telur - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/telur/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 13 Jan 2023 04:22:56 +0000 id hourly 1 FTUI Rancang Alat Sortir Telur Otomatis, 6.000 Butir Per Jam https://www.greeners.co/ide-inovasi/ftui-rancang-alat-sortir-telur-otomatis-6-000-butir-per-jam/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ftui-rancang-alat-sortir-telur-otomatis-6-000-butir-per-jam https://www.greeners.co/ide-inovasi/ftui-rancang-alat-sortir-telur-otomatis-6-000-butir-per-jam/#respond Fri, 13 Jan 2023 04:00:15 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=38592 Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) merancang alat sortir telur otomatis yang dapat memproses 6.000 telur per jam. Alat ini mampu menyortir dua kali lipat […]]]>

Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) merancang alat sortir telur otomatis yang dapat memproses 6.000 telur per jam. Alat ini mampu menyortir dua kali lipat lebih banyak daripada cara konvensional.

Dalam cara konvensional, para pekerja rata-rata memerlukan waktu 2–3 jam per hari untuk memanen telur, menghitung jumlahnya, dan menimbang total berat telur. Akibatnya, produktivitas peternak berkurang.

Setiap orang hanya mampu menangani populasi 3.000–4.000 ekor. Angka ini jauh di bawah rata-rata produktivitas peternak ayam petelur di negara pesaing, seperti Tiongkok, Amerika, dan India.

Alat berukuran lebih kecil ini sangat terjangkau yaitu sekitar Rp 30 juta. Selanjutnya, pembuatan alat ini terwujud berkat pengabdian kepada masyarakat (pengmas) berkat dana Program Matching Fund Batch 3 Kedaireka Tahun 2022.

Tingkatkan Produktivitas

Ketua Tim Pengmas DTMM FTUI Jaka Fajar Fatriansyah mengatakan, kondisi UMKM peternak telur di lapangan masih bersifat labor-intensive.

“Bersama Yayasan Edu Farmers International, kami merancang alat ini untuk meningkatkan produktivitas UMKM peternak telur ayam dan meningkatkan value telur ayam,” kata Jaka lewat keterangan FTUI.

Alat pencacah telur otomatis ini bekerja dengan cara menyortir telur berdasarkan beratnya menggunakan prinsip magnet. Selain itu, dapat menyortir telur dengan tiga grade yang berbeda.

Harapannya, penyortiran telur otomatis  dapat membantu UMKM Peternak Telur di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan menaikkan nilai jual telur berdasarkan grade telur yang peternak sortir.

Dekan FTUI Prof Heri Hermansyah berharap, semoga hasil inovasi Tim Pengmas DTMM FTUI dapat menumbuhkan kesejahteraan peternak melalui keterampilan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan.

“Industri peternakan Indonesia sudah saatnya mengadopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Harapannya, inovasi ini dapat membangun semangat generasi muda terhadap dunia agrikultur Indonesia,” ungkapnya.

Inovasi FTUI ini mendorong produktivitas UMKM. Foto: FTUI

Uji Coba Pencacah Telur Otomatis

Alat pencacah telur otomatis ini diujicobakan di Peternakan Agrova Farm, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Desember 2022. Tujuannya, yaitu untuk melihat kondisi alat di lapangan dan untuk mendapat masukan dari calon user/costumer, yaitu Agrova Farm.

Perwakilan dari Yayasan Edu Farmers International, Ignatius Egan menyatakan, produk lokal ini belum banyak tersedia di pasar.

“Sebelumnya, apabila peternak menginginkan alat pencacah telur, rata-rata mereka harus impor dan itu mahal, sulit terjangkau bagi peternak UMKM. Hasil inovasi FTUI ini kami rasa bisa memenuhi gap yang ada di pasar,” imbuhnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/ftui-rancang-alat-sortir-telur-otomatis-6-000-butir-per-jam/feed/ 0
Kadar Dioksin Telur Ayam Kampung Salah Satu Desa di Karawang Tinggi https://www.greeners.co/berita/kadar-dioksin-telur-ayam-kampung-salah-satu-desa-di-karawang-tinggi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kadar-dioksin-telur-ayam-kampung-salah-satu-desa-di-karawang-tinggi https://www.greeners.co/berita/kadar-dioksin-telur-ayam-kampung-salah-satu-desa-di-karawang-tinggi/#respond Fri, 09 Dec 2022 06:00:55 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=38230 Jakarta (Greeners) – Telur ayam kampung lepas liar di salah satu desa di Karawang, Jawa Barat tercemar racun berbahaya. Salah satunya mengandung dioksin dengan kadar yang sangat tinggi. Hal ini […]]]>

Jakarta (Greeners) – Telur ayam kampung lepas liar di salah satu desa di Karawang, Jawa Barat tercemar racun berbahaya. Salah satunya mengandung dioksin dengan kadar yang sangat tinggi. Hal ini terungkap dari hasil penelitian terbaru Nexus 3 dan Arnika Association yang mereka lakukan di tahun 2021.

Tim peneliti menemukan produksi kapur di sebuah desa di Kawarang menggunakan bahan bakar dari sampah plastik dan ban bekas.

Lalu para peneliti dari Nexus3 dan Arnika mengumpulkan dan menganalisis sejumlah sampel yang terdiri dari abu pembakaran sampah, dan sampel tanah. Selain itu juga telur dari ayam kampung di sekitar lokasi tungku pembakaran kapur.

Hasilnya, tim temukan zat beracun dalam sampel abu, tanah, dan telur dari sebuah desa di Karawang imbas pembakaran sampah plastik dan ban bekas sebagai bahan bakar produksi kapur.

Kontaminasi polutan organik persisten yang sengaja ditambahkan ke dalam plastik atau zat yang dihasilkan selama pembakaran sampah plastik seperti dioksin merugikan lingkungan dan kesehatan manusia.

Direktur Program dari Arnika – Program Racun dan Limbah, Jindrich Petrlik mengatakan, telur yang ayam kampung hasilkan menjadi indikasi yang baik dalam penelitian ini.

Ayam kampung yang tumbuh di sekitar kawasan produksi kapur kerap kali makan di atas tanah yang rentan akan paparan zat beracun. Sementara kawasan produksi kapur bersebelahan dengan rumah warga.

Peneliti memaparkan hasil risetnya dalam media briefing LSM Nexus 3 dan Arnika Menyerukan Perjanjian Plastik Global. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Kontaminasi Dioksin di Telur Ayam Kampung Tinggi

Berdasarkan studi tersebut, tingkat kontaminasi dioksin pada telur ayam kampung dari Karawang termasuk yang tertinggi. Nilainya lebih tinggi daripada pengukuran serupa di Asia dan dunia.

“Konsentrasi dioksin dalam dua kumpulan sampel telur ayam kampung yang tim kumpulkan di Karawang melebihi standar Uni Eropa, hingga melebihi 71 dan 43 kali lipat,” katanya dalam media briefing LSM Nexus 3 dan Arnika Menyerukan Perjanjian Plastik Global di Jakarta, Kamis (8/12).

Ia menyatakan, konsentrasi tingkat dioksin telur ayam kampung paling tinggi dari Asia hanya ditemukan di Bien Hoa dan Tropodo.

Bien Hoa merupakan bekas Pangkalan Angkatan Darat AS di Vietnam yang terkontaminasi oleh Agen Oranye. Sementara cemaran dioksin dari Desa Tropodo di Jawa Timur berasal dari limbah plastik sebagai bahan bakar di fasilitas produksi tahu.

Penyebab utama penggunaan plastik sebagai bahan bakar karena mudah ditemukan dan harganya yang relatif lebih murah daripada kayu. Hal ini terlihat jelas dalam kasus di Tropodo.

“Sebelumnya mereka memakai kayu. Tapi karena banyak plastik dari dumping plastik ilegal yang diimpor ke sana dan harganya murah maka mereka konversi ke plastik,” papar Jindrich.

Ia menambahkan, selain dampak lingkungan, cemaran ini memberi dampak jangka panjang bagi kesehatan manusia di kemudian hari.

Tim peneliti berfoto bersama usai konferensi pers. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Bahaya Sampah Plastik

Terkait plastik lanjutnya, hampir semuanya berbahan dasar minyak bumi. Lalu ada tambahan zat aditif dan senyawa kimia lain. Komposisi ini mempersulit proses daur ulang. Sehingga selama 20 tahun terakhir hanya 9 % sampah plastik yang telah didaur ulang secara global. Di Indonesia, tingkat daur ulang hanya sebesar 11 %.

Sayangnya, daur ulang juga bukanlah solusi alternatif mengingat bahan-bahan kimia dari plastik justru akan terakumulasi dan tersebar lebih luas. “Kalau plastik ini didaur ulang maka bahan kimia yang mengandung bahan beracun di dalamnya akan terakumulasi dan tersebar,” imbuhnya.

Sementara itu alternatif “mendaur ulang” plastik yakni melalui pemulihan energi atau pembakaran. Pembakaran terbuka dan insinerasi sampah plastik adalah praktik yang tersebar luas, terutama di daerah yang layanan pengelolaan sampahnya belum memadai.

Penasihat Senior dari Nexus 3 Foundation, Yuyun Ismawati ikut menghadiri pertemuan negosiasi pertama untuk merumuskan mengembangkan Perjanjian Plastik ini. Terkait kondisi ini ia menyebut, pada dasarnya plastik adalah senyawa karbon dengan tambahan bahan-bahan kimia.

Bahan-bahan kimia tersebut akan terikat hingga akhir masa pakai produk plastik. “Bahan-bahan kimia ini berbahaya dan bersifat persisten. Oleh karena itu, mandat untuk mengembangkan Perjanjian Plastik harus mencakup seluruh siklus hidup plastik,” tegasnya.

Pada pertemuan Intergovernmental Negotiating Committee (INC1) dari Perjanjian Plastik di Punta del Este, Uruguay, banyak delegasi menyoroti pentingnya mengatasi dampak kesehatan dan bahan kimia beracun dalam plastik.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/kadar-dioksin-telur-ayam-kampung-salah-satu-desa-di-karawang-tinggi/feed/ 0
Healthy Eggs: Konsumsi Telur Enak dari Ayam Sehat dan Bahagia https://www.greeners.co/ide-inovasi/healthy-eggs-konsumsi-telur-enak-dari-ayam-sehat-dan-bahagia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=healthy-eggs-konsumsi-telur-enak-dari-ayam-sehat-dan-bahagia https://www.greeners.co/ide-inovasi/healthy-eggs-konsumsi-telur-enak-dari-ayam-sehat-dan-bahagia/#respond Wed, 09 Dec 2020 08:00:46 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=30403 Namun, kenikmatan telur ternyata tidak untuk semua orang. Ada yang bereaksi alergi ketika mengonsumsinya. Healthy Eggs hadir sebagai solusi. ]]>

Beberapa waktu lalu, Greeners menerbitkan tulisan tentang perilaku perusahaan makanan siap saji global yang memperlakukan hewan dengan semena-mena. Penggunaan antibiotik yang berlebihan, serta pengusaha yang tidak memperhatikan kesejahteraan hewan ternak telah mendapat penolakan di banyak penjuru bumi. Di Tanah Air, ada juga pengusaha yang berusaha untuk menjalankan bisnis peternakan mereka dengan mengedepankan kesejahteraan hewan ternak, salah satunya adalah Heathy Eggs yang menerapkan peternakan cage free.

Banyak dari kita suka memakan telur. Sumber protein ini bisa kita olah dengan berbagai macam cara, misalnya telur orak-arik, telur mata sapi, telur dadar, omelet, telur gulung, telur bacem, telur balado, dan masih banyak lagi. Namun, kenikmatan dari telur ternyata tidak untuk semua orang. Ada yang bereaksi alergi seperti gatal-gatal, ruam kemerahan pada kulit, hidung tersumbat, muntah, diare, dan berbagai efek lainnya ketika mengonsumi telur. Healthy Eggs mulanya hadir dari keresahan ini.

Healthy Eggs Solusi Alergi Telur

Roby Tjahja Dharma Gandawijaya, selaku CEO dari PT. Inti Prima Satwa Sejahtera, mencari tahu penyebab utama reaksi alergi dari berbagai macam sudut pandang konsumen telur. Dia melakukan riset hingga sepuluh tahun lamanya, sampai pada 2017 menemukan titik terang tentang bagaimana telur bisa aman untuk semua kalangan.

“Riset yang saya lakukan mulai dari penggunaan pakan, manajemen kandang hingga melakukan pengolahan pakan sendiri,” ujar Roby.

Dalam risetnya, Roby menyimpulkan alergi bukanlah sebuah kekurangan namun sebuah kelebihan, karena orang dengan reaksi alergi adalah orang dengan sistem imun yang jauh lebih protektif. Hal ini karena sistem imun tersebut menjaga tubuh dari berbagai macam residu dan hal-hal berbahaya lainnya.

“Maka Healthy Eggs hadir sebagai telur tanpa residu kimia, antibiotik dan bakteri Salmonella dan bakteri E. Coli. Terlebih lagi dihasilkan dari ayam yang paling sehat dan sedang ada pada masa golden period. Hal tersebutlah yang membuat telur kami bebas dari reaksi alergi,” tutur Roby.

Pakan Ternak Ayam Petelur Healthy Eggs

Pakan ternak untuk ayam petelur produk Healthy Eggs merupakan olahan sendiri. Pakannya tidak menggunakan tepung tulang daging, karena hal tersebut adalah salah satu pemicu reaksi alergi. Pakan yang mereka olah adalah protein nabati dari jagung petani lokal dan campuran tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan sambiloto sebagai pengganti antibiotik. Khasiatnya mampu menjaga daya tahan tubuh ayam. Semua pakan tersebut melewati quality control yang cukup ketat terlebih dahulu, mulai dari pakan datang ke tempat produksi hingga distribusinya ke kandang. Bahkan kelembaban pakan terjaga untuk menghindari adanya jamur.

Manajemen Kandang Healthy Eggs

Selain itu, Healthy Eggs juga memerhatikan manajemen kandang. Kandangnya memiliki sirkulasi udara yang baik.

“Jika Anda datang ke sana, Anda tidak akan merasakan bau kotoran ayam karena kotoran ayam langsung turun kebawah, di mana jarak antara tanah dan kandang kurang lebih 3 meter. Kotorannya selalu rutin dibersihkan, sehingga telur yang keluar dari ayam tidak bercampur dengan kotoran ayam, yang biasanya menjadi tempat hinggap lalat yang membawa telur cacing dan hal-hal kotor lainnya.”

Sistem kandang yang produk ini gunakan adalah Cage Free. Ayam dapat bergerak bebas kemana pun ia suka. Hal ini bertujuan untuk menjauhkan ayam dari stres. Tentu ini juga sangat berpengaruh pada kualitas telur. Maka dari itu, telur Healthy Eggs adalah hasil kawin dari ayam yang bahagia dan sehat tanpa antibiotik. Cangkangnya pun lebih kuat dari telur curah.

Healthy Eggs: Konsumsi Telur Enak dari Ayam Sehat dan Bahagia

Dengan metode cage free, niscaya ayam lebih sejahtera ketimbang tinggal di kandang berdempetan. Foto: Shutterstock.

Aman Bagi Semua Kalangan

Kedatangan produk Healthy Eggs membuat banyak masyarakat terbantu. Mereka yang tadinya tidak bisa mengonsumsi telur, jadi bisa menikmatinya tanpa harus khawatir akan reaksi alergi. Masyarakat yang peduli akan pemanfaatan hewan juga banyak yang mengapresiasi karena produk ini mengutamakan kesejahteraan hewan atau ayam petelurnya.

Tak hanya menguntungkan bagi orang-orang yang alergi telur. Produk ini juga menjadi kabar baik bagi mereka yang suka memakan telur mentah ala-ala Japanese food. Produk ini dapat Anda konsumsi mentah dengan mencampurnya dalam nasi dan kecap asin, atau bisa juga dengan kombinasi lain. Ia tidak berbau amis dengan rasa yang lebih gurih dan lebih juicy. Mereka selalu melakukan uji lab setiap bulannya untuk menjaga konsistensi produk. Telur ini juga aman untuk berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, ibu hamil dan menyusui, sampai lanjut usia.

Telur ini bisa tetap segar selama 1 bulan dengan penyimpanan di kulkas yang bersih dan tak berbau. 1 butir telur dengan berat 50 gram, terdiri dari 13,16% protein, 48,99% omega 9, 15,72% omega 6, 1,32% omega 3 yang bisa memelihara dan mengganti jaringan di tubuh yang telah rusak, serta mengendalikan peradangan.

Untuk Anda yang ingin membelinya, produk ini dipasarkan secara luring di berbagai supermarket kawasan Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, Bekasi, Tasikmalaya dan Bali. Mereka juga menjual produk secara daring untuk pengiriman ke seluruh Indonesia. Bila Anda membeli melalui toko daring, jangan khawatir, Healthy Eggs juga memberikan garansi bila telur pecah akan digantikan 1 kotak baru. Satu kotak kemasannya berisi 8 butir telur seharga Rp 35.000,-.

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

Healthy Eggs

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/healthy-eggs-konsumsi-telur-enak-dari-ayam-sehat-dan-bahagia/feed/ 0
6 Makanan untuk Mencegah Kekurangan Zat Besi https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-makanan-untuk-mencegah-kekurangan-zat-besi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=6-makanan-untuk-mencegah-kekurangan-zat-besi https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-makanan-untuk-mencegah-kekurangan-zat-besi/#respond Wed, 08 Jul 2020 00:00:31 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=27783 Sebagai elemen esensial kehadiran zat besi berfungsi untuk mentransfer oksigen, mensintesis DNA, dan membantu metabolisme otot.]]>

Zat besi merupakan salah satu asupan nutrisi paling penting dalam membantu perkembangan tubuh bagi anak kecil dan wanita hamil. Sebagai elemen esensial kehadirannya berfungsi untuk mentransfer oksigen, mensintesis DNA, membantu metabolisme otot.

Kekurangan zat besi ditandai dengan penurunan sel darah merah pada tubuh. Seseorang yang kekurangan pasokan hemoglobin membuat oksigen yang disebarkan ke seluruh tubuh tidak memadai dan menyebabkan lemas, kelelahan, hingga sakit kepala.

Melansir food.ndtv.com, data yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) menemukan bahwa sekitar 33 persen wanita tidak hamil, 40 persen wanita hamil, dan 42 persen anak-anak di seluruh dunia mengalami anemia akibat kekurangan zar besi. Direktur Departemen Nutrisi dan Keamanan Pangan WHO Francesco Branca mengatakan 614 juta wanita dan 280 juta anak di seluruh dunia menderita gizi buruk. Menurutnya kekurangan zat besi dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi. Beikut rekomendasi makanan untuk mengurangi masalah kekurangan zat besi secara global menurut WHO.

1. Daging

Selain untuk memenuhi kebutuhan harian akan zat protein, mengonsumsi daging juga memiliki kandungan yang kaya akan zat besi. Jenis daging yang kaya akan zat besi contohnya daging unggas atau ikan. Salmon dan tuna adalah dua daging khusus yang dianggap kaya akan zat besi.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/6-makanan-untuk-mencegah-kekurangan-zat-besi/feed/ 0
Pemerintah Tindak Lanjuti Temuan Telur Berdioksin di Jawa Timur https://www.greeners.co/berita/pemerintah-tindak-lanjuti-temuan-telur-berdioksin-di-jawa-timur/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pemerintah-tindak-lanjuti-temuan-telur-berdioksin-di-jawa-timur https://www.greeners.co/berita/pemerintah-tindak-lanjuti-temuan-telur-berdioksin-di-jawa-timur/#respond Thu, 05 Dec 2019 03:34:38 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=24878 Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengatakan kajian tidak hanya meneliti kadar dioksin dalam telur, tapi juga aspek sosial-ekonomi.]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun, dan Berbahaya (PSLB3) menindaklanjuti temuan telur berdioksin di Desa Tropodo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pemerintah akan meneliti secara ilmiah kadar dioksin yang ditemukan lembaga Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), Surabaya.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengatakan kajian tidak hanya meneliti kadar dioksin dalam telur, tapi juga aspek sosial-ekonomi. “Pemerintah akan menindaklanjuti permasalahan telur berdioksin ini supaya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, proporsional, dan independen,” ujar Novrizal, di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Selasa (03/12).

Menurut Novrizal penelitian yang dilakukan lembaga masyarakat sipil masih perlu dikritisi, sebab, jumlah sampel tidak merepresentasikan kondisi secara utuh, protokol sampling, dan uji laboratorium. Ia mengatakan hal tersebut harus dikomparasi dengan data dan evaluasi hasil sampling maupun uji laboratorium. Kaitan sifat dan karakteristik hewan uji, kata dia, juga perlu diperlu dikaji.

Baca juga: Dioksin Bakaran Sampah Plastik Mengontaminasi Telur di Jawa Timur

“Kalau kita lihat jenis hewan yang dipakai sebagai uji yaitu ayam, sebenarnya itu adalah hewan yang sensitif. Secara teori ayam bisa mati duluan sebelum racunnya masuk ke telur. Meskipun bisa saja ada teori akumulasi,” ucap Profesor Mochamad Lazuardi, Ahli Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Karliansyah.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Karliansyah. Foto: www.greeners.co/Dewi Purningsih

Dari aspek lingkungan, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Karliansyah menuturkan ada tiga penyebab kemungkinan telur ayam terkontaminasi. Pertama retak, kedua direndam di air yang terkontaminasi dioksin, dan ketiga kualitas udara di desa tersebut buruk. Namun, sesuai hasil pengecekan di lapangan ketiga kemungkinan tersebut tidak ditemukan.

“Kami akan melakukan analisa juga pada air permukaan dan tanah. Kalau dari udara kemarin bagus hasilnya dan tidak ada yang terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Namun, ada laporan enam penduduk yang merasakan ngilu. Jadi, itu perlu kita dalami lagi,” kata Karliansyah.

Baca juga: Menteri LHK: Kita Akan Lakukan Re-ekspor Untuk Impor Sampah Plastik Ilegal

Pakar lingkungan Universitas Indonesia Dr. Setyo Sarwanto Moersidik mengatakan sejak 1980 masyarakat di Jawa Timur sudah memulai bisnis sampah dan menjadi bagian dari rantai ekonomi. Menurutnya pelarangan bisnis sampah akan berdampak bagi perekonomian masyarakat di sana.

“Jalan alternatifnya, masyarakat harus memulai kembali menggunakan tungku kayu bakar. Pemerintah bisa membantu menyumbangkan tungku berbahan gas dan pemda yang harus mengayomi masyarakatnya,” kata Moersidik.

Penelitian kimia dioksin dan lingkungan awal dipimpin oleh Dr. Setyo Gunawan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kemudian akan dilanjutkan oleh Dr. Setyo Sarwanto Moersidik dari Universitas Indonesia dan tim. Sampling penelitian hanya melibatkan Desa Tropodo. Desa tersebut dinilai sebagai kawasan utama dengan jumlah dusun dan industri rumah tangga (IRT) terbanyak dibandingkan Desa Bangun, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pengujian akan memeriksa enam sampai delapan butir telur.

Penulis: Dewi Purningsih

Editor: Devi Anggar Oktaviani

]]>
https://www.greeners.co/berita/pemerintah-tindak-lanjuti-temuan-telur-berdioksin-di-jawa-timur/feed/ 0
Scrambled Egg Cups https://www.greeners.co/gaya-hidup/scrambled-egg-cups/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=scrambled-egg-cups https://www.greeners.co/gaya-hidup/scrambled-egg-cups/#respond Sat, 01 Nov 2014 01:00:53 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_food&p=6317 Telur merupakan sumber protein yang baik untuk tubuh dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Seperti dilansir bbcgoodfood.com, satu butir telur ayam berukuran besar mengandung 6,3 gram protein, 5,3 gram […]]]>

Telur merupakan sumber protein yang baik untuk tubuh dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Seperti dilansir bbcgoodfood.com, satu butir telur ayam berukuran besar mengandung 6,3 gram protein, 5,3 gram lemak, 1,6 gram lemak jenuh (saturated fat), dan 212 miligram kolesterol. Tidak ketinggalan pula vitamin A, B2, B6, B12, D, lesitin, mineral, dan selenium.

Meski begitu, disarankan untuk mengolah telur dengan suhu yang cukup panas selama beberapa waktu untuk mengurangi resiko tercemar bakteri salmonella. Memasak telur dengan metode merebus atau dibuat orak-arik terbilang cukup aman untuk mematikan bakteri ini.

Nah, jika Sobat Greeners suka dengan telur orak-arik atau scrambled egg, berikut ini resep lezat “Scrambled Egg Cups” dari Chef Farah Quinn.

Bahan :
4 lembar roti tawar, sisihkan bagian pinggirnya
2 sdm mentega
3 butir telur
1 sendok makan daun bawang cincang
3 sdm susu cair
1/4 sendok teh garam
1/8 sdt merica bubuk
100 gr keju cheddar, parut

Cara membuat :
1. Giling roti dengan rolling pin.
2. Oleskan roti dengan satu sendok teh mentega.
3. Letakkan roti kedalam loyang muffin, sambil ditekan-tekan. Panggang pada suhu 200° C selama 15 menit atau sampai kering.
4. Sementara itu, dalam mangkuk kocok telur, daun bawang, garam dan merica.
5. Panaskan wajan, cairkan mentega yang tersisa. Tuang campuran telur, masak dan sambil diaduk-aduk sampai telur benar-benar matang.
6. Ambil 1 sendok adonan telur masukkan ke dalam loyang muffin yang sudah diisi dengan roti, taburi dengan keju. Panggang 1-2 menit sampai keju meleleh.

(Gaby)

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/scrambled-egg-cups/feed/ 0
Perburuan Telur Ancam Kelestarian Penyu di Bengkulu https://www.greeners.co/berita/perburuan-telur-ancam-kelestarian-penyu-di-bengkulu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=perburuan-telur-ancam-kelestarian-penyu-di-bengkulu https://www.greeners.co/berita/perburuan-telur-ancam-kelestarian-penyu-di-bengkulu/#respond Sat, 29 Jun 2013 14:12:00 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3699 Greeners (Bengkulu) – Perburuan dan perdagangan ilegal telur penyu masih terjadi di Bengkulu. Hal tersebut memprihatinkan karena secara langsung mengancam kelestarian satwa dilindungi itu. Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya […]]]>

Greeners (Bengkulu) – Perburuan dan perdagangan ilegal telur penyu masih terjadi di Bengkulu. Hal tersebut memprihatinkan karena secara langsung mengancam kelestarian satwa dilindungi itu. Menurut Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Anggoro Dwi Sujiarto, perburuan telur untuk dijual menjadi ancaman tersendiri bagi kelestarian penyu.

“Termasuk di Bengkulu, pencurian dan penjualan masih terjadi, tapi kami terus meningkatkan sosialisasi,” katanya saat melepas 200 tukik atau anak penyu di perairan Pantai Panjang, Kota Bengkulu belum lama ini. Ia mengatakan sebagian aksi pencurian dan penjualan telur penyu karena masyarakat tidak mengetahui bahwa satwa itu dilindungi. Saat ini kata dia, kesadaran masyarakat untuk melestarikan penyu juga terus meningkat. Terbukti dengan adanya kelompok pelestari penyu di dua titik di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

“Hampir seluruh perairan Barat Bengkulu menjadi habitat bertelur penyu sehingga kesadaran masyarakat untuk melestarikan perlu terus ditingkatkan,” tambahnya. Termasuk di kawasan wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu kata dia menjadi salah satu lokasi bertelur penyu, namun saat ini semakin jarang ditemui.

Pelepasan anak penyu atau tukik di perairan Pantai Panjang diharapkan dapat meningkatn populasi penyu di alam bebas. Sebelumnya, dari penelurusan Greeners di dua pasar tradisional di Kota Bengkulu, telur penyu atau dalam bahasa lokal disebut katung, masih dijual bebas.

“Permintaannya tinggi, jadi kami sediakan bagi warga yang membutuhkan,” kata salah seorang pedagang telur penyu yang tidak ingin disebut namanya saat ditemui di salah satu pasar tradisional. Pembelian telur untuk seorang pemesan saja mencapai 1.000 butir dan ia memiliki pelanggan tetap yang mengambil 100 butir untuk tiap pembelian.

Ia menyadari, tindakan mengambil telur-telur penyu itu melawan hukum, dan dapat dikenai pidana. Tidak adanya sanksi hukum atas mereka sehingga penjual semakin leluasa menawarkan dagangannya, bahkan telur-telur itu dijajakan di atas lapak berjualan, seperti ikan lainnya. Penjualan telur-telur penyu tersebut hampir dapat ditemui setiap hari, terutama saat musim bertelur penyu.

Harga yang ditawarkan bervariasi mulai Rp5.000 hingga Rp7.000 per butir untuk yang berukuran kecil, sedangkan ukuran besar Rp15.000 per butir. “Biasanya pasokan kami dari Kabupaten Bengkulu Utara,” tambahnya.

Pengambilan dan perdagangan telur penyu menjadi salah satu ancaman serius bagi kelestarian satwa liar yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu.(G20)

]]>
https://www.greeners.co/berita/perburuan-telur-ancam-kelestarian-penyu-di-bengkulu/feed/ 0