Workshop - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/workshop/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 12 Oct 2015 12:58:20 +0000 id hourly 1 Pelatihan Jurnalis: Isu Perubahan Iklim Harus Disampaikan Secara Tepat https://www.greeners.co/aksi/pelatihan-jurnalis-isu-perubahan-iklim-harus-disampaikan-secara-tepat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=pelatihan-jurnalis-isu-perubahan-iklim-harus-disampaikan-secara-tepat https://www.greeners.co/aksi/pelatihan-jurnalis-isu-perubahan-iklim-harus-disampaikan-secara-tepat/#respond Mon, 12 Oct 2015 12:52:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=11471 Bandung (Greeners) – Pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2015 lalu, Friedrich Naumann Stiftung feur die Freihet (FNF), Freedom Institute dan Indonesian Youth Team for Climate Change mengadakan kegiatan bertajuk […]]]>

Bandung (Greeners) – Pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2015 lalu, Friedrich Naumann Stiftung feur die Freihet (FNF), Freedom Institute dan Indonesian Youth Team for Climate Change mengadakan kegiatan bertajuk “Workshop Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan bagi Jurnalis”. Pelatihan yang diselenggarakan di Hotel 101 Dago, Bandung ini diikuti oleh para jurnalis dari berbagai daerah.

Program Officer FNF, Muhammad Husni Thamrin menyatakan bahwa dalam kegiatan pelatihan angkatan ke-27 ini, jurnalis memiliki peran penting untuk menyampaikan isu perubahan iklim kepada masyarakat. “Jurnalis berperan sangat penting pada isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan di masa depan dengan menyebarkan (kepada masyarakat) melalui media massa, seperti blog,” ujarnya.

Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta harus mengirimkan karya tulis berupa artikel mengenai isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan melalui blog pribadi. Dari 50 pengirim karya tulis, tersaringlah 26 pemuda yang mengikuti kegiatan ini.

Workshop Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan bagi Jurnalis, diselenggarakan pada 9-11 Oktober 2015. Foto: greeners.co/Hanifa Paramitha Siswanti

Workshop Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan bagi Jurnalis, diselenggarakan pada 9-11 Oktober 2015. Foto: greeners.co/Hanifa Paramitha Siswanti

Menurut I Gusti Gede Maha Adi, Direktur Ekskutif Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) yang menjadi salah satu pemateri dalam pelatihan ini, menyatakan, jurnalis lingkungan penting menguasai pengetahuan dasar akan isu perubahan iklim dengan mengoptimalkan panca indera.

“Jurnalis penting mengoptimalkan panca indera dan menguasai apa yang menyebabkan perubahan iklim itu muncul, dampak, faktor, serta aktor penting di dalamnya selain menguasai ilmu dasar jurnalistik,” kata Adi.

Selain harus menguasai pengetahuan dasar akan isu secara baik, jurnalis juga harus tahu cara mengkomunikasikan isu perubahan iklim tersebut dengan tepat sasaran dan dapat diterima oleh seluruh lapisan dan pendidikan masyarakat.

Staff Kepresidenan Republik Indonesia untuk Perubahan Iklim, Lia Zakiyyah yang turut hadir sebagai pemateri menyebutkan beberapa tantangan yang dihadapi jurnalis, seperti invisible cause, distant impact, complexity and uncertainly.

“Tantangan bagi jurnalis saat ini adalah bagaimana cara mendalami isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan kepada masyarakat harus disampaikan dengan tepat sasaran. Supaya semua orang bisa ngeh sama dampak yang dirasakan dan sadar,” pungkasnya.

Penulis: ANP/G32

]]>
https://www.greeners.co/aksi/pelatihan-jurnalis-isu-perubahan-iklim-harus-disampaikan-secara-tepat/feed/ 0
Menangkap Sampah Menyalurkan Solusi Lewat Kampung 3R https://www.greeners.co/berita/menangkap-sampah-menyalurkan-solusi-lewat-kampung-3r/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menangkap-sampah-menyalurkan-solusi-lewat-kampung-3r https://www.greeners.co/berita/menangkap-sampah-menyalurkan-solusi-lewat-kampung-3r/#respond Sun, 17 Jun 2012 03:00:11 +0000 http://www.greenersmagz.com/?p=2871 Jakarta (Greeners) – Tong! Tang! Teng! Tung! Tang! Teng! bam! bam! Suara dentuman perkusi dari tong bekas menggema ke seluruh gedung pameran Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) 2012. Dengan asik Ismail […]]]>

Jakarta (Greeners) – Tong! Tang! Teng! Tung! Tang! Teng! bam! bam! Suara dentuman perkusi dari tong bekas menggema ke seluruh gedung pameran Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) 2012.

Dengan asik Ismail memukul alat perkusi daur ulang milik kelompok musik Sirkus Perkusi dalam “Workshop Bunyi” yang digelar Kampung 3R. Ismail adalah salah satu dari lima puluh murid SDN 15 Karet Tengsin Jakarta Pusat yang diundang untuk hadir mengikuti edukasi mengenai sampah di area Kampung 3R PLI 2012.

Workshop Bunyi bertujuan untuk memberikan ruang bermain yang sehat bagi anak-anak SD sekaligus ajang edukasi mengenai pemilahan sampah. “Kepolosan energi anak adalah Modal Akal utama yang akan menumbuhkan Rasa melalui proses yang menyenangkan” jelas Edi Bonetski selaku kordinator dari Sirkus Perkusi. “Sehingga mereka dengan secara mudah menyerap informasi yang kami coba sampaikan” tambahnya.

Sejak tanggal 14 – 17 Juni , Kampung 3R digelar dalam rangkaian PLI 2012 untuk melakukan monitoring pemilahan sampah serta memberikan edukasi kepada pengunjung PLI 2012 dalam hal pemilahan sampah di sumbernya. Kerjasama antara Greeners Magazine (greenersmagz.com) , Kementerian Lingkungan Hidup dan PT Indonesia Power ini telah dilakukan untuk yang kedua kalinya dalam rangkaian Pekan Lingkungan Indonesia.

Chief Editor Greenersmagz.com Syaiful Rochman mengatakan bahwa Kampung 3R adalah salah satu aksi nyata dari Greeners Magazine sebagai media lingkungan hidup. “Dalam penanganan masalah lingkungan hidup, utamanya adalah perubahan prilaku dengan aksi nyata. Ini adalah salah satu bukti kami sebagai media yang juga aktif turun ke lapangan untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat” jelasnya

Dalam pelaksanaan kali ini, Kampung 3R dibantu oleh 15 orang relawan dari Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI DEPPERIN) yang secara aktif memandu pengunjung untuk memilah sampah di area PLI 2012. Risky Anggun Kurnia mengatakan bahwa dirinya yang baru pertama kali menjadi relawan Kampung 3R sangat terkejut ketika melihat respon pengujung waktu diajak memilah sampah. “Ada yang sangat antusias mendukung program ini tapi ada juga yang hanya memandang sebelah mata dan berlalu begitu saja” ujarnya sambil tersenyum.

Dalam waktu 4 hari selama pelaksanaan PLI 2012 total sampah terpilah yang berhasil ‘ditangkap’ oleh tim Kampung 3R adalah 81,3 kg sampah Organik , 60,5 kg sampah plastik (campuran), 4,9 kg styrofoam, 0,6 kg sampah logam, 69,3 kg sampah kertas serta 1,4 kg sampah kaca. Seluruh sampah terpilah diatas telah disalurkan kepada Bank Sampah di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup RI. (G08)

]]>
https://www.greeners.co/berita/menangkap-sampah-menyalurkan-solusi-lewat-kampung-3r/feed/ 0