tas ramah lingkungan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tas-ramah-lingkungan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 07 Mar 2024 03:44:25 +0000 id hourly 1 DLH DKI Ajak Warga Guna Ulang Tas Spunbond di Pasar https://www.greeners.co/aksi/dlh-dki-ajak-warga-guna-ulang-tas-spunbond-di-pasar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dlh-dki-ajak-warga-guna-ulang-tas-spunbond-di-pasar https://www.greeners.co/aksi/dlh-dki-ajak-warga-guna-ulang-tas-spunbond-di-pasar/#respond Sat, 09 Mar 2024 03:00:14 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43259 Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meluncurkan Gerakan Guna Ulang Kantong Spunbond di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Rabu (6/3). Mereka mengajak warga DKI untuk menggunakan kembali […]]]>

Jakarta (Greeners) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meluncurkan Gerakan Guna Ulang Kantong Spunbond di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Rabu (6/3). Mereka mengajak warga DKI untuk menggunakan kembali tas spunbond, terutama saat berbelanja di pasar tradisional. Hal itu untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

“Gunakan kantong spunbond berulang kali sampai rusak. Kemudian, kumpulkan kembali kantong tersebut yang sudah tidak terpakai dan menumpuk di rumah kepada petugas DLH,” ujar Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Rabu (6/3).

Saat ini, DLH DKI Jakarta telah menyediakan Spunbox atau tempat penyimpanan kantong spunbond guna ulang di seluruh kantor kelurahan, kecamatan, hingga di berbagai pasar di Jakarta. Warga dapat mengambil kantong tersebut seperlunya di Spunbox jika lupa membawa kantong belanja dari rumah.

BACA JUGA: Efektivitas Kebijakan Pelarangan Kantong Plastik 

Asep menyebut pihaknya juga telah membuat panduan praktis pengumpulan dan pengelolaan spunbond guna ulang. Nantinya, warga dapat menyetorkan kantong spunbond yang sudah tidak terpakai ke bank sampah, Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) RW, atau Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) kecamatan terdekat.

Ia memastikan bahwa kantong spunbond guna ulang yang ada di Spunbox di pasar-pasar tersebut terjamin kebersihan dan higienitasnya. Jadi, para warga bisa memakai tas spunbound yang sudah tersedia di pasar tersebut agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Satpel LH di masing-masing kecamatan akan menyortir dan memastikan kebersihan hingga higienitas kantong spunbond sebelum terdistribusi kembali ke pasar-pasar Perumda Pasar Jaya,” imbuhnya.

DLH DKI Jakarta meluncurkan Gerakan Guna Ulang Kantong Spunbond di Pasar Koja Baru. Foto: DLH DKI.

DLH DKI Jakarta meluncurkan Gerakan Guna Ulang Kantong Spunbond di Pasar Koja Baru. Foto: DLH DKI.

Spunbond Sulit Terurai

Kantong spunbond terbuat dari lelehan serat plastik dengan jenis polipropilen. Kemudian, ditiupkan dan dibaringkan hingga membentuk lembaran seperti kain.

Spunbond terbuat dari plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami di lingkungan. Jika pemakaiannya tidak guna ulang, sama saja dengan kantong plastik sekali pakai,” jelas Asep.

BACA JUGA: Perluas Pembatasan Plastik Kresek di Pasar Tradisional Peraih Adipura

Asep juga mengingatkan kembali bahwa penggunaan plastik sekali pakai telah dilarang di seluruh pusat perbelanjaan, supermarket, dan pasar rakyat di Jakarta.

“Peraturan Gurbernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan harus masif ke seluruh masyarakat. Salah satu upayanya adalah mendorong pengurangan sampah di sumbernya, khususnya di pasar tradisional, ” ujar Asep.

Spunbox Mendorong Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Direktur Eksekutif Dietplastik Indonesia, Tiza Mafira, mengapresiasi peluncuran Gerakan Guna Ulang Kantong Spunbond di pasar tradisional. Ia mengatakan kantong dari jenis apa pun akan menjadi masalah lingkungan apabila masih bersifat sekali pakai.

“Dropbox dan Spunbox sudah ada di lima kota administratif DKI Jakarta. Inisiatif ini mendorong kita untuk bisa terus menerapkan gaya hidup yang paling ramah lingkungan, yaitu gaya hidup guna ulang,” kata Tiza.

“Masyarakat dapat memaksimalkan fasilitas ini dengan mendonasikan serta meminjam dan mengembalikan kantong belanja guna ulang yang sudah tersedia. Sehingga, kantong belanja yang sudah ada bisa digunakan berulang kali,” ujarnya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/dlh-dki-ajak-warga-guna-ulang-tas-spunbond-di-pasar/feed/ 0
Nike Forward Cargo Tote, Solusi Tas Berbahan Ramah Lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/nike-forward-cargo-tote-solusi-tas-berbahan-ramah-lingkungan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=nike-forward-cargo-tote-solusi-tas-berbahan-ramah-lingkungan https://www.greeners.co/gaya-hidup/nike-forward-cargo-tote-solusi-tas-berbahan-ramah-lingkungan/#respond Fri, 10 Nov 2023 03:00:40 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=42229 Nike menghadirkan hasil kreasi terbarunya bernama Nike Forward Cargo Tote. Ide berkelanjutan tersebut merupakan solusi Nike yang bertujuan untuk membawa barang berbahan ramah lingkungan. Penggunaan material Nike Forward pada tas […]]]>

Nike menghadirkan hasil kreasi terbarunya bernama Nike Forward Cargo Tote. Ide berkelanjutan tersebut merupakan solusi Nike yang bertujuan untuk membawa barang berbahan ramah lingkungan.

Penggunaan material Nike Forward pada tas jinjing menghadirkan ide baru bagai industri yang menggunakan material berkelanjutan. Kemudian, industri juga dapat merevolusi proses manufaktur untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan.

BACA JUGA: Project B Indonesia, 15 Tahun Buat Produk Bernilai dari Sampah

Mengutip Trend Hunter, desain tas Tote Nike Forward Cargo yang ramah lingkungan membuka peluang inovasi disruptif dalam industri aksesori fesyen. Lalu, memenuhi permintaan konsumen akan produk ramah lingkungan yang semakin meningkat.

Perancang desain Nike Forward Cargo Tote, Brent Radewald, menyebutkan bahwa desain tas ini memadukan unsur fungsionalitas dengan estetika minimalisme. Hal itu untuk mencerminkan pemakainya dan individualitas masing-masing. Gagasan ini telah menjadi sebuah tas yang fashionable dengan memadukan keberlanjutan. Kemudian, konsumen pun bisa memulai mode fesyennya dengan lebih ramah lingkungan.

Mampu Mengurangi Emisi Karbon 

Sebagai informasi, bahan pada tas ini memiliki keunikan dibanding dengan tas lainnya. Tidak seperti bahan rajutan atau tenunan yang biasa digunakan, Tas Kargo Nike Forward terbuat dari beberapa lapisan serat tipis.

Melansir Yanko Design, material ringan itu secara signifikan mengurangi emisi karbon hingga 75 %. Hal ini mewakili kemajuan jangka panjang yang menyoroti komitmen Nike terhadap semangat keberlanjutan.

Mempunyai Fitur yang Fungsional 

Nike Forward Cargo Tote juga tidak hanya berfokus kepada keberlanjutan, melainkan juga mempunyai fitur yang fungsional. Ada fitur sisipan unik yang masuk ke dalam sangkar jaring kargo. 

BACA JUGA: Paste Lab Hasilkan Banyak Karya dari Sampah Plastik

Sangkar jaring kargo memungkinkan pemakaiannya untuk menyimpan barang-barang penting seperti botol air, payung, atau sepatu lari. Desain unik ini juga membuat pemakainya dapat menyimpan barang-barang kecil dengan aman.

Sementara itu, tas ini juga tetap menyediakan ruang untuk barang-barang berukuran lebih besar secara eksternal di jaring kargo. Tas ramah lingkungan ini dapat kamu jadikan sebagai teman untuk bergaya dan untuk petualangan sehari-hari.

 

Penulis: Maula Sulthoni

Editor: Indiana Malia

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/nike-forward-cargo-tote-solusi-tas-berbahan-ramah-lingkungan/feed/ 0
Kelp Mini Clutch, Desain Uniknya Terinspirasi Rumput Laut https://www.greeners.co/gaya-hidup/kelp-mini-clutch-desain-uniknya-terinspirasi-rumput-laut/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kelp-mini-clutch-desain-uniknya-terinspirasi-rumput-laut https://www.greeners.co/gaya-hidup/kelp-mini-clutch-desain-uniknya-terinspirasi-rumput-laut/#respond Sat, 31 Dec 2022 03:00:57 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=38446 Rumput laut mungkin sudah biasa kita lihat sebagai olahan makanan, minuman, hingga makanan ringan. Namun pernahkah kamu melihat sebuah tas cantik yang memiliki desain seperti rumput laut? Jika belum, di […]]]>

Rumput laut mungkin sudah biasa kita lihat sebagai olahan makanan, minuman, hingga makanan ringan. Namun pernahkah kamu melihat sebuah tas cantik yang memiliki desain seperti rumput laut? Jika belum, di tangan desainer Austria, Julia Koerner, rumput laut ia jadikan Kelp Mini Clutch.

Kelp Mini Clutch pertama kali diluncurkan pada MQ Vienna Fashion Week 2022 September lalu. Tas tangan ini memiliki struktur berbentuk rumput laut yang banyak ditemukan sepanjang garis pantai Malibu di California.

Koerner menjelaskan, desain yang ia aplikasikan pada Mini Clucth mereknya terinspirasi dari pola dan struktur organik. Layaknya ragam flora dan fauna bawah laut. Namun karena memiliki desain dan detail yang rumit, Koerner menggunakan bantuan mesin pencetakan tiga dimensi (3D) untuk membuat desain seperti yang ia inginkan.

Sebagai tampilannya, Mini Clutch ini memiliki desain yang memiliki rongga untuk menciptakan detail tas lebih unik dan membuat tas lebih ringan.

“Motivasi kami adalah menciptakan desain yang inovatif, ikonik, dan berkelanjutan yang terinspirasi oleh alam,” ucap desainer Kelp Mini Clutch, Julia Koerner.

Foto: Dezeen

Kelp Mini Clutch Gunakan Teknologi Pencetakan 3D

Tidak hanya desain yang terinspirasi dari alam, Koerner juga berusaha membuat tas uniknya ramah lingkungan. Seperti bioplastik, limbah jagung, dan kedelai.

Proses pembuatannya juga menggunakan teknologi pencetakan 3D yang lebih ramah lingkungan, hemat energi dan membuat prototipe jauh lebih cepat daripada proses manual seperti biasa. Tidak hanya itu, teknologi pencetakan 3D juga dapat membuat produk jauh lebih tahan lama.

“Pencetakan 3D adalah metode berkelanjutan untuk mengikuti perubahan gaya mode yang konstan. Kami dapat membuat desain secara digital, dan hanya mencetak 3D yang diperlukan,” jelasnya.

Sebagai desainer dengan gaya hidup berkelanjutan, teknologi 3D sangat membantu Koerner dalam meminimalisir limbah selama proses produksi.

“Saya yakin masa depan fesyen adalah cetakan 3D. Teknologi ini memungkinkan kita memikirkan kembali proses manufaktur dan produksi,” katanya.

Sebagai koleksi pertama, Kelp Mini Clutch tersedia dalam beberapa pilihan warna, yakni biru gelap, pink, dan hitam.

Penulis: Zahra Shafira

Editor : Ari Rikin

Sumber:

Dezeen

Yanko Design

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kelp-mini-clutch-desain-uniknya-terinspirasi-rumput-laut/feed/ 0
Freitag “Sulap” Airbag dan Terpal Jadi Tas Kekinian https://www.greeners.co/gaya-hidup/freitag-sulap-airbag-dan-terpal-jadi-tas-kekinian/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=freitag-sulap-airbag-dan-terpal-jadi-tas-kekinian https://www.greeners.co/gaya-hidup/freitag-sulap-airbag-dan-terpal-jadi-tas-kekinian/#respond Thu, 27 Oct 2022 03:00:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=37781 Salah satu produsen tas kenamaan dunia yang berbasis di Zurich, Swiss bernama Freitag, baru-baru ini merancang kantong udara bekas atau airbag dan terpal truk menjadi sebuah tas cantik yang mereka […]]]>

Salah satu produsen tas kenamaan dunia yang berbasis di Zurich, Swiss bernama Freitag, baru-baru ini merancang kantong udara bekas atau airbag dan terpal truk menjadi sebuah tas cantik yang mereka beri nama F707 Stratos.

Sebagai bahan dasar, mereka menggunakan airbag yang gagal dalam uji keamanan sehingga tidak bisa digunakan untuk truk atau mobil. Namun untuk mencegah terbuang begitu saja, Freitag berusaha untuk memanfaatkan airbag dan terpal menjadi sebuah tas kekinian.

“Kami telah mencari materi bahan baru untuk beberapa waktu, bahan ini harus sesuai dengan komitmen Freitag terhadap siklus berkelanjutan. Itulah sebabnya kami hanya menggunakan airbag yang sudah tidak dapat pabrik gunakan,” papar desainer produk holistik Freitag, Tu Van Giang.

Seperti yang sudah Van Giang katakan sebelumnya, koleksi F707 Stratos tidak menggunakan bahan tekstil tambahan selain airbag dan terpal. Hal ini karena, pada dasarnya airbag dan terpal sudah memiliki warnanya masing-masing. Sehingga tidak memerlukan bahan tambahan lain untuk mempercantik tas unik ini.

Saat ini F707 Stratos terdiri dari beberapa warna, yakni putih, biru muda, dan merah muda. Menggunakan terpal dan airbag membuat tas koleksi terbaru ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti tahan banting, kokoh dan tahan air. Tas ini juga memiliki daya tampung yang cukup besar dan dapat pengguna lipat ketika digunakan.

Selain itu, terdapat dua cara menggunakan tas F707 Stratos, pengguna bisa menggunakannya sebagai tas bahu atau jinjing menggunakan tali tambahan yang sudah Freitag sediakan. Lalu tas ini juga berfungsi sebagai tas ransel. Karena itu, tas ini termasuk tas unisex atau bisa digunakan baik pada laki-laki dan perempuan.

Tas ini unisex bisa laki-laki dan perempuan pakai. Foto: designawards.core77.com

Tidak Hanya Airbag dan Terpal

Sebelumnya, Freitag telah menggunakan terpal dan bahan daur ulang lainnya untuk beberapa produk aksesorisnya. Sampai saat ini, mereka sudah menggunakan terpal truk bekas sekitar 500 ton setiap tahunnya. Tetapi, F707 Stratos adalah tas pertama yang menggunakan tekstil airbag sebagai bahan utama.

“Kami biasanya cukup akrab dengan bahan daur ulang dari jalanan, seperti terpal truk bekas, sabuk pengaman mobil, dan ban dalam sepeda adalah salah satu komponen bahan terpenting kami. Namun berurusan dengan tekstil airbag pada awalnya tidak mudah, karena kami hampir tidak memiliki pengalaman dengan bahan ini,” jelasnya.

Karena keunikannya ini, Tas F707 Stratos telah terpilih dalam kategori desain wearable dari Dezeen Awards 2022. Bersama dengan koleksi jam tangan yang terbuat dari kopi daur ulang karya Lilienthal Lifestyle GmbH dan Elvie Stride.

Penulis: Zahra Shafira

Sumber:

Dezeen

Design Awards

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/freitag-sulap-airbag-dan-terpal-jadi-tas-kekinian/feed/ 0
Holyfancy Hadirkan Tas Vegan dari Daun Kuping Gajah https://www.greeners.co/gaya-hidup/holyfancy-hadirkan-tas-vegan-dari-daun-kuping-gajah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=holyfancy-hadirkan-tas-vegan-dari-daun-kuping-gajah https://www.greeners.co/gaya-hidup/holyfancy-hadirkan-tas-vegan-dari-daun-kuping-gajah/#respond Tue, 31 May 2022 03:50:51 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=36317 Produsen tas berkelanjutan asal Brasil, Holyfancy, telah menghadirkan koleksi tas vegan berdesain unik dan lain dari biasanya. Mereka menghadirkan koleksi tas bernama HolyByLeaf yang terbuat dari helaian daun kuping gajah […]]]>

Produsen tas berkelanjutan asal Brasil, Holyfancy, telah menghadirkan koleksi tas vegan berdesain unik dan lain dari biasanya. Mereka menghadirkan koleksi tas bernama HolyByLeaf yang terbuat dari helaian daun kuping gajah raksasa asli Brasil. Mereka mengolah daun kuping gajah hingga menyerupai kulit alternatif, tanpa perlu mencampur seratnya dengan bahan lain.

“Struktur alami daun kuping gajah tetap terlihat pada tas HolyByLeaf dan kami sengaja mempertahankannya,” tulis Holyfancy dalam Material District. “Daun kuping gajah merupakan material yang kaya potensi dan menjanjikan di masa depan karena ia vegan, tahan air dan kuat. Material ini dapat mengubah masa depan industri fesyen menjadi lebih baik lagi.”

Untuk membuat tas HolyByLeaf, Holyfancy bekerja sama dengan penyamak kulit organik satu-satunya di dunia, Nova Kaeru, di Rio de Janeiro. Mereka mengolah kembali daun kuping gajah menjadi kulit alternatif yang sama kuatnya seperti kulit binatang. Tidak ada penambahan kimia dan pewarna sintetis dalam proses pembuatan kulit alternatif dari daun kuping gajah. Seluruh proses pembuatan dipastikan vegan, rendah jejak karbon dan juga minim penggunaan energi.

Meskipun terbuat dari material yang tidak biasa, tas kreasi Holyfancy yang satu ini tetaplah terlihat menarik. Koleksi HolyByLeaf sendiri terdiri dari berbagai jenis tas, mulai dari bum bag hingga tas ransel. Seluruh koleksi HolyByLeaf memiliki tampilan yang sporty dan kasual, sehingga cocok untuk kita gunakan sehari-hari.

Holyfancy Manfaatkan Beragam Barang Bekas

Tidak hanya memanfaatkan daun kuping gajah, Holyfancy juga membuat produk-produk tas dengan memanfaatkan beragam barang bekas. Selain memanfaatkan daun kuping gajah, mereka juga memanfaatkan ban bekas, botol PET bekas dan juga kain-kain sisa. Mereka juga membuat beberapa produk dengan memanfaatkan terpal bekas dan layar perahu bekas.

“Misi kami adalah untuk terus memberikan kehidupan kedua pada barang-barang bekas dengan mengubahnya menjadi produk fesyen yang fungsional,” tulis Holyfancy. “Kami juga ingin mempromosikan prinsip keberlanjutan untuk pembangunan ekosistem yang seimbang di masa depan.”

Untuk membuat seluruh produk tas mereka, Holyfancy menerapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek. Seluruh koleksi tas diproduksi secara sadar dengan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja lokal. Mereka juga hanya menggunakan bahan daur ulang dan vegan untuk memastikan keberlanjutan produk.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Material District

Situs Resmi Holyfancy

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/holyfancy-hadirkan-tas-vegan-dari-daun-kuping-gajah/feed/ 0
Lima Merek Fesyen Ini Hadirkan Koleksi Tas Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-merek-fesyen-ini-hadirkan-koleksi-tas-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lima-merek-fesyen-ini-hadirkan-koleksi-tas-berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-merek-fesyen-ini-hadirkan-koleksi-tas-berkelanjutan/#respond Wed, 01 Dec 2021 04:00:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=33441 Tas merupakan salah satu aksesoris yang paling banyak diminati oleh masyarakat karena multifungsi dan dapat membuat penampilan menjadi lebih modis. Maka dari itu, saat ini terdapat begitu banyak merek fesyen […]]]>

Tas merupakan salah satu aksesoris yang paling banyak diminati oleh masyarakat karena multifungsi dan dapat membuat penampilan menjadi lebih modis. Maka dari itu, saat ini terdapat begitu banyak merek fesyen yang saling berlomba untuk menciptakan tas seunik dan semenarik mungkin. Walaupun demikian, nampaknya masih sedikit merek fesyen yang tergerak untuk menghadirkan koleksi tas berkelanjutan yang ramah lingkungan dan dibuat secara beretika.

Jika Sobat Greeners ingin berpenampilan modis namun tetap mementingkan prinsip keberlanjutan, jangan khawatir! Dengan menggunakan tas dari merek-merek fesyen ini, tampil menarik namun tetap mengusung gaya hidup yang sustainable kini tidaklah mustahil. Inilah lima merek fesyen yang menghadirkan koleksi tas berkelanjutan.

1. Allegorie, Tas Berkelanjutan dari Limbah Buah-Buahan

Guna mengurangi jumlah limbah buah-buahan di Amerika Serikat, merek fesyen Allegorie berinisiatif untuk mengolah limbah tersebut menjadi tas berkelanjutan. Mereka menciptakan tas, dompet, serta aksesoris lainnya dari limbah buah apel dan mangga. Meskipun terbuat dari limbah buah-buahan, koleksi tas milik Allegorie tetaplah terlihat menarik dan elegan. Selain itu, Allegorie juga memproduksi produk mereka secara beretika.

2. Gunagoni, Tas Berkelanjutan Nyentrik dari Karung Goni

Gunagoni merupakan sebuah brand lokal asal Sleman, Yogyakarta, yang berfokus pada pembuatan produk fesyen berbahan dasar karung goni. Pendiri Gunagoni, Andreas Bimo Wijoseno, bertekad untuk memberikan kehidupan kedua pada karung goni bekas dengan menyulapnya menjadi tas berkelanjutan yang unik dan nyentrik.  Adapun koleksi tas yang Gugagoni tawarkan yaitu tas tote, tas selempang dan juga tas ransel.

3. Jenn Lee, Merek Fesyen Berkelanjutan dari Timur Bali

Jenn Lee merupakan merek fesyen berkelanjutan dari Bali Timur yang berfokus pada pembuatan tas anyam cantik. Mereka menghadirkan koleksi tas berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti rotan, rumput ata dan juga sabut kelapa. Untuk menciptakan koleksi tas yang menarik, Jeann Lee bekerja sama dengan para seniman dan pengrajin lokal di Bali Timur.

4. STARTIC, Sulap Kantong Semen Menjadi Tas “Kulit”

Nasib kantong semen bekas biasanya hanya berakhir di tempat sampah. Namun di tangan dingin Vania Santoso, kantong semen tersebut bisa bertransformasi menjadi tas berkelanjutan. Melalui brand bernama STARTIC, Vania menghadirkan koleksi tas “kulit” dari kantong semen bekas yang berpenampilan menarik. Saat ini, STARTIC memiliki koleksi tas yang terdiri dari tas selempang, clutch, tas jinjing dan juga dompet.

5. Soli & Sun

Rumah fesyen asal Filipina, Soli & Sun, menghadirkan koleksi tas berkelanjutan yang terbuat dari serat nanas dan serat pisang abaka. Seluruh bahan-bahan tersebut mereka dapatkan secara beretika dari para petani lokal. Mereka juga mengajak para pengrajin lokal wanita yang berasal dari komunitas kurang mampu di Tacloban, Filipina, untuk berkarya dengan mereka. Saat ini, Soli & Sun memiliki koleksi tas yang terdiri dari tas selempang, clutch dan juga tas tangan.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Sustainably Chic

 

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/lima-merek-fesyen-ini-hadirkan-koleksi-tas-berkelanjutan/feed/ 0