upcycled - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/upcycled/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Wed, 22 Jan 2020 02:31:33 +0000 id hourly 1 Kacamata Funky dari Upcycled Denim https://www.greeners.co/gaya-hidup/kacamata-funky-dari-upcycled-denim/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kacamata-funky-dari-upcycled-denim https://www.greeners.co/gaya-hidup/kacamata-funky-dari-upcycled-denim/#respond Wed, 22 Jan 2020 02:26:50 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=25496 Mosevic brand asal Inggris meluncurkan koleksi kacamata ultra-tahan lama dan super funky. Bahannya terbuat dari upcycled denim yang dicampur dengan resin.]]>

Mendengar kata recycle mungkin sudah banyak yang mengetahui artinya, tetapi bagaimana dengan upcycled? Apakah di antara pembaca Greeners sudah pernah mendengar kata tersebut? Upcycled merupakan proses transformasi barang tidak terpakai menjadi sesuatu yang lebih berguna. Sekilas definisi ini terdengar sama seperti recycle, tetapi letak perbedaannya berada pada nilai dari barang yang dihasilkan. Barang upcycled menghasilkan produk yang lebih bagus daripada awalnya.

Bermula dari penemu Shades of Denim, Jack Spancer, ia menjadikan upcycled denim inovasi besar bagi dunia eco fashion. Brand  bernama Mosevic asal Inggris ini meluncurkan koleksi kacamata ultra-tahan lama dan super funky. Bahannya terbuat dari upcycled denim yang dicampur dengan resin.

Baca juga: Madewell Warnai Jeans dengan Kulit Udang

Didirikan pada 2011, Mosevic muncul dengan konsep unik berupa Shades of Denim. Mosevic berawal dari sembilan tahun lalu ketika Spancer memiliki ide untuk mengubah floppy denim menjadi denim padat. Ide inovatif ini berubah menjadi serangkaian mode kacamata yang disebut Shades of Denim. Mosevic kini menjalankan kampanye di Kickstarter yang merupakan platform pendanaan umum terbesar dunia. Visinya untuk membantu mempersembahkan proyek-proyek kreatif bagi kehidupan manusia.

Upcycled Denim

Produk upcycled menghasilkan produk yang lebih bagus daripada awalnya. Foto: mosevic.com

Dilansir dari inhabitat.com, prosesnya diawali dengan mencari denim yang sudah tidak terpakai yang didapat perusahaan dari berbagai sumber. Sebagian besar bahan Mosevic berasal dari jeans yang dibuang dan tidak layak untuk dijual serta stok denim lama dari toko pakaian.

Setelah memiliki bahan yang cukup, potongan denim kemudian dicampur dengan resin kuat yang menyerap ke dalam serat denim. Lapisan basah denim kemudian ditekan hingga resin menjadi padat dan menciptakan “solid denim”. Resin yang digunakan untuk proses ini aman untuk kulit dan telah diuji selama bertahun-tahun.

Baca juga: Sami Miro Vintage, Merekonstruksi Kain Deadstock dalam Gaya Modern

Kacamata ini merupakan buatan tangan dan diproduksi dalam jumlah kecil. Dengan detail yang sangat diperhatikan, koleksi kacamata hitam bermodel trendy. Kacamata yang dihasilkan cukup kuat dan ringan serta nyaman untuk digunakan.

Berbagai pilihan model kacamata hitam ini dibanderol dengan harga sekitar $250. Tidak hanya bergaya modern, lensa yang digunakan juga bisa dipesan sesuai kebutuhan. Situs web Mosevic juga dilengkapi dengan fitur cermin virtual yang dapat melihat kacamata sesuai dengan wajah pembeli.

Penulis: Mega Anisa

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/kacamata-funky-dari-upcycled-denim/feed/ 0
Trash to Trend Ciptakan Mode dari Barang Tak Terpakai https://www.greeners.co/gaya-hidup/trash-to-trend-ciptakan-mode-dari-barang-tak-terpakai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=trash-to-trend-ciptakan-mode-dari-barang-tak-terpakai https://www.greeners.co/gaya-hidup/trash-to-trend-ciptakan-mode-dari-barang-tak-terpakai/#respond Sat, 27 Jun 2015 09:14:03 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=10023 Jangan terpaku oleh keadaan. Begitulah ungkapan yang tepat untuk para desainer saat ini. Kreatifitas dan kesenian dapat dituangkan dengan menggunakan bahan apapun, salah satunya adalah mengolah barang yang tidak terpakai […]]]>

Jangan terpaku oleh keadaan. Begitulah ungkapan yang tepat untuk para desainer saat ini. Kreatifitas dan kesenian dapat dituangkan dengan menggunakan bahan apapun, salah satunya adalah mengolah barang yang tidak terpakai menjadi bernilai (upcycled).

Sayangnya, tidak banyak desainer yang melakukan terobosan dengan menggunakan barang yang tidak terpakai sebagai bahan untuk membuat busana, aksesoris dan berbagai macam alat kebutuhan rumah tangga lainnya. Padahal dengan melakukan tindakan ini, desainer ikut berperan dalam memperbaiki bumi yang sedang dilanda kerusakan.

Pemanfaatan barang yang tidak terpakai ini telah diterapkan oleh sebuah organisasi bernama “Trash to Trend”. Reet-Aus, desainer pendiri “Trash to Trend”, menghabiskan waktunya bereksperimen dengan upcycling sejak tahun 2005. Produk upcycled buatannya tidak hanya busana untuk perempuan, namun juga busana untuk laki-laki dan anak-anak.

Foto: www.ecofashionworld.com

Foto: www.ecofashionworld.com

Selain itu, terdapat juga aksesoris berupa ikat pinggang, gelang, anting, kalung, tas dan dompet yang dijual dalam jaringan atau daring (online) dalam situs mereka, trashtotrend.com. Tak ketinggalan, furnitur pun menjadi salah satu yang dijual dalam situs ini, yakni berupa bingkai cermin, rak buku dan meja. Semuanya ini merupakan karya dari desainer yang berbeda-beda.

Organisasi non-profit ini memang didedikasikan untuk mendidik desainer dan masyarakat di seluruh dunia tentang kemungkinan dan keuntungan dari upcycling tersebut. Caranya sangat mudah, hanya dengan mengambil sesuatu dari tumpukan sampah lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang indah dan bernilai.

Namun sangat disayangkan, banyak desainer yang beranggapan bahwa berkarya dengan upcycling tidak bisa dilakukan untuk skala besar. Padahal, sebenarnya hal ini mungkin untuk dilakukan. “Trash to Trend” membuka toko online untuk mendukung para desainer yang berdedikasi untuk berkarya dengan bahan sampah ini dan menyebarluaskan hasil karya mereka ke seluruh dunia.

Penulis : Gloria Safira

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/trash-to-trend-ciptakan-mode-dari-barang-tak-terpakai/feed/ 0
Menghidupkan Pohon Musim Dingin Dengan Bunga Plastik LED https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-pohon-musim-dingin-dengan-bunga-plastik-led/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menghidupkan-pohon-musim-dingin-dengan-bunga-plastik-led https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-pohon-musim-dingin-dengan-bunga-plastik-led/#respond Sun, 15 Mar 2015 11:50:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8164 Nottingham, sebuah kota di timur Inggris mengadakan acara tahunan yang unik bernama “Light Night”. Beberapa orang terlibat di dalamnya, termasuk Sarah Turner yang memboyong karyanya berupa ribuan bunga lampu LED […]]]>

Nottingham, sebuah kota di timur Inggris mengadakan acara tahunan yang unik bernama “Light Night”. Beberapa orang terlibat di dalamnya, termasuk Sarah Turner yang memboyong karyanya berupa ribuan bunga lampu LED dari botol plastik.

Karya instalasi Turner tersebut dipasang di ruang bawah tanah gereja St Mary. Turner terkenal karena desainnya yang mampu mengubah bahan limbah menjadi potongan-potongan seni yang indah.

Foto: www.sarahturner.co.uk

Foto: www.sarahturner.co.uk

Lebih dari seribu bunga lampu LED dari botol plastik dibuat dengan tangan. Setiap botol plastik dipotong dan digunting menjadi bentuk bunga yang berbeda-beda. Sebagian boesar “bunga” ini kemudian ditempelkan pada sebuah pohon magnolia berukuran besar tanpa daun, sementara sisanya diserakan di bawah pohon agar terlihat seperti bunga yang telah gugur.

Foto: www.sarahturner.co.uk

Foto: www.sarahturner.co.uk

“Inspirasi dibalik ide ini adalah untuk membuat pohon yang kehilangan daun dan bunganya karena musim dingin dan menjadikannya berbunga seperti di musim semi, membawanya pada kehidupan,” terang Sarah Turner. Ia melanjutkan, “Saya mengaplikasikan produk buatan manusia, yaitu botol, dan mengubahnya menjadi bentuk yang alami dan cantik”.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/menghidupkan-pohon-musim-dingin-dengan-bunga-plastik-led/feed/ 0
Edouard Martinet Hidupkan Kembali Besi Rongsokan Menjadi Karya Seni https://www.greeners.co/ide-inovasi/edouard-martinet-hidupkan-kembali-besi-rongsokan-menjadi-karya-seni/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=edouard-martinet-hidupkan-kembali-besi-rongsokan-menjadi-karya-seni https://www.greeners.co/ide-inovasi/edouard-martinet-hidupkan-kembali-besi-rongsokan-menjadi-karya-seni/#respond Tue, 06 Jan 2015 11:29:21 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_art_design&p=7009 Seorang seniman asal Perancis bernama Edouard Martinet menciptakan karya seni dengan memanfaatkan berbagai benda dari besi tua bekas. Ia rela keluar masuk pasar loak, tempat penjualan mobil bekas dan mencari […]]]>

Seorang seniman asal Perancis bernama Edouard Martinet menciptakan karya seni dengan memanfaatkan berbagai benda dari besi tua bekas. Ia rela keluar masuk pasar loak, tempat penjualan mobil bekas dan mencari diantara tumpukan barang rongsokan untuk mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan.

Dengan menggunakan barang-barang berbahan metal yang sudah tidak terpakai, Martinet menciptakan berbagai patung hewan yang sangat detail. Mulai dari rantai sepeda yang sudah aus, kepala mesin tik tua, hingga peralatan memasak bekas menjadi bagian yang menyusun patung hewan.

Patung metal karya Martinet berukuran kecil, detail, serta umumnya berbentuk hewan laut, burung dan serangga. Ketimbang mengelas atau menggunakan solder, seniman ini menggunakan sekrup kecil untuk menyatukan setiap bagian. Dengan sekrup, ia membuat kaki yang dapat digerakan atau untuk membentuk lengan dan antena yang lebih realistis.

Foto: Sladmore Contemporary

Kunci utama dari karya Martinet ini terletak pada pemilihan dan penggunaan kembali tiap barang bekas yang sesuai. Seniman ini dengan cerdas mengubah bel sepeda tua menjadi toraks atau sisa kaca menjadi sayap yang berkilau.

Biasanya, Martinet membutuhkan satu bulan untuk menemukan tiap bagian dan merangkainya menjadi satu karya. Namun, untuk menyempurnakan karya seni tersebut, ia memerlukan belasan tahun. “It once took me 15 years to make a dragonfly (butuh 15 tahun bagi saya untuk membuat seekor capung, Red.),” kata Martinet seperti dikutip dari laman Financial Times.

Dengan jiwa kreatifnya, Martinet memberikan “nyawa” baru bagi setiap barang besi bekas dan menciptakan kebun binatang dari benda upcycled. Cek laman edouardmartinet.net untuk mengenal sang seniman dan karyanya tersebut lebih lanjut.

(G08)

[See image gallery at www.greeners.co]

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/edouard-martinet-hidupkan-kembali-besi-rongsokan-menjadi-karya-seni/feed/ 0