Alkohol - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/alkohol/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 25 Aug 2020 08:22:17 +0000 id hourly 1 5 Faktor Pendorong Penuaan Dini pada Kulit https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-faktor-pendorong-penuaan-dini-pada-kulit/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=5-faktor-pendorong-penuaan-dini-pada-kulit https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-faktor-pendorong-penuaan-dini-pada-kulit/#respond Tue, 25 Aug 2020 23:56:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=28313 Faktor luar yang memengaruhi dan mempercepat penuaan dini dapat berupa kerusakan akibat sinar matahari atau radikal bebas.]]>

Ketika tanda penuaan muncul lebih cepat dari yang dibayangkan tentunya akan berpengaruh terhadap kepercayaan diri seseorang. Dua faktor yang dikenal sebagai intrinsik dan ekstrinsik sangat berkontribusi pada seberapa cepat kulit menua.

Sebagian besar manusia menunjukkan tanda-tanda penuaan di akhir usia 40-an hingga awal 50-an. Faktor luar yang memengaruhi dapat berupa kerusakan akibat sinar matahari atau radikal bebas. Keduanya menyebabkan 90 persen ciri awal penuaan.

Melansir newscientist.com, sebuah studi dermatologi pada 2012 memperkirakan bahwa radiasi ultraviolet saja berkontribusi hingga 80 persen pengerutan kulit. Sinar tersebut juga dinilai sebagai faktor terpenting dalam penuaan dan kanker kulit.

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang mengakibatkan garis-garis halus, kerutan lebih dalam, dehidrasi, dan hilangnya volume karena kerusakan kolagen. Berikut enam hal yang mempercepat penuaan dini pada kulit yang harus diketahui.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/5-faktor-pendorong-penuaan-dini-pada-kulit/feed/ 0
Mengenal Empat Jenis Disinfektan https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-empat-jenis-disinfektan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mengenal-empat-jenis-disinfektan https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-empat-jenis-disinfektan/#respond Fri, 24 Apr 2020 22:58:34 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=26940 Di berbagai medium, virus korona mampu bertahan berjam-jam, misalnya di tembaga bertahan selama 4 jam, di kardus 24 jam, dan 2 hingga 3 hari pada plastik.]]>

Untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona, berbagai fasilitas publik seperti stasiun, bandara, terminal, hingga halte bus dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Sterilisasi dilakukan di lingkungan yang menjadi pusat kerumunan dan berpotensi menjadi medium perkembangan virus. Di berbagai medium, virus korona mampu bertahan berjam-jam, misalnya pada tembaga, virus dapat bertahan selama empat jam, di kardus 24 jam, dan 2 hingga 3 hari pada plastik maupun stainless steel.

Selain rajin mencuci tangan dan menjaga jarak fisik, kebersihan barang-barang di rumah harus diperhatikan khususnya pada permukaan yang sering tersentuh. Benda seperti gagang pintu, lemari, meja, maupun perabotan rumah tangga lain harus dibersihkan secara berkala. Cairan disinfektan yang banyak dijual juga terdiri dari berbagai pilihan dan kandungan yang masing-masing memiliki aturan penggunaan. Untuk itu, Greeners telah merangkum beberapa zat disinfektan yang dapat digunakan secara aman.

1. Isopropil Alkohol

Isopropil alkohol merupakan zat yang dibuat oleh hidrasi propilen tidak langsung (CH2CHCH3). Meskipun zat ini dinilai lebih beracun daripada etanol, ia memiliki lebih sedikit efek kering pada kulit. Disinfektan ini sangat umum digunakan di perusahaan farmasi, rumah sakit, dan ruang kebersihan.

Kefektifan 2-Propanol ini tergantung pada seberapa pekatnya zat. Pada konsentrasi 60 persen dan 90 persen, Isopropil alkohol adalah agen yang sangat efektif melawan bakteri mikroba, jamur, dan virus. Konsentrasi yang lebih tinggi tidak cukup efektif melawan mikroorganisme berbahaya, sehingga konsentrasinya harus cukup signifikan mengandung komposisi air dan alkohol isopropil agar efektif. Persentase air setidaknya harus lebih dari 10 persen di dalam larutan. Sehingga pada campuran 30 persen air dengan 70 persen Isopropil alkohol dapat bekerja.

Isopropil alkohol bisa dijadikan disinfektan yang efektif untuk banyak patogen, termasuk coronavirus selama konsentrasinya 70 persen. Sebagian besar alkohol memiliki konsentrasi berkisar 60 sampai 99 persen. Alkohol berkadar 70 persen adalah yang terbaik untuk membunuh virus dan mikroorganisme di permukaan. Gunakan alkohol dengan cara menyemprotkannya di atas benda dan pastikan agar tetap basah setidaknya selama 30 detik.

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/mengenal-empat-jenis-disinfektan/feed/ 0
Alkohol dan Rokok Memicu Penuaan Dini https://www.greeners.co/gaya-hidup/alkohol-dan-rokok-memicu-penuaan-dini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=alkohol-dan-rokok-memicu-penuaan-dini https://www.greeners.co/gaya-hidup/alkohol-dan-rokok-memicu-penuaan-dini/#respond Tue, 11 Feb 2020 02:26:43 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=26081 Kegemaran mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok dapat mempercepat penuaan, seperti cincin abu-abu di sekitar kornea mata hingga kebotakan pada pria.]]>

Kegemaran mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok dapat mempercepat penuaan. Studi dalam Journal of Epidemiology & Community Health melakukan uji pada lebih dari 11.000 orang Denmark di Copenhagen City Heart Study. Studi tersebut memberikan informasi tentang kebiasaan merokok dan minum alkohol terindikasi mengalami penyakit jantung dan mempercepat penuaan.

Janne Tolstrup Direktur Penelitian Institut Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Denmark Selatan mengatakan secara khusus melihat empat ciri penuaan. Misalnya, termasuk pembentukan cincin abu-abu di sekitar kornea mata, lipatan daun telinga, plak di kelopak mata, dan pola kebotakan pada pria.  Penuaan dini dapat menjadi tanda kesehatan yang buruk dan berkontribusi terhadap risiko penyakit kronis yang lebih tinggi seperti masalah jantung.

Baca juga: Merokok Berisiko Tingkatkan Depresi

“Kami ingin mempelajari tanda-tanda penuaan karena mereka tampaknya memiliki semacam nilai prediksi rata-rata lama hidup,” kata Janne Tolstrup, Penulis dan Direktur Penelitian di Institut Nasional Kesehatan Masyarakat, Universitas Denmark Selatan.

Tolstrup menemukan bahwa minum alkohol secara  berlebihan dibanding 28 kali mengonsumsi alkohol dalam seminggu bagi  wanita, memiliki kemungkinan 33 persen lebih tinggi untuk memiliki cincin abu-abu di sekitar kornea. Daripada wanita yang minum kurang dari tujuh buah seminggu.

Sementara pada pria lanjut, menurut Janne terdapat peningkatan risiko penuaan yang tidak jauh berbeda. Risiko lipatan daun telinga mengindikasikan penuaan yang sama 26 hingga 36 persen lebih tinggi di antara peminum berat dibandingkan peminum ringan sampai sedang. Perokok berat juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan cincin mata terkait usia dibandingkan dengan orang yang bukan perokok.

Alkohol dan Rokok.

Alkohol dan Rokok. Foto: shutterstock.com

Salah satu indikator penuaan lain yang berhubungan dengan konsumsi alkohol dan merokok ialah pola kebotakan pria. Tolstrup mengatakan itu bukan kejutan, karena pertumbuhan rambut sangat genetik. “Hasilnya adalah kita dapat melihat tanda-tanda itu dengan mata, misalnya, sangat cepat. Sedangkan untuk tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol tinggi, kita harus melakukan pengukuran lanjutan untuk mengetahuinya,” kata dia.

Tidak herankan orang yang gemar meminum alkohol dan merokok cenderung lebih tinggi memiliki tanda-tanda  penuaan. Tolstrup juga menemukan bahwa orang-orang yang minum dan merokok pada tingkat sedang tidak menunjukkan tanda-tanda penuaan lebih banyak daripada orang-orang yang tidak sama sekali.

Beberapa penelitian menyebut bahwa alkohol mungkin bermanfaat bagi jantung serta dapat mengurangi risiko penyakit tertentu. Namun, Tolstrup menolak pernyataan tersebut. Ia mengatakan temuannya menambah perdebatan tentang seberapa banyak yang sehat dan pada ambang batas mana jumlah alkohol yang berlebihan dan tidak sehat.

Baca juga: Gangguan Kesehatan Mengintai Perokok Elektrik

“Hasilnya tidak dapat diartikan bahwa orang dapat mulai minum dan merokok pada tingkat sedang. Data lain menunjukkan bahwa merokok apa pun dapat membahayakan kesehatan dan studi tentang efek alkohol masih diperdebatkan,” ujar Tolstrup.

Meski umumnya disebut bahwa mengonsumsi minuman berakohol secara ringan dapat mengurangi risiko berbagai penyakit, tetapi lebih baik masyarakat tidak mengharapkan manfaat kesehatan yang besar dari alkohol. Setidaknya masyarakat mampu menghindari pola hidup tidak sehat yang membahayakan kesehatan serta penampilan secara signifikan.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/alkohol-dan-rokok-memicu-penuaan-dini/feed/ 0