wakil menteri lingkungan hidup - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/wakil-menteri-lingkungan-hidup/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Fri, 22 May 2026 10:31:07 +0000 id hourly 1 Wamen LH Resmikan Program Pengelolaan Sampah di Area Stasiun Kereta Api https://www.greeners.co/aksi/wamen-lh-resmikan-program-pengelolaan-sampah-di-stasiun-kereta/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wamen-lh-resmikan-program-pengelolaan-sampah-di-stasiun-kereta https://www.greeners.co/aksi/wamen-lh-resmikan-program-pengelolaan-sampah-di-stasiun-kereta/#respond Fri, 22 May 2026 10:31:07 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=48507 Jakarta (Greeners) – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono meresmikan program pengelolaan sampah di area stasiun kereta api. Fasilitas yang tersedia meliputi pemilahan sampah, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono meresmikan program pengelolaan sampah di area stasiun kereta api. Fasilitas yang tersedia meliputi pemilahan sampah, pengumpulan terintegrasi, TPS3R, pengolahan sampah organik, hingga digitalisasi data sampah.

Peresmian tersebut berlangsung dalam acara kick-off Program Pengelolaan Sampah KAI Group 2026 melalui proyek percontohan di Stasiun Gambir, Kamis (21/5). Diaz meminta PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk segera mengimplementasikan program pengelolaan sampah ke seluruh stasiun kereta api di Indonesia.

“Saya sangat apresiasi yang KAI lakukan, termasuk membangun dan aktifkan TPS3R di DKI dan luar DKI. Ini sejalah dengan visi misi KLH. Jadi, KAI sangat membantu dalam menyelesaikan permasalahan sampah sesuai yang kita inginkan dengan strategi aktivasi TPS3R,” kata Diaz di Jakarta, Kamis (21/5).

Ia juga mengarahkan PT KAI untuk tidak hanya menyediakan fasilitas pengelolaan sampah. Namun, juga perlu aktif memberikan edukasi dan sosialisasi. Ini guna mendorong perubahan perilaku penumpang serta masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel kereta api.

“Saya dengar tadi, PT KAI memiliki 600 stasiun dan 7.000 KM rel kereta. Itu sampahnya tidak sedikit, di bagian-bagian tertentu juga masih ada yang buang sampah ke rel. Makanya, itu bukan hanya menyediakan fasilitasnya tapi juga bagaimana membangun kesadaran tentang pemilahan ke para penumpang, pekerja KAI dan masyarakat luas,” ujarnya.

Kolaborasi Tangani Sampah

Dalam mendukung program ini, Diaz menyatakan bahwa KLH/BPLH siap berkolaborasi untuk mewujudkan stasiun kereta api yang bersih dan bebas sampah di seluruh Indonesia.

Diaz mengungkapkan bahwa KLH/BPLH bisa memberikan modul atau pendampingan dalam peningkatan kesadaran pemilahan, bantuan arahan dalam reaktivasi TPS3R dan bank sampah. Selain itu, mereka juga bisa mencarikan offtaker. Kendati demikian, kolaborasi dalam bentuk apa pun bisa dilakukan bersama.

Menurutnya, program pengelolaan sampah ini menjadi sangat penting. Sebab, presiden telah memberikan arahan untuk segera menangani krisis sampah nasional. Arahan ini juga telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Target pengelolaan sampah tersebut sebesar 100% pada tahun 2029.

“Gubernur DKI sudah deklarasi pilah sampah 100% untuk bulan Agustus. Ini termasuk dalam target besar presiden melalui RPJMN yaitu pada 2029 nanti 100% sampah terkelola. Caranya dengan pemilahan sampah ini,” tutupnya.

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/wamen-lh-resmikan-program-pengelolaan-sampah-di-stasiun-kereta/feed/ 0
Lestarikan Ekosistem Pesisir, Wamen LH Tanam 7.000 Bibit Mangrove https://www.greeners.co/aksi/lestarikan-ekosistem-pesisir-wamen-lh-tanam-7-000-bibit-mangrove/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lestarikan-ekosistem-pesisir-wamen-lh-tanam-7-000-bibit-mangrove https://www.greeners.co/aksi/lestarikan-ekosistem-pesisir-wamen-lh-tanam-7-000-bibit-mangrove/#respond Wed, 07 May 2025 06:56:58 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=46530 Jakarta (Greeners) – Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono melakukan penanaman 7.000 bibit mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, bersama Jenderal TNI A.M Hendropriyono, dan masyarakat setempat. Kegiatan yang […]]]>

Jakarta (Greeners) – Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono melakukan penanaman 7.000 bibit mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, bersama Jenderal TNI A.M Hendropriyono, dan masyarakat setempat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Warga Bumiputera Indonesia (WBI) ini bertujuan untuk memperkuat pelestarian ekosistem mangrove di pesisir Indonesia.

Dalam sambutannya, Diaz menyampaikan bahwa Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, dengan luas mencapai 3,4 juta hektare atau sekitar 23% dari total luas hutan mangrove global. Diaz mengajak masyarakat Tanjung Pasir untuk tidak hanya menanam bibit mangrove, tetapi juga merawatnya agar dapat tumbuh dengan baik dan berkelanjutan.

“Menanam mangrove adalah langkah awal, tetapi merawatnya hingga tumbuh besar adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya di Tangerang, Sabtu (3/5).

Diaz juga menyoroti tantangan besar dalam upaya pelestarian mangrove, terutama pencemaran laut oleh sampah plastik yang dapat menghambat pertumbuhan mangrove.

“Pencemaran laut dengan sampah plastik merupakan ancaman serius bagi ekosistem mangrove. Kita harus menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke sungai dan laut,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut, untuk turut aktif dalam menjaga kebersihan dan mengurangi sampah plastik agar ekosistem mangrove tetap sehat.

“Jangan hanya menanam, tetapi kita juga harus menjaga dan merawat mangrove agar dapat tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Kolaborasi untuk Pesisir

Sementara, Hendropriyono, yang turut hadir dalam kegiatan ini juga mendukung aksi pelestarian lingkungan ini.

“Hari ini, kami menanam mangrove di sepanjang pantai seluas 5 hektare. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan dan akan berlanjut sebagai komitmen kami bersama,” kata Hendropriyono.

Sementara itu, Letjen TNI Nono Sampono juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjaga kelestarian alam, terutama ekosistem pesisir Indonesia. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dapat terus berlanjut, guna memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir untuk generasi yang akan datang. Ia berharap kolaborasi ini bisa memperkuat kerja sama di bidang lingkungan hidup dan perubahan iklim.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

]]>
https://www.greeners.co/aksi/lestarikan-ekosistem-pesisir-wamen-lh-tanam-7-000-bibit-mangrove/feed/ 0