Pelengkap Hidangan Laksa https://www.greeners.co/flora-fauna/menilik-daun-kesum-rempah-pelengkap-hidangan-laksa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menilik-daun-kesum-rempah-pelengkap-hidangan-laksa https://www.greeners.co/flora-fauna/menilik-daun-kesum-rempah-pelengkap-hidangan-laksa/#respond Wed, 11 Nov 2020 00:00:25 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=29881 Daun kesum atau bisa disebut daun laksa (Polygonum minus Huds.) merupakan tanaman khas Kalimantan Barat. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan subtropis, yaitu pada tempat yang hangat dan lembap. Warga Kalimantan Barat memanfaatkan flora ini sebagai bahan makanan.]]>

Daun kesum atau daun laksa (Polygonum minus Huds.) merupakan tanaman khas Kalimantan Barat. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan subtropis, yaitu pada tempat yang hangat dan lembap. Warga Kalimantan Barat memanfaatkan flora ini sebagai bahan makanan.

Habitat tanaman kesum berasal dari negara di Asia Tenggara yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Tanaman ini tumbuh liar di daerah yang lembap seperti selokan, sungai rawa, dan danau. Dia juga mampu bertahan hidup pada suhu dingin seperti di daerah perbukitan.

Mengutip Indri Kusharyanti dkk., dari Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak (Untan), morfologi tanaman ini berbentuk semak kurus. Tingginya mencapai 1 meter di dataran rendah dan 1,5 meter pada daerah berbukit. Batang tanaman silinder, berwarna hijau dan sedikit kemerahan. Tanaman ini memiliki daun lanset panjang berukuran 5-7 centimeter dengan lebar 0,5-2centimeter. Daunnya berwarna hijau gelap dan berbau aromatik.

Penelitian lain dari Dewi dkk., Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Untan, menyoroti warga lokal yang telah mengenal daun kesum dan potensinya sebagai antifungi. Berdasarkan kajian fitofarmaka, tanaman kesum memiliki aktivitas antiviral, antibakteri, antijamur, antioksidan, antikanker dan antiulcer. Tanaman kesum mengandung senyawa golongan fenolik, flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid.

Kesum merupakan tanaman yang berpotensi memperbaiki kerusakan paru dan kanker paru. Kemampuan ini berkat kandungan antioksidan, sitotoksik terhadap sel kanker, dan mampu menekan proliferasi sel paru.

Masyarakat Pontianak dan sekitarnya sering memanfaatkan daun kesum sebagai bahan makanan. Daun kesum merupakan tumbuhan yang cukup penting bagi penggemar masakan asam pedas dan laksa. Daun kesum memberikan khasiat yang seimbang, dimana tanaman ini kaya nutrisi beta karoten, klasium, fosforus, vitamin A, dan vitamin C. Adapun bibit daun kesum dijual bebas di toko online dari kisarahan harga Rp 20.000 sampai Rp 200.000.

Menilik Daun Kesum, Rempah Pelengkap Hidangan Laksa

 

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/menilik-daun-kesum-rempah-pelengkap-hidangan-laksa/feed/ 0
Pala, Harta Karun Kepulauan Banda https://www.greeners.co/flora-fauna/pala-harta-karun-kepulauan-banda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pala-harta-karun-kepulauan-banda https://www.greeners.co/flora-fauna/pala-harta-karun-kepulauan-banda/#respond Tue, 16 Jan 2018 05:11:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=19827 Sejarah mencatat bahwa Kepulauan Banda adalah “Harta Karun Tersembunyi” Indonesia, dimana di wilayah ini tersimpan kekayaan sumber daya alam yang tidak bisa dipandang sebelah mata, seperti tanaman pala.]]>

Wilayah timur Indonesia menyimpan daya pikat tersendiri dalam hal keanekaragaman hayati terutama tanaman rempah-rempah. Selain cengkih dan lada, pala merupakan rempah-rempah dari Maluku, khususnya kepulauan Banda, yang sudah sejak lama diincar oleh para saudagar dari Portugis dan Belanda.

Melalui perdagangan, pala dibawa ke seluruh dunia sampai ke Eropa. Tanaman pala tidak dapat tumbuh dengan baik di daerah lain, apalagi di Eropa. Oleh karena itu, pala menjadi salah satu target rempah-rempah yang sangat diincar oleh bangsa asing.

Berdasarkan informasi saat berkunjung ke Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia yang berlokasi di Bogor (dulunya adalah Museum Etnobotani Indonesia), tanaman pala (Myristica fragrans) merupakan pohon hutan yang kecil, tinggi sekitar 18 m dan termasuk dalam family Myristicaceae yang mempunyai sekitar 200 spesies. Tanaman ini tumbuh baik di bawah keteduhan pohon tinggi lainnya.

Kulit kayunya berwarna abu-abu tua, tipis, dan apabila digores menghasilkan cairan merah yang ketika kering berwarna gelap sampai warna darah kering. Sementara daun pala berbentuk bulat telur, pangkal dan pucuknya meruncing. Warna bagian bawah daun hijau kebiru-biruan muda dan bagian atasnya hijau tua.

Tanaman pala rata-rata mulai berbuah pada umur 5 – 6 tahun. Setelah mencapai umur 10 tahun produksi buahnya mulai meningkat hingga mencapai optimum pada umur rata-rata 25 tahun. Produksi umum ini bertahan hingga tanaman pala berumur 60-70 tahun. Tanaman pala dapat berbunga berumah dua (dioecus) yang berarti ada pohon pala yang berbunga betina saja dan ada yang berbunga jantan saja (Rismunandar, 1992).

tanaman pala

Buah pala yang sudah matang akan terbelah dengan sendirinya. Di dalam daging buah, terdapat biji tunggal yang terbungkus fuli berwarna merah dan berbentuk seperti jaring. Foto: wikimedia commons

Buah berbentuk bulat, lebar, ujungnya meruncing. Kulit buahnya licin dan berwarna kuning saat matang, dan daging buahnya cukup banyak mengandung air. Di dalam buah pala terdapat biji pala (nutmeg) dan pembungkus biji (fuli atau mace). Biji dan fuli yang berukuran kecil dan cacat dijadikan serbuk untuk disuling, dikempa atau dijadikan oleoresin (Harris, 1987). Pada buah yang masih muda, kadar minyak atsiri yang dikandung terbilang tinggi.

Biji pala merupakan biji tunggal, berkeping dua, dilindungi oleh tempurung, walaupun tidak tebal namun cukup keras. Bentuk bijinya bulat telur lonjong, bila sudah tua warnanya coklat tua. Tempurung biji di selubungi oleh selubung biji/fuli yang berbentuk jala dan berwarna merah terang. Warnanya ini yang menarik hewan utama persebaran biji pala yaitu kawanan merpati besar (Ducula concinna).

Multiguna

Seluruh bagian buah pala yang terdiri dari daging, fuli dan biji memiliki banyak manfaat dan paling tinggi nilai ekonominya (Rismunandar, 1992). Oleh masyarakat, pala biasanya dimanfaat sebagai bahan penyedap, pengawet, obat, parfum dan kosemetik.

Biji buahnya dijual dan dimanfaatkan sebagai tambahan bumbu masakan yang dapat menghangatkan tubuh. Umumnya digunakan pada makanan manis seperti produk roti, produk minuman, makanan penutup (dessert), hingga bumbu dalam masakan daging. Sementara itu, fuli pala digunakan sebagai bahan penambah rasa pada produk roti, seperti cake, cookies, pie, dan topping, juga sebagai bumbu pada masakan laut, pikel dan minuman (Agoes, 2010).

Di negara-negara Asia Tenggara buah pala dibuat menjadi manisan, dimakan segar, atau dibuat jus. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap untuk kue, puding, sayuran dan minuman penyegar (Trubus, 2012). Daging buah pala juga dapat digunakan menjadi obat kumur mengobati sariawan. Pala bersifat karminatif (peluruh angin), stomakik, stimulan, spasmolitik, dan anti mual (Sunanto, 1993).

Harga jual pala umumnya cukup tinggi, meskipun demikian ekspor buah pala sewaktu-waktu dapat mengalami penurunan yang diakibatkan oleh penurunan mutu buah pala. Penurunan mutu tersebut biasanya disebabkan oleh waktu panen yang kurang tepat dan penanganan pascapanen yang kurang baik.

Sejarah mencatat bahwa Kepulauan Banda adalah “Harta Karun Tersembunyi” Indonesia, dimana di wilayah ini tersimpan kekayaan sumber daya alam yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pada laman nationalgeographic.co.id disebutkan bahwa Banda menghasilkan rempah-rempah seperti pala yang menjadi sumber penghidupan bagi petani pala di perdagangan antar negara. Emas pun tak mampu menandingi betapa bernilainya rempah-rempah ini. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana menjaga keberadaan tanaman pala dari ancaman kelangkaan.

tanaman pala

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/pala-harta-karun-kepulauan-banda/feed/ 0
Tanaman Pandan, Aroma Daunnya Menggugah Selera https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-pandan-aroma-daunnya-menggugah-selera/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tanaman-pandan-aroma-daunnya-menggugah-selera https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-pandan-aroma-daunnya-menggugah-selera/#respond Tue, 20 Jun 2017 08:43:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=17399 Tanaman pandan (Pandanus amaryllifolius) umum digunakan sebagai sebagai pemberi warna hijau pada masakan atau penganan. Uniknya aroma pandan juga menjadi bau khas salah satu binatang yaitu “musang”.]]>

Untuk membuat suatu makanan menjadi lebih harum dan lezat, sebagian orang akan memasukan rempah-rempah atau bahan-bahan alam yang aman dikonsumsi dalam masakannya. Contoh saja pada saat memasak nasi. Nasi yang memiliki aroma wangi akan lebih enak rasanya dan membuat selera makan semakin bertambah.

Salah satunya adalah penggunaan daun dari tanaman pandan, khususnya pandan wangi. Pandan wangi tumbuh di daerah tropis dan merupakan tanaman perdu tahunan dengan tinggi 1–2 m. Daun pada pandan wangi umumnya menjadi bahan alami yang dipakai untuk membuat harum suatu adonan atau makanan.

Uniknya aroma pandan menjadi bau khas salah satu binatang yaitu “musang”. Musang mengeluarkan aroma yang khas dan harum layaknya aroma daun pandan, sehingga banyak orang yang menyebut musang dengan istilah “musang pandan”.

Khasiat lain dari tanaman pandan (Pandanus amaryllifolius) adalah sebagai pemberi warna hijau pada masakan atau penganan dan bahan baku pembuatan minyak wangi. Selain itu pandan juga digunakan sebagai obat tradisional untuk mencegah rambut rontok, menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe, mengobati lemah saraf (neurastenia), tidak nafsu makan, rematik dan sakit disertai gelisah. Pandan wangi juga menjadi tanaman yang potensial untuk menghasilkan minyak atsiri (dikutip dari jurnal ilmiah “Aspirator”, Rina Marina dan Endang Puji Astuti, 2012).

tanaman pandan

Tanaman pandan (Pandanus amaryllifolius). Foto: greeners.co/Sarah R Megumi

Flora dari genus Pandanus ini juga mudah dijumpai di pekarangan atau tumbuh liar dilingkungan sekitar kita. Pandanus umumnya merupakan pohon atau semak yang tegak, tingginya mencapai 3 – 7 m, bercabang dan kadang-kadang batang berduri dengan akar tunjang sekitar pangkal batang.

Daun umumnya besar, panjang mencapai 2 – 3 m, lebarnya 8 – 12 cm. Pada ujung daun berbentuk segitiga lancip-lancip. Tepi daun dan ibu tulang daun bagian bawah berduri, tekstur daun berlilin, berwarna hijau muda dan hijau tua. Bunga jantan dan betina terdapat pada tumbuhan yang berbeda. Buah letaknya terminal atau lateral, soliter atau berbentuk bulir atau malai yang besar (dikutip dari jurnal ilmiah “VIS VITALIS”, Sri Endarti Rahayu dan Sri Handayani, 2008).

Selain itu tanaman ini dapat tumbuh sangat baik di daerah pesisir dengan cahaya matahari penuh, seperti Pandanus furcatus Roxb dan pandan laut. Ada beberapa sumber literatur yang menyebutkan nama ilmiah pandan laut yaitu dikenal sebagai Pandanus odorifer, namun ada juga yang mengatakan pandan laut adalah jenis Pandanus tectorius.

Berbeda dengan pandan wangi, daun pada pandan laut umumnya dipakai sebagai bahan untuk membuat kerajinan anyaman seperti tikar atau keranjang. Panjang daun biasanya 1-2 m dan membentuk sebuah kanopi. Disamping itu biji dan buahnya dapat dimakan mentah atau pun dimasak.

Sekarang pandan laut banyak dijumpai sebagai tanaman yang digunakan untuk menahan abrasi didaerah pantai atau pesisir, terlebih lagi pandan laut menjadi jenis pandan yang paling mudah dibudidayakan. Bahkan seperti yang dilansir oleh laman CNN Indonesia bahwa remaja daerah Malingping, Banten berhasil menemukan fungsi lain pada pandan yaitu sebagai zat alami yang dapat mengusir rayap.

tanaman pandan

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-pandan-aroma-daunnya-menggugah-selera/feed/ 0
Tanaman Kayu Manis, Rempah Manis dari Daerah Tropis https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-kayu-manis-rempah-manis-daerah-tropis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tanaman-kayu-manis-rempah-manis-daerah-tropis https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-kayu-manis-rempah-manis-daerah-tropis/#respond Tue, 13 Jun 2017 13:53:45 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=17327 Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah yang punya rasa manis. Tanaman yang masih satu varietas dengan cemara ini ternyata bermanfaat untuk kesehatan dan mampu mengusir semut!]]>

Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan pengekspor rempah-rempah utama di dunia. Berbicara mengenai rempah-rempah, salah satu rempah-rempah yang diunggulkan di Indonesia adalah ‘The Indonesian Cassi’ atau dikenal juga dengan nama lokal ‘kayu manis’. Tanaman ini merupakan tanaman yang sering dijumpai di daerah tropis.

Apakah kayu manis memang memiliki arti sebagai kayu yang manis? Jawabannya adalah “Ya”. Kayu manis adalah salah satu rempah-rempah yang punya rasa manis. Kayu manis berasal dari kulit kayu. Secara khusus, berasal dari lapisan dalam kulit kayu dari varietas pohon cemara, yakni genus Cinnamomum.

Para petani kayu manis mengelupas bagian kulit luar pohon dan juga bagian kulit dalamnya untuk mendapatkan lapisan kayu manis. Selanjutnya, kayu manis pun dikeringkan. Ketika dikeringkan, maka kayu manis secara alami akan terlipat. Bentuk inilah yang nantinya dipotong menjadi batang atau dihancurkan menjadi bubuk rempah-rempah, seperti yang dilansir dari Huffingtonpost.

85% kayu manis di pasar dunia saat ini berasal dari Indonesia. Tanaman kayu manis yang dikembangkan di Indonesia terutama adalah Cinnamomum burmanii Blume dengan daerah produksinya di wilayah Sumatera Barat dan Jambi (di pegunungan Kerinci), produknya dikenal sebagai cassia-vera atau Korinjii cassia. Produk kayu manis yang diekspor umumnya berupa kulit dari kayu tersebut.

Negara pengimpor utama kayu manis Indonesia antara lain Amerika, Kanada dan Jerman. Indonesia dikenal sebagai produsen utama kayu manis, sayangnya harga jual komoditas tanaman ini sangat rendah karena diekspor dalam bentuk bahan baku.

tanaman kayu manis

Kulit kayu manis yang sudah dikeringkan, dalam bentuk bubuk, dan buah kayu manis kering. Foto: wikimedia.org

Dalam tulisan tesis Aprianto (mahasiswa pascasarjana Universitas Diponegoro, 2011) menjelaskan ciri-ciri morfologi tanaman kayu manis yaitu, tinggi tanaman kayu manis berkisar antara 5-15 m, kulit pohonnya berwarna abu-abu tua berbau khas, kayunya berwarna merah coklat muda. Daun tunggal, kaku seperti kulit, letak berseling, panjang tangkai daun 0,5 – 1,5 cm, dengan 3 buah tulang daun yang tumbuh melengkung.

Bunganya berkelamin dua atau bunga sempurna dengan warna kuning dan berukuran kecil. Kelopak bunga berjumlah 6 helai dalam dua rangkaian. Bunga ini tidak bertajuk bunga. Persarian berlangsung dengan bantuan serangga. Buahnya buah buni berbiji satu dan berdaging. Bentuknya bulat memanjang. Warna buah muda hijau tua dan buah tua ungu tua. Panjang buah sekitar 1,30 – 1,60 cm, dan diameter 0,35 – 0,75 cm. Panjang biji 0,84 – 1,32 cm dan diameter 0,59 – 0,68 cm.

Syarat tumbuh bagi tanaman ini antara lain dipengaruhi oleh ketinggian. Kayu manis dapat tumbuh pada ketinggian hingga 2.000 m dpl. Ketinggian tempat penanaman kayu manis dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta kualitas kulit seperti ketebalan dan aroma.

Keunggulan dari kayu manis sama seperti dengan tanaman obat lainnya. Kayu manis secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung. Kayu manis yang telah diteliti oleh para ahli memiliki efek antidiabetes. Tanaman ini juga dapat mengontrol glukosa darah karena mengandung senyawa polimer tipe-A polifenol. Oleh karena itu, tanaman kayu manis sangat cocok digunakan untuk pengobatan diabetes secara alternatif.

Selain menjadi tanaman obat unggulan, kayu manis justru digunakan sebagai bahan alamiah pengusir semut. Berdasarkan informasi yang didapat, semut yang terkenal menyukai makanan manis nyatanya malah tidak menyukai dan menghindari aroma yang ada pada kayu manis. Untuk mengusir semut di rumah, langkah ini dapat dilakukan yaitu menaburkan bubuk kayu manis di sekitar pintu, jendela dan lantai dimana menjadi jalan masuk semut ke dalam rumah. Selamat mencoba!

tanaman kayu manis

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-kayu-manis-rempah-manis-daerah-tropis/feed/ 0
Andaliman, Si Pedas Khas Tanah Batak https://www.greeners.co/flora-fauna/andaliman-si-pedas-khas-tanah-batak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=andaliman-si-pedas-khas-tanah-batak https://www.greeners.co/flora-fauna/andaliman-si-pedas-khas-tanah-batak/#respond Fri, 05 May 2017 05:01:08 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=16940 Rasanya yang pedas dan getir sering dijumpai dalam makanan khas Batak. Meski dalam bahasa Inggris tanaman ini disebut Sichuan Pepper, namun rempah mungil dari Tanah Batak ini tak lain adalah andaliman.]]>

Indonesia sejak dulu kala memiliki kekayaan akan beragam jenis rempah-rempah. Sudah sepatutnya sebagai generasi penerus bangsa untuk ikut serta menjaga dan mempertahankan warisan kuliner yang berasal dari negeri pertiwi ini, agar kelak tidak dirampas atau diakui oleh negara lain.

Selain cengkih, andaliman menjadi salah satu jejak sejarah perjalanan bumbu Indonesia dalam peta bumbu dunia. Andaliman, yang dalam bahasa Inggris populer disebut Sichuan Pepper, merupakan sejenis rempah-rempah khas Sumatera Utara yang sering digunakan sebagai bumbu pada makanan khas Batak.

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam famili Rutaceae. Secara geografis, persebaran andaliman banyak tumbuh di Cina dan Himalaya. Di Indonesia, tumbuhan ini banyak ditemukan tumbuh liar di beberapa daerah Sumatera Utara, pada ketinggian 1.200 – 1.400 mdpl.

buah andaliman

Buah andaliman yang masih muda. Foto: wikimedia.org

Bentuk andaliman ini kecil dan mirip dengan merica, tidak dipungkiri andaliman juga dijuluki sebagai merica batak. Andaliman merupakan tumbuhan semak, tegak, dengan tinggi mencapai 5 meter. Andaliman juga memiliki aroma yang unik seperti wangi buah lemon. Buah andaliman mengandung senyawa aromatik dengan rasa pedas dan getir yang khas, serta hangat. Mulai dari batang hingga daunnya ditumbuhi duri. Daunnya pun tersebar, bertangkai, majemuk menyirip beranak daun gasal. Daun tersebut juga mengandung kelenjar minyak.

Berdasarkan penelitian Benedicta Lamria Siregar (2012) pada majalah ilmiah ‘Media Unika’, mengemukakan bahwa biji andaliman sulit berkecambah. Petani biasanya tidak memperbanyak sendiri tanaman ini, namun menggunakan bibit liar. Petani percaya bahwa perkecembahan biji andaliman disebabkan oleh burung, bahkan bergantung pada burung.

Disamping berfungsi sebagai bumbu masakan tradisional, beberapa penelitian tentang andaliman membuktikan bahwa, buah pada andaliman memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba. Seperti dilansir pada laman perkebunan.litbang.pertanian.go.id, minyak atsiri dari buah andaliman terdiri dari beberapa senyawa terpen seperti geraniol, linalool, dan limonen, yang dilaporkan memiliki sifat antioksidan.

Selain itu, serbuk buah andaliman mampu menghambat pertumbuhan bakteri seperti Eschericia coli, Salmonella typhimurium, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus dan Pseudomonas fluorescens.

Berdasarkan sifat antioksidan dan antimikrobanya menjadikan buah andaliman berpotensi sebagai bahan pengawet alami, menggantikan pengawet sintetik yang telah diketahui membahayakan bagi kesehatan manusia. Manfaat lain buah andaliman berdasarkan penelitian adalah sebagai insektisida untuk menghambat pertumbuhan serangga Sitophilus zeamais (hama bubuk jagung). Efeknya berupa daya tolak makan serangga atau mengurangi selera makan serangga.

buah andaliman

 

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/andaliman-si-pedas-khas-tanah-batak/feed/ 0