wilayah perairan indonesia - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/wilayah-perairan-indonesia/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 14 Nov 2015 07:30:51 +0000 id hourly 1 Potensi Sektor Kelautan Indonesia Sangat Menjanjikan https://www.greeners.co/berita/potensi-sektor-kelautan-indonesia-sangat-menjanjikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=potensi-sektor-kelautan-indonesia-sangat-menjanjikan Sat, 14 Nov 2015 07:28:12 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11883 Jakarta (Greeners) – Indonesia memiliki kekayaan maritim dan potensi bahari yang luar biasa besar. Dengan luas laut dan perairan yang mencapai 2/3 wilayah Indonesia, yakni sebesar 5,8 juta km2 dan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Indonesia memiliki kekayaan maritim dan potensi bahari yang luar biasa besar. Dengan luas laut dan perairan yang mencapai 2/3 wilayah Indonesia, yakni sebesar 5,8 juta km2 dan panjang pantai sekitar 97 ribu km, tentu hal ini menggambarkan potensi sektor kelautan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan.

Namun, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menyampaikan pidato kunjungan kerjanya di Malang menyatakan bahwa kekayaan maritim dan potensi bahari tersebut belum memberikan kontribusi yang nyata bagi perekonomian Indonesia, terutama sebagai sumber devisa negara. Sampai saat ini saja, devisa dari sektor pariwisata bahari di Indonesia baru mencapai sekitar US$ 1 miliar per tahun.

“Jika kita mampu mengembangkan potensi tersebut, tentu nilai ekonomi berupa perolehan devisa, sumbangan terhadap PDB, peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan sejumlah multiplier effects sangatlah besar. Sudah seyogyanya, Indonesia menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama pembangunan nasional ke depan demi kemakmuran masyarakat dan negara,” ujar Susi seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Jumat (13/11).

Menurut Susi, dalam rangka mencapai visi Poros Maritim Dunia dan menghadapi implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan fokus mendorong penguatan industri perikanan nasional.

Upaya ditempuh melalui pengambilan kebijakan-kebijakan yang menjamin stabilitas dan berkembangnya usaha perikanan. Ditambah juga melalui investasi pemerintah berupa pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan perikanan, cold storage, dan unit pengolahan ikan, serta bantuan kepada masyarakat seperti kapal penangkap ikan dan peralatan pengolahan.

Melalui kebijakan-kebijakan yang telah diambil selama setahun terakhir, khususnya yang berfokus kepada pemberantasan illegal fishing, Susi menyatakan bahwa para nelayan sendiri telah menikmati peningkatan jumlah tangkapan, kualitas tangkapan yang baik dan waktu melaut yang semakin pendek.

Selain itu, ia menambahkan, meski telah menunjukan perkembangan yang menggembirakan, Indonesia masih tertinggal dari aspek daya saing khususnya dukungan industri jasa keuangan kepada sektor kelautan dan perikanan.

“Secara umum, industri jasa keuangan masih belum membuka secara luas dukungan finansialnya kepada sektor perikanan yang justru mengalami peningkatan di saat ekonomi nasional dan dunia mengalami kelesuan,” tuturnya lagi.

Oleh karena itu, Susi menyambut baik digulirkannya program JARING. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya serapan kredit untuk usaha perikanan dan bertambahnya jumlah perbankan nasional yang mendukung program JARING.

“Saya berharap, melalui momen sosialisasi program JARING ini, industri jasa keuangan akan semakin mendukung usaha perikanan khususnya melalui penyediaan kredit investasi dan modal kerja bagi nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar hasil perikanan,” tambahnya.

Sebagai informasi, dalam upaya mendorong penguatan industri perikanan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, KKP menggelontorkan bantuan masyarakat sebanyak Rp 5,23 miliar. Bantuan tersebut berupa peralatan pemindangan dan pengolahan abon senilai Rp 195 juta, sarana ikan hias, peralatan pengolahan albumin dan peralatan pengolahan tepung ikan senilai Rp 663 juta, serta pelatihan masyarakat dan bantuan penyuluhan dengan nilai Rp 302 juta.

KKP juga memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk pengembangan wisata bahari, antara lain rumah apung wisata, kapal wisata, peralatan selam dan pendukungnya, sarana tourism information center, serta pelatihan selam dasar untuk pemandu wisata. Salah satu lokasi yang mendapat bantuan berada di Dusun Sendang Biru, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumber Manjing Wetan.

Kelompok masyarakat yang menerima bantuan tersebut adalah Lembaga Masyarakat Konservasi “Bhakti Alam” Sendang Biru yang diketuai oleh Saptoyo. Bantuan berupa rumah apung wisata yang dilengkapi kapal wisata 2 unit dan peralatan selam 3 unit dengan nilai Rp 4,07miliar.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
Indonesia Akan Miliki Data Jumlah Ikan Nasional Terbaru https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/#respond Fri, 29 May 2015 04:31:41 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9325 Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pada akhir tahun 2015 mendatang, Indonesia akan memiliki data jumlah stok ikan nasional terbaru. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa pada akhir tahun 2015 mendatang, Indonesia akan memiliki data jumlah stok ikan nasional terbaru. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP, Achmad Poernomo kepada Greeners memastikan bahwa nantinya data jumlah stok ikan nasional tersebut diprediksi akan lebih banyak dibandingkan pada tahun 2014 lalu yang berjumlah 7,3 ton.

Hal tersebut dikarenakan teknis pengkajian yang dilakukan pada tahun ini akan berbeda dengan tahun lalu yang mana pada tahun 2014, teknis kajiannya per tahun paling banyak dilakukan di 2 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) saja. Namun, kata Achmad, untuk tahun ini teknis kajian akan dilakukan di 11 WPP seluruh Indonesia secara serentak.

Agar penelitian bisa dilaksanakan dengan baik, lanjutnya lagi, KPP menerjunkan lima kapal riset untuk melakukan penelitian kajian stok ikan 2015 di 11 WPP tersebut. Kelima kapal yang digunakan itu adalah Kapal Riset Bawal Putih 3, Kapal Latih dan Riset Madidihang 2, Kapal Riset Baruna Jaya 7, Kapal Riset Baruna Jaya 8, dan Marine Vessel SEAFDEC.

“Dengan kapal-kapal tersebut, tim peneliti dan anak buah kapal (ABK) akan melakukan ekspedisi ke seluruh wilayah perairan Nusantara selama 260 hari layar dan dilakukan dalam dua musim. Yaitu, musim ikan dan musim tidak ada ikan,” jelasnya, Kamis (28/05).

Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Achmad Poernomo memakaikan topi kepada para peneliti dan awak kapal yang akan melakukan pelayaran survei kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Kepala Balitbang Kelautan dan Perikanan KKP, Dr. Achmad Poernomo memakaikan topi kepada para peneliti dan awak kapal yang akan melakukan pelayaran survei kajian stok sumber daya ikan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Selain itu, Achmad juga menyatakan kalau nantinya tim akan meneliti di setiap titik-titik yang dilewati kapal, termasuk di sekitar laut Cina Selatan yang akan dilewati tim peneliti di Selat Malaka.

Dalam proses tersebut, semua ikan yang ada di permukaan laut akan terdeteksi oleh alat sonar yang terpasang di kapal. Setelah itu akan langsung dicocokkan dengan data ikan yang ada di nelayan dari hasil tangkapan mereka.

“Nah, dari situ kita akan bandingkan dengan hasil penelitian di laut. Jadi akan komprehensif dan bisa dipertanggung jawabkan,” tuturnya lagi.
Terkait anggaran yang akan digunakan, Achmad mengatakan bahwa KKP sendiri telah menganggarkan dana sebesar 44,4 miliar rupiah pada 2015 untuk melakukan pengkajian stok sumber daya ikan di berbagai kawasan penangkapan ikan di Tanah Air guna menjadi basis data pengambilan kebijakan ke depan.

Lebih jauh, ia juga memaparkan, dengan dukungan dana tersebut juga KKP telah meluncurkan Program Kajian Stok Ikan Nasional 2015 yang telah diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 21 Mei lalu. Program itu, ujar dia, akan meningkatkan akurasi potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan secara revolusioner di Indonesia.

“Untuk anggaran kajian stok sumber daya ikan ini telah digelontorkan sebanyak Rp 44,4 miliar yang dimana itu berarti meningkat lebih dari 1.000 persen dibanding 2003 lalu,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-akan-miliki-data-jumlah-ikan-nasional-terbaru/feed/ 0