Tanaman - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tanaman/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 29 May 2022 02:57:01 +0000 id hourly 1 PlantWave, Gawai “Ajaib” yang Bisa Dengarkan Nyanyian Alam https://www.greeners.co/ide-inovasi/plantwave-gawai-ajaib-yang-bisa-dengarkan-nyanyian-alam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=plantwave-gawai-ajaib-yang-bisa-dengarkan-nyanyian-alam https://www.greeners.co/ide-inovasi/plantwave-gawai-ajaib-yang-bisa-dengarkan-nyanyian-alam/#respond Sun, 29 May 2022 02:57:01 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=36296 Perkembangan teknologi kini semakin pesat dan canggih hingga mampu membuat hal-hal yang sebelumnya dirasa mustahil menjadi memungkinkan untuk terwujud. Baru-baru ini, sebuah perusahaan startup asal Amerika Serikat, Data Garden, berhasil […]]]>

Perkembangan teknologi kini semakin pesat dan canggih hingga mampu membuat hal-hal yang sebelumnya dirasa mustahil menjadi memungkinkan untuk terwujud. Baru-baru ini, sebuah perusahaan startup asal Amerika Serikat, Data Garden, berhasil menciptakan teknologi “ajaib” yang mampu mendengarkan alam bernyanyi. Terdengar seperti hal yang mustahil, bukan? Namun mereka berhasil mewujudkannya dengan menghadirkan gawai unik bernama PlantWave.

“Kami menyadari bahwa alam menawarkan suara-suara yang dapat menginspirasi banyak orang,” tulis Data Garden dalam situs resmi PlantWave. “Berawal dari situlah kami terinspirasi untuk menghubungkan alam dengan teknologi yang mampu mengubah gelombang suara tanaman menjadi sebuah nada.”

PlantWave sendiri merupakan sebuah gawai berukuran kecil, tidak lebih besar daripada ukuran telapak tangan, yang berbentuk menyerupai speaker atau radio. Alat tersebut terbuat dari kayu dan PVC daur ulang yang ramah lingkungan dan dapat kita daur ulang terus menerus. Data Garden melengkapi alat tersebut dengan dua buah sensor menyerupai stetoskop yang mampu mendengar gelombang suara pada tanaman.

Dengan adanya sensor tersebut, PlantWave mampu menerjemahkan gelombang suara pada tanaman menjadi suara yang bernada. Gelombang suara pada tanaman berasal dari aktivitas listrik yang terjadi ketika tanaman sedang berfotosintesis dan memindahkan kloroplas. Setelahnya, nada tersebut akan dikembangkan kembali menjadi musik secara otomatis. Untuk mendengarkan nyanyian alam dengan menggunakan PlantWave, kita juga membutuhkan aplikasi khusus yang dapat kita install dalam ponsel.

PlantWave Bantu Pendengarnya Semakin Terhubung dengan Alam

Seorang peneliti dari Universitas Chiba di Jepang, Park B.J, membuktikan dalam studinya bahwa mendengarkan suara-suara di alam dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Dengan mendengarkan suara-suara alam, tubuh akan terasa tenang, kadar kortisol menurun dan tekanan darah pun menjadi lebih rendah. PlantWave dapat membantu kita untuk mendapatkan manfaat-manfaat tersebut.

“Mendengarkan nyanyian alam bersama PlantWave dapat membuat pendengarnya semakin terhubung dengan alam. Selain itu, mendengarkan suara-suara dari alam juga dapat mengurangi stress, meningkatkan kreativitas dan menjernihkan pikiran,” tulis Data Garden.

Bagaimana, apakah Sobat Greeners tertarik untuk mencoba gawai “ajaib” yang satu ini?

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Situs Resmi PlantWave

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/plantwave-gawai-ajaib-yang-bisa-dengarkan-nyanyian-alam/feed/ 0
Bunga Teratai, Tanaman Air yang Penuh Filosofi https://www.greeners.co/flora-fauna/bunga-teratai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bunga-teratai https://www.greeners.co/flora-fauna/bunga-teratai/#respond Mon, 18 Jan 2021 00:00:36 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=16336 Anda pecinta tanaman hias? Pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Bunga Teratai. Tumbuhan air yang kerap digunakan sebagai penghias kolam ini memang mempunyai warna yang indah. Selain itu, teratai juga dikenal memiliki segudang filosofi dan penting bagi kehidupan manusia.]]>

Anda pecinta tanaman hias? Pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Bunga Teratai. Tumbuhan air yang kerap digunakan sebagai penghias kolam ini memang mempunyai warna yang indah. Selain itu, teratai juga dikenal memiliki segudang filosofi dan penting bagi kehidupan manusia.

Tidak main-main, untuk masyarakat India tumbuhan yang satu ini adalah bunga yang suci, bunga ini warga hindu India percayai mampu menolak bala serta memberi pencerahan bagi orang yang menanamnya.

Di Indonesia makna dan filosofi teratai juga tidak jauh berbeda. Dalam konteks kebudayaan Hindu-Buddha flora ini merupakan kesukaan para dewa, menjadi lambang kesucian dan kemuliaan.

Maka dari itu, banyak orang yang tertarik menanam bunga teratai untuk beragam kebutuhan. Dalam bidang pengobatan alternatif, tumbuhan ini juga diklaim mampu mengobati serta menangkal berbagai macam penyakit.

Morfologi dan Ciri-Ciri Teratai

Bunga teratai (Nymphaea) adalah nama genus dari tanaman air bersuku Nymphaeaceae. Penyebutannya dalam bahasa inggris yakni Waterlily. Flora ini  dapat hidup di permukaan air dan mengapung di atasnya.

Berkat cirinya tersebut, sebagian masyarakat sering menyamaratakan nymphaea dengan tumbuhan Lotus. Meski begitu, nyatanya kedua flora ini mempunyai genus dan morfologi yang berbeda.

Secara umum Lotus berasal dari genus Nelumbo yang terdiri dari tiga varian warna, yakni merah muda, putih dan coklat muda. Tanaman ini hidup di air namun tidak mengapung di atasnya.

Berbeda dengan teratai, menurut para ahli salah satu tanaman tertua yang ada di bumi ini bisa kita identifikasi berdasarkan bagian-bagian berikut ini:

1. Bunga Teratai

Bagian bunga dari tumbuhan ini dapat tumbuh antara 5-10 cm. Warnanya terbilang sangat variatif tergantung dari jenisnya, seperti warna putih bersih, merah muda, ungu kebiruan dan sebagainya.

Salah satu keunikan dari bunga tersebut adalah ia dapat terbuka sepanjang hari, lalu tertutup saat matahari terbenam. Apabila terbuka ukuran luas bunga bisa mencapai 12 inchi, lho.

Namun sumber yang berbeda menyebut bunga ini mekar dalam waktu beberapa jam saja seperti saat malam hingga pagi hari, pagi ke tengah hari, atau sebelum matahari menyengat.

bunga teratai

Warna flora ini sangat variatif tergantung dari jenisnya, seperti warna putih bersih, merah muda, ungu kebiruan, dan sebagainya. Foto: Shutterstock.

2. Daun Teratai

Bersama dengan bunga, daun teratai juga mengapung di atas air. Ukuran daun ini cukup besar, yakni mencapai 1-2 m. Bentuk daunnya bulat dengan pinggiran halus dan agak menggulung.

Warnanya pun sangat bervariasi, mulai dari hijau muda sampai hijau tua. Biasanya, bagian daun pada tumbuhan tersebut para kodok manfaatkan sebagai tempat beristirahat.

3. Tangkai Teratai

Tangkai teratai bisa kita temukan pada bagian tengah daun. Tangkainya ini berasa dari rizoma yang ada di dalam lumpur atau bagian dasar lokasi tumbuhan tersebut berkembang biak.

Memang, bunga teratai sendiri banyak hidup di kolam, sungai ataupun rawa-rawa dengan perairan tenang. Tangkai teratai dapat tumbuh menjalar serta berbentuk tegak.

4. Akar Teratai

Sebab letaknya di bawah permukaan air, agak sulit memang melihat bentuk akar teratai. Namun menurut para ahli, akar tersebut berbentuk bulat dan memanjang dengan warna putih kekuningan.

Bentuknya sendiri mirip seperti ubi rambat. Akan tetapi jika pada ubi rambat bagian akarnya tidak berongga, akar tumbuhan teratai justru memiliki rongga sejumlah 8-12 ruas.

5. Biji Teratai

Selain menjadi bahan masakan, biji teratai juga esensial dalam proses pembibitan bunga. Namun, kualitas dari biji tersebut harus kita lihat dari warnanya.

Biji yang masih muda atau berwarna merah bata tidak layak konsumsi maupun menjadi bibit. Biji dengan kualitas baik dapat kita tandai dari warnanya yang cokelat tua dan penuh dengan selaput putih.

Asal-Usul dan Manfaat Bunga Teratai

Tak banyak yang mengetahui jika bunga teratai sudah ada mulai dari zaman purba. Para peneliti bahkan mengungkapkan, tumbuhan yang satu ini setidaknya sudah berumur lebih dari 100 tahun.

Pada mulanya – tepatnya sebelum zaman es, bunga ini banyak hidup di wilayah Eropa. Namun pada zaman Mesir kuno, tumbuhan tersebut mulai tertanam di sekitar area sungai Nil.

Bagi masyarakat Mesir Kuno, keberadaan waterlily juga sama pentingnya. Melalui temuan artefak di makam Ramses II, para pakar berargumen jika masyarakat pada waktu itu kerap menggunakan bunga ini dalam upacara adat.

Begitu pula dengan masyarakat Bali, warga Pulau Dewata (terutama yang beragama Hindu-Buddha) kerap memanfaatkan tanaman ini sebagai sarana upakara/banten atau acara keagamaan.

Tidak cuma itu, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, bunga teratai juga digadang-gadang menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan manusia, seperti:

  • Air rebusan biji teratai bermanfaat untuk mengatasi diare.
  • Ekstrak kelopak teratai berguna mengatasi kulit berminyak dan mencegah jerawat.
  • Mengonsumsi air rebusan akar teratai dipercaya dapat menyehatkan jantung.
  • Bijinya juga bermanfaat untuk mengurangi peradangan dalam tubuh.
  • Jus rimpang buah teratai diklaim mampu mengobati diare dan juga batuk.

Bagaimana, banyak sekali ‘kan kegunaan bunga teratai? Sebelum Anda memanfaatkannya jangan lupa olah bunga tersebut secara benar, agar manfaatnya benar-benar terasa pada tubuh kita.

Taksonomi Bunga Teratai

teratai air

Referensi

Chatimatun Nisa, dkk.,Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru

Gusti Ayu Nyoman Budiwati dan Eniek Kriswiyanti, Universitas Udayana

Lilik Istria, Institut Seni Indonesia

Bakti Nur Ismuhajaroh, dkk., Universitas Lambung Mangkurat

Penulis: Yuhan Al Khairi, Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/bunga-teratai/feed/ 0
Tanaman Karnivora: Cara Perawatan si Pelahap Serangga https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-karnivora/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tanaman-karnivora https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-karnivora/#respond Sat, 21 Nov 2020 00:00:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=30001 Ada jenis tanaman yang menarik dan tidak biasa untuk orang-orang yang hobi bercocok tanam, yaitu tanaman karnivora.]]>

Sering kita saksikan dalam dokumenter karena sifatnya yang begitu unik, inilah tanaman karnivora. Greeners membahas lima jenis tanaman ini dan cara perawatannya, bagi Anda yang ingin memelihara mereka di rumah.

Tanaman Pemakan Serangga dan Protozoa

Era pandemi yang tak kunjung usai membuat setiap orang memutar otak. Orang-orang berusaha untuk tetap produktif selama di rumah demi menghindari bepergian karena virus Covid-19 yang menghantui. Muncullah berbagai macam kegiatan yang saat ini mulai menjadi kegemaran banyak orang, salah satunya adalah bercocok tanam. Bercocok tanam adalah kegiatan yang menguntungkan. Selain bermanfaat bagi kesehatan mental, kita juga bisa mendapatkan hasil dari usaha kita mengelola tanaman yang kita miliki. Misalnya seperti hasil panen, mempercantik rumah, dan lain-lain. Saat ini, kebanyakan orang memilih untuk menanam tanaman hias, sayuran, atau buah-buahan. Padahal ada jenis tanaman yang menarik dan tidak biasa untuk orang-orang yang hobi bercocok tanam, yaitu tanaman karnivora.

Darwin dalam Insectivorous Plants menuliskan, tanaman karnivora adalah tanaman yang memperoleh sedikit atau sebagian besar energi dan kebutuhan nutrisinya dari jaringan hewan seperti serangga dan protozoa. Tanaman ini bisa kita temukan secara umum di berbagai lokasi di dunia, maka dari itu sangat besar peluang untuk kita menanam dan merawatnya di rumah. Menyadur dari Gardeners’ World, berikut adalah beberapa jenis tanaman karnivora dan cara untuk merawatnya.

Lima Jenis Tanaman Karnivora dan Cara Perawatannya

1. Dionaea muscipula, Tanaman Karnivora Pemakan Lalat

Tanaman ini dapat memikat lalat untuk hinggap di perangkapnya, sampai akhirnya lalat itu menjadi makanannya karena

Tanaman karnivora Dionaea muscipula

Dionaea muscipula memikat dan memangsa lalat. Foto: Shutterstock.

 biasanya memiliki 3 rambut halus yang sangat sensitif di tiap sisi perangkapnya, dan ketika 2 dari rambut halus tersebut merasakan adanya rangsangan dalam waktu 30 detik, maka perangkapnya akan menutup.

Cara perawatan tanaman karnivora ini yaitu dengan menyuplai banyak cahaya. Sebisa mungkin meletakkan Dionea muscipula di luar rumah yang terkena paparan sinar matahari. Selain itu, pot yang berisi tanaman Dionaea muscipula harus selalu teredam air murni, misalnya dengan air sulingan atau air hujan.

2. Drosera binata var. multifida

Biasa kita kenal dengan sundew daun bercabang. Jenis tanaman karnivora yang satu ini memiliki daun yang menjuntai dan bertentakel merah, yang terlihat hampir mirip dengan pakis. Mereka menjebak mangsa dengan sekresi manis yang berkilau dan akan menempel pada serangga atau mangsa lainnya. Spesies ini mampu membengkokkan daun dan tentakelnya di sekitar mangsa yang terperangkap, yang memungkinkan lebih banyak enzim pencernaan yang bersentuhan untuk mempercepat pencernaan.

Penanamannya dapat kita lakukan di keranjang gantung, dan jika Anda dapat menjaga tanahnya tetap lembap, maka cara ini merupakan cara terbaik untuk memamerkan daun bercabang yang menarik dan bisa menjuntai ke bawah.

Drosera binata tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari penuh dan media yang netral sampai asam dan miskin nutrisi. Lakukan penyiraman berkala pada tanaman ini, idealnya dengan menggunakan air hujan. Tanaman karnivora ini juga ada di Indonesia dan cocok dengan iklim tropis.

3. Nepenthes x ventrata, Tanaman Karnivora Berkantong

Spesies ini adalah tanaman kantong semar yang berasal dari hutan di Asia Tenggara, India, Madagaskar, dan Australia yang terkenal dengan nama ‘Monkey Cups’, karena kebiasaan monyet minum dari kendi. Kantong ini sebenarnya adalah mutasi daun yang telah berevolusi untuk menarik dan kemudian menjebak serangga. Setelah terperangkap, serangga jatuh ke dalam cairan di dasar kantong dan nutrisinya dapat tercerna dan terserap ke dalam tanaman.

Jika mendapatkan jumlah cahaya yang tepat, atau kamar mandi yang lembap dapat menjadi tempat yang tepat untuk mereka, karena spesies ini termasuk yang paling mudah untuk tumbuh. Namun, untuk hasil terbaik, tanam Nepenthes x ventrata pada suhu kamar di pot atau keranjang gantung dengan kompos yang miskin akan hara. Simpan di tempat yang terang tetapi jauh dari sinar matahari langsung. Tidak perlu memberi tanaman ini makan, ia akan menangkap makanannya sendiri.

Baca juga: Empat Puluh Persen Flora Dunia Terancam Punah

4. Sarracenia minor ‘Okefenokee Giant’

Tutup kantong kecil yang ada pada tanaman ini membentuk kanopi berkubah di atas jebakannya, dan bagian belakangnya terdapat banyak bintik putih yang dapat membantu tanaman ini menarik mangsa. Tanaman ini memiliki ukuran dengan tinggi kurang lebih 80cm dan menyebar 20cm. untuk hasil terbaik, tanam di kompos yang miskin nutrisi dan jaga agar tetap lembap setiap saat. Jika Anda hidup di negara yang memiliki musim dingin, biarkan tanaman ini mati pada musim tersebut dan singkirkan dedaunan yang mulai cokelat. Jaga kompos tetap lembap tetapi jangan terlalu banyak air. Tanaman ini harus butuh yang sedang-sedang saja, tidak boleh terlalu panas atau juga terlalu dingin.

5. Utricularia alpina

Tanaman ini memiliki jaringan batang bawah tanah yang biasa terkenal dengan sebutan stolon. Pintu jebakan untuk mangsa ada pada stolon. Di bagian luarnya terdapat bulu-bulu pemicu seperti Venus Flytrap, namun agak berbeda karena bulu pemicu pada Utricularia lebih mekanis. Ketika bulu-bulu ini merasakan sentuhan, pintu jebakan akan terbuka dan menghisap mangsa terdekat yang biasanya terdiri dari protozoa. Untuk berfotosintesis, stolon menghasilkan pucuk daun yang menembus permukaan tanah.

Suhu yang baik untuk tanaman ini adalah sekitar 21 hingga 27 derajat celcius dan kadar kelembapan lebih dari 60%. Tanaman ini bisa tumbuh dalam cahaya redup ataupun terang. Namun jika bertumbuh dalam cahaya redup akan menghasilkan daun yang jauh lebih besar. Menumbuhkannya dalam pot jaring adalah hal yang baik karena stolon menyukai sirkulasi udara yang bagus. Sebagian besar penanam berhasil dengan kombinasi lumut Sphagnum berserat panjang, Sphagnum hidup, dan agregat seperti bongkahan kulit kayu dan perlit.

Meskipun banyak tantangan untuk memelihara tumbuhan karnivora, tetapi Anda jadi semakin ahli dalam bercocok tanam. Seiring pertumbuhan tanaman karnivora, Anda akan belajar banyak karena perawatan tanaman karnivora lebih kompleks dibanding tanaman hias, sayuran atau tumbuhan. Dengan mempelajari dan merawat tumbuhan karnivora, Anda pun tidak bosan di rumah karena sibuk bercocok tanam. Selamat mencoba!

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/tanaman-karnivora/feed/ 0
Sheedo Ciptakan Kertas Berbenih Tanaman https://www.greeners.co/ide-inovasi/sheedo-ciptakan-kertas-berbenih-tanaman/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sheedo-ciptakan-kertas-berbenih-tanaman https://www.greeners.co/ide-inovasi/sheedo-ciptakan-kertas-berbenih-tanaman/#respond Sat, 11 Apr 2020 00:50:05 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=26759 Produk kertas berbenih milik Sheedo ini, mengganti selulosa dengan kapas sisa dari industri tekstil maupun bahan yang tidak memenuhi standar pemrosesan.]]>

Kertas telah menjadi kebutuhan di kalangan masyarakat Indonesia. Daur ulang kertas untuk mengganti pohon sebagai bahan baku pembuatan kertas juga telah banyak digunakan. Namun, bagaimana jika produsen membuat kertas berbenih yang dapat tumbuh menjadi tanaman?

Salah satu perusahaan rintisan (start up) Sheedo, merupakan produsen sekaligus inovator yang telah mengembangkan produk kertas berbenih. Diprakarsai oleh tiga pengusaha muda, mereka ingin mewujudkan sebuah ide revolusi di bidang industri kertas. Sebab industri kertas dinilai sebagai salah satu penyebab laju deforestasi dan polusi dunia.

Produk kertas berbenih milik Sheedo ini, mengganti selulosa dengan kapas sisa dari industri tekstil, atau dari kelebihan produksi, maupun bahan yang tidak memenuhi standar pemrosesan. Produsen juga tidak perlu menebang pohon untuk membuat kertas benih atau menggunakan bahan kimia sebagai pemutih.

Baca juga: Wattsun, Energi Hijau untuk Festival Musik

Produsen berbasis di Spanyol ini menghasilkan sebuah kertas yang mudah terurai dan 100 persen berkelanjutan. Kandungan benih di dalam kertas Sheedo terdiri dari empat macam benih seperti tomat, chamomile, lavender, wortel, dan zinna. Namun, menurut pendiri Sheedo, Gloria Gubianas, semua benih tadi tidak berkecambah dengan baik sehingga harus terus diperhatikan.

Melansir situs Sheedo.es, produk berkelanjutan yang ditawarkan Sheedo di antaranya undangan pernikahan, label untuk merek yang berkelanjutan, kartu ulang tahun, kartu pos, tatakan gelas, kartu ucapan, maupun buku catatan.

Para inovatornya mengatakan, kertas benih ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing klien. Dengan peran yang sederhana, perusahaan mampu mentransmisikan nilai-nilai berkelanjutan atau membuat konsep pesan bagi alam. Misalnya, untuk kampanye pemasaran yang ingin menyoroti nilai-nilai lingkungan.

Sheedo

Foto: sheedo.es

Selain dapat terurai secara hayati, kertas benih ciptaan Sheedo ini dapat digunakan untuk menulis atau mencetak. Keunggulan lainnya, setelah digunakan kertas benih tidak perlu didaur ulang. Pengguna cukup memotong dan menyebarnya ke dalam pot dengan sedikit tanah basah serta disiram setiap hari. Hasilnya, beberapa hari tanaman akan mulai tumbuh.

Saat ini perusahaan yang berdiri sejak tahun 2017 ini telah memiliki omset 200.000 euro per tahun. Sheedo juga menggandeng beberapa perusahaan besar seperti Coca-Cola, Danone, Telefónica, dan Oysho untuk menciptakan perusahaan yang berkelanjutan.

Baca juga: Sampo Kelereng Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Tidak hanya berbisnis, perusahaan rintisan ini juga berkomitmen untuk melindungi perdagangan kertas dan berbagai praktik baik lain. Start up Sheedo mendukung perdagangan tradisional yang berkaitan erat dengan kegiatan ekonomi di wilayah mereka berproduksi, yakni di pabrik kertas La Farga.

Sheedo mulai memperkenalkan inovasi di bidan kertas ini terutama kepada kaum muda. Untuk melakukan ini, mereka mengatur kunjungan, loka karya, membuat kursus yang dirancang untuk semua tingkat pendidikan. Upaya ini sebagai bentuk promosi sekaligus mengembangkan kemampuan kreatif dengan berbagai tingkat kecerdasan.

“Kami ingin mentransmisikan penggunaan kertas yang merupakan bahan penting untuk transmisi pengetahuan, teknologi, dan kemanusiaan,” kata Gloria.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/sheedo-ciptakan-kertas-berbenih-tanaman/feed/ 0
Taman Vertikal Tertinggi di Dunia https://www.greeners.co/ide-inovasi/taman-vertikal-tertinggi-di-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=taman-vertikal-tertinggi-di-dunia https://www.greeners.co/ide-inovasi/taman-vertikal-tertinggi-di-dunia/#respond Thu, 12 Mar 2015 10:04:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8115 Jika tidak ada lahan untuk bercocok tanam, tak masalah jika harus membangun tamannya secara vertikal. Lihat saja taman vertikal di Kota Sidney, Australia. Sydney menjadi kota yang membangun taman vertikal […]]]>

Jika tidak ada lahan untuk bercocok tanam, tak masalah jika harus membangun tamannya secara vertikal. Lihat saja taman vertikal di Kota Sidney, Australia. Sydney menjadi kota yang membangun taman vertikal tertinggi di dunia. Taman ini dianggap sebagai masa depan arsitektur perkotaan.

One Central Park merupakan bagian dari “urban village” di pusat Kota Sydney yang didalamnya terdapat perumahan, toko ritel, dan ruang kolaboratif bagi seniman dan arsitek. Kompleks ini dibuat mirip dengan ikon kota New York, yaitu Central Park. Taman ini dibangun menjauh dari pusat kota yang ramai, tersedia lapangan rumput yang luas, bioskop luar ruang, dan dapat dijadikan tempat untuk mengadakan festival dan acara musik.

Sekitar 250 spesies bunga dan tanaman asli Australia ada di One Central Park. Foto: www.inhabitat.com

Sekitar 250 spesies bunga dan tanaman asli Australia ada di One Central Park. Foto: www.inhabitat.com

One Central park sendiri adalah taman yang melingkupi gedung setinggi 166 meter. Taman ini hasil rancangan arsitek asal Paris, Jean Nouvel dan seniman sekaligus ahli botani, Patrick Blanc. Taman vertikal ini memamerkan 250 spesies bunga dan tanaman asli Australia. Tanaman anggur dan tanaman merambat lainnya dapat kita lihat menjalar subur dan indah di setiap lantai balkonnya.

Foto: www.inhabitat.com

Gambar desain rancang bangun One Central Park. Foto: www.inhabitat.com

Keunikan lainnya pada gedung ini berada pada puncak menaranya. Terdapat cermin yang dilengkapi mesin sebagai penggerak untuk menangkap sinar matahari dan memancarkannya langsung ke bunga dan tanaman yang ada di gedung tersebut. Di malam hari, gedung menjadi hidup karena gemerlap lampu LED hasil rancangan seniman pencahayaan, Yann Kersalé.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/taman-vertikal-tertinggi-di-dunia/feed/ 0
“Green Waters”, Kamar Mandi Ramah Air https://www.greeners.co/ide-inovasi/green-waters-kamar-mandi-ramah-air/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=green-waters-kamar-mandi-ramah-air https://www.greeners.co/ide-inovasi/green-waters-kamar-mandi-ramah-air/#respond Fri, 20 Feb 2015 06:01:09 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_technology&p=7480 Banyak air terbuang begitu saja pada waktu kita mandi atau saat memencet tombol flush di toilet. Padahal air dari limbah rumah tangga ini dapat digunakan kembali, salah satunya untuk menyiram […]]]>

Banyak air terbuang begitu saja pada waktu kita mandi atau saat memencet tombol flush di toilet. Padahal air dari limbah rumah tangga ini dapat digunakan kembali, salah satunya untuk menyiram tanaman. Tapi, bagaimana cara mengelola air kotor tersebut?

Patrick Nadeau meluncurkan ide mendaur ulang air kotor limbah rumah tangga, khususnya air yang berasal dari kamar mandi. Dalam karya yang ia namakan Green Waters, Patrick Nadeau memperlihatkan kamar mandi yang dilengkapi aneka macam tumbuhan, termasuk tanaman gantung. Berada di kamar mandi rancangan Nadeau rasanya seperti berada di tengah hutan yang canggih!

Patrick Nadeau mengubah sistem pengolahan air kotor konvensional dengan memanfaatkan tetumbuhan yang dapat menyaring air. Foto: www.contemporist.com

Patrick Nadeau mengubah sistem pengolahan air kotor konvensional dengan memanfaatkan tetumbuhan yang dapat menyaring air. Foto: www.contemporist.com

Nadeau merancang kamar mandi yang mana air buangannya dipakai untuk menyiram tanaman-tanaman yang ada di kamar mandi tersebut. Air kotor tidak lagi langsung dibuang ke pipa pembuangan air kotor, melainkan didaur ulang dalam satu tempat yang sama.

Patrick Nadeau mengubah sistem pengolahan air kotor konvensional yang menggunakan bahan kimia dan dapat mencemari air. Ia menggunakan aneka tanaman yang dapat menyaring kotoran dengan teknologi seperti toilet kompos. Tanaman yang digunakan adalah sejenis tanaman rawa yang ia tempatkan di kamar mandi dimana perputaran air tersebut berada. Cara ini dapat membantu melestarikan air dengan menghemat, mendaur ulang, dan memfilter air secara alami.

Foto: www.contemporist.com

Foto: www.contemporist.com

Baru-baru ini kamar mandi Green Waters rancangan Nadeau dipamerkan di Ideo Bain di Paris, Perancis. Ia merancang kamar mandi ini untuk LG Hausys dan berkolaborasi dengan HI-MACS .

(G15)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/green-waters-kamar-mandi-ramah-air/feed/ 0
APP Hentikan Seluruh Kegiatan Pembukaan Hutan Alam https://www.greeners.co/berita/app-hentikan-seluruh-kegiatan-pembukaan-hutan-alam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=app-hentikan-seluruh-kegiatan-pembukaan-hutan-alam https://www.greeners.co/berita/app-hentikan-seluruh-kegiatan-pembukaan-hutan-alam/#respond Wed, 06 Feb 2013 04:39:32 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3305 Jakarta – Kelompok perusahaan manufaktur pulp dan kertas Asia Pulp and Paper Grup (APP) mengumumkan kebijakan perusahaannya untuk menghentikan pembukaan hutan alam di seluruh rantai pasokannya di Indonesia mulai 1 […]]]>

Jakarta – Kelompok perusahaan manufaktur pulp dan kertas Asia Pulp and Paper Grup (APP) mengumumkan kebijakan perusahaannya untuk menghentikan pembukaan hutan alam di seluruh rantai pasokannya di Indonesia mulai 1 Februari 2013. Seluruh pemasok APP telah menangguhkan aktivitas pembukaan lahan hutan alam hingga selesainya penilaian independen untuk mengidentifikasi area bernilai konservasi tinggi atau Hutan Bernilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value Forest, HCVF).

Penilaian Stok Karbon Tinggi (High Carbon Stock/HCS) dilakukan oleh The Forest Trust (TFT) akan mengidentifikasi seluruh area dengan tutupan hutan. Area yang diidentifikasi memiliki nilai konservasi tinggi akan dilindungi melalui program pengelolaan jangka panjang.  APP mengklaim hal tersebut untuk memastikan bahwa pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) di masa datang tidak akan dilakukan di hutan.

Dalam pernyataan APP yang diterima Greeners menyebutkan kebijakan APP untuk Perlindungan Hutan diumumkan kemarin Selasa (5/2) dalam acara peluncuran laporan kemajuan triwulan kedua dari Sustainability Roadmap APP Visi 2020 yang dikeluarkan pada bulan Juni 2012.

Program Sustainability Roadmap APP menargetkan dicapainya implementasi prinsip HCVF dan penghentian pembukaan hutan alam di seluruh rantai pasokannya pada tahun 2015, tetapi bisa dicapai dua tahun lebih cepat dari target.

APP telah menyatakan bahwa kebijakan HCVF dan HCS akan segera diterapkan terhadap seluruh perluasan atau pengembangan bisnisnya. APP juga mendorong pihak ketiga untuk ikut serta dalam program pemantauan untuk memastikan bahwa komitmen ini diimplementasikan dengan baik.

Teguh Ganda Wijaya, Chairman APP mengatakan pengumuman kebijakan tersebut merupakan sebuah komitmen dan investasi yang besar dari Grup APP. “Kami melakukan hal ini untuk keberlanjutan bisnis kami dan untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap para pemangku kepentingan kami dapat mendukung kebijakan baru kami, turut membantu dalam proses perjalanannya, serta mendorong pemain industri lain untuk mengikuti langkah ini,” kata Teguh.

Sedangkan Robin Mailoa, CEO Sinar Mas Forestry, menyatakan Sinar Mas Forestry sepenuhnya berkomitmen untuk menerapkan kebijakan perlindungan hutan yang baru ini di seluruh rantai pasokan mereka. “Tentunya hal ini akan menimbulkan tantangan bagi para pemasok kami, tetapi kami yakin bahwa dengan dukungan dari para pemangku kepentingan kami di tingkat pemerintahan dan masyarakat, kami akan dapat berhasil,” katanya.

Sementara Aida Greenbury, Managing Director Sustainability & Stakeholder Engagement APP, menyatakan komitmen APP sebagai bagian dari rencana mereka untuk mendukung strategi pembangunan rendah karbon dari pemerintah untuk memajukan ekonomi Indonesia.

“Kebijakan Perlindungan Hutan kami yang baru ini memposisikan perusahaan kami untuk menjadi perusahaan kertas terdepan dunia yang menggunakan pasokan bahan baku hanya dari Hutan Tanaman Industri,” kata Aida mengklaim.

Menurut Scott Poynton, Executive Director TFT, perubahan APP menuju kebijakan “Zero Deforestation” merupakan hal yang sangat signifikan. Sebagai sebuah bisnis produk berbasis hutan terbesar dalam area yang sangat sensitif, APP sekarang berada pada posisi sebagai pemimpin.

“Hal ini merupakan sebuah perubahan yang luar biasa jika kita ingat reputasinya di masa lalu. Kebijakan Perlindungan Hutan APP yang baru ini memutuskan kaitan antara perusahaan ini dengan perusakan hutan alam dan mengakui hak-hak dari masyarakat adat dan komunitas lokal. Dengan melakukan hal tersebut, APP telah menetapkan standar tolak ukur baru bagi pelaku industri lainnya. Tentunya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam penerapan kebijakan ini secara menyeluruh dan untuk menerapkan proses kontrol dan pemantauan yang diperlukan. Para pimpinan APP menyadari hal ini dan kami akan saling bekerja sama untuk merealisasikan hal ini,” kata Scott.

APP juga telah memperluas kebijakannya dalam hal sosial, terutama tentang Free Prior and Informed Consen (FPIC) terhadap masyarakat adat dan komunitas lokal di daerah di mana pembangunan baru sedang dilakukan. Mereka menyatakan bakal berkonsultasi dengan para LSM dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan bahwa protokol dan prosedur yang diterapkannya untuk FPIC dan resolusi konflik sesuai dengan praktik terbaik internasional. Perusahaan bubur kertas itu mengklaim sedang melakukan pemetaan sosial di seluruh rantai pasokannya di Indonesia, untuk mengidentifikasi area-area di mana pemecahan konflik harus diprioritaskan. (G03)

]]>
https://www.greeners.co/berita/app-hentikan-seluruh-kegiatan-pembukaan-hutan-alam/feed/ 0
Petani Dilatih Mengolah Sampah Jadi Pupuk Organik https://www.greeners.co/berita/petani-dilatih-mengolah-sampah-jadi-pupuk-organik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=petani-dilatih-mengolah-sampah-jadi-pupuk-organik https://www.greeners.co/berita/petani-dilatih-mengolah-sampah-jadi-pupuk-organik/#respond Tue, 22 May 2012 03:00:47 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2822 Aceh (Greeners) – Puluhan petani di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara-Aceh, sejak sepekan terakhir mulai memproduksi pupuk organik dengan memanfaatkan sampah berupa kulit buahan dan daun tanaman. Sehingga petani […]]]>

Aceh (Greeners) – Puluhan petani di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara-Aceh, sejak sepekan terakhir mulai memproduksi pupuk organik dengan memanfaatkan sampah berupa kulit buahan dan daun tanaman. Sehingga petani di kawasan tersebut tidak bergantung lagi dengan pupuk buatan (anorganik) yang dijual pasaran.

Pupuk tersebut dimanfaatkan petani di kawasan itu untuk menanam padi, sehingga dapat menghemat biaya pengeluaran untuk menanam padi. Mereka selama ini dilatih memanfaatkan sampah untuk mengolah menjadi pupuk oleh LSM Hati Nurani. Bahkan selama petani menggunakan pupuk organik produksi padi di kawasan itu meningkat menjadi 12-13 ton per hektare dari sebelumnya sekitar 6-8 ton.

“Pembuatan pupuk kompos sangat praktis, karena bahan bakunya mudah didapatkan, diantaranya kulit buhan seperti buah cokelat, kemudian serbuk gergaji, dedak padi dan daun kayu yang masih hijaua atau yang sudah jatuh ke tanah,” kata Koordinator lapangan LSM hati Nurani Khairuddin kepada Greeners, Minggu (20/5/2012).

Proses pembuatannya kata Khairuddin, setelah dicampur dan ditumpuk dalam pada satu tempat disiram dengan kapur dolomite untuk proses pembusukan, dalam waktu 28 hari sudah bisa digunakan.“Kelebihan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah. Tanah menjadi gembur, sehingga pertumbuhan padi lebih cepat dan lebih subur. Kemudian pupuk itu ramah lingkungan dan dapat menjaga keaneka ragaman hayati yang ada dalam sawah, seperti ikan dan dan organismen lain,”kata Khairuddin

Disebutkan jumlah petani di Kecamatan tersebut sudah mampu membuat pupuk sudah mencapai seratusan orang dan sekarang mereka sudah mampu membuat sendiri. ”Tujuan kami kedepan, mereka yang sudah mampu membuat pupuk tersebut, mau mengajarin kepada petani di kecamatan lain, supaya semua petani di Aceh Utara bisa menggunakan pupuk organik,”katanya.

Dengan demikian lanjut Khairuddin, semua warga Aceh Utara sudah mampu melakukan budidaya tanaman tanpa menggunakan pupuk buatan. “Kelebihan lain pupuk kompos kandungan unsur pupuk hara selalu tersedia, bahkan semakin lama semakin baik untuk menyuburkan tanah. Karena itu kita berharap kepada Pemkab Aceh Utara bersedia membantu masyarakat untuk terus membina petani tersebut,”katanya.

Petani perlu mendapat bantuan untuk modal membeli mesin penghancur bahan baku seperti daun tanaman untuk pupuk pembuatan kompos, “Untuk mengubah pola pikir masyarakat tidak bisa dilakukan secara sekaligus tapi butuh proses, karena itu mengharapkan ada tindaklanjut dinas terkait. Apalagi ini kesempatan untuk mengembalikan pertanian organik,”katanya.

Kepala Desa Paya Bili Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara Rusli menyebutkan, selama ini warga tidak mengetahui pembuatan pupuk kompos dan kegunaannya. Selama ini petani lebih cenderung menggunakan pupuk pabri atau anorganik. “Tapi setelah melihat hasilnya, petani di kawasan itu menjadi tertarik menggunakan pupuk kompos dibandingkan pupuk buatan. Kami berharap kedepan, pelatihan ini bisa dilakukan kepada petani lain,”harap Rusli. (G24)

]]>
https://www.greeners.co/berita/petani-dilatih-mengolah-sampah-jadi-pupuk-organik/feed/ 0
Perubahan Suhu Udara Pengaruhi Produktifitas Apel Batu https://www.greeners.co/berita/perubahan-suhu-udara-pengaruhi-produktifitas-apel-batu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perubahan-suhu-udara-pengaruhi-produktifitas-apel-batu https://www.greeners.co/berita/perubahan-suhu-udara-pengaruhi-produktifitas-apel-batu/#respond Wed, 14 Mar 2012 03:00:33 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2330 Malang (Greeners) – Mentari pagi mulai beranjak naik. Abdul Jalil terlihat sibuk di kebunnya. Di  sekitarnya terlihat tanaman sayur seperti wortel, brokoli, dan sawi. Ia menjadi petani sayur sejak lima […]]]>
Malang (Greeners) – Mentari pagi mulai beranjak naik. Abdul Jalil terlihat sibuk di kebunnya. Di  sekitarnya terlihat tanaman sayur seperti wortel, brokoli, dan sawi. Ia menjadi petani sayur sejak lima tahun lalu setelah bertani apel tak lagi menguntungkan. Selain karena banyak tanaman apel miliknya mati, harga apel juga anjlok.
Menurutnya, menanam sayur saat ini lebih menjanjikan karena harganya relatif stabil. Bahkan ia selalu memperoleh keuntungan dari hasil bertani sayur. “Kalau menanam Apel biaya dengan pendapatan tak seimbang,” ujarnya Selasa (13/03).
Pernyataan senada juga diungkapkan Yulianto, petani apel asal Dusun Binangun Desa Bumiaji Kota Batu. Menurutnya, sejak tahun 2009 banyak tanaman apel gagal berbunga karena cuaca tak menentu. Imbasnya, banyak petani gagal panen.
Yulianto menuturkan, dalam setahun untuk merawat tanaman apel dengan luas lahan sekitar 1 hektare yang terdiri dari 1.000 pohon dibutuhkan biaya antara Rp 25 – Rp 35 juta. Biaya itu untuk ongkos buruh tani, obat, dan lain-lain.
Namun, kata Yulianto, hasil yang diperoleh tak mampu menutupi modal. Sebab, harga apel lokal per kilogram saat ini berkisar antara Rp 3.000 – Rp 3.500 saja. Dan dalam masa panen hanya memperoleh 2 ton Apel saja. “Setahun panen dua kali, kami hanya mendapatkan Rp 14 juta saja,” katanya seraya mengenang masa kejayaan Apel pada tahun 1990-an yang harga dan produktivitas apel masih tinggi.

Greeners mengamati memang masih banyak tanaman Apel di Desa Bumiaji. Namun, sebagian sudah tak lagi dirawat dan diganti dengan tanaman sayur oleh pemiliknya. Selain karena faktor suhu yang kian panas, harga Apel yang cenderung anjlok membuat petani Apel di kawasan Bumiaji beralih ke sayur.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso, Malang, Jawa Timur, suhu udara di Kota Batu yang berada di ketinggian 680 -1.200 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini memang menunjukkan kecenderungan meningkat dalam kurun 20 tahun terakhir.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso, Rahmatullah Aji, menyebutkan data BMKG Karangploso mencatat, Pada tahun 2000, suhu maksimum mencapai 24,5 – 27,3 derajat Celsius, namun naik kembali menjadi 25,2 – 27,8 derajat Celsius pada 2011. “Tutupan lahan berubah, vegetasi juga berubah dari semula hutan menjadi lahan pertanian,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (13/03).
Pakar pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Didik Suprayogo, mengatakan tanaman apel bisa tumbuh dengan baik pada suhu 16-27 derajat Celsius dengan ketinggian ideal untuk tanaman apel pada 700-1.200 mdpl.
Menurut Didik, hanya di daerah yang lebih tinggi yang berada di Kecamatan Bumiaji yang masih baik untuk tanaman apel. Menurutnya, kondisi perubahan suhu udara di Kota batu yang kian panas berdampak pada penurunan produktivitas apel. “Para petani harus bisa beradaptasi terhadap perubahan ini,” katanya.
Data Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemerintah Kota Batu mencatat total luas lahan tanaman apel di Kota Batu pada 2005 terdapat 2.604.829 pohon apel. Dan hanya 2.204.800 pohon yang masih produktif yang menghasilkan 1.235.569,92 kuintal apel dengan tingkat produktivitas sebanyak 28,02 kg per pohon.
Jumlah tersebut merosot tajam Pada tahun 2010. Jumlah pohon apel tinggal 2.574.852 pohon dengan jumlah tanaman yang masih produktif hanya sebanyak 1.974.366 pohon. Sedangkan tingkat produktifitasnya sebanyak 842.799,00 kuintal saja dengan produktivitas 17,00 kg per pohon.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemerintah Kota Batu, Sugeng Pramono mengatakan, pemerintah saat ini berupaya melakukan perbaikan budidaya pertanian apel karena di beberapa tempat sudah tak cocok lagi ditanami apel. “Salah satunya dibutuhkan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas pertanian apel,” kata Sugeng. (G17)
]]>
https://www.greeners.co/berita/perubahan-suhu-udara-pengaruhi-produktifitas-apel-batu/feed/ 0