UNDP - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/undp/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Thu, 15 Jan 2026 05:24:04 +0000 id hourly 1 Dukung Nelayan, BRIN-UNDP Luncurkan Kapal Listrik Bertenaga Surya https://www.greeners.co/aksi/dukung-nelayan-brin-undp-luncurkan-kapal-listrik-bertenaga-surya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=dukung-nelayan-brin-undp-luncurkan-kapal-listrik-bertenaga-surya https://www.greeners.co/aksi/dukung-nelayan-brin-undp-luncurkan-kapal-listrik-bertenaga-surya/#respond Thu, 15 Jan 2026 05:24:04 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48002 Jakarta (Greeners) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama United Nations Development Programme (UNDP) meluncurkan kapal listrik bertenaga surya. Inovasi tersebut untuk membantu nelayan menekan biaya bahan bakar, mengurangi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama United Nations Development Programme (UNDP) meluncurkan kapal listrik bertenaga surya. Inovasi tersebut untuk membantu nelayan menekan biaya bahan bakar, mengurangi emisi, serta memperkuat mata pencaharian mereka di tengah tantangan perubahan iklim.

Kapal listrik bertenaga surya ini dipamerkan dalam kegiatan Clean Energy Electric Boat Innovation Expo di Pulau Tunda, Banten, Rabu (14/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek SeaBLUE, kerja sama UNDP dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP), dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Jepang. Selain kapal listrik, UNDP juga memperkenalkan cooler box atau kotak pendingin bertenaga surya untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan.

Berdasarkan data KKP, Indonesia memiliki lebih dari dua juta nelayan kecil yang secara kolektif menyumbang hingga 60 persen produksi perikanan tangkap nasional. Namun, banyak nelayan kecil masih sangat rentan terhadap risiko perubahan iklim, fluktuasi harga bahan bakar, serta kehilangan hasil pasca-panen.

Kondisi tersebut terlihat di wilayah kepulauan terpencil seperti Morotai dan Kepulauan Tanimbar. Di wilayah ini, kenaikan biaya operasional dan penurunan kualitas hasil tangkapan terus mengancam pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyoroti pentingnya inovasi ini dari sisi teknis. Menurutnya, transisi menuju kapal bertenaga listrik merupakan langkah krusial dalam upaya dekarbonisasi sektor perikanan.

“Kemitraan kami dengan UNDP memastikan bahwa kapal listrik tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga benar-benar dapat masyarakat manfaatkan. Dengan mengombinasikan penyempurnaan desain, pelatihan langsung, dan pemantauan berkelanjutan, kami membangun fondasi untuk implementasi yang lebih luas di wilayah pesisir Indonesia,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya.

Bersama BRIN melalui inisiasi co-development (co-dev), kolaborasi ini menghasilkan komponen teknologi kapal listrik yang relevan dengan kondisi operasional di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Distribusi 162 Cooler Box 

Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Aam Muharam berharap kapal listrik dan ekosistem energinya dapat menjadi solusi transportasi perairan yang ramah lingkungan, terjangkau, dan berdaya guna bagi masyarakat di daerah 3T.

“Serta menjadi langkah strategis menuju masa depan transportasi berkelanjutan di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, proyek ini juga menargetkan distribusi 162 cooler box bertenaga surya dan enam mesin kapal listrik. Distribusi tersebut akan disalurkan ke 34 desa di Morotai dan Kepulauan Tanimbar.

Pelatihan operator serta instalasi stasiun pengisian daya telah selesai. Sementara itu, pemasangan akhir dan pelatihan untuk mesin kapal listrik akan rampung pada akhir Januari.

Sejalan dengan inisiatif ini, kunjungan lapangan lanjutan akan dilaksanakan pada Februari untuk meninjau kemajuan serta menghimpun pembelajaran dari implementasi proyek.

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella mengungkapkan, nelayan skala kecil merupakan jantung komunitas pesisir Indonesia. Namun, banyak di antaranya menghadapi tantangan terkait kenaikan biaya operasional di tengah perubahan iklim.

“Dengan menyediakan kapal bertenaga surya serta sistem pendingin (cooler box), UNDP bekerja bersama dengan para mitra untuk menghadirkan solusi praktis yang dapat menekan biaya bahan bakar, menjaga kualitas hasil tangkapan, dan memastikan pendapatan mereka tetap stabil,” kata Sara.

Menurutnya, solusi ini menempatkan energi bersih langsung di tangan masyarakat. Bahkan dapat membantu keluarga mempertahankan mata pencaharian, dan membangun ketangguhan untuk masa depan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/dukung-nelayan-brin-undp-luncurkan-kapal-listrik-bertenaga-surya/feed/ 0
Meteorolog Cilik Siarkan Dampak Perubahan Iklim di Weather Kids https://www.greeners.co/aksi/meteorolog-cilik-siarkan-dampak-perubahan-iklim-di-weather-kids/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=meteorolog-cilik-siarkan-dampak-perubahan-iklim-di-weather-kids https://www.greeners.co/aksi/meteorolog-cilik-siarkan-dampak-perubahan-iklim-di-weather-kids/#respond Fri, 05 Apr 2024 03:00:56 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=43474 Jakarta (Greeners) –  Para meteorolog cilik telah tergabung dengan kampanye dari United Nation Development Programme (UNDP) lewat siaran Weather Kids. Mereka menyiarkan soal dampak perubahan iklim dan memobilisasi masyarakat seluruh […]]]>

Jakarta (Greeners) –  Para meteorolog cilik telah tergabung dengan kampanye dari United Nation Development Programme (UNDP) lewat siaran Weather Kids. Mereka menyiarkan soal dampak perubahan iklim dan memobilisasi masyarakat seluruh dunia untuk mengambil tindakan iklim.

Siaran televisi global ini merupakan kerja sama antara UNDP dengan World Meteorological Organization (WMO) dan The Weather Channel. Lewat siaran Weather Kids, penonton televisi global juga bisa menyaksikan laporan cuaca lokal secara mengejutkan berupa ramalan cuaca khusus dari tahun 2050.

Segmen ini memang tidak biasa karena ada kehadiran baru dari anak-anak yang memandu menyampaikan informasi. Namun, lewat siaran tersebut, penonton mendapatkan peringatan bahwa peningkatan suhu akan terus membawa lebih banyak bencana perubahan iklim.

BACA JUGA: Aksi Muda Jaga Iklim Kembali Bangun Semangat Atasi Krisis Iklim

Masyarakat dan perekonomian global sudah merasakan dampak buruk tersebut saat ini. Bahkan, dampak tersebut juga dapat mengancam 94% anak-anak di dunia. Selain ancaman terhadap keamanan pangan, perubahan iklim juga berpotensi meningkatkan tagihan pajak bagi wajib pajak secara global yang mencapai triliunan dolar AS.

“Semuanya sudah sangat parah. Sekolah tutup karena terlalu panas. Kebakaran hutan membakar seluruh kota, dan banjir membuat segalanya basah dan tidak nyaman,” ujar seorang pembawa acara cilik dalam siarannya.

Meteorolog cilik menyiarkan dampak perubahan Iklim di Weather Kids. Foto: UNDP

Meteorolog cilik menyiarkan dampak perubahan Iklim di Weather Kids. Foto: UNDP

Penonton Didorong Bertindak Atasi Perubahan Iklim

Ramalan cuaca ini berakhir dengan harapan besar dari para anak-anak. “Ini bukan hanya laporan cuaca bagi kami. Ini adalah masa depan kami,” katanya.

Mereka meminta para penonton untuk menandatangani petisi dengan membuat keputusan keuangan yang sejalan dengan keberlanjutan. Selain itu, mengedukasi diri terkait solusi iklim dan aksi iklim global.

BACA JUGA: Penjaga Laut Gelar Aksi Jaga Iklim di 217 Titik Indonesia

“Weather Kids memperingatkan kita akan bencana masa depan yang pasti akan terjadi jika kita tidak mengambil tindakan hari ini,” kata UNDP Administrator, Achim Steiner lewat keterangan tertulisnya, Rabu (3/4).

Menurutnya, sikap abai terhadap perubahan iklim akan mengarah pada planet yang tidak nyaman untuk dihuni, terutama bagi anak-anak hari ini dan generasi mendatang. Sekarang, lanjutnya, manusia hanya bisa memperbaiki arah jika bergerak dengan cepat dan dengan skala besar saat ini.

“Itu termasuk mendekarbonisasi ekonomi kita dan memajukan akses energi bersih yang terjangkau bagi semua kalangan, melindungi dan memulihkan alam, dan memberdayakan masyarakat untuk menyuarakan komitmen iklim negara mereka,” tambah Achim.

Weather Kids Tersiar di 80 Negara

Weather Kids akan disiarkan pada saluran berita di lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Jangkauan global ini dimungkinkan karena koalisi mitra yang luas. Banyak di antaranya menyumbangkan waktu dan layanan mereka untuk tujuan bersama ini.

Sementara itu, Weather Kids juga bagian dari upaya UNDP untuk menginspirasi publik dan memobilisasi tindakan perubahan iklim dalam perjalanan menuju negosiasi iklim COP30. Kegiatan itu akan berlangsung di Brazil pada tahun 2025.

COP30 akan menandai ulang tahun kesepuluh dari Perjanjian Iklim Paris 2015. Ini juga menjadi momen penting untuk membawa dunia pada tujuan yang sama, yaitu membatasi kenaikan suhu global menjadi 1,5 derajat Celsius, seiring dengan pembaruan tindakan iklim dan tujuan setiap negara.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/meteorolog-cilik-siarkan-dampak-perubahan-iklim-di-weather-kids/feed/ 0
Sedekah Sampah, Masjid Raya Bintaro Kumpulkan 17,5 Ton Sampah https://www.greeners.co/berita/sedekah-sampah-masjid-raya-bintaro-kumpulkan-175-ton-sampah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sedekah-sampah-masjid-raya-bintaro-kumpulkan-175-ton-sampah https://www.greeners.co/berita/sedekah-sampah-masjid-raya-bintaro-kumpulkan-175-ton-sampah/#respond Sun, 09 Apr 2023 05:00:08 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=39634 Jakarta (Greeners) – Masjid Raya Bintaro Jaya tak sekadar sebagai tempat peribadatan umat Muslim. Namun, juga menjadi agent of change dalam membangun kesadaran lingkungan. Melalui program Gerakan Sedekah Sampah, masjid […]]]>

Jakarta (Greeners) – Masjid Raya Bintaro Jaya tak sekadar sebagai tempat peribadatan umat Muslim. Namun, juga menjadi agent of change dalam membangun kesadaran lingkungan. Melalui program Gerakan Sedekah Sampah, masjid ini mampu mengumpulkan 17,5 ton sampah atau senilai Rp 31,5 juta.

Mengusung tema “Kolaborasi dan Inovasi dalam Mendorong Ramadhan Berkah: Ubah Sampahmu Menjadi Sedekahmu”, Masjid Raya Bintaro Jaya berkolaborasi bersama KLHK, Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) terus menggaungkan misi Gerakan Sedekah Sampah. Acara ini juga didukung oleh United Nation Development Programme (UNDP) serta Coca-cola Europacific Partners.

Ketua Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya Prastowo Wibowo mengatakan, masjid ini berperan aktif dan peduli pelestarian lingkungan. “Masjid berpotensi sebagai agent of change jamaah dan masyarakat sekitar secara langsung untuk memilah sampah dari rumah untuk disedekahkan melalui masjid,” katanya, Sabtu (8/4).

Program Gerakan Sedekah Sampah di masjid ini hingga Maret 2023 ini mencapai 17,5 ton senilai Rp 31,5 juta. Tak hanya Gerakan Sedekah Sampah, masjid ini juga mengembangkan program ramah lingkungan lainnya, mulai dari penghematan air wudhu, pembuatan sumur resapan, penggunan panel surya, hingga penghijauan lingkungan masjid.

“Sebagai tempat ibadah dan menjadi pusat pendidikan umat Islam, masjid membantu mengatasi masalah keumatan, termasuk membantu mengatasi masalah-masalah lingkungan hidup,” ungkapnya.

Menjadi Penggerak Sedekah Sampah

Direktur Pengurangan Sampah Ditjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sinta Saptarina menyatakan, bulan Ramadan menjadi pengingat agar manusia tak hanya memperhatikan hubungan baiknya dengan Allah, sesama manusia, namun juga lingkungan.

“Termasuk gerakan sedekah sampah oleh Masjid Raya Bintaro Jaya ini sangat menginspirasi. Dan semoga mampu menjadi motor untuk gerakan masjid lain,” ucap Sinta.

Sejak diluncurkan pada awal tahun 2021 lalu, hingga saat ini sudah ada sebanyak 127 masjid, 192 sekolah dan pondok pesantren yang menggalakkan gerakan sedekah sampah. Selain itu, terdapat 46 gereja yang juga aktif dalam gerakan kolekte sampah di Indonesia. Hingga saat ini sudah ada sebanyak 143 ton sampah dari kegiatan sedekah sampah ini.

Masjid menjadi agent of change dalam membangun kesadaran lingkungan. Foto: Greeners/Ramadani Wahyu

Dorong Pengurangan Sampah Plastik di Laut

Sinta berharap akan semakin banyak tempat peribadatan lain yang turut aktif dalam gerakan ini. Ia yakin semakin masifnya gerakan ini akan mampu mengurangi sampah plastik di laut Indonesia.

“Target ambisius kita tahun 2025 ada pengurangan sampah plastik sebesar 70 %. Tahun lalu kita bisa mencegah 35,5 %. Tapi kita optimis jika semua masjid seperti ini maka pasti kita bisa mencapai target itu,” tuturnya.

Ia menambahkan, menahan lapar dan haus selama bulan Ramadan tak menjamin mampu mengurangi sampah. Terbukti, sampah justru meningkat sekitar 20 %. Itulah kenapa, KLHK juga mendorong agar momentum Ramadan ini digunakan untuk menggaungkan Ramadan minim sampah.

Penasihat Senior Tata Kelola Iklim UNDP Abdul Wahib Situmorang menyebut, pengurangan sampah tak mungkin bisa berjalan hanya dengan bergantung pada pemerintah. “Tapi harus kita semua, elemen masyarakat secara gotong royong. Karena mayoritas Indonesia beragama Islam maka ini menjadi motor utama kita,” tegas Abdul.

Bentuk Ekonomi Inklusif

Di kesempatan yang sama, Direktur Penanganan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK Novrizal Tahar menyebut, gerakan sedekah sampah merupakan gerakan ekonomi inklusif.

“Jadi jika kita bisa masifkan ini di seluruh Indonesia, kita juga bisa mendorong rumah ibadah untuk menjadi pusat peradaban. Kita dorong terus gerakan ini. Sampah bukanlah masalah, sampah adalah jariyah,” kata Novrizal.

Dalam acara ini, para tamu undangan juga membawa sampah anorganik yang sudah bersih dan terpilah dari rumah masing masing untuk disedekahkan. Peserta yang membawa sampah mendapatkan voucher pembelian makanan.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

]]>
https://www.greeners.co/berita/sedekah-sampah-masjid-raya-bintaro-kumpulkan-175-ton-sampah/feed/ 0
Reza Rahadian, Akses Air Bersih Bagi Warga Napu https://www.greeners.co/gaya-hidup/reza-rahadian-akses-air-bersih-bagi-warga-napu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=reza-rahadian-akses-air-bersih-bagi-warga-napu https://www.greeners.co/gaya-hidup/reza-rahadian-akses-air-bersih-bagi-warga-napu/#respond Sun, 17 Apr 2016 07:41:37 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=13473 Reza Rahadian didaulat menjadi Spoke Person untuk program “Bring Water for Life” yang diselenggarakan oleh Badan Dunia untuk Program Pembangunan (UNDP) di Indonesia.]]>

Jakarta (Greeners) – Reza Rahadian memiliki kesibukan baru. Ia, bersama aktris Eva Celia, didaulat menjadi Spoke Person untuk program “Bring Water For Life” yang diselenggarakan oleh Badan Dunia untuk Program Pembangunan (UNDP) di Indonesia. Ia pun tak segan tampil dalam satu sesi di acara Indonesia Climate Change Education Forum & Expo (ICCEFE) 2016 yang berlangsung di JCC Senayan, untuk menjelaskan program penyediaan air bersih yang dipercayakan kepadanya itu.

“Saya bantu UNDP baru sekitar satu minggu lalu. Mereka menghubungi saya,” ujar aktor yang pernah meraih Piala Citra sebagai Aktor Terbaik ini, Jakarta, Sabtu (16/04).

Dalam program penyediaan air bersih tersebut, Reza diminta untuk turut membantu pengadaan pompa air bertenaga surya atau solar system water pump di Sumba Timur. Karena, warga di sana harus menggali tanah sedalam 70 meter untuk mendapatkan air bersih.

Oleh karena itu, Reza mengajak agar setiap orang turut membantu warga yang berada di daerah Napu, Sumba Timur yang mengalami krisis air bersih. Caranya, lanjutnya, dengan turut memberikan donasi melalui laman https://kitabisa.com/bringwaterforlife.

Tampilan laman "Bring Water For Life" di situs kitabisa.com. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Tampilan laman “Bring Water For Life” di situs kitabisa.com. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Untuk menyediakan akses air bersih bagi sekitar 500 warga yang berada di daerah Napu, diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 350 juta. Namun hingga Sabtu (16/04), dana yang terkumpul baru terpenuhi Rp 59.253.663 atau sekitar 17 persen dari total yang dibutuhkan.

Reza yang pernah tinggal di Sumba selama tiga bulan untuk syuting film Pendekar Tongkat Emas, juga turut berupaya menggalang dana melalui teman, sahabat dan rekan sesama pekerja seni. Dalam waktu empat hari, ia mengaku telah mengumpulkan dana sekitar Rp 43 juta untuk ditambahkan dalam dana donasi.

Sebagai campaigner, Reza tidak hanya bertugas menggalang dana dalam satu tahun masa kontraknya dengan UNDP Indonesia. Ia juga mensosialisasikan program dan berkunjung langsung ke daerah-daerah yang menjadi target dalam program UNDP. Ada 17 fokus yang menjadi perhatian program tersebut, diantaranya air bersih, lingkungan hidup dan pendidikan.

Reza mengaku bahwa tahun 2012 menjadi turning point atau titik balik kesadaran baginya tentang air. Mengenai hal ini, ia mengaku bahwa sebelumnya dirinya sama seperti orang lain yang kerap menyia-nyiakan air, seperti membiarkan keran menyala saat menyikat gigi maupun memakai air dalam jumlah banyak ketika mandi.

“Saya tinggal di Jakarta dimana untuk mendapatkan air mudah, sementara di daerah lain susah air,” imbuhnya.

Sebelumnya, satu perjalan untuk keperluan film bersama Sutradara Garin Nugroho juga menjadi pengalaman yang membekas diingatannya. Di daerah itu, suplai listrik hanya tiga jam dalam satu hari dan tidak ada air bersih. Ia pun terpaksa mencuci bajunya dengan air laut.

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/reza-rahadian-akses-air-bersih-bagi-warga-napu/feed/ 0