Temulawak - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/temulawak/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 18 Jan 2021 19:02:17 +0000 id hourly 1 Mengonsumsi Ramuan Empon-Empon Tidak Mencegah Virus Korona https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengonsumsi-ramuan-empon-empon-tidak-mencegah-virus-korona/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengonsumsi-ramuan-empon-empon-tidak-mencegah-virus-korona https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengonsumsi-ramuan-empon-empon-tidak-mencegah-virus-korona/#respond Sun, 26 Apr 2020 03:00:29 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=26959 Meski kandungan di dalamnya sangat berkhasiat untuk meningkatkan kenyamanan pada tubuh, empon-empon bukan sebagai obat mengatasi virus korona.]]>

Saat ini gaya hidup sehat tengah menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia. Terlebih semenjak adanya wabah Covid-19, warga mulai menjalankan pola hidup sehat dengan berbagai cara. Berbagai informasi mengenai cara mencegah penularan virus juga kerap disalahartikan. Misalnya saat mengonsumsi ramuan tradisional empon-empon.

Empon-empon merupakan istilah untuk bagian tanaman karena kaya akan kandungan senyawa. Dalam Bahasa Jawa, istilah tersebut diartikan sebagai empu. Artinya seseorang yang kaya dengan ilmu pengetahuan. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, empu bermakna rizoma atau akar tinggal.

Baca juga: Berjemur di Pagi Hari Belum Tentu Membunuh Virus Korona

Banyak yang memercayai bahwa empon-empon menjadi salah satu penangkal virus corona. Bahkan harganya melonjak drastis hingga mencapai dua kali lipat. Menurut Dokter Spesialis Farmakologi Klinik Lonah Hans, empon-empon merupakan paduan tanaman obat tradisional Indonesia, seperti jahe, kunyit, sereh, dan temulawak. Meski kandungan di dalamnya sangat berkhasiat untuk meningkatkan kenyamanan pada tubuh, empon-empon bukan sebagai obat mengatasi virus korona.

“Tidak apa-apa kalau masyarakat mau mengonsumsi itu semua, tetapi bukan sebagai pencegahan atau pengobatan mereka yang terinfeksi Covid-19,” ucap dr. Lonah Hans saat siaran langsung instagram bertema “Second Opinion”, Selasa, (31/03/2020).

Temulawak

Rimpang temulawak mengandung curcumin yang berkhasiat sebagai anti radang dan anti hepatotoksik. Foto: shutterstock.com

Ia mengatakan jahe dan temulak mengandung senyawa yang bermanfaat menjaga kesehatan dan memperbaiki fungsi sel tubuh. Namun, bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping terhadap kesehatan. “Jangan berpikir semua tanaman obat aman. Ketika mengonsumsi salah jumlahnya, salah pengolahannya, bukan manfaat yang didapat malah efek yang tidak diinginkan,” kata dia.

Ramuan herbal seperti jahe dan temulawak, lanjut Lonah, tidak boleh dikonsumsi apabila seseorang mengonsumsi obat pengencer darah. Temulawak juga tidak dianjurkan pada penderita radang saluran empedu. “Bila dikonsumsi dapat menimbulkan radang empedu yang berdampak pada nyeri di bagian ulu hati.”

Ramuan tradisional diatur oleh Departemen Kesehatan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional. Peraturan tersebut menyebut bahwa obat tradisional merupakan bahan atau ramuan dari tumbuhan, hewan, mineral, atau campuran dari bahan secara turun temurun telah digunakan sebagai pengobatan.

Baca juga: Temulawak Rempah Berkhasiat Khas Indonesia

Sehingga, menurut Lonah, empon-empon yang termasuk obat tradisional secara turun-menurun tidak ada kaitannya dengan virus corona. Ia juga menuturkan, tanaman herbal itu tidak bisa mencegah seseorang terinfeksi virus yang telah menjadi pandemi global ini. “Untuk mencegah virus corona yang terpenting adalah cuci tangan secara teratur serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.”

Untuk menjaga kesehatan tubuh, ia juga menyarankan untuk mengonsumsi vitamin bukan hanya dari suplemen, tetapi melalui makanan sehari-hari. Tujuannya agar vitamin C, vitamin D, antioksidan, dan mineral, tetap terpenuhi oleh tubuh.

“Misalnya ingin mendapatkan vitamin C bisa dengan mengonsumsi buah jeruk atau jambu biji. Mineral zinc, bisa didapat dari kacang-kacangan dan daging sapi. Mineral kalsium bisa didapat juga dari susu dan sayur-sayuran,” ujar Lonah.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengonsumsi-ramuan-empon-empon-tidak-mencegah-virus-korona/feed/ 0
Guru Besar UI: Rempah Tidak Dapat Menangkal Virus Corona https://www.greeners.co/berita/guru-besar-ui-rempah-tidak-dapat-menangkal-virus-corona/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=guru-besar-ui-rempah-tidak-dapat-menangkal-virus-corona https://www.greeners.co/berita/guru-besar-ui-rempah-tidak-dapat-menangkal-virus-corona/#respond Fri, 06 Mar 2020 00:30:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=26385 Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI tidak membenarkan bahwa mengonsumsi rempah seperti kunyit, jahe, dan temulawak dapat menangkal virus corona.]]>

Jakarta (Greeners) – Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tidak membenarkan bahwa mengonsumsi rempah seperti kunyit, jahe, dan temulawak dapat menangkal virus corona. Menurut Profesor Dr. dr Ari Fahrial, rempah hanya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung antioksidan.

“Belum ada vaksin yang bisa menyembuhkan Covid-19 ini. Boleh saja mengonsumsi (rempah), tapi tidak berlebihan. Sesuai dengan kebutuhan sehari-hari seperti biasa. Jangan sampai menyebabkan panic buying,” ujar Ari di Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2020.

Virus corona menyerang individu yang memiliki daya tahan tubuh lemah. Ia mengatakan infeksi atau penularan virus dapat terjadi jika dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu daya tahan tubuh, jumlah bakteri atau virus yang terpapar, dan lingkungan.

Baca juga: Temulawak Rempah Berkhasiat Khas Indonesia

Untuk meningkatkan  daya tahan tubuh, rempah-rempah bukan hanya satu-satunya cara. Masih ada cara lain seperti tidur yang cukup, makan dengan teratur, tidak merokok, dan berolahraga.

Ari menuturkan bahwa perokok merupakan kelompok yang sangat rentan terpapar virus ini. Apalagi jika individu memiliki riwayat Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau penyakit peradangan paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang. Sebab rokok menyerang paru-paru dan mengakibatkan penurunan kualitas paru.

“Dilihat kasus-kasus corona virus yang meninggal, (mereka) memiliki penyakit penyerta seperti PPOK, 90 persennya disebabkan oleh rokok,” ucapnya.

Guru Besar UI

(Kedua dari Kiri) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, dr. R. Fera Ibrahim, Dr. dr. Dewi Sumaryani Soemarko, dalam acara seminar Covid-19, di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Salemba Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2020. Foto: www.greeners.co/Dewi Purningsih

Faktor Lingkungan

Dokter Spesialis Okupasi Departemen Ilmu Kedokteran FKUI, Dr. dr. Dewi Sumaryani Soemarko, MS, SpOk, mengatakan virus, kuman, dan bakteri menyukai lingkungan dengan kualitas udara yang lembap. Virus juga semakin cepat menyebar jika berada di ruangan tertutup.

“Kalau udara kering seperti musim panas orang jarang sekali terkena batuk pilek, tapi kalau udara dingin dan lembap virus mudah menyebar. Termasuk kejadian Corona Virus terjadi di musim dingin (akhir tahun) dan mereka di satu lingkungan yang tertutup, makanya cepat sekali menyebar,” kata Dewi.

Baca juga: Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan 5 Makanan Ini

Ia menuturkan untuk mengurangi penularan ini, bisa dilakukan dengan membuat ventilasi udara karena dapat meningkatkan kualitasnya. Dewi menyayangkan saat ini rumah atau gedung-gedung yang ada tidak memiliki cukup ventilasi.

Untuk mencegah risiko terjangkit Covid-19, disarankan untuk mencuci tangan secara teratur dengan sabun, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, memasak daging dan telur dengan matang, menjaga jarak dengan orang yang menunjukkan gejala flu, serta menghindari kontak langsung tanpa Alat Pelindung Diri (APD) dengan hewan liar atau ternak.

Penulis: Dewi Purningsih

Editor: Devi Anggar Oktaviani

]]>
https://www.greeners.co/berita/guru-besar-ui-rempah-tidak-dapat-menangkal-virus-corona/feed/ 0
Temulawak Rempah Berkhasiat Khas Indonesia https://www.greeners.co/flora-fauna/temulawak-rempah-berkhasiat-khas-indonesia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=temulawak-rempah-berkhasiat-khas-indonesia https://www.greeners.co/flora-fauna/temulawak-rempah-berkhasiat-khas-indonesia/#respond Fri, 24 Jan 2020 01:31:09 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_flora_fauna&p=25491 Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza Roxb. merupakan rempah berkhasiat untuk kesehatan. Ia hidup di sepanjang daerah tropis dan subtropis.]]>

Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza Roxb. merupakan jenis rempah berkhasiat untuk kesehatan yang terkenal di masyarakat. Termasuk famili Zingiberaceae, temulawak dapat bertahan hidup di sepanjang daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia, tanaman ini diduga berasal dari Pulau Jawa dan menyebar ke beberapa wilayah seperti, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan, dan Sulawesi.

Bersumber dari buku Khasiat dan Manfaat Temulawak, Curcuma xanthorrhiza Roxb. berasal dari bahasa Arab yaitu kurkum yang berarti kuning. Sedangkan Xanthoriza berasal dari kata Yunani, xanthos bermakna kuning, dan rhiza artinya umbi akar. Dalam bahasa Indonesia, ia juga dikenal sebagai akar kuning. Sementara dalam bahasa Belanda disebut geelwortel dan Javanischer gelbwurzel dalam bahasa Jerman.

Temulawak berasal dari satu famili bersama anggota temu lainnya yakni, temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestika Val), Kencur (Kaempferia galangal), lengkuas (Lengkuas galaga), dan jahe (Zingiber officanale Rosc). Sulit membedakan anggota famili Zingiberaceae dengan satu sama lainnya. Diperlukan ketelitian dan kecermatan dalam mengidentifikasi masing-masing anggotanya termasuk temulawak.

Baca juga: Bunga Kenop, Tidak Hanya Cantik Tapi Juga Berkhasiat Obat

Secara morfologi, temulawak hampir serupa dengan temu putih (Curcuma zedoaria [Berg] Rose.), tetapi warna bunga dan rimpangnya berbeda. Rimpang merupakan bagian batang yang terletak di bawah tanah. Ukurannya paling besar di antara semua rimpang genus Curcuma.

Bunga temulawak berukuran pendek, lebar, dan berkembang secara teratur. Warnanya terdiri dari putih kuning atau kuning muda bercampur merah di puncaknya. Biasanya bunga temulawak mulai mekar setelah pukul 03.00 dini hari dan semua kuncupnya merekah sebelum jam 07.00 pagi. Bunga itu mengembang selama beberapa jam, kemudian berangsur layu pada sore hari.

Temulawak

Selain di Pulau Jawa, temulawak Pulau menyebar ke beberapa wilayah seperti, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan, dan Sulawesi. Foto: shutterstock.com

Temulawak berbatang semu, berwarna hijau, dan cokelat gelap. Tingginya antara 1,5 sampai 2 sentimeter dan termasuk tertinggi dibanding kerabat semarganya. Batang tersusun atas upih-upih seperti halnya pelepah daun pada pisang yang tumbuh tegak lurs dan berumpun.

Pada daunnya berbentuk seperti mata lembing jorong agak melonjong (oblong elliptic). Telapak daun berwarna hijau tua, bergaris-garis cokelat, lebar antara 1 sampai 2,5 sentimeter, dan berbintik jernih hijau muda. Sekilas pada sisi kiri kanan tulang daun terdapat tanda semacam pita memanjang berwarna merah keunguan.

Berdasarkan pengamatan di berbagai daerah di Indonesia, temulawak umumnya mulai berbunga sekitar 2-4 bulan setelah musim hujan tiba. Seperti di Bogor, Jawa Barat, ia hampir berbunga sepanjang tahun. Sebab di sana tidak ada musim kemarau yang jelas dan curah hujan cukup tinggi yakni, sekitar 4000 mm per tahun.

Baca juga: Meniran, Tumbuhan Liar Berkhasiat Obat

Temulawak termasuk tanaman prospektif yang baik untuk dikembangkan. Semua bagiannya juga dapat dimanfaatkan. Rimpang merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan untuk beberapa macam keperluan.

Rimpang temulawak mengandung curcumin yang berkhasiat alami sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepatotoksik karena sangat berguna untuk melindungi penyakit radang hati. Selain itu, khasiat alami temulawak mampu mengatasi beberapa penyakit berat lain seperti radang empedu, radang ginjal dan batu empedu, serta kanker (Setiawan, 2011).

Temulawak juga mempunyai sifat fungistatik atau anti jamur, khususnya terhadap beberapa jamur golongan dermatophyta. Temulawak biasa diolah menjadi minuman berkhasiat seperti jamu maupun bahan dasar kosmetik.

Taksonomi Temulawak

Penulis: Sarah R. Megumi

]]>
https://www.greeners.co/flora-fauna/temulawak-rempah-berkhasiat-khas-indonesia/feed/ 0