world rafting championship - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/world-rafting-championship/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Mon, 25 Feb 2019 18:19:19 +0000 id hourly 1 World Rafting Championship 2015 Ends with Brazil Breaking Home Advantage Myth https://www.greeners.co/english/world-rafting-championship-2015-ends-with-brazil-breaking-home-advantage-myth/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=world-rafting-championship-2015-ends-with-brazil-breaking-home-advantage-myth https://www.greeners.co/english/world-rafting-championship-2015-ends-with-brazil-breaking-home-advantage-myth/#respond Mon, 14 Dec 2015 13:55:52 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12234 Citarik (Greeners) – The 2015 World Rafting Championship (WRC) in Citarik River of Cijambe village, Cikidang subdistrict, Sukabumi district of West Java on November 29 to December 8 is finally […]]]>

Citarik (Greeners) – The 2015 World Rafting Championship (WRC) in Citarik River of Cijambe village, Cikidang subdistrict, Sukabumi district of West Java on November 29 to December 8 is finally over.

The race revealed that host country supposedly has better field advantage did not always win the game.

At the end of 2015 WRC, Brazil reigned at world’s rafting championship for Under 23 years old (U-23) classes both in Men and Women categories and Men Open Class category.

Besides Brazil, gold medals went to Russia, New Zealand, and Chezchs Republic for Men and Women U-19, Men and Women Master Class (above 40 years), and Women Open Class, respectively.

President of International Rafting Federation (IRF) Joe Willie Jones acknowledged Indonesian Rafting Federation (FAJI) for its hard work in hosting the championship.

Joe said FAJI proved to serve pathway for other Asian countries to hold the next race which will be held in Japan.

“Becoming the pioneer of hosting WRC in Asia itself was a huge achievement. Of course, it was not perfect but it can be fixed if they want to host WRC R4,” he said in press release to Greeners in Jakarta (10/12).

Joe also reminded participant to be responsible for their athletes’ best interests.

“The World Championship is not about the organization but for the sake of the sports,” he said.

Furthermore, he was also enthusiastic to see participants in U-19 and U-23 classes were increasing with 11 countries entered the race.

He said that IRF country members should pay attention to their young athletes development.

“Because, they are future champions. The best sport organization is capable to regenerate its athletes. So, let’s encourage young generation to go back to nature through adventure sport. Don’t let them drown in gadget and stay out of the sun,” he added.

The first World Rafting Championship was held in 1998 and Indonesia was the first Asian country to host the race as Citarik river was officially declared eligible for R6/Rafting 6 (six rowers in one boat) category.

As much as 592 rowers from 23 countries participated in the 2015 WRC in Indonesia.

Apart from being the first organization in Asia to have held the race, Indonesia also earned its first gold medal since joining the IRF in 2000.

Indonesia received gold medal in Men U-19 class against UK and Russia in the 300 meters Sprint.

In addition, Indonesia collected two more gold medals through Women U-19 and Men U-23 classes in Down River Race (DRR) category.

Numbers competed in the 2015 WRC were Sprint, Head To Head/H2H (one boat against one boat), Slalom and DRR for Men and Women classes.

Meanwhile, Open Classes are available for all ages to join in one team.

Reports by Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/english/world-rafting-championship-2015-ends-with-brazil-breaking-home-advantage-myth/feed/ 0
World Rafting Championship 2015 Usai, Brasil Patahkan Mitos https://www.greeners.co/berita/world-rafting-championship-2015-usai-brasil-patahkan-mitos/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=world-rafting-championship-2015-usai-brasil-patahkan-mitos https://www.greeners.co/berita/world-rafting-championship-2015-usai-brasil-patahkan-mitos/#respond Fri, 11 Dec 2015 08:16:24 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12199 Dalam Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championship/WRC) 2015 yang berlangsung di Sungai Citarik, Jawa Barat, Brasil berhasil meraih medali emas terbanyak. ]]>

Citarik (Greeners) – Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championship/WRC) 2015 yang berlangsung di Sungai Citarik, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada tanggal 29 November hingga 8 Desember 2015 usai sudah digelar. Akhir dari perlombaan ini menunjukkan hasil yang menarik, bahwa mitos tuan rumah memiliki keunggulan karena lebih menguasai medan tidak terbukti.

Dalam hasil akhir WRC 2015, kiblat olahraga arung jeram dunia tetap dipegang Brasil untuk Kelas di bawah 23 tahun/U-23 Putri dan Putra serta Kelas Terbuka Putra. Selain Brasil, ada tiga negara lainnya yang berhasil mendulang emas di tiap kelasnya, yaitu Rusia untuk Kelas U-19 Putri dan Putra, Selandia Baru untuk Kelas Master (di atas 40 tahun) Putri dan Putra, dan Republik Ceko untuk Kelas Terbuka Putri.

Presiden Federasi Arung Jeram Internasional (IRF), Joe Willie Jones, mengaku sangat menghargai kerja keras Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dalam menggelar WRC 2105. Menurut Joe, FAJI terbukti berhasil membuka jalur bagi negara Asia lainnya karena untuk penyelenggaraan WRC R6 2017, Jepang akan menjadi tuan rumah.

“Menjadi pelopor penyelenggara WRC untuk pertama kali di Asia, sudah merupakan prestasi luar biasa. Pastinya ada kekurangan di sana-sini, tapi itu harus bisa diperbaiki jika ingin menggelar WRC R4,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Greeners, Jakarta (10/12).

Dalam sambutan saat acara penutupan WRC 2015 pada Selasa (08/12) malam, Joe juga mengingatkan bahwa penyelenggaraan kompetisi tiap cabang olahraga di dunia tetap harus mengutamakan kepentingan atlit yang berlaga.

“Kejuaraan Dunia bukan untuk menjunjung tinggi gengsi sebuah organisasi, tapi demi kemajuan olahraga itu sendiri,” tegasnya.

Ia juga antusias melihat jumlah peserta WRC di Kelas U-19 dan U-23 mengalami peningkatan, yang kali ini diikuti 11 negara. Ia pun berharap agar para negara anggota IRF lebih memperhatikan pembinaan atlit mudanya.

“Karena merekalah calon juara masa depan. Organisasi olahraga yang baik adalah yang berhasil dalam regenerasi atlitnya. Mari kembalikan generasi muda ke alam dengan mendalami olahraga petualangan. Jangan biarkan mereka tenggelam dalam gawai dan tidak terkena matahari,” pungkasnya.

Tim nasional U-19 Putra berhasil mencatat sejarah dengan meraih medali emas pertama Indonesia selama mengikuti Kejuaraan Dunia Arung Jeram, di Sungai Citarik, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/12). Presiden IRF, Joe Willie Jones (depan), menyerahkan pialanya. Foto: Lassak Imaji/Tagor Siagian

Tim nasional U-19 Putra berhasil mencatat sejarah dengan meraih medali emas pertama Indonesia selama mengikuti Kejuaraan Dunia Arung Jeram, di Sungai Citarik, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/12). Presiden IRF, Joe Willie Jones (depan), menyerahkan pialanya. Foto: Lassak Imaji/Tagor Siagian

Sebagai informasi, Kejuaraan Dunia Arung Jeram untuk pertama kali berlangsung pada tahun 1998. Sejak diselenggarakan, Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan WRC setelah Sungai Citarik yang dinyatakan layak untuk lomba jenis R6/Rafting 6 (enam pedayung dalam perahu). Sebanyak 592 pedayung yang berasal dari 23 negara mengikuti WRC 2015 di Indonesia.

Selain menorehkan sejarah arung jeram dunia di tingkat organisasi sebagai negara pertama yang menggelar WRC di Asia, Indonesia juga untuk pertama kali meraih medali emas dalam WRC R6 sejak bergabung dengan IRF pada tahun 2000. Medali emas ini diraih tim nasional U-19 Putra yang berhasil menyingkirkan Inggris dan Rusia di nomor Sprint, adu cepat sepanjang 300 meter.

Hingga kejuaraan berakhir pada Senin (07/12), tim nasional Indonesia hanya berhasil menambah dua medali emas yang diraih oleh tim U-19 Putri di nomor DRR dan tim U-23 Putra juga di nomor Down River Race (DRR). WRC 2015 melombakan empat nomor di kelompok putra dan putri, yaitu Sprint, Head To Head/H2H (satu perahu lawan satu perahu), Slalom dan DRR. Sedangkan Kelas Terbuka memungkinkan pedayung semua umur bergabung dalam satu tim.

Berikut hasil akhir Kejuaraan Dunia Arung Jeram (WRC) 2015:
Kelas U-19 Putri (peserta 6 negara):
1. Rusia (nilai 892), 2 emas
2. Australia (888), 1 emas
3. Indonesia (853), emas Down River Race

Kelas U-19 Putra (6):
1.Rusia (955), 2 emas
2.Indonesia (838), 1 emas Sprint
3.Slovakia (802)

Kelas U-23 (Junior) Putri (3):
1.Brasil (964), 3 emas
2. Rep. Ceko (916), 1 emas
3.Indonesia (790)

Kelas U-23 Putra (8):
1.Brasil (352), 3 emas
2.Indonesia (874), emas Down River Race (DRR)
3. Jepang (784)

Kelas Terbuka (Open) Putri (16):
1.Rep. Ceko (822), emas DRR
2. Selandia Baru (808)
3.Jepang (797)
4. Indonesia (414)

Kelas Terbuka Putra (20):
1.Brasil (940) 2 emas
2. Selandia Batu (909), 1 emas
3. Argentina (717)
4. Indonesia (703)

Kelas Master (Senior) Putri (4):
1.Selandia Baru (928), 1 emas
2.Rep. Ceko (910), 2 emas
3. Norwegia (832), 1 emas
Indonesia tidak ikutserta

Kelas Master Putra (9):
1.Selandia Baru (958), 3 emas
2. Rep. Ceko (895), 1 emas H2H
3. Indonesia (762), perak H2H, perunggu DRR

Penulis: Renty Hutahaean

]]>
https://www.greeners.co/berita/world-rafting-championship-2015-usai-brasil-patahkan-mitos/feed/ 0
Tim Indonesia Optimis Naikkan Peringkat Rafting Dunia https://www.greeners.co/aksi/tim-indonesia-optimis-naikkan-peringkat-rafting-dunia/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tim-indonesia-optimis-naikkan-peringkat-rafting-dunia https://www.greeners.co/aksi/tim-indonesia-optimis-naikkan-peringkat-rafting-dunia/#respond Wed, 02 Dec 2015 13:01:42 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_aksi&p=12103 World Rafting Championship 2015 (WRC 2015) telah resmi dibuka. Tim Indonesia menyatakan optimis untuk menaikkan peringkat Indonesia di ranah kejuaraan rafting dunia.]]>

Sukabumi (Greeners) – World Rafting Championship 2015 (WRC 2015) telah resmi dibuka. Persiapan para peserta dari 23 negara yang terlibat pun terus dimatangkan. Menjadi juara dan berusaha menaikkan peringkat dalam daftar negara yang memiliki tim arung jeram terbaik pun menjadi target para peserta, tidak terkecuali dengan Indonesia.

Ketua Pelaksana WRC 2015 yang juga Sekretaris Jenderal Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Adi Seno menyatakan memiliki harapan yang cukup tinggi terhadap tim Indonesia, khususnya untuk menaikkan peringkat Indonesia di ranah kejuaraan rafting dunia.

Ketika ditanya mengenai kekuatan lawan, Adi mengatakan masih belum memiliki peta yang akurat mengingat banyak peserta muda Indonesia yang belum berpengalaman dalam pertandingan tingkat dunia. Meski demikian, dirinya tetap optimis kalau tim Indonesia mampu meraih pencapaian terbaiknya.

“Kalau berharap sih kita maunya seluruh medali dari seluruh kategori kita lahap habis, tapi kan susah. Paling tidak realitasnya Indonesia harus mampu menambah peringkat, dari yang sebelumnya ada di peringkat 17 dunia, paling tidak masuk 10 besar. Sedangkan pemetaan lawan, kan kemarin tim muda Indonesia baru bertanding juga di Brazil, kita belajar dari pemetaan itu,” jelasnya kepada Greeners saat ditemui usai pembukaan WRC 2015 di Alun-Alun Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (30/11).

Hal serupa juga disampaikan oleh Nanang Suryana selaku manager tim Indonesia sekaligus pelatih dari tim open senior Indonesia. Ia menyatakan para peserta muda Indonesia seperti tim U-23 memang dipersiapkan untuk bertanding dalam tingkat dunia, mengingat banyak dari peserta tersebut masih belum memiliki mental yang cukup kuat untuk terjun di tingkat dunia.

“Ajang ini juga untuk mempersiapkan mental mereka supaya mereka bisa terbiasa dan terlatih,” tambahnya.

Terkait persiapan tim Indonesia Open Men sendiri, Nanang menyatakan optimis dan yakin akan kekuatan anak didiknya. Apalagi, tim Indonesia jelas menguasai medan dan telah melakukan analisa terhadap tim negara peserta yang dianggap kuat dan menjadi lawan tangguh mereka seperti Brazil.

“Kita sudah melakukan banyak persiapan, banyak latihan dan analisa. Semoga kita bisa memberikan yang terbaik. Mohon didoakan dan minta dukungan dari masyarakat Indonesia,” pintanya.

Salah satu peserta Open Men’s R6 WRC 2015 dari tim Perancis, Sebastien Assailly, menargetkan posisi Perancis pada peringkat 15 besar dunia mengingat tim arung jeram mereka masih belum memiliki peringkat apapun dalam kejuaraan rafting tingkat dunia.

“Tim kami merupakan tim gabungan dari beberapa yang terbaik di Perancis. (Mengenai) persiapan, ya, kami lakukan yang terbaik pastinya. Arus di sungai ini sangat bagus, jadi kami akan bertanding dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/aksi/tim-indonesia-optimis-naikkan-peringkat-rafting-dunia/feed/ 0
WRC 2015 Resmi Dibuka Tanpa Kehadiran Kazakhstan https://www.greeners.co/berita/wrc-2015-resmi-dibuka-tanpa-kehadiran-kazakhstan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=wrc-2015-resmi-dibuka-tanpa-kehadiran-kazakhstan https://www.greeners.co/berita/wrc-2015-resmi-dibuka-tanpa-kehadiran-kazakhstan/#respond Mon, 30 Nov 2015 13:28:47 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12073 Sukabumi (Greeners) – Kejuaraan Arung Jeram Tingkat Dunia 2015 atau World Rafting Championship (WRC) 2015 telah resmi dibuka di Alun-Alun Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat. Prosesi peresmian dipimpin langsung oleh […]]]>

Sukabumi (Greeners) – Kejuaraan Arung Jeram Tingkat Dunia 2015 atau World Rafting Championship (WRC) 2015 telah resmi dibuka di Alun-Alun Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat. Prosesi peresmian dipimpin langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal (Mar) Buyung Lalana.

Namun, dari 24 negara peserta yang direncanakan ikut serta, ada satu negara yang akhirnya mundur menjelang pelaksanaan WRC 2015.

Menurut Ketua Pelaksana WRC 2015, Adi Seno, negara yang berhalangan hadir tersebut adalah Kazakhstan. Ketidakhadiran Kazakhstan sendiri dikarenakan faktor finansial yang dirasa terlalu berat untuk mengirimkan timnya untuk berpartisipasi.

“Sebenarnya alasan klasik. Ini kan perlombaan dan ada kategori baru yang dilombakan yaitu untuk youth U-19 dan U-23. Kan tidak bisa kalo cuma ngirim dua atau tiga orang. Jadi mereka merasa berat dan akhirnya mundur,” jelasnya kepada Greeners usai pembukaan WRC 2015 di Alun-Alun Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Senin (30/11).

Dengan ketidakhadiran Kazakhstan, kata Adi, maka seluruh negara peserta yang mengikuti kejuaraan menjadi 23 negara. Pada acara pembukaan pun, lanjutnya, masih belum seluruh negara yang hadir karena puncak pelaksanaan kejuaraan open dan master direncanakan akan dilakukan pada tanggal 4 Desember 2015.

Ketua Pelaksana WRC 2015 Adi Seno. Foto : Greeners.co / Danny Kosasih

Ketua Pelaksana WRC 2015 Adi Seno. Foto : Greeners.co / Danny Kosasih

Terkait debit air sungai Citarik, Adi mengaku masih merasa khawatir dikarenakan debit air di sungai masih berkutat diangka 80m sedangkan debit ideal untuk perlombaan, lanjut Adi, paling tidak berada di 100m. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia berencana untuk memindahkan arena perlombaan ke sungai Citatih. Namun hal tersebut masih dipikirkan karena memakan waktu dan biaya.

Terkait potensi pariwisata, H. Ahmad Riyadi selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi telah mempersiapkan berbagai macam pertunjukkan kebudayaan khas Jawa Barat seperti pencak silat dan debus.

“Banyak yang sudah kita persiapkan. Termasuk beberapa pertunjukkan. Selain itu, tingkat pembelanjaan para wisatawan yang datang bersama peserta tentu juga akan meningkatkan pendapatan daerah kita. Untuk pariwisata pastinya akan berdampak banyak ya,” tambahnya.

Selain itu, sesuai dari hasil tinjauan yang dilakukan oleh tim peninjau dari International Rafting Federation (IRF), Citarik memang sudah sesuai dan sangat ideal untuk kegiatan arung jeram karena memiliki infrastruktur, akomodasi, transportasi hingga organisasi arung jeram yang sudah sangat memadai, pungkas Ahmad.

Kegiatan WRC 2015 sendiri diikuti oleh 23 negara seperti Jepang, Brasil, Inggris, dan Norwegia. Kejuaraan ini pun terbuka untuk berbagai kelompok usia. Seperti kelompok yunior usia 16-19 tahun, muda 19-23 tahun, dan kelompok umum. Selama berlangsungnya acara juga diselenggarakan workshop, bazaar, dan beberapa aktifitas kegiatan outdoor lainnya.

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/wrc-2015-resmi-dibuka-tanpa-kehadiran-kazakhstan/feed/ 0
Timnas Rafter Indonesia Tak Mau Gegabah di WRC 2015 https://www.greeners.co/berita/timnas-rafter-indonesia-tak-mau-gegabah-di-wrc-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=timnas-rafter-indonesia-tak-mau-gegabah-di-wrc-2015 https://www.greeners.co/berita/timnas-rafter-indonesia-tak-mau-gegabah-di-wrc-2015/#respond Thu, 26 Nov 2015 12:25:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12041 Jakarta (Greeners) – Posisi Indonesia sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championship/WRC) 2015 yang akan berlangsung di Sungai Citarik, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, […]]]>

Jakarta (Greeners) – Posisi Indonesia sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Kejuaraan Dunia Arung Jeram (World Rafting Championship/WRC) 2015 yang akan berlangsung di Sungai Citarik, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 29 November hingga 8 Desember mendatang diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri para atlet arung jeram atau rafter nasional Indonesia.

Meski menjadi tuan rumah, Kapten Tim Nasional (Timnas) Senior Indonesia, Abu Hanifah (31 tahun) mengaku tetap tidak ingin gegabah. Ia menyatakan, walau Indonesia memiliki keuntungan karena sudah sangat mengenal karakter Sungai Citarik, namun tetap harus tampil maksimal. Ia juga meminta agar timnas Indonesia tidak dibebani dengan berbagai target agar selalu siap menghadapi lawan dari manapun.

“Jangan bebani kami dengan berbagai target. Kami siap hadapi lawan manapun. Biarkan anak-anak menikmati lomba dan pastinya semua akan memberikan yang terbaik demi Merah Putih!” tegasnya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Selasa (24/11).

Mengenai calon lawan berat bagi Indonesia, Abu yang sudah melakukan kegiatan arung jeram sejak usia 17 tahun, menyebut kalau Brasil, Ceko, dan Costa Rica adalah lawan terberat mereka. Selain ketiga negara itu, Jepang juga akan diwaspadai mengingat fisik atlit Jepang bukan seperti yang banyak dikenal secara umum karena atlit Jepang memiliki tubuh yang tinggi sehingga memiliki kekuatan saat mendayung.

Mengenai diselenggarakannya acara ini, anggota Timnas Indonesia U-19 Putri, Nita Karlina (16 tahun), menyatakan, mengikuti WRC 2015 Indonesia adalah kehormatan yang sangat besar bagi dirinya mengingat ia baru setahun berlatih arung jeram namun sudah bisa membela Merah Putih.

“Ini bangganya luar biasa. Selain berlatih fisik dengan berlari selama 30-60 menit, angkat besi juga menjadi menu utama kami untuk menambah kekuatan dalam mendayung,” paparnya.

Menurut pelatih Timnas U-19 Putri dan Putra, Aceng Supendi, selain pentingnya berlatih angkat besi untuk olah tubuh, pola makan juga penting untuk dijaga. Kurangnya pengalaman bertanding di tingkat nasional maupun dunia, membuat Aceng berharap anak asuhnya tidak kaget menghadapi atlit asing.

“Makanya penguatan mental juga diberikan pada anak-anak,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Lomba WRC 2015 Indonesia yang juga rafter senior putri Indonesia sekaligus Ketua Harian Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) Amalia Yunita mengaku selalu bermimpi lagu “Indonesia Raya” bisa berkumandang dalam kejuaran arung jeram dunia.

“Inilah kesempatan terbaik mewujudkan itu. Atlet tuan rumah tentunya sangat berpeluang menjadi juara karena sudah mengenal medan lomba,” katanya.

Sebagai informasi, Kejuaraan Kategori R6/Rafting 6 (6 pedayung dalam perahu) ini akan berlangsung di Sungai Citarik, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 29 November hingga 8 Desember 2015. Sekitar 650 rafter putri dan putra yang tergabung dalam 73 regu asal 24 negara akan berlomba dalam empat kelas, yaitu Master (di atas usia 40 tahun), Terbuka (untuk semua kelas), Youth/Remaja, di bawah usia 19 tahun (Under-19) dan Junior (U-23).

Setiap negara hanya boleh menurunkan satu regu (6 pedayung dengan satu orang pedayung cadangan) putri dan putra untuk setiap kelas. Indonesia yang menurunkan 49 rafter dalam 7 regu, akan mengikuti semua kelas kecuali Master Putri. Saat ini, Tim Putra Jepang dan Brasil untuk Kelas Terbuka dan Tim Putri Brasil U-23 sudah tiba di Citarik untuk berlatih dan melakukan penyesuaian serta pengenalan medan.

Nomor yang dilombakan dalam WRC 2015 adalah Sprint (adu cepat sepanjang 300 meter), H2H/Head To Head (adu cepat satu regu lawan satu regu dalam kompetisi sistim gugur), Down River (adu cepat sepanjang 8-12 km) dan Slalom (adu cepat melewati beberapa tiang, mengikuti arus maupun melawan arus). Dengan turunnya hujan selama seminggu terakhir, ketinggian air Sungai Citarik sudah mencapai 80 cm, syarat terlaksananya lomba dengan baik.

Timnas_Rafter_Indonesia_Tak_Mau_Gegabah_di_WRC_2015_02

Penulis: Danny Kosasih

 

]]>
https://www.greeners.co/berita/timnas-rafter-indonesia-tak-mau-gegabah-di-wrc-2015/feed/ 0
Penuhi Standar, Sungai Citarik Jadi Lokasi World Rafting Championship 2015 https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015 https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/#respond Thu, 19 Nov 2015 11:50:18 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=11953 Jakarta (Greeners) – Potensi alam Sungai Citarik sebagai tempat berwisata olahraga arung jeram terbaik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata menarik perhatian dan minat para penggemar arung jeram dunia. […]]]>

Jakarta (Greeners) – Potensi alam Sungai Citarik sebagai tempat berwisata olahraga arung jeram terbaik yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ternyata menarik perhatian dan minat para penggemar arung jeram dunia. Daya tarik ini membuat Sungai Citarik terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Rafting Championship (WRC) 2015 yang pertamakalinya di Asia.

Menurut Presiden dari International Rafting Federation (IRF), Joe Willie Jones, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah WRC 2015 telah menjadi kajian IRF sejak tahun 2012. Dari hasil tinjauan yang dilakukan oleh Pieter Bekkers sebagai peninjau, akhirnya IRF menyatakan bahwa Sungai Citarik memang layak sebagai lokasi tuan rumah WRC 2015. Apalagi, katanya, tim arung jeram Indonesia kerap menjadi perbincangan di kalangan internasional karena memiliki gaya unik yang berani mendayung di jeram dengan posisi berdiri.

“Sungai ini mempunyai keunggulan lebih dibandingkan dengan sungai-sungai yang ada di belahan dunia lainnya. Ini sudah memenuhi standar Federasi Arung Jeram Internasional atau International Rafting Federation. Ditambah kemampuan unik tim arung jeram Indonesia yang selalu menjadi perbincangan dunia, menambah daya tarik tersendiri dalam penentuan tuan rumah pelaksanaan WRC 2015 ini,” jelas Joe saat melangsungkan konfrensi pers di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (18/11).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan tidak ingin kehilangan momen penting dalam menonjolkan wisata minat khusus seperti sport tourism melalui kegiatan berkelas dunia ini. Ia mengatakan bahwa perhelatan internasional ini akan mendatangkan banyak wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara, ke Sukabumi.

Arief pun menyatakan akan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai momentum unjuk prestasi tim arung jeram Indonesia di mata dunia sekaligus juga mempromosikan potensi pariwisata khususnya Sukabumi ke mancanegara.

“WRC ini jelas akan berdampak pada ekonomi pariwisata secara langsung, bahkan kita juga bisa publikasi dalam mempromosikan branding “Wonderful Indonesia” dan “Pesona Indonesia” ke mata dunia,” jelasnya.

Terkait potensi wisata yang dimiliki oleh Sungai Citarik, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Haryadi mengatakan bahwa Citarik memang sudah sesuai dan sangat ideal untuk kegiatan arung jeram karena memiliki infrastruktur, akomodasi, transportasi hingga organisasi arung jeram yang sudah sangat memadai.

“Nantinya acara pembukaan dan penutupan WRC 2015 akan berlangsung di Pelabuhan Ratu. Rangkaian hiburan akan digelar seperti tari-tarian, musik tradisional dan seni pertunjukkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan WRC 2015 nantinya akan diikuti oleh 24 negara seperti Jepang, Brasil, Inggris, dan Norwegia. Tim arung jeram yang akan menjajal keliaran Citarik berjumlah 650 tim dan acara akan dilaksanakan pada tanggal 29 November hingga 8 Desember 2015 mendatang.

Lomba ini akan diikuti dari berbagai kelompok usia, seperti kelompok yunior usia 16-19 tahun, muda 19-23 tahun, dan kelompok umum. Selama berlangsungnya acara juga akan diselenggarakan workshop, bazaar, dan outdoor activity.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/penuhi-standar-sungai-citarik-jadi-lokasi-world-rafting-championship-2015/feed/ 0