titik genangan air - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/titik-genangan-air/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 11 Feb 2015 05:49:58 +0000 id hourly 1 BMKG, Intensitas Hujan Dua Hari Belakangan Luar Biasa https://www.greeners.co/berita/bmkg-intensitas-hujan-dua-hari-belakangan-luar-biasa/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=bmkg-intensitas-hujan-dua-hari-belakangan-luar-biasa https://www.greeners.co/berita/bmkg-intensitas-hujan-dua-hari-belakangan-luar-biasa/#respond Wed, 11 Feb 2015 05:49:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=7379 Jakarta (Greeners) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa intensitas hujan di wilayah Jabodetabek yang terjadi pada Minggu (08/02) malam hingga Selasa (10/2/2015) pagi kemarin, hampir sama banyaknya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa intensitas hujan di wilayah Jabodetabek yang terjadi pada Minggu (08/02) malam hingga Selasa (10/2/2015) pagi kemarin, hampir sama banyaknya dengan intensitas hujan dalam kurun waktu satu bulan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) BMKG, Edvin Aldrian saat dihubungi oleh Greeners mengatakan bahwa rata-rata intensitas hujan yang turun dalam waktu satu bulan sekitar 300-400 milimeter. Namun, untuk hujan yang turun pada hari Senin kemarin mencapai 360 mm per hari, sementara hujan yang turun pada hari Selasa mencapai 190 mm.

“Ini (intensitas hujan) kita ukur dari stasiun kita di kantor BMKG dan ini luar biasa. Ini (intensitas hujan) ekstrim sekali makanya langsung banjir,” terangnya, Jakarta, Rabu (11/02).

Untuk hari ini, BMKG memprakirakan hujan akan mengguyur wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur sepanjang hari namun dalam intensitas ringan. “Hari ini akan gerimis saja tapi besok dan lusa kemungkinan akan “basah” lagi,” ujarnya.

Peta lokasi potensi banjir di DKI Jakarta dan sekitanya yang dikeluarkan pada 9 Februari 2015. Gambar: http://geospasial.bnpb.go.id/

Peta lokasi potensi banjir di DKI Jakarta dan sekitanya yang dikeluarkan pada 9 Februari 2015. Gambar: http://geospasial.bnpb.go.id/

Di lain sisi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menganggap jika banjir yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan dan beberapa faktor buruknya pengelolaan lingkungan hidup tahun ini tidak lebih buruk dibandingkan puncak hujan yang terjadi pada tahun lalu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa hingga Selasa siang kemarin, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada penambahan titik genangan air di Jakarta hingga 107 titik genangan.

“Di Jakarta Pusat ada 25 titik genangan, 27 titik di Jakarta Barat, 25 titik di Jakarta Timur, 10 titik di Jakarta Selatan dan 20 titik di Jakarta Utara,” jelasnya.

Akibat banjir ini, 5.986 jiwa korban banjir di 14 lokasi di Ibu Kota mengungsi. Namun, Sutopo menyatakan bahwa mereka telah kembali ke rumah masing-masing.

“Ribuan korban banjir yang berjumlah 2.063 warga di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, masih berada di lokasi pengungsian hingga malam tadi,” kata Sutopo.

Peta potensi banjir. Gambar: http://geospasial.bnpb.go.id/

Peta potensi banjir. Gambar: http://geospasial.bnpb.go.id/

Untuk titik penyebaran pengungsi tersebut, lanjutnya, 1.500 warga mengungsi di Rusun Muara Baru, 168 orang di Kantor Kelurahan Penjaringan, 84 orang di Pos Polisi Pluit, 7 orang di Kantor RW 07, 104 orang di Gedung SD 012, 150 orang di Masjid Nurul Ihwan, dan 50 orang ditempatkan sementara di Rumah Yatim RW 17.

Sebagai informasi, Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menerangkan hari ini masih terdapat genangan air di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, sedangkan sisanya sudah mulai surut.

Salah seorang petugas TMC, Briptu Amung kepada Greeners mengatakan sebaran titik genangan air tersebut antara lain di Jakarta Utara seperti di Pluit Timur (40 cm), depan Lantamal (30 – 40 cm), Jl.RE Martadinata (15 cm), Jl. Jatidia Tj Priok (20 cm), Jl.Batu Ancol (20 cm), KBN Cakung (40 cm), Kebon Baru (15 cm) dan Bundaran Kelapa Gading arah SMR (15 cm).

“Untuk Jakarta Barat ada di Traffic Light Ring Road Purikembangan (50 cm), Depan Univ.Tarumanegara arah Tomang (50 cm), Jl.Tubagus Angke (40 cm), Jl Kyai Tapa (20 cm) dan Jl.Daan Mogot depan Satpas SIM arah Grogol (40 cm),” pungkasnya.

(G09)

]]>
https://www.greeners.co/berita/bmkg-intensitas-hujan-dua-hari-belakangan-luar-biasa/feed/ 0
Banjir Jakarta Bukan Hanya Karena Hujan https://www.greeners.co/berita/banjir-jakarta-bukan-hanya-karena-hujan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=banjir-jakarta-bukan-hanya-karena-hujan https://www.greeners.co/berita/banjir-jakarta-bukan-hanya-karena-hujan/#respond Tue, 10 Feb 2015 07:34:04 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=7354 Jakarta (Greeners) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sejak Senin (09/10) kemarin hingga Selasa siang ini titik banjir di Jakarta menjadi 93 titik. Ttitik banjir tersebut tersebar di 35 […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sejak Senin (09/10) kemarin hingga Selasa siang ini titik banjir di Jakarta menjadi 93 titik. Ttitik banjir tersebut tersebar di 35 titik Jakarta Pusat, 28 titik di Jakarta Barat, 17 titik di Jakarta Utara, 8 titik di Jakarta Timur, dan 5 titik di Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa banjir yang melanda Jakarta bukan hanya disebabkan oleh turunnya hujan semata, tetapi juga buruknya drainase perkotaan serta kurangnya kawasan resapan air yang akhirnya menyebabkan pasokan air permukaan melimpah.

“Saat ini rata-rata tinggi muka air di berbagai pintu air yang berada di Jakarta dalam posisi siaga tiga. Kami meminta warga disekitar bantaran, terutama bantaran kali Ciliwung untuk terus waspada,” jelasnya, Jakarta, Selasa (10/02).

Sutopo juga menyatakan bahwa BPNB memperkirakan tinggi genangan air berpotensi meningkat di beberapa tempat. Oleh karena itu, Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana DKI Jakarta dan Posko BNPB terus melakukan pemantauan perkembangan banjir di Jakarta.

Posko pendampingan darurat banjir DKI Jakarta yang didirikan BNPB di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Posko pendampingan darurat banjir DKI Jakarta yang didirikan BNPB di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa BNPB telah mendirikan 28 Posko Taktis, yaitu 25 posko di Jakarta, 2 posko di Bekasi dan 1 posko di Tangerang dengan melibatkan 3.600 personel dari TNI dan 614 personel Polri untuk mengantisipasi banjir jika diperlukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono menyatakan bahwa banjir kali ini bukanlah banjir kiriman dari Bogor. Menurutnya, banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh naiknya air laut hingga ke daratan Jakarta, karena intensitas hujan di Kota Bogor saat ini justru lebih ringan daripada di Jakarta.

“Hujan lokal dan rob dari utara ini yang menyebabkan genangan,” kata Agus saat dihubungi oleh Greeners.

Sedangkan banjir yang melanda wilayah Thamrin dan Istana Negara, terang Agus, dikarenakan pompa air di Waduk Pluit yang tidak berfungsi akibat pemadaman arus listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Berdasarkan data dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, hari ini masih ada titik genangan air dengan tinggi bervariasi, antara 20 hingga 100 meter. Salah seorang petugas TMC, Briptu Amung kepada Greeners mengatakan bahwa setidaknya ada 16 titik genangan banjir di sejumlah ruas di Jakarta yang berhasil dihimpun melalui informasi dari warga.

Beberapa titik tersebut adalah :
1. Di wilayah Patra Raya, terdapat genangan air setinggi 40 cm. Pengguna yang hendak melintasi daerah tersebut diminta untuk mencari jalan alternatif.
2. Di Kompleks Duta Bandara Permai, Dadap, Cengkareng, terdapat genangan air setinggi 40 cm.
3. Di Jembatan Gantung Daan Mogot, ketinggian air mencapai hingga 80-100 cm.
4. Di Pasar Cipulir Jakarta Selatan dan Jalan Raya Ciledug, ketinggian genangan air dilaporkan mencapai 20 cm. Kendaraan dikatakan masih bisa melintasi kawasan tersebut.
5. Di depan Universitas Trisakti, Grogol, ketinggian air mencapai 60-80 cm. Jalan di kawasan tersebut tidak dapat dilintasi kendaraan.
6. Di depan Mall Artha Gading, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.
7. Di Jalan Bank-Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 50-60 cm.
8. Di depan Pasar Jagal Buncit, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.
9. Di depan SMP 124/SMA 60 di Jalan Kemang Timur, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 40 cm.
10. Di depan Tarakanita di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, ketinggian genangan air mencapai 30 cm.
11. Di Exit Tol Kemayoran PRJ, ketinggian genangan air mencapai 40-50 cm.
12. Di wilayah Duri Kosambi, Jakarta Barat, ketinggian genangan air mencapai 60-80 cm.
13. Di KM 25 Tol Kamal (arah ke Tol JLB), ketinggian genangan air mencapai 30 cm.
14. Di depan RSAL Mintohardjo di Jalan Bendungan Hilir Raya, Jakarta Pusat, ketinggian genangan air mencapai 40-60 cm.
15. Di depan Kemchick di Jalan Kemang Raya, ketinggian genangan air mencapai 20-40 cm.
16. Di depan RS Atmajaya Pluit, ketinggian genangan air mencapai 40 cm.

(G09)

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/berita/banjir-jakarta-bukan-hanya-karena-hujan/feed/ 0
Hujan Seharian, 49 Titik Genangan Air Rendam Jalan Jakarta https://www.greeners.co/berita/hujan-seharian-49-titik-genangan-air-rendam-jalan-jakarta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=hujan-seharian-49-titik-genangan-air-rendam-jalan-jakarta https://www.greeners.co/berita/hujan-seharian-49-titik-genangan-air-rendam-jalan-jakarta/#respond Mon, 09 Feb 2015 10:45:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=7325 Jakarta (Greeners) – Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Minggu (08/02) malam hingga Senin siang ini mengakibatkan beberapa ruas jalan di sejumlah wilayah tergenang air dengan ketinggian genangan yang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Minggu (08/02) malam hingga Senin siang ini mengakibatkan beberapa ruas jalan di sejumlah wilayah tergenang air dengan ketinggian genangan yang relatif bahkan sulit untuk dilalui oleh kendaraan bermotor.

Petugas dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Brigadir Peter saat dihubungi oleh Greeners mengatakan bahwa ada sejumlah titik ruas jalan yang sebaiknya dihindari karena tinggi genangannya.

“Untuk para pengendara roda dua, kami juga mengimbau agar jangan berhenti saat hujan di kolong fly over atau di bawah pohon,” katanya, Jakarta, Senin (09/02).

Selain menambah kemacetan, lanjutnya, berhenti di bawah pohon memiliki resiko yang cukup berbahaya karena hujan disertai angin kencang bisa membuat pohon tumbang. Dia juga menyarankan untuk para pengendara mobil agar mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati karena jarak pandang yang terbatas.

Sementara itu, Kepala Pusat Humas Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan, sepanjang hari ini kawasan Ibu Kota akan diguyur hujan. BNPB juga mencatat sebanyak 49 titik genangan air timbul akibat hujan.

“Sesuai dengan citra via satelit memang terlihat satu sel awan besar di barat Jakarta,” terangnya.

Berikut data dari TMC Polda Metro mengenai ruas jalan yang tergenang air.

JAKARTA PUSAT: 22 TITIK
1.10-20 cm, Jl. MH. Thamrin (di dpn Sarinah).
2.10-15 cm, Jl. cempaka baru.
3.20-30 cm, Jl. Ahmad yani.
4.10-30 cm, Jl. Kwitang raya.
5.20-40 cm, Jl. Majapahit.
6.30-40 cm, Jl. Budi Kemuliaan.
7.30-40 cm, Jl. Percetakan Negara.
8.20-30 cm, Jl. Cempaka Putih Tengah.
9.30-60 cm, Jl. Krekot Bunder Raya, Sawah Besar.
10.20-30 cm, Jl. Senen raya.
11.20-30 cm, Jl. Bungur Besar 5.
12.20-30 cm, Jl. Kesehatan.
13.60 – 80 cm, Jl. Batu Ceper Raya.
14.20-30 cm, Jl. Jaksa.
15.10-20 cm, Jl. Kampung irian I, serdang, kemayoran.
16.20-40 cm, Jl. Letjend Suprapto.
17.10 -20 cm, Jl. Kebon sirih.
18.20-50 cm, Jl. Medan Merdeka Barat.
19.10-25 cm, Jl. Medan Merdeka Selatan (Dpn Gd Danareksa).
20.10-20 cm, Jl. Batu (dpn stasiun gambir).
21.50-60 cm, Jl. Letjend Suprapto (Underpass senen).
22.30-60 cm, Jl. Kartini 2.

JAKARTA BARAT: 18 TITIK
1.15-20 cm, Jl. Sosial Daan Mogot.
2.10-20 cm, Jl.Satria, Jelambar, Grogol.
3.10-20 cm, Jl.Kedoya raya.
4.10-20 cm, Jl. Panjang (Dpn Mcd Green Garden).
5.5-10 cm, Jl Pejuangan Raya.
6.30-40 cm, Jl. Patra Raya.
7.40-60 cm, Jl. Arjuna Selatan.
8.20-30 cm, Jl. Kyai tapa (Dpn Trisakti).
9.20-40 cm, Jl. Peternakan raya, kapuk.
10.10-15cm, Jl. Latumeten.
11.10 – 50cm, Jl.Kota Bambu Utara.
12.10-20 cm, Jl. Hadiah, Jelambar.
13.40-50 cm, Jl. S Parman (Depan UNTAR).
14.10-20 cm, Jl. Roxy arah Seasons City.
15.10-30 cm, Jl. Daan Mogot.
16.30-50 cm, Jl. Mangga, Duri kepa.
17.20-40 cm, Jl. Kapuk Raya.
18.20-35 cm, Jl. Komp KFT, Cengkareng.

JAKARTA TIMUR: 4 TITIK
1.20-30 cm, Jl. Matraman raya.
2.20-30 cm, Jl. DI Panjaitan.
3.10-30 cm, Jl. Pramuka (TL matraman).
4.10-15 cm, Jl. Raya Bekasi (Dpn Pasar cakung).
JAKARTA SELATAN: 2 TITIK
1.30-50 cm, Jl. H. Ipin Pdk Labu.
2.20-30 cm, Jl. Fatmawati.

JAKARTA UTARA: 3 TITIK
1.20-30 di Jl. Yos Sudarso.
2.20-30 cm di Jl. kapuk muara.
3.10-35 cm di Jl. Boulevard Artha Gading (Dpn Mall Artha Gading).

(G09)

Foto: Kondisi ruas jalan Kapten Tandean, Jakarta Selatan dan fly over UKI Cawang, Jakarta Timur pada Senin (09/02).

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/berita/hujan-seharian-49-titik-genangan-air-rendam-jalan-jakarta/feed/ 0