eksplorasi - Greeners.Co https://www.greeners.co/tag/eksplorasi/ Media Online Lingkungan Hidup Indonesia Tue, 22 Dec 2020 05:29:02 +0000 id hourly 1 Indonesian Aroid Society: Indonesia Harus Jadi Basis Tanaman Hias Dunia https://www.greeners.co/berita/indonesia-aroid-seociety-indonesia-basis-tanaman-hias/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=indonesia-aroid-seociety-indonesia-basis-tanaman-hias https://www.greeners.co/berita/indonesia-aroid-seociety-indonesia-basis-tanaman-hias/#respond Tue, 22 Dec 2020 06:00:49 +0000 https://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=30648 Beragam jenis flora yang melimpah merupakan bagian dari kekayaan hayati di Indonesia. Dengan potensi tersebut, Indonesia bisa mendukung ekosistem hortikultura atau seni bercocok tanam. Meski saat ini jumlah dan jenis flora di Bumi Pertiwi sudah melimpah, tapi masih banyak jenis flora yang belum tereksplorasi. Eksplorasi tersebut bisa semakin meningkatkan ekosistem Hortikultura di Indonesia.]]>

Beragam jenis flora yang melimpah merupakan bagian dari kekayaan hayati di Indonesia. Dengan potensi tersebut, Indonesia bisa mendukung ekosistem hortikultura atau seni bercocok tanam. 

Jakarta (Greeners) – Pakar tanaman hias, Gregori Garnadi Hambali, menilai eksplorasi jenis tanaman hias di Indonesia bisa memberi keuntungan ekonomi yang lebih maksimal. Menurutnya, penilaian terhadap tanaman hias tidak hanya sekadar pada bentuk daun saja. Aspek-aspek lain seperti bentuk dan warna bunga bisa menjadi bagian yang berpengaruh terhadap nilai suatu tanaman hias.

“(Aspek lain) ini belum tergarap sepenuhnya. Ini jadi peluang agar orang-orang yang memiliki kegiatan hortikultura bisa menelaahnya,” ujar Gregori saat menjadi pembicara di acara Plant Talk, Sabtu, (19/12/2020).

Ekosistem Hortikultura Perlu Pastikan Akses dan Ketersediaan

Gregori menyebut tantangan eksplorasi tanaman di Indonesia yaitu dari segi akses. Terbatasnya akses ke daerah menghambat penemuan keanekaragaman jenis tanaman baru.

Padahal, jenis tanaman baru sangat penting untuk memperkaya potensi keanekaragaman tanaman sekaligus jadi bahan untuk penelitian dan pengembangan lanjutan.

Selain itu, kata dia, aspek ketersediaan melalui aktivitas budi daya sangat penting untuk menjaga nilai ekonomi dalam ekosistem hortikultura. Gregori berpesan ketersediaan aneka jenis dan jumlah tanaman hias merupakan poin paling penting. Menurutnya, jika sudah tersedia, para peminat dan pembeli akan datang dengan sendirinya.

“Meski awalnya kita punya satu (jenis), kita perbanyak dulu jumlahnya agar memadai. Dengan begitu kita mendapatkan keuntungan lebih maksimal sehingga semua jenis memiliki keefektivan yang tinggi. Kalau jumlahnya cukup akan membuat pasar jadi bergairah,” jelasnya.

Indonesian Aroid Society: Keanekaragaman Hayati, Daya Saing Tanaman Hias dalam Negeri

Sementara itu, Chairman of Indonesian Aroid Society (IAS), Ery Erlangga, berharap Indonesia harus jadi basis tanaman hias dunia. Harapan tersebut juga menjadi visi IAS terutama untuk jenis tanaman tropis endemik lokal. Menurut Ery, untuk mewujudkan hal tersebut para pihak penyuka tanaman hias, terutama jenis Aroid, perlu menyatukan diri dalam satu wadah agar bisa saling mendukung.

indonesia aroid society

Chairman of Indonesian Aroid Society (IAS), Ery Erlangga (kedua dari kiri), menyebut salah satu langkah penting eksplorasi ekosistem hortikultura di Indonesia yakni terkait pendataan. Foto: Muhammad Ma’rup.

Terkait eksplorasi ekosistem hortikultura di Indonesia, Ery menyebut salah satu langkah pentingnya adalah terkait pendataan. Menurutnya, perlu ada pemutakhiran data tanaman dari yang ada saat ini. Keanekaragaman jenis tersebut, lanjut dia, bisa menjadi daya saing tanaman hias Indonesia dari negara-negara lain.

“Aroid dari Indonesia harganya belum bisa menyaingi dari South America seperti Monstera dan lainnya. Padahal kita punya juga (tanaman) yang bagus-bagus,” ucapnya.

Baca juga: DLH Jakarta Tangani 1.231 Kilogram Limbah Masker Bekas Warga

Indonesian Aroid Society Dorong Penguatan Regulasi dan Standardisasi Tanaman Hias

Ery menyatakan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem tanaman hias, perlu regulasi dan standardisasi karena regulasi sangat penting untuk memudahkan ekspor.

Hal tersebut perlu diikuti standardisasi untuk meminimalisir penolakan dari negara tujuan. IAS, lanjut dia, tengah mempelajari standardisasi yang cocok untuk ekosistem hortikultura di Indonesia.

“Setelah itu, kita akan melakukan advokasi dan mengajarkan orang-orang yang berniat ekspor. Dengan begitu, mereka punya wawasan fundamental yang benar,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ma’rup

Editor: Ixora Devi

]]>
https://www.greeners.co/berita/indonesia-aroid-seociety-indonesia-basis-tanaman-hias/feed/ 0
ESDM Serahkan Mekanisme Perizinan Migas ke BKPM https://www.greeners.co/berita/esdm-serahkan-mekanisme-perizinan-migas-ke-bkpm/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=esdm-serahkan-mekanisme-perizinan-migas-ke-bkpm https://www.greeners.co/berita/esdm-serahkan-mekanisme-perizinan-migas-ke-bkpm/#respond Thu, 21 May 2015 05:10:57 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_berita&p=9175 Jakarta (Greeners) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya menyerahkan mekanisme perizinan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Langkah ini […]]]>

Jakarta (Greeners) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya menyerahkan mekanisme perizinan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk implementasi dari mekanisme Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan diharapkan para pelaku usaha di sektor hulu migas akan lebih efisien dan efektif dalam melakukan pengurusan izin.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, mengatakan, selain menyerahkan mekanisme perizinan ke meja BKPM, pihaknya juga telah melakukan pemangkasan terhadap sejumlah perizinan dari mulai eksplorasi hingga tingkat produksi di sektor migas.

“Pemangkasan ini kami lakukan untuk mendorong sekaligus menstimulus para pelaku usaha demi menjaga kinerja eksplorasi dan produksi,” jelasnya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (20/05).

Sudirman menyatakan sejak akhir tahun 2014 lalu, Kementerian ESDM telah melakukan pemangkasan terhadap jumlah perizinan usaha migas, dari 104 menjadi 42 perizinan.

“Tahun lalu itu ada 104 dan akhir tahun 2014 kami pangkas menjadi 52. Lalu pada bulan-bulan terakhir juga dipangkas lagi jadi 42,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

]]>
https://www.greeners.co/berita/esdm-serahkan-mekanisme-perizinan-migas-ke-bkpm/feed/ 0
Kebakaran Hutan Arjuno Welirang Ancam Keberadaan Sumber Mata Air https://www.greeners.co/berita/kebakaran-hutan-arjuno-welirang-ancam-keberadaan-sumber-mata-air/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kebakaran-hutan-arjuno-welirang-ancam-keberadaan-sumber-mata-air https://www.greeners.co/berita/kebakaran-hutan-arjuno-welirang-ancam-keberadaan-sumber-mata-air/#respond Tue, 30 Sep 2014 05:05:59 +0000 http://www.greeners.co/?post_type=grn_news&p=5981 Malang (Greeners ) – Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Arjuno, Ringgit, Welirang, sejak awal November 2014, setidaknya telah menghanguskan 250 hektare lebih area hutan di kawasan itu. Beberapa […]]]>

Malang (Greeners ) – Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Arjuno, Ringgit, Welirang, sejak awal November 2014, setidaknya telah menghanguskan 250 hektare lebih area hutan di kawasan itu. Beberapa pohon seperti cemara gunung, kesemek, akasia, dan satwa juga terancam kehilangan tempat mencari makan. Bahkan, di daerah Pacet, Kabupaten Mojokerto, satwa sudah turun ke rumah penduduk untuk mencari makan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur, Ony Mahardika, mengatakan kebakaran yang terus terjadi setiap tahun di kawasan hutan Arjuno-Welirang mengancam keberadaan sumber mata air. Menurutnya, para pemangku wilayah tersebut, baik Perhutani maupun Taman Hutan Rakyat atau Tahura R Soerjo, harus serius memulihkan kawasan itu demi menyelamatkan sumber mata air yang ada di sana. “Kawasan itu harus dipulihkan,” kata Ony, Senin (29/9/2014).

Data yang dihimpun Greeners, kebakaran yang terjadi di kawasan hutan Arjuno Welirang terjadi di daerah yang dikelola Perhutani dan Tahura R Soerjo, dimana kawasan tersebut merupakan hutan produksi dan hutan lindung. Kebakaran terakhir berada di sisi lereng di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

Ony meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan mencari penyebab siapa yang sengaja membakar karena kebakaran diduga akibat ulah pemburu liar. Ony menyebutkan, kawasan Arjuno-Welirang merupakan daerah yang terdapat ratusan sumber mata air yang digunakan oleh masyarakat di Malang, Batu, Mojokerto, Pasuruan, dan daerah sekitarnya.

Terlebih lagi kawasan ini, kata Ony, akan dijadikan lokasi eksplorasi energi panas bumi yang jelas mengancam keberadaan sumber mata air di kawasan hulu karena airnya akan dibutuhkan banyak untuk operasi ini.

Data Walhi Jawa Timur, di kawasan ini terdapat 164 mata air yang dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan, seperti aliran irigasi, bahan baku air minum, industri air minum kemasan, dan pasokan untuk hotel dan industri. Warga juga memanfaatkan aliran air dari hulu untuk berbagai keperluan, seperti irigasi, ternak, dan air minum. Namun, sejak sepuluh tahun terakhir, tersisa 11 mata air dan 5 di antaranya memiliki debit air yang besar.

Kepala seksi Tahura R Soerjo wilayah Malang-Pasuruan, Murbandarto, mengatakan, penyebab kebakaran diduga karena ulah pemburu liar yang menggunakan api untuk menggiring buruannya. Karena musim kemarau, api sulit dikendalikan sehingga meluas.

“Api juga sulit dipadamkan karena medan sulit,” katanya.

Ia menyatakan upaya petugas, relawan, dan masyarakat sudah dilakukan untuk memadamkan api sejak awal bulan lalu, meski api kadang menyala lagi setelah dipadamkan. Menurutnya, kebakaran hutan di kawasan itu telah menghanguskan ilalang serta pohon cemara gunung. Petugas dan relawan terus berupaya memadamkan api dengan alat seadanya dan mencegah agar api tidak meluas. Petugas, katanya, masih terus disiagakan untuk berjaga-jaga apabila api kembali menyala setelah dipadamkan.

(G17)

]]>
https://www.greeners.co/berita/kebakaran-hutan-arjuno-welirang-ancam-keberadaan-sumber-mata-air/feed/ 0