Mallsampah, Aplikasi Jual Beli Sampah Online

Reading time: 2 menit
Mallsampah, Aplikasi Jual Beli Sampah Online
Mallsampah, Aplikasi Jual Beli Sampah Online. Foto: mallsampah.com

Jika kita mendengar kata “mall” pasti yang terbayang di pikiran kita ialah suatu tempat dimana banyak orang berdatangan untuk melakukan berbagai aktivitas jual beli dan menikmati berbagai jenis hiburan. Namun, tidak bagi Adi Saifullah Putra, seorang mahasiswa asal Makassar ini telah menciptakan sebuah mall dalam bentuk aplikasi smartphone yang berfokus pada jual beli sampah secara online.

“Pendirian Mallsampah bermula dari project saya semasa kuliah di kampus Universitas Muslim Indonesia Makassar, juga dikarenakan latar belakang saya yang merupakan penggiat sosial dan lingkungan. Dari sana saya banyak mendapat insight tentang masalah dan peluang seputar sampah dan lingkungan, di tahun itu, 2015.” ujar Adi Saifullah Putra, selaku CEO Mallsampah kepada Greeners saat dihubungi via WhatsApp beberapa hari yang lalu.

Menurut Adi, pada saat itu perkembangan teknologi informasi sedang naik daun dan banyak startup lokal bermunculan. Hal tersebut membuat dirinya berfikir untuk mengawinkan ide pengelolaan sampah berbasis pengepul lokal dengan teknologi informasi.

Mallsampah berdiri pertama kali pada tahun 2015, tepatnya pada bulan september 2015. Namun perusahaan startup ini baru berbadan hukum secara resmi pada tahun 2017 dengan nama PT Mallsampah Indonesia. Sesuai dengan namanya, aplikasi Mallsampah diciptakan untuk merepresentasikan pola jual beli sampah dalam sebuah wadah atau tempat jual beli layaknya mall namun dalam bentuk marketplace.

“Penanganan sampah secara online bukan lebih baik daripada offline, tetapi lebih kepada alat yang dapat meningkatkan nilai layanan. Dengan teknologi kita dapat memotong biaya, jarak dan waktu sehingga layanan dapat efektif dan efesien, dan yang paling penting data yang dihasilkan dapat terekam sehingga dapat menjadi pembelajaran untuk mengembangkan sistem yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah lingkungan.” tegas Adi.

Adapun visi dari Mallsampah yaitu untuk meningkatkan angka daur ulang sampah nasional dan mensejahterakan pengepul lokal. Sedangkan untuk misinya, Mallsampah ingin meningkatkan angka daur ulang sampah dari 10% mejadi 40% pada tahun 2027.

Mallsampah, Aplikasi Online Jual Beli Sampah Online

Mallsampah, Aplikasi Online Jual Beli Sampah Online. Foto : google playstore

Sosialisasi Daur Ulang Sampah

Sejauh ini respon masyarakat cukup bagus, meskipun Mallsampah baru beroperasi di kota Makassar saja. Saat ini, Mallsampah telah memiliki sekitar 3.200 pengguna dengan rata-rata 1.500 sampai 2000 pengguna aktif bulanan.

Selain menciptakan aplikasi berbasis online, Mallsampah juga rutin melakukan program sosialisasi untuk menyadarkan orang tentang pentingnya daur ulang sampah dan menjaga lingkungan. Melalui program “Recycling Day”, Mallsampah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan kantor-kantor yang ada di kota Makassar.

Dengan adanya aplikasi pengelolaan sampah secara online, Mallsampah diharapkan dapat berkontribusi dalam mengatasi polusi melalui peningkatan angka daur ulang yang mudah, cepat dan gratis, dapat dijangkau oleh siapa saja sehingga jumah sampah yang terbuang ke alam berkurang. Jika ini dapat dilakukan semua orang, mungkin sampah bukan masalah lagi.

“Pesan saya, tidak ada kehidupan jika lingkungan rusak, semua sektor kehidupan akan terganggu dengan lingkungan yang kurang baik. Yang paling bernilai dari kehidupan ini bukan uang atau pekerjaan kita saat ini, tapi bumi tempat hidup kita bersama yang dianugerahkan Tuhan, jika ini rusak, kita tidak bisa apa-apa kecuali punah secara perlahan.” pungkas Adi.

Berkat inovasinya di bidang lingkungan, Mallsampah telah mendapatkan penghargaan diantaranya seperti Asean Rice Bowl Startup Award 2017 dan IFRC Flood Resilience Innovation Converence 2017. Selain itu sebagai founder Mallsampah, Adi juga telah mendapatkan penghargaan seperti Gold Medal Winner, International Young Inventors Award (IYIA) 2016 dan Indonesia Green Award 2018.

Penulis: Diki Suherlan

Top
You cannot copy content of this page