titik banjir - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/titik-banjir/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sun, 05 Nov 2017 15:02:00 +0000 id hourly 1 Titik Banjir Jakarta Beralih ke Wilayah Kemang https://www.greeners.co/berita/titik-banjir-jakarta-beralih-wilayah-kemang/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=titik-banjir-jakarta-beralih-wilayah-kemang https://www.greeners.co/berita/titik-banjir-jakarta-beralih-wilayah-kemang/#respond Sat, 04 Nov 2017 06:58:17 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=19208 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa terjadi pergeseran titik banjir di beberapa wilayah di DKI Jakarta.]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa terjadi pergeseran titik banjir di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut Kemang, Jakarta Selatan, jadi salah satu kawasan rawan banjir. Sebelumnya, kata Sutopo, wilayah Kampung Pulo dan Bukit Duri adalah ‘langganan’ lokasi yang menjadi titik banjir di Jakarta.

“Kampung Pulo dan Bukit Duri sudah mulai tertangani dengan proyek normalisasi sungai sehingga kemungkinan banjirnya sangat kecil. Sekarang yang malahan menjadi langganan banjir itu di wilayah Kemang. Bulan Oktober 2017 saja sudah hampir empat kali terjadi banjir di Kemang,” terang Sutopo, Jakarta, Kamis (02/10).

Wilayah Kemang sendiri, diakui oleh Sutopo telah mengalami degradasi di lokasi-lokasi sungainya sehingga mengalami kerusakan dan untuk normalisasi memerlukan biaya cukup besar. Selain biaya besar untuk normalisasi, Sutopo berpendapat masalah permukiman penduduk yang tinggal di bantaran sungai juga menjadi kendala dalam proses normalisasi.

BACA JUGA: BMKG: Antisipasi Kerusakan Akibat Hujan Disertai Angin Kencang

Menurut data BNPB, katanya, daerah rawan banjir di Jakarta ada di 125 Kelurahan dan 643 Rukun Warga. Faktor penyebab banjir di Jakarta sendiri menurut Sutopo disebabkan karena permasalahan yang terjadi di daerah aliran sungai.

Selain itu, saat ini pola hujan di Indonesia sudah berubah dibanding 30 tahun lalu. Jika sebelumnya, dalam satu tahun pola cuaca diperediksi hanya 6 bulan kemarau, 6 bulan musim hujan, saat ini musim hujan hanya berlangsung rata-rata dalam waktu empat bulan. Jika melihat zona musim, sekitar 38,3 persen masuk pada bulan Oktober dan 37,7 persen masuk bulan pada bulan November.

“Meskipun tidak ada pengaruh La Nina maupun El Nino pada musim penghujan tahun ini. Pola hujan yang akan terjadi berbeda dengan pola hujan yang terjadi pada 20 sampai 30 tahun lalu. Itulah yang menyebabkan sering kali terjadi hujan esktrim. Contohnya di Belitung Timur, Juli kemarin volume air yang dijatuhkan 306 mm/hari. Volume itu biasanya dijatuhkan dalam 1 bulan, tapi sekarang dijatuhkan hanya dalam 1 hari,” tambahnya.

Sutopo juga mengingatkan kepada semua pihak akan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung saat memasuki musim penghujan. Potensi bencana hidrometeorologi tersebut akan meningkat semakin mendekati puncak musim penghujan. Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih menjadi tiga provinsi yang rawan banjir. Sutopo mengatakan buruknya drainase dan rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) jadi penyebab utama.

BACA JUGA: Cuaca Kering, Manggala Agni Bersiaga Antisipasi Karhutla

Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prabowo R. Mulyono menjelaskan, untuk wilayah Jabodetabek awal musim hujan di mulai pada Oktober 2017 yang dimulai dari Jabodetabek bagian Selatan, Tengah, dan Jabodetabek bagian Utara.

Sementara untuk kondisi ENSO (El-Nino Southern Oscillation) adalah netral dengan indeks ENSO =-0.2, yang artinya tidak El-nino maupun tidak La-Nina sehingga tidak memengaruhi penambahan dan pengurangan uap air. Untuk suhu muka laut di wilayah Pasifik Timur sendiri dingin, kondisi ini menandakan adanya anomali negatif sehingga mengakibatkan wilayah Indonesia mendapatkan tambahan suplai uap air untuk pembentukan dan pertumbuhan awan hujan.

“Awal musim hujan 2017-2018, di sebagian besar daerah diprakirakan mulai akhir Oktober Hingga November 2017 sebanyak 260 ZOM (76.0%) dan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2017 sampai Februari 2018,” jelasnya.

Sementara Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Dr. Yunus Subagyo Swarinoto, M.Si. menekankan masyarakat perlu mewaspadai daerah-daerah yang rentan bencana, terutama saat massa transisi, seperti angin kencang, puting beliung, dan gelombang tinggi. Untuk wilayah pulau Jawa, masa transisi terjadi pada bulan September. Pada puncak musim hujan, masyarakat perlu mewaspadai banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, gelombang tinggi, pohon tumbang, mengingat peluang curah hujan ekstrim meningkat pada puncak musim hujan.

“Masyarakat perlu mewaspadai implikasi dan dampak awal musim hujan 2017-2018 terhadap berbagai sektor, seperti meningkatnya potensi luas tanam sawah, meningkatkan frekuensi tanam, ketersediaan air untuk pertanian dan waduk. Sedangkan beberapa dampak negatifnya seperti peningkatan potensi banjir, longsor dan tingginya gelombang mengganggu kegiatan nelayan,” pungkas Yunus.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/titik-banjir-jakarta-beralih-wilayah-kemang/feed/ 0
24 RW di 8 Kelurahan di Jakarta Terendam Banjir https://www.greeners.co/berita/24-rw-8-kelurahan-jakarta-terendam-banjir/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=24-rw-8-kelurahan-jakarta-terendam-banjir https://www.greeners.co/berita/24-rw-8-kelurahan-jakarta-terendam-banjir/#respond Wed, 08 Mar 2017 11:35:10 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16142 Berdasarkan laporan sementara dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta, hingga 8 Maret 2017 pukul 07.00 WIB, tercatat 24 RW, 8 kelurahan di 7 kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir.]]>

Jakarta (Greeners) – Permukiman di bantaran sungai di Jakarta sangat rentan terendam banjir saat hujan yang cukup deras terjadi sehingga menyebabkan debit sungai meningkat. Saat sungai naik Siaga 3 saja, kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banyak wilayah yang terendam banjir.

Siaga 3 sendiri, katanya, berarti tinggi muka air sungai naik melebihi batas normal. Sesungguhnya belum membahayakan bagi masyarakat seperti level Siaga 1 yang menunjukkan sungai melimpas. Tapi faktanya saat sungai naik level Siaga 3 saja maka permukiman terendam banjir.

“Semalam sungai Ciliwung naik hingga siaga 3 di Katulampa Bogor. Akibatnya banjir merendam permukiman di bantaran sungai. Berdasarkan laporan sementara dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta, hingga 8 Maret 2017 pukul 07.00 WIB tercatat 24 RW, 8 kelurahan di 7 kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam banjir,” jelasnya, Jakarta, Rabu (08/03).

BACA JUGA: Antisipasi Banjir, BNPB dan MIT Luncurkan PetaBencana.id

Sebagai informasi, berikut daerah yang masih terendam banjir hingga saat ini adalah:

Di Jakarta Selatan di wilayah Cilandak, Kelurahan Pondok Labu, banjir terjadi di RW 01/RT 12 dengan ketinggian air 30 cm; RW 03/RT 09 hingga 12 dengan ketinggian air 10-30 cm; RW 07/RT 06 dan 07 dengan ketinggian air 10-40 cm; RW 10/RT 01 dan 02 dengan ketinggian air 30-40 cm. Penyebab banjir yaitu curah hujan tinggi dan luapan kali Grogol dan Krukut. Tidak ada pengungsi dari wilayah ini. Air mulai masuk pukul 21.00 WIB.

Di wilayah Tebet, Kelurahan Bukit Duri, banjir terjadi di RW 10/RT 11, 12, dan 15 dengan ketinggian air 10-30 cm; RW 11/RT 03 hingga 05 dengan ketinggian air 10-30 cm; RW 12/RT 01 hingga 04 dengan ketinggian air 20-40 cm. Penyebab banjir yaitu luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3. Tidak ada pengungsi di wilayah ini. Air mulai masuk pukul 04.00 WIB.

Di wilayah Pancoran, Kelurahan Pangadegan, banjir terjadi di RW 01/RT 08 dengan ketinggian air 10-30 cm. Penyebab banjir yaitu curah hujan tinggi dan luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3. Tidak ada pengungsi di wilayah ini. Air mulai masuk pukul 01.00 WIB.

Di wilayah Pasar Minggu, Kelurahan Pejaten Timur, banjir terjadi di RW 05/RT 05 dengan ketinggian air 110 cm dan 20 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir; RW 06/RT 11 dengan ketinggian air 110 cm dan 25 KK (40 jiwa) terdampak banjir, RT 12 dengan ketinggian air 60 cm dan 20 KK (55 jiwa) terdampak banjir; RW 07/RT 16 dengan ketinggian air 40 cm dan 7 KK (15 jiwa) terdampak banjir, RT 17 dengan ketinggian air 80 cm dan 10 KK (30 jiwa) terdampak banjir; RW 08/RT 005 dengan ketinggian air 150 cm dan 15 KK (40 jiwa) terdampak banjir, RT 008 dengan ketinggian air 30 cm dan 5 KK (15 jiwa) terdampak banjir; RW 10/RT 12 dengan ketinggian air 30 cm dan 3 KK (7 jiwa) terdampak banjir.

BACA JUGA: Banjir Terus Mengancam, Wagub Jatim Minta Alih Fungsi Lahan Hutan Dihentikan

Di Jakarta Timur di wilayah Makasar, Kelurahan Cipinang Melayu, banjir terjadi di RW 03 dengan ketinggian air 10-30 cm, RW 04 dengan ketinggian 20 cm, RW 07 dengan ketinggian 40-70 cm. Penyebab banjir yaitu luapan kali Sunter dan Cipinang dampak kenaikan Ciliwung. Tidak ada pengungsi di wilayah ini. Air mulai masuk pukul 19.30 WIB.

Di wilayah Kramat Jati, Kelurahan Cawang, banjir terjadi di RW 05/RT 09 dan 11 dengan ketinggian air 30-100 cm. Penyebab banjir yaitu luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3. Tidak ada pengungsi di wilayah ini. Air masuk mulai pukul 20.00 WIB.

Di Kelurahan Cililitan, banjir terjadi di RW 06/RT 01,03 dan 04 dengan ketinggian air 40-100 cm; RW 07/RT 06 hingga 09 dengan ketinggian air 30-100 cm; RW 16/RT 08 dengan ketinggian air 30 cm. Penyebab banjir yaitu luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3. Tidak ada pengungsi di wilayah ini. Air masuk pukul 02.00 WIB.

Di Jatinegara, Kelurahan Kampung Melayu, banjir terjadi di RW 04/RT 12 dan 13 dengan ketinggian air 40-80 cm; RW 05/RT 10 dan 11 dengan ketinggian air 40-80 cm; RW 07/RT 01 hingga 05 dan RT 16 dengan ketinggian air 20-40 cm; RW 08/RT 06, 10, 12 hingga 15 dengan ketinggian air 20-40 cm. Penyebab banjir yaitu luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3. Tidak ada pengungsi di wilayah ini. Air masuk pukul 05.00 WIB.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/24-rw-8-kelurahan-jakarta-terendam-banjir/feed/ 0
Pasca Hujan Deras, BNPB Petakan 15 Titik Banjir dan Genangan di Jakarta https://www.greeners.co/berita/pasca-hujan-deras-bnpb-petakan-15-titik-banjir-dan-genangan-jakarta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pasca-hujan-deras-bnpb-petakan-15-titik-banjir-dan-genangan-jakarta https://www.greeners.co/berita/pasca-hujan-deras-bnpb-petakan-15-titik-banjir-dan-genangan-jakarta/#respond Thu, 15 Sep 2016 06:28:28 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=14730 Hujan deras yang turun di sebagian wilayah Jakarta pada Rabu (14/09) malam telah menyebabkan genangan dan banjir di 15 lokasi.]]>

Jakarta (Greeners) – Hujan deras yang turun di sebagian wilayah Jakarta pada Rabu (14/09) malam telah menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah lokasi. Dari hasil pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 15 daerah yang mengalami genangan tinggi hingga banjir di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa salah satu lokasi yang terendam banjir adalah kawasan Kemang di Jakarta Selatan. Di sana, ketinggian air berkisar antara 10 – 50 cm pada pukul 21.09 WIB.

“Banjir kali ini tidak telalu lama, namun banjir dan genangan ini menunjukkan Jakarta masih rapuh terhadap ancaman banjir. Ini baru banjir sesaat di musim kemarau basah. Belum masuk puncak hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari nanti,” terangnya, Jakarta, Kamis (15/09).

BACA JUGA: Fenomena La Nina, Masyarakat Diminta Waspadai Banjir dan Longsor

Berikut 15 daerah yang telah dipetakan mengalami banjir dan genangan di Jakarta yang dilansir oleh BNPB.

Jakarta Selatan:
1) Pkl.20.54 WIB, banjir di RT 006/RW 08, ketinggian air 10-20 cm.
2) Pkl.20.45 WIB, banjir di RT 001/RW04, Kebagusan, Jakarta Selatan, ketinggian 25 cm.
3) Pkl.20.26 WIB, genangan di Jl.Denpasar arah Gatot Subroto, ketinggan air 40 – 50 cm.
4) Pkl.20.42 WIB, genangan di Jl.Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan, ketinggian air 15 – 20 cm.
5) Pkl.21.00 WIB, banjir di Komplek Pondok Jaya, Mampang, Jakarta Selatan, ketinggian 40 cm.
5) Pkl.21.09 WIB, banjir di Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan, ketinggian air 10 – 50 cm.
6) Pkl.21.10 WIB, genangan di Jl. Gatot Subroto arah Buncit, Jakarta Selatan, ketinggian air 20 cm.
7) Pkl.21.03 WIB, genangan di depan Departemen Perindustrian, Jl.Gatot Subroto, ketinggian 20 cm.
8) Pkl.21.08 WIB, genangan di depan Apartemen Botanica, Simprug, Jakarta Selatan dan depan Gandaria City, ketinggian 45 cm.
9) Pkl.21.24 WIB, genangan di Jl. Duren, Bangka 9 (depan pasar Buncit), Jakarta Selatan, ketinggian 30 cm.
10) Pkl.21.35 WIB, genangan di sekitar Tanah Kusir, Jakarta Selatan, ketinggian 30 cm.

BACA JUGA: Banjir Kemang, Terlalu Banyak Bangunan di Sempadan Kali Krukut

Jakarta Barat :
11) Pkl.20.46 WIB, banjir di Jl. Dr.Muwardi 1 Grogol, ketinggian air 15 – 30 cm.
12) Pkl.21.30 WIB, genangan di depan sekolah SD Widuri Jaya, Jl Duri Mas, Duri Kepa, Jakarta Barat, ketinggian 15 cm.
13) Pkl.21.43 WIB, banjir di RT.08/RW.02, Kel.Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, akibat saluran air tersendat.

Jakarta Timur :
14) Pkl.20.36 WIB, genangan sekitar Tamini, Jakarta Timur, ketinggian air 5 – 10 cm.
15) Pkl.21.10 WIB, genangan di sekitar Jl.Raya PKP, Jakarta Timur.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/pasca-hujan-deras-bnpb-petakan-15-titik-banjir-dan-genangan-jakarta/feed/ 0
Jabodetabek Masih Akan Diguyur Hujan Lebat Beberapa Hari ke Depan https://www.greeners.co/berita/jabodetabek-masih-akan-diguyur-hujan-lebat-beberapa-hari-ke-depan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jabodetabek-masih-akan-diguyur-hujan-lebat-beberapa-hari-ke-depan https://www.greeners.co/berita/jabodetabek-masih-akan-diguyur-hujan-lebat-beberapa-hari-ke-depan/#respond Fri, 22 Apr 2016 06:18:55 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13509 Hujan lebat yang berlangsung dengan intensitas cukup lama sejak Rabu (19/04) malam membuat sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir. Hujan lebat ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.]]>

Jakarta (Greeners) – Hujan lebat yang berlangsung dengan intensitas cukup lama sejak Rabu (19/04) malam membuat sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir. Hujan lebat ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus S. Swarinoto saat dihubungi oleh Greeners mengatakan, menurut catatan dari Pos Hujan BMKG, curah hujan tertinggi selama 24 jam terakhir pada Kamis, 21 April 2016, sebesar 202 mm di Depok. Sementara Pasar Minggu tercatat 166 mm yang sudah masuk kategori sangat lebat (ekstrim).

“Hujan ini terjadi cukup merata di seluruh wilayah Jabodetabek. Menurut prediksi, dalam tiga hari ke depan beberapa wilayah Indonesia juga diperkirakan masih berpotensi terjadi hujan lebat,” katanya, Jakarta, Jumat (22/04).

Wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan lebat dalam tiga hari ke depan diantaranya Lampung, Sumsel, Bengkulu, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Maluku dan Papua.

Terkait kondisi ini, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Curah hujan tahun 2016 cenderung lebih lama dibandingkan dengan curah hujan normal. Diperkirakan curah hujan ekstrem masih berpotensi hingga Mei 2016, yang kemudian memasuki masa kering pada Juni 2016 di sebagian besar wilayah barat Indonesia. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada apabila sewaktu-waktu terjadi bencana banjir,” tambahnya.

Tidak hanya di Jakarta, hujan deras juga membuat kawasan penyangga Ibukota dilanda banjir. Sejumlah perumahan di Bekasi tergenang hingga dua meter akibat tanggul jebol dan air meluap ke pemukiman warga.

“Yang kena itu Perumahan Villa Nusa Indah Jatiasih, Bekasi terendam banjir hingga 1,5 meter. Imbas tanggul jebol juga membuat Perum Pondok Gede Permai, Jatiasih terendam hingga 2 meter. Begitu memasuki siang hari, ketinggian air terus bertambah di Perum Pondok Gede Permai hingga mencapai 3,5 meter,” kata Sutopo.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/jabodetabek-masih-akan-diguyur-hujan-lebat-beberapa-hari-ke-depan/feed/ 0
Hujan Seharian, 49 Titik Genangan Air Rendam Jalan Jakarta https://www.greeners.co/berita/hujan-seharian-49-titik-genangan-air-rendam-jalan-jakarta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hujan-seharian-49-titik-genangan-air-rendam-jalan-jakarta https://www.greeners.co/berita/hujan-seharian-49-titik-genangan-air-rendam-jalan-jakarta/#respond Mon, 09 Feb 2015 10:45:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=7325 Jakarta (Greeners) – Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Minggu (08/02) malam hingga Senin siang ini mengakibatkan beberapa ruas jalan di sejumlah wilayah tergenang air dengan ketinggian genangan yang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Minggu (08/02) malam hingga Senin siang ini mengakibatkan beberapa ruas jalan di sejumlah wilayah tergenang air dengan ketinggian genangan yang relatif bahkan sulit untuk dilalui oleh kendaraan bermotor.

Petugas dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Brigadir Peter saat dihubungi oleh Greeners mengatakan bahwa ada sejumlah titik ruas jalan yang sebaiknya dihindari karena tinggi genangannya.

“Untuk para pengendara roda dua, kami juga mengimbau agar jangan berhenti saat hujan di kolong fly over atau di bawah pohon,” katanya, Jakarta, Senin (09/02).

Selain menambah kemacetan, lanjutnya, berhenti di bawah pohon memiliki resiko yang cukup berbahaya karena hujan disertai angin kencang bisa membuat pohon tumbang. Dia juga menyarankan untuk para pengendara mobil agar mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati karena jarak pandang yang terbatas.

Sementara itu, Kepala Pusat Humas Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan, sepanjang hari ini kawasan Ibu Kota akan diguyur hujan. BNPB juga mencatat sebanyak 49 titik genangan air timbul akibat hujan.

“Sesuai dengan citra via satelit memang terlihat satu sel awan besar di barat Jakarta,” terangnya.

Berikut data dari TMC Polda Metro mengenai ruas jalan yang tergenang air.

JAKARTA PUSAT: 22 TITIK
1.10-20 cm, Jl. MH. Thamrin (di dpn Sarinah).
2.10-15 cm, Jl. cempaka baru.
3.20-30 cm, Jl. Ahmad yani.
4.10-30 cm, Jl. Kwitang raya.
5.20-40 cm, Jl. Majapahit.
6.30-40 cm, Jl. Budi Kemuliaan.
7.30-40 cm, Jl. Percetakan Negara.
8.20-30 cm, Jl. Cempaka Putih Tengah.
9.30-60 cm, Jl. Krekot Bunder Raya, Sawah Besar.
10.20-30 cm, Jl. Senen raya.
11.20-30 cm, Jl. Bungur Besar 5.
12.20-30 cm, Jl. Kesehatan.
13.60 – 80 cm, Jl. Batu Ceper Raya.
14.20-30 cm, Jl. Jaksa.
15.10-20 cm, Jl. Kampung irian I, serdang, kemayoran.
16.20-40 cm, Jl. Letjend Suprapto.
17.10 -20 cm, Jl. Kebon sirih.
18.20-50 cm, Jl. Medan Merdeka Barat.
19.10-25 cm, Jl. Medan Merdeka Selatan (Dpn Gd Danareksa).
20.10-20 cm, Jl. Batu (dpn stasiun gambir).
21.50-60 cm, Jl. Letjend Suprapto (Underpass senen).
22.30-60 cm, Jl. Kartini 2.

JAKARTA BARAT: 18 TITIK
1.15-20 cm, Jl. Sosial Daan Mogot.
2.10-20 cm, Jl.Satria, Jelambar, Grogol.
3.10-20 cm, Jl.Kedoya raya.
4.10-20 cm, Jl. Panjang (Dpn Mcd Green Garden).
5.5-10 cm, Jl Pejuangan Raya.
6.30-40 cm, Jl. Patra Raya.
7.40-60 cm, Jl. Arjuna Selatan.
8.20-30 cm, Jl. Kyai tapa (Dpn Trisakti).
9.20-40 cm, Jl. Peternakan raya, kapuk.
10.10-15cm, Jl. Latumeten.
11.10 – 50cm, Jl.Kota Bambu Utara.
12.10-20 cm, Jl. Hadiah, Jelambar.
13.40-50 cm, Jl. S Parman (Depan UNTAR).
14.10-20 cm, Jl. Roxy arah Seasons City.
15.10-30 cm, Jl. Daan Mogot.
16.30-50 cm, Jl. Mangga, Duri kepa.
17.20-40 cm, Jl. Kapuk Raya.
18.20-35 cm, Jl. Komp KFT, Cengkareng.

JAKARTA TIMUR: 4 TITIK
1.20-30 cm, Jl. Matraman raya.
2.20-30 cm, Jl. DI Panjaitan.
3.10-30 cm, Jl. Pramuka (TL matraman).
4.10-15 cm, Jl. Raya Bekasi (Dpn Pasar cakung).
JAKARTA SELATAN: 2 TITIK
1.30-50 cm, Jl. H. Ipin Pdk Labu.
2.20-30 cm, Jl. Fatmawati.

JAKARTA UTARA: 3 TITIK
1.20-30 di Jl. Yos Sudarso.
2.20-30 cm di Jl. kapuk muara.
3.10-35 cm di Jl. Boulevard Artha Gading (Dpn Mall Artha Gading).

(G09)

Foto: Kondisi ruas jalan Kapten Tandean, Jakarta Selatan dan fly over UKI Cawang, Jakarta Timur pada Senin (09/02).

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/berita/hujan-seharian-49-titik-genangan-air-rendam-jalan-jakarta/feed/ 0