teknologi pesawat - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/teknologi-pesawat/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 07 Aug 2015 11:46:00 +0000 id hourly 1 Dua Pesawat Listrik Terbang Melintasi Selat Inggris https://www.greeners.co/ide-inovasi/dua-pesawat-listrik-terbang-melintasi-selat-inggris/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dua-pesawat-listrik-terbang-melintasi-selat-inggris https://www.greeners.co/ide-inovasi/dua-pesawat-listrik-terbang-melintasi-selat-inggris/#respond Sat, 08 Aug 2015 04:30:09 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=10692 Untuk pertama kalinya, seorang pilot Perancis berhasil mengemudikan pesawat listrik berkursi tunggal bolak-balik dari Perancis ke Inggris dan menobatkan dirinya sebagai penerbangan pertama yang berbasis baterai. Pencarian untuk moda transportasi tanpa bahan […]]]>

Untuk pertama kalinya, seorang pilot Perancis berhasil mengemudikan pesawat listrik berkursi tunggal bolak-balik dari Perancis ke Inggris dan menobatkan dirinya sebagai penerbangan pertama yang berbasis baterai.

Pencarian untuk moda transportasi tanpa bahan bakar adalah sebuah persaingan yang ketat. Persaingan tersebut dipenuhi oleh para inovator dari berbagai negara yang berlomba untuk menjadi yang pertama dalam berbagai pencapaian.

Baru-baru ini dua buah pesawat bertenaga listrik berhasil terbang di Selat Inggris, menjadikan hari tersebut hari yang bersejarah untuk energi yang bersih. Beberapa jam berikutnya, Airbus meluncurkan pesawat listrik dari Inggris untuk menempuh jalur yang sama dan pesawat itu berhasil mendarat dengan selamat di Perancis dalam perjalanan satu arah melewati selat Inggris.

Purwa rupa pesawat bertenaga listrik Airbus E-Fan berhasil diterbangkan oleh pilot Didier Esteyne dari Inggris menuju Perancis. Foto: inhabitat.com

Purwa rupa pesawat bertenaga listrik Airbus E-Fan berhasil diterbangkan oleh pilot Didier Esteyne dari Inggris menuju Perancis. Foto: inhabitat.com

Airbus E-Fan adalah pesawat seberat 600 kg dengan panjang 6 meter dan dikemudikan oleh pilot Didier Esteyne dari Lydd, dengan jalur penerbangan Inggris ke Calais di Perancis. Jalur ini adalah jalur yang sama yang digunakan pilot Perancis, Louis Bleriot di tahun 1909 yang mencatat sejarah sebagai orang pertama yang berhasil terbang melintasi selat Inggris.

Kedua pesawat tersebut menggunakan tenaga listrik yang tersimpan dalam baterai. Tanpa bahan bakar ataupun air, pesawat-pesawat ini tidak menghasilkan emisi sama sekali. Walaupun pesawat-pesawat ini masih model eksperimen dan berukuran kecil, para peneliti sedang bersiap untuk memperbesar ukuran dan menambah kemampuan pesawatnya untuk mengangkut penumpang.

Sementara itu, tim yang mengerjakan pembuatan pesawat bertenaga matahari, Solar Impulse 2, sedang bersantai di Hawaii. Tim ini merayakan keberhasilan mereka setelah pesawat buatannya berhasil terbang melintasi Pasifik tanpa menggunakan bahan bakar. Pesawat eksperimen ini akan tetap berada di Hawaii sampai kondisinya memungkinkan untuk bagian kedua dari penerbangan mengelilingi dunia.

Penulis: NW/G15

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/dua-pesawat-listrik-terbang-melintasi-selat-inggris/feed/ 0
Mengandalkan Sinar Matahari, Solar Impulse 2 Melintasi Pasifik https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengandalkan-sinar-matahari-solar-impulse-2-melintasi-pasifik/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengandalkan-sinar-matahari-solar-impulse-2-melintasi-pasifik https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengandalkan-sinar-matahari-solar-impulse-2-melintasi-pasifik/#respond Mon, 01 Jun 2015 09:52:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=9379 Perjalanan pesawat Solar Impulse 2 mengelilingi dunia terus berlanjut. Pesawat yang tidak menggunakan bahan bakar fosil seperti pesawat pada umumnya ini telah memulai perjalanan mengelilingi dunia pada 9 Maret 2015 lalu di […]]]>

Perjalanan pesawat Solar Impulse 2 mengelilingi dunia terus berlanjut. Pesawat yang tidak menggunakan bahan bakar fosil seperti pesawat pada umumnya ini telah memulai perjalanan mengelilingi dunia pada 9 Maret 2015 lalu di Abu Dhabi. Pesawat ini berhasil mendarat di Bandara Chongqing, Tiongkok pada 31 Maret 2015, setelah sebelumnya menghampiri Oman, India, dan Myanmar dengan mengandalkan matahari sebagai sumber tenaganya.

Selama lebih kurang dua minggu pesawat buatan Swiss ini berada di Tiongkok karena cuaca yang kurang mendukung. Namun, pada Minggu (31/05/2015), pukul 2.40 pagi waktu setempat, akhirnya Solar Impulse 2 dapat kembali melanjutkan perjalanan menuju pemberhentian selanjutnya, yaitu Hawai. Pilot Andre Borschberg yang menerbangkan Solar Impulse 2 akan melintasi Samudera Pasifik selama lima hari lima malam dan diperkirakan tiba di Hawai pada tanggal 5 Juni mendatang.

“Saya menyilangkan jari saya dan berharap saya dapat menyeberangi Pasifik,” ujar Borschberg kepada wartawan seperti dikutip dari laman The Guardian.

Pilot pesawat Solar Impulse 2 Andre Borschberg sedang menjawab pertanyaan wartawan di Bandara Internasional Lukou, Nanjing, Tiongkok pada Minggu (31/05/2015). Foto: Feature China/ Barcroft Media/www.theguardian.com

Pilot pesawat Solar Impulse 2 Andre Borschberg sedang menjawab pertanyaan wartawan di Bandara Internasional Lukou, Nanjing, Tiongkok pada Minggu (31/05/2015). Foto: Feature China/ Barcroft Media/www.theguardian.com

Perjalanan Solar Impulse 2 menyeberangi Samudera Pasifik merupakan rangkaian perjalanan ke tujuh dan terpanjang. Pesawat ini diterbangkan untuk mengampanyekan penggunaan energi hijau (green energy) ke seluruh dunia. Sekitar 8.172 kilometer akan ditempuh Solar Impulse 2 dari Nanjing, Tiongkok menuju Hawai, Amerika.

Saat menerbangkan pesawat ini, pilot Borschberg akan berada di ketinggian 28.000 kaki. Ia juga hanya tidur dalam waktu yang singkat di kursi yang merangkap tempat tidurnya, dan harus kembali memeriksa sistem penerbangan otomatis (autopilot) yang diaktifkan selama penerbangan. Hanya sebuah parasut, pelampung, dan tabung oksigen yang dipersiapkan untuk Borschberg untuk menyelamatkan diri jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penampilan Solar Impulse 2 pada malam hari. Foto: www.solarimpulse.com

Penampilan Solar Impulse 2 pada malam hari. Foto: www.solarimpulse.com

“I feel confident about this flight from Nanjing to Hawaii. It will be the flight of my life. (Saya merasa percaya diri terhadap penerbangan dari Nanjing menuju Hawai ini. Ini akan menjadi penerbangan (yang penting) dalam hidup saya.” tulis Borschberg dalam akun pribadinya @andreborschberg pada tanggal 30 Mei 2015, sehari sebelum penerbangan ke Hawai.

Sebagai informasi, Solar Impulse 2 merupakan pesawat yang didesain menggunakan energi matahari sebagai tenaga penggeraknya. Sekitar 17.000 sel penangkap sinar matahari terpasang di sayap pesawat dengan bentang 72 meter ini. Energi matahari yang ditangkap dengan panel surya tersebut disimpan dalam baterai lithium untuk digunakan dalam penerbangan di malam hari.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/mengandalkan-sinar-matahari-solar-impulse-2-melintasi-pasifik/feed/ 0