tnbts - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/tnbts/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 13 Sep 2017 09:15:49 +0000 id hourly 1 Padang Rumput di Kaldera Gunung Bromo Terbakar https://www.greeners.co/berita/padang-rumput-kaldera-gunung-bromo-terbakar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=padang-rumput-kaldera-gunung-bromo-terbakar https://www.greeners.co/berita/padang-rumput-kaldera-gunung-bromo-terbakar/#respond Mon, 11 Sep 2017 11:53:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=18550 Padang rumput atau sabana di Kaldera Gunung Bromo, Jawa Timur terbakar. Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini terjadi hari ini, Senin (11/09), sejak pukul 11.00 WIB.]]>

Pasuruan (Greeners) – Padang rumput atau sabana di Kaldera Gunung Bromo, Jawa Timur terbakar. Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ini terjadi hari ini, Senin (11/09), sejak pukul 11.00 WIB, dan sampai sore hari pukul 17.00 WIB api belum padam.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan puluhan petugas untuk memadamkan api. Pemadaman dilakukan secara manual dengan memukul-mukul api menggunakan alat sederhana dari kayu dan batang-batang pohon.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, dan kami terus melakukan pemadaman,” kata Sarif Hidayat kepada Greeners.co.

BACA JUGA: Longsor di Lereng Bromo, Ribuan Kepala Keluarga Krisis Air Bersih

Sarif mengungkapkan, pihaknya belum memperoleh laporan berapa luas areal yang terbakar. Menurut dia, pihaknya masih konsentrasi mengendalikan dan memadamkan api.

“Belum tahu luasannya berapa. Teman-teman masih melakukan pemadaman awal. Jadi belum bisa diprediksi luasannya berapa. Nanti setelah itu baru diketahui,” jelasnya.

kaldera gunung bromo

Foto: TNBTS

Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I TNBTS, Sarmin, juga belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab kebakaran. Meski demikian, ia berjanji akan fokus melakukan penyelidikan penyebab kebakaran jika api sudah berhasil dipadamkan. “Kami tangani dulu. Kami lebih konsen kepada pengendalian dulu,” katanya.

BACA JUGA: Pasca Yadnya Kasada, Bromo Dipenuhi Sampah

Titik kebakaran berada di daerah Pengol berdekatan dengan kawasan Pasir Berbisik. Angin yang berhembus kencang sangat memungkinkan menyebabkan kebakaran cepat meluas ke wilayah lain.

Kawasan yang terbakar termasuk dalam kaldera Gunung Bromo yang arealnya berada di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan hinga Kabupaten Malang.

Penulis: MA/G12

]]>
https://www.greeners.co/berita/padang-rumput-kaldera-gunung-bromo-terbakar/feed/ 0
TNBTS Buka Taman Edukasi Edelweis https://www.greeners.co/berita/tnbts-buka-taman-edukasi-edelweis/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tnbts-buka-taman-edukasi-edelweis https://www.greeners.co/berita/tnbts-buka-taman-edukasi-edelweis/#respond Mon, 28 Mar 2016 09:35:15 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=13295 Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hari ini meresmikan taman edukasi edelweis di kawasan Penanjakan. Taman edukasi ini diharapkan bisa menjadi salah satu usaha konservasi tanaman yang semakin jarang dijumpai.]]>

Malang (Greeners) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hari ini meresmikan taman edukasi edelweis di kawasan Penanjakan. Taman edukasi ini diharapkan bisa menjadi salah satu usaha konservasi tanaman yang semakin jarang dijumpai.

Kepala Balai Besar TNBTS, Ayu Dewi Utari mengatakan, taman ini dibangun sejak Januari 2016 di lahan sekitar 100 hektare. Taman edelweis ini berada di kawasan Gunung Penanjakan di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dan Gunung Argowulan di Desa Ngadisari, Kecamatan Sekarpura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

“Hari ini diresmikan Menteri LHK Siti Nurbaya,” kata Ayu Dewi Utari, Senin (28/3/2016).

Foto: dok. TNBTS

Foto: dok. TNBTS

Selain meresmikan taman edukasi edelweis, Menteri Siti Nurbaya juga memberikan bibit kepada para siswa Sekolah Dasar Negeri di Desa Ngadisari. Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman edelweis di halaman Musala Bank Syariah Mandiri di Penanjakan.

Siti Nurbaya mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kampanye pelestarian ekosistem melalui pemberdayaan masyarakat dengan mengedepankan kearifan lokal masyarakat Tengger. Usai dari TNBTS, Menteri Siti Nurbaya juga bakal mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Baluran.

“Kelestarian kawasan ekosistem TNBTS harus dijaga dengan mengharmonisasikan kepentingan konservasi ekosistem, ekowisata dan pemberdayaan masyarakat,” kata Siti Nurbaya berpesan.

Sementara itu, menurut Ayu, keberadaan edelweis (Anaphalis javanica) di kawasan TNBTS terancam punah. Selain disebabkan ulah manusia, juga faktor perubahan cuaca yang ekstrem.

Ia menyontohkan, perburuan edelweis untuk dijual kembali menambah ancaman serius bagi tanaman yang tumbuh di pegunungan ini. Tidak sedikit, pengunjung atau pendaki yang memetik bunga tersebut untuk kenang-kenangan atau hiasan di rumah.

“Banyak pengunjung atau pendami yang belum sepenuhnya sadar, padahal mereka bisa menikmatinya di alam tanpa harus membawanya pulang,” kata Ayu.

Edelweis tumbuh liar di kawasan TNBTS dan berada di kawasan pendakian menuju Gunung Semeru. Meski petugas rutin patroli dan rajin mengingatkan pengunjung, namun masih ada saja yang pulang membawa tanaman yang hanya tumbuh di pegunungan ini.

Penulis: HI/G17

]]>
https://www.greeners.co/berita/tnbts-buka-taman-edukasi-edelweis/feed/ 0
Kebakaran Savana Di Bromo Diduga Karena Ulah Manusia https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-di-bromo-diduga-karena-ulah-manusia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebakaran-savana-di-bromo-diduga-karena-ulah-manusia https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-di-bromo-diduga-karena-ulah-manusia/#respond Wed, 10 Sep 2014 08:01:32 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5761 Malang (Greeners) – Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Padang savana yang berada di blok Pengol atau kawasan bukit “Teletubbies” terbakar sejak Selasa, 9 September 2014 sore. […]]]>

Malang (Greeners) – Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Padang savana yang berada di blok Pengol atau kawasan bukit “Teletubbies” terbakar sejak Selasa, 9 September 2014 sore. Hingga siang ini, petugas gabungan tengah berusaha memadamkan api dengan cara tradisional dan berusaha agar api tidak merembet dan meluas.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ayu Dewi Utari mengatakan, api diketahui sejak Selasa sore. Namun, karena kondisi rumput ilalang yang kering disertai hembusan angin yang kencang menyulitkan petugas memadamkan api. “Petugas gabungan dari TNBTS, TBI, Polri, relawan, serta masyarakat berusaha memadamkan api sejak kemarin,” katanya, Rabu (10/9/2014).

Ayu yang meninjau lokasi kebakaran pagi tadi mengatakan, petugas telah membuat parit penghalang agar api tidak meluas dan diharapkan hari ini api sudah bisa padam. Savana “Teletubbies” ini memang mirip dengan savana dalam film anak-anak “Teletubies” sehingga disebut demikian. Para pengunjung kawasan Bromo selalu mengunjungi savana ini untuk menikmati kedamaian di tengah savana.

Menurutnya, kebakaran yang menghanguskan hingga 100 hektar padang savana kali ini merupakan kejadian yang ketiga kalinya pada 2014. Kebakaran sebelumnya terjadi ketika Lebaran dengan luas savana sekitar 1-1,5 hektare yang terbakar. Selain, ilalang, tanaman adas, dan perdu juga hangus terbakar dalam peristiwa ini. Ayu menduga, kebakaran ini disebabkan karena ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan, atau para pencari kayu yang lupa tidak memadamkan api unggun hingga benar-benar padam.

Organisasi perlindungan hutan dan satwa atau Protection of Forest and Fauna (ProFauna), Rosek Nursahid, juga menegaskan jika pemicu kebakaran adalah manusia yang seenaknya saja membuang puntung rokok atau membuat api unggun yang pemadamannya tidak sempurna.

Ia meminta pihak TNBTS lebih intensif dalam melaksanakan kontrol dan patroli untuk mencegah kebakaran tidak terulang kembali. Sebab, bisa saja itu ulah wisatawan yang tidak mengetahui bahaya puntung rokok. “Patroli harus lebih diintensifkan oleh petugas,” katanya.

Data Balai Besar TNBTS menyebutkan, kebakaran tahun 2012 juga pernah terjadi dan menghanguskan 33 hektare padang savana. Sejak 2007-2011, terjadi 61 kasus kebakaran yang merusak padang savana seluas 1.688 hektare.

Setiap musim kemarau, pihak BB TNBTS selalu mengantisipasi adanya kebakaran terutama di padang savana karena rawan terbakar. Meski posko tanggap darurat kebakaran dan papan larangan membuang puntung rokok sembarangan, hampir setiap tahun terjadi kebakaran meski volumenya kian menyusut.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebakaran-savana-di-bromo-diduga-karena-ulah-manusia/feed/ 0
Semeru Ditutup Dari Pendakian Untuk Revitalisasi Ekosistem https://www.greeners.co/berita/semeru-ditutup-dari-pendakian-untuk-revitalisasi-ekosistem/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=semeru-ditutup-dari-pendakian-untuk-revitalisasi-ekosistem https://www.greeners.co/berita/semeru-ditutup-dari-pendakian-untuk-revitalisasi-ekosistem/#respond Wed, 21 Nov 2012 03:00:16 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3207 Malang (Greenersmagz) – Bagi pembaca Greenersmagz yang berencana mendaki Gunung Semeru, Gunung Tengger atau Gunung Bromo, harus menunda rencana sampai bulan Desember, karena Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru […]]]>

Malang (Greenersmagz) – Bagi pembaca Greenersmagz yang berencana mendaki Gunung Semeru, Gunung Tengger atau Gunung Bromo, harus menunda rencana sampai bulan Desember, karena Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total jalur pendakian ke Gunung Semeru sejak tanggal 20 November 2012. Penutupan ini dilakukan untuk merevitalisasi ekosistem di jalur pendakian yang selama masa pendakian dibuka banyak yang rusak. Selain itu, penutupan yang diperkirakan hingga akhir Desember ini juga untuk memulihkan vegetasi seperti tanaman perdu dan vegetasi lainnya yang rusak akibat akitivas pendakian.

Menurut Humas BB TNBTS, Bambang Rudi, hari ini Kepala BB TNBTS juga tengah melakukan evaluasi dan koordinasi di Pos I Ranupane. Koordinasi dilakukan untuk mendata rambu-rambu di jalur pendakian yang perlu diperbaiki mulai dari Pos Ranupane hingga vegetasi terakhir yang akan menuju puncak Mahameru. “Pembaruan tanda-tanda ini akan dipasang lagi karena banyak yang rusak dan hilang,” kata Bambang Rudi, saat ditemui Greenersmagz di kantornya, Selasa (20/11/2012).

Menurutnya, selain untuk memulihkan ekosistem, penutupan juga untuk memberikan keleluasaan bagi satwa untuk bergerak lebih bebas dan tidak terganggu para pendaki sehingga bisa berkembang biak tanpa terganggu. Penutupan yang diperkirakan sebulan ini juga untuk mempersiapkan para pendaki yang ingin mendaki di akhir tahun yang biasanya membludak.

Sebelum jalur ditutup, kata Bambang, selama sepekan terakhir juga ada acara bakti sosial yang diselenggarakan para pendaki untuk mengangkut sampah yang ada di atas dan dibawa ke Pos Ranupane. Dari event ini, terkumpul belasan kantong sampah yang berhasil dibawa ke Pos Ranupane sehingga tidak merusak lingkungan dan keasrian taman nasional.

Selama empat hari terakhir pada pekan lalu, ada 2000 pendaki yang mengikuti event bakti sosial ini. Setelah acara tersebut, lanjutnya, rambu-rambu yang sudah disiapkan juga akan dipasang di setiap jalur yang rawan bagi pendaki seperti jalur turun dari puncak menuju vegetasi terakhir hingga Kalimati.

Sedangkan Kepala Balai Besar TNBTS, Ayu Dewi Utari, menambahkan, penutupan jalur ini selain untuk memulihkan ekosistem juga untuk mempersiapkan masa pendakian pada akhir tahun yang biasanya banyak pendaki yang melakukan pendakian ke puncak Semeru. Pihaknya juga akan membatasi pendakian ke puncak pada akhir tahun nanti sebanyak 600 orang saja.

Selain itu, petugas jaga juga akan ditempatkan di pos-pos pendakian mulai Ranupane hingga Kalimati. Masing-masing pos akan ditempatkan tiga sampai empat petugas untuk mengawasi para pendaki. Setiap petugas jaga akan dirolling tiga hari sekali dari posnya. (G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/semeru-ditutup-dari-pendakian-untuk-revitalisasi-ekosistem/feed/ 0
Kawasan TNBTS Butuh Recovery https://www.greeners.co/berita/kawasan-tnbts-butuh-recovery-2/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kawasan-tnbts-butuh-recovery-2 https://www.greeners.co/berita/kawasan-tnbts-butuh-recovery-2/#respond Tue, 17 Jul 2012 03:09:55 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2911 Malang (Greenersmagz) – Tingginya jumlah pengunjung yang berwisata ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuat ekosistem yang ada di sekitar tempat wisata tersebut membutuhkan pemulihan. Area wisata Gunung […]]]>

Malang (Greenersmagz) – Tingginya jumlah pengunjung yang berwisata ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuat ekosistem yang ada di sekitar tempat wisata tersebut membutuhkan pemulihan. Area wisata Gunung Bromo, serta jalur pendakian ke Gunung Semeru adalah titik primadona bagi pecinta kegiatan outdoor dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TNBTS Emy Endah Suwarni mengatakan, pemulihan ekosistem di kawasan taman nasional tentunya dilakukan dengan cara penutupan sementara dan pembatasan jumlah pengunjung yang berwisata di taman nasional. “Diharapkan ini dijadikan agenda rutin setiap tahun,” kata Emy, Senin (16/07/2012) di sela-sela rapat koordinasi dengan Kementerian Kehutanan.

Ia mengatakan, penutupan sementara ini akan dilakukan minimal dua bulan dan di saat jumlah pengunjung tidak sedang membludak atau di saat jumlah wisatawan sepi. “Penutupan sementara ini untuk memulihkan ekosistem sekaligus menjadi kesempatan bagi pengelola taman nasional untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak,” katanya.

Menurutnya, pemulihan (recovery) ini dilakukan pemulihan bagi sumber daya alam, sekaligus pembersihan sampah dan pembenahan fasilitas. Meski demikian, diharapkan tidak merugikan pendapatan masyarakat yang bergantung pada kegiatan pariwisata di TNBTS. “Bromo dan Semeru kan juga butuh istirahat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Berdasarkan data pengunjung, Maret sampai April menjadi masa sepi pengunjung, dengan rata-rata pengunjung berjumlah antara 3.000 sampai 5.000 orang.  Sehingga, kemungkinan masa recovery bisa dilakukan di bulan tersebut.

Meski demikian, usulan tersebut hingga kini masih belum bisa terealisasi. Namun, pihaknya terus melakukan sosialisasi luas ke publik untuk mengantisipasi kedatangan pengunjung dari luar kota atau luar negeri supaya mereka tidak kecewa.

Selama ditutup, kata Emy, pengunjung bisa mengunjungi tempat wisata alternatif di desa sekitar kawasan taman nasional yang selama ini sudah menjadi tren dan daya tarik sendiri bagi wisatawan.

Emy juga mengatakan jika khusus obyek wisata di puncak Gunung Penanjakan agar tidak ditutup sama sekali, melainkan jumlah pengunjung dibatasi berdasarkan kuota demi kenyamanan pengunjung menikmati keindahan matahari terbit.

Pengecualian bagi kegiatan wisata di Penanjakan diberlakukan karena mayoritas pengunjung yang memasuki kawasan TNBTS ingin menikmati keindahan matahari terbit dari puncak gunung setinggi 2.700 meter dari permukaan laut.

Data Balai Besar TNBTS menyebutkan total jumlah pengunjung TNBTS sepanjang Januari-Juni 2012 pengunjung sebanyak 112.003 orang. Pada bulan Mei 2012 saja, jumlah pengunjung ke Bromo tercatat 80.529 turis domestik dan 6.681 turis asing.

Menurut Koordinator Masyarakat Ekowisata Jawa Timur, Agus Wiyono, menganjurkan masa recovery di kawasan TNBTS bisa dilakukan ketika musim hujan antara Februari-Maret yang jalur pendakian ke Gunung Semeru biasanya ditutup. Sehingga, penutupan sementara yang biasa dilakukan ketikamusim hujan dimanfaatkan untuk pemulihan ekosistem yang ada di kawansan TNBTS. “Recovery bisa dilakukan ketika musim hujan yang biasanya pendakian ditutup,” kata Agus. (G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/kawasan-tnbts-butuh-recovery-2/feed/ 0
Selamatkan Danau Ranupane https://www.greeners.co/berita/selamatkan-danau-ranupane/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=selamatkan-danau-ranupane https://www.greeners.co/berita/selamatkan-danau-ranupane/#respond Wed, 29 Feb 2012 03:00:41 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2254 Malang (Greeners) – Danau Ranupane yang berada di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) saat ini mengalami pencemaran secara besar-besaran yang berasal dari limbah pertanian. Sedimentasi pada […]]]>

Malang (Greeners) – Danau Ranupane yang berada di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) saat ini mengalami pencemaran secara besar-besaran yang berasal dari limbah pertanian. Sedimentasi pada danau tersebut terpantau telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan serta dapat mengancam keberadaan danau yang terkenal sebagai “surga” bagi para pendaki Gunung Semeru.

Kepala Balai Besar TNBTS, Sutrisno mengatakan, tingkat erosi di danau tersebut cukup tinggi dan kalau dibiarkan akan berbahaya. Hal ini diperparah dengan pola tanam masyarakat sekitar yang tidak menggunakan teknik-teknik konservasi. Selain itu, di danau tersebut saat ini juga dipenuhi oleh gulma dan sampah. “Sekarang dibersihkan, besok kembali lagi,” kata Sutrisno (25/02).

Balai Besar TNBTS bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) tengah melakukan restorasi Danau Ranupane untuk mengembalikan kelestarian danau ini seperti semula. Salah satu kegiatan restorasi adalah dengan mengembalikan fungsi hutan dan ekosistem di sekitar danau serta memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Masyarakat di sekitar danau, kata Sutrisno, perlu diberi pendampingan pengelolaan lahan dengan menggunakan teknik konservasi seperti membuat jebakan air, sumur resapan, serta ada saluran pembuangan air yang tidak masuk langsung ke danau. Hal ini untuk mengendalikan semua air hujan dan air dari lahan pertanian tidak masuk langsung ke danau.

Tim juga sedang melakukan riset untuk mencari apakah gulma air yang memenuhi danau ini dapat dimanfaatkan atau tidak. Sementara ini, tim restorasi sudah menemukan cara agar warga sekitar turut peduli dengan memanfaatkan lumpur sedimentasi sebagai batu bata agar dapat dimanfaatkan warga.

Ketua tim restorasi Danau Ranupane dari Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang, Luchman Hakim mengatakan, timnya bersama mahasiswa dan masyarakat sekitar setiap pekan selalu membersihkan gulma yang memenuhi danau.

Luchman menambahkan, pengerukan sedimentasi juga terus dilakukan karena sedimentasi di danau itu cukup parah. “Kalau tidak segera direstorasi, danaunya hilang, karena pendangkalan terjadi terus menerus,” kata Luchman menjelaskan.

Menurutnya, Danau Ranupane yang berada di jalur pendakian Gunung Semeru ini telah melekat di hati para wisatawan dan turis asing. Namun, kondisi pencemaran yang terjadi mengakibatkan air danau ini tidak layak konsumsi karena kandungan zat kimianya di luar ambang batas.

Warga sekitar danau saat ini hanya memanfaat air danau untuk mengairi sawah ketika musim kemarau. Air danau sudah lama tidak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi seperti puluhan tahun lalu. (G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/selamatkan-danau-ranupane/feed/ 0