aplikasi - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/aplikasi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Sat, 15 Feb 2020 08:18:39 +0000 id hourly 1 eRecycle Pengepul Sampah Berbasis Aplikasi Daring https://www.greeners.co/ide-inovasi/erecycle-pengepul-sampah-berbasis-aplikasi-daring/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=erecycle-pengepul-sampah-berbasis-aplikasi-daring https://www.greeners.co/ide-inovasi/erecycle-pengepul-sampah-berbasis-aplikasi-daring/#respond Fri, 14 Feb 2020 12:17:02 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=26151 eRecycle menjadi aplikasi digital teknologi yang memberikan terobosan dalam mengumpulkan sampah plastik dan mengurangi pencemaran lingkungan.]]>

eRecycle menjadi aplikasi digital teknologi yang memberikan terobosan dalam menjemput sampah. Aplikasi ini bertujuan bukan hanya mengumpulkan sampah plastik, tetapi juga mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah sembarangan.

Aplikasi yang diinisiasi oleh PT Multi Inti Digital Lestari ini merupakan salah satu model bisnis yang bergerak dari hulu ke hilir. Caranya dengan melakukan pendekatan ke penghasil sampah langsung yaitu masyarakat.

Dengan menggunakan teknologi, urusan persampahan dapat menjangkau lebih luas karena sistem pengambilannya dapat terarah. Bantuan teknologi juga memudahkan masyarakat untuk mengelola sampah mereka.

Baca juga: Mallsampah, Aplikasi Jual Beli Sampah Online

Dicky Wiratama Kepala Produk eRecycle mengatakan aplikasi berbasis telepon seluler ini juga mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah. “Kita juga melakukan penjemputan dan melakukan pengarahan sampai distribusi penjualan limbahnya. Artinya kita memang M to M, bukan aplikasi,” kata dia.

PT Multi Inti Digital menyebut ide ini memberikan kemudahan bagi masyarakat sebab prosesnya jelas dari pengambilan sampah di lokasi hingga penimbangan oleh tim. Setelah ditimbang sampah akan ditukarkan dengan hadiah (reward) berupa saldo tergantung dari nilai yang ditawarkan.

Mengumpulkan sampah

Proses pemilahan sampah. Foto: shutterstock.com

Untuk menggunakan aplikasi ini, masyarakat diminta mengisi data pribadi saat mengakses aplikasi eRecycle. Sedangkan, untuk mencairkan saldo masyarakat harus menyertakan nomor rekening karena sistem pembayarannya secara non-tunai.

Dicky menuturkan aplikasi ini merupakan senjata untuk membujuk masyarakat dan menghasilkan suatu sistem yang efektif. Ia secara tidak langsung mengorganisir masyarakat supaya mengelola sampah dengan teknologi digital. Menurutnya, cara pengelolaan sampah yang selama ini biasa diterapkan masih konvensinoal.

Selain memberikan kemudahan dalam pemilahan sampah kepada masyarakat, usaha ini memotonh jalur pengelolaan agar lebih efisien. eRecycle melihat terdapat 3,2 juta ton sampah dan mayoritas plastik. Bahkan sampah tersebut banyak yang tercecer. “Dengan kondisi seperti itu kita berani tawarkan langsung memungut ke penghasil sampah nomor satu. Kita juga bisa memotong dan menawarkan harga yang kompetitif daripada tengkulak,” ucapnya.

Baca juga: 4 Aplikasi Untuk Gaya Hidup Berkelanjutan

Aplikasi yang baru diluncurkan pada 25 November 2019 lalu ini mampu menarik 5.000 pengunduh. Untuk operasionalnya, saat ini eRecycle mampu melayani 12 kecamatan di Jakarta Timur sebagai wilayah percobaan .

Dicky mengatakan bahwa Jakarta Timur merupakan wilayah terpadat dan penghasil sampah terbanyak di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek). “Tahun ini mau seluruh DKI Jakarta, termasuk sekalian Bekasi. Harapannya memang seluruh DKI.”

Setelah sampah plastik terkumpul nantinya akan dikirim ke Rumah Lestari untuk diolah sekaligus diproses daur ulang. Hasilnya berupa biji plastik hingga produk jadi berbahan daur ulang plastik.

“Untuk label ini kan tidak bisa didaur ulang ya. Jadi, kita kumpulkan dulu lalu kita berikan kepada siapa yang bisa mengelola. Begitu juga sampah kotor. Jadi kita kerjasama. Ke depannya kita mau coba cari yang bisa mengolah, intinya tidak dibuang,” ucapnya.

Penulis: Ridho Pambudi

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/erecycle-pengepul-sampah-berbasis-aplikasi-daring/feed/ 0
4 Aplikasi Untuk Gaya Hidup Berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-aplikasi-untuk-gaya-hidup-berkelanjutan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=4-aplikasi-untuk-gaya-hidup-berkelanjutan https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-aplikasi-untuk-gaya-hidup-berkelanjutan/#respond Mon, 16 Sep 2019 03:42:05 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_gaya_hidup&p=24175 Seiring dengan berkembangnya zaman, masalah perubahan iklim telah menuntut kita untuk terus berupaya dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi sebagai solusinya. Kehadiran berbagai macam gawai atau gadget canggih di masa kini […]]]>

Seiring dengan berkembangnya zaman, masalah perubahan iklim telah menuntut kita untuk terus berupaya dan berinovasi dengan memanfaatkan teknologi sebagai solusinya. Kehadiran berbagai macam gawai atau gadget canggih di masa kini nyatanya telah mendorong para developer software dan pebisnis untuk menciptakan berbagai aplikasi smartphone yang membantu penggunanya untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan sebagai salah satu upaya menangani masalah perubahan iklim.

Sudah saatnya bagi kita untuk peduli dan ikut berpartisipasi dalam melestarikan dan menghijaukan kembali planet ini. Yuk simak, berikut adalah 4 aplikasi smartphone yang dapat membantu Anda menjalani gaya hidup berkelanjutan yang dapat diunduh secara gratis.

HowGood

HowGood merupakan aplikasi smartphone yang membantu penggunanya untuk membuat pilihan yang lebih berkelanjutan ketika membeli makanan dan minuman. Aplikasi ini memiliki basis data lebih dari satu juta produk makanan dan minuman yang berkelanjutan.

HowGood adalah aplikasi yang sangat bagus bagi Anda yang ingin memilih berbagai jenis makanan dan minuman yang diproduksi secara etis dan ramah lingkungan. Selain itu, HowGood membantu pengecer dan merek terkemuka di dunia untuk mengurangi dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan industrinya.

Aplikasi HowGood sudah tersedia di Play Store dan App Store dan dapat diunduh secara gratis.

JouleBug

JouleBug merupakan aplikasi smartphone yang membantu dan memudahkan penggunanya untuk menerapkan kebiasaan sehari-hari yang lebih berkelanjutan, ketika di rumah, bekerja, dan di luar. Selain membuat kehidupan sosial yang lebih berkelanjutan, aplikasi ini sederhana dan benar-benar menyenangkan.

Joule Bug memungkinkan penggunanya untuk secara kompetitif melacak dan menilai kebiasaan berkelanjutan mereka dan membaginya dengan teman-temannya. JouleBug juga menyertakan saran dan kiat untuk perubahan kecil yang dapat membantu Anda menjalani gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Aplikasi JouleBug sudah tersedia di Play Store dan App Store dan dapat diunduh secara gratis.

DoneGood

DoneGood merupakan marketplace atau online shop yang membantu penggunanya dalam menemukan berbagai merek pakaian, kosmetik, aksesoris dan perabotan rumah tangga yang ramah lingkungan dan diproduksi secara etis.

Saat mencari dan berbelanja produk di DoneGood, Anda akan mendapatkan saran melalui pop-up yang muncul untuk produk alternatif yang ditawarkan oleh toko dan dapat disusun sesuai dengan keinginan Anda. DoneGood didirikan dengan mengusung prinsip bisnis yang ramah lingkungan, organik, tidak beracun, bebas dari kekejaman terhadap binatang, dan baik untuk planet.

Selain itu, DoneGood menyumbangkan 1% dari hasil penjualan produknya setiap tahun kepada organisasi 1% for the Planet dan berkomitmen untuk mendukung perubahan lingkungan yang positif dan telah mendapatkan sertifikat dari B Corporations karena bisnisnya telah membantu membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Aplikasi DoneGood sudah tersedia di App Store dan dapat diunduh secara gratis.

Tips 4 Aplikasi Untuk Gaya Hidup Berkelanjutan

Tips 4 Aplikasi Untuk Gaya Hidup Berkelanjutan. Foto : shutterstock

No Waste

No Waste merupakan aplikasi smartphone yang digunakan untuk melacak atau mengecek persediaan makanan dan minuman sehari-hari Anda di rumah. Aplikasi ini digunakan secara interaktif untuk mengatur makanan dan minuman yang disimpan di lemari es, freezer, dan dapur. Anda dapat menyortir dan mencari makanan berdasarkan kategori atau tanggal kedaluwarsa untuk memastikan tidak ada makanan dan minuman yang bakal terbuang sia-sia.

No Waste diciptakan dengan visi menjadi aplikasi terbaik untuk mengurangi limbah makanan. Aplikasi ini dioptimalkan secara terus-menerus dengan fitur tambahan seperti perencanaan jadwal makan dan pembuatan daftar belanja.

Dengan menggunakan aplikasi No Waste, selain dapat mengurangi limbah, Anda juga dapat menghemat kebutuhan belanja makanan dan minuman. No Waste dapat membantu Anda menjalani gaya hidup keberlanjutan dan secara mudah dapat mengecek persediaan makanan di rumah dimanapun Anda berada.

Aplikasi No Waste sudah tersedia di App Store dan dapat diunduh secara gratis.

Penulis: Diki Suherlan

]]>
https://www.greeners.co/gaya-hidup/4-aplikasi-untuk-gaya-hidup-berkelanjutan/feed/ 0
Mallsampah, Aplikasi Jual Beli Sampah Online https://www.greeners.co/ide-inovasi/mallsampah-aplikasi-jual-beli-sampah-online/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mallsampah-aplikasi-jual-beli-sampah-online https://www.greeners.co/ide-inovasi/mallsampah-aplikasi-jual-beli-sampah-online/#respond Fri, 06 Sep 2019 00:31:10 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=24160 Jika kita mendengar kata “mall” pasti yang terbayang di pikiran kita ialah suatu tempat dimana banyak orang berdatangan untuk melakukan berbagai aktivitas jual beli dan menikmati berbagai jenis hiburan. Namun, […]]]>

Jika kita mendengar kata “mall” pasti yang terbayang di pikiran kita ialah suatu tempat dimana banyak orang berdatangan untuk melakukan berbagai aktivitas jual beli dan menikmati berbagai jenis hiburan. Namun, tidak bagi Adi Saifullah Putra, seorang mahasiswa asal Makassar ini telah menciptakan sebuah mall dalam bentuk aplikasi smartphone yang berfokus pada jual beli sampah secara online.

“Pendirian Mallsampah bermula dari project saya semasa kuliah di kampus Universitas Muslim Indonesia Makassar, juga dikarenakan latar belakang saya yang merupakan penggiat sosial dan lingkungan. Dari sana saya banyak mendapat insight tentang masalah dan peluang seputar sampah dan lingkungan, di tahun itu, 2015.” ujar Adi Saifullah Putra, selaku CEO Mallsampah kepada Greeners saat dihubungi via WhatsApp beberapa hari yang lalu.

Menurut Adi, pada saat itu perkembangan teknologi informasi sedang naik daun dan banyak startup lokal bermunculan. Hal tersebut membuat dirinya berfikir untuk mengawinkan ide pengelolaan sampah berbasis pengepul lokal dengan teknologi informasi.

Mallsampah berdiri pertama kali pada tahun 2015, tepatnya pada bulan september 2015. Namun perusahaan startup ini baru berbadan hukum secara resmi pada tahun 2017 dengan nama PT Mallsampah Indonesia. Sesuai dengan namanya, aplikasi Mallsampah diciptakan untuk merepresentasikan pola jual beli sampah dalam sebuah wadah atau tempat jual beli layaknya mall namun dalam bentuk marketplace.

“Penanganan sampah secara online bukan lebih baik daripada offline, tetapi lebih kepada alat yang dapat meningkatkan nilai layanan. Dengan teknologi kita dapat memotong biaya, jarak dan waktu sehingga layanan dapat efektif dan efesien, dan yang paling penting data yang dihasilkan dapat terekam sehingga dapat menjadi pembelajaran untuk mengembangkan sistem yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah lingkungan.” tegas Adi.

Adapun visi dari Mallsampah yaitu untuk meningkatkan angka daur ulang sampah nasional dan mensejahterakan pengepul lokal. Sedangkan untuk misinya, Mallsampah ingin meningkatkan angka daur ulang sampah dari 10% mejadi 40% pada tahun 2027.

Mallsampah, Aplikasi Online Jual Beli Sampah Online

Mallsampah, Aplikasi Online Jual Beli Sampah Online. Foto : google playstore

Sosialisasi Daur Ulang Sampah

Sejauh ini respon masyarakat cukup bagus, meskipun Mallsampah baru beroperasi di kota Makassar saja. Saat ini, Mallsampah telah memiliki sekitar 3.200 pengguna dengan rata-rata 1.500 sampai 2000 pengguna aktif bulanan.

Selain menciptakan aplikasi berbasis online, Mallsampah juga rutin melakukan program sosialisasi untuk menyadarkan orang tentang pentingnya daur ulang sampah dan menjaga lingkungan. Melalui program “Recycling Day”, Mallsampah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan kantor-kantor yang ada di kota Makassar.

Dengan adanya aplikasi pengelolaan sampah secara online, Mallsampah diharapkan dapat berkontribusi dalam mengatasi polusi melalui peningkatan angka daur ulang yang mudah, cepat dan gratis, dapat dijangkau oleh siapa saja sehingga jumah sampah yang terbuang ke alam berkurang. Jika ini dapat dilakukan semua orang, mungkin sampah bukan masalah lagi.

“Pesan saya, tidak ada kehidupan jika lingkungan rusak, semua sektor kehidupan akan terganggu dengan lingkungan yang kurang baik. Yang paling bernilai dari kehidupan ini bukan uang atau pekerjaan kita saat ini, tapi bumi tempat hidup kita bersama yang dianugerahkan Tuhan, jika ini rusak, kita tidak bisa apa-apa kecuali punah secara perlahan.” pungkas Adi.

Berkat inovasinya di bidang lingkungan, Mallsampah telah mendapatkan penghargaan diantaranya seperti Asean Rice Bowl Startup Award 2017 dan IFRC Flood Resilience Innovation Converence 2017. Selain itu sebagai founder Mallsampah, Adi juga telah mendapatkan penghargaan seperti Gold Medal Winner, International Young Inventors Award (IYIA) 2016 dan Indonesia Green Award 2018.

Penulis: Diki Suherlan

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/mallsampah-aplikasi-jual-beli-sampah-online/feed/ 0
Gakkum; Aplikasi Untuk Laporkan Kejahatan Lingkungan Resmi Diluncurkan https://www.greeners.co/berita/gakkum-lingkungan-aplikasi-untuk-laporkan-kejahatan-lingkungan-resmi-diluncurkan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gakkum-lingkungan-aplikasi-untuk-laporkan-kejahatan-lingkungan-resmi-diluncurkan https://www.greeners.co/berita/gakkum-lingkungan-aplikasi-untuk-laporkan-kejahatan-lingkungan-resmi-diluncurkan/#respond Mon, 21 Dec 2015 04:05:58 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=12315 Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah resmi meluncurkan aplikasi yang memfasilitasi masyarakat untuk melaporkan kejahatan lingkungan secara langsung berbasis aplikasi yang bisa terpasang pada perangkat telepon […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah resmi meluncurkan aplikasi yang memfasilitasi masyarakat untuk melaporkan kejahatan lingkungan secara langsung berbasis aplikasi yang bisa terpasang pada perangkat telepon pintar.

Aplikasi bernama “Gakkum Lingkungan dan Kehutanan” ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Rasio Ridho Sani memang sengaja dibuat agar masyarakat bisa mudah menginformasikan hal-hal yang terkait dengan upaya pencegahan kerusakan lingkungan.

“Aplikasi ini mampu menyertakan partisipasi masyarakat dalam mendorong upaya pencegahan kerusakan lingkungan. Untuk itu hari ini kami meluncurkan aplikasi yang bisa masyarakat pasang di telepon pintar-nya,” kata pria yang akrab disapa Roy ini, Jakarta, Minggu (20/12).

Kegiatan peluncuran yang dilaksanakan pada momen Car Free Day di area Bundaran HI Minggu pagi (20/12) ini dimeriahkan oleh aksi jalan santai, hiburan serta diramaikan kehadiran artis ibukota.

Aksi Jalan Santai Bersama Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan. Foto : Bachran Mile

Aksi Jalan Santai Bersama Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan. Foto : Humas KLHK

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa selama ini laporan masyarakat masih menjadi sumber yang paling banyak dalam melakukan penegakan hukum kejahatan lingkungan.

Ia berharap dengan adanya aplikasi ini, masyarakat dapat lebih terbantu dalam menginformasikan kejahatan lingkungan dan mampu memanfaatkan aplikasi “Gakkum” ini dengan sebaik-baiknya untuk lebih mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah lingkungan dan kehutanan.

“Kejahatan ini kan terjadi di tengah masyarakat. Banyak juga yang tahu tapi tidak mengerti bagaimana melaporkannya. Mulai sekarang melalui aplikasi ini kita harus bersama-sama menyelesaikannya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, aplikasi yang berukuran 4,68 MB ini bisa diunduh di Google Play Store bagi pengguna Android dan di Appstore bagi pengguna iOS. Dalam aplikasi tersebut selain melaporkan kejahatan lingkungan, warga juga akan mendapatkan informasi hukum dan tip pelestarian lingkungan.

Saat ini, aplikasi yang barus saja diluncurkan tersebut telah diunduh sebanyak 100 kali unduhan dengan berbagai pesan positif dan dukungan yang disampaikan oleh masyarakat di dalam lama ulasan.

Penulis : Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/gakkum-lingkungan-aplikasi-untuk-laporkan-kejahatan-lingkungan-resmi-diluncurkan/feed/ 0
Menjelajahi Taman Margasatwa Ragunan dengan Ragunan Zoo https://www.greeners.co/berita/menjelajahi-taman-margasatwa-ragunan-dengan-ragunan-zoo/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=menjelajahi-taman-margasatwa-ragunan-dengan-ragunan-zoo https://www.greeners.co/berita/menjelajahi-taman-margasatwa-ragunan-dengan-ragunan-zoo/#respond Sun, 19 Jul 2015 04:52:52 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=10388 Jakarta (Greeners) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali memasuki libur Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, tempat-tempat wisata di Jakarta seperti Taman Margasatwa Ragunan masih menjadi primadona tempat hiburan bagi […]]]>

Jakarta (Greeners) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali memasuki libur Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, tempat-tempat wisata di Jakarta seperti Taman Margasatwa Ragunan masih menjadi primadona tempat hiburan bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang tidak pulang kampung atau melakukan mudik.

Untuk menyambut para pengunjung tersebut, pihak Taman Margasatwa Ragunan melakukan berbagai inovasi. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi jelajah digital berbasis android yang diberi nama Ragunan Zoo.

Kepala Hubungan Masyarakat (Humas), Taman Margasatwa Ragunan Wahyudi Bambang kepada Greeners mengatakan bahwa nantinya melalui aplikasi tersebut, para pengunjung dapat menjelajahi kebun binatang dengan lebih nyaman karena di dalam aplikasi tersebut terdapat peta Ragunan dan perangkat Global Positioning System (GPS) yang bisa menunjukkan di mana keberadaan pengguna aplikasi.

“Jadi pengunjung nantinya bisa lebih mudah kalau mau mencari satwa atau informasi pintu keluar,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jakarta, Kamis (16/07).

Tampilan aplikasi "Ragunan Zoo". Gambar: Ist.

Tampilan aplikasi “Ragunan Zoo”. Gambar: Ist.

Meski pengunjung diperkirakan akan membanjiri Taman Margasatwa Ragunan, namun Bambang menyatakan bahwa tidak ada masalah yang berarti dari sisi kesiapan dan kesehatan hewan. Hal tersebut dikarenakan satwa-satwa yang ada di Ragunan telah terbiasa dengan keadaan ramai.

“Kami juga melakukan upaya-upaya preventif dari petugas kesehatan seperti memberikan vitamin dan lainnya,” tambahnya.

Selain itu, Bambang meminta kepada para pengunjung yang datang agar selalu bersikap ramah dan peduli terhadap satwa-satwa di Ragunan. Karena, katanya, sampai saat ini masih banyak ditemukan pengunjung yang memperlakukan satwa sebagai objek dan cenderung malah mengganggu satwa.

“Sebenarnya sudah banyak pengunjung yang pintar ya, main ke sini (Ragunan) tidak hanya pikinik tapi juga belajar, tapi masih banyak juga yang suka sembarangan. Misalnya, membangunkan hewan yang sedang tidur atau memberikan makan sembarangan. Kami harap itu tidak terjadi ya,” tuturnya.

Tampilan aplikasi "Ragunan Zoo". Gambar: Ist.

Tampilan aplikasi “Ragunan Zoo”. Gambar: Ist.

Mengenai lonjakan pengunjung, Bambang memprediksikan kalau puncak kunjungan wisatawan di Kebun Binatang Ragunan pada musim libur Lebaran akan terjadi pada H+2 dan H+3 atau Sabtu dan Minggu, 18-19 Juli 2015.

“Kan Lebaran hari Jumat, itu (jumlah pengunjung) mungkin masih biasa, sekitar 20.000 atau 30.000. Sedangkan untuk puncaknya diperkirakan akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu yaitu diperkirakan akan mencapai hampir 150 ribu pengunjung,” katanya lagi.

Untuk mengatasi penumpukan kendaraan pengunjung, Bambang menyatakan bahwa Taman Margasatwa Ragunan akan menambah sejumlah titik parkir kendaraan untuk menampung sekitar 6.000 mobil, 22.000 motor dan 150 bus. Area parkir ini tersebar di pintu utara, pintu selatan dan pintu timur.

Selain itu, sebanyak 1.124 personel pengamanan juga akan disiagakan di lokasi selama libur Lebaran. Pengamanan ini meliputi satpam internal, anggota Polda, Polres, Polsek, TNI, Ormas setempat dan Satuan Polisi Pamong Praja.

“Menurut data kami, pada libur lebaran 2014 lalu, kunjungan tertinggi terjadi pada hari ketiga lebaran. Pada hari ketiga tersebut kunjungan mencapai puncaknya, yaitu sekitar 167 ribu pengunjung,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/menjelajahi-taman-margasatwa-ragunan-dengan-ragunan-zoo/feed/ 0
Aplikasi Jakarta Smart City Sudah Bisa Diunduh di Apple Store https://www.greeners.co/berita/aplikasi-jakarta-smart-city-sudah-bisa-diunduh-di-apple-store/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=aplikasi-jakarta-smart-city-sudah-bisa-diunduh-di-apple-store https://www.greeners.co/berita/aplikasi-jakarta-smart-city-sudah-bisa-diunduh-di-apple-store/#respond Mon, 20 Apr 2015 08:44:01 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=8634 Jakarta (Greeners) – Setelah sebelumnya meluncurkan aplikasi Jakarta Smart City di Google Play Store, kini Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memperluas jangkauan dua plikasi yang diberi nama “CROP” dan […]]]>

Jakarta (Greeners) – Setelah sebelumnya meluncurkan aplikasi Jakarta Smart City di Google Play Store, kini Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memperluas jangkauan dua plikasi yang diberi nama “CROP” dan “QLUE” ini agar bisa diunduh juga melalui Apple Store.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta, Ii Karunia saat dihubungi oleh Greeners mengatakan, saat ini sedang dilakukan penyempurnaan perangkat. Jika tidak ada kendala, maka pada pekan depan akan diresmikan aplikasi Jakarta Smart City untuk Apple Store.

“Sekarang juga CROP dan QLUE sudah ada di Apple Store. Hanya saja masih harus diuji implementasinya seiring mempersiapkan Standart Operasional Prosedurnya. Semoga pekan depan bisa diresmikan secara formalnya,” jelas Ii melalui pesan singkat yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Senin (20/04).

Ii mengakui bahwa pengembangan aplikasi Jakarta Smart City ini memang berjalan sedikit lambat. Hal tersebut dikarenakan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 belum dapat digunakan. Menurut Ii, anggaran pengembangan Jakarta Smart City mencapai Rp 31 miliar. Jumlah ini sudah termasuk biaya untuk renovasi ruangan bagi laman multimedia www.smartcity.jakarta.go.id dan pembiayaan untuk tenaga ahli seperti tim analisis dan coding yang membutuhkan dana antara 10 hingga 15 miliar rupiah.

“Kalau tidak ada efisiensi lagi, multimedia itu ya butuh sekitar 10-15 miliar karena ada renovasi ruangan juga, ada juga biaya untuk tenaga ahli untuk analisis dan coding,” terangnya.

Berbagai bentuk laporan dan infirmasi warga, seperti kurangnya lampu jalan atau adanya penertiban petugas dapat dilihat dalam aplikasi "Qlue" dengan mengunduhnya pada laman smartcity.jakarta.go.id. Gambar: Ist.

Berbagai bentuk laporan dan infirmasi warga, seperti kurangnya lampu jalan atau adanya penertiban petugas dapat dilihat dalam aplikasi “Qlue” dengan mengunduhnya pada laman smartcity.jakarta.go.id. Gambar: Ist.

Sebagai informasi, aplikasi QLUE yang dapat diunduh di android Play Store dan Apple Store ini memiliki sarana penyampaian aspirasi pengaduan secara real time. Pengaduan yang dimaksud seperti macet, banjir, sampah, joki three in one, parkir liar, hingga pengemis bisa dilaporkan berdasarkan lokasi dengan fotonya. Laporan warga tersebut terintegrasi ke laman smartcity.jakarta.go.id dan terkoneksi pula ke aplikasi android yang khusus diunduh oleh aparat Pemprov DKI Jakarta serta aparat kepolisian, yakni CROP.

Sedangkan untuk aplikasi ‎CROP sendiri merupakan dashboard mapping yang menggunakan platform Google Maps sebagai dasar pemetaan digital. Nantinya aparat pemerintah yang menindaklanjuti laporan warga tersebut memberi hasil laporan respon ke smartcity.jakarta.go.id yang juga terkoneksi langsung dengan aplikasi QLUE.

Adapun data yang terintegrasi dengan smartcity.jakarta.go.id seperti jalur fiber optic, tinggi muka air, letak menara, pos polisi, data kependudukan, dan lainnya. Selain itu, Gubernur DKI juga dapat melihat keadaan Jakarta melalui monitor CCTV yang terintegrasi di pintu air, jalan raya, dan lainnya.

“Ke depan, pengembangan aplikasi smart city ini diharapkan agar warga Jakarta dapat mengetahui nilai pajak bumi bangunan (PBB) hingga perencanaan penataan kota,” tukas Ii.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/aplikasi-jakarta-smart-city-sudah-bisa-diunduh-di-apple-store/feed/ 0
Lahan Pertanian Dalam Kontainer https://www.greeners.co/ide-inovasi/lahan-pertanian-dalam-kontainer/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lahan-pertanian-dalam-kontainer https://www.greeners.co/ide-inovasi/lahan-pertanian-dalam-kontainer/#respond Mon, 30 Mar 2015 12:36:31 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_ide_inovasi&p=8365 Teknologi baru bagi para pelaku urban farming dapat dilihat di Boston, Amerika. Sebuah perusahaan start-up di bidang agrikultur, Freight Farms, merancang pertanian hidroponik yang dilakukan di dalam kendaraan kontainer. Proyek […]]]>

Teknologi baru bagi para pelaku urban farming dapat dilihat di Boston, Amerika. Sebuah perusahaan start-up di bidang agrikultur, Freight Farms, merancang pertanian hidroponik yang dilakukan di dalam kendaraan kontainer.

Proyek ini disebut Leafy Green Machine (LGM) dan berfungsi layaknya berkebun di lahan tanah seperti pada umumnya. Namun, khusus pada LGM ini, penggunaan air 90 persen lebih sedikit dari metode pertanian tradisional. Dan, karena tanaman di tempatkan dalam kontainer yang tertutup, sistem pertanian ini bebas dari herbisida dan pestisida.

Foto: freightfarms.com

Leafy Green Machine (LGM) berfungsi layaknya berkebun di lahan tanah seperti pada umumnya, namun menggunakan air 90 persen lebih sedikit dari metode pertanian tradisional. Foto: freightfarms.com

Meskipun bertani dalam mobil kontainer, lahan didalamnya dapat memproduksi tanaman segar karena tidak bergantung pada cuaca dan musim. Uniknya kita dapat memantau kondisi air dan udara dari aplikasi Farmhand yang terpasang di ponsel. Aplikasi ini terhubung dengan kamera yang terpasang di dalam kontainer.

Aplikasi Farmhand untuk mengontrol kadar air dan suhu udara dalam kontainer. Foto: freightfarms.com

Aplikasi Farmhand untuk mengontrol kadar air dan suhu udara dalam kontainer. Foto: freightfarms.com

Freight Farms telah lebih dulu memulai teknik bertani di atas atap rumah. Teknik ini dikembangkan oleh pendiri Freight Farms, yaitu Jon Friedman dan Brad McNamara. Mereka memutuskan untuk mengubah haluan bertani dengan sistem pertanian dalam kontainer. Hal ini mereka anggap lebih hemat dan lebih sedikit memakan energi. Saat ini Freight Farms telah memperoleh kucuran dana sebesar 4,9 juta dollar dan sedang mengembangkan teknologi pertanian yang baru.

Penulis: NW/G15
Sumber: www.inhabitat.com

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/lahan-pertanian-dalam-kontainer/feed/ 0
Helm Pembaca Gelombang Otak Untuk Memetakan Lokasi Bagi Pesepeda https://www.greeners.co/ide-inovasi/helm-pembaca-gelombang-otak-untuk-memetakan-lokasi-bagi-pesepeda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=helm-pembaca-gelombang-otak-untuk-memetakan-lokasi-bagi-pesepeda https://www.greeners.co/ide-inovasi/helm-pembaca-gelombang-otak-untuk-memetakan-lokasi-bagi-pesepeda/#respond Wed, 04 Feb 2015 05:41:17 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_technology&p=7250 Aplikasi untuk memudahkan pengendara kendaraan roda empat sudah banyak. Salah satu aplikasi tersebut berfungsi mengabarkan jalur kemacetan yang datanya diambil dari testimoni pengendara kendaraan lain. Namun, bagaimana dengan aplikasi untuk […]]]>

Aplikasi untuk memudahkan pengendara kendaraan roda empat sudah banyak. Salah satu aplikasi tersebut berfungsi mengabarkan jalur kemacetan yang datanya diambil dari testimoni pengendara kendaraan lain. Namun, bagaimana dengan aplikasi untuk para pengendara sepeda? Adakah aplikasi khusus untuk mereka yang menggunakan moda transportasi sepeda?

Di Manhattan, New York, seorang perempuan lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) tengah mengembangkan sebuah aplikasi yang dapat memberikan info kenyamanan bersepeda. Yang unik dari aplikasi ini adalah teknik pengumpulan datanya. Pesepeda lah yang merangkum data kenyamanan bersepeda di Manhattan.

Perempuan tersebut bernama Arlene Ducao. Ia menciptakan MindRider Map yang dibuat dengan cara mengumpulkan data gelombang otak pesepeda melalui helm yang dipakai pesepeda. Caranya, helm tersebut dipasangi sensor gelombang otak EEG (electroencephalography).

Seorang pelajar menengah tengah memegang helm MindRider. Ia ditugasi untuk memetakan tiga lokasi di Manhattan. Foto: Ben Tudhope/www.wired.com

Dalam mengerjakan proyek ini, Ducao bekerja sama dengan delapan pesepeda. Mereka setiap hari bersepeda mengelilingi kota Manhattan selama dua bulan sambil mengenakan helm MindRider. Setiap detik, melalui Bluetooth, sensor EEG mengirimkan data tentang tingkat fokus pengendara selama di jalan. Mana saja jalur yang membuat stres dan mana jalur yang dirasakan nyaman untuk bersepeda.

Data tersebut kemudian diurutkan dalam angka 0 sampai 100 dan dihubungkan pada skala warna, dari hijau ke kuning dan ke merah. Saat dihubungkan dengan peta Manhattan, hasilnya adalah sebuah peta yang menampilkan mana lokasi bersepeda yang nyaman (ditandai dengan warna hijau) dan mana lokasi yang penuh stres (ditandai dengan warna merah).

Peta hasil pembacaan gelombang otak (MindRider Map) dari sensor EEG yang dipasang pada helm pesepeda. Foto: ©Mapbox ©OpenStreetMap/www.wired.com

Nampaknya peta ini bisa membantu untuk membuat kota menjadi ramah bagi pesepeda, dengan memberi tahu lokasi mana yang membutuhkan marka jalan atau penanda lainnya. Namun, alat ini belum dipasarkan secara umum. Masih banyak variabel yang harus diteliti lebih lanjut. Misalnya, mengenai asupan data, konsentrasi pesepeda yang berbeda-beda, sampai pada pertanyaan apakah sensor pada helm menempel di kulit dengan benar.

Walau demikian, alat ciptaan Ducao ini mempunyai masa depan yang cerah. Banyak potensi yang bisa digunakan dengan informasi peta ini ini. Turis bisa menemukan jalur yang lebih nyaman dan pemerintah kota bisa mengidentifikasi area yang harus diperbaiki untuk pesepeda.

(G15)

]]>
https://www.greeners.co/ide-inovasi/helm-pembaca-gelombang-otak-untuk-memetakan-lokasi-bagi-pesepeda/feed/ 0