Terbarukan - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/terbarukan/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 01 Mar 2015 01:52:46 +0000 id hourly 1 Panel Surya Revolusioner Berwarna Putih https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-revolusioner-berwarna-putih/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=panel-surya-revolusioner-berwarna-putih https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-revolusioner-berwarna-putih/#respond Thu, 13 Nov 2014 09:03:16 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_technology&p=6420 Saat ini perkembangan panel surya telah cukup merambah ke berbagai produk. Mulai dari alat pengisi baterai telepon genggam bertenaga surya, lampu tenaga surya, hingga alat transportasi. Panel surya yang digunakan […]]]>

Saat ini perkembangan panel surya telah cukup merambah ke berbagai produk. Mulai dari alat pengisi baterai telepon genggam bertenaga surya, lampu tenaga surya, hingga alat transportasi. Panel surya yang digunakan di seluruh dunia cenderung seragam dengan warna biru tua dan tidak bisa dimodifikasi baik warna maupun desain.

Akan tetapi, sebuah terobosan berhasil dilakukan oleh CSEM yang mengembangkan panel surya yang bisa dimodifikasi warna dan desainnya. CSEM adalah sebuah perusahaan riset asal Swiss untuk pengembangan teknologi, konsultan dan strategi inovasi, dengan fokus memberikan nilai lebih untuk dunia yang berkelanjutan.

Christophe Ballif bersama tim pengembang Panel Surya Warna Putih. Foto: csem.ch

Christophe Ballif bersama tim pengembang Panel Surya Warna Putih. Foto: csem.ch

Produk dengan nama White Solar Modules ini diklaim sebagai produk revolusioner di bidang panel photovoltaic (PV). Produk panel surya yang dinilai masih kurang aplikatif dan sulit penerapannya dari sisi estetika kini tidak berlaku lagi.

White Solar Modules yang diluncurkan pada Oktober 2014 ini bisa diaplikasikan dalam berbagai warna menarik dan bisa diterapkan pada berbagai platform yang bukan hanya bangunan, tapi juga kendaraan, laptop dan lainnya. CSEM mengembangkan teknologi berbasis crystalline silicon yang membuat panel surya bisa berwarna putih bahkan diaplikasikan berbagai jenis warna. Produk ini memiliki teknologi yang menyerap sinar infra merah dari matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik.

Produk ini juga berkontribusi positif terhadap temperatur sekitarnya karena panel surya berwarna putih memiliki kecenderungan bekerja dalam suhu yang lebih rendah (sekitar 30 derajat) dibanding panel surya yang berwarna gelap.

(G03)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/panel-surya-revolusioner-berwarna-putih/feed/ 0
Daun Buatan Sebagai Sumber Bahan Bakar Hidrogen https://www.greeners.co/ide-inovasi/daun-buatan-sebagai-sumber-bahan-bakar-hidrogen/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=daun-buatan-sebagai-sumber-bahan-bakar-hidrogen https://www.greeners.co/ide-inovasi/daun-buatan-sebagai-sumber-bahan-bakar-hidrogen/#respond Thu, 10 Apr 2014 09:28:11 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_technology&p=4287 Cadangan sumber bahan bakar fosil yang semakin menipis membuat para peneliti di dunia berlomba-lomba untuk menciptakan sumber energi baru yang ramah dan bersih. Para ilmuwan dan peneliti kini tengah fokus […]]]>

Cadangan sumber bahan bakar fosil yang semakin menipis membuat para peneliti di dunia berlomba-lomba untuk menciptakan sumber energi baru yang ramah dan bersih. Para ilmuwan dan peneliti kini tengah fokus terhadap pengembangan teknik Biomimicry , yaitu mengadaptasi kemampuan makhluk hidup atau alam dalam menciptakan desain, sistem, dan proses sebuah produk bekerja.

Para peneliti dari State Key Lab of Matrix Composites di Universitas Shanghai Jiaotong China tengah melakukan riset Artificial Inorganic Leaf (AIL) menggunakan metode Biomimicry. AIL adalah sejenis daun buatan yang dibuat menyerupai daun aslinya.

Mereka tengah meneliti kemampuan AIL untuk menghasilkan bahan bakar hidrogen dari proses daun tersebut menyerap energi matahari dan air.

Menggunakan teknik spektroskopik untuk mempelajari daun dari tanaman Anemone vitifolia, tanaman asli China, para peneliti mendapatkan pemahaman baru untuk menyalurkan dan mengarahkan energi matahari pada suatu titik dimana energi tersebut bisa dipanen.

Peneliti juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai photo-katalis tanaman yang mengarah pada desain sempurna dari AIL.

Daun buatan ini masih dalam tahap desain awal. Tapi apabila para peneliti berhasil menciptakan prototipe daun tersebut maka dunia memiliki harapan dalam memproduksi bahan bakar hidrogen dengan cara yang sangat murah dan efektif.

sumber : www.inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/daun-buatan-sebagai-sumber-bahan-bakar-hidrogen/feed/ 0
Desa Kalisari Targetkan Seluruh Limbah Tahu Jadi Biogasari https://www.greeners.co/berita/desa-kalistargetkan-seluruh-limbah-tahu-jadi-biogasari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=desa-kalistargetkan-seluruh-limbah-tahu-jadi-biogasari https://www.greeners.co/berita/desa-kalistargetkan-seluruh-limbah-tahu-jadi-biogasari/#respond Thu, 28 Mar 2013 04:35:17 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3503 Banyumas (Greeners) -Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menargetkan seluruh limbah industri tahu di daerah setempat diolah menjadi biogas pada 2014 mendatang. Jika tercapai, maka ada 300 rumah […]]]>

Banyumas (Greeners) -Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menargetkan seluruh limbah industri tahu di daerah setempat diolah menjadi biogas pada 2014 mendatang. Jika tercapai, maka ada 300 rumah yang bakal teraliri biogas yang digunakan untuk bahan bakar kompor.

Kepala Desa Kalisari H Wibowo mengungkapkan hingga kini desanya telah mampu mencukupi kebutuhan gas untuk 100 rumah lebih. “Biogas tersebut merupakan hasil dari pengolahan limbah tahu. Kebetulan di Desa Kalisari merupakan sentra pembuatan tahu. Karena dari dari seribu keluarga lebih, ada 300 lebih rumah yang menjadi UKM tahu,”jelas Wibowo, Rabu (27/3).

Dikatakan oleh Wibowo, tahun 2013 hingga 2014 mendatang, pihaknya mendapat dana sekitar Rp3,5 miliar untuk pengembangan biogas. “Dana tersebut berasal dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jateng yang dikucurkan secara bertahap selama dua tahun berturut-turut. Tahun ini baru Rp1,5 miliar, sisanya tahun berikutnya,”kata Wibowo.

Menurutnya, dana tersebut untuk pembuatan reaktor atau digester dan infrastruktur teknologi lainnya. “Nantinya, reaktor tersebut bakal mengolah limbah tahu sebanyak 4,5 ton per hari yang berasal dari 148 perajin tahu. Dari hasil tersebut, setidaknya ada 200-an rumah yang bakal dilayani biogas,”tambahnya.

Sebelumnya, pada 2012 lalu, BLH Jateng telah membantu instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang menghasilkan biogas.

“Kapasitasnya mencapai 1,4 ton dengan limbah cair sebanyak 9.800 liter yang berasal dari 45 UKM tahu. Saat sekarang biogas telah melayani 42 keluarga. Tetapi sebetulnya, kapasitasnya masih bisa melayani sampai 71 keluarga. Itu berdasarkan penelitian dari ahli BPPT dan Kementrian Ristek,”ujar Wibowo.

Menurut dia, teknologi biogas di Desa Kalisari pertama kali digarap oleh BPPT dan Kementerian Ristek. “Sebelum teknologi biogas, diawali dengan pembangunan IPAL yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang kemudian dilanjutkan oleh BPPT dan Kementerian Ristek dengan membuat instalasi biogas percobaan. Ternyata hasilnya sangat bagus,”kata Wibowo.

Dikatakannya, biogas mampu mencukupi kebutuhan gas 27 keluarga yang dihasilkan dari 5 ribu liter limbah tahu 19 UKM. “Itu merupakan tonggak pemanfaatkan biogas berbahan baku limbah tahu di Desa Kalisari. Selain menghasilkan biogas, limbahnya juga aman bagi lingkungan. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan limbah dari UKM tanpa diolah. Misalnya pH yang sebelumnya 4,5 kini menjadi 6,9 atau hampir netral,”ujarnya.

Dengan optimalnya fungsi instalasi yang menghasilkan biogas tersebut, lanjut Wibowo, maka dirinya optimis tujuan Kalisari sebagai desa mandiri akan terwujud. “Yang terpenting adalah menjaga konsistensi dari masyarakat untuk mengelola. Sebab, pengelolaannya diserahkan kepada masing-masing kelompok di sekitar IPAL,”kata Wibowo.

Pemanfaatan biogas mampu menghemat konsumsi elpiji. “Misalnya dalam satu keluarga, setiap bulan konsumsi elpiji 3 kg antara 3-4 tabung. Pemanfaatan biogas tidak hanya warga yang memiliki UKM tahu, tetapi juga keluarga tidak mampu,”tambahnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Banyumas Anton Adi Wahyono mengungkapkan bahwa Kalisari menjadi contoh desa mandiri energi. “Di Banyumas, pemanfaatan energi terbarukan paling bagus di Desa Kalisari. Di desa setempat, merupakan sampel industri kecil berwawasan lingkungan dan mampu menghasilkan energi terbarukan.” (G12)

]]>
https://www.greeners.co/berita/desa-kalistargetkan-seluruh-limbah-tahu-jadi-biogasari/feed/ 0
Dukung Kampanye Hemat Energi, ITS Gelar Lomba Mobil Irit https://www.greeners.co/berita/dukung-kampanye-hemat-energi-its-gelar-lomba-mobil-irit/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dukung-kampanye-hemat-energi-its-gelar-lomba-mobil-irit https://www.greeners.co/berita/dukung-kampanye-hemat-energi-its-gelar-lomba-mobil-irit/#respond Fri, 23 Nov 2012 03:00:43 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3212 Surabaya (Greenersmagz) – Termotivasi dalam mendukung program hemat energi nasional, ITS menggelar kompetisi mobil irit bertajuk Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2012 di Kenjeran Park Circuit pada 23-25 November. Kompetisi […]]]>

Surabaya (Greenersmagz) – Termotivasi dalam mendukung program hemat energi nasional, ITS menggelar kompetisi mobil irit bertajuk Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2012 di Kenjeran Park Circuit pada 23-25 November. Kompetisi skala nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Event perdana di Indonesia ini diikuti oleh 27 tim yang berasal dari 15 perguruan tinggi di Indonesia. Dalam lomba nanti, mobil yang tercatat paling sedikit penggunaan bahan bakarnya untuk jarak tempuh dan waktu yang ditetapkan, itulah yang akan keluar sebagai juara.

“Jadi lomba ini bukan sebuah balapan kecepatan, tapi lomba paling irit penggunaan bahan bakarnya,” ujar Indra Sidharta ST, ketua panitia IEMC dalam konferensi pers di Rektorat ITS, Kamis (22/11).

Menurut Indra, perhelatan IEMC ini berpedoman pada kompetisi international Shell Eco Marathon (SEM). Oleh sebab itu kompetisi IEMC tersebut mengacu pada efisiensi energi dan isu renewable energy yang ditujukan bagi mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dijelaskan, IEMC kali ini terbagi atas dua kategori umum, yaitu prototype dan urban combustion. Kategori prototype adalah kendaraan roda tiga dengan energi pendorong bahan bakar fosil. Sedangkan urban combustion adalah kendaraan roda empat berpendorong energi fosil yang tampilannya mirip mobil pada umumnya dan sesuai untuk on road.

Sementara, untuk setiap kategori umum terbagi lagi menjadi tiga kelas energi, yaitu bensin, solar, dan listrik. Sehingga, total terdapat enam kelas yang dilombakan. ITS yang mendapat kehormatan sebagai tuan rumah menerjunkan tim di semua kelas tersebut.

Indra Menyebutkan, sebelumnya, kompetisi SEM sendiri telah digelar di wilayah Asia, Eropa dan Amerika. ITS telah berpartisipasi dan menjadi juara berturut-turut selama dua tahun dalam perhelatan SEM Asia untuk kategori tertentu.

Sementara, Ketua Pelaksana, Didit Ardiyanto, menyebutkan, setiap tim diberi kesempatan untuk melakukan race sebanyak lima kali. Itu pun setelah dinyatakan lolos scrutineering atau uji inspeksi teknis yang meliputi bobot kendaraan, jenis bahan bakar, ukuran kendaraan, dan lain-lain. “Tapi kalau tim tersebut sudah merasa puas dengan capaian pada race tertentu, ya diperbolehkan untuk tidak melakukan sampai lima kali race,” papar Didit.

Dijelaskan, untuk satu kali race, tiap tim harus melalui lintasan sepanjang 12 kilometer. Untuk kategori prototype, maksimal waktu yang diberikan untuk satu kali lintasan adalah 26 menit. Sedangkan untuk kategori urban combustion, diberi waktu maksimal 30 menit dalam satu lintasan.

Sebelum dan sesudah race akan dilakukan pengukuran bahan bakar oleh panitia lomba. Sehingga bisa diketahui secara pasti berapa banyak penggunaan bahan bakar oleh kendaraan tersebut selama melakukan race. Untuk kendaraan yang berbahan bakar listrik diukur dengan menggunakan alat bernama joule meter, sedangkan untuk yang berbahan bakar gasoline (bensin) dan diesel (solar) dihitung berdasarkan rumus tertentu.

“Untuk penyelenggaraan kompetisi ini, dana 100 persen berasal dari Dikti. Tapi juga didukung oleh beberapa sponsor yang ada. Lomba ini nantinya hanya mengambil juara 1 dan 2 untuk setiap kelas. Untuk juara 1 memperebutkan hadiah berupa uang sebesar Rp 7,5 juta dan juara 2 sebesar Rp 5 juta,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS, Bambang Sampurno MT, menyatakan target ITS untuk bisa menjuarai semua kelas. “ITS sangat mendukung kegiatan ini, apalagi mendapat kehormatan sebagai penyelenggara pertama di Indonesia. Kami yakin bisa menjadi juara di tiap kelas,” tandasnya optimis. (G25)

]]>
https://www.greeners.co/berita/dukung-kampanye-hemat-energi-its-gelar-lomba-mobil-irit/feed/ 0
Energi Bukan (Hanya) Minyak https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=energi-bukan-hanya-minyak https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/#comments Wed, 12 Sep 2012 13:14:16 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_feature&p=3028 Pada 2019 Kementerian Energi memprediksi Indonesia akan kehabisan cadangan energi dan terpaksa mengimpor 100 persen kebutuhan minyak. Apa akal? Oleh : Veby Mega Indah   Stiker itu ada dua macam. […]]]>

Pada 2019 Kementerian Energi memprediksi Indonesia akan kehabisan cadangan energi dan terpaksa mengimpor 100 persen kebutuhan minyak. Apa akal?

Oleh : Veby Mega Indah

 

Stiker itu ada dua macam. Yang berukuran lebih besar bertuliskan “Mobil ini Tidak Menggunakan BBM* Bersubsidi”  dan yang kecil, “Mobil BBM Non Subsidi”. Warnanya jingga terang untuk ditempel di kaca depan dan belakang mobil. Ada lambang ESDM* di sudut kiri atas. Mustahil rasanya orang alpa melihat jika ia sudah nemplok di kaca mobil. Ia bagai jaminan agar pegawai negeri tidak bandel lagi beli bensin bersubsidi meski bermobil mentereng. Aparat TNI* dan polisi juga kena.

Ini memang ESDM punya gawe.
Sejak Agustus 2012, ESDM ramai-ramai menggelar program hemat energi. Salah satunya, ya, hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mobil-mobil instansi pemerintah. Selain itu malam-malam hingga subuh puluhan mahasiswa hingga unsur masyarakat lainnya juga berkeliaran di aneka pom bensin dan gedung-gedung pemerintah. Cuma untuk mengamat-amati dan mencatat siapa tahu ada tingkah laku nyeleneh buang-buang energi.  Dosa-dosa itu dicatat lalu dilaporkan lewat surat elektronik ke hematenergi@esdm.go.id. Jadi jangan harap bebas meninggalkan lampu atau pendingin ruangan menyala saat pulang kantor.

Harap maklum. Negeri ini lagi tarik ikat pinggang menghemat konsumsi energi. “Ya kalau kita tidak bisa mengurangi subsidi BBM, konsekuensinya pemakaian BBM yang harus dihemat,” kata Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Maryam Ayuni.

Cadangan energi Indonesia memang sudah lampu kuning. Setiap tahun konsumsi energi nasional naik 7 persen sementara cadangan energi fosil berupa minyak, batu bara dan gas semakin menurun dan terus dikeruk. Kalau pun beruntung menemukan cadangan energi fosil baru, proses eksplorasi hingga matang tersedia paling tidak butuh 15 tahun.

ESDM memprediksi tahun 2019 Indonesia akan terpaksa membeli 100 persen kebutuhan energinya dari luar negeri. Sekarang saja, nusantara kudu mengekspor minyak bumi. Produksi dalam negeri kini hanya 800 ribu per barel per hari. Sementara kebutuhan minyak bumi untuk industri, rumah tangga mau pun transportasi sudah 1 juta barel per hari. Belum lagi besok-besok saat masyarakat makin canggih dan butuh semakin banyak energi.  Padahal hingga 2012 baru 70 persen daerah Indonesia yang teraliri listrik.

Buntutnya kini ESDM menggadang program mari berhemat untuk semua instansi pemerintah. Dari pusat sampai ke daerah. Direktur Jenderal Energi  Terbarukan, EBTKE*Kementerian ESDM, Kardaya Warnika menyatakan penghematan ini cara awal dan paling cepat berusaha menyelamatkan Indonesia.

“Indonesia termasuk lebih boros penggunaan energi sekitar 50 persen jika dibandingkan negara-negara lainnya di dunia, jadi ada potensi besar untuk berhemat,” kata Kardaya.

Ini hanya tindakan pertolongan pertama krisis energi, kalau mau jujur.

]]>
https://www.greeners.co/berita/energi-bukan-hanya-minyak/feed/ 1