wildlife crime unit - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/wildlife-crime-unit/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 25 Feb 2019 18:20:14 +0000 id hourly 1 Banyak Jaksa yang Belum Paham Konservasi Satwa Liar https://www.greeners.co/berita/banyak-jaksa-belum-paham-konservasi-satwa-liar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=banyak-jaksa-belum-paham-konservasi-satwa-liar https://www.greeners.co/berita/banyak-jaksa-belum-paham-konservasi-satwa-liar/#respond Thu, 09 Mar 2017 10:18:40 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=16152 Konservasi satwa liar hingga kini masih kurang dipahami oleh para jaksa. Akibatnya, pemberantasan kasus jual-beli ilegal satwa liar dilindungi sulit untuk dilakukan.]]>

Jakarta (Greeners) – Konservasi satwa liar hingga kini masih kurang dipahami oleh para jaksa. Akibatnya, pemberantasan kasus jual-beli ilegal satwa liar dilindungi sulit untuk dilakukan. Keterbatasan pengetahuan dan kapasitas jaksa dalam merekomendasikan hukuman inilah yang menjadi salah satu penyebabnya.

Program manajer Wildlife Crime Unit (WCU) Dwi Nugroho Diasto mengatakan, perdagangan satwa liar adalah salah satu ancaman paling serius bagi satwa-satwa karismatik Indonesia seperti badak sumatera, harimau sumatera, gajah Asia dan trenggiling.

“Sebagai negara biodiversitas, Indonesia merupakan sumber besar, tujuan, dan tempat transit bagi penyeludupan dan perdagangan satwa liar. Ditaksir, nilai dari perdagangan ilegal ini bisa mencapai US$1 milyar per tahun,” katanya, Jakarta, Kamis (09/03).

BACA JUGA: Pemelihara Satwa Liar Dilindungi Secara Ilegal Belum Ditindak Tegas

Menurut data dari Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP), statistik penanganan kasus kejahatan terhadap satwa liar terhitung sejak 2003–2016 berjumlah 470 kasus dengan rata-rata mendapat vonis hukuman di bawah 2 tahun penjara. Sementara, pemelihara satwa yang dilindungi belum pernah ada yang dipenjara.

Dalam Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang 5 Tahun 1990, telah jelas dikatakan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi baik dalam keadaan hidup maupun mati. Dari beberapa kategori jenis kejahatan satwa liar dilindungi, untuk kategori pemeliharaan hingga saat ini belum pernah ada penindakan sama sekali. Padahal, menurutnya, memelihara satwa liar dilindungi sama beratnya dengan memperdagangkan maupun menangkap sesuai dengan undang-undang.

“Itu kan ada di satu pasal dan tidak dibedakan. Memelihara juga sama-sama kejahatan, tapi tidak pernah ada penindakan,” kata Dwi Nugroho.

BACA JUGA: Pelaku Perdagangan Satwa Liar Dilindungi Akan Dijerat UU Pencucian Uang

Sebagai informasi, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rochmad, dalam keterangan resminya beberapa hari lalu mengakui kalau belum maksimalnya kapasitas dan peran jaksa dalam pemberian vonis perdagangan ilegal dan berburuan satwa liar dilindungi, memang masih terjadi.

“Untuk itulah, saat ini upaya peningkatan pengetahuan, profesionalitas, dan berbagai jenis capacity building akan dilakukan pada jaksa dengan menggandeng organisasi, pemerhati, dan ahli lingkungan,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/banyak-jaksa-belum-paham-konservasi-satwa-liar/feed/ 0
Internet Has Widen Tiger Trade Networks in The Black Market, NGO Says https://www.greeners.co/english/internet-has-widen-tiger-trade-networks-in-the-black-market-ngo-says/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=internet-has-widen-tiger-trade-networks-in-the-black-market-ngo-says https://www.greeners.co/english/internet-has-widen-tiger-trade-networks-in-the-black-market-ngo-says/#respond Thu, 01 Aug 2013 07:57:49 +0000 http://www.greenersmagz.com/?post_type=grn_international&p=3856 Jakarta (Greeners) – Internet and its network has widen sumateran tiger trading networks around the globe, NGO says. Forum Harimau Kita, an endangered Sumateran tiger conservation NGO, Monday, (29/7/2013), said […]]]>

Jakarta (Greeners) – Internet and its network has widen sumateran tiger trading networks around the globe, NGO says. Forum Harimau Kita, an endangered Sumateran tiger conservation NGO, Monday, (29/7/2013), said tiger trading in black market –sold live or by parts- has become much easier these days, by allowing deals done trough internet and have the endangered animal delivered afterward.

“We are demanding Indonesia Government to act more firmly on these commercial sites with tiger trading activities in it,” said Dolly Priatna from the NGO.

Hundreds volunteers from the NGO so called Jaringan TigerHeart, since 2010, have traced hundreds of links that considered part of tiger trading networks. Several sites are commonly used as trading networks in general. From these networking, the volunteers with Indonesia authority and their partners claimed to have success in pursuing some of the illegal traders in to the court of law.

NGO of Wildlife Conservation Society (WCS) work hand in hand with Forestry Department in Indonesia, performed so called Wildlife Crime Unit (WCU) in order to pursue the sumatera tiger internet networks. They said, to have dismantled 18 online sumatera tiger trades, from 2011 until April 2013, which 12 of them sold tiger by parts. Four felonies has convicted in to state prison for 3-24 months.

Sumateran tiger, considered as the smallest tiger sub-species in the world, has declared as endangered species by world conservation body of IUCN. Dolly Priatna from Forum Harimau Kita said, the tiger population has become more less and less with the growing deforestation and wildlife black market.

Every part of sumateran tiger is considered valuable in the black market. Mills and Jackson research said that more than 3990 kilograms sumateran tiger bones has been exported from the Indonesia to South Korea from years of 1970 to 1993. The bones considered as valuable commodity for Chinese herbal medicine.

Sheppard and Magnus predicted at least 253 sumateran tigers have been taken from their habitat from 1998 to 2002, which mostly done by illegal hunt.  The Forestry Department predicted the wild life black market may have cost the country no less than IDR 9 billions per year.

Since 2010, international summit of tiger conservationist in Russia agreed to have so called Global Tiger Day every 29 July. The tiger day is for them to do mass protest and campaign for the endangered species.* (G04).

]]>
https://www.greeners.co/english/internet-has-widen-tiger-trade-networks-in-the-black-market-ngo-says/feed/ 0
Internet Perparah Perdagangan Ilegal Harimau https://www.greeners.co/berita/internet-perparah-perdagangan-ilegal-harimau/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=internet-perparah-perdagangan-ilegal-harimau https://www.greeners.co/berita/internet-perparah-perdagangan-ilegal-harimau/#comments Tue, 30 Jul 2013 06:12:54 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=3833 Jakarta (Greeners) – Kemajuan teknologi informasi ternyata membawa dampak buruk bagi perlindungan sub-species harimau terakhir yang dimiliki Indonesia ini. Mudahnya akses internet membuat jalur perdagangan ilegal harimau dan bagian tubuhnya […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kemajuan teknologi informasi ternyata membawa dampak buruk bagi perlindungan sub-species harimau terakhir yang dimiliki Indonesia ini. Mudahnya akses internet membuat jalur perdagangan ilegal harimau dan bagian tubuhnya menjadi lebih mudah. Penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi secara langsung dan barang dikirimkan melalui jasa pengiriman barang, tanpa harus bertemu muka.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum HarimauKita, Dolly Priatna dalam aksi Global Tiger Day di Kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Senin (29/7) bersama dengan sekitar 150 relawan jaringan pemerhati harimau TigerHeart.

Ratusan relawan yang tergabung dalam Jaringan TigerHeart, relawan Forum HarimauKita telah berhasil mengumpulkan ratusan link yang menjual harimau dan bagian tubuhnya. Data-data tersebut dikumpulkan semenjak tahun 2010 dan telah berhasil mengidentifikasi beberapa situs yang sering menjadi media jual beli.  Beberapa pelaku berhasil ditangkap berkat kerjasama dengan PHKA dan lembaga mitra.

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, pelibatan publik secara luas dalam melawan perdagangan ilegal harimau sumatera dan bagian tubuhnya melalui internet menjadi sebuah keharusan. Di sini lain, Forum HarimauKita akan mendorong Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap situs-situs yang masih melakukan pembiaran adanya jual beli harimau dan bagian tubuhnya.

Bekerjasama dengan Wildlife Crime Unit (WCU) yang merupakan unit kolaborasi antara Wildlife Conservation Society (WCS) dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Satuan Polisi Hutan reaksi  Cepat (SPORC) serta Mabes POLRI, para penjual digiring ke ranah perdagangan konvensional. Dari data yang dirilis WCU, 18 kasus perdagangan online terungkap sepanjang periode 2011 hingga April 2013, 12 di antaranya menyangkut perdagangan bagian tubuh harimau sumatera. 4 pelaku kejahatan sudah divonis penjara yang berkisar 3 – 24 bulan penjara.

Keberhasilan penangkapan ini, menjadi bukti kerjasama berbagai pihak untuk secara bersama-sama melawan kejahatan terhadap satwa liar melalui internet.  HarimauKita telah berhasil mengawali sebuah langkah sederhana melawan jaringan perdagangan satwa liar di internet dengan melibatkan dukungan publik. Meskipun tidak dipungkiri,

Dolly menjelaskan Harimau Sumatera merupakan sub-spesies harimau terakhir yang tersisa di Indonesia, setelah Harimau Bali dan Harimau Jawa dinyatakan punah oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Saat ini, populasi harimau sumatera semakin terancam oleh perburuan dan perdagangan ilegal bagian tubuh harimau sumatera, serta konflik dengan manusia akibat semakin tingginya pembukaan hutan untuk kepentingan pembangunan.

Sampai saat ini, perburuan ilegal masih menjadi ancaman utama kelestarian harimau Sumatera. Hampir seluruh bagian tubuh harimau menjadi koleksi yang paling diincar di pasar gelap. Mills dan Jackson melaporkan lebih dari 3990 kilogram tulang harimau Sumatera diekspor ke Korea Selatan sejak 1970 sampai 1993. Tulang-tulang tersebut dijadikan bahan baku obat tradisional China.

Selain itu, Sheppard dan Magnus memperkirakan setidaknya 253 ekor harimau Sumatera diambil dari habitatnya antara tahun 1998 hingga 2002. Sebagian besarnya diambil secara ilegal.

Perburuan dan perdagangan ilegal ternyata tidak hanya mengancam keberlangsungan kehidupan dari segi ekosistem saja, namun juga dari sisi ekonomi. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan RI menyatakan bahwa negara mengalami kerugian sekitar Rp9 Triliun pertahun akibat perburuan dan perdagangan satwaliar secara ilegal.

Ide tentang Global Tiger Day dilahirkan dalam Pre-Tiger Summit di Bali Juli 2010. Pada Pertemuan Tingkat Tinggi (Tiger Summit) di St. Petersburg Russia Nopember 2010. Tiger Summit yang dihadiri oleh perwakilan 13 negara yang memiliki wilayah jelajah harimau dan seluruh organisasi pemerhati harimau se-dunia menetapkan Global Tiger Day setiap 29 Juli.

Selain di Jakarta, aksi kampanye Global Tiger Day juga dilakukan di berbagai kota besar di Indonesia seperti di Padang, Medan, Jambi, Lampung, Purwokerto dan Bali. “Sejumlah kota besar, terutama di Sumatera, dimana kita mempunyai representasi jaringan relawan TigerHeart, kita minta untuk melakukan aksi,” kata Dolly Priatna, Ketua Forum HarimauKita. (G03)

]]>
https://www.greeners.co/berita/internet-perparah-perdagangan-ilegal-harimau/feed/ 1