teluk penyu - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/teluk-penyu/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 01 Jun 2015 05:49:20 +0000 id hourly 1 Tumpahan Minyak Ditemukan di Wilayah Timur Cilacap https://www.greeners.co/berita/tumpahan-minyak-ditemukan-di-wilayah-timur-cilacap/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tumpahan-minyak-ditemukan-di-wilayah-timur-cilacap https://www.greeners.co/berita/tumpahan-minyak-ditemukan-di-wilayah-timur-cilacap/#respond Mon, 01 Jun 2015 05:44:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9374 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa saat ini masih ada kebingungan dari pihak PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap terkait kebocoran pipa Single Point Mooring […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa saat ini masih ada kebingungan dari pihak PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap terkait kebocoran pipa Single Point Mooring (SPM). Hal ini dikarenakan kebocoran minyak tidak hanya ditemukan di daerah selatan namun juga di timur Kota Cilacap.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Karliansyah kepada Greeners mengatakan ada indikasi kalau terjadinya kebocoran minyak tersebut tidak hanya berasal dari pipa SPM. Ada kecurigaan juga kalau tumpahan minyak yang sampai ke daerah timur berasal dari kapal Matra Petroleum yang kandas terkena karang di daerah Timur Cilacap.

“Mereka (Pertamina) juga bingung. Kata mereka, posisi SPM kami kan ada di sisi lain, lalu kenapa ada minyak juga di timur. Nah, ada dugaan kalau itu berasal dari kapal tangker yang kandas di dekat Nusakambangan,” jelasnya, Jakarta, Senin (01/06).

Lebih lanjut, Karli menerangkan bahwa dengan tercemarnya laut di Cilacap tersebut, saat ini dampak yang terlihat secara kasat mata adalah rusaknya ekosistem laut zona permukaan seperti terumbu karang dan ekosistem mangrove.

“Begitu juga dengan ekosistem di bawah laut. Potensinya bisa lebih banyak. Apalagi Udang adalah salah satu potensi terbesar yang ada di pantai selatan Cilacap,” jelasnya.

Ekosistem bawah laut yang rusak ini, katanya lagi, disebabkan oleh teknis penanganan Pertamina untuk melenyapkan sisa-sisa minyak dengan menyemprotkan oil spill boom dan oil dispersant yang keduanya merupakan cairan kimia dengan menurunkan minyak ke dasar laut.

Sebagai informasi, tumpahnya minyak PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap yang mencapai 14.000 liter tersebut juga tercecer di permukaan laut, bahkan hingga bibir pantai. Hal ini menyebabkan lumpuhnya kegiatan ekonomi para nelayan dan juga sektor pariwisata di Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/tumpahan-minyak-ditemukan-di-wilayah-timur-cilacap/feed/ 0
Pipa Pertamina Bocor, Teluk Penyu Cilacap Tercemar Minyak Mentah https://www.greeners.co/berita/pipa-pertamina-bocor-teluk-penyu-cilacap-tercemar-minyak-mentah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pipa-pertamina-bocor-teluk-penyu-cilacap-tercemar-minyak-mentah https://www.greeners.co/berita/pipa-pertamina-bocor-teluk-penyu-cilacap-tercemar-minyak-mentah/#respond Thu, 28 May 2015 04:11:17 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9281 Jakarta (Greeners) – Ratusan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah terpaksa tidak melaut lantaran minyak mentah (crued oil) tumpah ruah mencemari laut hingga kawasan pantai Teluk Penyu. Hal ini akibat kebocoran […]]]>

Jakarta (Greeners) – Ratusan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah terpaksa tidak melaut lantaran minyak mentah (crued oil) tumpah ruah mencemari laut hingga kawasan pantai Teluk Penyu. Hal ini akibat kebocoran yang terjadi dari fasilitas Single Point Mooring (SPM) atau sarana bongkar muat kapal tanker milik Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap.

Public Relations Section Head Pertamina RU IV Cilacap, Musriyadi menduga kalau minyak mentah yang mengotori pantai Teluk Penyu merupakan sisa rembesan yang keluar dari sambungan pipa karet (rubber hose) SPM yang mengalami kerusakan pada Rabu (20/5) pukul 22.54 WIB. Minyak tersebut mencemari laut dan mengakibatkan aktifitas nelayan menjadi terganggu.

Minyak mentah di Pantai Teluk Penyu, lanjut Musriyadi, ada kemungkinan berasal dari minyak-minyak yang sebenarnya sudah terlokalisasi, namun terlepas akibat gelombang laut dan hujan besar. Minyak tersebut akhirnya justru menepi ke kawasan pantai Teluk Penyu di Cilacap.

“Menurut dugaan, area yang terkena tumpahan diperkirakan mencapai radius tiga kilometer dengan ketebalan minyak sekitar 10 hingga 15 sentimeter. Kami menduga meluasnya areal itu karena arus deras dan turunnya hujan di kawasan tersebut,” jelasnya saat dihubungi oleh Greeners melalui sambungan telepon, Jakarta, Rabu (27/05).

Di lain pihak, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah sangat menyayangkan lambannya pihak Pertamina dalam menangani kebocoran yang terjadi sejak Rabu tersebut. Direktur Eksekutif Walhi Jateng, Indriyaningrum Fitri menyatakan bahwa seharusnya saat diketahui ada kebocoran, Pertamina sudah langsung melakukan lokalisir terhadap wilayah tumpahan agar tidak menyebar melalui gelombang air laut maupun hujan.

Lebih lanjut, wanita yang akrab di sapa Ning ini pun mempertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan yang dimiliki Pertamina mengingat kebocoran atau tumpahnya minyak ke lautan seperti ini bukan yang pertama kalinya terjadi.

“Kami jadi mempertanyakan kenapa Pertamina bisa lalai dalam melakukan penanganan ini, padahal kita sama-sama tahu dampak yang ditimbulkan akibat kebocoran ini kan sangat serius terhadap biota laut, terumbu karang dan pantai yang butuh proses panjang untuk pemulihannya. Belum lagi dampak yang ditimbulkan bagi nelayan-nelayan di sini (Cilacap),” katanya.

Sebagai informasi, fasilitas SPM Pertamina RU IV Cilacap yang berlokasi sekitar 16 mil laut sebelah selatan Cilacap atau sekitar perairan selatan Pulau Nusa Kambangan mengalami kerusakan saat sedang ada aktivitas bongkar muat minyak mentah dari sebuah kapal tanker. Akibatnya, sekitar 14.000 minyak mentah yang disalurkan melalui pipa karet bawah laut itu merembes keluar dari sambungan sehingga tercecer di perairan selatan Nusakambangan.

Pertamina RU IV Cilacap pun segera menerjunkan tim penyelam untuk memperbaiki sambungan pipa karet (rubber hose). Sementara, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap merumuskan permintaan ganti rugi untuk diajukan kepada Pertamina Refinery Unit IV Cilacap akibat tumpahan minyak mentah di perairan Nusakambangan dan sekitarnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pipa-pertamina-bocor-teluk-penyu-cilacap-tercemar-minyak-mentah/feed/ 0